You are on page 1of 38

LAPORAN PRAKTIKUM

ELEKTRONIKA DAN INSTRUMENTASI
ALAT UKUR, PENGUKURAN DAN KOMPONEN PASIF

Oleh:
Tri Wahyuningsih
A1H013055

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS PERTANIAN
PURWOKERTO
2015

I.

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dewasa ini, penggunaan sistem elektronika telah dikenal luas dan maju
dengan pesatnya. Seiring dengan munculnya beragam inovasi yang tiada hentinya.
Perlu juga kita perhatikan, bahwa penggunaan komponen elektronika secara luas
telah mencakup kesegala bidang kehidupan manusia yang semakin canggih dan
semakin

simple/kecil

penggunaan

komponen

elektronika

seperti

dioda,transistor,kapasitor,serta alat ukur osiloskop sering kita jumpai dalam
peraktikum komponen komponen alat elektronika seperti di atas akan sering kita
jumpai karena merupakan komponen utama dalam rangkaian alat elektronika.
Dalam melakukan suatu praktikum hal yang mendasar kita harus
mengetahui tentang macam- macam alat ukur. Oleh karena itu. Pada dasarnya,
mengukur adalah membandingkan suatu besaran dengan satuannya. Pemilihan
alat ukur yang digunakan harus disesuaikan dengan besaran yang hendak diukur.
Simbol-simbol yang terdapat dalam alat ukur memiliki arti masing-masing yang
menjelaskan penggunaan alat ukur.
Elektronika menjadi bagian favorit dalam fisika terutama pada bagian
instrumentasi yang akhir – akhir ini menjadi mengalami perkembangan pesat.
Hampir semua peralatan modern bertumpu pada prinsip elektronika dari pencukur
rambut elektronik hingga pesawat ulang alik. Namun perlu diakui bahwa untuk
melakukan pengembangan teknologi yang berguna bagi umat manusia tidaklah
mudah melainkan harus melewati berbagai percobaan dasar yang menjadi modal
awal bagi seorang pereka cipta untuk memulai percobaannya.
Dalam elektronika terdapat dua komponen yaitu komponen aktif dan
komponen pasif. Komponen aktif merupakan komponen yang dapat bekerja
apabila ada catu daya dulu, contohnya: transistor dan dioda. Sedangkan komponen

pasif merupakan komponen yang dapat bekerja tanpa ada catu daya, contohnya:
resistor, potensio, kapasitor dan induktor
B. Tujuan
1. Mengetahui jenis alat ukur yang digunakan dalam pengukuran besaran
listrik.
2. Mengetahuui cara pengukuran besaran listrik (tahanan, tegangan, dan
arus).
3. Mengetahuui beberapa komponen pasif dan cara pengukuran komponen
pasif.

II.

TINJAUAN PUSTAKA

Untuk mengetahui agar suatu besaran itu dapat dikontrol dan tidak melebihi
batas

standar

diperlukanlah

pengukuran

menggunakan

alat

ukur

yang

reprensentatif (setara). Jadi, pengukuran dapat dipakai sebagai pengendali operasi
untuk menghindari kerusakan alat dan sistem sebagai akibat pemberian perlakuan
yang berlebihan atau tidak sesuai spesifikasi kerja alat. Untuk hal yang
berhubungan dengan listrik, pengukuran sangat penting fungsinya.
Alat-alat ukur tersebut misalnya, amperemeter, voltmeter, ohmmeter dan
osilokop.
A. Amperemeter

Adapun skema amperemeter itu adalah sebagai berikut: RA G A Rsh B Gambar 1. yang terdiri atas arus. sebuah jarum penunjuk dan sebuah skala kalibrasi.Kuat arus yang mengalir dalam suatu rangkaian listrik diukur dengan amperemeter. Sebuah amperemeter mempunyai batas ukur tertentu. Skema Amperemeter Amperemeter DC adalah amperemeter analog menggunakan kumparan putar atau meter d’Arsonval. Agar dapat beroperasi sebagai amperemeter untuk berbagai jangka (range) nilai arus. harus ditambahkan suatu hambatan yang dipasang paralel dengan amperemeter. misalnta 0.10 mA. Komponen utama amperemeter berupa galvanometer DCV. dan hambatan meter. yaitu aruslistrik yang menyebabkan simpangan penuh (sp). yaitu hambatan kumparan. sebuah magnet. Agar ampemeter dapat digunakan untuk mengukur kuat arus yang lebih besar daripada batas ukurnya. sebuah kumparan kawat. orang menggunakan rangkaian yang disebut rangkaian . sebuah pegas spiral. Untuk menggunakan meter ini perlu diketahui kepekaan arus. yang dinamakan hambatan shunt (Rsh).

. 2 Selalu perhatikan kekutuban meter. Beberapa hal yang harus selalu diingat dalam menggunakan amperemeter DC ialah: 1 Jangan sekali-kali menghubungkan amperemeter antara dua kutub sumber ggl. Agar voltmeter dapat digunakan untuk mengukur tegangan yang besar. arus yang melalui meter menjadi sangat besar dan dapat merusak meter.Ayrton. sentuhkan dulu sebelum dipasang dengan kuat. Tanda + pada meter dihubungkan dengan titik berpotensial tinggi. kemudian turunkan jangka menurut keperluan. harus ditambahkan suatu hambatan yang dirangkai seri dengan voltmeter. Karena hambatan dalam sumber ggl sangat kecil. sedang tanda – dengan titik berpotensial rendah. Voltmeter Rd Rv G rG Tegangan yang ada pada suatu rangkaian. 3 Dalam menggunakan meter berjangka ganda gunakan jangka untuk arus terbesar lebih dahulu. B. dapat diukur dengan menggunakan voltmeter. Voltmeter disusun dari sebuah galvanometer dan hambatan yang dipasang seri. Biasanya batas ukur skala galvanometer sangat kecil (misalnya 5 mV).

