You are on page 1of 15

Kromatografi Gas

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kromatografi pertama kali diperkenalkan oleh Michael Tswest (1906), seorang
ahli botani Rusia. Tswest menyiapkan kolom yang diisi dengan serbuk kalsium karbonat,
dan kedalamnya dituangkan campuran pigmen tanaman yang dilarutkan dalam eter.
Secara mengejutkan, pigmen memisahkan dan membentuk lapisan berwarna di
sepanjang kolom. Ia menamakan kromatografi pada teknik pemisahan baru ini, dimana
“chroma” berarti warna serta “graphein” yang berarti tulisan. Kemudian kimiawan dari
Swiss Richard Martin Willstätter (1872-1942).
Kromatografi merupakancara pemisahan campuran yang didasarkan atas
perbedaan distribusi dari komponen campuran tersebut diantaranya dua fase, yaitu fase
diam (stationary) dan fase bergerak (mobile). Fase diam dapat berupa zat padat atau zat
cair, sedangkan fase bergerak dapat berupa zat cair atau gas.Dalam kromatografi fase
bergerak dapat berupa gas atau zat cair dan fase diam dapat berupa zat padat atau zat
cair.Sedangkan kromatografi gas, berdasarkan fasa gerak dan fasa diamnya merupakan
kromatografi gas-cair. Dimana fasa geraknya berupa gas yang bersifat inert, sedangkan
fasa diamnya berupa cairan yang inert pula, dapat berupa polimer ataupun larutan.
Adapun gambaran umum dari GC adalah sebagai berikut :

1

Kromatografi gas sendiri terdiri dari 2 yaitu kromatografi gas cairan dengan mekanisme pemisahan partisi. Apa kelebihan dan kelemahan kromatografi gas ? 1. Untuk mempermudah proses belajar Dasar-Dasar Pemisahan 2.2 Rumusan Masalah 1.3 Tujuan 1. Efisien pemisahan ditentukan ditentukan dengan besarnya interaksi antara sampel dan cairan. Apa yang dimaksud dengan kromatografi gas ? 2. Pada prinsipnya pemisahan dalam GC adalah disebabkan oleh perbedaan dalam kemampuan distribusi analit diantara fase gerak dan fase diam di dalam kolom pada kecepatan dan waktu yang berbeda. teknik kolom dan nama alat GLC dan kromatografi gas padat dengan mekanisme pemisahan absorbsi.Analisis minyak mentah dan tekanan uap dalam buah telah dengan sukses dilakukan dengan tehnik ini. Apa prinsip dari kromatografi gas ? 3. teknik kolom dan nama alat GSC.Kromatografi Gas Metode GC sangat baik untuk analisis senyawa organik yang mudah menguap seperti hidrokarbon dan eter. Bagaimana cara kerja kromatografi gas ? 4. 2 . 1. dengan menggunakan fase cair standar yang diketahui efektif untuk berbagai senyawa. Untuk mengetahui cara pemisahan campuran berdasarkan metode kromatografi gas. Namun GSC jarang digunakan sehingga pada umumnya yang disebut dengan GC saat ini adalah GLC.

kromatografi gas dijajarkan sebagai cara analisa yang dapat digunakan untuk menganalisa senyawa-senyawa organic.1 Definisi Dan Teori Kromatografi Gas Kromatografi Gas adalah proses pemisahan campuran menjadi komponenkomponennya dengan menggunakan gas sebagai fase bergerak yang melewati suatu lapisan serapan (sorben) yang diam. tetapi 3 . Kita telah mengetahui bahwa ada dua jenis kromatografi gas.Dalam kedua hal ini sebagai fasa bergerak adalah gas (hingga keduanya disebut kromatografi gas). yatiu kromatografi gas padat (KGP). Pemisahan tercapai dengan partisi sampel antara fase gas bergerak  Fase diam berupa cairan dengan titik didih tinggi (tidak mudah menguap) yang terikat pada zat padat penunjangnya Kromatografi gas termasuk dalam salah satu alat analisa (analisa kualitatif dan analisa kuantitatif).Kromatografi Gas BAB II PEMBAHASAN 2. dan kromatografi gas cair (KGC). Kromatografi gas fase gerak dan fase diamnya diantaranya :  Fase gerak adalah gas dan zat terlarut terpisah sebagai uap.

