You are on page 1of 47

PENDEKATAN KLINIS

PENYAKIT KULIT
Abdi Malik Fauzan
Achmad Syahid
Aditya Megananda
Aditya Prambudhi
Aghnia Wilda Al Aluf
Diar Raditya

ANATOMI KULIT



pembungkus tubuh dan organ-organ di dalamnya
luas permukaannya pada orang dewasa antara 1,5 - 1,75 m2.
15% total berat badan
Tebal kulit : rata-rata 1-2 mm 5-6 mm di telapak tangan dan telapak kaki
0,5 mm pada kulit penis,

kuku

Bangunan pokok & Alat2 tambahan
rambut

EPIDERMIS

DERMISGld. sebacea

SUBKUTIS

Gld. sudorifera

Fungsi:
 pelindung
 pengatur suhu
indera perasa
memproduksi
sitokin

05 mm  kelopak mata 1.Stratum basale .5 mm  telapak kaki rata-rata 0.Melanosit .Stratum spinosum .Sel T intraepidermal . ketebalannya bervariasi 0.Sel Langerhans .1 mm Dibagi 4 lapisan berdasarkan tahapan maturasi keratin: .Komponen paling tipis dan terluar.Sel Merkel Sel-sel yang berpindah keluar-masuk kulit : .Stratum korneum Epidermis Sel-sel penyusun epidermis : .Stratum granulosum .Keratinosit (utama) .

.

Epidermis (lanjutan) Stratum Basale (Lapisan Sel Basal) • >> Keratinosit terikat membran basalis oleh hemidesmosom • Melanosit  5-10%  sintesis melanin • Sel Merkel  jarang  sensasi Stratum Spinosum (Lapisan Sel Prickle) • Sel-sel polihedral  hasil pembelahan sel basal yg bergerak ke atas  saling dihubungkan oleh desmosom • Sel-sel Langerhans terutama dijumpai pada lapisan ini Stratum Granulosum (Lapisan Sel Granuler) • Sel-sel mendatar dan kehilangan intinya Stratum Korneum (Lapisan Sel Tanduk) • Hasil akhir maturasi keratinosit  sel-sel tanpa inti .

6 mm  kelopak mata .Serabut kolagen  70% dermis  untuk kekuatan dermis . GAG . makrofag.Matriks jaringan ikat suportif di bawah epidermis.Dendrosit dermis  sel dendritik  fungsi imun .Pars Retikulare  bawah kolagen yang lebih kasar dan tersusun horizontal Dermis . elastin.Pars Papilare  atas  terdiri dari jaringan kolagen longgar . telapak tangan dan telapak kaki Dibagi 2 lapisan: .3 mm / >>  punggung.Sel mast.Fibroblas  sintesis kolagen.Glikosaminoglikan (GAG)  matriks semi-solid Sel-sel pada dermis : . limfosit .Serabut elastin elastisitas kulit . Ketebalan bervariasi -0.

.

varisela » Bakteri= micobacterium lepra. aures » Kapang » Zoonosis= phtiriasis pubis. staph. hepatitis. gagal jantung » Hormon » Gangguan kerentanan (sensibilisasi)=alergi » Penyakit kulit bawaan » Tumor » Trauma .ETIOLOGI MACAM-MACAM PENYAKIT KULIT » Virus= herpes. micobacteriun Tb. skabies » Gangguan metabolisme=DM.

Diagnosis .

.

ANAMNESIS .

Anamnesis dimulai dengan memperoleh keterangan mengenai identitas penderita.ANAMNESIS • Anamnesis yang baik merupakan tiang utama diagnosis. Pertanyaan lanjutan yang sebaiknya diajukan adalah: • Mengenai keluhan pokok: – – – – – – Di mana lokasi awal keluhan Menjalar/menetap Hilang timbul Berapa lama Apakah kering atau basah Apakah gatal atau sakit .

• Riwayat penyakit dahulu dan riwayat penyakit keluarga: – Apa penyakit yang pernah diderita – Obat yang pernah digunakan – Riwayat alergi sebelumnya – Pengaruh makanan terhadap keparahan – Apakah pekerjaan mempengaruhi keparahan .

. • Penting mengetahui berbagai ujud kelainan kulit. karena berdasarkan UKK tersebut dapat diperkirakan diagnosis secara klinis.PEMERIKSAAN KLINIS • Pemeriksaan klinis kulit. • Dilakukan di tempat terang • Perhatikan lokasi lesi secara keseluruhan. baru kemudian perhatikan lebih seksama UKK yang dominan maupun yang menyertai serta distribusinya.  patologis makroskopis  “ujud kelainan kulit” atau efloresensi.

serta kimia darah. Pemeriksaan terhadap alergi: uji gores.9 %). Pemeriksaan histopalogi. seperti Gram (untuk bakteri). Pemeriksaan serologik untuk sifilis. tetes. Pemeriksaan dengan sinar wood terhadap infeksi jamur kulit. frambusia.Pemeriksaan Laboratorik/Spesifik • • • • • • • Pemeriksaan darah rutin. Ziehl Nielsen untuk basil tahan asam. temple. faeses dan kemih. tusuk dan uji suntik. Pemeriksaan sekret/bahan-bahan dari kulit dengan pewarnaan khusus. mikroskop lapangan gelap untuk spirokaeta. Pemeriksaan sediaan apus basah seperti pemeriksaan terhadap hifa (dengan KOH 10 %). . gentien violet untuk virus. trikomonas (NaCl 0. pemeriksaan cairan gelembung (untuk menghitung eosinofil) dan pemeriksaan sel Tzanck.

