You are on page 1of 23

Istilah kalimat baku digunakan untuk menyebut kalimat yang sesuai dengan

kaidah bahasa Indonesia, baik dari sisi pemilihan kata, ejaan dan struktur
kalimat. Kalimat baku juga sering disamakan dengan kalimat efektif karena
kedua kalimat ini hampir sama. Namu yang harus diketahui adalah kalimat baku
sudah pasti merupakan kalimat efektif sedangkan kalimat efektif belum tentu
baku.

Kalimat baku tidaklah sama dengan kata baku. Namun di dalam kalimat baku
pasti terkandung kata-kata baku. Untuk membuat kalimat-kalimat baku kita
harus memperhatikan kata baku yang bisa dilihat di dalam Kamus Besar Bahas
Indonesia.

Sedangkan kalimat tidak baku adalah kalimat yang tidak sesuai dengan kaidah
bahasa Indonesia. Meskipun kaliamat tersebut bisa dimengerti oleh pembacanya
apabila tidak sesuai dengan kaidah kebahasaan bukanlah kalimat baku.

Baku tidaknya sebuah kalimat harus memenuhi bebrapa syarat yang sesuai
dengan kaidah-kaidah Bahasa Indonesia. Berikut adalah syarat-syarat yang
harus dipenuhi dalam kaliamat baku:

1. Logis

Sebuah kalimat dapat dikatakan baku jika kalimat tersebut logis atau bisa
diterima dengan akal sehat. Meskipun kaliamat tersebut sering digunakan,
kalimat tersebut bukanlah kalimat baku jika tidak logis.

Contoh:

Bagi yang membawa telepon genggam harap dimatikan!

Meskipun kalimat di atas sangat komunikatif, kalimat tersebut bukanlah kalimat
baku karena kurang logis dengan menyuruh mematikan orang yang membawa
handphone. Seharusnya kalimat yang digunakan adalah:

Bagi yang membawa telepon genggam harap mematikan telepon genggamnya.

2. Hemat

Kalimat dikatakan baku apabila tidak terdapat pemborosan kata di dalamnya.

Contoh:

Para mahasiswa saling dorong-mendorong untuk memasuki kelas.

Kalimat di atas mengandung pemborosan kata karena terdapat kata “saling” dan
“dorong-mendorong”. kalimat tersebut akan menjadi efektif apabila dirubah
menjadi:

Para mahasiswa saling dorong untuk memasuki kelas.

4. Padu

Hubungan antar unsur kalimat dalam Kalimat baku harus sesuai agar tidak
terjadi kesalahan penafsiran.

Contoh:

Dari data yang didapat menunjukkan bahwa kenaikan BBM itu cukup
menyulitkan rakyat kecil.

Kalimat di atas bukanlah kalimat baku karena tidak memiliki unsur subjek.
Kalimat tersebut akan menjadi baku apabila dirubah menjadi:

Kenaikan harga BBM cukup menyulitkan rakyat.

“Belikan Ibu garam dapur?” .5. Contoh: Budi membelikan baju adiknya. Maka kalimat yang sehaurusnya adalah: Budi membelikan adiknya baju. Ketidaktepatan Penulisan Tanda Baca Meskipun suatu kalimat telah memenuhi syarat sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Seharusnya kalimat tersebut ditulis seperti berikut: Ibu berkata. Berikut adalah beberapa kesalahan yang menyebabkan suatu kalimat menjadi tidak baku: 1. Kalimat di atas tidak baku karena strukturnya salah. kalimat tersebut tidak baku apabila ada kesalahan pemakaian tanda baca. Kesesuaian Struktur Kalimat baku memiliki struktur yang sesuai agar tidak terjadi kerancuan makna. Contoh: Ibu berkata. Yang dibelikan oleh Budi bukanlah baju tetapi adiknya. “Belikan ibu garam dapur”? Kalimat di atas bukan menjadi tidak baku karena terdapat kesalah penulisan tanda baca.

