You are on page 1of 63

ANALISA DAN PERANCANGAN

PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA


Studi Kasus : Ds. Somagede

Oleh
Deden Ardiansyah, S.T
Indargo

Abstrak
Kecamatan Somagede merupakan daerah yang terletak di pulau Jawa
Kecamatan Banyumas, merupakan salah satu daerah yang masyarakatnya belum
pernah merasakan terangnya listrik seperti daerah lain di kota-kota besar di pulau
jawa. Listrik di wilyah ini belum masuk di karenakan jangkauan PLN untuk masuk
kedaerah terpencil seperti kecamamatan Somagede sangat sulit. Oleh karena itu
penulis berinisiatif untuk merancang pembangunan pembangkit listrik tenaga surya
untuk daerah tersebut. Sistem listrik tenaga surya (LTS) sebagai pembangkit listrik
diarahkan agar dapat dimanfaatkan oleh para pemakai di daerah terpencil yang tidak
mungkin dijangkau oleh jaringan PLN. Dari hasil pembahasan dengan menggunakan
metode pendekatan Perencanaan, Desain dan Analisa Kebutuhan didapat bahwa
untuk memenuhi kebutuhan listrik di desa kanding dengan jumlah 30 unit rumah dan
penerangan umum dibutuhkan listrik 13,5 KW per jam. Untuk memenuhi kebutuhan
itu maka diperlukan 207 panel surya, 216 baterai,6 buah charge controller dengan
kapasitas 300 Ampere dan 3 Buah inverter dengan kapasitas 15 Kw. Untuk kebutuhna
tersebut diatas maka dibutuhkan anggaran biaya 2,266,110,000.00 ( Dua Milyar Dua
Ratus Enam Puluh Enam Juta Seratus Sepuluh Ribu Rupiah ).

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Listrik merupakan kebutuhan primer manusia saat ini, sesuai dengan
kemajuan zaman semakin pesat kebutuhan listrik hampir semua kalanagan mulai
dari daerah perkotaan hingga pedesaan saat ini. Di Indonesia untuk kebutuhan
listrik masyarakat menggunakan layanan PLN ( Perusahaan Listrik Negara ). Hampir
semua masyarakat Indonesia menikmati layanan listrik dari perusahaan tersebut.
Kecamatan Somagede merupakan daerah yang terletak di pulau Jawa
Kecamatan Banyumas, merupakan salah satu daerah yang masyarakatnya belum
pernah merasakan terangnya listrik seperti daerah lain di kota-kota besar di pulau
jawa. Listrik di wilyah ini belum masuk di karenakan jangkauan PLN untuk masuk
kedaerah terpencil seperti kecamamatan Somagede sangat sulit. Warga pernah
mewacanakan pembuatan fasilitas listrik sederhana dengan bersumber pada tenaga
mikro hidro. Namun, ternyata wacana tersebut hingga sekarang belum bisa
terealisasi,karena aliran air yang akan digunakan untuk mikro hidro tidak memenuhi
syarat.
Oleh karena itu penulis berinisiatif untuk merancang pembangunan
pembangkit listrik tenaga surya untuk daerah tersebut. Sistem listrik tenaga surya
(LTS) sebagai pembangkit listrik diarahkan agar dapat dimanfaatkan oleh para
pemakai di daerah terpencil yang tidak mungkin dijangkau oleh jaringan PLN. Oleh
karena itu penulis berinisiatif untuk merancang pembangkit listrik tenaga surya untuk
daerah tersebut dengan judul Analisa & Perancangan Pembangkit Listrik Tenaga
Surya ( PLTS ) sebagai bahan Skripsi.

1.2 Pokok Masalah


Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka yang menjadi permasalahan
adalah bagaimana merancang Pembangkit Listrik Tenaga Surya ( PLTS ) dengan
memanfaatkan sinar matahari sebagai energi utama. sehingga dapat menghasilkan
energi listrik.
1.3 Batasan Masalah
Mengingat luas dan banyaknya hal-hal yang perlu diperhatikan dalam proses
perancangan pembangkit tenaga surya ini, maka penulis memberikan beberapa
batasan masalah antara lain :
1. Perhitungan dari pembangkit tidak secara detail.
2. Jumlah kebutuhan Panel Surya,Controllel dan Inverter sudah ditentukan
3. Maket sebagai Contoh atau Prototype Perancangan
1.4 Tujuan
Tujuan dari perancangan dan pembuatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya
(PLTS) ini adalah untuk memberikan gambaran tentang Pembangkit Listrik Tenaga
Surya (PLTS) kepada masyarakat khususnya kepada masyarakat Desa Kanding yang
belum mendapat aliran listrik dari PLN.

1.5

Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan pada laporan ini terdiri dari lima BAB dengan susunan

BAB Sebagai berikut :


BAB I

PENDAHULUAN

Bab ini berisikan tentang Latar Belakang, Pokok Masalah, Batasan Masalah,

Tujuan dan Sistematika Penulisan

BAB II

LANDASAN TEORI

Bab ini berisikan tentang Landasan teori dari PLTS

BAB III

PERANCANGAN

Bab ini berisika tentang perancangan perencanaan dan pembuatan Pembangkit


Listrik Tenaga Matahari
BAB IV

ANALISA

Bab ini berisikan tentang Analisa yang dilakukan setelah hasil perancangan.
BAB V

KESIMPULAN

Bab ini berisikan tentang kesimpulan dari hasil analisa perancangan


pembangkit listrik tenaga surya.