haruslah digunakan voltmeter dengan hambatan dalam hingga 10 (1010 Ω ).yang dinamakan hambatan depan (Rd). sedangkan tanda – dihubungkan dengan tegangan yanglebih rendah. Adapun skema rangkaian voltmeter yaitu: Gambar 2. yaitu dipasang paralel dengan beda tegangan yang diukur. tetapi harus digunakan voltmeter elektronik. Untuk mengukur beda potensial antara dua ujung resistor 10 M G Ω Ω . Untuk ini. . Voltmeter semacam ini diseut elektrometer. hambatan dalam yang besar tak mungkin dicapai dengan multimeter biasa. voltmeter FET. yaitu tanda + pada voltmeter dc dihubungkan dengan tegangan yang lebih tinggi. yaitu volmeter abung hampa. atau voltmeter digital. Skema rangkaian Voltmeter. resistor Rs bernilai besar dipasang seri dengan meter d’Arsonval. Agar tak mengganggu arus I pada rangkaian yang diukur. Dalam menggunakan voltmeter DC hendaklah diingat beberapa hal berikut: 1 Kekutuban tegangan. arus Im yang melalui meter harus mempunyai nilai sekecil mungkin (Im < I). Untuk jangka tegangan yang kecil. Voltmeter dc meter d’Arsonval dapat digunakan untuk mengukur beda tegangan dalam suatu rangkaian searah.

Jangan sampai voltmeter membebani tegangan rangkaian yang diukur. . ujung A dan b dihubungkan singkat dulu dan R2 diatur agar Im = Isp. Ohmmeter Selain amperemeter dan voltmeter. Suatu alat ukur yang dapat digunakan untuk mengukur arus. 3 Kabel multimeter merah (untuk kutub + pada meter). ohmmeter tak dapat dibuat menunjuk 0 dengan mengatur R2. inilah yang terjadi bila anda memutar knop nol pada multimeter bila digunakan pada ohmmeter). (Pada keadaan ini jarum menunjukkan nilai skala 0. Ohmmeter yang biasa digunakan adalah ohmmeter seri. 2 Ohmmeter memerlukan baterai. Jika baterai sudah lemah. 3 Gunakan jangka tegangan besar dulu.2 Biasakan untuk menyentuhkan dulu hubungan antara voltmeter dengan rangkaian. sebelum mengubungkan dengan kuat.baru turunkankepada jangka yang diinginkan. 4 Lihat dulu berapa besar hambatan yang akan diukur beda tegangannya. dan bandingkan dengan RT voltmeter. C. Beberapa hal yang perlu diingan dalam menggunakan ohmmeter (seri) adalah : 1 Sebelum digunakan untuk mengukur hambatan. dan kabel hitam (kutub – pada meter) berhubungan dengan kutub positif baterai. berhubungan dengan kutub negaif baterai. sering juga diperlukan ohmmeter yakni untuk mengukur hambatan. tegangan dan hambatan listrik disebut multimeter.

Nilai hambatannya ditentukan oleh tebal dan panjang lapisan. Resistor semacam ini disebut resistor film karbon. dioda dan induktor. Komponen pasif ini merupakan komponen yang dapat bekerja tanpacatu daya. karena akan menyebabkan arus mengalir lebih dari Isp dalam meter yang diukur. Resistor ini dapat . a Resistor Resistor merupakan komponen pasif yang dibuat untuk mendapatkan hambatan tertentu. toleransi. nilai hambatan. Komponen pasif yang biasa digunakan adalah resistor. di dalam elektronika kita juga mengenal sebuah koponen yang disebut komponen pasif. Selain alat-alat ukur di atas. lesapan daya. seperti misalnya hambatannya berubah dengan frekuensi dan deraunya teramat besar. ohmmeter tak dapat digunakan mengukur hambatan dalam suatu amperemeter. Resistor yang paling banyak digunakan terbuat dari karbon yang dilapiskan pada sebatang keramik. Film yang digunakan adalah suatu suasa nikel. Hambatan resistor dipengaruhi oleh campuran karbon yang digunakan. derau dan perilakunya pada frekuensi tinggi.Karena adanya baterai ini. Untuk nilai hambatan yang tinggi lapisan karbon dibuat berbentuk spiral. kapasitor. Resistor lain yang sering digunakan orang adalah resistor film logam. Agar dapat menggunakan resistor dengan baik kita perlu mengetahui beberapa hal seperti bahan pembuatnya. Resistor ini tidak lagi digunakan karena banyak sifatnya yang kurang baik.

Suatu besaran yang disebut toleransi menyatakan berapa persen tebaran nilai hambatan sebenarnya dari nilai hambatan yang tertulis. Nilai hambatan resistor yang dibuat orang berhubungan dengan toleransi. resistor ini mempunyai induktansi dan kapasitansi parasitik.dibuat untuk pemakaian presisi dan mempunyai derau rendah. Suatu resistor dengan nilai hambatan bertoleransi 5% berarti bila diukur kemungkinan besar nilai hambatannya terdapat dalam jangka R  5%. Resistor Cincin A adalah yang paling dekat dengan ujung resistor. Satu jenis resistor lagi yang sering juga digunakan adalah resistor lilit kawat. Warna cincin A. b. Oleh karena terbuat dari lilitan kawat. sehingga tanpa cara lilitan khusus tak dapat digunakan untuk frekuensi tinggi. dan C menyatakan nilai hambatan resistor. Resistor karbon menggunakan cincin sandi warna yang dicatkan pada badan resistor untuk menyatakan nilai hambatan. seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah: A B C D Gambar 3. Untuk resistor dengan toleransi 10% dan 5% digunakan empat buah cincin. sedangkan warna .

