You are on page 1of 21

Perbedaan Entalpi dan entropi

Posted on by kliksma
Untuk keperluan studi kimia, kita membagi alam semesta menjadi dua yaitu
sistem dan lingkungan. Setiap saat, bagian yang kita tertarik adalah sistem, dan
yang lainnya adalah lingkungan. Entalpi dan entropi adalah dua istilah yang
menggambarkan reaksi yang terjadi antara sistem dan lingkungan. Keduanya
entalpi dan entropi adalah fungsi keadaan termodinamika.

Apa itu Entalpi?
Ketika reaksi berlangsung, mungkin menyerap atau melepas panas, dan jika
reaksi dilakukan pada tekanan konstan, panas ini disebut entalpi reaksi. Entalpi
molekul tidak dapat diukur. Oleh karena itu, perubahan entalpi pada reaksi dapat
diukur.
Perubahan entalpi (ΔH) untuk reaksi dalam suhu tertentu dan tekanan diperoleh
dengan mengurangkan entalpi reaktan dari entalpi produk. Jika nilai ini negatif,
maka reaksi adalah eksotermik. Jika nilai positif, maka reaksi dikatakan
endotermik. Perubahan entalpi antara setiap pasangan reaktan dan produk tidak
tergantung pada jalur antara mereka. Selain itu, perubahan entalpi tergantung
pada fase reaktan. Sebagai contoh, ketika gas oksigen dan hidrogen bereaksi
untuk menghasilkan uap air, perubahan entalpi adalah -483,7 kJ. Namun, ketika
reaktan yang sama bereaksi untuk menghasilkan air dalam bentuk cair,
perubahan entalpi adalah -571,5 kJ.

2H2 (g) + O2 (g) → 2H2O (g); ΔH = -483,7 kJ
2H2 (g) + O2 (g) → 2H2O (l); ΔH = -571,7 kJ

Apa itu Entropi?
Beberapa hal dapat terjadi secara spontan, yang lainnya tidak. Misalnya,
kalor akan mengalir dari benda yang panas ke yang dingin, tetapi sebaliknya
tidak pernah diamati meskipun tidak melanggar aturan kekekalan energi.
Ketika perubahan terjadi, total energi tetap konstan tetapi dibagi-bagi. Arah
perubahan ditentukan oleh distribusi energi. Dalam perubahan spontan, hal
ini cenderung keadaan di mana energi yang lebih besar tersebar. Perubahan
spontan jika mengarah pada keacakan yang lebih besar dan kekacauan di
alam semesta secara keseluruhan. Tingkat kekacauan, keacakan, atau
penyebaran energi diukur dengan fungsi keadaan yang disebut entropi.
Hukum kedua termodinamika terkait dengan entropi, dan mengatakan,
“entropi semesta meningkat dalam proses spontan.” Entropi berkaitan
dengan jumlah kalor yang dihasilkan; itu adalah sejauh mana energi telah
terdegradasi. Bahkan, jumlah gangguan tambahan yang disebabkan oleh
jumlah tertentu q kalor tergantung pada suhu. Jika sudah sangat panas,
sedikit panas tambahan tidak menciptakan gangguan yang berarti, tetapi jika
suhu

sangat

rendah,

jumlah

panas

yang

sama

akan

menyebabkan

Entalpi adalah energi yang dilepaskan atau diserap selama reaksi.peningkatan dramatis dalam gangguan. 2. lebih tepat untuk menulis. Entalpi terkait dengan hukum pertama termodinamika yang mengatakan. Oleh karena itu.. Dalam reaksi. “Energi dapat tidak diciptakan atau dihancurkan. di 6:10:00 AM Entropi sendiri berasal dari bahasa Yunani. Dari definisi yang aku peroleh dari wikipedia. Entalpi adalah perpindahan kalor berlangsung dalam tekanan konstan. Entropi memberikan gambaran tentang keacakan suatu sistem. Reaksi spontan terjadi dalam rangka untuk meningkatkan entropi universal. entrope yang berarti berubah. ds = dq / T Apa perbedaan antara Entalpi dan entropi? 1.” Tapi entropi secara langsung berkaitan dengan hukum kedua termodinamika. entropi berarti derajat ketidakteraturan . ENTROPI Diposkan oleh Vivi. 3. perubahan entalpi bisa positif atau negatif. 4..