Ketidaktepatan Penulisan Huruf Kapital Kalimat baku akan menjadi tidak baku jika salah dalam menuliskan huruf Kapital.2. Kalimat tersebut secara struktur tidak tepat karena tidak terdapat subjek. Penulisan pulau jawa seharusnya menggunakan huruf kapital karena merupakan nama tempat atau nama geografi. Contoh: Gelombang ombak di daerah pantai pulau jawa sangat tinggi. (Baku) . Contoh: Dalam masyarakat Amerika mengenal tradisi Halloween. jika struktur dan ketatabahasaanya tidak tepat. Seharusnya kalimatnya adalah: Masyarakat Amerika mengenal tradisi Halloween. Berikut adalah contoh-contoh kalimat tidak baku dan kalimat baku: Dia mengontrak rumah di Gedung lama. Ketidaktepatan Struktur dan Ketatabahasaan Kalimat Sebuah kalimat akan menjadi tidak baku. 3.

(Baku) Kalian semua dipersilahkan untuk pulang.html . (Baku) Mereka saling ejek-mengejek. (Baku) Guru saya Pak Bambang pandai sekali. pandai sekali. (Tidak baku) Guru saya. (Baku) http://www. (Tidak baku) Mereka saling mengejek. (Baku) Motor paman saya baru. (Tidak Baku) Kalian dipersilahkan untuk pulang.kelasindonesia. (Tidak baku) Saya sudah terima hadiahmu. (Tidak baku) Hadiahmu sudah saya terima.Dia ngontrak rumah di Gedung lama. (Tidak baku) Paman saya motornya baru.com/2015/02/contoh-kalimat-baku-dan-tidak-bakuserta-penjelasan-lengkap. Pak Bambang.

predikat. Kalimat itu paling sedikit terdiri atas subjek dan predikat. Yang baku: Tinggi rendah pendidikan seseorang dapat dinilai dari cara berbicaranya. Ketidakjelasan fungsi-fungsi tersebut meragukan kebakuannya.CIRI-CIRI KALIMAT BAKU (STANDAR) BAHASA INDONESIA a) b) c) d) Catatan dari Pak Tubiono : I. kami mendapat bimbingan bapak dosen. (Demikian harap maklum) Yang baku: Demikian. Bapak/Ibu/Sdr. e) Suku-suku kalimat yang terdiri atas kelompok-kelompok kata. objek. Yang baku: Dalam menyusun laporan ini. Kalimat itu dapat kita tata kembali (kita permutasikan) atas dasar frasa-frasanya. Sesuai dengan tata bahasa (Gramatikal) Ini berarti bahwa: Fungsi-fungsi suku kalimat yang meliputi subjek. Misalnya : Untuk mengetahui tinggi rendahnya pendidikan seseorang dapat dinilai dari cara dia berbicara. Sehingga kita tidak menghadapi kesulitan pada masa yang akan datang. (Bagi saya soal itu kurang jelas) Suku kalimat tidak dapat berdiri sendiri sebagai kalimat Misalnya : Peristiwa itu perlu mendapat perhatian kita. dan keterangan terlihat dengan jelas. Yang baku: Soal itu bagi saya kurang jelas. . Misalnya : Penyusunan laporan ini kami mendapat bimbingan bapak dosen. Kalimat yang tidak dapat kita permutasikan bukan kalimat yang baku Misalnya : Soal itu saya kurang jelas. maklum hendaknya. tersusun menurut kaidah yang berlaku Penggandaan subjek yang tidak berfungsi bukan kalimat yang baku. Kalimat yang bersubjek saja atau berpredikat saja bukan kalimat yang baku Misalnya : Demikian untuk dimaklumi. kecuali kalimat perintah atau jawaban pertanyaan. Yang baku: Peristiwa itu perlu mendapat perhatian. sehingga kita tidak menghadapi kesulitan pada masa yang akan datang.

