You are on page 1of 28

BAB I

PENDAHULUAN
Program keluarga berencana memiliki makna yang sangat strategis, komprehensif dan
fundamental dalam mewujudkan manusia Indonesia yang sehat dan sejahtera. UU Nomor 52
Tahun 2009 tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga menyebutkan
bahwa keluarga berencana adalah upaya untuk mengatur kelahiran anak, jarak, dan usia ideal
melahirkan, mengatur kehamilan, melalui promosi, perlindungan, dan bantuan sesuai hak
reproduksi untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas.
Keluarga berencana merupakan salah satu upaya pelayanan kesehatan preventif yang
paling dasar dan utama. Pencegahan kematian dan kesakitan ibu merupakan alasan utama
diperlukannya pelayanan keluarga berencana. Perwujudan nyata dalam partisipasi program
Keluarga Berencana adalah dengan menggunakan kontrasepsi. (1)
Banyaknya jenis kontrasepsi yang beredar dipasaran dan masyarakat hanya mampu
menyebut jenis alat atau obat kontrasepsi tersebut sedangkan informasi-infomasi mengenai
keuntungan, kekurangan, kontraindikasi maupun efek samping dari kontrasepsi tersebut tidak
mereka dapatkan, belum lagi adanya pandangan-pandangan atau norma budaya lingkungan dan
orang tua yang dapat membuat pengguna (akseptor) menjadi ragu-ragu dalam menggunakan
kontrasepsi tersebut. Untuk itu diperlukan suatu layanan konseling agar dapat menjelaskan
secara benar setiap kontrasepsi dengan jelas mengenai keuntungan, kerugian, efek samping
maupun kontraindikasinya. Penggunaan alat dan obat kontrasepsi memang tidak dapat lepas
dari efek samping dan risiko yang kadang-kadang dapat merugikan kesehatan, namun demikian
yang harus dipikirkan adalah benefit/ keuntungan dari penggunaan alat/ obat kontrasepsi
tersebut yang lebih besar dibanding tidak menggunakan.(1)

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 DEFINISI
Keluarga berencana merupakan salah satu upaya pelayanan kesehatan preventif yang paling dasar
dan utama. Pencegahan kematian dan kesakitan ibu merupakan alasan utama diperlukannya
pelayanan keluarga berencana.(1)
Menurut WHO (World Health Organisation) KB adalah tindakan yang membantu individu atau
pasangan suami istri untuk mendapatkan objektif-objektif tertentu, untuk menghindari kelahiran
yang tidak diinginkan, mendapatkan kelahiran yang memang diinginkan, mengatur interval di
antara kehamilan, mengontrol waktu saat kelahiran dalam hubungan dengan umur suami isteri,
menentukan jumlah anak dalam keluarga.
Kontrasepsi berasal dari kata kontra berarti mencegah atau melawan, sedangkan konsepsi adalah
pertemuan antara sel telur yang matang dan sel sperma yang mengakibatkan kehamilan. Maksud
dari kontrasepsi adalah menghindari/mencegah terjadinya kehamilan sebagai akibat pertemuan
antara sel telur yang matang dengan sel sperma tersebut. (1,2)
2.2 EPIDEMIOLOGI
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia WHO, setiap tahun lebih dari 600.000 wanita di dunia
meninggal akibat komplikasi kehamilan saat melahirkan. 99% kematian itu terjadi di negara
berkembang. Dalam jangka waktu yang sama, tak kurang dari 50 juta aborsi akibat kehamilan tak
diinginkan terjadi di muka bumi ini.
Saat ini diketahui jumah penduduk Indonesia sebesar 225,5 juta penduduk dengan rata-rata
petumbuhan penduduk sebesar 1,3%. Pemerintah merencanakan untuk menurunkan laju
pertumbuhan penduduk tersebut hingga 1,14% pada tahun 2009.

Pada gambar di atas dapat dilihat bahwa angka kontrasepsi Indonesia melebihi rata-rata
penggunaan kontrasepsi di Negara ASEAN.

2. suntikan. Pil IUD Implant Suntikan Jarangkan 2-4 tahun (20-35 thn) 1. Kontrasepsi hormonal Bentuk pil. IUD 2. Mudah didapatkan 6. Suntik 3. Efektivitas yang tinggi 2. 2. simptotermal (STB+Mukosa Servik). Kontrasepsi alamiah Pantang berkala. spermisida. 4. Kontrasepsi mantap Tubektomi. vasektomi 2. Sterilisasi A. Efek samping yang minimal 3. diafragma. metode ovulasi billings (MOB). Keluarga berencana alamiah / kontrasepsi alamiah Profil dan mekanisme kerja      Belajar mengetahui kapan masa subur Efektif jika tertib Tidak ada efek samping Sanggama dihindari pada masa subur Yang dapat menggunakan: 1. Kontrasepsi barier mekanik Kondom.5 JENIS KOTRASEPSI 1. Implant 5. 3. AKDR 3.3 2. senggama terputus.3 TUJUAN KONTRASEPSI(1)    Menunda kehamilan: sampai usia 20 tahun Menjarangkan kehamilan: 20-35 tahun Menghentikan kehamilan/tidak hamil lagi: 35 keatas 2. Semua perempuan Menghentikan (>35thn)      Sterilisasi IUD Implant Suntik Pil . implant 4. Reversible 4. Tidak ada kontraindikasi 2.4 KONTRASEPSI YANG BAGUS(1) 1. Melindungi dari STD (sexually transmitted disease) 5. laktasi.6 URUTAN PEMILIHAN KONTRASEPSI Tunda (<20 thn) 1. Pil 4. suhu tubuh basal (STB).

