You are on page 1of 26

TUGAS ISLAM BERKEMAJUAN DIKAITKAN

DENGAN APOTEKER

Disusun Oleh :
Didi, S.Farm.
1404055075

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI APOTEKER
FAKULTAS FARMASI DAN SAINS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR. HAMKA
JAKARTA
2015

Sarlito Wirawan Sarwono, Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (2006)
pernah menyatakan bahwa kondisi mental dan psikologi umat Islam Indonesia
setelah zaman reformasi belum kunjung berubah. Perasaan terus terkepung (siege mentality)
oleh pelbagai isu, masih saja terus menghantui. Padahal, Islam tetap terus berkembang
dengan wajar, baik di Indonesia bahkan di banyak belahan dunia. Banyak orang
yang merindukan kembalinya 'puritanisme' dengan asumsi kembali kepada Sunnah Nabi
saw, dan di sisi lain ada yang dengan sangat percaya diri- menggagas perlunya merujuk
konsep liberalisme'. Hingga memunculkan dua kelompok (ekstrem) Muslim: "Puritan dan
Liberal". Dua kutub ekstrem yang kadang-kadang saling menafikan, yang justru
menenggelamkan umat Islam ke dalam keterpurukan yang lebih parah. Menjauh dari spirit
Islam yang dikenalkan oleh Nabi saw sebagai"rahmatan lil'alamin".Padahal, masyarakat

Islam di Indonesia ini'mayoritas' dalam kuantitas, tetapi mentalnya 'minoritas', karena
kualitasnya. Ada sikap "ketidakpercayaan diri".
Akibatnya, Islam menjadi terkotak-kotak dan menjauh dari porosnya. Padahal tawaran
nilai-nilai Islam dalam Al-Qur'an (dan juga As-Sunnah) sangat ramah terhadap kemajuan
zaman. Kita (baca: umat Islam) bisa belajar pada umat lain. Misalnya pada gerakan The
Green Peace, LSM yang bekerja untuk penghijauan/pelestarian alam. Mereka menggapai'api
Islam'tanpa harus secara formal memeluk Islam. Meskipun mereka non-Muslim, tetapi
gerakan dan tindakan mereka selaras dengan nilai-nilailslam.
Contoh lain, di Jepang praktik'anti riba'sudah diimplemantasikan, sementara kita (umat
Islam) masih berteriak-teriak. Untuk menerjemahkan "api Islam", sebenarnya kita bias belajar
banyak dari pemikiran dan aksi KHA Dahlan dalam memahami dan memperjuangkan ajaran
Islam sejak merintis berdirinya Muhammadiyah. Kiai Dahlan begitu mendalam dan luas
pandangannya, tidak sempit dan serba menyederhanakan Visi Kiai Dahlan sungguh jauh ke
depan. Misalnya, ketika menggagas arti pentingnya "sekolah", beliau berani mengadopsi
gagasan 'Barat' yang waktu itu dianggap sebagai sikap "tasyabbuh", identik dengan
'Belanda'(baca: orang kafir). Dan oleh karenanya bisa dikafir-kafirkan.
Pada saat itu, gagasan-gagasan KHA Dahlan tentang Islam sangatlah maju, dia
menawarkan "Islam yang berkemajuan" bukan Islam yang 'jumud'(mandek). Beliaujuga dengan gagah berani- mengkritik pemikiran yang tidak didasarkan pada penelusuran nalar
secara mendalam hingga menumbuhkan sejumlah aksi yang -menurut A Syafii Ma'arif'kurang cerdas' Nostalgiawan Wahyudhi, mahasiswa Postgraduate Studies, Kulliyah of
Political Science International Islamic University Malaysiadalam Republika (Jumat, 14
September 2007) mengungkapkan bahwa KH Mas Mansur (1937) – sebagaimana KHA
Dahlan - (dalam sebuah bukunya) juga telah menggagas 'Islam yang Berkemajuan'ini. Secara
visioner KH Mas Mansur memiliki ide yang sama, bahwa Islam akan maju dan berpengaruh
jika Islam hadir sebagai peradaban. Namun secara konseptual, KH Mas Mansur memiliki ide
yang lebih matang. Dia katakana bahwa untuk mencapai Islam yang berkemajuan, umat
Islam harus maju dalam semua bidang.
Di antara gagasan 'Islam yang Berkemajuan' KH Mas Mansur yang sangat penting
untuk dikaji lebih lanjut – menurut Nostalgiawan Wahyudhi- antara lain: Pertama, Islam
tidak boleh hanya terkonsentrasi pada sisi ekonomi (amal usaha). Namun dengan berani
beliau menempatkan aspek ekonomi di bagian paling belakang pencapaian Islam
berkemajuan. Lebih mengakar lagi, beliau menempatkan porsi keagamaan pada posisi
terpenting sebagai fondasi awal untuk membangun peradaban. Hal ini bisa diartikan bahwa
yang diharapkan beliau bukanlah umat Islam yang menguasaiekonomi kapitalis dunia, tetapi
umat Islam yang menguasai ekonomi Islam yang memengaruhi dunia.
Kedua, pendidikan yang berke-Islaman diperlukan untuk membentuk sumberdaya
manusia kompetitif dan religius. Dua karakter kepribadian ini sangat penting untuk
membangun peradaban Islam. Karena itu sangat penting membangun sebuah institusi
pendidikan Islam yang berkualitas internasional untuk mencapai dua karakter sumber daya

manusia tersebut. Islam itu agama rahmat bagi semesta (rahmatan lil 'alamin). umat Islam memberikan warna tersendiri bagi perekonomian dunia. namun perilaku umatnya tidak selalu mencerminkan keunggulan dan kemajuan Islam. ideologi Muhammadiyah itu adalah ideologi gerakan yang berkemajuan. Ketiga. tetapi dengan teknologi dan jiwa yang adil. yang pernah dipraktikkan oleh KHA Dahlan dan juga KH Mas Mansur ini sudah benar-benar dipahami oleh warga Muhammadiyah. yaitu: salamah (keselamatan). dan setia. taslim (penyerahan). apakah gagasan "Islam yang Berkemajuan". Ide besar KH Mas Mansur sebenarnya telah memberikan kesempatan yang lebih bagi masyarakat Indonesia. Jadi. untuk menerjemahkan nilai-nilai Islam dengan lebih baik. Kita meyakini bahwa Islam yang kita anut ini adalah agama yang unggul atau berkemajuan dan tidak tertandingi keunggulannya (al-Islamu ya'lu walaa yu'la alaih). Kata aslama ini mempunyai beberapa derivasi yang memberi karakter ajaran Islam. Muhammadiyah tidak hanya perlu merevitalisasi konsep "Islam berkemajuan" (Islam progresif) dalam formulasi dan aktualisasinya yang lebih mapan dan holistik. salam (kedamaian. Perekonomian yang berjiwa dan berkarakter sehingga menciptakan sistem yang konstruktif. Masalah utamanya kemudian adalah bagaimana Islam berkemajuan itu dapat ditransformasikan dan diaktualisasikan ke dalam "Indonesia berkemajuan?" Paham teologi seperti apakah yang dapat menjadi landasan dalam transformasi "Islam berkemajuan" ke dalam Indonesia berkemajuan di masa mendatang? Memaknai Islam sebagai Rahmatan li al-'alamin. Bukan hanya menguasai pasar intemasional. Di samping itu pendidikan yang berke-Islaman juga berperan untuk menciptakan ilmu pengetahuan dan teknologi yang maslahat bagi umat. pertama. barangkali ini kuncinya. Muhammadiyah sejak awal berdirinya merupakan gerakan Islam yang berkemajuan. atau patuh (submission) dengan sepenuh hati. utamanya para pemimpinnya? Muhammadiyah Memandang Islam Berkemajuan ( Persfektif Teologis ) Sebagai gerakan Islam yang menjadikan dakwah dan tajdid sebagai peran dan fungsi utamanya. Memasuki abad kedua dari pendiriannya. tunduk. Islam ideal clan Islam faktual tidak selalu berbanding lurus karena Islam itu memang "terhalangi/terhambat" oleh orang Islam itu sendiri (al-Islamu mahjubun bil muslimin). sullam (titian/tangga) dan silm artinya perdamaian. melainkan jugs perlu mentransformasikannya ke dalam kehidupan "Indonesia berkemajuan". utamanya umat Islam. namun tidak semua pengikutnya memahami dimensi dan aktualisasinya dalam kehidupan nyata. Penulis tidak tahu. ekonomi yang berkeislaman sangat diperlukan untuk membangun karakter bisnis yang adil dan menguntungkan bagi semua pihak. Kata Islam berasal dari kata kerja aslama-yuslimu yang artinya menyerah. tulus ikhlas. seorang Muslim harus menyerahkan diri (tunduk dan patuh) secara total terhadap Allah sebagai pembuat syari'at . kesejahteraan). Implikasi teologis dari makna Islam tersebut adalah.