pada. di dalam. ke. maka. kepada. untuk. terpakai secara tepat Misalnya : Siapa menyanyikan lagu itu? Meskipun keadaannya terlalu parah. Unsur-unsur seperti yang. dalam. saya mengharapkan atas kehadiran Bapak/Ibu. Yang baku: Surat itu sudah saya baca. dan dari Misalnya : Bagi yang belum mengerti boleh bertanya.f) g) h) i) j) k) l) m) Kalimat baku tidak mencampuradukkan dua pola struktur yang berbeda Misalnya : Harga minyak dibekukan ataukah kenaikan secara luwes? Yang baku: Harga minyak dibekukan ataukah dinaikkan secara luwes? Kontaminasi (perancuan) struktural merupakan kalimat yang tidak baku Misalnya : Dalam rapat itu membicarakan SPP. Di tempat itu kekurangan beras. Kepada para pemenang diberi hadiah. yang berfungsi predikatif dalam kalimat tanya terpakai secara tepat Misalnya : Apa Anda sudah mengerti? Kota itu dilanda banjir di mana saya pernah tinggal. tetapi mereka . yang mana. dengan. Yang baku: Dengan ini. bahwa. Yang baku: Sudah mengertikah Anda? Saya pernah bertempat tinggal di kota yang dilanda banjir itu. Hubungan antara kata kerja transitif dengan objek penderita tidak disisipi olehkata depan (preposisi) Misalnya : Dengan ini. sebagai. Kata-kata Tanya: apa. di. Yang baku: Rapat itu membicarakan SPP. mana. Unsur-unsur gramatikal yang berasal dari dialek setempat dan bahasa daerah terhindari pemakaiannya Misalnya : Duduklah yang baik! Yang baku: Duduklah baik-baik! Pola frasa verbal “aspek + agens + verbal” terpakai secara tertib Misalnya : Surat itu saya sudah baca. Subjek tidak diawali: bagi. Yang baku: : Yang belum mengerti boleh bertanya. di mana. Dengan naiknya gaji menyebabkan kenaikan harga. saya mengharapkan kehadiran Bapak/Ibu. apakah. siapa. Naiknya gaji menyebabkan kenaikan harga Para pemenang diberi hadiah. Tempat itu kekurangan beras. tetapi.

akhiran. Karena gangguan alam. (d). para ibu-ibu akan merayakan Hari Ibu di Istana Negara. harga barang-barang naik n) Awalan. dan gabungan awalan dengan akhiran. Menteri Sosial memberi bantuan 5 juta rupiah. Tidak berlebihan. Yang baku: Atas perhatian Saudara. Misalnya : Istri karyawan yang rajin itu mendapat penghargaan. Di Surabaya. Misalnya : Desember yang akan datang. terpakai secara tepat Misalnya : Atas perhatiannya diucapkan terima kasih. Tidak boros Misalnya : Dokter menasihati pasien agar supaya makan bubur halus. Di Surabaya. Yang baku: Desember yang akan datang. Yang baku: Doklter menasihati pasien agar makan bubur halus. Yang baku: Benih padi itu diangkut dengan pesawat terbang ke NTT. (c). maka harga barang-barang naik. Misalnya : Saya mengucapkan beribu-ribu terima kasih.karyawan yang rajin itu mendapat penghargaan. Menteri Sosial memberikan bantuan 5 juta rupiah. Yang baku: Istri . para ibu (ibu-ibu) akan merayakan Hari Ibu di Istana Negara II. Tidak menimbulkan tafsiran ganda. Yang baku : Siapakah yang menyanyikan lagu itu? Meskipun keadaannya terlalu parah. mereka masih dapat tersenyum. (b). Tepat dalam pemilihan kata-kata Misalnya : Bibit padi itu diangkut dengan pesawat terbang ke NTT. Karena gangguan alam. . saya (kami) ucapkan terima kasih.masih dapat tersenyum. Cermat Pengertian cermat meliputi: (a). o) Kata benda yang sudah dijamakkan dengan kata-kata yang menyatakan banyak tidak memerlukan perulangan lagi.