Hukum kedua termodinamika seperti yang diungkapkan oleh Clausius mengatakan. entropi suatu sistem adalah suatu sistem dari manifestasi ketidakberaturan. meskipun proses-proses tersebut tidaklah melanggar hukum kekekalan energi yang dinyatakan sebagai hukum pertama termodinamika. maka berubah menjadi abu dan energi. Hal yang sama terjadi bila es batu mencair. hasil pembakaran kayu atau pencairan es batu merupakan sistem tata tertib dalam tahapan rendah serta keadaan entropinya tinggi. pasti terjadi degradasi energi dari bentuk energi yang terpusat menjadi energi yang terpencar. “Untuk suatu mesin siklis maka tidak mungkin untuk menghasilkan . Dalam istilah yang lebih sederhana. Pola pikiran kayu maupun es batu merupakan sistem tata tertib dalam tahapan tinggi dan keadaan rendah. menjadi air. terjadi atau tidak terjadi di alam. Entropi dan Hukum Kedua Termodinamika Pengalaman sehari-hari menunjukkan bahwa sebuah kolam tidak membeku di musim panas. Semakin tidak teratur. Contoh: benda panas pasti menyebarkan panas (energi) ke lingkungan sekitar yang lebih rendah suhunya. Entropi sistem meningkat ketika suatu keadaan yang teratur. Jika sepotong kayu hangus dengan api. Artinya. Hukum Thermodinamika II: setiap terjadi perubahan bentuk energi. Energi pembakaran memanaskan udara. Jika sebuah benda panas berinteraksi dengan benda dingin. Hukum kedua termodinamika berkaitan dengan apakah proses-proses yang dianggap taat azas dengan hukum pertama. hasil kerja mesin itu kurang dari 10 ton kalori. Dengan api dan energi tersebut secara langsunsg tidak mungkin dapat diciptakan kayu lagi. tersusun dan terencana menjadi lebih tidak teratur. maka tak terjadi bahwa benda panas tersebut semakin panas dan benda dingin semakin dingin. berarti telah hilang. Bagian energi yang dapat dipakai untuk melakukan kerja disebut entropi. dalam sebuah sistem tertutup. semakin tinggi pula entropinya. Energi yang tidak seluruhnya dapat dipakai untuk melakukan kerja. Contoh: 10 ton kalori untuk memutar mesin. Lawan dari entropi adalah negentropi (entropi negatif atau pengurangan entropi). Contoh: fotosintesis mempunyai efek negentropi. seiring dengan meningkatnya entropi. Entropi merupakan selang ketidakteraturan dalam suatu sistem. Energi pencair tersebut langsuns hilang dan air tidak menjadi es batu lagi. Sebaliknya. Istilah entropi diciptakan pada tahun 1865 oleh Rudolf Clausius dalam ilmu termodinamika untuk menggambarkan arah suatu proses yang tidak dapat memutarbalikkan.dari sebuah sistem. tersebar dan tidak terencana. sistem akan mengarah pada ketidakteraturaan. Entropi merupakan suatu istilah dalam hukum termodinamika yang menunjukkan suatu ukuran ketidakpastian dari suatu sistem.