Manusia tidak akan mendapatkan petunjuk-Nya. niscaya aku akan laksanakan. Al-Hasyr: . tidak keras kepala. dan kebahagiaan dunia akhirat. cita-cita dan orientasi hidupnya ditujukan untuk mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin. Pesan-pesan Islam seperti perintah iqra (QS Al-'Alaq: 1-5). adalah agama rahmah (kasih sayang). benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalanjalan Kami. Sebagai agama rahmah. Al-Ashy [103]:1-3). berpaham keagamaan moderat dan dapat memberikan teladan: tidak permisif dan tidak kaku dalam menjalankan syariah (Qs. Ketiga. al-Quran sebagai hidayah-bayan-furqan (QS Al-Baqarah: 189). Malaikat berkata: "Jika engkau menginginkan agar aku menimpakan gunung ini kepada mereka. Allah telah mengutus Rasul-Nya sebagai rahmat bagi seluruh manusia agar mereka mengambil petunjuk atau syari'at Allah. Al-'Ankabut: 69). kedamaian. Ali Imran [3]: 104. Al-Baqarah [2]: 128). AI-Fatihah [1]: 6-7).dan kebahagiaan bagi semua. melainkan diperuntukkan bagi seluruh makhluk yang ada di semesta raya. Keempat. Qs. beragama Islam mengharuskan meniti tangga (memiliki etos jihad) dalam rangka mewujudkan keselamatan. sikap welas asih. "Maka Rasulullah saw bersabda: "Ya Allah." (Qs.. Sebagai wujud nyata dari rahmat Islam adalah bahwa ketika Rasulullah berdakwah di Thaif dilempari batu hingga berdarah kakinya. takhrij min al-dhulumat ila al-nur (QS Al-Baqarah: 257). bukan berbuat maksiat). Al-Anbiya' [21]: 107. Kerahmatan Islam tidak hanya diperuntukkan bagi pemeluknya semata.(Muhbib Abdul Wahab/SM-15/sp) Islam yang Mencerahkan Islam sesungguhnya agama yang mencerahkan kehidupan umat manusia (din attanwir). "Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridlaan) Kami. Salah satunya adalah senang melihat orang lain sukses dan tidak menderita. Kedua. peduli clan saling memberdayakan jasmani dan ruhani). Al-Baqarah [2]: 143 dan Qs. Islam.(Muslim harus taat. agama rahmah adalah agama yang mengembangkan kasih sayang tanpa membedakan agama yang dipeluk. asal usul etnis dan kebangsaan serta kelas sosial. agar setiap umat mengubah nasib dirinya dan memperhatikan masa depan (QS Ar-ra'du: 11. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. Muslim harus bersikap dan berperilaku damai. berilah hidayah pada mereka karena sesungguhnya mereka belum mengetahui. Jadi. rahmat Islam mengandung nilai kelembutan hati yang mengharuskan berbuat kebajikan kepada yang dirahmati. Kehadiram Islam membawa misi penting untuk mengeluarkan umat manusia dari segala bentuk kegelapan (kejahiliyahan) menuju pada keadaan terang-benderang. Ali Imran [3]:159 clan 191). Sebagai rahmatan Ii al-'alamin." lalu Jibril berkata: "Maka benar Allah yang menamakanmu ra'ufur rahim. berj4a'izzah/penuh kewibawaan (Qs. A]-Maidah [5]: 54). dan punya tradisi syOrA dalam menyelesaikan berbagai masalah (Qs. tidak berlaku kekerasan dan kerusakan di muka bumi (Muslim itu cinta damai). kemuliaan. seperti nilai saling mengingatkan (Qs. pasrah dan siap diatur oleh Islam (Qs. Rahmah adalah kasih sayang yang tanpa pamrih yang bersifat memberdayakan. kecuali yang bersungguh-sungguh mencari keridlaan-Nya. Islam mempunyai dan mengembangkan karekter dan nilai-nilai. bukan sebaliknya. sebagaimana ditegaskan dalam Qs.

dengan sifatnya yang demokratis dan membawa perubahan menuju ke jalan Allah yang menyelematkan kehidupan umat manusia di dunia dan akhirat. Hud: 61. dst. Tak ada sebuah istilah yang paling demokratis dalam mozaik ajaran Islam kecuali kata dakwah. menunjukkan pesan imperatif Allah bahwa ajaran Islam menawarkan pencerahan bagi umat manusia semesta.). Adapun secara defenitif. Karenanya. "menyeru". Dakwah berasal dari akar kata "da'a-yad'u-da'wata". dst).18). Dakwah itu harus cerdasbijaksana (bil-hikmah). Artinya. Fungsi kerisalahan dari dakwah ialah “meneruskan . Al-Baqarah: 11. Bangsa yang semula merendahkan menjadi menjunjung tinggi martabat perempuan. artinya "memanggil". menyeru. unggul. Bangsa yang amoral menjadi berakhlaq mulia. tatkala dunia Barat kala itu masih teridur lelap di era kegelapan. dan cara yang berproses secara terbuka dan timbal-balik. Al-Balad: 11-16. Dakwah secara konseptual merupakan usaha mengajak pada Islam secara demokratis. Dakwah pencerahan ialah usaha-usaha menyebarluaskan dan mewujudkan ajaran Islam sehingga melahirkan perubahan ke arah yang lebih baik. bukan yang tertutup dan monolitik. menjadi khalifah di muka bumi untuk membangun dan tidak untuk merusak (QS Al-Baqarah: 30. Risalah Nabi Muhammad bersama kaum Muslimun selama 23 tahun telah membawa pencerahan dari bangsa Arab yang terstruktur dalam sistem jahiliyah menjadi bangsa yang tercerahkan sehingga lahir Al-Madinah Al-Munawwarah. bukanlah dakwah kalau tidak menyinari atau tidak mencerahkan kehidupan. memberdayakan. dan menjamu orang agar mau berada di jalan Allah menuju keselamatan hidup di dunia dan akhirat. membebaskan kaum dhu'afamustadh'afin (QS Al-Ma'unn: 1-7. dan dialogis yang unggul (wa jadil-hum bi-latiy hiya ahsan) sebagaimana dititahkan Allah (QS Al-Nahl: 125). dakwah menurut Muhammadiyah ialah “panggilan atau seruan bagi umat manusia menuju jalan Allah (QS Yusuf: 108) yaitu jalan menuju Islam (QS Ali Imran: 19)”. dan utama dalam kehidupan pemeluknya dan menjadi rahmat bagi masyarakat luas di semesta alam. Yakni memanggil. dan "menjamu". Sebaliknya. strategi. edukatif yang baik (wal al-mauidhat al-hasanah). maka dakwah Islam itu berwatak pencerahan. Bangsa Arab yang bertuhankan berhala-berhala menjadi bertauhid. usaha-usaha dakwah untuk mewujudkan Islam dalam kehidupan pun haruslah membawa dan bersifat mencerahkan. bukan monolitik dan paksaaan. yang melahirkan era kejayaan Islam sebagai puncak peradaban yang utama selama lima sampai enam abad lamanya. Dakwah yang demikian memerlulan pembaruan terus menerus sehingga bersifat unggul dan alternatif. Dakwah sebagai “upaya tiap muslim untuk merealisasikan (aktualisasi) fungsi kerisalahan dan fungsi kerahmatan”. Dari titik peradaban "al-munawwarah" itulah kemudian Islam meluas ke seluruh kawasan dunia. Dakwah pencerahan dalam setiap usahanya bersifat membebaskan. baik kehidupan para pemeluknya maupun umat manusia keseluruhannya. Fath al-Makkah menjadi simbol dari lahirnya peradaban umat manusia yang tercerahkan itu. dan memajukan kehidupan di segala bidang dan lingkup menuju raihan terwujudnya peradaban yang utama. Sejatinya. dakwah dalam pandangan dan praksis apapun meniscayakan pendekatan. yakni kota peradaban yang cerah dan mencerahkan.

pembaruan sistem pendidikan. 114)”. mubalig. Muhammadiyah bukan hanya berkeringat deras. tetapi bahkan menjadi pendiri Republik ini. Dinyatakan. Melaui dakwah haruslah terjadi bahwa Islam benar-benar menjadi rahmatan lil-'alamin di Indonesia khususnya dan dunia pada umumnya. Demikian pula dalam hal pelurusan arah kiblat. sosial-ekonomi. Apalagi manakala atasnama dakwah terjadi pemunduran kehidupan umat. Setiap usaha dakwah Islam oleh siapa. maka dakwah seperti itu secara tidak disadari bersifat penggelapan. Lembaga. Sedangkan fungsi kerahmatan berarti “upaya menjadikan (mengejewantahkan. Muhammadiyah bahkan terlibat aktif dalam pergerakan perjuangan kemerekaan dan pada tanggal 17 Agustus 1945 terlibat aktif dalam meletakkan fondasi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. sulit bersatu dan masih saling bermusuh musuhan. serta berbagai dakwah bi-lisan dan bi-lisan yang bersifat maju lainnya sungguh merupakan wujud nyata dari gerakan Muhammadiyah dalam menghadirkan dakwah pencerahan. dan aspek-aspek lainnya melalui dakwah harus terbangun kehidupan umat manusia setahap demi setahap menuju pada kondisi yang cerah dan mencerahkan. dan pimpinan Muhammadiyah di mana pun termasuk yang berada di lingkngan Organisasi Otonom. Jika umat Islam sebagai mayoritas masih jauh dari ajarannya. dan langkah-langkah pencerahan dalam seluruh aspek yang menjadi bidang gerakannya. Gerakan pencerahan dalam Muhammadiyah digelorakan kembali pada Muktamar ke-46 tahun 2010 di Yogyakarta sebagaimana terkandung dalam "Pernyataan Pikiran Muhammasiyah Abad Kedua". Gerakan mengembalikan umat pada sumber ajaran Al-Quran dan Sunnah Nabi yang murni dengan mengembangkan ijtihad di banyak bidang kehidupan merupakan aktualisasi dari gerakan pencerahan. besar kuantitas tetapi minim kualitas. pembahagia.tugas Rasulullah (QS Al-Maidah: 67) menyampaikan dinul-Islam kepada seluruh umat manusia (QSAli Imran: 104. dan seluruh lingkungan Persyarikatan harus secara masif menggerakkan kembali jiwa. sosial-budaya. Amal Usaha. yang tentu saja bertentangan dengan jiwa dan prinsip dakwah sendiri. serta kalah dalam banyak hal dari umat atau bangsa lainnya maka berarti usaha-usaha dakwah Islam belum bersifat mencerahkan. Gerakan Pencerahan Gerakan pencerahan bagi Muhammadiyah sesungguhnya bukan akan. Majelis. tetapi telah dimulai sejak Kyai Haji Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah seabad yang silam. Karenanya kini para anggota. mengoperasionalkan) Islam sebagai rahmat (penyejahtera. merasa asing di rumahnya sendiri. tertinggal di banyak bidang kehidupan. aktivis. kapan. pemecah persoalan) bagi seluruh manusia (QS Al-Anbiya: 107)”. pikiran. Dalam bidang sosial-politik. Bagi umat Islam sendiri usaha-usaha dakwah itu harus mencerahkan. pemberdayaan masyarakat dhu'afa-mustadl'afin melalui Al-Ma'un. mendirikan gerakan perempuan Islam berkemajuan yakni Aisyiyah. dan di mana pun haruslah membawa pencerahan dari keadaan "al-dhulumat" atau sistem yang gelap-gulita kepada kondisi yang serba "al-nur" atau penuh cahaya yang terang di segala lapangan kehidupan. Kehadiran Muhammadiyah melalui gerakan tajdid atau pembaruannya tidak lain sebagai wujud gerakan pencerahan. bahwa Muhammadiyah pada abad kedua . mengaktualkan. 110.