suhu akan turun terlebih dahulu (hormon turun mendadak) dan naik menjadi 37-380C kemudian tidak akan kembali pada suhu 350C. Karena itu pembuahan bisa terjadi akibat hubungan seksual yang dilakukan 4 hari sebelum ovulasi. pasangan suami istri tidak melakukan hubungan seksual selama masa subur wanita. Pada waktu ovulasi. Pengukuran suhu basal dilakukan pada pagi hari segera setelah bangun tidur dan sebelum melakukan aktivitas lainnya. Sel telur yang telah dilepaskan hanya bertahan hidup selama 24 jam. Kondisi akan turun kembali kenaikan suhu tubuh ini sekitar akan 20C terjadi sekitar 3-4 hari. tetapi sperma bisa bertahan selama 34 hari setelah melakukan hubungan seksual. atau melalui dubur dan ditempatkan pada lokasi serta waktu yang sama selama 5 menit. per vagina.4 2. II. Suhu normal tubuh sekitar 35. Pada saat itulah terjadi masa subur/ovulasi.(3) Tujuan pencatatan suhu basal untuk mengetahui kapan terjadinya masa subur/ ovulasi. (progesterone tinggi membuat suhu tubuh lebih tinggi). kemudian dan akhirnya kembali suhu tubuh normal sebelum menstruasi. Kurus atau gemuk 3.5-360C. Pantang berkala (sistem kalender) Pada metoda ritmik. Metode suhu basal/suhu tubuh basal (STB) Suhu tubuh basal adalah suhu terendah yang dicapai oleh tubuh selama istirahat atau dalam keadaan istirahat (tidur). Alasan agama atau filosofi 5. Suhu basal tubuh diukur dengan alat yang berupa termometer basal. Alasan kesehatan tertentu 4. Hal ini terjadi karena produksi progesteron menurun.(3) Cara kerja: Hindari senggama diwaktu subur. Ovulasi (pelepasan sel telur dari ovarium) terjadi 14 hari sebelum menstruasi. Termometer basal ini dapat digunakan secara oral. pada . Tidak dapat menggunakan metode lain  Yang tidak menggunakan: a) Kehamilan merupakan resiko tinggi b) Pasangan tidak mau bekerja sama I.

Metode ovulasi billings (MOB) Efektivitas 9-20 hamil/100 prempuan/tahun Cara kerja: mengenali masa subur dari siklus menstruasi dengan mengamati lendir serviks dan perubahan rasa pada vulva menjelang hari-hari ovulasi.  Tidak memerlukan biaya Keterbatasan:  Tidak efektif bila digunakan sendiri. jika terjadi kenaikan suhu tubuh dan terus berlangsung setelah masa subur/ovulasi kemungkinan terjadi kehamilan. . III. Begitu sebaliknya. mulus menunjukkan masa subur Lendir kental. Gangguan tidur.  Tidak cocok untuk wanita yang tidak menyukai menyentuh alat kelaminnya. Karena. bila sel telur/ovum berhasil dibuahi. licin. sebaiknya dikombinasikan dengan metode kontrasepsilain (misal metode simptothermal).(3) Faktor yang mempengaruhi metode suhu basal tubuh antara lain:      Penyakit. lendir serviks akan mengalir dari vagina. akibatnya suhu tubuh tetap tinggi. lendir pada masa subur berperan menjaga kelangsungan hidup sperma selama 3-5 hari. kemungkinan tidak terjadi masa subur/ovulasi sehingga tidak terjadi kenaikan suhu tubuh.5 Apabila grafik (hasil catatan suhu tubuh) tidak terjadi kenaikan suhu tubuh. Lendir/mukosa serviks ini tidak hanya dihasilkan oleh sel leher rahim tetapi juga oleh sel-sel vagina. Pada saat menjelang ovulasi. Penggunaan obat-obatan ataupun narkoba. Merokok dan atau minum alkohol. Kelebihan:  Mudah digunakan. keruh.  Wanita yang memiliki infeksi saluran reproduksi dapat mengaburkan tandatanda kesuburan. Oleh karena itu. Ovulasi hanya terjadi pada satu hari di setiap siklus dan sel telur akan hidup 12-24 jam. kekuningan dan lengket atau kering menunjukkan masa tidak subur sehigga aman untuk berhubungan. Stres. Hal ini terjadi dikarenakan tidak adanya korpus luteum yang memproduksi progesteron. maka korpus luteum akan terus memproduksi hormon progesteron.(3) Pemeriksaan lendir: 1) 2) Lender jernih. kecuali dibuahi sel sperma.

Senggama terputus . METODE BARIER . Instruksi yang diberikan.2) Hanya dianjurkan pada perempuan: Menyusui eksklusif (8-10x per hari dengan interval <4jam) sejak bayi lahir sampai bayi berusia 6 bulan. Kegagalan dengan cara ini dapat disebabkan oleh:  Adanya pengeluaran air mani sebelum ejakulasi (praejeculatory fluid) yang dapat mengandung sperma. tingkat efektivitas tergantung tingkat eksklusifitas menyusui bayi.yaitu. dari kedua payudara (sekitar 8-10x sehari). pada wanita yang bekerja dan terpisah dari bayinya lebih dari 6 jam. paling sedikit 1x pada malam hari (tidak boleh > 4-6jam diantara 2 pemberian).  Terlambatnya pengeluaran penis dari vagina. Selalu gunakan metode kontrasepsi pendukung misalnya kondom. tidak melindungi pengguna dari PMS (HIV/AIDS). dengan penghisapan ASI yang intensif secara berulang kali akan menekan sekresi hormone GnRH sehingga sekresi FHS&LH rendah dan menekan perkembangan folikel di ovarium dan menekan ovulasi.  Keuntungan:   Alamiah  Efektif bila dilakukan dgn benar  Tidak mengganggu produksi ASI  Tak ada efek samping  Dapat dikombinasikan dgn berbagai metode KB alamiah yang lain  Tidak butuh biaya dan persiapan khusus. B. (1.pra-ejakulasi atau pancaran ekstravaginal Pengeluaran penis dari vagina sesaat sebelum terjadinya ejakulasi. V. Efektifitas 4-18 kehamilan/100 perempuan/tahun.6  IV. Tidak dianjurkan pada:  Pria dengan ejakulasi dini  Pria yang sulit melakukan sanggama terputus  Perempuan dengan pasangan yang sulit kerja sama  Pasangan yang sulit berkomunikasi Metode amenore laktasi (MAL) MLA merupakan metode kontrasepsi alamiah yang mengandalkan pemberian ASI pada bayinya. tidak haid 4-6 bulan sejak melahirkan bayinya. Efektivitas 2 hamil/100/6bulan. Wanita yang menghasilkan sedikit lendir. Keterbatasan yaitu. memberikan ASI secara penuh (full breast feeding). Prinsipnya adalah menghindari deposit sperma di dalam fornix atau vagina untuk menghindarkan terjadinya pertemuan ovum dan sperma dalam periode subur. jangan gantikan jadwal pemberian ASI dengan makanan/cairan lain. apalagi pada koitus yang berulang (repeated coitus).  Pengeluaran semen dekat pada vulva dapat menyebabkan kehamilan. Mekanisme kerjanya.

