You are on page 1of 9

CABG

Coronary Artery Bypass Grafting, atau Operasi CABG,
adalah teknik yang menggunakan pembuluh darah dari
bagian tubuh yang lain untuk memintas (melakukan bypass)
arteri yang menghalangi pemasokan darah ke jantung.
CABG bertujuan untuk membuat rute dan saluran baru
pada arteri yang terbendung sehingga oksigen dan nutrisi
dapat mencapai otot jantung

TUJUAN  Operasi bypass adalah untuk meningkatkan suplai darah ke miokard sehingga dapat meredakan keluhan nyeri dada. menurunkan kejadian serangan jantung dan memperpanjang hidup pasien. .

5. atau left main equivalent yaitu penyempitan menyerupai left main artery misalnya ada penyempitan di bagian proximal dari arteri anterior desenden dan arteri circumflex. Anatomi pembuluh darah suitable (sesuai) untuk operasi bypass. Penyempitan 1 atau 2 pembuluh namun pernah mengalami henti jantung. Penderita yang gagal dilakukan balonisasi dan stent. Penyempitan >50% dari arteri koroner kiri utama (left main disease). 2. Penderita dengan 3 vessel disease yaitu tiga arteri koroner semuanya mengalami penyempitan bermakna yang fungsi jantung mulai menurun (ejection fraction <50%). . 3. 4.INDIKASI Pasien penyakit jantung koroner (PJK) yang dianjurkan operasi bypass adalah mereka yang hasil katererisasi jantung ditemukan adanya: 1.

  Stent : adalah alat yang ditanamkan pada pembuluh darah koroner secara mekanis.   .  PCI adalah Percutaneus Coronary Intervention yaitu istilah lain dari PTCA dengan pemasangan stent.PTCA dan stent adalah prosedur perkembangan lanjut dari PTCA dengan menambahkan suatu alat di daerah stenosis pada koroner untuk mempertahankan pembukaan pembuluh darah koroner secara mekanis.PTCA Percutaneus Transluminal Coronary Angioplasty (PTCA) : PTCA adalah suatu prosedur terapi untuk memperbaiki aliran darah ke miokard dengan menempatkan balon kateter pada daerah penyempitan koroner dan mengembangkannya. diharapkan lumen tersebut akan lebih lebar dari semula sehingga terjadi perbaikan aliran darah.

.

INDIKASI PTCA Penyakit jantung koroner 3VD.  Primary PTCA pada IMA.1VD dengan bukti iskemik.  .  Kelainan katup dengan CAD.  Infark Miocart dengan hemodinamik memburuk.  Angina tidak stabil.2VD.

INDIKASI PEMASANGAN STENT Restenosis pada graft.  Penutupan mendadak dari diseksi sesudah PTCA dan resiko untuk kolaps. Kontra indikasi  Disfungsi ventrikel yang berat  .  Restenosis setelah tindakan PTCA.  Robekan intima pada post PTCA.

 Heparin drill 1000 unit/jam diberikan minimal 12 jam sesuaikan nilai hasil ACT.  Perhatikan tanda-tanda perdarahan ditempat penusukan.  Observasi tekanan darah dan nadi tiap jam selama 6 jam.lalu tiap 4 jam sampai pagi hari.  Periksa ACT tiap 4 jam setelah prosedur dan usahakan nilai ACT kurang dari 120 detik.  .  Perhatikan pulsasi nadi.PEMANTAUAN DAN EVALUASI PASCA TINDAKAN Pasien dipantau di ruang rawat intensif cardiovaskular.khususnya sebelah distal tempat penusukan.  Selesai prosedur dapat makan dan minum.

 Hipotensi  Reoklusi  Iskemia tungkai  Infark Miokard  Kematian  .KOMPLIKASI Angina  Aritmia  Perdarahan  Spasme mendadak dari pembuluh darah koroner.