yakni semakin besar V maka semakin besar pula peluang untuk menemukan molekul tersebut di dalam V. w adalah parameter kekacauan. Kemungkinan untuk menemukan sebuah molekul tunggal di dalam V adalah. (1): S = k log w dimana k adalah konstanta Boltzmann. Variabel keadaan dalam hal ini adalah entropi. Bila ditinjau siklus Carnot. dalam arti. selain dari menyampaikan kalor secara kontinu dari sebuah benda ke benda lain pada temperatur yang lebih tinggi". Perubahan entropi hanya gayut keadaan awal dan keadaan akhir dan tak gayut proses yang menghubungkan keadaan awal dan keadaan akhir sistem tersebut. molekul-molekul gas yang menempati keseluruhan ruang kotak adalah lebih kacau dibandingkan bila molekul-molekul gas tersebut menempati setengah ruang kotak. S adalah entropi sistem. (2): . maka dapat dikatakan bahwa sistem tersebut menjadi lebih kacau. tak peduli bagaimana keadaan tersebut dicapai. hubungan antara entropi dan parameter kekacauan adalah. Di dalam mekanika statistik. Di dalam ekspansi bebas. sehingga mencapai temperatur yang serba sama T. Hukum kedua termodinamika dalam konsep entropi mengatakan. yakni siklus hipotesis yang terdiri dari empat proses terbalikkan: pemuaian isotermal dengan penambahan kalor. pemuaian adiabatik. kekacauan dari sistem dan lingkungan cenderung semakin besar. jika integral sebuah kuantitas mengitari setiap lintasan tertutup adalah nol. maka kemungkinan sebuah molekul dapat ditemukan dalam suatu daerah bervolume V adalah sebanding dengan V. yakni kemungkinan beradanya sistem tersebut relatif terhadap semua keadaan yang mungkin ditempati."Sebuah proses alami yang bermula di dalam satu keadaan kesetimbangan dan berakhir di dalam satu keadaan kesetimbangan lain akan bergerak di dalam arah yang menyebabkan entropi dari sistem dan lingkungannya semakin besar". pers.efek lain. pers. Jika entropi diasosiasikan dengan kekacauan maka pernyataan hukum kedua termodinamika di dalam proses-proses alami cenderung bertambah ekivalen dengan menyatakan. pernyataan "semua molekul dalam sistem tersebut bersesuaian dengan temperatur T adalah lebih lemah bila dibandingkan dengan pernyataan semua molekul di dalam benda A bersesuaian dengan temperatur T1 dan benda B bersesuaian dengan temperatur T2". mempunyai sebuah nilai yang hanya merupakan ciri dari keadaan sistem tersebut. dimana banyaknya molekul dan temperatur tak berubah sedangkan volumenya semakin besar. Jika dua benda yang memiliki temperatur berbeda T1 dan T2 berinteraksi. Jika ditinjau perubahan entropi suatu gas ideal di dalam ekspansi isotermal. pemampatan isotermal dengan pelepasan kalor dan pemampatan adiabatik. maka kuantitas tersebut yakni variabel keadaan.

Jadi berdasarkan konsep ini.W1 = c V dimana c adalah konstanta. keadaan kesetimbangan adalah keadaan dimana entropi maksimum secara termodinamika dan keadaan yang paling mungkin secara statistik. keadaan yang paling tidak mungkin sekali pun dapat terjadi: air di dalam kolam tiba-tiba membeku pada suatu hari musim panas yang panas atau suatu vakum setempat terjadi secara tiba-tiba dalam suatu ruangan. maka perbedaan entropi gas ideal dalam proses ekspansi isotermal dimana temperatur dan banyaknya molekul tak berubah. Yakni. adalah bernilai positip. Akan tetapi fluktuasi. Arah dimana proses alami akan terjadi menuju entropi yang lebih tinggi ditentukan oleh hukum kemungkinan. . Definisi statistik mengenai entropi. Kemungkinan menemukan N molekul secara serempak di dalam volume V adalah hasil kali lipat N dari w. misal gerak Brown. bukan hanya peristiwa-peristiwa yang mungkin. dapat terjadi di sekitar distribusi kesetimbangan. Entropi kadang-kadang dapat berkurang. Hukum kedua termodinamika memperlihatkan arah peristiwa-peristiwa yang paling mungkin. Dalam hal ini.(3): w = w1N = (cV)N. Pencemaran selalu terjadi dan tidak dapat dihindari karena adanya entropi 2. yakni menuju sebuah keadaan yang lebih mungkin. Jika persamaan (3) disubstitusikan ke (1). Jika cukup lama ditunggu. Dari hukum entropi tsb ada 2 hal yg penting: 1. pers. dengan melihat hampir semua kegiatan adalah perubahan energi dari satu bentuk kebentuk lain maka berarti pencemaran (limbah/entropi) selalu terjadi . Karena entropi itu tidak terpakai pada proses itu maka entropi disebut limbah. menghubungkan gambaran termodinamika dan gambaran mekanika statistik yang memungkinkan untuk meletakkan hukum kedua termodinamika pada landasan statistik. Ini berarti entropi gas ideal dalam proses ekspansi isotermal tersebut bertambah besar. sehingga ada sisa energi yang tidak terpakai (entropi). tidaklah mutlak bahwa entropi akan semakin besar di dalam tiap-tiap proses spontan. Hukum entropi (the law of energyentropy) Setiap pemakaian bentuk atau unit energi tidak pernah tercapai 100 % efisiensinya. Pencemaran selalu dapat diperkecil kerena sesungguhnya entropi itu adalah sumber energi bagi proses lain. kemungkinan dari sebuah keadaan yang terdiri dari N molekul berada di dalam volume V adalah. Dari sudut pandang ini. yakni persamaan (1).

