You are on page 1of 13

Pencapaian Indikator Pendidikan di Provinsi Maluku Utara

Tahun 2012-2013
PENDAHULUAN
Pendidikan merupakan hal terpenting yang dibutuhkan untuk kemajuan suatu Negara.
Pendidikan tidak hanya dibutuhkan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, namun juga
untuk membentuk karakter bangsa. Indonesia memperhatikan bidang pendidikan dan serius
dalam pengembangannya demi mencapai Indonesia yang modern, yaitu menjadi suatu bangsa
yang dapat berdiri dengan mandiri. Pendidikan bukan saja dipandang sebagai suatu sarana
formal yang ditempuh masyarakat untuk menambah ilmu pengetahuan, namun pendidikan
dipandang sebagai suatu jalan untuk memutus rantai kemiskinan, serta sebagai modal untuk
menghadapi persaingan pasar global.

DASAR TEORI
Pentingnya Pendidikan
Indikator kemajuan suatu Negara dilihat dari segi pendidikan dan kesehatannya.
Semakin terjamin pendidikan dan kesehatan masyarakat suatu Negara, maka kelayakan hidup
masyarakat juga semakin bertambah. Salah satu cara untuk menyatakan kelayakan hidup
masyarakat yaitu dinilai menggunakan IPM (Indeks Pembangunan Manusia). IPM setiap
Negara berbeda-beda dan akn dijadikan pembanding pada dunia internasional. Nilai IPM
bukan saja harus bernilai positif tiap tahunnya, namun juga harus meningkat angkanya.
Pendidikan juga dapat memutus rantai kemiskinan

demi mewujudkan kesejahteraan

masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah menetapkan 20% APBN untuk kepentingan
pendidikan yang digunakan sebagai penunjang sarana dan prasarana pendidikan, serta
beasiswa bagi peserta pendidikan.
Pendidikan seharusnya bukan merupakan kewajiban, namun sebuah kebiasaan dalam
masyarakat. Apabila dahulu orang merasa terbebani dan harus disuruh untuk mengenyam
pendidikan, maka sekarang yang ingin diwujudkan bahwa orang akan merasa tidak terbebani
dan menganggap pendidikan merupakan hal yang lumrah dijalani setiap insan manusia. Hal
ini diupayakan dari pembiasaan bersekolah sejak usia dini melalui jenjang Paud (Pendidikan

Oleh karena itu. Namun. program 12 tahun kemudian akan memperbanyak jenjang SMK demi memenuhi capaiannya. Ketika program wajib belajar 9 tahun digunakan untuk menurunkan angka buta huruf.. program wajib belajar hanya 9 tahun. Skema wajib belajar juga dicanangkan oleh Negara sebagai sarana pencerdasan bangsa. Apabila dahulu. Modal Sosial . Ada enam modal manusia. di mana keduanya bukan merupakan bagian dari pendidikan formal. _) 2. menurut Ancok (2002): 1. agar dapat mengambil tindakan yang sesuai dalam lingkungan sosial (Goleman. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kompetisi pendidikan di Indonesia terhadap dunia global. Capain tambahan yang dimiliki yaitu memberikan kesempatan yang lebih besar bagi masyarakat untuk memulai wirausaha ataupun menciptakan tenagakerja yang dapat memenuhi permintaan pasar dalam negeri seiiring dengan pasar global yang semakin marak. sehingga dipandang perlu untuk menaikkan derajat rakyatnya pula. maka program wajib belajar 12 tahun lebih daripada itu. dan menjadi modal rakyat untuk memulai usaha mikro. kemudian dilanjutkan jenjang TK (Taman Kanak-kanak). Indonesia merupakan Negara terpandang karena kekayaan alam yang melimpah.1996) 3. Modal Intelektual Merupakan kemampuan manusia dalam menemukan peluang dan mengelola ancaman dalam kehidupan (Kemenkeu. baik Paud maupun TK kini telah dipandang sebagai pengantar pendidikan anak-anak sebelum menempuh pendidikan SD. serta kemampuan untuk memahami oran lain. kini telah dirubah menjadi 12 tahun. Modal manusia dapat dimanfaatkan secara optimal. Human Capital Theory Human Capital Theory atau Teori Modal Manusia merupakan kemampuan maksimal yang dapat manusia keluarkan untuk menciptakan sesuatu. apabila memiiki kepemimpinan dan struktur organisasi yang baik.Anak Usia Dini). Modal Emosional Merupakan kemampuan manusia untuk mengenal dan mengelola emosi diri.

