You are on page 1of 15

HEPATITIS VIRUS KRONIS

Definisi
• Penyakit hati yg histologis bercorak sbg
nekrosis, inflamasi, dan fibrosis dari hepatosit
dlm berbagai tingkat berat, ringan, yg
berlangsung > 6 bln

Klasifikasi
1. Hepatitis Kronis Persisten (HKP)
2. Hepatitis Kronis Lobuler (HKL)
3. Hepatitis Kronis Aktif (HKA)

Etiologi
• HBV dan HCV
• Alkohol
• Autoimune

Gejala
• Tidak spesifik
• Biasanya ditemukan secara tdk sengaja
• OT/PT fluktuasi

Pemeriksaan Penunjang
 USG
 CT scan
 Lab  transaminase, albumin dan alfa globulin,
sero marker (HBsAg + > 6bln, Anti HBc & IgG
anti HBc ↑, HBeAg +/-, HBV DNA)

Diagnosa Pasti
Biopsi histo-PA (radang kronis jaringan hati dgn
gambaran nekrosis, inflamasi, dan fibrosis dari
hepatosit pd berbagai tingkatan→Hepatitis Kronis
Persisten, Hepatitis Kronis Lobuler, Hepatitis
Kronis Aktif)

HEPATITIS KRONIS B
Patofisiologi
• Virus B tdk langsung berefek sitopatik
• Terjadinya lisis dari hepatosit yg terinfeksi dan
progresif menjadi Hepatitis kronis
• Erat kaitannya dgn proses imunologis, yakni interaksi
antara
• Pihak I : replikasi virus B dlm hepatosit dan respon
autoimun yg berkaitan
• Pihak II : daya respon imun dari hospes terhadap
replikasi virus

Diagnosis
Gambaran klinis :
• Terutama Laki-laki
• Mulanya Gx tdk jelas, hanya lekas capek,
lemah, sebah, kembung, anoreksia ringan
• Umumnya ditemukan transaminase serum
tinggi
• Bilirubin dan globulin-gama naiknya sedang
saja
• HbsAg dan Anti HBc (+)
• Titer HbsAg berbanding terbalik dgn tingkat
keparahan hepatitis kronis

Terapi Antiviral
• Tujuan: - Eradikasi HBV
- Supresi HBV
- Me↓ progresivitas infeksi & proses
mikroinflamasi
● Hasil
:
- HBeAg (–)
- Anti HBe (+)
- HBV DNA (–)
- SGPT (N)
- SH/HCC progresivitas ↓
- Harapan hidup ↑

• INF (interferon), sbg antiviral,imuno modulator, dan
anti replikasi
• Nukleosida analog, ex: Lamivudine, Hepsera, Entecavir,
Sebivo
• Indikasi :
- HBsAg + > 6 bln
- HBeAg +
- HBV DNA
- SGPT (N)
- Hasil biopsi

HEPATITIS KRONIS C
• Penelitian epidemiologi menunjukkan angka
pengidap, angka kronisitas dan insiden sirosis pd
infeksi virus C lebih besar dari pd infeksi dgn
virus B

Pemeriksaan dan Diagnosis
Gambaran Klinis :
• Keluhan ringan berupa malaise, sering asimtomatis
 Hepatitis pascatransfusi 90% disebabkan oleh Virus
Hepatitis C (VHC)
 Dx ditegakkan :
 SGPT/ALT yg me↑
 Ditemukan Anti-HCV (Ig M/total) dan HCV RNA
dlm darah

Prognosis
Perjalanan klinis menunjukkan masa remisi dan
eksaserbasi, fluktuasi dari transaminase serum
 5-10% penerima transfusi darah/produkproduk darah mengalami hepatitis akut C
 90% hepatitis pascatransfusi adl hepatitis akut
C
 70-85% hepatitis akut C pascatransfusi
menjadi kronis
 25-35% hetitis kronis C menjadi sirosis
 Hepatitis C kemungkinan besar secara
etiopatogenetik berkaitan dgn kanker hati