Perbedaan antara kedunya hanya tentang cara kerja.Komponen cuplikan harus mempunyai tekanan beberapa torr pada suhu kolom. 2. Pada kromatografi gas padat (KGP) terdapat adsorbsi dan pada kromatografi gas cair (KGC) terdapat partisi (larutan).Kromatografi Gas fasa diamnya berbeda. serba guna.Pertama kali dikenalkan oleh James dan Martin pada tahun 1952. tapi memiliki beberapa perbedaan misalnya proses pemisahan campuran dilakukan antara stasionary fase cair dan gas fase gerak dan pada oven temperur gas dapat dikontrol sedangkan pada kromatografi kolom hanya pada tahap fase cair dan temperatur tidak dimiliki. kuantitas aliran listrik sebanding dengan ion.Kelemahan metode ini mirip dengan kromatografi cair padat.Penemuan jenis-jenis padatan baru sebagi hasil riset memperluas penggunaan metode ini. cepat dan peka.2 Prinsip Kerja Kromatografi gas mempunyai prinsip yang sama dengan kromatografi lainnya. Secara rinci prinsip kromatografi adalah udara dilewatkan melalui nyala hydrogen (hydrogen flame) selanjutnya uap organik tersebut akan terionisasi dan menginduksi terjadinya aliran listrik pada detektor. Cuplikan dengan ukuran beberapa microgram sampel dengan ukuran 10 gram masih dapat dideteksi.Kromatografi gas padat (KGP) digunakan sebelum tahun 1800 untuk memurnikan gas.Metode ini awalnya kurang berkembang. 2.3 Komponen Alat Gc 4 .metode ini paling banyak digunakan karena efisien. Meskipun kedua cara tersebut mempunyai banyak persamaan.Sedangkan kromatografi gas cair sering disebut oleh para pakar kimia organic sebagai kromatografi fasa uap.

Hingga dengan demikian senyawa yang berbentuk cairan dan padatan pertama-tama harus diuapkan. Tempat injeksi dari alat GLC/KGC selalu dipanaskan. Gas-gas yang sering dipakai adalah : helium. H2 mudah terbakar. 2. Pemilihan gas pengangkut atau pembawa ditentukan oleh ditektor yang digunakan. Gas pengangkut harus memenuhi persyaratan : a. Aturan pertama untuk pengaturan suhu ini adalah batiwa suhu tempat injeksi sekitar 50°C lebih tinggi dari titik didih campuran dari cuplikan yang mempunyai 5 . Biasanya tekanan dari silinder sebesar 150 atm. tidak mudah terbakar. d. Sebelum masuk ke kromatografi. Tabung gas pembawa dilengkapi dengan pengatur tekanan keluaran dan pengukur tekanan. tetapi sangat mahal. dan material dalam kolom. Gas Pengangkut Gas pengangkut/ pemasok gas (carrier gas) ditempatkan dalam silinder bertekanan tinggi.Kromatografi Gas 1. Gas dan uap dapat dimasukkan secara langsung. Tempat injeksi ( injection port) Dalam kromatografi gas cuplikan harus dalam bentuk fase uap. Gas helium dan argon sangat baik. nitrogen. Pada dasarnya kecepatan alir gas diatur melalui pengatur tekanan dua tingkat yaitu pengatur kasar (coarse) pada tabung gas dan pengatur halus (fine) pada kromatografi. Tetapi tekanan ini sangat besar untuk digunakan secara Iansung. Ini membutuhkan pemanasan sebelum masuk dalam kolom. sehingga harus berhati-hati dalam pemakaiannya. Tetapi kebanyakan senyawa organik berbentuk cairan dan padatan. c. argon. ada pengukur kecepatan aliran gas serta sistem penapis molekuler untuk memisahkan air dan pengotor gas lainnya. cuplikan-pelarut. serta murah. Sesuai/cocok untuk detektor. Harus mengurangi difusi gas. b. suhu dari tempat injeksi dapat diatur. Dalam kebanyakan alat. Harus inert. tidak bereaksi dengan cuplikan. Murni dan mudah diperoleh. Kadang-kadang digunakan juga CO2. Tekanan gas masuk ke kromatograf (yaitu tekanan dari tabung gas) diatur pada 10-50 psi (di atas tekanan ruangan) untuk memungkinkan aliran gas 25150 mL/menit pada kolom terpaket dan 1-25 mL/menit untuk kolom kapiler. karbon dioksida dan hidrogen.