T dS – P dV = dU menjadi ds = du/T + P dv/T = Cv dT/T + R dv/v di mana telah menggunakan du = Cv dT Pv = RT ds = du/T + P dv/T = Cv dT/T + R dv/v diintegrasikan. Karena perubahan suatu properti independen dari proses yang digunakan untuk bergerak dari satu keadaan ke keadaan lainnya. Temperatur T2 diperoleh dari rumus berikut sebesar Ini memungkinkan kita untuk menghitung usaha spesifik w = Cv(T1 – T2) = (0.717)(623 – 337) = 205 kJ/kg. untuk memberikan w = ∆u = Cv (T2 – T1). . artinya proses isentropik. Jika perubahan entropi adalah nol. Gas – gas terekspansi ke 140 kPa dengan proses adiabatik reversibel. reversibel maupun ireversibel. tekanan adalah 1200 kPa dan temperatur 350oC. Penyelesaian: Hukum pertama dapat digunakan dengan perpindahan kalor nol.Entropi untuk Gas Ideal dengan Kalor Spesifik Konstan Dengan mengsumsikan gas ideal. hubungan – hubungan di atas berlaku untuk proses manapun. untuk memberikan s2 – s1 = Cv ln T2/T1 + R ln v2/v1 demikian juga. dengan mengasumsikan kalor spesifik konstan. akan tetapi. T ds = dh – v dP disusun ulang dan diintegrasikan untuk memberikan s2 – s1 = CP ln T2/T1 + R ln P2/P1 perhatikan lagi bahwa persamaan – persmaan di atas dikembangkan dengan mengasumsikan proses reversibel. Hitunglah besarnya usaha yang dilakukan oleh gas – gas dengan mengasumsikan bahwa gas – gas tersebut dapat diaproksimasikan sebagai udara dengan kalor spesifik konstan. dengan syarat bahwa zat kerjanya dapat diaproksimasikan oleh gas ideal dengan kalor – kalor spesifik konstan. s 2 – s1 = Cv ln T2/T1 + R ln v2/v1 dan s2 – s1 = CP ln T2/T1 + R ln P2/P1 dapat digunakan untuk memperoleh Kedua persamaan ini digabungkan untuk memberikan Contoh: Setelah proses pembakaran dalam sebuah silinder. persamaan – persamaan tersebut menghubungkan perubahan entropi dengan properti – properti termodinamika lainnya di awal dan di akhir proses.

