You are on page 1of 27

PERAN CAIRAN PADA

PERIOPERATIF
Oleh :
Abdurahman Wahid, S.Kep, Ns

Total Body
Water
body wt%
total
intracellular
extracellular
intravas
interstitial

Total
water%

60
40
20

100
67
33

5
15

8
25

Composition of Fluids plasma interstitial intracellular Cations Na K Ca Mg 140 4 5 2 146 4 3 1 12 150 10 7 Anions Cl HCO SO4 HPO4 Protein 103 24 1 2 16 104 27 1 2 5 3 10 116 40 .

Isotonic infusion • Ringer’s acetate • Ringer’s lactate • Normal saline Replace acute/ abnormal loss increases ECF ICF ISF 800 ml Plasma 200 ml .

Hypotonic infusion • 5% dextrose Replace Normal loss (IWL + urine) increases ICF > ECF ICF 660 ml ISF Plasma 255 ml 85 ml .

Hypertonic infusion • HES steril/colloid Restrict fluid increases IVF ICF ISF Plasma .

Gelatin.MACAM CAIRAN : 1. Asering dll. KAEN. 3.NS. Albumin dl 4. CAIRAN RESUSITASI RL.RINGER ACETAT . CAIRAN KOLOID Dextran. PZ. Darah . CAIRAN NON ELEKTROLIT 2. HES. CAIRAN ELEKTROLIT GLUKOSA 5% / DEKTROSE 5% RL.

Resusitasi cairan Resusitasi cairan . Dehidrasi Hipovolumia ------.HYPOVOLUMIA → Peran Cairan mengisi ruang Intravaskuler oksigenasi sel diperbaiki. Syok Hipovolumia ----- 3.OPERASI EMERGENCY hypovolumia : 1.OPERASI ELEKTIF → puasa .MASALAH PRAOPERATIF : . . 2. Pendarahan Hipovolumia -----.Resusitasi rehidrasi.

TETESAN / MENIT KEBUTUHAN . > 20cc/ KgBB / 24 jam.PEMBERIAN CAIRAN MAINTENANCE .JUMLAH CAIRAN : DEWASA 50 cc / KgBB/ 24 jam ANAK 10Kg I -----.100cc / KgBB / 24 jam 10Kg II ------.Na+ ---------.MACAM CAIRAN --------------------. . .3 – 5 meg / KgBB / 24 jam.50cc / KgBB / 24 jam.

9 % : Na+ 154 meq/L. Cl155. K+ 4 meq/L. 278 mOsm/L 2. PZ : Na+ 154 meq/L . Cl. RL : Na+ 130 meq/L. NaCl 0. D 5 % : Glukosa 50 gr/L.Sediaan Infus 1.5 meq/L 4. 308 mOsm/L 3.154 meq / L.

25 th.1cc = 15 tts terumo – 1cc = 20 tts.Jumlah Cairan -------. jumlah 1500 cc.Macam Cairan ----.Terumo : 2500 x 20 24 x 60 2500 = 25 -30 tts / mnt 24 x 4 = 2500 24 x 3 = 33-35 tts / mnt.Macam Cairan RL 3 fles --. . .Tetesan / menit – otsuka --. .CONTOH : Laki-laki.D5% = 2 fles. RL – Na+ 131 meq/L-----.Susunan Cairan RL 3 fles + D5% 2 fles.1 fles = 65 meq PZ – Na+ 154 meq/L -----. kekurangan cairan 1000 cc -----.kebutuhan Na+ = 150 -250 meg/ 24 jam.Na+ 195 meq . .1 fles = 77 meq. . .50 x50 / 24Jam = 2500 cc / 24 jam. BB 50 Kg. .Otsuka : 2500 x 15 = 24 x 60 .

18 tts/m 96 -Terumo : 1640 X 20 1640 24 X 60 140 cc Total 24 X 60 - 1.10 x 100cc = 1000 cc 10Kg II ------.225% in D5%  C4  Na+19 meq/fles -NaCl 0. .500 cc 22 – 24 tts/m .10 x 50 cc = 500 cc > 7Kg -----. 11 th .Anak.7 x 20 cc = 140 cc jumlah = 1640 cc -Macam Cairan Kebutuhan Na+ = 81 – 135 meq/ 24 jam.9% - C I - Na+ 77 meq/fles -NaCl 0.45% in D5% -- C2  Na+38 meq/fles -NaCl 0.Jumlah Cairan 10 Kg I ----. BB 27 kg.18 % in D5%  C5  Na+ 10 meq/fles -Macam cairan -C2 3 fles  Na+ 114 meq  -D 5% 140 cc Jumlah - -Tetesan : Otsuka : 1640 X 15 - jumlah 1. -NS / PZ NaCl 0.640 cc 1640 16 .

000 cc • Cara .500 cc .1 jam I  20 cc /kgBB/jam  1.000 cc » Evaluasi – 1 jam III  10 cc/kgBB/jam  500 cc » E v a l u a s I  jelek  kembali ke 1 jam I – 3 jam jumlah 2. Urine (warna/jumlah) (cairan elektrolit) • Laki2 30 th BB 50 kg  Dehydrasi • Dehydrasi berat 10%  10/100 X 50 kg = 5 kg  5.• • • Dehydrasi  defisit cairan  hypoxia sel +  ATP  Rehydrasi Dehydrasi  Rehydrasi  Evaluasi – Nadi. Tensi.000 cc » Evaluasi – 1 jam II  20 cc/kgBB/jam  1.