Modal Moral Merupakan kemampuan seseorang atau kelompok untuk tetap berpegang teguh pada etika dan kebaikan ketika menghadapi suatu masalah ataupun ketika ingin menggapai sesuatu. membaca. 2002) 4. merupakan angka persentase pendidikan yag telah diselesaikan oleh penduduk umur 10 tahun ke atas . 2015): 1. merupakan rerata jumlah tahun yang dihabiskan oleh penduduk di atas 15 tahun untuk menempuh semua jenis pendidikan formal. tanggung jawab. Empat komponen moral yang membuat sesorang memiliki kecerdasal emosional yang tinggi. yaitu integritas. Modal Kesehatan Merupakan bagian dari kehidupan yang harus selalu dijaga dan ditingkatkan kualitasnya sebagai pendukung manusia yang efektif (Covey. dan menulis huruf latin yang digunakan dalam Bahasa Indonesia 2. Angka melek huruf. 1990) Indikator Pendidikan di Indonesia Pendidikan di Indonesia diukur melalui beberapa parameter. Rata-rata lama sekolah. penyayang. 1997 dalam Ancok. diantaranya (BPS. (Ancok. 1997 dalam Ancok. Modal Ketabahan Merupakan kemampuan seseorang untuk tekun. 5. 2002). Pendidikan terakhir yang ditamatkan. merupakan persentase kemampuan penduduk di atas umur 15 tahun untuk mampu memahami. serta memiliki semangat untuk menyeesaikannya (Paul G Stoltz.Merupakan peran sesama manusia dalam memecahkan masalah bersama demi membangun kualitas hidup bermasyarakat (Brehm &Rahn. dan pemaaf. dan gigih dalam menghadapi masalah. 2002) 6. sabar. 3.

namun pemberantasan kebodohan harus dilakukan. SMP. dan Tidore Kepulauan.Pembangunan SD.2012) PEMBAHASAN Maluku Utara merupakan salah satu provinsi kepulauan di Indonesia. dan SMA/SMK yang menjadi pilar program wajib belajar 12 tahun harus dijadikan prioritas dengan mempertimbangkan jumlah penduduk. Ternate.2012) 6. Halmahera Selatan. Kepulauan Sula.4. aksesibilitas. serta kondisi provinsi berbentuk kepulauan menjadikan aksesibilitas menjadi hal yang perlu diperhatikan dalam menyelenggarakan pendidikan. Angka partisipasi murni. merupakan persentase dari jumlah penduduk pada suatu jenjang pendidikan dibagi jumlah penduduk dari keompok umur yang seharusnya berada di jenjang tersebut (Satomo. Halmahera Tengah. Pendidikan di Maluku Utara sangat penting guna memberantas buta huruf. Mayoritas pencaharian masyarakat Maluku Utara adalah sektor pertanian melalui perkebunan palawija. Angka partisipasi kasar. Halmahera Utara. . dan cengkeh.2012) 5. yaitu Halmahera Barat. Halmahera Timur. seperti pala. Walau bergerak di sektor pertanian. lada. Maluku Utara terdiri dari 9 kabupaten. merupakan persentase suatu jumlah penduduk pada kelompok umur yang masih sekolah dibagi jumlah penduduk pada kelompok umur tersebut (Satomo. Kondisi Maluku Utara yang terpisah jauh dari ibukota. Angka partisipasi sekolah. dan tenaga pengajar. Pulau Morotai. merupakan persentase jumlah penduduk pada kelompok umur tertentu di suatu jenjang pendidikan dibagi jumnlah penduduk seluruhnya pada kelompok umur tersebut (Satomo. agar masyarakat memiliki kehidupan yang sejahtera dan dapat mengelola hasi panennya dengan bijak.

serta memberikan pelatihan gratis bagi penduduk usia dewasa yang tidak tamat SD ataupun belum pernah sekolah.33 Sumber: Statistik Kesejahteraan Rakyat Provinsi Maluku Utara Tahun 2013 (BPS) Angka melek huruf merupakan persentase dari seluruh penduduk di atas umur 15 tahun di Maluku Utara yang dapat memahami huruf latin dalam Bahasa Indonesia.31 LakiPerempuan laki+Perempuan 96. Data Provinsi tahun 2013 terkait angka melek huruf menyatakan bahwa persentase laki-laki yang melek huruf lebih besar daripada perempuan.31 97.92%. yaitu 93.Angka Melek Huruf Nasional Sumber: Indikator Kesejahteraan Rakyat 2014 (BPS) Provinsi LakiTahun 2013 laki 98. . Persentase keseluruhan penduduk provinsi Maluku Utara sebesar 97. Usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan angka melek huruf adalah dengan menggalakkankeikutsertaan anak-anak dalam jenjang SD. Kemampuan memahami huruf ltin merupakan kompetensi yang harus dimiliki penduduk tamat SD.33% berada di atas rata-rata angka melek huruf nasional.