(A) nilai warna cincin A.cincin D menyatakan toleransi. resistor di atas dengan warna . Untuk cincin D hanya ada dua warna. yaitu perak untuk toleransi 10% dan emas untuk toleransi 5%. Untuk cincin A. (B) nilai warna cincin B. dan (C) nilai warna cincin C. Sebagai contoh. Nilai pada warna Resistor Warna Cincin ke-1 Cincin ke-2 Cincin ke-3 Hitam 0 0 100 Cincin ke-4 - Coklat 1 1 101 - Merah 2 2 102 - Jingga 3 3 103 - Kuning 4 4 104 4% Hijau 5 5 105 - Biru 6 6 106 - Ungu 7 7 107 - Abu-abu 8 8 108 - Putih 9 9 109 - Emas - - 10-1 5% Perak - - 10-2 10% Tanpa - - 10-3 20% warna Nilai hambatan dapat dibaca dengan menggunakan rumus: R = (A) (B) x 10(C) ohm. B dan C tiap warna mempunyai nilai seperti tertera pada tabel berikut: Tabel 1.

dan elektrolit yang dikandung dalam lembaran . ungu. R = 47 x 10 2 = 4700 b Ω 5%. Kapasitor dibuat dari dua buah pelat konduktor yang dipisahkan oleh suatu lapisan isolator.kuning. kapasitansi C mempunyai nilai: C  K e 0 A d Adapun bagan suatu kapasitor ditunjukkan seperti gambar di bawah ini: konduktor dielektrik Gambar 4. Bagan suatu Kapasitor Rangkaian elektronik biasa menggunakan kapasitor dengan nilai μ kapasitansi dari pF higga 2200 F. Pada kebanyakan kapasitor elektrolit digunakan dua keping aluminium. Kapasitor Kapasitor merupakan komponen suatu komponen pasif yang dibuat untuk mendapatkan kapasitansi tertentu. Nilai kapasitansi yang besar didapat pada kapasitor elektrolit. merah dan emas mempunyai harga hambatan. Untuk kapasitor pelat paralel.

Akibatnya lapisan yang terjadi sangatlah tipis dan jika diberi tegangan kecil saja dapat terjadi medan listrik yang amat besar di dalamnya sehingga terjadi kerusakan. Potensial yang lebih tinggi hendaknya dipasang pada ujung positif (+) dan yang lebih rendah pada ujung negatif (-). dioda sambungan p-n. dioda kontak titik (point-contact diode) dan sebagainya.kertas berpori yang terletak di antaranya. untuk . Kapasitor elektrolit akan mempunyai kapasitansi sebagaimana tertera pada badannya jika diberi tegangan kerja sesuai dengan yang tertera. Ada berbagai macam dioda. yaitu tanda + dan -. Jika terbalik kapasitor menjadi rusak dan mungkin juga dapat meletup. Adapun jenis-jenis kapasitor yaitu. kapasitor keramik dan kapasitor elektrolit. kapasitor kertas. Inilah sebabnya mengapa kapasitor mempunyai kekutuban atau polaritas. c Dioda Dioda adalah suatu komponen elektronik yang dapat melewatkan arus pada satu arah saja. untuk mengatur tegangan searah agar tidak berubah dengan beban maupun perubahan tegangan jala-jala (PLN). untuk membuat berbagai bentuk gelombang isyarat. yaitu dioda tabung. Jika kebutuhan kapasitor elektrolit terbalik. sehingga pelat aluminium yang murni bekerja sebagai katoda (-). untuk mengesan gelombang radio. kapasitor mika. di antaranya adalah untuk menghasilkan tegangan searah dari tegangan bolak-balik. maka lapisan oksida anoda akan terjadi pada pelat Al yang kurang murni. Dioda memegang peranan amat penting dalam elektronika.

III. Multimeter Digital Kapasitanmeter Resitor Potensiometer BreadBoard/Project Board. Catudaya Kabel Jumper B. laser semikonduktor. a. Pembacaan kode dan Pengukuran Tahanan (Resitor). Ukur besarnya tahan tersebut menggunakan ohmmeter. METODOLOGI A. Ambil 10 buah resitor. Perhatikan dan keteranngan yang diberikan oleh asisten anda. c. 4. mengesan gelombang mikro dan lain-lain. . 6. 5.saklar elektronik. 2. 7. LED. Prosedur Kerja 1. 3. Fixed Resistor b. dan lakukkan pembacaan nilai tahanan yang tertera pada bodi resitor tersebut. Alat dan Bahan 1. d.

hitam.IV. Merah. kuning. orange.52 kΩ 9. kuning. Orange. orange. Nilai hambatan pada resistor.3 kΩ 7. kuning. emas 27000 ± 5% 26. emas 15000 ± 5% 14.8 kΩ 2. emas 5600 ± 5% 5. Kode Warna Pembacaan Pengukuran 1. kuning.17 kΩ 8. Hasil 1. Merah. hitam. emas 20000 ± 5% 163. hitam. Coklat. biru. emas 390000 ± 5% 37. merah.6 kΩ 5. Hijau. hijau. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Coklat. Coklat.9 kΩ 6. orange. No . merah. emas 22000 ± 5% 21. emas 3900000 ± 5% ∞ .20 kΩ 3.64 kΩ 10. Merah. coklat. emas 30 ± 5% 0. emas 10000 ± 5% 98. merah.7 kΩ 4. putih. emas 120000 ± 5% 1. ungu. Pembacaan Kode dan Pengukuran Tahanan (Resistor) Tabel 2. putih. Orange. hijau. Orange.