Nadi – Tensi  baik  maintenance I – Urine  jelek  1 jam II – Mukosa lidah .000 cc – Evaluasi .KENYATAAN SEHARI-HARI DALAM PRAKTEK • • • • Seorang laki2 45 th BB 50 kg dg peritonitis generalisata Dianggap dehydrasi berat  ≥ 10 % Defisit = 10/100 X 50 kg = 5 kg ~ 5. • 1 jam I  20 cc/kgBB/jam  1.000 cc air Dasar Pemikiran : dianggap dehydrasi berat (≥ 10 %) » Bila ≤ 10 %  pd rehydrasi jam I/II sdh baik » Bila > 10 %  stl rehydrasi jam III dapat dilanjutkan spt jam I dan seterusnya.

.500 cc.000 cc • Evaluasi  baik  maintenance  jelek  1 jam III – 1 jam III  10 cc/kgBB/jam  500 cc • Evaluasi  baik  maintenance  jelek  kembali ke 1 jam I.000 cc + 500 cc = 2.KENYATAAN SEHARI-HARI DALAM PRAKTEK • 1 jam II  20 cc/kgBB/jam  1. Padahal defisit 5.000 cc. dan seterusnya • Kesimpulan : dalam 3 jam resusitasi cairan yang masuk 1. jadi dalam 3 jam cairan yang masuk hanya separuhnya.000 cc + 1.

Syok Hipovolumik   hypoxia cell + gangguan perfusi  kompensasi tubuh  vasokonstriksi perifer kulit/akral dingin dingin/basah (keringat)  Tensi rendah. N. T. Nadi cepat kecil Resusitasi: cairan elektrolit  Grojok evaluasi. Akral Kesadaran Produksi urine .

. Resusitasi : mengisi cairan intravaskuler Bila dengan RL ------.jumlah cairan di interstitiel & intrasel tetap.1 cc darah = 3 – 4 cc RL .• Perdarahan  hipovolume  oksigenasi sel turun Syok (+) Masalah : .pada waktu yang tidak lama jumlah cairan intravaskuler berkurang.

basah .140 > 140 TD normal normal turun turun PP Normal / > < < < Status mental Sedikit gelisah Agak gelisah Bingung.Respon Fisiologis Derajat kehilangan darah Respon Derajat I Derajat II Derajat III Derajat IV Kehilangan darah 0 – 15 % (<750 cc) 16 – 30 % 31 – 40 % > 40 % (750 – 1500 cc) (1500–2000 cc) ( >2000 cc) Nadi < 100 100 .120 120 . lembab Sianosis. pucat Dingin. merah muda Dingin. letargi Tidak sadar Respirasi 14 – 20 x/m 20 – 30 x /m 30 – 40x /m > 35x / m PU > 30 ml/j 20 – 30 ml/j 5 – 15 ml/j <15 ml/j CRT <2s >2s >4s - kulit Normal.

25 % EBV/F hilang  syok.HAL-HAL YANG PERLU DIINGAT !! 1. 15 % EBV/F hilang  hypoxia (+)  nadi meningkat 3. . VOLUME DARAH EFEKTIF(Effective blood volume/flow) – ♂ 70 – 75 cc/kgBB – ♀ 60 – 65 cc/kgBB – Anak2 90 – 100 cc/kgBB 2.

GCS 335.Kenyataan sehari-hari • Seorang laki – laki 25 th. Klien menabrak pembatas jalan dan tertimpa sepeda motornya. Saat dibawa ke RS. RR 28 x/m. apa yang anda lakukan ? . klien tidak sadar. N 120 x / menit. akral dingin.TD 100 / 70 mmHg. Sebagai petugas UGD. Terdapat open fraktur femur sinistra dan luka abrasi di lengan kiri. BB 50 kg. T 37 C. mengalami kecelakaan sepeda motor.

Selama dibawa ke RS klien tidak muntah. Klien sempat pingsan saat kejadian dan sadar saat tiba di RS .Assesment (SOAP) S : Saksi mengatakan klienmenabrak pembatas jalan dan tertimpa sepeda motornya.

.O 1. Fisiologi : Nadi 120 x/m Akral dingin GCS 335 CRT 2 s RR 28 x/m TD 100/70 mmHg PP : 30 mmHg MAP : 80 mmHg 2. Ronchi. Anatomi A: Snoring Gurgling Stridor Wheezing B: Dinding dada simetris Retraksi.

A (Analisa) Hipoksia sistemik dan hipoksia sentral e.c perdarahan © .

P (Plan) A: B : pasang O2 nasal kanul 4 l/m C: Dari tanda2 vital klien mengalami syok stadium II • • • EBV = 70 cc x 50 kg = 3500 cc EBL = 25 % x 3500 = 875 cc darah Perdarahan yang terjadi bisa diganti dengan pemberian RL sebanyak = 875 x 4 = 3500 cc di grojok .

Infus – disuntikkan pd karet infus • Syarat  cairan harus mengalir  pelan2 thrombus/embolus (-) tetesan/menit  asal menetes Cairan  elektyrolit/ non elektrolit .CAIRAN UTK MEMASUKKAN OBAT • Bila perlu obat iv yang berulang • Pemberian  mell.