kekerasan.berkomitmen kuat untuk melakukan gerakan pencerahan. makmur. memberdayakan. dan membangun pranata sosial yang utama. Sementara pembinaan keagamaan semakin dikembangkan pada pengayaan nilai-nilai aqidah. Gerakan pencerahan berkomitmen untuk mengembangkan relasi sosial yang berkeadilan tanpa diskriminasi. dan berdaulat. ibadah. memuliakan martabat manusia laki-laki dan perempuan. Umat Islam dalam berhadapan dengan berbagai permasalahan dan tantangan kehidupan yang kompleks dituntut untuk melakukan perubahan strategi dari perjuangan melawan sesuatu (al-jihad li-al-muaradhah) kepada perjuangan menghadapi sesuatu (aljihad li-al-muwajahah) dalam wujud memberikan jawaban-jawaban alternatif yang terbaik untuk mewujudkan kehidupan yang lebih utama. menghormati harkat martabat kemanusiaan laki-laki maupun perempuan. Gerakan pencerahan (tanwir) merupakan praksis Islam yang berkemajuan untuk membebaskan. mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam gerakan pencerahan. kebodohan. Jihad dalam pandangan Muhammadiyah bukanlah perjuangan dengan kekerasan. dan memajukan kehidupan umat manusia. Dengan gerakan pencerahan Muhammadiyah terus bergerak dalam mengemban misi dakwah dan tajdid untuk menghadirkan Islam sebagai ajaran yang mengembangkan sikap tengahan (wasithiyah). dan bentuk-bentuk kejahatan kemanusiaan. Muhammadiyah dalam melakukan gerakan pencerahan berikhtiar mengembangkan strategi dari revitalisasi (penguatan kembali) ke transformasi (perubahan dinamis) untuk melahirkan amal usaha dan aksi-aksi sosial kemasyarakatan yang memihak kaum dhu’afa dan mustadh’afin serta memperkuat civil society (masyarakat madani) bagi kemajuan dan kesejahteraan bangsa. Dalam pengembangan pemikiran Muhammadiyah berpijak pada koridor tajdid yang bersifat purifikasi dan dinamisaai. ketertinggalan. akhlak. Muhammadiyah memaknai dan mengaktualisasikan jihad sebagai ikhtiar mengerahkan segala kemampuan (badlul-juhdi) untuk mewujudkan kehidupan seluruh umat manusia yang maju. krisis moral. membangun perdamaian. menjunjung tinggi toleransi dan kemajemukan. konflik. serta semakin mendorong gerakan mencerdaskan dan memajukan . serta mengembangkan orientasi praksis untuk pemecahan masalah kehidupan. Adapun dalam kehidupan kebangsaan Muhammadiyah mengagendakan revitalisasi visi dan karakter bangsa. adil. Komitmen Muhammadiyah tersebut menunjukkan karakter gerakan Islam yang dinamis dan progresif dalam menjawab tantangan zaman. menghargai kemajemukan. dan permusuhan. Gerakan pencerahan menampilkan Islam untuk menjawab masalah kekeringan ruhani. Muhammadiyah mengembangkan pendidikan sebagai strategi dan ruang kebudayaan bagi pengembangan potensi dan akal-budi manusia secara utuh. terorisme. bermartabat. Gerakan pencerahan dihadirkan untuk memberikan jawaban atas problem-problem kemanusiaan berupa kemiskinan. kerusakan ekologis. dan mu’amalatdunyawiyah yang membangun keshalehan individu dan sosial yang melahirkan tatanan sosial baru yang lebih relijius dan humanistik. korupsi. tanpa harus kehilangan identitas dan rujukan Islam yang autentik. konflik. dan persoalan-persoalan lainnya yang bercorak struktural dan kultural. dan memajukan kehidupan. menjunjungtinggi akhlak mulia.

Khusus bagi umat Islam tentu saja kemajuan itu didasari. dan sifat-sifat berkemajuan lainnya agar mampu dari berbagai ketertinggalan menuju pada kemajuan hidup yang berkeunggulan. mencari ilmu. kejujuran. Keunggulan moral-spiritual dan sosial tersebut harus benar-benar autentik. dibimbing.kehidupan bangsa yang lebih luas sebagaimana cita-cita kemerdekaan dengan menawarkan rekonstruksi kehidupan kebangsaan yang bermakna menuju Indonesia berkemajuan. Manusia Indonesia harus tumbuh menjadi insan yang berkualitas maju seperti gemar membaca. kreatif. ketegasan. jiwa budak. tidak berdisiplin murni. empati. mandiri. tidak bertanggungjawab atau mudah melepaskan amanat. ketegaran. dan diaktualisasika dengan nilai-nilai dasar ajaran Islam. bebal. Dari pandangan hidup muslim yang mencerahkan dan berkemajuan itulah lahir atau terbentuk kehidupan masyarakat Indonesia yang berkemajuan di segala bidang. dan sifat-sifat lemah karakter lainnya . tetapi teraktualisasikan dalam konsistensi kata dan laku. dan sifat-sifat moral utama lainnya. akan lahir atau terwujud peradaban Indonesia yang utama. Lebih jauh lagi. salah satu agenda gerakan pencerahan yang harus terus menerus diikhtiarkan secara lebih masif dan bersifat transformatif ialah mengembangkan kualitas manusia Indonesia agar menjadi insan yang berkemajuan. Dalam menghadapi berbagai persaingan peradaban yang tinggi dengan bangsa-bangsa lain dan demi masa depan Indonesia yang lebih maju maka diperlukan transformasi kehidupan bangsa di berbagai bidang kehidupan. Kualitas Manusia Bagi Muhammadiyah. diarahkan. ketulusan. kata tak sejalan tindakan. Warga bangsa harus terus dicerahkan kualitas dirinya agar tumbuh menjadi manusia Indonesia yang cerdas dan maju sebagaimana spirit dan cita-cita nasinoal yang dikehendaki para pendiri negara ini. malas. Islam sebagai agama yang mencerahkan (din al-tanwir) dan memajukan peradaban (din al-hadlarah) harus melekat menjadi bagian penting dari pandangan hidup setiap muslim baik individual maupun kolektif. Karenanya diperlukan strategi pencerahan dengan melakukan tranformasi kebudayaan untuk membangun atau mengembangkan kualitas manusia Indoneisa yang berkemajuan. kritis. yang mengandung nialinilai kemajuan dan pencerahan. inovatif. Apalagi sekadar jadi komoditi politik murahan. pikiran. Karakter manusia Indonesia yang berkemajuan tersebut harus disertai dengan nilai-nilai kemajuan (keunggulan) moral-spiritual seperti keterpercayaan. toleransi. keberanian. dan tindakan-tindakan yang maju dalam segala aspek kehidupan sesuai dengan nilai-nilai ajaran agama dan kebudayaan yang hidup di tubuh bangsa Indonesia. kuat dalam memegang prinsip. harmoni. dan lainlain. Dalam konteks kehidupan kolektif bemasyarakat dan berbangsa sifat-sifat maju tersebut juga harus diimbangi atau disertai dengan nilai-nilai sosial yang utama seperti solidaritas. dibingkai. tidak bersifat kulitluar (pesona lahiriah) dan sekadar menjadi jargon seperti selama ini sering ditampilkan. cerdas. disiplin. Bukan menjadi manusia yang hipokrit dan penuh topeng pesona. sikap. menerabas. Yaitu insan atau manusia yang memiliki jiwa. tanggungjawab.

termasuk kesediaaan untuk mengadopsi nilai-nilai budaya luar sejauh hal itu baik dan positif untuk kemajuan. moral. Kebudayaan nasional yang dikembangkan bersifat integratif antara kemampuan merawat nilai-nilai lama yang baik dan mengembangkan nilai-nilai baru yang lebih baik. yang oleh WS Rendra disebut kebudayaan "kasur tua". tetapi sekaligus sebagai proses aktualisasi diri yang mendorong peserta didik untuk memiliki ilmu pengetahuan tinggi dan berkeadaban mulia. Dalam transformasi manusia Indonesia yang berkemajuan tersebut meniscayakan strategi kebudayaan. (3)Mengembangkan potensi manusia berjiwa mandiri. Manusia yang cerdas adalah manusia Indonesia seutuhnya yang memiliki kekuatan akal budi. dan kebudayaan nasional. termasuk nilai-nilai agama. dan kompetetif.sebagaimana pernah ditulis oleh antropolog Koentjaraningrat dan budayawan Mohtar Lubis. dan berwawasan luas. dan berkemajuan. ikhtiar membangun Indonesia Berkemajuan menuntut dikembangkannya pendidikan yang mencerahkan. menulis. Sedangka misinya ialah: (1) Mendidik manusia agar memiliki kesadaran ilahiah. Pendidikan tersebut dalam prosesnya tidak hanya menekankan pada kemampuan membaca. Dalam mengembangkan kebudayaan diarahkan pada pembentukan kebudayaan Indonesia yang modern atau berkemajuan sesuai nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat Indonesia. Manusia Indonesia yang cerdas memiliki fondasi iman dan taqwa yang kokoh. yang mencerahkan. wirausaha. Indonesia Berkemajuan meniscayakan dukungan sumberdaya manusia yang cerdas dan berkarakter utama. . kepribadian yang utama. pendidikan nasional yang selama ini berlaku harus direkonstruksi menjadi sistem pendidikan yang mencerahkan. Menurut Sutan Takdir Alisyahbana dalam polemik kebudayaan tahun 1933. kekuatan intelektual yang berkualitas. (2) Membentuk manusia berkemajuan yang memiliki jiwa pembaruan. dan menjadi pelaku kehidupan kebangsaan yang positif sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. jujur. Dalam buku "Indonesia Berkemajuan" (2014) Muhammadiyah memandang bahwa sebagai bagian dari strategi kebudayaan. Kutipan lemgkap dari pemikiran dalam buku tersebut bahwa. termasuk pendidikan. inovatif. kreatif. berakhlak mulia. dan berkepribadian mulia. Nilai-nilai budaya khas Indonesia yang dikembangkan jangan kembali ke belakang yang sifatnya lapuk. Pancasila. beretos kerja keras. berfikir cerdas. Karenanya. dan ilmu pengetahuan yang unggul untuk memahami realitas persoalan serta mampu membangun kehidupan kebangsaan yang bermakna bagi terwujudnya cita-cita nasional. dengan visi terbentuknya manusia pembelajar yang bertaqwa. bahwa jika bangsa Indonesia ingin maju sejajar dengan bangsa-bangsa Barat harus mampu menunjukkan diri sebagai manusia modern dan membuang alam pikiran dan sikap mental yang "praIndinesia". dan berhitung. Sumberdaya manusia Indonesia yang cerdas dan berkarakter utama hanya dapat dihasilkan oleh sistem pendidikan yang "mencerdaskan kehidupan bangsa" sebagaimana diamanatkan Pembukaan UUD 1945.

