You are on page 1of 6

Nama Peserta : Achmad Musa, dr.

Nama Wahana : RS Muhammadiyah Babat Lamongan
Topik : Open Dislocation Cubiti Sinistra
Tanggal (kasus) :
Nama Pasien : An. A 10 tahun
No. RM :
Tanggal Presentasi :
Pendamping : dr. Erniek Saptowati
Tempat Presentasi :
Obyektif Presentasi :
Keilmuan
Keterampilan
Penyegaran Tinjauan Pustaka
Diagnostik
Manajemen
Masalah
 Istimewa
Neonatus Bayi
Anak
Remaja  Dewasa
Lansia
Bumil
Deskripsi : Pasien anak-anak umur 10 tahun datang dengan keluhan nyeri pada lengan kanan setelah
jatuh dari pohon. Pada lengan tampak tulang keluar. Tidak ada perdarahan masif.
Tujuan : Mendiagnosis dan melakukan konsultasi atau rujukan dengan tepat.
Bahan bahasan :
Tinjauan Pustaka
Riset
Kasus
 Audit
Cara membahas : Diskusi
Presentasi dan Diskusi
 E-mail
Pos
Data
Nama : An. A
No. RM :
Nama klinik : RS Muhammadiyah Telp :
Terdaftar sejak :
pasien :
Babat Lamongan
Data utama untuk bahan diskusi :
1. Diagnosis / Gambaran Klinis :
Pasien anak-anak umur 10 tahun datang dengan keluhan nyeri pada lengan kiri setelah jatuh dari pohon.
Pada lengan tampak tulang keluar. Tidak ada perdarahan masif.
2. Riwayat Pengobatan :
• Tidak ada
3. Riwayat Kesehatan / Penyakit :
› Riwayat keluhan serupa

(-)

› Riwayat Hipertensi

(-)

› Riwayat Diabetes mellitus

(-)

› Riwayat Alergi
4. Riwayat Keluarga :

(-)

› Riwayat keluhan serupa

(-)

› Riwayat Hipertensi

(-)

› Riwayat Diabetes mellitus

(-)

Riwayat Alergi

5. Riwayat Pekerjaan :
Pasien merupakan pelajar
6. Kondisi Lingkungan Sosial dan Fisik :
Pasien tinggal bersama orang tua kandung.
7. Riwayat Imunisasi : -

(-)

Akibatnya sendi itu akan gampang mengalami dislokasi kembali. Inj. . Dislokasi merupakan suatu kedaruratan yang memerlukan pertolongan segera. Dislokasi Sendi Rahang Dislokasi sendi rahang dapat terjadi karena : O Menguap atau terlalu lebar. Oksigen nasal 4 lpm 2. Semakin awal usaha pengembalian sendi itu dikerjakan. antrain 5. Sebuah sendi yang pernah mengalami dislokasi. Tetapi apabila setelah dikirim ke rumah sakit dengan sendi yang cedera sudah dibidai. O Terkena pukulan keras ketika rahang sedang terbuka. Pasang bidai 6. Infus RL 20 tpm 3. Macam – Macam Dislokasi 1.Laboratorium : Jenis Pemeriksaan Hematologi Hasil Hb Leukosit Hematokrit Trombosit Eritrosit Ureum Kreatinin Diagnosis Open Dislocation Cubiti Sinistra PLAN Penatalaksanaan di IGD 1. Tekanan itu harus mantap tapi pelan – pelan. Apabila berhasil rahang itu akan menutup dengan cepat dan keras. pembetulannya menjadi sulit dan harus dikerjakan di rumah sakit. Apabila dislokasi itu disertai pula patah tulang. Bersamaan dengan penekanan itu jari – jari yang lain mengangkat dagu penderita ke atas. akibatnya penderita tidak dapat menutup mulutnya kembali. ligamen – ligmennya biasanya menjadi kendor. Rujuk Tinjauan Pustaka Dislokasi ialah keluarnya (bercerainya) kepala sendi dari mangkuknya. Tindakan Pertolongan : Rahang ditekan ke bawah dengan kedua ibu jari sudah dilindungi balutan tadi. semakin baik penyembuhannya. Ibu jari tersebut diletakkan di graham yang paling belakang. Inj tetagam 4.