7 I. tetapi juga mencegah penyakit menular seksual termasuk HIV/AIDS. Kondom dilapisi dengan pelicin yang mempunyai sifat spermatisid. dan dengan jari lain pada sisi yang berseberangan. plastik (vinil) atau bahan alami (produksi hewani) yang dipasang pada penis saat berhubungan.  Sebelum hubungan seksual. lepas kondom saat penis masih ereksi. posisi kondom tidak tarik kembali berubah gulungan ke selama coitus. pangkal penis. dan arah robekan ke arah tengah. Jangan menggunakan gigi. Pastikan gulungan kondom berada di sisi luar. sambil menekan ujung kondom. kondom juga dapat dipakai bersamaan dengan kontrasepsi lain untuk mencegah PMS. Jangan menggunakan gigi.(1. Hindari kontak penis dan kondom dari pasangan anda. Selain itu.  Pegang inner ring kondom. perhatikan kondom wanita mempunyai ring yang lebar (outer ring) untuk bagian luar dan ring yang kecil (inner ring) untuk bagian dalam. dan arah robekan ke arah tengah. Pastikan jika kondom menggulung. benda tajam saat membuka kemasan. Efektifitas 12-14 hamil/100/tahun. Kondom akan efektif apabila pemakaiannya baik dan benar. benda tajam saat membuka kemasan. .  Buang dan bungkus kondom bekas pakai ke tempat yang aman. Setelah ejakulasi. Cara pemakian kondom wanita:  Buka kemasan kondom secara hati-hati dari tepi. dan sebelum melakukan hubungan badan  Buka kemasan kondom secara hati-hati dari tepi.  Tekan ujung kondom dengan jari dan jempol untuk menghindari udara masuk ke dalam kondom. Cara pemakaian kondom pria:  Kondom dipasang saat penis ereksi. lalu tekan dengan ibu jari pada sisi ring. Kondom Kondom tidak hanya mencegah kehamilan. Prinsip kerja kondom ialah sebagai perisai dari penis sewaktu melakukan koitus. kemudian tekan sehingga sisi ring yang berseberangan akan bersentuhan dan bentuk inner ring menjadi lonjong.2.3) Kondom merupakan selubung/sarung karet yang terbuat dari berbagai bahan diantaranya lateks (karet).  Buka gulungan kondom secara perlahan ke arah pangkal penis. dan mencegah tumpahnya sperma dalam vagina.

3. Posisi dapat dilakukan secara berdiri satu kaki di atas kursi. di dalam kondom tidak Buang kondom bekas pakai tumpah. Cara Kerja 1.3 Beberapa jenis diafragma: 1. ke tempat yang aman (tempat sampah). 2. Jenis ini cocok untuk vagina normal dan disarankan untuk pemakaian pertama kali. cembung. Coil spring (Diafragma pegas kumparan). Sewaktu kondom masuk ke dalam vagina. keluarkan kondom secara hati-hati dengan memutar bagian outer ring untuk menjaga air mani yang Keluarkan kondom secara tertampung hati-hati. Jenis ini memiliki pegas kumparan spiral dan jauh lebih lunak dari pegas datar. Jenis ini cocok untuk wanita yang vaginanya kencang dan peka terhadap tekanan.8  Atur posisi yang nyaman. Efektif bila digunakan dengan benar. Jangan buang di toilet II. Arching spring.  Masukkan inner ring ke dalam vagina dengan hati-hati. Diagframa Diafragma adalah kap berbentuk bulat.2. Jenis ini bermanfaat pada dinding vagina yang tampak kendur atau panjang dan posisi serviks menyebabkan pemasangan sulit. . Tipe ini merupakan kombinasi dari flat spring dan coil spring. terbuat dari lateks (karet) yang dimasukkan ke dalam vagina sebelum berhubungan seksual dan menutupi serviks.1. Pastikan kondom jangan sampai berputar. Manfaat 1. Bantu penis masuk ke dalam kondom. Sebagai alat untuk menempatkan spermisida. gunakan jari telujuk untuk menekan inner ring lebih jauh ke dalam vagina. Mencegah masuknya sperma melalui kanalis servikalis ke uterus dan saluran telur (tuba falopi).  Berikan sedikit minyak pelicin pada penis atau bagian dalam kondom. Memiliki pegas jam yang kuat dan mudah dipasang. 2. jongkok maupun berbaring. dan menimbulkan tekanan kuat pada dinding vagina.  Pasca coitus. dan outer ring (ring yang besar) tetap berada di luar. Flat spring (Diafragma pegas datar).

Menyebabkan sel selaput sel sperma pecah. Efektifitas tidak terlalu tinggi (angka kegagalan 6-16 kehamilan per 100 perempuan per tahun pertama. Cara Kerja 1. 6. Tablet vagina. 4. Memperlambat motilitas sperma. Keterbatasan 1. Aerosol dianjurkan bila spermisida digunakan sebagai metodekontrasepsi lain tidak sesuai dengan kondisi klien. Pemeriksaan pelvik diperlukan untuk memastikan ketepatan pemasangan. Memberikan perlindungan terhadap penyakit menular seksual. Memerlukan motivasi dari pengguna agar selalu berkesinambungan dalam penggunaan alat kontrasepsi ini. Tidak mengganggu hubungan seksual karena telah dipersiapkan sebelumnya. 3. suppositoria atau dissolvable film. 5. Pilihan a. Spermisida Spermisida adalah alat kontrasepsi yang mengandung bahan kimia (non oksinol-9) yang digunakan untuk membunuh sperma. Tidak mengganggu kesehatan klien. 2. Menurunkan kemampuan pembuahan sel telur. 3. Jenis 1. 5. 2. 4. Dapat menyebabkan infeksi saluran uretra. Keberhasilan kontrasepsi ini tergantung pada cara penggunaan yang benar. Pemasangan Diafragma Dipasang 6 jam sebelum dan pasca sanggama. Aerosol (busa) akan efektif setelah dimasukkan (insersi). bila digunakan saat haid. 3. dan dilepas <24 jam pasca sanggama. b. pilihan pertama atau .9 2. 6. III. 3. Tidak mempunyai pengaruh sistemik. bila digunakan dengan spermisida). Krim. 7. 2. Tidak mengganggu produksi ASI. Harus masih terpasang selama 6 jam pasca senggama. Aerosol (busa). Dapat menampung darah menstruasi.