Pendidikan nasional selain mampu menghasilkan manusia Indonesia yang cerdas juga dapat membentuk watak perilaku utama. daya-cipta. berpihak kepada hak-hak masyarakat. Pendidikan nasional yang holistik tersebut melibatkan seluruh elemen bangsa sehingga menjadi gerakan dan strategi kebudayaan nasional yang menyeluruh menuju kemajuan hidup bangsa yang bermartabat. Bahwa Indonesia Berkemajuan sangat ditentukan oleh karakter kepemimpinan dalam seluruh struktur kehidupan kebangsaan. Oleh karena itu. dan kemampuan mengapresiasi karya seni-budaya. mendorong terwujudnya keadilan sosial dan ekonomi. reformatif. Negara dan bangsa berkemajuan memerlukan karakter kepemimpinan yang progresif. serta mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas segalanya. kesempatan untuk memperoleh pendidikan bagi setiap warga negara harus menjadi tanggungjawab pemerintah secara mutlak. serta bertanggungjawab terhadap kemanusiaan dan lingkungan. peduli. teknologi. Kepemimpinan profetik memiliki kualitas ruhaniah yang memadukan keseimbangan hubungan dengan Tuhan dan dengan sesama umat manusia serta lingkungannya untuk membangun peradaban hidup yang utama. kejujuran. . dan India berkembang menjadi kekuatan baru di dunia. Kepemimpinan profetik merupakan perpaduan antara kualitas kenegarawanan dengan kemampuan transformatif. yang berpeluang menggantikan kekuatan ekonomi Barat. kepemimpinan profetik adalah kepemimpinan yang memiliki komitmen terhadap kebenaran. kemerdekaan. Nilai-nilai utama tersebut harus melekat menjadi karakter bangsa untuk melawan penyakit mental yang cenderung hedonis. karakter utama itu muncul dalam sifat keteladanan. konsumtif. Di sinilah Muhammadiyah mengedepankan pentingnya kepemimpinan profetik. dan (6) Membentuk kader bangsa yang ikhlas. Dalam konteks kehidupan kebangsaan. Itu semua dimungkinkan karena ketersediaan sumberdaya manusia yang berkualitas unggul. Dalam buku "Indonesia Bekemajuan (2014) dideskripsikan tentang urgensi dan kualitas kepemimpinan profetik. informasi. kebenaran. keberanian. dan menerabas. dan komunikasi. peka. Masyarakat perlu menyadari bahwa jumlah yang besar tanpa didukung dengan kualitas yang tinggi tidak akan mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain. dan tanggungjawab.(4) Membina peserta didik agar menjadi manusia yang memiliki kecakapan hidup dan ketrampilan sosial. Dalam kehidupan masyarakat. Jepang. bermoral. Dalam transformasi kebangsaan itu tidak kalah penting transformasi elite pemimpinnya di seluruh lapisan struktur. Bangsa-bangsa lain di Asia seperti Cina. Jumlah penduduk Indonesia yang besar memiliki arti strategis bagi pengembangan sumberdaya manusia yang unggul dan berfungsinya lembaga pendidikan holistik menuju Indonesia berkemajuan. yang menyebabkan bangsa Indonesia tertinggal dari bangsa-bangsa lain. inspiratif dan berakhlak mulia yang mampu menyerap aspirasi masyarakat dan mengkristalisasikan nilai-nilai etika keagamaan sebagai landasan kebijakan di pelbagai sektor kehidupan kebangsaan. kedisiplinan. karena baik dan buruknya rakyat tergantung para pemimpinnya. keadilan. (5) Membimbing peserta didik agar menjadi manusia yang memiliki jiwa. yakni kepemimpinan yang berkarakter dan berkepribadian kuat.

Kepemimpinan profetik memiliki kriteria sebagai berikut: (a) relijius. (b) visi dan karakter kuat sebagai negarawan. serta menjadi modal sosial dan ruhaniah yang berharga untuk kemajuan bangsa. serta penyelamatan aset dan kekayaan negara. Kepemimpinan seperti ini akan bisa memobilisasi warga masyarakat untuk berjuang. dan bertanggungjawab. (d) mewujudkan good governance. (c) berani mengambil berbagai keputusan strategis dan memecahkan masalah-masalah krusial bangsa. partai politik. (e) menjaga kewibawaan dan kedaulatan nasional dari berbagai ancaman di dalam dan luar negeri. integritas. mampu melakukan mobilisasi potensi. dan akseptabilitas yang kuat sebagai manifestasi kenegarawanan. memiliki kapabilitas. Khusus untuk membingkai kualitas kepemimpinan Indonesia lima tahun ke depan. pengambilan keputusan. dan cerdas dalam mengelola aset negara (fathanah). (g) memiliki strategi perubahan yang membawa pada kemajuan bangsa. Keteladanan elite menjadi kunci penting bagi tumbuhnya kepercayaan. serta mampu memecahkan persoalan-persoalan bangsa. dan bernegara. para pemimpin harus menunjukkan keteladanan yang baik dalam kehidupan bermasyarakat. bisa menumbuhkan potensi masyarakat untuk bersama-sama membangun negara yang adil makmur dan bermakna bagi setiap warga negaranya. tegas dalam melakukan pemberantasan korupsi. Yakni. Para pemimpin di berbagai sektor dan tingkatan harus memiliki dan menjunjung tinggi kebenaran (sidiq). dan kroni. Kepimpinan profetik dalam sebuah sistem pemerintahan dibangun di atas tonggak wawasan yang visioner. Kepemimpinan yang adil akan menghilangkan fanatisme sempit kelompok dan golongan. Tiadanya keteladanan pimpinan dan hilangnya sosok pemimpin yang amanah sangat berpengaruh bagi penegakan nilai-nilai seperti yang disebutkan di atas. dan memproyeksikan masa depan. sebagai pusat identifikasi diri bagi rakyat. penegakan hukum. (f) melepaskan jabatan partai politik dan fungsifungsi lain yang dapat menimbulkan konflikkepentingan serta mengganggu jalannya pemerintahan dalam memimpin bangsa dan negara. yang mengutamakan kepentingan bangsa dan negara ketimbang diri sendiri. berbangsa. kata sejalan dengan tindakan. kepemimpinan profetik itu dalam Tanwir 2014 di Samarinda kemudian dioperasionalkan ke dalam tujuh kriteria pemimpin nasional khususnya calon presiden dan wakil presiden yaitu: . Kepemimpinan yang dimaksud mampu memadukan kekuatan visi. mengagendakan perubahan.mengutamakan kepentingan bangsa dan negara. berkorban dan bahkan rela mati demi pembangunan dan kemajuan. kejujuran (amanah). menyampaikan kebenaran dan kejujuran (tabligh). Demikian juga. kepemimpinan yang memberikan keteladanan dan bersikap adil terhadap semua golongan.

berintegritas tinggi. (6) memiliki strategi perubahan yang membawa pada kemajuan bangsa. Haedar Nashir. (5) menjaga kewibawaan dan kedaulatan nasional dari berbagai ancaman dari dalam dan luar negeri. antiketerbelakangan dan anti terhadap segala bentuk pengrusakan di atas muka bumi seperti korupsi. Islam yang secara positif melahirkan keutamaan yang memayungi kemajemukan suku. serta sejalan antara kata dan perilaku.. “maju” dan “berkemajuan” telah diperkenalkan oleh founding fathers Muhammadiyah. serta dapat menjadi contoh….” Karakter Islam yang berkemajuan ini dipertegas dalam Pernyataan Pikiran Muhammadiyah Abad Kedua pada Muktamar Muhammadiyah ke 46 tahun 2010 yang menyatakan “ Islam berkemajuan menyemaikan benih-benih kebenaran. kemakmuran dan keutamaan hidup secara dinamis bagi seluruh umat manusia. . mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas diri sendiri. antipenindasan. serta sesuai dengan kemauan zaman kemajuan”. bangsa. ras. yang mampu membangun solidaritas kebangsaan. kejahatan kemanusiaan. taat beribadah. keadilan. menyelamatkan aset dan kekayaan negara. hal ini berkali-kali di pertegas oleh salah satu unsur ketua dalam Pimpinan Pusat Muhammadiyah yaitu Dr. (4) mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. kedamaian.Si. penyalahgunaan kekuasaan. Dalam Muktamar ke 37 tahun 1968 karakter Masyarakat Islam yang sebenar-benarnya salah atu cirinya adalah “Masyarakat Islam adalah masyarakat yang maju dan dinamis. Islam Berkemajuan Sebagai Ideologi Terbuka Pandangan mengenai Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang berkemajuan sudah muncul sejak awal-awal dari pendirian Muhammadiyah. M. Yang menjadi menarik kemudian adalah penegasan bahwa Pandangan Islam yang berkemajuan merupakan ideology Muhammadiyah. “Memajoekan hal Igama kepada anggauta-anggautanja” bunyi pernyataan dalam statue pertamakali tahun 1912. golongan dan kebudayaan umat manusia di muka bumi”. Islam yang menjunjung tinggi kemuliaan manusia baik laki-laki maupun perempuan tanpa diskriminasi. partai politik. tegas dalam memberantas korupsi. Idiom “kemajuan”. menegakkan hukum. (2) memiliki visi dan karakter kuat sebagai negarawan.(1) berjiwa relijius. serta berbagai kemungkaran yang menghancurkan kehidupan. dan kroni. (3) berani mengambil keputusan strategis dalam memecahkan masalah-masalah krusial bangsa dengan tetap menghormati dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan beradab. dan dalam edisi awal Suwara Muhammadijah yang di tulis dalam bahasa Jawa diungkapkan “Karena menurut tuntunan agama kita Islam. Islam yang menggelorakan misi anti perang. antikekerasan. kebaikan. (7) berkomitmen pada aspirasi politik umat Islam serta mewujudkan Indonesia berkemajuan. antiterorisme. eksploitasi alam. kemaslahatan.H. “ memajukan “.