Bila ditinjau siklus Carnot. Jika entropi diasosiasikan dengan kekacauan maka pernyataan hukum kedua termodinamika di dalam proses-proses alami cenderung bertambah ekivalen dengan menyatakan. tak peduli bagaimana keadaan tersebut dicapai. Di dalam ekspansi bebas. hubungan antara entropi dan parameter kekacauan adalah. pers.fisik@net (ISSN 2086-5325) http://www. Hukum kedua termodinamika dalam konsep entropi mengatakan.fisikanet. pernyataan "semua molekul dalam sistem tersebut bersesuaian dengan temperatur T adalah lebih lemah bila dibandingkan dengan pernyataan semua molekul di dalam benda A bersesuaian dengan temperatur T1 dan benda B bersesuaian dengan temperatur T2". Hukum kedua termodinamika seperti yang diungkapkan oleh Clausius mengatakan. selain dari menyampaikan kalor secara kontinu dari sebuah benda ke benda lain pada temperatur yang lebih tinggi". pemuaian adiabatik. Jika sebuah benda panas berinteraksi dengan benda dingin. Jika dua benda yang memiliki temperatur berbeda T1 dan T2 berinteraksi. dalam arti. terjadi atau tidak terjadi di alam. mempunyai sebuah nilai yang hanya merupakan ciri dari keadaan sistem tersebut. �Untuk suatu mesin siklis maka tidak mungkin untuk menghasilkan efek lain. sehingga mencapai temperatur yang serba sama T. jika integral sebuah kuantitas mengitari setiap lintasan tertutup adalah nol. (1): . maka dapat dikatakan bahwa sistem tersebut menjadi lebih kacau.lipi. Di dalam mekanika statistik. yakni siklus hipotesis yang terdiri dari empat proses terbalikkan: pemuaian isotermal dengan penambahan kalor.id Entropi dan Hukum Kedua Termodinamika Miftachul Hadi (Fisika LIPI) Pengalaman sehari-hari menunjukkan bahwa sebuah kolam tidak membeku di musim panas. Hukum kedua termodinamika berkaitan dengan apakah proses-proses yang dianggap taat azas dengan hukum pertama.go. molekul-molekul gas yang menempati keseluruhan ruang kotak adalah lebih kacau dibandingkan bila molekul-molekul gas tersebut menempati setengah ruang kotak. maka kuantitas tersebut yakni variabel keadaan. meskipun proses-proses tersebut tidaklah melanggar hukum kekekalan energi yang dinyatakan sebagai hukum pertama termodinamika. pemampatan isotermal dengan pelepasan kalor dan pemampatan adiabatik. maka tak terjadi bahwa benda panas tersebut semakin panas dan benda dingin semakin dingin. Perubahan entropi hanya gayut keadaan awal dan keadaan akhir dan tak gayut proses yang menghubungkan keadaan awal dan keadaan akhir sistem tersebut. "Sebuah proses alami yang bermula di dalam satu keadaan kesetimbangan dan berakhir di dalam satu keadaan kesetimbangan lain akan bergerak di dalam arah yang menyebabkan entropi dari sistem dan lingkungannya semakin besar". Variabel keadaan dalam hal ini adalah entropi. kekacauan dari sistem dan lingkungan cenderung semakin besar.

Yakni. Fisika. Kemungkinan untuk menemukan sebuah molekul tunggal di dalam V adalah. w adalah parameter kekacauan. Jika cukup lama ditunggu. Akan tetapi fluktuasi. menghubungkan gambaran termodinamika dan gambaran mekanika statistik yang memungkinkan untuk meletakkan hukum kedua termodinamika pada landasan statistik. Jika persamaan (3) disubstitusikan ke (1). (2): W1 = c V dimana c adalah konstanta. bukan hanya peristiwa-peristiwa yang mungkin. alih bahasa Silaban-Sucipto. https://www.com/doc/94515921/ENTROPI . Dari sudut pandang ini. Hukum kedua termodinamika memperlihatkan arah peristiwa-peristiwa yang paling mungkin. maka kemungkinan sebuah molekul dapat ditemukan dalam suatu daerah bervolume V adalah sebanding dengan V. Diambil dari Halliday-Resnick.Arah dimana proses alami akan terjadi menuju entropi yang lebih tinggi ditentukan oleh hukum kemungkinan. yakni semakin besar V maka semakin besar pula peluang untuk menemukan molekul tersebut di dalam V. yakni kemungkinan beradanya sistem tersebut relatif terhadap semua keadaan yang mungkin ditempati.(3): w = w1N = (cV)N. pers. Erlangga. keadaan kesetimbangan adalah keadaan dimana entropi maksimum secara termodinamika dan keadaan yang paling mungkin secara statistik. yakni persamaan (1). adalah bernilai positip. keadaan yang paling tidak mungkin sekali pun dapat terjadi: air di dalam kolam tiba-tiba membeku pada suatu hari musim panas yang panas atau suatu vakum setempat terjadi secara tiba-tiba dalam suatu ruangan.S = k log w dimana k adalah konstanta Boltzmann. pers. tidaklah mutlak bahwa entropi akan semakin besar di dalam tiap-tiap proses spontan. yakni menuju sebuah keadaan yang lebih mungkin. Entropi kadang-kadang dapat berkurang. Definisi statistik mengenai entropi. Jakarta. kemungkinan dari sebuah keadaan yang terdiri dari N molekul berada di dalam volumeV adalah. Dalam hal ini. dapat terjadi di sekitar distribusi kesetimbangan. 1990. Jika ditinjau perubahan entropi suatu gas ideal di dalam ekspansi isotermal. S adalah entropi sistem. maka perbedaan entropi gas ideal dalam proses ekspansi isotermal dimana temperatur dan banyaknya molekul tak berubah. misal gerak Brown. dimana banyaknya molekul dan temperatur tak berubah sedangkan volumenya semakin besar. Kemungkinan menemukan N molekul secara serempak di dalam volume V adalah hasil kali lipat N dari w.scribd. Ini berarti entropi gas ideal dalam proses ekspansi isotermal tersebut bertambah besar.