diafragma. Tidak mengganggu kesehatan klien. spermisida harus diaplikasikan dengan benar sebelum melakukan hubungan seksual. akan jauh lebih efektif bila dikombinasikan dengan alat kontrasepsi lain seperti kondom. 8. spermisida dapat digunakan sendiri. 9. Cara pemakaian Sebagai alat kontrasepsi. tidak memerlukan waktu tunggu karena langsung larut dan bekerja aktif. Contraceptive Technology menyatakan bahwa angka kegagalan dari alat kontrasepsi spermisida ini 18 persen per tahun apabila digunakan dengan benar dan konsisten dan 29 persen apabila digunakan tidak sesuai petunjuk dan kurang berkesinambungan. antara lain: aerosol (busa). Jarak tunggu 10-15 menit pasca insersi spermisida sebelum melakukan hubungan seksual. Namun demikian. Tidak mempunyai pengaruh sistemik. Manfaat 1. Tablet vagina. Jenis spermisida jeli biasanya digunakan bersamaan dengan diafragma. 1. krim dan jeli. d. 3. vaginal contraceptive film/tissue. Tidak mengganggu produksi ASI. suppositoria dan film sangat mudah dibawa dan disimpan. maupun suppositoria. Efektif seketika (busa dan krim).cervical caps ataupun spons. 6.10 c. 5. Penggunaannya dianjurkan menunggu 10-15 menit setelah dimasukkan (insersi) sebelum hubungan seksual. Bentuk spermisida bermacam-macam. Tidak memerlukan resep ataupun pemeriksaan medik. Meningkatkan lubrikasi selama hubungan seksual. baik cara pemakaian maupun penyimpanan dari setiap produk (misal: kocok terlebih dahulu sebelum diisi ke dalam aplikator). Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum mengisi aplikator (busa atau krim) daninsersi spermisida. 7. . Mudah digunakan. 4. 2. Petunjuk Umum Sebagai alat kontrasepsi. Memberikan perlindungan terhadap penyakit menular seksual termasuk HBV dan HIV/AIDS. 3. Kecuali bentuk spermisida aerosol (busa). Sebagai pendukung metode lain. 2. Perhatikan petunjuk pemakaian spermisida.

benang putih) untuk tipe D.jenis AKDR Jenis alat kontrasepsi dalam Rahim/IUD yang sering digunakan di Indonesia antara lain (1. d.5 mm 9 (benang hitam). sebab terbuat dari bahan plastik. Lilitan kawat tembaga halus ini mempunyai efek antifertilisasi (anti pembuahan) yang cukup baik. . Copper-7 AKDR ini berbentuk angka 7 dengan maksud untuk memudahkan pemasangan.3): a. Untuk meudahkan kontrol. dipasang benang pada ekornya. Lippes Loop mempunyai angka kegagalan yang rendah. dan mini. Ulangi pemberian spermisida. Batangnya diberi gulungan kawat tembaga dengan luas permukaan 250 mm2 atau 375 mm2 untuk menambah efektivitas. Panjangnya dari ujung atas ke bawah 3.11 4. 5. Copper-T AKDR berbentuk T. small (kecil). Keuntungan lain dari spiral jenis ini ialah bila terjadi perforasi jarang menyebabkan luka atau penyumbatan usus. bila dalam 1-2 jam pasca insersi belum terjadi senggama atau perlu spermisida tambahan bila senggama dilanjutkan berulang kali. bentuknya seperti spiral atau huruf S bersambung.2. yaitu standar. fungsinya sama seperti halnya lilitan tembaga halus pada jenis Coper-T. Lippes Loop AKDR ini terbuat dari bahan polyethelene. dan 30 mm (tebal. Lippes Loop terdiri dari 4 jenis yang berbeda menurut ukuran panjang bagian atasnya. Menempatkan spermisida jauh ke dalam vagina agar kanalis servikalis tertutup secara keseluruhan. c. AKDR/IUD Jenis. tipe B 27. terbuat dari bahan polyethelen di mana pada bagian vertikalnya diberi lilitan kawat tembaga halus. b. tipe C berukuran 30 mm (benang kuning). Ada 3 ukuran multi load.6 cm. Tipe A berukuran 25 mm (benang biru). Jenis ini mempunyai ukuran diameter batang vertikal 32 mm dan ditambahkan gulungan kawat tembaga (Cu) yang mempunyai luas permukaan 200 mm2. Multi Load AKDR ini terbuat dari dari plastik (polyethelene) dengan dua tangan kiri dan kanan berbentuk sayap yang fleksibel.

G.12 A. Lippes-Loop. Dana-Super. B. C. Multiload. Copper-T (Gyne-T) E. F. Saf-T-Coil. Copper-7 (Gravigard). Progesterone IUD . D.

mengganggu kualitas dan kuantitas ASI Dapat dipasang segera setelah melahirkan atau abortus (apabila tidak terjadi infeksi) Dapat digunakan sampai menopause Tidak ada interaksi dengan obat-obat Membantu mencegah kehamilan ektopik Setelah IUD dikeluarkan. Perubahan siklus haid (umumnya pada 3 bulan pertama dan akan berkurang setelah 3 bulan) 2. Aman untuk ibu menyusui – tidak g. paling tidak 10 tahun IUD dapat efektif segera setelah pemasangan Metode jangka panjang (10 tahun proteksi dari CuT-380A dan tidak perlu diganti) Tidak mempengaruhi hubungan seksual. d. Saat haid lebih sakit Komplikasi lain:  Merasakan sakit selama 3 – 5 hari setelah pemasangan  Perdarahan pada waktu haid atau diantaranya yang memungkinkan penyebab anemia  Perforasi dinding uterus (sangat jarang apabila pemasangannya benar)  Tidak mencegah IMS termasuk HIV / AIDS  Tidak baik digunakan pada perempuan dengan IMS atau perempuan yang sering berganti pasangan  Penyakit radang panggul terjadi sesudah perempuan dengan IMS memakai AKDR. c. ampuh. h. i.8 kehamilan/100 perempuan dalam 1 tahun pertama (1 kegagalan dalam 125 – 170 kehamilan). Seringkali perempuan takut selama pemasangan . Sangat efektif. rasa aman terhadap risiko kehamilan Tidak ada efek samping hormonal dengan CuT-380A Tidak mempengaruhi kualitas dan volume ASI. 0. Pencegah kehamilan jangka panjang yang b.6 – 0. Perdarahan (spotting) antarmenstruasi 4. bisa langsung subur Efek samping dan kerugian Efek samping yang umum terjadi: 1.Keuntungan a. Haid lebih lama dan banyak 3. Hubungan intim jadi lebih nyaman karena e. f. termasuk pemeriksaan plevik diperlukan dalam pemasangan AKDR. Penyakit radang panggul memicu infertilita  Prosedur medis. k. j.