semisal ritual sekolah yang tidak partisipatif. ideology adalah alat untuk menjaga kepentingan-kepentingan kuasa dari kelas penguasa atau borjuis dan untuk membuat agar kelas proletar atau yang ditindas menjadi betah untuk didominasi dan dihegemoni. Ideologi merupakan penopengan terhadap realitas. tetapi ideology juga sesuatu yang berkaitan dengan tindakan dan proses-proses material serta birokrasi.manusia. sejarah dan dunia serta bagaimana posisi dirinya dalam sejarah tersebut. Dan ritual-ritual tersebut berfungsi untuk menjinakkan dan menundukkan manusia di hadapan kepentingan kelas sosial tertentu. dan membujuk hasrat pemirsa.Pada tulisan kali ini penulis berusaha membahas mengenai karakter ideology dari ideology Muhammadiyah : Islam berkemajuan. Cuman yang membedakan jika ideology dalam konsep yang kedua bersangkut paut dengan pandangan filosofis atau keagamaan tertentu yang sifatnya cenderung “dalam”. nilai. Jadi dalam konsep yang kedua. dihadapan TV. Ini terkait dengan konsep kedua dari ideologi sebelumnya. Dalam buku tersebut John Storey mengulas lima konsep Ideologi yaitu : Pertama. untuk menghadirkan citra-citra atau repsentasi-representasi mengenai realitas yang telah diistorsi. Rolan Barthes. Menurut Althusser ideology merasuk hingga ke ritual-ritual keseharian kita. Ketiga. Kelima. yang melahirkan “kesadaran palsu”. Inilah yang disebut oleh Marx dalam German Ideology sebagai “kesadaran palsu”. Ideologi merupakan pelembagaan seperangkat gagasan. diselewengkan untuk mempertahankan status quo. hiruk pikuk dan pesona Pop Culture. pandangan hidup secara sistematis yang kemudian diartikulasikan oleh kelompok tertentu. papan iklan ataupun etalase-etalase barang dagangan di mall-mall besar. Keempat. Konsep ideologi yang erat kaitannya dengan hingar bingar. Dengan cara apa ? dengan cara reifikasi menurut George Luckas. bahkan artifisial. Sebab pengertian atau definisi dari kata ideology tidaklah homogen. Konsep ideologi yang dikemukakan oleh semiolog Perancis. maka dalam konsep yang ketiga ini berkaitan dengan sesuatu yang sifatnya “dangkal”. Gagasan ini dikemukakan oleh salah seorang pemikir Perancis yang bernama Louis Althusser dalam bukunya yang berjudul Ideology and Ideological apparatus. Ideologi (mitos dalam istilah Barthes) adalah sesuatu yang mengarahkan kita untuk . majalah. Konsep ideologi yang bukan hanya berkaitan dengan kesadaran manusia. Kedua. Ideologi juga bisa diartikan sebagai cara nalar dalam menfsirkan dirinya. ritual birokrasi kita yang seperti mesin. tetapi merentang dari definisi yang sifatnya peyoratif hingga yang sifatnya netral. at given dan tidak bisa diganggu gugat lagi. Disini ideologi digambarkan sebagai alat untuk menyeleksi teks-teks serta praktik-praktik budaya tertentu. Ideologi disini diartikan sebagai sesutau yang bisa menarik. reifikasi adalah proses membuat tatanan sosial tertentu memperoleh citra yang ternaturalkan. Jadi ideologi merupakan ide-ide dasar atau basis visi dan misi serta motivasi sadar yang menggerakkan seseorang dalam kelompok tertentu. John Storey mengikhtisarkan heterogenitas konsep ideologi secara padat dalam bukunya yang berjudul “An Introduction Guide to Cultural Theory and Popular Culture”.

Muhammadiyah jangan sampai takut menganalisa. mengungkap beberapa ketimpangan-ketimpangan sosial yang mengitari rakyat kecil hanya demi menyenangkan penguasa. mana yang cocok dengan karakter Ideologi Muhammadiyah ?. Tetapi keterhubungan konsep ideology yang pertama menurut John Storey di atas dengan Ideologi Muhammadiyah. pemihakan yang nyata terhadap kaum mustdafhin. Muhammadiyah harus mampu mendisseminasikan kesadaran kritis ke khalayak luas. Karena salah satu karakter dari ideology yang merupakan pelembagaan gagasan-gagasan tertentu adalah totalitas dan statis. sebagaiman yang bathil adalah oposisi bagi yang haq. egaliter dan lebih baik. Ideologi terbuka adalah ideology yang mengutamakan kedinamisan dan kemajemukan dalam perjuangannya menciptakan tata kehidupan yang lebih adil. agar mereka sadar akan hak-haknya dan mengetahui bagaimana cara yang ihsan untuk memperoleh hak-haknya. perangkat nalar yang digunakan Muhammadiyah dalam memandang dirinya. perangkat . Menurut hemat penulis konsep pertama bisa digunakan dalam mempersepsi Ideologi Muhammadiyah yaitu Islam Berkemajuan. Gagagasan yang terlembagakan tersebut yang kita namakan Islam Berkemajuan. serta bagaimana Muhammadiyah memposisikan dirinya di tengah proses-proses yang tiada henti. terobosan-terobosan yang luar biasa.given. Jadi Kita bisa mempersepsi bahwa yang dimaksud dengan Ideologi Muhammadiyah adalah seperngkat gagasan yang telah terlembagakan. yang hanya memperbesar citra. haruslah disertai dengan catatan. Muhammadiyah jangan sampai menjadi produsen “kesadaran palsu” bagi umat. Dengan jumlah anggota yang besar. Selain menjadi ideologi yang terbuka Ideologi Muhammadiyah jangan samapai terjatuh menjadi ideologyiseperti yang di ulas John Storey dalam konsepsi ideologinya yang kedua hingga kelima. Menyingkirkan konotasi-konotasi sebelumnya dan menawarkan konotasi-konotasi baru secara hegemonik. dan jika totalitas dan ke-statis-an menjangkiti Ideologi Muhammadiyah. Bukan sekedar organisasi yang pandai mengklaim diri sebagai organisasi yang progresif tanpa bukti nyata tentang progresifitas dalam hal pikiran dan tindakan. Totalitas adalah oposisi bagi kemajemukan dan hidup statis adalah oposisi bagi kedinamisan. sebab Islam Berkamajuan adalah Islam yang mendorong “…hidup secara dinamis bagi seluruh umat manusia…” dan “…memayungi kemajemukan…”. motivasi dasar. kesadaran yang menganggap “Allah tidak akan mengubah nasib sebuah kaum jika bukan kaum itu sendiri yang mengubahnya”. Muhammadiyah seharusnya menjadi garda terdepan dalam melakukan penyadaran bagi kaum yang lemah. Inilah yang disebut oleh Ali Syariati sebagai “Ideologi Terbuka” sebagai oposisi bagi “ideology tertutup”. Larut dalam permainan identitas di baliho-baliho atau sepanduksepanduk. Birokrasi adalah sesuatu yang tidak bisa kita pisahkan dari Muhammadiyah. umat manusia. maka akan mengalami kontradiksi diri. kesadaran yang menganggap bahwa realitas atau kondisi sosial sekarang ini bukanlah sesuatu yang at. Yang dibutuhkan Muhammadiyah bukan sekedar citra yang besar tetapi tindakantindakan besar. Lalu di antara kelima konsep ideology yang di ulas oleh John Storey di atas.membatasi konotasi atau makna secara hegemonik. disertai dengan amal usahanya yang begitu banyak. sejarah dan dunia. Muhammadiyah juga jangan terjatuh menjadi organisasi massa.

peperangan dan tindak kekerasan? Seberapa banyak perhatian yang diberikan untuk memayungi kemajemukan? Dan seberapa berani dan lantang suaranya dalam menentang pengrusakan lingkungan. pandangan tersebut sekaligus menjadi bingkai pemikiran bagi Muhammadiyah dalam memasuki abad kedua dalam perjalanannya ke depan. korupsi dan penyalah gunaan kekuasaan.koordinasi yang efektif dan rasional dibutuhkan dan itulah birokrasi organisasi. Yang paling penting adalah watak hegemonik harus jauh dari Muhammadiyah. Muahmmadiyah harus bertanya pada dirinya ditengah-tengah hiruk-pikuk ritual-ritual birokrasi organisasi Muhammdiyah. Cara berpikir seperti itu cenderung dangkal dan verbal. Pandangan Islam yang berkemajuan sebagaimana dideklarasikan Muhammadiyah merupakan ikhtiar untuk menggali kembali api pemikiran Islam yang digagas dan diaktualisasikan oleh pendiri Muhammadiyah. sehingga tanpa disadari kita meminggirkan alasan-alasan atau tujuan ideologis yang membuat Muhammadiyah “ada”. kosmopolitanisme Islam. dan pandangan Islam yang berkemajuan tersebut merupakan bagian dari substansi Pernyataan Pikiran Muhammadiyah Abad Kedua. Konsep. di satu sisi dia mampu mengkoordinir segala rupa sumber daya dalam organisasi tetapi disetu sisi dia bisa menjadi semacam “lubang hitam” yang menghisap dan menguras segala perhatian. Birokrasi organisasi tidak akan lepas dari ritual-ritual birokrasi organisasi. Kyai Haji Ahmad Dahlan seratus tahun yang silam. Muhammadiyah jangan sampai menjadi momok yang selalu mau serakah akan pemaknaan. Jika Muhammadiyah menekankan pada pandangan Islam yang berkemajuan . seberapa besar dirinya telah berkontribusi bagi penghilangan diskriminasi perempuan ?. Saya yakin Muhammadiyah adalah organisasi yang besar yang memiliki peluang besar untuk melakukan tindakan-tindakan besar bagi Islam. Aktualisasi Islam Yang Berkemajuan Muhammadiyah dalam Muktamar Satu Abad tahun 2010 di Yogyakarta mendeklarasikan pandangan Islam yang berkemajuan. karena itu penting untuk ditonjolkan watak dasar Islam yang maju itu. waktu dan energi kita. Selain itu. Di dalamnya terkandung pula pandangan tentang kebangsaan. Tapi sebelumnya budaya dialog harus tumbuh subur kalangan internal Muhammadiyah dan harus menjadi tauladan yang selalu mengutamakan dialog saat berinterkasi dengan yang lain. seberapa besar energy yang dikeluarkan untuk melawan terorisme. oposisi biner). seolah di balik itu ada Islam yang tidak berkemajuan. Indonesia dan Umat Manusia. Islam itu pada hakikatnya agama yang berkemajuan. sehingga spirit pembaruan tetap berkesinambungan dalam gerakan Muhammadiyah dan seluruh komponen organisasinya. Tetapi birokrasi organisasi bukanlah tujuan tetapi hanya sekedar instrument bagi Muhammdiyah dalam mengekspresikan ideologinya. istilah. Muhammadiyah harus menjadi ormas yang paling gencar mendifusikan budaya dialog. Pandangan tentang Islam yang berkemajuan jangan diartikan dengan cara berpikir “mafhum mukhalafah” (makna sebaliknya. tetapi birokrasi itu seperti pisau bermata dua. dan gerakan pencerahan.