Waktu dipersilahkan. Karena berbahasa itu mengemukakan logika.Yang baku: Saya mengucapkan (banyak) terima kasih (banyak). aksi juga bermaksud memprotes metode yang diterapkan dalam Laboratorium Bahasa. kami silakan. Kalimat yang bertele-tele mencerminkan cara berpikir yang tidak sistematis dan jalan pikiran yang berbelit-belit. kalimat-kalimat yang mendukungnya haruslah dapat diterima akal. Misalnya : Sekarang acara sambutan Ketua Panitia. Selain itu. Ketidakwajaran tampak pada saat memukul dan melempar mahasiswa dengan anak kunci. Sesuai dengan ejaan yang berlaku. III. Yang baku: Polisi Surabaya menerangkan bahwa protes yang ditujukan kepada seorang dosen itu bermaksud tidak menyetujui sikapnya yang tidak wajar terhadap mahasiswa dalam perkuliahannya. (Ketua Panitia. . Waktu kami berikan (sediakan). Misalnya : Menurut keterangan polisi Surabaya aksi protes tersebut ditujukan kepada seorang dosen dengan di bawah pimpinan seorang mahasiswa yang mempunyai maksud tidak setuju dengan tindakan tersebut yang dalam pengantar perkuliahannya bertindak tidak wajar terhadap mahasiswamahasiswanya dengan cara memukul dan melempar anak kunci dan memprotes metode yang dilakukan dalam laboratorium bahasa. Tidak bertele-tele.) IV. Masuk akal (logis). V. Yang baku: Sekarang acara sambutan Ketua Panitia.

co.Kalimat yang baku tertulis secara konsekuen dengan ejaan yang berlaku. Misalnya : memberiken proqram yunit semangkin Yang baku: memberikan program unit semakin temen teman madina farouqova.html .selasa 5 nov 2006 http://mentjep.id/2014/04/ciri-ciri-kalimat-baku-standarbahasa_7. Sesuai dengan lafal Indonesia. Lafal Indonesia ialah lafal yang sudah disepakati kebenarannya oleh mayoritas penutur BI.VI.blogspot.

Kaidah standar dapat berupa pedoman ejaan (EYD). bahasa baku menjadi tolok ukur bagi benar tidaknya pemakaian bahasa seseorang atau sekelompok orang. Tidak dipengaruhi bahasa daerah Contoh : Baku - Tidak baku . bahasa tidak baku adalah ragam bahasa yang cara pengucapan atau penulisannya tidak memenuhi kaidah-kaidah sandar tersebut. Penggunaan ragam bahasa baku dan tidak baku berkaitan dengan situasi dan kondisi pemakaiannya.Definisi. pidato. dan lain-lain. pemakaian bahasa baku dapat mempersatukan sekelompok orang menjadi satu kesatuan masyarakat bahasa. A. tata bahasa baku. 4. Kerangka acuan. Fungsi Bahasa Baku Secara umum. Raga bahasa baku biasanya digunakan dalam situasi resmi. Sebaliknya. 3. Ciri-ciri bahasa baku 1. fungsi bahasa baku adalah sebagai berikut. seperti acara seminar. pemakaian bahasa baku dapat menjadi pembeda dengan masyarakat pemakai bahasa lainnya. Pembawa kewibawaan. temu karya ilmiah. Pemberi kekhasan. pemakai bahasa baku dapat memperlihatkan kewibawaan pemakainya. 1. 2. B. Adapun ragam bahasa tidak baku umumnya digunakan dalam komunikasi sehari-hari yang tidak bersifat resmi. Fungsi dan Ciri-ciri Bahasa Baku Bahasa baku adalah ragam bahasa yang cara pengucapan dan penulisannya sesuai dengan kaidahkaidah standar. dan kamus umum. Pemersatu.