Yang kedua adalah kolom kapiler. Kolom ini memiliki ukuran panjang 1.Kromatografi Gas titik didih yang paling tinggi. Biasanya jumlah cuplikan yang diinjeksikan pada waktu kita mengadakan analisa 0. Perlu diperhatikan bahwa kita tidak boleh menginjeksikan cuplikan terlalu banyak. yang biasanya terbuat dari silica dengan lapisan poliamida. Cuplikan dimasukkan ke dalam kolom dengan cara menginjeksikan melalui tempat injeksi. Jika puncakpuncak yang diperoleh lebih baik. Hal ini dapat dilakukan dengan pertolongan jarum injeksi yang sering disebut "a gas tight syringe". yaitu berupa tabung yang terbuat dari gelas atau steinstless berisi suatu padatan inert yang dikemas secara rapi. Namun demikian suhu tempat injeksi tidak boleh terlalu tinggi. Kolom jenis ini biasanya memiliki ukuran panjang 20-26 m dengan diameter yang sangant kecil 6 . Kolom Coloum.2 . 3. karena GC sangat sensitif.5-10 m dan diameter 2. Yang pertama adalah kolom kemas. ini berarti bahwa suhu percobaan pertama terlalu rendah.5 -50 ml untuk gas dan 0.20 ml untuk cairan seperti pada gambar di bawah. Bila kita tidak mengetahui titik didih komponen dari cuplikan maka kita harus mencoba-coba.2-4 nm. sebab kemungkinan akan terjadi perubahan karena panas atau penguraian dari senyawa yang akan dianalisa. Sebagai tindak lanjut suhu dari tempat injeksi dinaikkan. ada dua jenis kolom yang digunakan dalam GC.

Sementara TCD pada dasarnya universal dan dapat digunakan untuk mendeteksi setiap komponen selain gas pembawa (selama konduktivitas mereka berbeda dari gas pembawa. Biasanya detector ini akan dihubungkan dengan Spektrokopi Masa. Detektor spektroskopi massa Detector. Detektor nyala alkali f. akurat. Adapun salah satu bentuk dari FID adalah sebagai berikut : 7 .dalam jumlah besar sensitif terutama untuk hidrokarbon. suhu detektor). Detektor Detektor berfungsi sebagai pendeteksi komponen-komponen yang telah dipisahkan dari kolom secara terus-menerus. cepat. Detektor penangkap elektron (Electron Capture Detector _ECD) d. sehingga akan menjadi rangkaian alat GC-MS. Detektor hantaran panas (Thermal Conductivity Detector_ TCD) b. dan dapat melakukan pada suhu yang lebih tinggi. Detektor fotometrik nyala (Falame Photomertic Detector _FPD) e. Detektor ionisasi nyala (Flame Ionization Detector_ FID) c. yang paling umum digunakan dalam GC adalah detector ionisasi nyala (FID) dan detector kondutivitas termal (TCD). Fungsi umumnya mengubah sifat-sifat molekul dari senyawa organik menjadi arus listrik kemudian arus listrik tersebut diteruskan ke rekorder untuk menghasilkan kromatogram.Kromatografi Gas 4. TCD adalah detector non-destruktif. Detektor yang umum digunakan: a. sedangkan FID adalah detector destruktif. Sedangkan FID tidak dapat mendeteksi air. Kedunya peka terhadap berbagai komponen dan dapat berfungsi pada berbagai konsentrasi.