08 kΩ 0. semakin kekanan putaran maka semakin besar pula nilai hambatan.Gambar 5. . Nilai hambatan pada potensio. Hasil pengukuran: RAB = 378 kΩ RAC = 0. dapat disimpulkan bahwa untuk kaki-1 dan kaki2 potensio. Rangkaian resistor.21 kΩ 0 . 2.21 kΩ Berdasarkan tabel 3 diatas. dibagi 2.15 kΩ 0.00kΩ 0.18 kΩ 0. Sebaliknya untuk nilai kaki-2 dan kaki-3 nilai hambatan akan semakin kecil seiring besarnya putaran kekanan.01 kΩ Karakteristiknya adalah rangkaian Rab seri maka hambatannya hanya 1 dan rangkaian Rac rangkaian paralel jadi tahanannya kecil.00 kΩ 0.12 kΩ 0. Posisi Potensio ¼ putaran ½ putaran ¾ putaran 1 putaran 0 putaran Tahanan Terukur Kaki 1 dan kaki 2 Kaki 2 dan kaki 3 0.13 kΩ 0.08 kΩ 0. Variabel Resistor (Potensio) Tabel 3.

2 0. Namun sebaliknya. maka nilai hambatan LDR akan semakin kecil.53 kΩ Rkecil saat tidak terkena cahaya = 47.1 Kaki 2 dan 3 0.05 0 0 0. Photoresistor (LDR) Rkecil saat terkena cahaya = 4. 4. Pengukuran tegangan DC dan AC Pengukuran tegangan DC (searah) Tabel 4.15 kaki 1 dan 2 0.4 0. sehingga ketika cahaya lingkungan redup akan menyebabkan tegangan yang dibutuhkan semakin besar pula.28 kΩ Rbesar saat terkena cahaya = 2.0.6 0.2 0.25 0. nilai hambatan LDR akan bertambah besar jika tidak terkena cahaya.10 kΩ Rbesar saat tidak terkena cahaya = 23.5 kΩ Berdasarkan hasil pengukuran. jika kondisi lingkungan terang. Nilai tegangan potensio Posisi Potensio Tegangan Terukur .8 1 1. 3.2 Gambar 6. Perbandingan putaran dan tahanan.

biru. Orange. emas Coklat.7kΩ Pengukuran tegangan pada rangkaian Gambar 7.Hijau.Emas 5. Rangkaian LDR dan LED . Emas Merah. Rangkaian DC.52 kΩ 14. merah.Ungu. Orange. Hijau.64 kΩ 26.

9 Volt CT-lit 0 Volt 6V-7.71 Pada saat dikenai cahaya lampu menyala terang karena tahanan kecil. 5.5V 1.Tegangan pada trafo/transformator Lilitan sekunder Tegangan terukur CT-6V 6. LED 18.5V 7. Tabel 5. LDR 5.78 Teg. Rangkaian LDR dan LED.Gambar 8.2 Volt CT-7. dan pada saat tidak terkena cahaya cahaya pada lampu LED redup karena tegangannya besar. Saat dikenai cahaya Saat tidak dikenai cahaya Teg.4 Volt 12V-12V 0 Volt . Nilai tegangan hasil tegangan.57 1.57 5. Pengurkuran Tegangan AC (bolak-balik) Tabel 6.

Berdasarkan hasil pengukuran. Dik : R1 = 5520 Ohm . Rangkaiam Wm. R2 = 14640 Ohm R3 = 26700 Ohm Nilai tegangan hasil perhitungan = Rparalel= ¿ R 2 xR 3 R 2+ R 3 1460 Ohm x 26700Ohm 1460 k Ohm+26700 Ohm ¿ 39088000 Ohm 4130Ohm Rparalel = 9455. Trafo akan mengubah arus yang mengalir dari sumber arus menjadi seberapa arus itu diubah.44 Ohm . nilai tegangan trafo yang terukur pada multimeter akan menurun seiring bertambahnya nilai tegangan konversi.44 Ohm Rtotal = Rseri = R1 + Rparalel Rtotal = 5520 Ohm + 9455. Pengukuran Arus Wm Gambar 9.

Pembahasan Komponen aktif dan komponen pasif adalah dua jenis komponen elektronika yang selalu ada dalam setiap rangkaian elektronika. serta dapat mengubah energi dari satu bentuk ke bentuk lainnya.5Volt 1497.44 Ohm I = 0. Komponen Aktif Contoh komponen aktif seperti: a.44 Ohm I ( arus )= 7. Transistor : merupakan komponen elektronika dengan 3 elektrode yang berfungsi sebagai penguat atau saklar. Gambar 10.= 1497.0005 A. Komponen aktif ialah jenis komponen elektronika yang memerlukan arus listrik agar dapat bekerja dalam rangkaian elektronika yang dapat menguatkan dan menyearahkan sinyal listrik.0005 A Jadi nilai arus hasil pengukuran dan perhitungan adalah sama yakni 0. B. Jika sebagai penguat maka .

Kapasitor: adalah merupakan komponen elektronika yang berfungsi untuk menyimpan medan listrik. b. Diode : adalah komponen elektronika dengan dua elektrode. sehingga termasuk komponen aktif. Komponen pasif adalah jenis komponen elektronika yang bekerja tanpa memerlukan arus listrik sehingga tidak bisa menguatkan dan menyearahkan sinyal listrik serta tidak dapat mengubah suatu energi ke bentuk lainnya. Karena tidak dapat menguatkan. LED termasuk komponen aktif karena dapat mengubah suatu bentuk energi (listrik) menjadi bentuk lainnya (cahaya). LED (light Emitting Diode): Jika dihubungkan dengan sumber tegangan listrik maka LED tersebut akan menyala. c. Karena tidak dapat menguatkan sinyal maka resistor termasuk komponen pasif.transistor dapat menguatkan sinyal listrik. dapat juga berfungsi untuk memblokir arus DC dan meneruskan arus AC. yang dapat dipakai untuk menyearahkan sinyal listrik. menyearahkan . Contoh komponen pasif adalah: a. Jadi. Gambar 11. Dalam hal ini inputnya dimasukkan ke titik B dan outputnya diambil dari titik A. Komponen Pasif. Resistor: adalah komponen elektronika yang berfungsi membatasi atau menghambat arus listrik. b.