Langkah tersebut diambil sebagai jalan strategis yang memiliki fondasi dan orientasi yang kokoh dalam perjalanan gerakan Muhammadiyah. dipahami. Ad-Din alIslami: huwa maa syara’ahu Allah ‘ala lisani anbiyaaihi min alawamir wa al-nawahi wa al-isryadati li-al-shalah al-ibadi dunya-hum wa ukhra-hum (Agama Islam ialah apa-apa yang telah disyari’atkan Allah melalui perantaraan Nabinabi-Nya berupa perintah-perintah. yang diturunkan ke muka bumi untuk membawa kemajuan kepada seluruh umatnya di alam semesta. dan tidak kalah pentingnya diaktualisasikan dalam seluruh gerakan Muhammadiyah. Setelah itu bagaimana mewujudkan atau mengaktualisasikan pandangan Islam yang berkemajuan dalam seluruh gerakannya termasuk dalam melaksanakan usaha-usaha melalui amal usaha. Karenanya pandangan Islam yang berkemajuan penting untuk diyakini. Islam Agama Berkemajuan Islam adalah agama wahyu yang sempurna dan paripurna. Perumusan pandangan Islam yang berkemajuan bukanlah langkah yang tiba-tiba dan bersifat slogan besar. karena sebagai agama yang diturunkan Tuhan (al-fitrah almunajalah). Perumusan tersebut juga bukanlah langkah utopis atau mengawang-awang dan seakan tidak membumi. Dengan demikian pandangan Islam yang berkemajuan dalam Muhammadiyah bersifat aktual sehingga selalu dapat diaktualisasikan atau diwujudkan atau dilaksanakan dalam berbagai aspek gerakan. larangan-larangan. Menurut Tarjih Muhammadiyah. Muhammadiyah dengan pandangan Islam yang berkemajuan itu bahkan memperdalam dan memperluas tentang Islam sebagai ajaran yang menyeluruh atau komprehensif.maka jangan ditarik ke konsep dan pemikiran yang sempit dan formalistik. kompatibel dengan hakikat dan potensi dasar manusia yang dianugerahi Allah fitrah beragama (fitrah al-maqbulah). Para anggota lebih-lebih kader dan pimpinan Muhammadiyah di seluruh lingkungan dan komponennya dituntut untuk memahami secara luas dan mendalam mengenai pandangan Islam yang berkemajuan. Islam memiliki landasan yang kokoh. sehingga agama ini disebut sebagai agama fitrah atau agama hanif sebagaimana firman Allah: . dan kegiatan untuk mencapai tujuan terbentuknya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya dan menjadikan Islam sebagai rahmatan lil-‘alamin. karena pada kenyataannya Muhammadiyah sejak awal kelahirannya hingga mampu bertahan sampai satu abad lebih tidak lepas dari pandangan Islam yang berkemajuan. dan petunjuk-petunjuk-Nya untuk kebaikan hambahamba-Nya di dunia dan akhirat). program.

Hadis Nabi: “Antum a’lamu bi umuri dunyakum”. yakni menjadi rahmat bagi kehidupan alam semesta. tumbuhan.. Al-muradu bi-amri al-dunya. Tetapi ada aspek-aspek kehidupan yang secara rinci diatur. tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui” (QS Ar-Rum: 30). Tidak ada peubahan pada fitrah Allah. bangsa. (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Islam sebagai agama fitrah memiliki misi yang utama. al-ashlu fil asyaa (almu’amalat) al-ibahah. Termasuk dalam hal bagaimana mengurus masyarakat. . (Itulah) agama yang lurus. lingkungan. bahwa asal muasal hukum mu’amalah boleh sampai ada dalil yang mengharamkan.. hubungan dengan sesama manusia (hablimannas). dan negara. ada yang sifatnya mujmal atau umum.antum a’alum bi umuri dunyakum.. Dalam hal ini terutama masalah-masalah mu’amalah-dunyawiyyah..huwa al-umuru’llati lam yub’ats li-ajliha al-anbiyaau” (yakni perkara-perkara / urusan-urusan / pekerjaan-pekerjaan yang diserahkan sepenuhnya kepada kebijakan-kebijakan manusia). melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam (QS Al-Anbiya: 107). dan hubungan dengan semesta alam (hablumin al-’alam). tetapi memberi manfaat bagi kehidupan di alam raya seperti hewan. Islam tidak hanya untuk manusia. Sebagai agama rahmat. dan bahkan ada yang diberikan keleluasaan manusia untuk mengaturnya.Artinya: “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah. Islam sebagai agama mengatur seluruh aspek kehidupan. dan lain-lain dalam relasi saling terkait antara hubungan dengan Tuhan (habluminallah). Firman Allah dalam Al-Quran menyatakan: Artinya: ”Dan tiadalah Kami mengutus kamu. hatta yaquma ad-dalil ‘ala at-tahrim.

saling tolong menolong (QS Al-Maidah: 2). Islam mengajarkan agar manusia mengurus dunia dan menjadikannya sebagai “majra’at al-akhirat” atau ladang akhirat. Islam sebagai agama rahmatan lil’alamin berkomitmen untuk membangun tatanan kehidupan yang adil (QS Al-Araf: 29). sehingga secara keseluruhan terwujud “baldatun thayyibatun wa Rabbun ghafur” sebagaimana firman Allah SWT: Artinya: “Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. dan Al-Qashas: 77). kebaikan (QS AlQashas: 77). dan terciptanya umat terbaik atau khaira ummah (QS Ali Imran: 110). 104. terjaminnya keselamatan umum (QS At-Taubah: 128). persaudaraan (QS Al-Hujarat: 10). bahkan umat diperintahkan untuk melakukan perubahan nasib dengan ikhtiar sebab “Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubahnya” (QS ArRa’d: 11). makmur (Qs Hud: 61). terbangunnya hubungan baik pemimpin dan warga (An-Nisa: 57-58). tidak ada kerusakan atau fasad fi al-ardl (QS Al-Baqarah: 11). (kepada mereka dikatakan) “Makanlah olehmu dari rezki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. sebaliknya mengurus untuk meraih kebahagiaan abadi di akhirat dengan perbuatan baik sebagaimana firman Allah dalam Al-Quran: . Muslim tidak boleh melupakan dunia.Islam hanya mengatur prinsip-prinsipnya atau isyaratisyarat dalam bentuk al-isryadat. tidak adanya kezaliman (Al-Furqan: 19). Hidup berdampingan dengan baik dan damai (AlImran: 101. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun” (QS Saba: 15). Islam memerintahkan umatnya untuk merencanakan masa depan sebagai bagian tidak terpisahkan dari bertaqwa (QS Al-Hasyr: 18). sejahtera (QS An-Nisa: 19).

Kemajuan di bidang ilmu pengetahuan mencapai puncaknya ketika Barat saat itu tertidur lelap. sehingga setiap muslim harus merasa terpanggil untuk melakukannya dengan ikhlas dan niat beribadah tanpa paksaan. Karena itu menjadi suatu kewajiban umatnya agar Islam didakwahkan sehingga menjadi sistem kehidupan yang utama bagi peradaban umat manusia. menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. . Kewajiban berdakwah itu merupakan tanggungjawab pribadi sekaligus kolektif. dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan (QS Al-Qashash: 77). kepadamu.Artinya: Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat. Nabi membangun fondasi peradaban Islam selama 23 tahun dengan penuh dinamika dilanjutkan oleh empat khalifah utama. merekalah orangorang yang beruntung (QS Ali Imran: 104). Setelah itu peradaban Islam meluas dan Islam menjadi agama peradaban dunia selama sekitar lima abad lamanya. dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik. Kewajiban dakwah Islam itu diperintahkan Allah dalam Al-Quran sebagaimana firman-Nya: Artinya: Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan.

