You are on page 1of 8

DEFIBRILASI

Suatu tindakan terapi dengan cara
memberikan aliran listrik yang kuat
dengan metode asinkron ke jantung
pasien melalui elektroda yang
ditempatkan pada permukaan dada
pasien

AHA

Defibrilasi diberikan secepat mungkin
saat pasien mengalami gambaran VT
non pulse atau VF
3 menit untuk setting rumah sakit dan
dalam waktu 5 menit untuk setting luar
rumah sakit

Indikasi

Ventrikel Fibrilasi / VF
Ventrikel Takikardi tanpa nadi / VT non
pulse

Prinsip Defibrilasi

Gelombang bifasik lebih efektif dan
menimbulkan resiko cedera pada
jantung daripada gelombang
monofasik
Energi defibrilator monofasik yang
diberikan 360 joule, sedangkan pada
defibrilator 200 joule
Anak-anak 1-2 joule/kgBB, maksimal 3
joule/kgBB

Per
sia
pan

A
l
a
t
P
a
s
i
e
n











Defibrilator dgn monitor EKG dan pedalnya
Jelly
Obat emergency
Oksigen
Peralatan intubasi dan suction
Letakkan pasien diatas papan resusitasi pada
posisi supine
Lepaskan gigi palsu atau protesa lain yang
dikenakan pasien
Lakukan RJP jika alat defibrilator belum siap
untuk mempertahankan cardiac output
Berikan oksigen dengan face maker untuk
mempertahankan oksigenasi tetap adekuat
Pastikan mode defibrilator pada posisi
asyncrone
Matikan pace maker jika terpasang

Prosedur






Oleskan jelly pada pedal
Nyalakan perekaman EKG
Letakkan pedal pada posisi apeks dan sternum
Pastikan semua clear / tidak ada yang kontak
dengan pasien, bed dan peralatan
Tekan tombol pada kedua pedal sambil
menekannya di dinding dada pasien, jangan
langsung diangkat, tunggu sampai semua
energi listrik dilepaskan
Nilai gambaran EKG dan kaji denyut nadi karotis
Jika kejutan kedua tidak berhasil, lakukan
tahapan ACLS berikutnya
Bersihkan jelly pada pedal dan pasien

Komplikasi



Henti jantung nafas dan kematian
Anoxia cerebral sampai dengan
kematian otak
Gagal nafas
Luka bakar