kaki anoda (+) lebih panjang dari pada kaki katoda (-) atau jika dilihat dari atas akan terlihat pada bagian sisi LED ada bagian yang seperti terpotong ini digunakan sebagai tanda bahwa pada sisi tersebut merupakan katoda (-) dan sisi sebaliknya adalah anoda (+). . 2. LED (Light Emitting Diode) Gambar 12. Yang memiliki berbagai kegunaan atau fungsi dalam mengukur tegangan atau arus listrik pada suatu benda dan mengatur tegangannya. maka kapasitor termasuk komponen pasif. Bentuk fisik umum LED. Komponen – komponen yang digunakan pada saat praktikum: 1. dan resistansi atau ketahanan suatu benda yang biasa disebut avometer. Simbol sekma elktronika untuk LED hampir sama dengan simbol dioda. Bagi arus DC induktor bersifat mengalirkannya tetapi bagi arus AC induktor bersifat menghambat. hanya saja ada tambahan dua panah ke arah luar. LED Dioda pancaran cahaya adalah semikonduktor yang mana bila diberikan tegangan maju “Forward bias” akan menghasilkan pendaran cahaya. Multimeter Digital Multimeter adalah sebagai alat bantu yang digunakan untuk mengukur arus listrik. tegangan listrik. Induktor: adalah termasuk komponen pasif karena tidak dapat menguatkan dan menyearahkan sinyal maupun mengubah suatu energi ke bentuk lainnya.dan mengubah suatu energi ke bentuk lainnya. c.

berfungsi mengukur beda tegangan baik arus searah maupun arus bolak-balik. dapat digunakan sebagai pengatur dari arus listrik. dari singkatan huruf depan besaran yang diukur maka perangkat ukur disebut dengan AVO meter. Resistor Resistor merupakan sebuah komponen pasif dengan nilai tertentu dapat membatasi serta mengatur arus listrok di dalam sebuah rangkian elektronika. yang terakhir alat ukur Ohm meter yang berfungsi mengukur hambatan listrik atau kadang disebut tahanan listrik. Gambar 13. Gambar 9. menunjukkan bentuk tampang muka salah satu AVO meter analog yang banyak dipasaran dengan segala bentuk perangkat yang serupa. kedua alat ukur Volt meter. Multimeter Digital. 3. kemudian dapat dijadikan . Fungsi resistor tersebut yang akhirnya menjadikan resistor merupakan salah satu komponen dari elektronika yang harus ada.Perangkat AVO meter merupakan perangkat ukur kesatuan yang terdiri alat ukur Arus listrik yang mengalir pada rangkaian . sementara adalah arus searah. Fungsi resistor yang ain diantaranya adalah sebagai pembatas arsu listrik.

metal film resistor. LDR (Light Dependent Resistor) yang merupakan Komponen Elektronika peka cahaya ini sering digunakan atau diaplikasikan dalam Rangkaian Elektronika sebagai sensor pada Lampu Penerang Jalan. Nilai Hambatan LDR akan menurun pada saat cahaya terang dan nilai Hambatannya akan menjadi tinggi jika dalam kondisi gelap. Gambar 14. Contohnya adalah carbon composition resistor. Hal ini dapat ditandai dengan kode warna atau kode angka. Resistor 4. Pada umumnya. LDR Light Dependent Resistor atau disingkat dengan LDR adalah jenis Resistor yang nilai hambatan atau nilai resistansinya tergantung pada intensitas cahaya yang diterimanya. fungsi LDR (Light Dependent Resistor) adalah untuk menghantarkan arus listrik jika menerima sejumlah intensitas cahaya (Kondisi Terang) dan menghambat arus listrik dalam kondisi gelap. . Naik turunnya nilai Hambatan akan sebanding dengan jumlah cahaya yang diterimanya. Dengan kata lain. Jenis resistor ini memiliki nilai resistansinya yang tetap. Pada praktikum kali ini menggunakan jenis resistor yaitu Fixed resistor. Nilai Hambatan LDR akan mencapai 200 Kilo Ohm (kΩ) pada kondisi gelap dan menurun menjadi 500 Ohm (Ω) pada Kondisi Cahaya Terang.sebagai pembagi dari tegangan listrik dan sebagai penurun dari tegangan arus listrik. carbon film resistor.

Gambar 15. hanya bisa bekerja dengna menggunakan arus DC.Lampu Kamar Tidur. power supply sama dengan jantung yang fungsi utamanya untuk memompa hasil proses pembentukan darah keseluruh tubuh yang memerlukannya. dikomponen ini tegannya diubah menjadi Direct Current (DC) baru kemudian dialirkan ke komponen lain yang membutuhkan. Power Supply 6. Proses pegubahan tegangan tersebut dilakukan karena hardware pada umumnya seperti komputer. Power Supply Suatu hardware komponen elektronika yg mempunyai fungsi sebagai supplier arus listrik dengan terlebih dahulu merubah tegangannya dari AC jadi DC. Project Board . Ibaratnya makhluk hidup. Shutter Kamera. Jadi arus listrik PLN yang bersifat Alternating Current (AC) masuk ke power supply. LDR 5. Gambar 16. Alarm dan lain sebagainya. Rangkaian Anti Maling.

dan Komponen lainnya. b. selebih dari itu anda akan .Cara penggunaan papan rangkaian ini sangatlah sederhana dan praktis. Project Board 7. Kabel Jumper Kabel Pigtail atau kabel jumperl diperlukan untuk menghubungkan antara antena omni dengan dengan access point. dan memperbaiki suatu rangkaian yang dianggap belum sempurna atau mengalami salah hubung sehingga kesalahan-kesalahan fatal tidak terjadi. Pada project board. Komponen atau kawat penghubung dengan mudah dapat dilepas dan di tancapkan kembali berulang kali. Gambar 17. Keistimewaan lainnya dari Project board dapat dipakai untuk menampung berbagai macam komponen elektronika yang berbeda. IC(intregated Circuit) Transistor Dioda. untuk menghubungkan antar komponen tidak perlu di solder karena pada papan ini sistem hubungnya (interkoneksi) yang dapat menjepit komponen. d. Dengan menggunakan papan rangkaian ini kita dapat dengan mudah memasang. merubah. antara lain: a. c. perhatikan panjang maksimal yang diperlukan hanya 1 meter. Dengan menggunakan Project board kita dapat memasang komponen elektronika secara tidak permanen.