Tidak dipengaruhi bahasa asing Contoh : Banyak guru .bokap Dimantapkan .ia denganrkan radio Anak itu menangis .gimana Begitu – gitu Tidak .dimantapin 2.nelpon 4.anak itu nangis Kami bermain bola di lapangan .Kami main bola di lapangan 5. Pemakaian yang sesuai dengan konteks kalimat Contoh : .banyak guru-guru Itu benar .Saya .nggak/gak Menelpon .itu adalah benar Kesempatan lain . Pemakaian imbuhan secara eksplisit Contoh : Baku - Tidak baku Ia mendengarkan radio .ngerasa Ayah .lain kesempatan 3.gue Merasa . Bukan merupakan ragam bahasa percakapan Contoh : Baku - Tidak baku Bagaimana .

mundur ke belakang Pada zaman dahulu .mengejar ketinggalan 7. Tidak mengandung hiperkorek Contoh : Baku - Tidak baku Khusus .terdiri Seorang pasien .mempersingkat waktu Mengatasi berbagai ketinggalan . Tidak mengandung arti pleonasme Contoh : Baku - Tidak baku Para juri . tidak rancu Contoh : Baku - Tidak baku Menghemat waktu .para hadirin 8.Baku - Tidak baku Sehubungan dengan .seseorang pasien Dan lain sebagainya .para juri-juri Mundur . Tidak mengndung makna ganda.husus Sabtu – saptu Syah .dan sebagainya Siapa namamu ? .sah .pada zaman dahulu kala Hadirin .sehubungan Terdiri atas/dari .siapa namanya? 6.

masarakat Akhir .com/2014/11/definisi-fungsi-dan-ciri-ciribahasa.ebahasaindonesia.20 nov 2014 .html kamis.Masyarakat .ahir http://www.

Hal ini dikarenakan indikator kalimat efektif adalah bisa mentransfer gagasannya dengan jelas dan tepat. dan juga pemilihan kata yang tepat dan benar. Kalimat di atas jika dilihat dari kaidah bahasa Indonesia telah baku. kalimat baku menggunakan struktur. semua kalimat efektif pasti merupakan kalimat yang baku. Namun. Ciri-ciri Kalimat Baku Kalimat bisa dikatakan sebagai kalimat baku jika memiliki karakteristik kalimat baku sebagai berikut ini: . Pelajari mengenai kalimat efektif di sini! Kalimat Efektif Perhatikanlah contoh berikut ini! Dani membaca buku sejarah baru di perpustakaan sekolah. sehingga kalimat tersebut bisa mencapai tujuannnya. ejaan.Apakah yang dimaksud dengan kalimat baku? Kalimat baku adalah suatu kalimat yang sesuai dengan aruran-aturan atau kaidah pembentukan kalimat berdasarkan Ejaan yang Telah Disempurnakan (EYD). Sedangkan. Namun. Meskipun telah sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.Syarat Kalimat Baku dan Tidak Baku beserta Contohnya . tidak semua kalimat baku bisa menyampaikan gagasan utamannya. Dengan kata lain.Syrat . ada kalanya kalimat baku belum bisa dikatakan sebagai kalimat efektif. kalimat tersebut belum efektif karena masih ambigu dan menimbulkan tafsir yang ganda. yaitu mampu memberikan gagasannya kepada pendengar atau pembacanya dengan benar dan tepat.