Dengan karakter tersebut Muhammadiyah menegaskan dirinya sebagai Gerakan Islam yang melaksanakan misi dakwah dan tajdid. Muhammadiyah sejak kelahirannya memiliki watak yang berkemajuan. Ideologi Kemajuan Muhammadiyah adalah Gerakan Islam. Islam dan umat Islam tidak boleh jumud atau statis. Itulah spirit dan pandangan Islam yang berkemajuan sebagai tonggak peradaban.. ujar Kyai. Istilah “kemajuan”. Sedangkan maksud dan tujuan Muhammadiyah ialah menegakkan dan menjunjung tinggi Agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. dan membentuk pranata-pranata amaliah sosial Islam yang bersifat modern. pemimpin kemajuan Islam. seringkali mengungkapkan pentingnya berkemajuan. Memajoekan hal Igama kepada anggauta-anggautanja”. tercantum kata “memajukan” dalam frasa tujuan Muhammadiyah. Karenanya menjadi muslim dan umat Islam semestinya mempunyai spirit. Da’wah Amar Ma’ruf Nahi Munkar dan Tajdid.”. Dalam tulisan itu. yaitu “. Maknanya bahwa pada setiap babakan sejarah yang penting dan krusial selalui dibutuhkan pembaruan. dan di frasa itu menunjuk apa yang disebut “. pemikiran. “maju”. pendidikan akal. bersumber pada Al-Qur`an dan As-Sunnah. orang yang . Dengan Islam yang berkemajuan maka umat Islam akan melahirkan peradaban yang menyinari dan menjadi rahmat bagi semesta alam. sehingga Islam mampu menjawab tantangan zaman. yang berjudul “Tali Pengikat Hidup Manusia” (terjemahan Syukriyanto AE & A..b. semuanya menunjukkan pada watak Islam yang berkemajuan. Karenanya. bahwa pada setiap kehadiran abad baru datang mujadid yang akan memperbarui paham agama. sebaliknya harus dinamis dan progresif. Kyai Dahlan. dan kemanusiaan universal.. dan “berkemajuan” telah melekat dalam pergerakan Muhammadiyah sejak awal berdiri hingga dalam perjalanan berikutnya. jadilah kyai yang maju. Sebagai gerakan Islam. Dalam tulisan utuh Kyai Dahlan dalam bahasa Jawa tahun 1921 dan menurut informasi sebagai satu-satunya tulisan lengkap yang diwariskan pendiri Muhammadiyah ini. selain mengupas tentang persatuan pemimpin dan manusia sebagai makhluk Allah. dan tindakan yang berwawasan kemajuan.. Kyai mengulas tentang pentingnya para pemimpin umat bersatu hati.Terbentuknya peradaban Islam yang utama itu tidak lepas dari spirit ijtihad dan tajdid yang menyatu dalam kehidupan umat Islam. Nabi sendiri melalui sebuah hadis memberikan perspektif. sikap. “memajukan”. yang menarik hampir lebih separuh dari tulisan itu menguraikan tentang akal. Muhammadiyah berasas Islam. kebutuhan manusia. Dari sejumlah ayat Al-Quran dan Sunnah Nabi yang dipaparkan tersebut tampak jelas hakikat Islam sebagai agama yang menanamkan nilai-nilai kemajuan bagi umat manusia. Munir Mulkhan) istilah “kemajuan” juga sempat diulas. Menjadi kyai. Dalam Statuten pertama kali tahun 1912. Muhammadiyah sejak awal berkomitmen dan berkiprah untuk memajukan kehidupan umat... etos. bangsa. Pikiran-pikiran dasar dan langkah-langkah awal Kyai Dahlan sejak meluruskan arah kiblat sampai mendirikan lembaga pendidikan Islam. mengajarkan dan mempraktikkan Al-Ma’un. kesempurnaan akal.

bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu)”. (3) Sudah mempunyai kebiasaan sendiri dari nenek moyangnya. Pada pelajaran kelima. bagaimana sebenarnya hakikat dan tujuan manusia hidup di dunia. khawatir akan terpisah dengan teman-temannya. Dengan akal-fikirannya sendiri dapat mengetahui dan menetapkan.menimbangnimbang. dan sengsara selamanya”.: 15). kebesaran. (2) Agama itu pada mulanya bercahaya. (4) Khawatir tercerai dengan sanak-saudara dan teman-temannya. Pendapat tersebut dikaitkan dengan ayat ke-44 Surat Al-Furqan. (2) Tidak setuju kepada orang yang ketempatan (membawa) kebenaran. Dilanjutkan. hal itu karena lima sebab yaitu: (1) Bodoh. Kyai Dahlan menyatakan. yang artinya: “Apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. ini yang banyak sekali. memperoleh barang benar yang sesungguhnya. inilah perbuatan yang benar. apalagi menolak pengetahuan orang lain. hidup asal hidup.mempunyai akal. untuk memikir. membanding-banding kesana-kemari. akan terpisah dari apa-apa yang sudah menjadi kesenangannya. (Syukriyanto & Mulkhan. mencari kebenaran yang sejati. (4) Orang itu harus dan wajib mencari tambahan pengetahuan. dan perbedaan antara pintar dengan bodoh” (Syukriyanto & Mulkhan. jangan sampai membuat keputusan sendiri. Kyai Dahlan melanjutkan. “Manusia perlu digolongkan menjadi satu dalam kebenaran. berkilaukilauan. Apakah perlunya? Hidup di dunia harus mengerjakan apa? Dan mencari apa? Dan apa yang dituju? Manusia harus menggunakan fikirannya untuk mengoreksi soal i’tikad dan keyakinannya. kalau menetapi barang yang benar. memikirmikir. Dalam pejaran keempat sebagaimana dinukil Kyai Hadjid. (3) Orang itu harus menurut aturan dari syarat yang sah dan yang sudah sesuai dengan pikiran yang suci. Karena kalau hidup di dunia hanya sekali ini sampai sesat. Kyai Dahlan menulis.”. 1985 : 4). . jangan sekali-kali merasa cukup dengan pengetahuannya sendiri. tidak menepati kebenaran. kebiasaan manusia tidak berani memegang teguh pendirian dan perbuatan yang benar karena khawatir. dan (5) Orang itu perlu dan wajib menjalankan pengetahuannya yang utama. tujuan hidup dan tingkahlakunya. 1985: 1-9).t. Mereka itu tidak lain. pangkat. harus bersama-sama menggunakan akal fikirannya. Karenanya Kyai mengingatkan agar menjadi pemikrian seputar lima hal yaitu. dan (5) Khawatir kalau berkurang atau kehilangan kemuliaan. (1) Orang itu perlu dan harus beragama. bahwa “Sekarang. Pendek kata banyak kekhawatiran itu yang akhirnya tidak berani mengerjakan barang yang benar. akibatnya akan celaka. padahal yang suram bukan agamanya. barulah mereka itu mendapat keputusan. akan tetapi makin lama makin suram. bahwa “Setelah manusia mendengarkan pelajaranpelajaran fatwa yang bermacam-macam. akan tetapi manusianya yang memakai agama. dan seagainya. kesenangannya. jangan sampai hanya tinggal pengetahuan saja. kenapa orang mengabaikan atau menolak kebenaran. hanyalah seperti binatang ternak. t.” (Hadjid. kemudian hidupnya seperti makhluk yang tak berakal.

sebaliknya pula kemunduran dan kerusakannya itulah yang menjadikan renungan dan rundingan di dalamnya. Ratarata ummat Islam di Indonesia berada dalam kebodohan. Sehingga tidak luput pula Muhammadiyah memanjangkan pandangan dan pendengarannya tentang propaganda Islam di seluruh dunia Islam” (Syukriyanto & Mulkhan.Dalam tiap-tiap perjalanan atau pekerjaan yang telah dikerjakan. 1985: 162). Kyai Mas Mansur dalam Khutbatul Arsy pada Kongres Muhammadiyah Seperempat Abad di Betawi tahun 1937. Dengan demikian ajaran Islam yang suci dan benar itu dapat memberi napas bagi kemajuan umat Islam dan bangsa Indonesia pada umumnya. yaitu Islam. serta berbagai masalah yang dihadapi Muhammadiyah dan umat Islam. yang mengupas berbagai pandangan Islam. Kemajuan Agama Islam dan ketinggian derajat pemeluknya.”. dan asasnya adalah ajaran Nabi Muhammad saw. “Pandangan tentang Agama Islam dan Pergerakan Muhammadiyah”. 1928. Agamanya diserang oleh orang lain tidak diinsyafinya. Muhammadiyah senantiasa pula menghitung-hitung akan laba dan ruginya. yakni umat yang tidak cerdas. artinya agama yang berkemajuan dalam pemikiran umatnya.. ketika menjelaskan penisbahan Muhammadiyah dengan nama Nabi Muhammad memberikan uraian sebagai berikut: ”Dengan nama itu dia bermaksud untuk menjelaskan bahwa pendukung organisasi itu ialah umat Muhammad. tergambar betapa luas pandangan para tokoh Muhammadiyah dalam memahami ajaran Islam dan menghadapi kompleksitas kehidupan. agar supaya dapat menjalani kehidupan dunia sepanjang kemauan agama Islam. berturut-turut diangkat tema dan ulasan tentang “Pandangan tentang Kemajuan Islam dan Pergerakan Muhammadiyah”. mereka sebaliknya malah mundur. kemajuan umat Islam di tanah air dan belahan dunia. ditulis dalam bahasa Jawa. Pak Djarnawi Hadikusuma dalam buku Matahari-Matahari Muhammadiyah. yang berpijak pada fondasi Al-Quran dan As-Sunnah yang maqbulah dengan mengembangankan pemikiran yang berkemajuan. terutama tentang usahanya memajukan dan mempropagandakan Islam di Indonesia ini. pimpinan yang hanya pandai gembar-gembor.. umat yang tidak cerdas. Ketika menjelaskan ciri kedua. Ketua PB Muhammadiyah tersebut menulis sebagai berikut: “Ummat kita tiada mempunyai kecerdasan. tentang pentingnya Islam sebagai “agami nalar”. dan syi’ar agama yang kurang. mereka tidak tahu hakikat agama.” Dalam pidato iftitah HB Muhammadiyah tahun 1927. adalah menjadi pengharapan Muhammadiyah yang sangat terutama. serta “Pandangan tentang Kemajuan Agama Islam dan Pergerakan Muhammadiyah Hindia Timur”. tetapi lantaran kekebalannya. Dari berbagai khutbah iftitah atau “Khutabtul Arsy” dari tahun 1921 hingga tahun 1971.Dalam Majalah Suara Muhammadiyah tahun 1922. Aktualisasi Islam yang Berkemajuan Kyai Mas Mansur ketika menulis tentang “Sebabsebab Kemnunduran Ummat Islam” dalam Adil Nomor 52/IX tahun 1941 seperti dikutip Air Hamzah W. Dan tujuannya ialah memahami dan melaksanakan agama Islam sebagai yang memang ajaran yang serta dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw. dan 1929. menyatakan antara lain: “. menunjuk empat faktor. Dalam ciri kedua Dua Belas Langkah Muhammadiyah tahun . Agamanya mengajak mereka pada kemajuan. Keempat sebab itu ialah iman umat yang tipis.