sehingga : Selanjutnya ditinjau suatu proses siklus reversibel sebarang berupa satu kurva tertutup. Selanjutnya Q2 diberi tanda (+). Sedangkan bagian-bagian isotermalnya tidak. Jika siklus-siklus itu dibuat lebih kecil. maka bagian-bagian adiabatik seluruhnya saling melenyapkan. Jika suatu siklus kecil beroperasi antara suhu T2 dan T1 dg arus panas yg bersankutan . Bagian-bagian adiabatik siklus-siklus itu dijalani dua kali dengan arah yg berlawanan. Hasil keseluruhan menjadi suatu garis bergerigi yang tertutup. sehingga saling melenyapkan. seperti gambar berikut ini : Gambar : Proses siklis reversibel dapat didekati dengan sejumlah besar siklus carnot Proses ini dapat didekati sedekat-dekatnya dg sejumlah besar siklus Carnot kecil-kecil dengan arah yang sama. dan Q1 à (-).Entropi Q2 adalah panas yang masuk kedalam sistem dan Q1 adalah panas yang keluar sistem.

MKS) Entropi adalah besaran ekstensif yang bila dibagi dengan jumlah massa m atau jumlah mol n. Tanda Σ diganti dg integral tertutup : Besaran Q bukan fungsi keadaan sehingga d’Q bukan diferensial eksak. Tetapi adalah diferensial eksak.K-1 (SI. proses yg terbentuk seperti gigi gergaji. . entropi jenis (s). Satuan S  J. dan mendekati siklus aslinya.∆Q2 dan ∆Q1. diberi lambang dS. siklus-siklus dibuat tak terhingga kecil. Besaran S disebut entropi yg adalah fungsi keadaan . Indeks r proses reversibel Dalam keadaan limit. à berlaku persamaan : Jika dijumlahkan semua siklus. Besaran S disebut entropi yg adalah fungsi keadaan.

Jika arus panas mengalir masuk ke dalam sistem. sehingga perhitungan perubahan entropi dari persamaan (6-4) suhu T tidak boleh dikeluarkan dari tanda integral.Satuan s : J. sehingga perubahan entropi jenisnya menjadi : Dalam kebanyakan proses suatu arus panas yg masuk ke dalam sistem secara reversibel umumnya disertai oleh perubahan suhu. suhu T tetap. demikian sebaliknya. sehingga perubahan entropi : Untuk melaksanakan proses semacam ini. Contoh proses isotermal reversibel : perubahan fase pada tekanan tetap. entropi S tetap Proses demikian disebut proses isentropik d’Qr = 0 dan dS = 0 Dalam proses isotermal reversibel. maka dalam setiap proses adiabatik reversibel dS = 0. K-1 atau J. Arus panas yg masuk ke dalam sistem per satuan massa atau per mol = panas transformasi l. maka Q r positif.mol-1K-1 (SI) Satuan s : J.kg-1. dan entropi sistem naik.kmol-1K-1 Menghitung Perubahan Entropi dalam proses Reversibel Dalam proses adiabatik d’Q = 0 dan dalam proses adiabatik reversibel d’Q r = 0. maka sistem dihubungkan dengan sebuah reservoir yg suhunya berbeda. . K-1 atau J.kg-1.