Ujud Kelainan Kulit .

Efloresensi = Ujud Kelainan Kulit (UKK) .

• Makula berukuran < 1 cm. sedangkan jika > 1 cm disebut patch Hipopigmenta si Hiperpigment asi Eritem .Efloresensi Primer Makula • Makula adalah perubahan warna kulit tanpa disertai perubahan konsistensi dan permukaannya.

Papula • peninggian diameter < 1cm. merah dan ada infiltrasi dari sel .

• Plak dapat terjadi karena perluasan suatu papula. tetapi dapat juga karena gabungan atau konfluensi dari beberapa papula .Plak (plaque) • Plak adalah kelainan kulit seperti papula dengan permukaan datar dan diameter > 1 cm.

Nodul • Lesi padat dan palpabel • Diameter > 1 cm • Dibedakan dari papul atau plakat karena kedalaman keterlibatan kulit dan/atau substantif palpabilitas .

Tumor • Penonjolan kulit berbatas tegas • Kadang digunakan untuk menunjukkan nodul yang besar • Dapat jinak maupun ganas .

timbulnya cepat.Urtika • penonjolan kulit dengan batas tegas. biasanya berwana kemerahan dan pucat di bagian tengah . tetapi hilangnya juga cepat.

Vesikel • Gelembung kecil (≤ 1 cm) • Berisi cairan jernih (serum) • Apabila berisi darah  vesikel hemoragik Bula • Vesikel dengan ukuran > 1 cm Vesikel Bula .

Pustula • Rongga yg meninggi dan berbatas tegas • Berisi pus / eksudat purulen • Pada epidermis atau infundibulum .

Kista • Kantong yang berisi cairan serosa atau padat atau setengah padat .

Efloresensi Sekunder Skuama • stratum korneum yang terkelupas dan tampak pada permukaan .

Krusta • Bahan cair . darah atau serum maupun jaringan nekrotik yang mengering. Contoh: impetigo krustosa .eksudat.

bahkan mungkin sampai dermis atau subkutis. Ekskoriasi Ulkus .Erosi • Kelainan kulit yang disebabkan kehilangan jaringan yang tidak melampaui stratum basale • Keluar cairan serous Ekskoria •si Kerusakan kulit sampai ujung stratum papilaris sehingga kulit tampak merah disertai bintik-bintik perdarahan Erosi Ulkus • Defek yang mengenai seluruh epidermis dan melebihi membrana basalis.

Likenifikasi • Penebalan kulit disertai relief kulit yang semakin jelas .

Skar • Jaringan parut • Penggaantian jaringan fibrosa yang timbul sebagai konsekuensi penyembuhan luka Atropi • Pengecilan ukuran sel. jaringan. atau organ. .

UKURAN • Milier  sebesar kepala jarum pentul • Lentikuler  sebesar biji jagung • Numuler  sebesar uang logam • Plakat  lebih besar dari numuler .

BENTUK / KONFIGURASI • • • • • • • • • Linier  garis lurus Diskoid / numuler  lingkaran penuh Sirsiner / anuler  lingkaran yang daerah sentral berbeda dengan tepinya Arsiner  bulan sabit Polisiklik  bentuk pinggiran yang sambungmenyambung Retikuler  seperti jala Stelata  berbentuk bintang Serpiginosa  menyerupai ular. menjalar Targetoid  terdiri dari ≥3 cincin konsentris .

Susunan Lesi Multipel • Berkelompok / herpetiformis • Diskret  terpisah satu sama lain • Konfluens  bergabung Herpetiformis Diskret Konfluen .

Distribusi • Unilateral / bilateral • Dermatomal = zosteriform  unilateral dan sesuai dermatom • Lokalisata  terbatas pada satu bagian tubuh • Generalisata  menyebar mengenai sebagian besar tubuh • Universalis  mengenai seluruh permukaan kulit (>90%) .

Dermatomal / zosteriform Generalisata Dermatomal / zosteriform Universalis .

Kelainan Histopatologik .

korneum Parakeratosis: inti (+) Ortokeratosis: inti (-) Hiperplasia: epidermis yang menjadi lebih tebal karena sel-selnya bertambah Hipoplasia: epidermis yg menipis karena selselnya mengecil dan berkurang .Hiperkeratosis: penebalan stratum.

EPIDERMIS (2) • Hipertrofi: epidermis yang menebal karena sel-selnya bertambah besar • Atrofi: penipisan epidermis karena sel-selnya mengecil dan berkurang • Hipergranulosis: penebalan stratum. Granulosum • Spongiosis: penimbunan cairan diantara sel-sel epidermis .

• Degenerasi balon: edema di dalam sel epidermis • Degenerasi hidropik: rongga-rongga dibawah atau diatas membrana basalis • Akantosis: penebalan stratum. Spinosum • Akantolisis: hilangnya kohesi antar sel-sel epidermis. sehingga terbentuk celah .

• Eksositosis: sel-sel radang yang masuk ke dalam epidermis • Diskeratotik: sel epidermis yang mengalami keratinisasi lebih awal • Nekrosis: kematian sel atau jaringan setempat pada organisme yang hidup • Cleft: ruangan tanpa cairan di epidermis .

Sistem Imun .

selaput lendir. laktoferin Seluler selul er • Fagosit. bersin larut • Lizosim. batuk.PATOGENESIS Sistem Imun Non Spesifik Spesifik Humoral fisik • Kulit. sel NK dan sel mast • limfosit B • Limfosit T . asam lambung. silia.

Imunologi Kulit .