Kontraindikasi Relatif A. (efektivitasnya 92-94%) dan tidak perlu diingat setiap hari seperti halnya pil. Tipe Multiload dapat dipakai sampai 4 tahun. Untuk melakukan ini perempuan harus memasukkan jarinya ke dalam vagina. Uterus dengan parut pada dindingnya seperti pada bekas seksio sesarea.8 kehamilan per 100 pemakai wanita pada tahun pertama pemakaian. sebagian perempuan tidak mau melakukan ini. enukleasi mioma dan sebagainya D. Kegagalan rata-rata 0. Mekanisme kerja . Kelainan yang jinak serviks uteri seperti erosio porsiones uteri Mutlak  Kehamilan  Adanya infeksi yang aktif pada traktus genitalis  Adanya tumor ganas pada traktus genitalis  Adanya metroragia yag belum disembuhkan  Pasangan yang tidak lestari Efektivitas IUD sangat efektif. Nova T dan Copper T 200 (CuT-200) dapat dipakai 3-5 tahun. Cu T 380A dapat untuk 8 tahun.14  Sedikit nyeri dan perdarahan (spotting) terjadi segera setelah pemasangan AKDR. Insufisiensi serviks uteri C. Biasanya menghilang dalam 1 – 2 hari  Klien tidak dapat melepas AKDR sendiri  Mungkin AKDR keluar dari uterus tanpa diketahui (sering terjadi apabila AKDR dipasang segera setelah melahirkan)  Tidak mencegah terjadinya kehamilan ektopik karena fungsi AKDR untuk mencegah kehamilan normal  Perempuan harus memeriksa posisi benang AKDR dari waktu ke waktu. Mioma uteri dengan adanya perubahan bentuk rongga uterus B.

(1) Keuntungannya:  Pemasangan lebih mudah oleh karena serviks pada waktu itu agak terbuka dan lembek  Rasa nyeri tidak seberapa keras  Perdarahan yang timbul sebagai alat pemasangan tidak seberapa dirasakan  Kemungkinan pemasangan AKDR pada uterus yang sedang hamil tidak ada Sewaktu postpartum. Memungkinkan untuk mencegah implantasi telur dalam uterus. Pemadatan endometriosis oleh lekosit.(1) . (7) Pemasangan post plasenta Pemasangan IUD dalam 10 menit setelah lahirnya plasenta pada persalinan pervaginam. karena ukuran inserter yang pendek sehingga tidak bisa mencapai fundus selain itu . Pemasangan IUD setelah 48 jam sampai 4 minggu pasca persalinan tidak dianjurkan karena angka kejadian ekspulsi yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan pemasangan segera pasca persalinan dan pemasangan IUD interval. karena serviks masih berdilatasi. IUD bekerja terutama mencegah sperma dan ovum bertemu.15  Menimbulkan reaksi peradangan endometrium yang disertai dengan sebukan leukosit yang  dapat menghancurkan blastokista atau sperma. (1) Pemasangan segera pasca persalinan Pemasangan IUD pada masa ini dilakukan setelah periode post plasenta sampai 48 jam pasca persalinan. Penggunaan inserter IUD interval sebaiknya tidak digunakan. Pada saat ini serviks masih berdilatasi sehingga memungkinkan untuk penggunaan tangan atau forsep.sel   makrofag (fagosit) yang mengandung spermatozoa. Sewaktu haid sedang berlangsung. Pemasangan IUD pasca persalinan bisa dibagi menjadi 3 macam.hari pertama atau pada hari terakhir haid. Teknik pemasangan IUD pada saat ini masih bisa dengan menggunakan ringed forsep . karena kemungkinan terjadinya perforasi yang lebih tinggi. Pada pemeriksaan cairan uterus pada pemakai AKDR sering kali dijumpai pula sel. dengan membuat sperma sulit masuk ke dalam alat reproduksi perempuan dan mengurangi kemampuan sperma untuk fertilisasi Pemasangan AKDR a. Dilakukan pada hari. karena uterus yang masih lunak sehingga memungkinkan terjadinya perforasi lebih besar dibandingkan dengan menggunakan ringed forceps atau secara manual. Penggunaan inserter IUD interval tidak bisa digunakan pada pemasangan post plasenta . tetapi tidak bisa dilakukan secara manual. Pemasangan bisa dilakukan dengan menggunakan ringed forceps atau secara manual.

(1) Trimester 2 : bisa dilakukan dengan menggunakan teknik interval atau dengan menggunakan teknik forsep .(1) Pemasangan IUD interval Merupakan pemasangan IUD yang dilakukan lebih dari 4 minggu pasca persalinan. berupa. Kontrasepsi hormonal  PIL Pil KB atau oral contraceptives pill berisi hormon estrogen dan/atau progesteron yang bertujuan untuk mengendalikan kelahiran atau mencegah kehamilan dengan menghambat pelepasan sel telur dari ovarium setiap bulannya. Paket konvensional biasanya berisi 21 pil dengan hormon aktif dan 7 pil dengan hormon tidak aktif atau 24 pil aktif dan 4 pil tidak aktif. 2) Continuous Dosing Or Extended Cycle. Selain itu ukuran uterus relatif tidak mengalami perbesaran dan lebih kaku sehingga mempunyai angka resiko perforasi  yang kecil. forsep digunakan jika serviks cukup berdilatasi.16 Pemasangan IUD transcesarian Pemasangan pada transcesarian dilakukan sebelum penjahitan insisi uterus. Pemasangan. IUD dilakukan dengan menggunakan inserter IUD:  Pemasangan Pasca abortus  Trimester 1 : bisa dilakukan dengan teknik pemasangan IUD interval karena serviks berdilatasi minimal dan hanya inserter IUD yang bisa masuk kedalam kavum uteri. (1)  Beberapa hari setelah haid terakhir  Masa interval ( antara dua haid)  After morning (dalam waktu 72 jam setelah berhubungan) D. Merupakan pil kombinasi yang berisi 84 pil dengan hormon aktif dan 7 pil dengan hormon tidak aktif. Bisa dilakukan dengan meletakkan IUD pada fundus uteri secara manual atau dengan menggunakan alat. 1) Conventional Pack. (6) Jenis Pil KB 1) Pil kombinasi atau combination oral contraceptive pill Mengandung hormon estrogen dan progesteron dalam bentuk hormon aktif dan tidak aktif. Pil KB akan efektif dan aman apabila digunakan secara benar dan konsisten tetapi secara umum tidak sepenuhnya melindungi wanita dari infeksi penyakit menular seksual. Haid terjadi setiap bulan selama seminggu ketika minum pil pada hari ke 4-7 dari pil terakhir yang tidak aktif. Haid terjadi setiap empat kali setahun selama seminggu ketika minum pil pada hari ke 4-7 .