dan sebagainya. Kalimat baku bisa menyampaikan gagasan utamannya dengan tepat disebut dengan kalimat efektif. dan lain-lain. memisahkan kalimat pengiring dan kalimat langsung. tanda petik haruslah sesuai dengan kaidah penulisa kalimat bahasa Indonesia. Yang dimaksudkan dengan struktur dan ketatabahasaan adalah adanya kejelasan struktur mana bagian subjek. 3. Titik (. Menggunakan tanda baca yang benar Penggunaan tanda baca sangat penting untuk membuat kalimat menjadi baku atau tidak baku. . 2. tanda tanya. Tanda tanya (?) : Digunakan dalam kalimat tanya. huruf pertama pada kalimat.) : Memisahkan induk kalimat. dan keterangan. Memiliki struktur dan ketatabahasaan yang tepat. Kalimat baku menggunakan ejaan.) : Menadakan akhir kalimat. tempat. predikat. objek.1. Syarat – syarat kalimat baku 1. dan lain-lain. Kalimat baku harus memiliki ketepataan pada struktur bahasa dan ketatabahasaannya. Huruf kapital biasanya digunaakan untuk: Nama orang. dan memisahkan frasa/kata yang sama dalam pemeriaan. sehingga penggunaan huruf kapital ini harus diperhatikan. dan strutktu yang benar. dan anak kalimat. koma. Baca artikel penggunaan tanda baca untuk mempelajarinya lebih lanjut di sini : Panduan Mengunakan tanda Baca 2. Menggunakan huruf kapital yang benar Suatu kalimat akan menjadi tidak baku jika salah menulis huruf kapital. Berikut ini sebagian kecil fungsi dari tanda baca: Koma (. Penggunaan tanda baca seperti titik. tanda baca.

Perhatikan kalimat berikut ini! Dari data yang didapat menunjukkan bahwa angka kecelakaan sepeda motor sangat tinggi. Seharusnya kalimat tersebut ditulis seperti berikut ini! Kecelakaan sepeda motor sangat tinggi berdasarka data yang didapat. Padu Kalimat baku yang termasuk kalimat efektif harus memiliki syarat padu. Kalimat yang padu adalah hubungan antara struktur dan gagasan utamanya harus sesuai atau saling mendukung.Perhatikan contoh berikut ini! Ayah membelikan buku adik. (tidak baku) Ayah membelikan adik buku. Kalimat di atas tidak baku karena tidak memiliki unsur subjek yang jelas. (baku) Kalimat pertama tidak baku karena 4. .

Kalimat tersebut tidaklah logis karena tidak masuk akal sehat.5. Sepintas terdengar seperti orang yang merokok yang akan dimatikan. Hemat Kalimat baku harus memiliki kehematan kata. Perhatikan contoh berikut ini! Bagi yang merokok harap dimatikan. Jika kita membaca suatu kalimat dan terdengar aneh. 6. Logis Syarat kalimat baku yang terakhir adalah logis. Suatu kalimat dikatakan logis apabila kalimat tersebut bisa dicerna atau diterima dengan akal sehat. Seharusnya kalimat tersebut menjadi: . kehematan penggunaan kata juga membuat kalimat baku menjadi kalimat efektif. Seharusnya kalimat tersebut adalah: Para ibu melakukan aksi demo di depan pintu Gedung Perwakilan Rakyat RI. maka kalimat tersebut tidaklah baku. Kalimat diatas tidaklah baku dan juga efektif karena ad pemborosan kata di dalamnya. Selain itu. Perhatikan contoh berikut ini: Para ibu-ibu melakukan aksi demo di depan pintu Gedung Perwakilan Rakyat RI.

(tidak baku) Aku membeli jeruk bali sekilo di pasar baru. (baku) Ibu berkata. Untuk lebih menyakinkan Anda. (baku) . saya yakin kalian sudah mengeti tentang kalimat baku dan tidak baku. “Ibu akan pergi ke rumah nenek!” (baku) Aku membeli jeruk Bali sekilo dipasar baru. Contoh Kalimat Tidak Baku dan Kalimat Baku Setelah membaca tulisan ini. “Ibu akan pergi ke rumah nenek hari ini”! (tidak baku) Ibu berkata. (baku) Andi membeli mobil bewarna putih. berikut ini adalah contoh-contoh kalimat tidak baku yang secara tidak sadar sering kita gunakan beserta dengan kalimat bakunya. (tidak baku) Ayah menolong anak itu kemudian mendidik hingga besar. (tidak baku) Buah itu jatuh setelah tertiup angin.Orang yang merokok harus mematikan rokoknya. (baku) Ayah menolong anak itu kemudian dididik hingga besar. Buah itu jatuh ke bawah setelah tertiup angin. (tidak baku) Andi membeli mobil hitam.