Sebuah rekorder bekerja dengan menggerakkan kertas dengan kecepatan tertentu. Suhu oven harus diatur dan sedikit dibawah titik didih sampel. di atas kertas tersebut dipasangkan pena yang digerakkan oleh sinyal keluaran detektor sehingga posisinya akan berubah-ubah sesuai dengan dinamika keluaran penguat sinyal detektor. 8 . 6. Analisis kuantitatif dengan menghitung luas area maupun tinggi dari kromatogram. Oven kolom Kolom terletak didalam sebuah oven dalam instrumen. Hasil rekorder adalah sebuah kromatogram berbentuk pik-pik dengan pola yang sesuai dengan kondisi sampel dan jenis detektor yang digunakan. Analisis kualitatif dengan cara membandingkan waktu retensi sampel dengan standar.Kromatografi Gas 5. Recorder Rekorder berfungsi sebagai pengubah sinyal dari detektor yang diperkuat melalui elektrometer menjadi bentuk kromatogram. Dari kromatogram yang diperoleh dapat dilakukan analisis kualitatif dan kuantitatif. Jika suhu diset terlalu tinggi. Sinyal analitik yang dihasilkan detektor disambungkan oleh rangkaian elektronik agar bisa diolah oleh rekorder atau sistem data. cairan fase diam bisa teruapkan. juga sedikit sampel akan larut pada suhu tinggi dan bisa mengalir terlalu cepat dalam kolom sehingga menjadi terpisah.

2. Aktifkan Un-interrupable Power Supply (UPS) jika ada. Detektor juga dapat dikelompokkan ke dalam concentration dependant detectors and mass flow dependant detectors. tunggu hingga GC selesai initialisasi & self test (kira-kira 2 menit). 2. Detektor non selektif merespon senyawa kecuali gas pembawa. ChemStation 6.4 Cara Kerja Kromatografi Gas  Mengaktifkan GC 1. Detektor yang berbeda akan memberikan berbagai jenis selektivitas. 4. Aktifkan computer. Sinyal dari concentration dependant detectors terkait dengan konsentrasi zat terlarut dalam detektor. 8. Pilih Methode yang akan digunakan untuk analisa (Method and Run Control) 9 . Aktifkan Gas Chromatography (GC) dengan tombol On/Off berada di sisi kiri bawah. dan sinyal tersebut tergantung dengan laju di mana molekul-molekul zat terlarut menuju ke detektor. Aktifkan software chemstation dengan doble Program click kiri icon instrument 1 online atau klik start Instrument 1 online. 7. Pastikan menu berada pada Load Method (Conditioning Methode) Method “Method and Run Control” pilih metode yang diinginkan. Buka katup gas (alirkan gas ke GC)  Gas Helium (He) sebagai gas pembawa (carier)  Gas Nitrogen (N2) sebagai pembawa (carier) dan sebagai make up gas (FID)  Gas Hydrogen (H2) sebagai gas pembakar (FID)  Gas Compress Air sebagai pembakar (FID) 3. 5. Mass flow dependant detectors biasanya menghancurkan sampel. Sebelum digunakan. pastikan column sudah diconditioning dengan suhu 20oC dibawah suhu maximum column atau diatas suhu operational tetapi tidak diperbolehkan melewati suhu max column seperti yang tertera di tag column. dan biasanya Pengenceran sampel akan menurunkan respon detektor. Detektor selektif meresponi berbagai senyawa dengan sifat fisik atau kimia umum dan detektor khusus menanggapi suatu senyawa kimia tunggal.Kromatografi Gas Ada beberapa detektor yang dapat digunakan dalam kromatografi gas. Conditioning GC selama 30 menit.