apabila digunakan dengan benar dan konsisten.17 dari pil terakhir yang tidak aktif. 1 Cara Kerja 1) 2) 3) 4) 5) Mencegah implantasi. Monofasik adalah pil kombinasi yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon aktif estrogen dan progesteron dalam dosis yang sama. Menekan perkembangan telur yang telah dibuahi. Jenis pil kombinasi atau combination oral contraceptive pill antara lain: 1) Monofasik. Tidak mengganggu hubungan seksual. dengan 7 tablet tanpa hormon aktif. Dapat mengurangi kejadian anemia. Manfaat Pil kombinasi memberikan manfaat antara lain: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) Resiko terhadap kesehatan kecil. Metode ini juga merupakan metode yang paling reversibel. Menghambat ovulasi. Mengentalkan lendir serviks. Memperlambat transportasi ovum. Siklus haid teratur. Memiliki efektifitas tinggi. Trifasik adalah pil kombinasi yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon aktif estrogen dan progesteron dengan tiga dosis yang berbeda. apabila diminum secara teratur. Mudah dihentikan setiap waktu. Bifasik adalah pil kombinasi yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon aktif estrogen dan progesteron dengan dua dosis yang berbeda. artinya bila pengguna ingin hamil bisa langsung berhenti minum pil dan biasanya bisa langsung hamil dalam waktu 3 bulan. Tersedia juga pil KB yang mengandung 28 pil dengan hormon aktif yang dapat mencegah haid. Dapat mengurangi ketegangan sebelum menstruasi (pre menstrual tension). dengan 7 tablet tanpa hormon aktif. . Dapat digunakan dalam jangka panjang. 1 3) Trifasik. Efektifitas Efektifitas pil kombinasi lebih dari 99 persen. kurang dari 1 dari 100 wanita yang menggunakan pil kombinasi akan hamil setiap tahunnya. 1 2) Bifasik. dengan 7 tablet tanpa hormon aktif. Ini berarti.

5 mg norgeestrel. kanker ovarium. mengandung 300 mikro gram levonogestrel atau 350 mikro gram noretindron. Pil mini atau pil progestin disebut juga pil menyusui. 11) Membantu mengurangi kejadian kehamilan ektopik. 2) Pengguna harus disiplin minum pil setiap hari. 7) Pusing. 6) Perdarahan bercak atau spotting (terjadi pada 3 bulan pertama). . kanker endometrium. NOR-QD. 9) Nyeri payudara. kista ovarium. 5) Kembung. norod mengandung 0. kelainan jinak pada payudara. Efek Samping Efek samping yang dapat ditimbulkan dari penggunaan pil kombinasi ini antara lain: 1) Peningkatan resiko trombosis vena.03-0. 8) Amenorea. 2) Microval. emboli paru. 4) Mahal. Jenis Mini Pil 1) Mini pil dalam kemasan dengan isi 28 pil. 10) Kenaikan berat badan. microlut mengandunng 0. perubahan suasana hati dan penurunan libido. 3) Pada kasus-kasus tertentu dapat menimbulkan depresi. 10) Dapat digunakan pada usia remaja sampai menopause. Contoh mini pil antara lain: 1) Micrinor. serangan jantung. noregeston. Dosis progestin yang digunakan 0. penyakit radang panggul. 2) Minipill.18 9) Dapat digunakan sebagai kontrasepsi darurat. 3) Ourette. noegest mengandung 0.35 mg noretindron.mengandung 75 mikro gram desogestrel. 4) Mual (terjadi pada 3 bulan pertama). noriday. Mini pil adalah pil KB yang hanya mengandung hormon progesteron dalam dosis rendah. 2) Peningkatan tekanan darah dan retensi cairan. stroke dan kanker leher rahim.03 mg levonogestrol. Keterbatasan Pil kombinasi mempunyai keterbatasan antara lain: 1) Tidak mencegah penyakit menular seksual termasuk Hepatitis B maupun HIV/AIDS.05 mg per tablet. 2) Mini pil dalam kemasan dengan isi 35 pil. 3) Tidak boleh digunakan pada wanita menyusui. dismenorea dan jerawat.

Mengurangi jumlah darah haid. B. Mencegah implantasi. I.5 mg etinodial diassetat. nyeri kepala dan depresi. Efek samping sedikit. Efektifitas Pil progestin atau mini pil sangat efektif (98. 6. Tidak menyebabkan peningkaan tekanan darah. 5) Femulen mengandung 0. Adapun cara untuk menjaga kehandalan mini pil antara lain: 1) Minum pil setiap hari pada saat yang sama. Kerugian Kontrasepsi pil progestin atau mini pil mempunyai kerugian. dan obat anti tuberculosi (rifampisin). 2. Mengurangi kejadian anemia. Mengurangi nyeri haid. Mencegah kanker endometrium. 3) Senggama dilakukan 3-20 jam setelah minum mini pil. Mengurangi gejala pre menstrual sindrom. D. Tidak mengandung estrogen. E. Kesuburan cepat kembali. Melindungi dari penyakit radang panggul. 5. antara lain: . G. Mengubah motilitas tuba sehingga transportasi sperma menjadi terganggu. Menurunkan pembekuan darah. H. Penggunaan yang benar dan konsisten sangat mempengaruhi tingkat efektifitasnya. Mini pil mempunyai manfaat non kontrasepsi sebagai berikut: A. kencing manis yang belum mengalami komplikasi dapat menggunakan. Penderita endometriosis. Hubungan seksual tidak terganggu. Efektifitas penggunaan mini pil akan berkurang pada saat mengkonsumsi obat anti konvulsan (fenitoin). carbenzemide.19 4) Exluton mengandung 0. F. Sangat efektif apabila digunakan dengan benar dan konsisten. 3.5 persen). 8. Tidak mempengaruhi ASI. Nyaman dan mudah digunakan. 7. 4. C.5 mg linestrenol. 2) Penggunaan mini pil jangan sampai ada yang lupa. Dapat dihentikan setiap saat. Mengentalkan lendir serviks sehingga menghambat penetrasi sperma. barbiturat. Manfaat Mini pil mempunyai manfaat kontrasepsi sebagai berikut: 1. Cara Kerja 1) 2) 3) 4) Menghambat ovulasi.