pemasangan LDR dalam suatu rangkaian sama persis seperti pemasangan resistor biasa. Seperti halnya resistor konvensional. Besarnya nilai hambatan pada Sensor Cahaya LDR (Light Dependent Resistor) tergantung pada besar kecilnya cahaya yang diterima oleh LDR itu sendiri. dan ditempat terang LDR mempunyai resistansi yang turun menjadi sekitar 150 Ω. Kabel Jumper Sensor Cahaya LDR (Light Dependent Resistor) adalah salah satu jenis resistor yang dapat mengalami perubahan resistansinya apabila mengalami perubahan penerimaan cahaya.mengalami degradasi sinyal (loss dB) Pada kedua ujung kabel terdapat konektor dimana type konektor disesuaikan dengan konektor yang melekat pada access point kamu. Prinsip Kerja Sensor Cahaya LDR (Light Dependent Resistor) Resistansi Sensor Cahaya LDR (Light Dependent Resistor) akan berubah seiring dengan . LDR sering disebut dengan alat atau sensor yang berupa resistor yang peka terhadap cahaya. Biasanya LDR terbuat dari cadmium sulfida yaitu merupakan bahan semikonduktor yang resistansnya berupah-ubah menurut banyaknya cahaya (sinar) yang mengenainya. Gambar 18. Resistansi LDR pada tempat yang gelap biasanya mencapai sekitar 10 MΩ.

dan semikonduktor lain Alat/ Subtrat Dari samping Penutup transparan: plastik / glass Kaki Karakteristik LDR yaitu: a. Cds. Ge. Laju Recovery LDR (Light Dependent Resistor) atau . LDR (Light Dependent Resistor) adalah suatu bentuk komponen yang mempunyai perubahan resistansi yang besarnya tergantung pada cahaya Input cahaya → Output resistansi/tahanan Simbol : atau  Konstruksi Dari atas Bagian peka cahaya.perubahan intensitas cahaya yang mengenainya atau yang ada disekitarnya. Artinya resistansi bahan telah mengalami penurunan. Dalam keadaan gelap resistansi LDR seki-tar 10MΩ dan dalam keadaan terang sebe-sar 1KΩ atau kurang. Dengan bahan ini energi dari cahaya yang jatuh menyebabkan lebih banyak mua-tan yang dilepas atau arus listrik meningkat. LDR terbuat dari ba-han semikonduktor seperti kadmium sulfida. bahan: Si.

Bila sebuah LDR (Light Dependent Resistor) dibawa dari suatu ruangan dengan level kekuatan cahaya tertentu ke dalam suatu ruangan yang gelap. untuk LDR tipe arus harganya lebih besar dari 200K/detik(selama 20 menit pertama mulai dari level cahaya 100 lux). Respon Spektral LDR tidak mempunyai sensitivitas yang sama untuk setiap panjang gelombang cahaya yang jatuh padanya (yaitu warna). Media yang digunakan misalnya : panas. Namun LDR tersebut hanya akan bisa mencapai harga di kegelapan setelah mengalami selang waktu tertentu. Bahan yang biasa digunakan sebagai penghantar arus listrik yaitu tembaga. yaitu pindah dari tempat gelap ke tempat terang yang memerlukan waktu kurang dari 10 ms untuk mencapai resistansi yang sesuai den-gan level cahaya 400 lux. dan perak. . Laju recovery merupakan suatu ukuran praktis dan suatu ke-naikan nilai resistansi dalam waktu tertentu. kecepatan tersebut akan lebih tinggi pada arah sebaliknya. b. maka bisa kita amati bahwa nilai resistansi dari LDR tidak akan segera berubah resistansinya pada keadaan ruangan gelap tersebut. Sensor terdiri berbagai macam jenis serta media yang digunakan untuk melakukan perubahan. Dari kelima bahan tersebut tembaga merupakan penghantar yang paling banyak digunakan karena mempunyai daya hantar yang baik. emas. Sensor ini sebagai pengindera yang merupakan eleman yang pertama – tama menerima energi dari media untuk memberi keluaran berupa perubahan energi. alumunium. baja. Harga ini ditulis dalam K/detik.

Sedangkan pada rangkaian ini menggunakan sensor LDR yang menggunakan intensitas cahaya. angin. dua buah limit switch sebagai pembatas gerakan motor membuka dan menutup tirai atap green house. lampu penumbuh tanaman sebagai ganti cahaya matahari dan ZEN PR sebagai pengontrol alat. motor sebagai penggerak membuka dan menutup tirai atap green house. Tegangan referensi atau tegangan acuan didapatkan dengan mengukur . dan lain sebagainya. 100 K 10 K 1K 0. air. Dalam jurnal ini membahas tentang pembuatan green house alat kontrol pencahayaan green house disusun dari rangkaian pendeteksi intensitas cahaya green house.1 K 10 L 100 L LUX 1000 L Illuminasi Gambar 19. tekanan. Dibawah ini merupakan karakteristik dari sensor LDR . Karakteristik sensor LDR Contoh penggunaan sensor cahaya di bidang pertanian seperti “Kontrol Pencahyaan Green House Dengan Zen Programmable Relay”. sensor harus dapat mengubah bentuk – bentuk energi cahaya ke energi listrik. sinyal listrik ini harus sebanding dengan besar energi Resistansi sumbernya. selain LDR dioda foto juga menggunakan intensitas cahaya atau yang peka terhadap cahaya (photo conductivecell).cahaya. Pada rangkaian elektronika. Tirai atap green house akan menutup ketika intensitas cahaya yang diterima kurang dari dan sama dengan tegangan referensi atau tegangan acuannya.