klik Integration. gunakan tanggal hari ini). 5.Kromatografi Gas  Analisis Sampel 1. 4. hasil analisa akan langsung tercetak secara otomatis. Nama Signal. Run Sequence. Tunggu hingga status di layar computer ready (warna hijau) atau pada display GC : Ready for Injection dan lampu indicator “not ready” (warna merah) pada panel GC off. Pastikan ikon Sequence aktif dengan cara pilih Run Control 6. Isi Operator Sample Info Isi identitas sampel melalui : Run Control Name. double click Data yang diinginkan. isi nilai parameter yang cocok. Sub Directory (untuk memudahkan pencarian data. gunakan tanggal hari ini). Pastikan Data file Prefix/Counter. klik Yes. Nama Sample. Counter. 10 . 1. Ambil data yang akan dianalisa melalui : File 3. Bila pada data yang dipilih terdapat “peak” yang tidak dikehendaki (Auto Integration). komentar bila ada. Sequence Table : 3.Setelah selesai “running” standard. Apabila menggunakan Sequance. 2. Pastikan Parts of Method to Run berada pada According to Runtime Checklist : Sequence - Location : isikan lokasi vial sampel - Sample Name : sampel yang akan dianalisa - Method Name : method yang digunakan untuk analisa - Inj/Location : jumlah injeksi pada satu lokasi vial - Inj Volume : jumlah sampel yang diinjeksikan ke GC - Injector : Front atau Back - Sample Info : apabila diperlukan - Save Sequence. Nama Signal. pada menu View klik menu Data Analysis. Save lewat icon bergambar buku. Tunggu hingga analisa selesai. 2. isi identitas sampel melalui : Sequence Isi Operator Name. Sub Directory (untuk memudahkan Parameter pencarian data.  Kalibrasi Standar 1.

Turunkan suhu inlet dan detector tanpa mematikan gas carrier. klik Yes. 4. Hydrogen (H2). Bila data sudah terkalibrasi dan ingin di edit. Cetak hasil kalibrasi melalui menu Report  Mematikan GC 1. Kekurangan 1. 2.5 Kelebihan Dan Kekurangan Kromatografi Gas Kelebihan 1. Kesetimbangan partisi antara gas dan cairan berlangsung cepat sehingga analisis relatif cepat dan sensitifitasnya tinggi. 3. Pemakaian fase cair memungkinkan kita memilih dari sejumlah fase diam yang sangat beragam yang akan memisahkan hampir segala macam campuran. 2. cukup melalui Replace.Isi Calibration Table melalui Calibration. 7. Waktu analisis yang singkat dan ketajaman pemisahan yang tinggal. Nitrogen (N2). 6. 3. Gas mempunyai vikositas yang rendah. bila ada waktu retensi (RT) yang berubah. pemisahan pada tingkat gram mungkin 11 . Inlet. ganti dengan RT yang baru. Tekan tombol Off (matikan GC) 5. Tunggu hingga suhu di Oven. 4. Simpan data yang sudah terkalibrasi. Kromatografi gas tidak mudah dipakai untuk memisahkan campuran dalam jumlah besar. Tutup kembali katup gas Helium (He). Pemisahan pada tingkat mg mudah dilakukan. Teknik Kromatografi gas terbatas untuk zat yang mudah menguap 2. isi column dengan nama ”Auto Calibration Table Concentrasi” masing-masing compound. 2. 5. Close software Chemstation : File 4. dan Detector berada pada suhu dibawah 50 0C. Matikan UPS jika ada 6. dan Compress Air.Kromatografi Gas 4. Dapat menggunakan kolom lebih panjang untuk menghasilkan efisiensi pemisahan yang tinggi. 5.

Hidrokarbon. Produk Gas Alam 2. Residu Pestisida 5. 2. Steroid 8. Polusi udara Kromatografi gas merupakan alat yang penting karena daya pemisahan yang digabungkan dengan daya sensitivitas dan pemilihan detector GLC menjadi alat yang ideal untuk menentukan banyak senyawa yang terdapat dalam udara yang kotor. Asam Lemak 4. karena persyaratan yang digunakan adalah tekanan uap yang cocok pada suhu saat analisa dilakukan. keton SO . senyawa logam. Kemurnian Pelarut 3. Flavor 10. KGCdipakai untuk menetukan AlkilAlkil Timbal. Minyak Atsiri 9. Polusi Udara 6. tetapi pemisahan dalam tingkat pon atau ton sukar dilakukan kecuali jika ada metode lain. dan beberapa oksida dari nitrogen dll.7 Aplikasi Kromatografi Gas Kromatografi gas telah digunakan pada sejumlah besar senyawa-senyawa dalam berbagai bidang. 3. Ganja (mariyuana) 2.Dalam senyawa organic dan anorganik. Berikut beberapa kegunaan kromatografi gas pada bidang-bidangmya adalah : 1. H S.6 Sampel Yang Dapat Dianalisis Dengan GC 1. Fase gas dibandingkan sebagian besar fase cair tidak bersifat reaktif terhadap fase diam dan zat terlarut.Kromatografi Gas dilakukan. aldehid. 12 . Alkohol 7.