amenorea dan haid tidak teratur). Riwayat kanker payudara atau penderita kanker payudara. Wanita pelupa sehingga sering tidak minum pil. Ikterus. 8. D. E. Wanita usia reproduksi. Tekanan darah kurang dari 180/110 mmHg atau dengan masalah pembekuan darah. C. 4. Wanita yang diduga hamil atau hamil. Tidak melindungi dari penyakit menular seksual termasuk HBV dan HIV/AIDS. B. Tidak boleh mengkonsumsi estrogen atau lebih senang menggunakan progestin. F. Angka kegagalan tinggi apabila penggunaan tidak benar dan konsisten. 6. 7. mengakibatkan efektifitas menjadi rendah. 2. Peningkatan/penurunan berat badan. G. Gangguan tromboemboli aktif (bekuan di tungkai. Gangguan haid (perdarahan bercak. Hirsutisme (pertumbuhan rambut atau bulu yang berlebihan pada daerah muka). Efek Samping Efek samping yang ditimbulkan dari penggunaan pil progestin atau mini pil antara lain: A. Wanita yang telah memiliki anak maupun yang belum mempunyai anak.20 A. Efektifitas berkurang apabila menyusui juga berkurang. Riwayat kehamilan ektopik. Kontra Indikasi         Wanita usia tua dengan perdarahan yang tidak diketahui penyebabnya. H. G. H. Pasca persalinan dan tidak menyusui. Pusing. Mini pil tidak menjamin akan melindungi dari kista ovarium bagi wanita yang pernah atau epilepsi akan mengalami kehamilan ektopik. Memerlukan biaya. . penyakit hati aktif atau tumor hati jinak maupun ganas. Penggunaan mini pil bersamaan dengan obat tuberkulosis E. 5. tetapi sangat jarang. Perubahan mood. C. Mini pil harus diminum setiap hari dan pada waktu yang sama. spotting. Dermatitis atau jerawat. 3. B. Indikasi Kriteria yang boleh menggunakan pil progestin atau mini pil antara lain: 1. F. Harus selalu tersedia. D. Mual. Payudara tegang. Pasca keguguran. Menginginkan metode kontrasepsi efektif selama masa menyusui. paru atau mata). Perokok segala usia. Tidak dapat menerima terjadinya gangguan haid.

Perdarahan pervaginam yang belum jelas . Sedangkan kontrasepsi suntikan progestin mengandung 150 mg DMPA diberikan setiap 3 bulan secara IM.Penyakit hepatitis . 4) Once a month pill.Riwayat stroke dgn tekanan darah tinggi .Riwayat kelainan tromboemboli dgn DM > 20 tahun .Menyusui postpartum < 6minggu .  Riwayat stroke. diberikan IM sebulan sekali. diberikan setiap 2 bulan secara IM Cara kerja 1.Keganasan payudara Implant Norplant adalah suatu alat kontrasepsi yang mengandung levonorgestrel yang dibungkus dalam kapsul silastic-silicone dan disusukkan dibawah kulit sebanyak 6 kapsul dan masing-masing kapsul panjangnya 34 mm dan berisi 36 mg levonorgestrel.Usia > 35 tahun yang merokok .Kelainan pembuluh darah yang menyebabkan sakit kepala atau migraine . Mengkentalkan lendir 3. Perubahan pada endometrium Yang tidak boleh menggunakan .Hamil atau diduga hamil . seperti kasus pemerkosaan dan kondom bocor. Setiap hari sebanyak 30 mcg . Suntikan Kontrasepsi suntikan kombinasi mengandung 25mg DMPA dan 5mg Estradiol sipionat. Pil hormon yang mengandung estrogen yang ”long acting” yaitu biasanya pil ini terutama diberikan untuk wanita yang mempunyai Biological Half Life panjang. Maka berdasarkan urutan hormon tersebut.21  Wanita dengan mioma uterus. depo noretisteron enantat (depo noristerat) mengandung 200 mg noretindrone enatat. 5) Morning after pill. Morning after pill merupakan pil yang mengandung hormon estrogen dosis tinggi yang hanya diberikan untuk keadaan darurat saja. 50 mg Noretindron enantat dan 5 mg Estradiol valerat. diberikan IM sebulan sekali (cyclofem). Pil ini dibuat seperti urutan hormon yang dikeluarkan ovariun pada tiap siklus. 3) Pil sekuenseal. estrogen hanya diberikan selama 14–16 hari pertama diikuti oleh kombinasi progestron dan estrogen selama 5–7 hari terakhir. Menekan ovulasi 2.

Daya guna norplant cukup tingi. pening.  Selain itu cara Norplant ini dapat digunakan untuk jangka panjang ( 5 tahun dan bersifat reversibel. (5) Mekanisme kerja  Mengentalkan lendir serviks uteri sehingga menyulitkan penetrasi sperma.  Menimbulkan perubahan-perubahan pada endometrium sehingga tidak cocok untuk implantasi zygote.  Resiko terjadinya kehamilan ektopik lebih kecil jika dibandingkan dengan pemakaian alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR).  Oleh karena jumlah progestin yang dikeluarkan ke dalam darah sangat kecil.3-0. perdarahan memanjang atau lebih sering berdarah ( metrorrhagia ).  Pada sebagian kasus dapat pula menghalangi terjadinya ovulasi. anoreksia.22 levonorgestrel dilepaskan ke dalam darah secara difusi melalui dinding kapsul. sakit kepala.  Timbulnya jerawat. Efektivitas antara 0. 80 % sampai 90 % wanita daat menjadi hamil kembali. Indikasi . Amenore. Keuntungan  Cara ini cocok untuk wanita yang tidak boleh menggunakan obat yang mengandung estrogen  Perdarahan yang terjadi lebih ringan  Tidak menaikkan tekanan darah.  Kadang-kadang terjadi perubahan pada libido dan berat badan. Efek samping  Gangguan pola haid.5 /100wanita/tahun.  Efek kontrasepsi norplabt merupakan gabungan dari ketiga mekanisme kerja tersebut di atas. Menurut data-data klinis yang ada dalam waktu satu tahun setelah pengangkatan Norplant.  Mual-mual. seperti terjadinya spotting. maka efek samping yang terjadi tidak sesering pada penggunaaan KB. Levonorgestrel adalah suatu progestin yang dipakai juga dalam pil KB seperti mini-pill atau kombinasi atau pun pada AKDR yang bioaktif.