Dalam sistem pVT. nilainya pada suatu keadaan seimbang dapat dinyatakan dalam variabel-variabel yg menentukan keadaan sistem. terlihat siklus Carnot a-b-c-d-a dalam diagram T-S Luas kawasan yg dikelilingi oleh kurva yg menyatakan siklus Carnot adalah panas total yg masuk atau keluar sistem. entropi dapat dinyatakan sebagai fungsi p dan V. Seperti halnya tenaga dakhil U. maka entropi S dapat pula dianggap sebagai salah satu variabel yg menentukan keadaan tersebut Jika suhu T dipilih sebagai variabel lain è tiap keadaan sistem berkaitan dg sebuah titik dalam diagram T-S.dT Diagram T-S Entropi adalah fungsi keadaan.Jika proses terjadi pada volume tetap. Siklus Carnot mempunyai bentuk yg lebih sederhana vila dilukiskan dalam diagram T-S Hal ini disebabkan karena siklus Carnot dibatasi oleh dua isoterm berupa garis lurus yg Dan dua isentrop atau dua adiabat reversibel berupa garis lurus yg tegak lurus pada sumbu S. maka d’q (aliran panas per unit massa. . atau p dan T. atau per mol) = cv. dan tiap proses reversibel bersangkutan dg sebuah kurva pada diagram. Pada gambar diatas.

Asas ini dapat dirumuskan : Entropi dunia selau naik pada tiap proses ireversibel Jika semua sistem yg berinteraksi di dalam suatu peoses dilingkungi dg bidang adiabatik tegar.scribd.com/doc/7219490/Entropi-Dan-Hukum-Kedua-Termodinamika . entropi sistem tsb selalu naik atau tetap tidak berubah". DIPOSKAN OLEHWEDE WULAN DI09. maka semua itu membentuk sistem yg terisolasi sempurna dan membentuk dunianya sendiri.21 https://www. kita ketahui bahwa entropi dunia (universe) selalu naik Hal tersebut dikenal sebagai asas kenaikan entropi dan dianggap sebagai bagian dari hukum kedua termodinamika. Karena itu dapat dikatakan bahwa entropi dari suatu sistem yang terisolasi sempurna selalu naik dalam tiap proses ireversibel yg terjadi dalam sistem Sementara itu entropi tetap tidak berubah dalam sistem yang terisolasi jika sistem itu menjalani proses reversibel.Kenaikan Asas Entropi Dari pembahasan proses ireversibel. maka hukum kedua termodinamika dapat dirumuskan : "Pada setiap proses yg terjadi di dalam sistem yg terisolasi.

the fundamental thermodynamic relation is generally expressed as an infinitesimal change in internal energyin terms of infinitesimal changes in entropy. the free encyclopedia Thermodynamics The classical Carnot heat engine Branches[show] Laws[show] Systems[show] System properties[show] Material properties[show] Equations[show] Potentials[show]  History  Culture [show] Scientists[show] Book:Thermodynamics  v  t  e In thermodynamics.Fundamental thermodynamic relation From Wikipedia. . and volume for a closed system in thermal equilibrium in the following way.