Rata-rata Lama Sekolah Nasional Sumber: Laporan Nasional Evaluasi Kinerja Pembangunan Daerah Di 33 Provinsi Tahun 2014 (Bappenas) Provinsi Sumber: Laporan Nasional Evaluasi Kinerja Pembangunan Daerah Di 33 Provinsi Tahun 2014 (Bappenas) .

85 tahun 2012 dan 8. Angka 8.Rata-rata lama sekolah sangat bergatung pada kemampuan orangtua dalam membiayai anak-anaknya sekolah.Maluku Utara sudah hampir mencapai program wajib belajar 9 tahun. sehingga masyarakat lebih terpacu dalam mengenyam pendidikan. maka semakin banyak biaya yang dikeluarkan.14 pada tahun 2013.72 berarti rerata lama sekolah sebesar 8 hingga 9 tahun yang terdapat pada level SMP. Semakin lama sekolah. Pendidikan terakhir yang ditamatkan Nasional Sumber: Indikator Kesejahteraan Rakyat 2014 (BPS) . Namun. sekarang saatnya provinsi membangun skema untuk program wajib belajar 12 tahun. Data Provinsi sejak tahun 2009-2013 mengalami kenaikan walaupun tidak signifikan.72. Lama sekolah juga dapat ditunjang dari pemberian beasiswa dan pembukaan kesempatan kerja. pada tahun 2012-2013 angka rerata bernilai tetap yaitu 8. Maluku Utara memiliki rerata lama sekolah di atas rerata nasional yaitu 7. Kesadaran masyarakat akan pendidikan juga berpengaruh dalam kenaikan angka rerata lama sekolah.

untuk jenjang tamat SD. sehingga dapat bersekolah hingga tingkat Perguruan Tinggi. Hal ini berarti bahwa sudah banyak penduduk yang sadar akan pendidikan. . penduduk yang melanjutkan ke Perguruan tinggi yaitu sebanyak 6. Total tamatan SD.59%. dan SMA di Maluku Utara adalah 74. Sedangkan.06%. Total penduduk tidak/belum sekolah dan belum tamat SD adalah 18.Provinsi Sumber: Statistik Pendidikan Provinsi Maluku Utara 2013 (BPS) Penduduk kelompok umur 15+ didata untuk mendapatkan informasi jenjang pendidikan tertinggi. Hal ini merupakan hal positif yang berarti bahwa masyarakat kurang berpendidikan dapat ditekan jumlahnya.43%. persentase penduduk yang tidak/belum sekolah dan belum tamat SD masih berada di bawah persentase nasional.97%. angkanya berada di atas persentase nasional. sehingga menamatkan pendidikannya. dan SMA. Sementara itu. Berdasarkan data tahun 2013 pada lokasi desa+kota. Angka ini masih berada di atas persentase nasional. SMP. yaitu 6. Tingginya persentase tamat pendidikan juga dapat melambangkan tingkat kemampuan ekonomi penduduk di Maluku Utara. SMP.

Apabila angka sempurna adalah 100%.08 81.96 66.33 89.55 82.81 63. APS13-15 mengalami kenaikan pada tahun 2013 dan masih berada di atas angka nasional.Angka Partisipasi Sekolah 2012 2013 Provinsi 7-12 Maluku Utara Indonesia 13-15 16-18 19-24 7-12 13-15 16-18 19-24 98. Penurunan APS 7-12 di tahun 2013 bisa jadi melambangkan bergesernya jumlah penduduk pada kelompok usia yang lebih besar atau kemampuan ekonomi yang melemah di daerah tersebut.80 Paket A Maluku Utara Indonesia 2013 SD/MI/ SMP/Mts/ SM/SMK/MA/ Paket B Paket C 110. Angka Partisipasi Kasar 2012 Provinsi SD/MI/ SMP/Mts/ SM/SMK/MA/ Paket B Paket C 107.05 98. Sementara.49 68. SMP (13-15).02 89.76 61.85 87.31 90.83 69.42 90. namun tetap masih aman di atas angka nasional. APS melanbangkan angka terserapnya penduduk kelompok umur tertentu dalam mengenyam pendidikan di jenjang tertentu. SMA/SMK (16-17).01 21. APS 7-12 mengalami penurunan pada tahun 2013 dan langsung berada di bawah angka nasional.84 20.40 69. dan PT (19-24).49 16. Data yang digunakan adalah data BPS tahun 2012-2013.14 Sumber: Angka Partisipasi Sekolah Menurut Provinsi 2003-2013 (BPS) Angka partisipasi sekolah dibedakan menjadi empat kelompok umur. maka selisih terhadap angka di atas merupakan jumlah penduduk pada kelompok usia sekolah yang tidak menyenyam pedidikan.57 85.71 85.61 Paket A Sumber: Angka Partisipasi Kasar Menurut Provinsi 2003-2013 (BPS) .79 98. APS 19-24 mengalami kenaikan signifikan di tahun 2013 dan berada di atas angka nasional. APS 16-18 mengalami kenaikan yang sedikit.42 98.04 26.02 93. yaitu jenjang SD (7-12).45 104.19 107.