yang mempunyai inputan analog berupa tegangan pada alamat input I4 dan I5.besarnya tegangan menggunakan rangkaian 5 pada saat intensitas cahaya pada batas nilai maksimal yang tidak memenuhi kebutuhan tanaman.5 kΩ Intensitas Cahaya dengan Nilai Tahanan 50 40 Nilai Tahanan 30 20 10 0 1 2 3 4 Gambar 20.28 kΩ Rbesar saat terkena cahaya = 2. Hasil pengukuran pada percobaan photoresistor sebagai berikut: Rkecil saat terkena cahaya = 4. nilai hambatan LDR akan bertambah besar jika tidak terkena cahaya. Hubungan Antara Intensitas Cahaya dengan Nilai Tahanan Berdasarkan hasil pengukuran. sehingga ketika cahaya lingkungan redup akan .53 kΩ Rkecil saat tidak terkena cahaya = 47. ZEN PR yang digunakan dalam alat ini adalah seri 10C1DR-D-V1. Apabila intensitas cahaya dianggap kurang.10 kΩ Rbesar saat tidak terkena cahaya = 23. lampu akan dihidupkan bersamaan itu tirai atap green house ditutup.

. semakin redup atau gelap intensitas cahaya yang diterimanya.K. maka nilai hambatan LDR akan semakin kecil.(Alkip. dimana prinsip kerja dari LDR yaitu pada sisi bagian atas LDR terdapat suatu garis atau jalur melengkung yang menyerupai bentuk kurva. Jalur tersebut terbuat dari bahan cadmium sulphida yang sangat sensitiv terhadap pengaruh dari cahaya.D. Namun sebaliknya. Akibat perpindahan elektron tersebut mengakibatkan hambatan dari cadmium sulphida berkurang dengan hubungan kebalikan dari intensitas cahaya yang mengenai LDR. maka energi proton dari cahaya akan diserap sehingga terjadi perpindahan dari band valensi ke band konduksi. Namun sebaliknya. Biasanya LDR (atau lebih dikenal dengan fotoresistor) dibuat berdasarkan kenyataan bahwa film kadmium sulfida mempunyai tahanan yang besar kalau tidak terkena cahaya dan tahanannya akan menurun kalau permukaan film itu terkena sinar. Hal ini dapat diakibatkan karena sifat dari resistor LDR itu sendiri yang akan besar tegangannya apabila pada kondisi gelap.menyebabkan tegangan yang dibutuhkan semakin besar pula. Cadmium sulphida (CdS) merupakan bahan semi-konduktor yang memiliki gap energi antara elektron konduksi dan elektron valensi. Ketika cahaya mengenai cadmium sulphida. 2014). Dimana semakin terang atau besar intensitas cahayanya maka semakin kecil juga tegangan yang terukur oleh voltmeter. maka akan semakin besar tegangan yang terukur oleh voltmeter. jika kondisi lingkungan terang.

12 kΩ. kemudian ½ sebesar 0. dan 1 putaran dengan nilai tahanan terukur yang berbeda. ½. Pada praktikum kali ini posisi potensio diketahui ¼.7 kΩ. Berdasarkan pengukuran mengggunakan potensiometer dengan cara memutar tuasnya. yaitu jika putaran tuas lebih sedikit maka akan didapat tahanan terukur . Gambar 21.beda serta menggunakan kaki 1.01 kΩ.15 kΩ.2 posisi potensio ¼ didapatkan sebesar 0.64 kΩ. 1 putaran 0. R3 = 26.08 kΩ.3 posisi potensio dengan ¼ putaran didapatkan sebesar 0.18 kΩ. 1 putaran sebesar 0. R2 = 14.08 kΩ.21 kΩ. ¾ 0. Dari data tersebut dengan perhitungan secara teoritis dapat diperoleh nilai RAB = 387 kΩ.13 kΩ. Dari hasil yang diperoleh nilai resistor masih berada dalam batas toleransi. ¾ putaran 0. Pada kaki 1. dapat diketahui terdapat hubungan antara putaran tahanan terukur dengan variabel resistor (potensio). ¾.2 dan 2. RBC = 0. Sedangkan pada kaki 2.08 kΩ.Pembacaan kode pada 10 buah transistor merupakan cara mengetahui nilai hambatan yang terdapat pada komponen resistor. Rangkaian Resistor Berdasarkan hasil pengukuran menggunakan multimeter pada rangkaian tersebut diperoleh nilai R1 = 5. ½ putaran sebesar 0.52 kΩ.3.

hal sebaliknya jika putaran dilakukan secara maksimal atau banyak. berdasarkan hasil pengukuran maka praktikan menggunakan nilai tegangan terukur 7.57 V. VBC = 7. begitu pula sebaliknya jika putaran diperkecil maka tahanan terukur akan relatif besar.3 berlaku sebaliknya. dimana putaran maksimal pada 1 putaran. Sebelum melakukan pengukuran tegangan DC praktikan melakukan pengukuran tegangan ukur terlebih dahulu. Hal tersebut berlaku ketika menggunakan kaki 1. yaitu ketika putaran tuas diperbesar maka akan menghasilkan tahanan terukur yang relatif kecil.57 V. ketika ada penambahan intensitas cahaya yang mengenainya maka nilai resistansinya akan menurun. Dari rangkaian tersebut LED dan LDR diberi dua perlakuan yaitu dengan cara dikenani cahaya dan tidak dikenai cahaya. Pada LED ketika dikenai cahaya tegangannya berilai V = 18.2.yang relatif kecil juga. Setelah diperoleh tegangan ukur maka ambilah tegangan yang mendekati 9.46 V dan VAC = 7. Ini terbukti pada percobaan. Ketika photoresistor (LDR) dikenai cahaya maka diperoleh nilai resistansinya Rk= 4.10 kΩ. Sedangkan ketika photoresitor tidak dikenai cahaya diperoleh nilai resistansinya. Sedangkan ketika menggunakan kaki 2. dan menghasilkan tahanan terukur lebih besar sebesar 0. Namun. maka akan menghasilkan tahanan terukur yang relatif besar. Rb = 23. RB = 2. sedangkan ketika tidak dikenai cahaya . Pada praktikum kali ini dilakukan 4 kali percobaan dengan resitor kecil dan resistro besar dan dilakukan dua perlakuan yaitu dengan cara diberi cahaya dan tidak diberi cahaya. Rk = 47.5 V pada posisi potensi putaran.5 kΩ Hal ini membuktikan teori diatas.53 kΩ.21 kΩ. sehingga diperoleh VAB = 423 V.2kΩ.1V V.