However. since . P is pressure. and V is volume. . According to the second law of thermodynamics we have for a reversible process: Hence: By substituting this into the first law. using different variables (e. This is only one expression of the fundamental thermodynamic relation.g. It may be expressed in other ways. S is entropy. T is absolute temperature. If the system has more external parameters . the fundamental relation may be expressed in terms of the Helmholtz free energy (F) as: and in terms of the enthalpy as Derivation from the first and second laws of thermodynamics[edit] The first law of thermodynamics states that: where and are infinitesimal amounts of heat supplied to the system by its surroundings and work done by the system on its surroundings. the above relation holds also for nonreversible changes.Here. For example. respectively. using thermodynamic potentials). U is internal energy. we have: Letting dW be reversible pressure-volume work. we have: This equation has been derived in the case of reversible changes. and are thermodynamic functions of state.

i. Derivation from statistical mechanical principles[edit] The above derivation uses the first and second laws of thermodynamics. the fundamental thermodynamic relation generalizes to: Here the are the generalized forces corresponding to the external parameters . The fundamental definition of entropy of an isolated system containing an amount of energy of is: where is the number of quantum states in a small interval between and .than just the volume that can change and if the numbers of particles in the system can also change.e. given that we know its energy to be in some interval of size . However. heat is the change in the internal energy of a system that is not caused by a change of the external parameters of the system. The are the chemical potentials corresponding to particles of type . However. the second law of thermodynamics is not a defining relation for the entropy. the specific entropy (entropy per unit volume or per unit mass) does not depend on . The entropy is thus a measure of the uncertainty about exactly which quantum state the system is in. Strictly speaking this means that the entropy depends on the choice of . in the thermodynamic limit (i. Here is a macroscopically small energy interval that is kept fixed.e. The first law of thermodynamics is essentially a definition of heat. in the limit of infinitely large system size). Deriving the fundamental thermodynamic relation from first principles thus amounts to proving that the above definition of entropy implies that for reversible processes we have: .

the energy eigenstates of the system will depend on x.The fundamental assumption of statistical mechanics is that all the states are equally likely. a constant volume and that does not exchange energy with its environment.. The generalized force. if x is the volume. corresponding to the external parameter x is defined such that is the work performed by the system if x is increased by an amount dx.g. we partition the energy eigenstates by counting how many of them have a value for . the system will stay in the same energy eigenstate and thus change its energy according to the change in energy of the energy eigenstate it is in. In general. The temperature is defined as: This definition can be derived from the microcanonical ensemble. According to the adiabatic theorem of quantum mechanics. Suppose that the system has some external parameter. that can be changed. x. then X is the pressure. This allows us to extract all the thermodynamical quantities of interest. in the limit of an infinitely slow change of the system's Hamiltonian. E. The generalized force for a system known to be in energy eigenstate is given by: Since the system can be in any energy eigenstate within an interval of . which is a system of a constant number of particles. X. we define the generalized force for the system as the expectation value of the above expression: To evaluate the average.

Suppose we change x to x + dx. . we have: The average defining the generalized force can now be written: We can relate this to the derivative of the entropy with respect to x at constant energy E as follows. There are such energy eigenstates. all such energy eigenstates that are in the interval ranging from E . Then will change because the energy eigenstates depend on x. causing energy eigenstates to move into or out of the range between and .Y dx to E move from below E to above E. all these energy eigenstates will move into the range between and and contribute to an increase in .within a range between Calling this number and . The number of energy eigenstates that move from below to . Let's focus again on the energy eigenstates for which within the range between lies and . If . Since these energy eigenstates increase in energy by Y dx.

it does not scale with system size.e. therefore the above expression is also valid in that case. Note that if Y dx is larger than there will be energy eigenstates that move from below to above are counted in both . of course. is thus the net contribution to the increase in . They an d . i.above is. the last term scales as the inverse system size and thus vanishes in . In contrast. Expressing the above expression as a derivative with respect to E and summing over Y yields the expression: The logarithmic derivative of with respect to x is thus given by: The first term is intensive. given by The difference .

google.the thermodynamic limit.co. We have thus found that: Combining this with Gives: which we can write as: https://books.id/books? id=M2WupzYAW2MC&pg=PA242&lpg=PA242&dq=hubungan+properti+termodin amika&source=bl&ots=EZwyvLRyuR&sig=XGRF04ZcvCpGuk8bFiXD6BH0EBw&hl =id&sa=X&ved=0ahUKEwij-qb2P7JAhWDU44KHd2oAUEQ6AEIHjAB#v=onepage&q=hubungan%20properti %20termodinamika&f=false .