Demikianlah artikel kali ini mengenai definisi beserta syarat-syarat kalimat baku.html .com/2015/10/kalimat-baku-dan-tidak-baku. http://www.Yang harus Anda ingat adalah kalimat baku harus mengikuti kaidah yang telah sesuai dengan ejaan bahasa yang telah disempurnakan (EYD).prbahasaindonesia.

 Saat berpidato dan rapat dinas. Kata-kata baku yaitu kata yang digunakan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang sudah di tentukan sebelumnya dan suatu kata bisa disebut dengan kata tidak baku jika kata yang digunakan tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.  Membuat surat dinas. Artikel ini dibuat bagi siapa saja yang ingin memahami tentang definisi kata baku maupun kata tidak baku. ketidakbakuan suatu kata bukan hanya ditimbulkan oleh salah penulisan saja. Penjelasan mengenai kata baku Kata baku adalah kata yang digunakan sudah sesuai dengan pedoman atau kaidah bahasa yang telah di tentukan. Biasanya kata tidak baku selalu muncul dalam percakapan kita sehari-hari. dan lain-lain. instansi atau lembaga. A.  Membuat surat lamaran pekerjaan.  Membuat nota dinas. Atau kata baku merupakan kata yang sudah benar dengan aturan maupun ejaan kaidah bahasa Indonesia dan sumber utama dari bahasa baku yaitu Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). surat edaran dan surat resmi lainnya. Kata baku biasanya sering digunakan ketika:  Membuat karya ilmiah. akan tetapi bisa juga disebabkan oleh pengucapan yang salah dan penyusunan suatu kalimat yang tidak benar.  Membuat laporan. Baca juga: Pengertian Surat edaran dan contohnya serta bagian-bagiannya.  Surat menyurat antara organisasi.Berikut ini pengertian kata baku dan tidak baku beserta contohnya – Apa itu kata baku dan tidak baku? Mungkin kamu sudah sering mendengar istilah kata baku dan tidak baku baik itu di sekolah. Penjelasan mengenai kata tidak baku . lingkungan masyarakat dan lain-lain. B. baik itu dalam suatu tulisan maupun dalam pengungkapan kata-kata. Kata baku umumnya sering digunakan pada kalimat yang resmi.  Saat musyawarah atau diskusi. yang artikelnya dapat kamu baca di bawah ini.

tekhnik. C. november. karena.  Yang menggunakan bahasa tidak memperbaiki kesalahan dari penggunaan suatu kata. yang menggunakan bahasa sudah terbiasa memakai kata tidak baku. 2. biosfir. praktik. efektif. Beberapa contoh kata baku dan tidak baku 1. Kalimatnya: Saya akan keluar kota pada hari ini. Adapun faktor-faktor yang dapat menyebabkan munculnya kata tidak baku. daftar.Kata tidak baku adalah kata yang digunakan tidak sesuai dengan pedoman atau kaidah bahasa sudah ditentukan.  Dan yang terakhir. foto. poto. obyek. Kalimatnya: Pada hari ini saya akan keluar kota. Biasanya kata tidak baku sering digunakan saat percakapan seharihari atau dalam bahasa tutur. pasif. Sora n. 15 09 2015 http://www. itulah yang menyebabkan kata tidak baku selalu ada. pasip. nasihat dan lain-lain. teknik. Contoh kata baku Misalnya seperti: aktif. objek. bus.net/2015/09/pengertian-kata-baku-dan-tidak-bakubeserta-contohnya. bis. karna. negri. nopember.pengertianku. yang diantaranya sebagai berikut ini:  Yang menggunakan bahasa tidak mengetahui bentuk penulisan dari kata yang dia maksud. Contoh kata tidak baku Misalnya seperti: aktip. efektip.html . apotek. praktek.  Yang menggunakan bahasa sudah terpengaruh oleh orang-orang yang terbiasa menggunakan kata yang tidak baku. apotik. negeri. biosfer. nasehat dan lain-lain.