You are on page 1of 5

TUGAS 3

ANALISIS SUMBERDAYA MANUSIA DAN EKONOMI
ANALISIS KEMISKINAN PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN 2007-2015

Disusun Oleh
Khairina Septianti
12/334115/GE/07398

FAKULTAS GEOGRAFI
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2015

Ketika nilai garis kemiskinan nasional mengalami kenaikan. Sementara. Indeks kedalaman dan keparahan kemiskinan di NTT juga masih di bawah rerata nasional. kenaikannya tidak setinggi kenaikan nasional. sehingga masyarakatnya dikategorikan miskin. menjadi 3. sayur-sayuran. dimana kemiskinan dipandang dari kemampuan rerata penduduk dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. ikan. Hal ini juga memiliki arti bahwa pengeluaran penduduk untuk memenuhi kebutuhan hidup semakin rendah. sandang.338% di tahun 2014. dan konsumi lainnya. Tabel di bawah merupakan perbandingan antara nilai garis kemiskinan. Walaupun terjadi kenaikan pada tahun 2010. Pengeluaran untuk pangan diukur dari pemenuhan kebutuhan padi-padian. kacangkacangan. indeks kedalaman. Penurunan indeks kedalaman dan keparahan kemiskinan sangat baik untuk Indonesia dan provinsi karena penghapusan kemiskinan di Indonesia semakin tercapai.87% di tahun 2007. maka garis kemiskinan propinsi juga ikut naik. namun kedua indeks dapat turun di tahun 2011 dan turun terus hingga tahun 2014. Indeks kedalaman dan keparahan kemiskinan cenderung menurun dalam periode 2007-2015. walaupun perkembangannya semakin mendekati garis kemiskinan nasional. pendidikan. umbi-umbian. Data yang digunakan adalah data kemiskinan menurut BPS yang telah diolah dari data Susenas periode Maret 2007-2015. Hal ini dapat terjadi apabila masyarakat tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli kebutuhan pangan dan non-pangan melainkan dapat menghasilkannya sendiri. indeks keparahan. Sejak tahun 2007-2014. Fluktuasi yang dialami pada indeks kedalaman dan keparahan NTT sama dengan fluktuasi nasional. bisa jadi indeks ini memang benar-benar melambangkan ketidaklayakkan keluarga tersebut. dan indeks ketimpangan yang dimiiki NTT dan Indonesia secara nasional. Indeks kedalaman (P1) berhasil turun dari angka 4.Pengertian miskin yang dipakai oleh Indonesia adalah kemiskinan relatif. Namun. dan kesehatan. daging. Provinsi NTT merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki angka kemiskinan di bawah garis kemiskinan. NTT tidak pernah melebihi garis kemiskinan nasional. buah-buahan. pengeluaran bukan pangan diukur dari pemenuhan kebutuhan rumah. . Garis Kemiskinan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dibetuk dari penjumlahan pengeluaran pangan dan non-pangan. Indeks kedalaman kemiskinan yang rendah di NTT berarti bahwa pengeluaran masyarakat NTT untuk kebutuhan pangan dan non-pangan relative lebih kecil daripada kemampuan rerata nasional. Namun.

14 1.34 2008 1 098.56 20.27 2012 1 012. Penurunan indeks keparahan yang mendekati 0 memiliki arti bahwa besar pengeluaran yang dimiliki setiap penduduk relative sama.2 1.35 2009 1 013.87 1.82 2013 993.Indeks keparahan (P2) juga mengalami penurunan.58 2011 30 018.10 23.5 0.88 0.27 0.96 248707 1.90 21.99 0.47 2013 28066.74 1.753 0.0 14.37 271626 1.43 2011 1 012.49 233740 2.01 11.3 25.88 2014 994.03 175308 4.76 2009 32 530.34% pada tahun 2007 dan 0.88 211786 3.435 Tahun Indone sia Tahun .3 15.03 235805 3.23 198553 4.58 166697 2.93 12. sehingga tidak ada gap kesenjangan yang begitu besar antar masyarakat.82 265955 3.14 2010 1 014.87 1. Provinsi Nusa Tenggara Timur Jumlah Penduduk Miskin (000) % Penduduk Miskin Garis Kemiskinan (Rp) P1 (%) P2 (%) Kota+Desa Kota+Desa Kota+Desa Kota+D esa Kota+D esa 2007 1 163.3 16.51 126389 4.65 139731 4.50 20.1 23.68 2010 31 023.40 13.40 11.826% pada tahun 2014.55 11. sehingga hal ini dapat disambut baik dan terus didukung perkembangannya.84 2008 34 963.21 0.33 211726 2. Baik P1 maupun P2 kini berkembang mendekati angka nasional.25 302735 1.43 2014 28280.338 0.08 0.31 156191 4.77 0.55 2012 29 132. yaitu 1.42 182636 2.68 19.15 200262 2.39 0.826 Jumlah Penduduk Miskin (000) % Penduduk Miskin Garis Kemiskinan (Rp) P1 (%) P2 (%) Kota+Desa Kota+Desa Kota+Desa Kota+D esa Kota+D esa 2007 37 168.6 27.75 0.

.

34 0. Kenaikan nilai ketimpangan pernah terjadi di tahun 2009 dan 2010. yaitu analisis kemiskinan Provinsi NTT tahun 2008.353 0.Provinsi Nusa Tenggara Timur INDONESIA 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 0. Kemiskinan yang terjadi di Provinsi NTT merupakan kemiskinan struktural.36 0. Angka ini menunjukkan bahwa kemiskinan di NTT lebih merata daripada rerata Indonesia. Ketimpangan tahun 2007 NTT sebesar 0. jumlah anggota keluarga yang banyak.37 0. mengatakan bahwa kebanyakan rumah tangga miskin di NTT berasal dari keluarga dengan mata pencaharian pertanian.38 0.352 pada 2014. kepala keluarga wanita.41 0.38 0.35 0. Ketimpangan yang dimaksud adalah adanya perbedaan pengeluaran yang signifikan antara keluarga satu dengan yang lain atau dapat diartikan bahwa adanya penguasaan aset tertentu yang menjurus pada seseorang atau kelompok. Sementara itu. Semakin nilai menjauhi 0. pekerja pada sektor pertanian cenderung untuk dapat menekan pengeluaran di bidang pangan dengan hasil taninya. Kemiskinan struktural terjadi karena penentuan garis kemiskinan nasional yang menggunakan hasil dari rata-rata nasional. serta kondisi rumah yang tidak permanen.353 dan 0. sehingga akan selalu ada propinsi yang berada di bawah garis kemiskinan walaupun kehidupannya bisa jadi sudah layak. Penyebab indeks keparahan dan ketimpangan di NTT yang cenderung rendah disebabkan karena banyaknya masyarakat yang bekerja di sektor pertanian. .413 Ketimpangan kemiskinan yang terjadi di NTT lebih rendah daripada nilai nasional. namun ketimpangan di NTT relatif tetap.36 0. walaupun sempat terjadi flustuasi. Sumber informasi lain.36 0. Ketika nilai ketimpangan kemiskinan nasional relatif meningkat.41 0. sehingga tidak ada ketimpangan pendapatan maupun keluaran yang begitu signifikan. namun menurun kembali di tahun 2011.364 0.352 0. maka ketimpangan kemiskinan yang terjadi semakin marak.