6.Setelah selesai untuk beberapa saat pasien tidak diperbolehkan terlalu sering membuka mulutnya. sendi yang terpeleset ditekan dengan ibu jari dan telunjuk. Tindakan Pertolongan :Usaha memperbaiki letak sendi yang terpeleset itu harus dikerjakan secepat mungkin. Yaitu kepala lengan atas terpeleset ke arah dada. Apabila tidak ada patah tulang. Untuk membidai dalam kedudukan setengah melingkar seolah – olah membentuk huruf O dengan ibu jari. sebaiknya jangan diulang lagi. Jatuh pada tangan dapat menimbulkan dislokasi sendi siku ke arah posterior. 5. Tanda – tanda lainnya :Lengan menjadi kaku dan siku agak terdorong menjauhi sumbu tubuh. Kirim saja klien ke Rumah sakit segera. Dislokasi Sendi Metacarpophalangeal Dan Inter PhalangealDislokasi disebabkan oleh hiperekstensi – ekstensi persendian direposisi secara hati – hati dengan tindakan manipulasi tetapi pembedahan terbuka mungkin diperlukan untuk mengeluarkan jaringan lunak yang terjepit di antara permukaan sendi. Selain tarikan yang mendadak merusak jaringan – jaringan yang ada di sekitar sendi. Sendi jari mudah mengalami dislokasi dan bila tidak ditolong dengan segera sendi tersebut akan menjadi kaku kelak. Setelah ditarik dengan kekuatan yang tetap beberapa menit. Ujung tulang bahu akan nampak menonjol ke luar. Setelah diperbaiki sebaiknya untuk sementara waktu ibu jari yang sakit itu dibidai. Dislokasi Sendi Siku. dislokasi sendi bahu dapat diperbaiki dengan cara sebagai berikut :Ketiak yang cedera ditekan dengan telapak kaki (tanpa sepatu) sementara itu lengan penderita ditarik sesuai dengan arah letak kedudukannya ketiak itu. Apabila usaha itu tidak berhasil. dengan hati – hati lengan atas diputar ke luar (arah menjauhi tubuh). Dalam posisi duduk benturan dash board pada lutut pengemudi diteruskan sepanjang tulang femur dan mendorong caput . Akan terasa bahwa sendi itu kembali ke tempat asalnya. Tindakan Pertolongan : Jari yang cedera dengan tarikan yang cukup kuat tapi tidak disentakkan. tetapi harus dengan tenang dan hati – hati. Jangan sampai itu justru merusak jaringan – jaringan penting lainnya. Dislokasi Sendi Jari. Reposisi dilanjutkan dengan membatasi gerakan dalam sling atau gips selama tiga minggu untuk memberikan kesembuhan pada sumpai sendi. Sedang di bagian depan tulang bahu nampak ada cekungan ke dalam. Dislokasi Sendi Pangkal PahaDiperlukan gaya yang kuat untuk menimbulkan dislokasi sendi ini dan umumnya dislokasi ini terjadi akibat kecelakaan lalu lintas (tabrakan mobil). Sambil menarik.Tarikan itu harus dilakukan dengan pelan dan semakin lama semakin kuat. hal itu untuk menghidarkan rasa nyeri yang hebat yang dapat mengakibatkan terjadinya shock. Hal ini sebaiknya dilakukan dengan siku terlipat dengan cara ini diharapkan ujung tulang lengan atas menggeser kembali ke tempat semula. 2. 4. tetapi kemampuan arah dislokasi tersebut ia akan menyebabkan gerakan yang terbatas dan rasa nyeri yang hebat bila bahu digerakkan. Dislokasi Sendi Bahu Dislokasi yang sering ke depan. Sendi jari dapat mengalami dislokasi ke arah telapak tangan atau punggung tangan. 3.