salah satu cirinya ialah “Masyarakat berkemajuan”. Secara umum kondisi umat Islam ketika Muhammadiyah lahir dicirikan oleh hal-hal berikut: (a) Umat Islam tidak memegang teguh tuntunan Al-Quran dan Sunnah Nabi. sehingga menyebabkan merajalelanya syirik. formalisme. dan mengerjakan apa saja apa yang dipusakainya dari nenek moyangnya meskipun itu sudah terang bukan dari ajaran Islam (tradisionalisme). (b) Ketiadaan persatuan dan kesatuan di antara umat Islam. (e) Karena keinsyafan akan bahaya yang mengancam kehidupan dan pengaruh agama Islam. Dari ciri masyarakat Islam yang berkemajuan itu jelas sekali bagaimana tujuan Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah dan tajdid untuk membentuk masyarakat yang dicita-citakan. (d) Umat Islam kebanyakan hidup dalam alam fanatisme yang sempit. (g) Ingin membentuk suatu masyarakat. Di antara sembilan ciri masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. bertaklid buta serta berpikir secara dogmatis. di mana di dalamnya benar-benar berlaku segala ajaran dan hukum-hukum Islam (Salam. berada dalam konservatisme. Istilah “berkemajuan” juga diperkenalkan dalam memberikan ciri tentang masyarakat Islam yang sebenarbenarnya. bahwa background atau latarbelakang berdirinya Muhammadiyah dapat disimpulkan dalam empat segi: (1) ketidakbersihan dan campuraduknya kehidupan agama Islam di Indonesia. bid’ah. itulah yang paling benar. Dalam tulisan Solichin Salam (1962: 15) apa yang dilakukan Kyai Dahlan dan Muhammadiyah generasi awal ialah melawan kekolotan (konservatisme). pandangan Islam yang berkemajuan secara faktual melekat dengan kelahiran dan langkah-langkah Muhammadiyah dalam perjalanan sejarahnya.1938-1942. (f) Adanya tantangan dan sikap acuh tak acuh (onverschillig) atau rasa kebencian di kalangan intelegensia kita terhadap agama Islam. ringan dan berguna. Sedangkan menurut Mukti Ali. demikian pula agama Islam tidak memancarkan sinar kemurniannya lagi. (b) Masyarakat Islam membina semua sektor kehidupan secara serempak dan teratur/terkoorrdinir. 1939: 51). yang oleh mereka dianggap sudah kolot dan tidak up to date lagi. yang ditandai oleh: “(a) Masyarakat Islam ialah masyarakat yang maju dan dinamis. boleh diujikan dan diperbandingkan. dan khurafat. serta berhubung dengan kegiatan misi dan zending Kristen di Indonesia yang semakin menanamkan pengaruhnya di kalangan rakyat. yang mengakibatkan umat Islam tidak merupakan golongan yang terhormat dalam masyarakat. sehingga kita sekutusekutu Muhammadiyah mengerti perluasan Agama Islam. serta dapat menjadi contoh. 1962: 35). (c) Dalam pelaksanaannya masyarakat itu mengenal pentahapan dan pembagian pekerjaan”. taklid (fanatisme). Makin kuat rujukan tentang ikon pandangan dan cita-cita Islam yang berkemajuan Selain rumusan yang terkandung dalam pemikiran Kyai Dahlan maupun keputusan organisasi sebagaimana disebutkan. maka mendahulukanlah pekerjaan keagamaan itu” (PB Muhammadiyah Madjlis Taman Poestaka. karena tidak lagi dapat memenuhi tuntutan zaman. dan tradisionalisme. Dalam Muktamar ke-37 tahun 1968 dikupas tentang karakter masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. (c) Kegagalan dari sebagian lembagalembaga pendidikan Islam dalam memprodusir kaderkader Islam. (2) ketidakefektifannya lembaga- . bahkan disebutkan tentang pentingnya “Memperluaskan Faham Agama” dinyatakan sebagai berikut: “Hendaklah faham agama yang sesungguhnya itu dibentangkan dengan arti yang sesluas-luasnya. akibat dari tidak tegaknya ukhuwah Islamiyah serta ketiadaan suatu organisasi yang kuat.

(9) Mengembangkan komunikasi. Dengan demikian. serta menyebarluaskan ajaran Islam dalam berbagai aspek kehidupan. dan kebenaran serta meningkatkan pembelaan terhadap masyarakat. maka ideologi Muhammadiyah itu tidak lain sebagai ideologi yang berkemajuan. dan amal shalih lainnya. 2000). dan kerjasama dalam berbagai bidang dan kalangan masyarakat dalam dan luar negeri. pendidikan. dan (14) Usaha-usaha lain yang sesuai dengan maksud dan tujuan Muhammadiyah (AD dan ART Muhammadiyah. Dari rujukan-rujukan tertulis maupun berdasarkan fakta langkah-langkah Muhammadiyah yang melakukan tajdid atau pembaruan. Spirit dan jiwa yang berkemajuan juga tampak kuat dalam usaha-usaha Muhammadiyah. malah kadang-kadang merendahkan dari golongan intelegensia terhadap Islam. dan (4) Mempertahankan Islam dari pengaruh dan serangan luar (Ali. dan mendayagunakan sumberdaya alam dan lingkungan untuk kesejahteraan. jihad. mengembangkan ilmu pengetahuan. dan seni. (2) Reformulasi doktrin Islam dengan pandangan alam pikiran modern. zakat. Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang melaksanakan fungsi utama dakwah dan tajdid dapat dikatakan sebagai Gerakan Islam yang berkemajuan. wakaf. (5) Memajukan dan memperbaharui pendidikan dan kebudayaan. (7) Meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. martabat. meningkatkan pengamalan. Dalam terminologi studi Islam kontemporer pandangan Islam .lembaga pendidikan agama. Usaha yang dilakukan Muhammadiyah ialah sebagai berikut: (1) Menanamkan keyakinan. mengembangkan. yang diformulasikan dalam Anggaran Rumah Tangga. serta meningkatkan penelitian. dan kualitas sumberdaya manusia agar berkemampuan tinggi serta berakhlaq mulia. dan sumber dana untuk mensukseskan gerakan. prasarana. dan amal usaha yang terus berkembang hingga saat ini. keadilan. tetapi sesungguhnya merupakan pantulan dari apa yang selama ini dilakukan gerakan Islam ini. jika ditanyakan karakter ideologi Muhammadiyah. infak. (2) Memperdalam dan mengembangkan pengkajian ajaran Islam dalam berbagai aspek kehidupan untuk mendapatkan kemurnian dan kebenarannya. (13) Mengupayakan penegakan hukum. (6) Memajukan perekonomian dan kewirausahaan ke arah perbaikan hidup yang berkualitas. dan (4) sikap acuh tak acuh. (10) Memelihara keutuhan bangsa serta berperan aktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. ukhuwah. memperdalam dan memperluas pemahaman. yang semuanya berbasis pada pandangan Islam yang berkemajuan. (12) Mengembangkan sarana. Karena itu masyarakat luas menilai dan menjuluki Muhammadiyah sebagai gerakan Islam reformis. maka dapat disimpulkan bahwa Muhammadiyah itu memiliki paham dan mendakwahkan Islam yang berkemajuan. pelayanan sosial. Dengan latarbelakang sosiologis yang demikian maka kelahiran Muhammadiyah menurut Mukti Ali memiliki misi gerakan dan orientasi amaliah sebagai berikut: (1) Membersihkan Islam di Indonesia dari pengaruh dan kebiasaan yang bukan Islam. teknologi. (3) aktivitet dari misi-misi Katholik dan Protestan. (8) Memelihara. dan istilah sejenis lainnya yang mengandung esensi Islam yang berkemajuan. (3) Meningkatkan semangat ibadah. shadaqah. (4) Meningkatkan harkat. (3) Reformulasi ajaran dan pendidikan Islam. hibah. kesehatan. 1958: 20). modernis. (11) Membina dan meningkatkan kualitas serta kuantitas anggota sebagai pelaku gerakan. Dari latar belakang dan misi Muhammadiyah awal itu maka gerakan Islam ini melakukan langkah-langkah di bidang pemahaman dan pembinaan keagamaan.

yakni ideologi Islam yang berkemajuan. Muhammadiyah tegas dan jelas. luas.Pembinaan pada penerus harus terus dilakukan. Memberikan konsultasi. Bagaimana membawa kelompok yang dipimpin untuk mencapai tujuan bersama. Care Giver Farmasis harus memberikan pelayanan dan perhatian kepada sesama.Komunikasi yang baik harus mencakup perkataan yang jelas dan ringkas. Kepemimpinan sangat berkaitan dengan kesadaran akan arti diri. Regenerasi profesi farmasi adalah sesuatu yang harus berjalan. yang berbeda dengan pandangan Islam yang “konservatif” maupun yang “sekuler-liberal”. Dalam pandangan keislaman Muhammadiyah menyeimbangkan antara pemurnian atau peneguhan dan pengembangan atau pembaruan.yang berkemajuan disepadankan dengan “Islam progresif”. 3. SEVEN STARS PHARMACIST PLUS 1. Inilah karakter utama Muhammadiyah. Leader Farmasis harus memiliki karakter seorang pemimpin. dan penetapan tujuan bersama. serta ketegasan setelah menetapkan keputusan. . menyeluruh. Mengedepankan aspek sosial daripada aspek bisnis dalam berprofesi. Meningkatkan Quality of Life masyarakat. 4. Long Life Learner Farmasis harus senantiasa mengembangkan sikap mencari ilmu sepanjang hayat. menentukan keputusan di antara pilihan-pilihan.Pengambilan keputusan memerlukan kemampuan untuk memahami persoalan dengan utuh. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan.Mengembangkan sikap altruis dalam menjalankan profesi. Bagaimana membimbing dan mengarahkan calon farmasis dalam mengembangkan diri. Jalan tengah bukankah tanpa prinsip dan kejelasan sikap. tepat dan cepat. Communicator Farmasis harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik. dan tidak terperangkap pada ekstrimitas.Mengikuti perkembangan ilmu kefarmasian. Islam yang berkemajuan mwmiliki posisi jalan-tengah (wasathiyyah) dari berbagai idelogi pemikiran dan gerakan Islam yang serba esktrem. 6. 5. Decision Maker Farmasis harus dapat mengambil keputusan dengan bijak. tetapi untuk menunjukkan pandangan dan sikap keagamaan yang mendalam. 2. Teacher Farmasis harus mendidik calon farmasis atau farmasis muda. informasi dan edukasi dengan cara yang bijak. sehingga seimbang tetapi kaya dengan nilai kemajuan. Ketika harus bersikap dan mempertahankan prinsip Islam. Semangat untuk terus belajar seumur hidup.

Researcher Seorang Farmasis harus harus mampu melakukan penelitian dibidang kesehatan. Inilah karakter utama Muhammadiyah. 8. memanage yg sudah ada. Sebagai seorang apoteker dituntut untuk belajar seumur hidup seperti islam berkemajuan. yang menyeimbangkan antara pemurnian atau peneguhan dan pengembangan atau pembaruan. menjalankan sistem yang sudah ada dan mengontrol sistem yang sudah ada.7. yakni ideologi Islam yang berkemajuan. Manager Farmasis harus mampu mengevaluasi. sehingga seimbang tetapi kaya dengan nilai kemajuan. .