APK di atas 100 menunjukkan bahwa ada peserta didik pada jenjang tersebut yang umurnya di luar kelompok umur seharusnya. bisa dikarenakan terlalu cepat sekolah.25 Sumber: Angka Partisipasi Murni Menurut Provinsi 2003-2013 (BPS) Paket C . APK yang terlau besar juga dapat dijadikan dasar acuan untuk melakukan penambahan sarana dan prasarana pendidikan. Hal ini perlu diperhatikan untuk mengalami peningkatan.43 56. masih perlu ditingkatkan karena masih ada sejumlah pemduduk kelompok umur 16-18 tahun yang tidaak mengenyam pendidikan SMA/SMK. APK SD mengalami kenaikan dari tahun 2012 ke 2013. bisa jadi karena tidak sekolah atau masih berada pada jenjang yang lebih rendah. atau mengulang kelas.47 70.88 54.88 95. APK SMA/SMK mengalami peningkatan dari tahun 2012-2013 dan berada di atas angka nasional.93 51.54 92. Angka Partisipasi Murni 2012 2013 Provinsi SD/ Maluku Utara Indonesia MI/ SMP/ Mts/ SM/SMK/MA/ SD/ MI/ SMP/ Mts/ SM/SMK/ MA/ Paket A Paket B Paket C Paket A Paket B 92.54 70.59 64. APK yang melebihi angka 100 adalah APK pada jenjang SD. Hal ini dapat di atasi dengan pengecekan umur ketika registrasi dan perhatian yang memadai pada peserta didik agar tidak perlu mengulang kelas.73 59. dan berada di atas APK nasional.76 95. bisa jadi lebih besar bisa jadi lebih kecil. Namun. Selisih antara angka provinsi dan nasional yang tinggi mengindiksikan bahwa penduduk Maluku Utara sudah paham pentingnya pendidikan.Angka partisipasi kasar dapat dijadikan sebagai acuan kasar banyaknya peserta didik pada jenjang tertentu.59 73. terlambat sekolah. Hal ini menyatakan bahwa ada peserta didik di bawah 7 tahun atau di atas 12 tahun. APK SMP mengalami penurunan dan berada di bawah angka nasional. Hal ini harus diperhatikan dengan serius sebab dapat mengakibatkan ketidakcukupan layanan pendidikan SD yang tersedia karena terlalu banyak peserta pada kelompok umur yang tidak seharusnya. bisa jadi karena tidak sekolah atau masih berada pada jenjang yang lebih rendah. sebab masih ada sejumlah penduduk di kelompok umur 13-15 yang tidak mengenyam pendidikan SMP.