Hal tersebut sesuai dengan teori yang mengatakan bahwa LED merupakan salah satu jenis dioda maka LED memiliki dua kutub yaitu anoda dan katoda. CT. kumparan sekunder. namun perlu diperhatikan bahwa besarnya arus yang diperbolehkan 10mA . 15 V. LED memiliki karakteristik berbeda-beda menurut warna yang dihasilkan.tegangannya bernilai V = 5. 9 V. Pada LDR ketika dikenai cahaya tegangannya berilai V = 5. 6 V.57 V. Dalam hal ini LED akan menyala bila ada arus listrik mengalir dari anoda menuju katoda. dan 24 V. Semakin tinggi arus yang mengalir pada LED maka semakin terang pula cahaya yang dihasilkan. Hal ini menunjukkan ketika ada penambahan intensitas cahaya yang mengenainya maka nilai resistansinya akan menurun. Setiap terminal pada ujung kumparan sekunder harus terhubung atau memiliki resistansi kecil. Perubahan medan magnet tersebut akan mengakibatkan .71 V. Apabila salah satu kumparan pada transformator diberi arus bolak-balik (AC) maka medan magnet akan berubah dan menimbulkan induksi pada kumparan sisi yang lain. terminal-terminal tersebut ditandai dengan tulisan tegangan output seperti 0. sedangkan ketika tidak dikenai cahaya tegangannya bernilai V = 5.20mA.57 V. dan inti besi bekerja berdasarkan hukum Ampere dan hukum Faraday dimana arus listrik berubah menjadi medan magnet dan sebaliknya medan magnet berubah menjadi arus listrik. 18 V. Trafo yang tersusun dari kumparan primer. Pemasangan kutub LED tidak boleh terebalik karena apabila terbalik kutubnya maka LED tersebut tidak akan menyala.12 V. Nilai tegangan tersebut bernilai sama karena arus yang mengalir pada anoda dan katoda sama.

Komponen pasif adalah jenis komponen elektronika yang bekerja tanpa memerlukan arus listrik sehingga tidak bisa menguatkan dan menyearahkan sinyal listrik serta tidak dapat mengubah suatu energi ke bentuk lainnya. V. Induktor. Kapasitor.4 Volt 12V-12V 0 Volt Pada pengukuran arus dengan menggunakan perhitungan didapatkan nilai arus sebesar 0. Komponen aktif ialah jenis komponen elektronika yang memerlukan arus listrik agar dapat bekerja dalam rangkaian elektronika yang dapat menguatkan dan menyearahkan sinyal listrik. sedangkan contoh komponen pasif seperti: Resisitor. serta dapat mengubah energi dari satu bentuk ke bentuk lainnya. 3. Contoh komponen aktif seperti: Transitor. PENUTUP A. Kesimpulan 1. Pada praktikum kali ini praktikan menggunakan sistem kode warna dengan empat pita warna. 4.5V 7. LED. diode. Dari hasil pengukuran diperoleh hasil sebagai berikut: Lilitan sekunder Tegangan terukur CT-6V 6.2 Volt CT-7. Cara pembacaannya yaitu pita pertama dan pita kedua . 2.9 Volt CT-lit 0 Volt 6V-7.0005 A.perbedaan potensial (tegangan).5V 1.

B. 5. dan sebaiknya alat di perbanyak sehingga praktikan tidak menunggu alat untuk mulai percobaannya. Saran Pada praktikum seharusnya alat yang digunakan di ganti atau di betulkan agar pada saat praktikum berjalan dengan baik.adalah dua angka nilai tahanan. . Pita ketiga adalah perkalian desimal (jumlah nol di belakang angka ke-2) dan pita keempat adalah nilai toleransi. Banyaknya putaran pada potensiometer mempengaruhi besarnya tahanan terukur.

Program Studi Pendidikan Fisika. Rizkiarti.scribd. LED.DAFTAR PUSTAKA Alkip. https://www. Kontrol Pencahyaan Green House Dengan Zen Programmable Relay. Pengertian LDR. Stuart. 2010. Terapan Aplikasi Instrumen.com/pengertianresistor/. Teknik Elketo. Kusumastuti. Nunik. 2014. Jan. Sri. (On-line) http://erywidyatmoko. diakses pada tanggal 7 Juni 2015. Politeknik Negeri Semarang:Semarang.html. . Diunduh pada tanggal 07 Juni 2015.com/2012/03/ledlight-emitting-diode. Rosalia. LDR (Light Dependent Resistor).blogspot. Universitas Negeri Gorontalo:Sulawesi Utara. Irwansetyo. 2012. 2012.com/doc/83908670/PERCOBAAN-I-Alat-Ukur-DanKomponen-Pasif. Percobaan I alat ukur dan komponen Pasif. (On-line) http://www.K. Nursana.idjoel. 2004. Anonim.D. diakses pada tanggal 07 Juni 2015. 2013. Karakteristik LDR Dalam Suatu Rangkaian Sederhana dalam Dunia Elektronika. Pengantar Ilmu Teknik Instrumentasi.