Tatalaksana Tindakan Operatif Pembedahan diindikasikan untuk: • Dislokasi Tereduksi • Dislokasi terbuka • Neurovascular entrapment • Beberapa jenis fraktur tulang yang berhubungan • Kompleks fraktur dislokasi Daftar Pustaka :. Mampu memberikan penatalaksanaan awal pada pasien dislokasi terbuka dengan tepat 2. 1. anterior. Dislokasi sendi lutut dan eksremitas bawah sangat jarang terjadi kecuali peda pergelangan kaki di mana dislokasi disertai fraktur. dislokasi siku dapat terjadi pada pasien lanjut usia setelah jatuh. medial. Tindakannya adalah reposisi dengan anestesi umum dan pemasangan gips selama enam minggu atau tirah baring dengan traksi yang ringan untuk mengistirahatkan persendian dan memberikan kesembuhan bagi ligamentum. dan divergen. Dislokasi posterior yang paling umum. Klasifikasi Biasanya merujuk pada posisi relatif terhadap ulna humerus setelah cedera. Subyektif : Keluhan utama : nyeri pada siku kiri Riwayat penyakit sekarang : Pasien anak-anak umur 10 tahun datang dengan keluhan nyeri pada lengan kanan setelah jatuh dari pohon. C. Rasjad. 2. lateral. Fraktur dislokasi siku berhubungan dengan cedera kepala dan fraktur tulang radial koronoideus. Jakarta : Yarsif watampone Hasil Pembelajaran : 1.femuris ke arah poterior ke luar dati acetabulum yaitu bagian yang paling pangkal. 2007. Mampu memberikan edukasi kepada pasien dan keluarganya. Objektif : . Kasus ini paling sering melibatkan pasien yang berusia < 20 tahun. Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi. Dislokasi siku Dislokasi siku sebagian besar disebabkan oleh trauma. Dislokasi siku kebanyakan terjadi pada sendi ulnohumeral. Tidak ada perdarahan masif. Dislokasi siku dapat diklasifikasikan sebagai dislokasi posterior. Jarang. Rangkuman Hasil Pembelajaran Portofolio : 1. Pada lengan tampak tulang keluar.

5oC (per axiler) o Nadi : 110 x/menit. NT (-).    Keadaan Umum : Baik Kesadaran : GCS E4V5M6 Vital sign o TD : 110/700 mmHg o Nafas :28 x/menit o Suhu : 36. hepar dan lien tidak teraba Ekstremitas Superior Akral dingin (-/-) Oedem (-/-) . napas cuping hidung (-/-). secret (-/-). reguler Kepala Bentuk mesocephal  Mata Konjungtiva pucat (-/-). T1-T1  Leher Trakhea di tengah. redup/redup pada basal paru Auskultasi : SDV (+/+) Cor Inspeksi : Iktus kordis tidak tampak Palpasi : Iktus kordis tidak kuat angkat Perkusi : Batas jantung kesan tidak melebar Auskultasi : BJ I-II intensitas normal. fremitus raba kanan=kiri Perkusi : Sonor/sonor. darah (-/-)  Mulut Sianosis (-)  Tenggorok Uvula di tengah. retraksi (-) Palpasi : Simetris. pengembangan dada kanan = kiri. sklera ikterik (-/-)  Hidung Simetris. limfonodi tidak membesar  Thorax Pulmo Inspeksi : Simetris. reguler. bising jantung (-)  Abdomen Inspeksi : Dinding perut sejajar dinding dada Auskultasi : Bising usus (+) N  Perkusi : Timpani Palpasi : Supel.

Inj. Rujuk Dokter Pembimbing Lamongan. Pasang bidai 6. antrain 5.Inferior Akral dingin (-/-) Oedem (-/-)  Status Lokalis Tampak tulang keluar dari cubiti 3. Achmad Musa . Erniek Saptowati dr. Infus RL 20 tpm 3. Oksigen nasal 4 lpm 2. Assessment : Open Dislocation Cubiti Sinistra 4. Januari 2015 Dokter Internsip dr. Inj tetagam 4. Plan 1.