You are on page 1of 2

BAB 3

KESIMPULAN DAN SARAN


3.1
3.1.1.

Kesimpulan
Luka memar (bruise/contusion) adalah suatu perdarahan akibat

pecahnya pembuluh darah kapiler dan vena dalam jaringan bawah kulit atau
kutis yang di sebabkan oleh kekerasan benda tumpul (blunt force injury),
perdarahan yang terjadi menyebabkan darah meresap ke jaringan sekitarnya.
3.1.2.
Memar (kontusio) terjadi ketika pembuluh darah di bawah kulit pecah
setelah trauma akibat benda tumpul, sehingga menyebabkan kebocoran
pembuluh yang selanjutnya akan menyebabkan warna biru kehitaman pada kulit
yang sering berubah menjadi warna ungu, merah, kuning, dan hijau yang
ditandai sebagai proses penyembuhan.
3.1.3.
Aspek medikolegal yang dapat dilakukan adalah dengan menentukan
jenis luka, benda yang menjadi penyebab luka dan kualifikasi luka. Hal ini
berfungsi untuk melengkapi Visum Et Repertum pada kejadian penganiayaan
serta pada kematian dengan cara yang tidak wajar yang diatur pada Kitab
Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), yang bersangkutan dengan Bab XX
(Tentang Penganiayaan), terutama pasal 351 dan pasal 352.

29

3.2
3.2.1.

Saran
Perlu dilakukan pengkajian tinjauan pustaka lebih lanjut tentang mekanisme

dan umur luka akibat kekerasan tumpul yang lain yaitu luka lecet dan robek.
3.2.2.
Perlu dilakukan pengkajian tinjauan pustaka lebih lanjut tentang mekanisme
dan umur luka akibat kekerasan tajam yang lain misalnya luka iris, luka tusuk, dan
luka bacok.
3.2.3.
Perlu dilakukan pengkajian tinjauan pustaka lebih lanjut tentang aspek
medikolegal dari luka akibat kekerasan benda tajam.

30