jeruk sitrat. karbohidrat. Perminyakan Kromatografi gas dapat digunakan unutk memisahkan dan mengidentifikasi hasil-hasildari gas-gas hidrokarbon yang ringan. Klinik Diklinik kromatografi gas menjadi alat untuk menangani senyawa-senyawa dalam klinik seperti : asam-asam amino. dan O dalam darah. Bahan makanan Digunakan dengan TLC dan kolom-kolom. aspirin. Bahan-bahan pelapis Digunakan untuk menganalisa polimer-polimer setelah dipirolisa. 4. 6. barbiturate. Sisa-sisa peptisida KGC dengan detector yang sensitive dapat menentukan atau pengontrolan sisa-sisa peptisida yang diantaranya senyawa yang mengandung halogen. asam-asam lemak dan turunannya. belerang. Bidang kimia/ penelitian Digunakan untuk menentukan lama reaksi pada pengujian kemurnian hasil. dan vitamin 3. 7. juga dapat dipakai unutk menguji jus. untuk mempelajari pemalsuanatau pencampuran. kontaminasi dan pembungkusan dengan plastic pada bahan makanan. 8. trigliserida-trigliserida. dan fosfor. Minyak atsiri Digunakan untuk pengujian kulaitas terhadap minyak permen.Kromatografi Gas 2. dll. CO . kopi dll. karet dan resin-resin sintesis. analisa hasil-hasilbaru dalam pengamatan metabolisme dalam zat-zatalir biologi 9. plasma steroid. 13 . Bidang farmasi dan obat-obatan Kromatografi gas digunakan dalam pengontrolan kualitas. 5. nitrogen.

Oleh karena itu.1 Kesimpulan Kromatografi adalah suatu istilah umum yang digunakan untuk bermacam-macam teknik pemisahan yang didasarkan atas partisi sampel diantara suatu fasa gerak yang bisa berupa gas ( kromatografi gas ) ataupun cair ( kromatografi cair ) dan fasa diam yang juga bisa berupa cairan ataupun suatu padatan. tentunya banyak kekurangan baik dalam segi isi atau penyampaiannya. kami mengharap kritik dan saran demi kesempurnaan makalah kami. Kromatografi gas terdiri dari beberapa alat diantaranya :  Fase Mobil (Gas Pembawa)  Sistem Injeksi Sampel  Kolom  Detektor  Pencatat (Recorder) 3. Penulis juga berharap kromatografi gas yang telah disajikan dalam bab pembahasan dapat dijadikan referensi ataupun tambahan wawasan bagi pembaca sehingga dapat membedakannya dan dapat menerapkannya secara tepat.2 Saran Demikian makalah ini di susun. 14 .Kromatografi Gas BAB III PENUTUP 3. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan polaritas dari fasa diam dan gerak. dan kromatografi gas cair (KGC). Ada dua jenis kromatografi gas. yatiu kromatografi gas padat (KGP). Semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca.

Diakses tanggal 11 april 2014 http://indonesiakimia. Mochamad.blogspot.Di Akses 3 Juni 2012 Sastrohamodjojo Harddjono Dr.html.com/2010/03/08/kromatografi-gas/. Kimia Analitik II.com/2011/05/gas-chromatography-gc. Analisis Kimia Kuantitatif. Malang 2002 Underwood. Teknik Kromatografi untuk Analisis Bahan Makanan.Kromatografi Gas.blogspot. Erlangga Jakarta.wordpress. Diakses tanggal 11 april 2014 15 .Kromatografi Gas DAFTAR PUSTAKA Adnan.html .2010.com/2012/06/makalah-chromatography-gas-gc. 1997. Kromatografi. Yogyakarta: Andi Offset Anonim. Drs Dkk. Jica Common Textbook. Bogor 1985 Soebagio.http://bondiebluesy. 2004 http://dedepurnama.IPB Press.