Provinsi Maluku Utara memiliki partisipasi pendidikan yang cukup baik dibuktikan dengan APS dan APK yang berada di atas angka nasional. persen penduduk tamat SD. APM SMP mengalami kenaikan dari tahun 20122013. yaitu 97. Hal ini dikarenakan angka melek huruf yang hampir mendekati 100%.47% penduduk umur 7-12 tahun mengenyam pendidikan SD. masih ada beberapa penduduk yang tidak melaksanakan pendidikan pada jenjang seharusnya. Hal ini terjadi karena APM melambangkan seberapa banyak anak pada usia kelompok tertentu mengenyam jenjang pendidikan yang seharusnya. SMA. SMP. seperti yang tertuang dalam APM.Persentase APM SD mengalami peningkatan dari tahun 20122013. Sementara itu. sementara sisanya tidak sekolah atau belum sekolah. APM SMA/SMK juga mengalami kenaikan dan berada di atas angka nasional. dan PT. di tunjukkan dengan APK dan rerata lama sekolah di atas angka nasional. Tingkat pendidikan yang dimiliki penduduk Maluku Utara saat ini dapat dibilang cukup baik. Kemampuan orangtua dalam menyekolahkan anak-anaknya juga cukup baik.Angka partisipasi murni selalu lebih rendah daripada nilai APK. Angka ini menyatakan bahwa sebesar 95.3% di tahun 2013. namun kenaikannya belum bisa menembus angka nasional. Namun. berada di atas rerata nasional. mengindikasikan bahwa masyarakat sudah cukup berpendidikan yang diperlukan adalah mendongkrak keinginan untuk meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Angka 100% menunjukkan bahwa seluruh penduduk pada kelompok umur tertentu telah mengenyam pendidikan yang seharusnya. namun peningkatan ini belum dapat menembus angka nasional. Selisih antara APK dan APM merupakan banyaknya penduduk yang tidak berada pada jenjang pendidikan yang seharusnya. . Persen penduduk yang tidak/belum selesai sekolah dan tidak tamat SD berada di bawah rerata nasional. Apabila tidak 100%. maka selisihnya merupakan penduduk yang belum sekolah atau berada pada jenjang pendidikan yang lain.

http://bppk. http://bappenas. “Indikator Kesejahteraan Rakyat 2014”. http://bps.kemenkeu. Diakses tanggal 5 November 2015 pukul 19. Satomo. P.go. “Statistik Kesejahteraan Rakyat Provinsi Maluku Utara Tahun 2013”. “Angka Partisipasi Sekolah. 2015.tempo. “Statistik Pendidikan Provinsi Maluku Utara 2013”. 26 Agustus 2015. 1990.com/pentingnya-pendidikan-diindonesia_54f98dbfa33311d5668b490e. Diakses tanggal 5 November 2015 pukul 22.go. 2014. Indonesia”. __.co/read/news/2015/08/29/079696025/wajib-belajar-12-tahun-tiga-hal-ini-yangperlu-dilakukan. Diakses pada 6 Nobember 2015 pukul 4. 2002.33.bps.blogspot.go. Diakses tanggal 5 November 2015 pukul 19. 2015.tugas. 2014.id.bps.18 BPS.44 Covey. “Secen Habits of Highly Effective People”.id/2012/10/angka-partisipasi-sekolah-angka_5679. “Outbond Management Training: Aplikasi Ilmu Perilaku dalam Pengembangan Sumber Daya Manusia.18 BPS. http://duniadinu.go.kompasiana. Yogyakarta: UII Press Bappenas.com/www. Diakses tanggal 5 November 2015 pukul 19.18 BPS.26. Angka Partisipasi Kasar.id.go.26.id/. “Memahami Konsep Modal Manusia (Human Capital Concept)“.R. 2012.36 BPS.24 BPS.id/ .co. 2015. 2015. D.id. 2014. “Emotional Intelligence”. http://bps. New York: Bantam Books Kemenkeu. “Pentingnya Pendidikan di http://www. “Angka Partisipasi Sekolah Menurut Provinsi 2003-2013”.D.id/.go. “Angka Partisipasi Kasar Menurut Provinsi 2003-2013”. New York: Fireside Book Goleman.24 BPS. Diakses tanggal 5 November 2015 pukul 20. http://nasional. “Angka Partisipasi Murni Menurut Provinsi 2003-2013”. 18 Juni 2015. Situs Berita Kompas. Tiga Hal Ini yang Perlu Diperhatikan”. D. http://bps. http://malut. Diakses tanggal 5 November 2015 pukul 21. Diakses tanggal 5 November 2015 pukul 22.id. S.html. Diakses tanggal 5 November 2015 pukul 19. . Diakses pada 6 Nobember 2015 pukul 4. “Wajib Belajar 12 Tahun. Diakses tanggal 5 November 2015 pukul 23.”Laporan Nasional Evaluasi Kinerja Pembangunan Daerah Di 33 Provinsi Tahun 2014”. 1996. http://bps. http://malut.go.15 Situs Berita Tempo. dan Angka Partisipasi Murni”.DAFTAR PUSTAKA Ancok.id/.go.

TUGAS 1 ANALISIS SUMBERDAYA MANUSIA DAN EKONOMI PENCAPAIAN INDIKATOR PENDIDIKAN DI PROVINSI MALUKU UTARA TAHUN 2012-2013 Disusun Oleh Khairina Septianti 12/34115/GE/07398 FAKULTAS GEOGRAFI UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2015 .