Macam-macam - Norplant 6 batang - Norplant 2 batang - . sehingga adanya kehamilan dapat disingkirkan.2-4 kehamilan per 100 perempan selama tahun pertama penggunaan)       Permanent Tidak mempengaruhi proses menyusui (breast feeding) Tidak bergantung pada faktor senggama Pembedahan sederhana dapat dilakukan dengan anastesi lokal Tidak ada efek samping dalam jangka panjang Tidak ada perubahan dalam fungsi seksual (tidak ada efek pada produksi hormon ovarium. Nonkontrasepsi . sehingga sperma tidak dapat bertemu dengan ovum. Sterilisasi perempuan / Tubektomi Dengan mengoklusi tuba falopii (mengikat dan memotong atau memasang cincin). Kontrasepsi Mantap 1.Impanon /Norplant 1 batang E.23  Wanita-wanita yang ingin memakai kontrasepsi untuk jangka waktu yang lama tetapi tidak bersedia menjalani kontap atau menggunakan AKDR  Wanita-wanita yang tidak boleh menggunakan pil KB yang mengandung estrogen Kontraindikasi  Kehamilan atau disangka hamil  Penderita penyakit hati  Kanker payudara  Kelainan jiwa ( psikosis. neurosis ).  varikosis  Riwayat kehamilan ektopik  Diabetes mellitus  Kelainan kardiovaskuler. (1) Manfaat  Sangat efektif (0. Waktu Pemasangan Sewaktu haid berlangsung atau masa pra-ovulasi dari siklus haid.

24 Berkurangnya resiko kanker ovarium. Perdarahan vaginal yang belum jelas penyebabnya c. Umur sekitar 35 tahun dengan 2 anak hidup Yang sebaiknya tidak menjalani tubektomi a. Hamil (sudah terdeteksi atau dicurigai) b. Trismester II: dalam waktu 7 hari sepanjang tidak ada bukti infeksi pelvik (minilap saja) 2. Dilakukan dengan cara operasi. Umur termuda 25 tahun dengan 4 anak hidup 2. Umur sekitar 30 tahun dengan 3 anak hidup 3. Sebaiknya tubektomi sukarela dilakukan pada wanita yang memenuhi syarat berikut: 1. dapat dengan operasi kecil atau (minor Surgery) . Vasektomi Pengikatan/pemotongan vas deferens kiri dan kanan pad pria untuk mencegah transport spermatozoa dari testis melalui vasa ke arah uretra. Trismester I: dalam waktu 7 hari sepanjang tidak ada bukti infeksi pelvik (minilap atau laparoskopi) b.  Hari ke-6 hingga ke-13 dari siklus menstrasi (fase proliferasi)  Pasca persalinan: o minilap: didalam waktu 2 hari atau setelah 6 minggu atau 12 minggu o laparoskopi: tidak tepat untuk klien-klien pasca persalinan  Pasca keguguran: a. Infeksi sistemik atau pelvik yang akut d. Belum memberikan persetujuan tertulis Kapan Dilakukan  Setiap waktu selama siklus menstruasi apabila diyakini secara rasional pasien tersebut tidak hamil.

epididimitis dan granuloma. yang bersangkutan dianjurkan pada saat koitus memakai kontrasepsi lain. maka masyarakat harus dapat memperoleh . Dan usahausaha pencegahan itu dapat bersifat sementara. terjadinya hematoma karena perdarahan kapiler. (4) Kegagalan vasektomi dapat terjadi oleh karena terjadi rekanalisasi spontan. Dalam hal ini setiap calon peserta KB (akseptor KB) bebas dalam menentukan dan memilih jenis alat dan obat kontrasepsi yang paling cocok untuk dirinya. tidak diketahui adanya anomali vas deferns misalnya ada 2 vas deferens pada kanan atau kiri. rasa nyari. (1) Komplikasi vasektomi antara lain adalah infeksi pada sayatan. dapat juga bersifat permanent.25 Vasektomi Seorang yang telah mengalami vasektomi baru dapat dikatakan betul-betul steril jika dia telah mengalami 8-12 kali ejakulasi setelah vasectomy. Untuk dapat memilih mana alat atau obat kontrasepsi yang kiranya cocok untuk mereka baik dalam hal rasionalitas. gagal mengenal dan memotong vas deferens. Oleh karena itu sebelum hal tersebut diatas tercapai. BAB III KESIMPULAN Kontrasepsi ialah suatu usaha-usaha untuk mencegah terjadinya kehamilan. koitus dilakukan sebelum kantong seminalnya batul-betul kosong. efektivitas dan efisiensi.

Edisi kedua. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Saifuddin A B. Ilmu Kandungan. Jakarta. Jakarta. 2. dan terbuka mengenai kelebihan. Cunningham F G.26 informasi yang benar. Edisi kedua cetakan ketiga. kekurangan. Edisi ke-21. Gant NF. 2006 . jujur. dan kontrasindikasi dari masing-masing alat atau obat tersebut dari para penyelenggara KB tersebut. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta. 2002 3. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. 2006. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. sejahtera dan harmonis pada khususnya. Wiknjosastro H. yang pada gilirannya akan berkontribusi pada peningkatan Sumber Daya Manusia pada umumnya dan untuk menciptakan keluarga yang sehat. Ada pun maksud dan tujuan dari program KB tersebut ialah untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk. DAFTAR PUSTAKA 1.Volume 2. efek samping. Williams Obstetri.

Edisi pertama.htm#Introduction . Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta. Dalam Ilmu Kandungan. 6.reproline. Jakarta.cetakan kedua. Yayasan Bina Pustaka sarwono.aafp.27 4. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Saifuddin A B. Kontrasepsi. 2001 5. Postpartum Contraception accessed from http://www.edu/english/6read/6multi/pg/ppc1. 2002. Sarwono. Prine L Initiating Hormonal Contraception accessed from www. Lesnewski R.jhu.org/afp 7.

28 .