BAB II
TEORI DASAR
2.1.Konsep Sistem PLTS
Pembangkit listrik tenaga surya itu konsepnya sederhana. Yaitu mengubah
cahaya matahari menjadi energi listrik. Cahaya matahari merupakan salah satu bentuk
energi dari sumber daya alam. Sumber daya alam matahari ini sudah banyak
digunakan untuk memasok daya listrik di satelit komunikasi melalui sel surya. Sel

surya ini dapat menghasilkan energi listrik dalam jumlah yang tidak terbatas langsung
diambil dari matahari, tanpa ada bagian yang berputar dan tidak memerlukan bahan
bakar. Sehingga sistem sel surya sering dikatakan bersih dan ramah lingkungan.
Bandingkan dengan sebuah generator listrik, ada bagian yang berputar dan
memerlukan bahan bakar untuk dapat menghasilkan listrik. Suaranya bising. Selain
itu gas buang yang dihasilkan dapat menimbulkan efek gas rumah kaca (green house
gas) yang pengaruhnya dapat merusak ekosistem planet bumi kita. Sistem sel surya
yang digunakan di permukaan bumi terdiri dari panel sel surya, rangkaian kontroler
pengisian (charge controller), dan aki (batere) 12 volt yang maintenance free. Panel
sel surya merupakan modul yang terdiri beberapa sel surya yang digabung dalam
hubungan seri dan paralel tergantung ukuran dan kapasitas yang diperlukan. Yang
sering digunakan adalah modul sel surya 20 watt atau 30 watt. Modul sel surya itu
menghasilkan energi listrik yang proporsional dengan luas permukaan panel yang
terkena sinar matahari.
Rangkaian kontroler pengisian aki dalam sistem sel surya itu merupakan
rangkaian elektronik yang mengatur proses pengisian akinya. Kontroler ini dapat
mengatur tegangan aki dalam selang tegangan 12 volt plus minus 10 persen. Bila
tegangan turun sampai 10,8 volt, maka kontroler akan mengisi aki dengan panel surya
sebagai sumber dayanya. Tentu saja proses pengisian itu akan terjadi bila berlangsung
pada saat ada cahaya matahari. Jika penurunan tegangan itu terjadi pada malam hari,
maka kontroler akan memutus pemasokan energi listrik. Setelah proses pengisian itu
berlangsung selama beberapa jam, tegangan aki itu akan naik. Bila tegangan aki itu
mencapai 13,2 volt, maka kontroler akan menghentikan proses pengisian aki itu.
Rangkaian kontroler pengisian itu sebenarnya mudah untuk dirakit sendiri.
Tapi, biasanya rangkaian kontroler ini sudah tersedia dalam keadaan jadi di pasaran.
Memang harga kontroler itu cukup mahal kalau dibeli sebagai unit tersendiri.
Kebanyakan sistem sel surya itu hanya dijual dalam bentuk paket lengkap yang siap
pakai. Jadi, sistem sel surya dalam bentuk paket lengkap itu jelas lebih murah

dibandingkan dengan bila merakit sendiri.


Biasanya panel surya itu siletakkan dengan posisi statis menghadap matahari.
Padahal bumi itu bergerak mengelilingi matahari. Orbit yang ditempuh bumi
berbentuk elip dengan matahari berada di salah satu titik fokusnya. Karena matahari
bergerak membentuk sudut selalu berubah, maka dengan posisi panel surya itu yang
statis itu tidak akan diperoleh energi listrik yang optimal. Agar dapat terserap secara
maksimum, maka sinar matahari itu harus diusahakan selalu jatuh tegak lurus pada
permukaan panel surya.
Jadi, untuk mendapatkan energi listrik yang optimal,sistem sel surya itu masih
harus dilengkapi pula dengan rangkaian kontroler optional untuk mengatur arah
permukaan panel surya agar selalu menghadap matahari sedemikian rupa sehingga
sinar mahatari jatuh hampir tegak lurus pada panel suryanya. Kontroler seperti ini
dapat dibangun, misalnya, dengan menggunakan mikrokontroler 8031. Kontroler ini
tidak sederhana, karena terdiri dari bagian perangkat keras dan bagian perangkat
lunak. Biasanya, paket sistem sel surya yang lengkap belum termasuk kontroler untuk
menggerakkan panel surya secara otomatis supaya sinar matahari jatuh tegak lurus.
Karena itu, kontroller macam ini cukup mahal.

2.2. Photovoltaic
Cara kerja sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya dengan menggunakan
Grid-Connected panel sel surya Photovoltaic untuk perumahan Modul sel surya
Photovoltaic merubah energi surya menjadi arus listrik DC. Arus listrik DC yang
dihasilkan ini akan dialirkan melalui suatu inverter (pengatur tenaga) yang
merubahnya menjadi arus listrik AC, dan juga dengan otomatis akan mengatur
seluruh sistem. Listrik AC akan didistribusikan melalui suatu panel distribusi indoor
yang akan mengalirkan listrik sesuai yang dibutuhkan peralatan listrik. Besar dan

biaya konsumsi listrik yang dipakai di rumah akan diukur oleh suatu Watt-Hour
Meters.
Komponen utama sistem surya fotovoltaik adalah modul yang merupakan unit
rakitan beberapa sel surya fotovoltaik. Untuk membuat modul fotovoltaik secara
pabrikasi bisa menggunakan teknologi kristal dan thin film. Modul fotovoltaik kristal
dapat dibuat dengan teknologi yang relatif sederhana, sedangkan untuk membuat sel
fotovoltaik diperlukan teknologi tinggi. Modul fotovoltaik tersusun dari beberapa sel
fotovoltaik yang dihubungkan secara seri dan paralel. Biaya yang dikeluarkan untuk
membuat modul sel surya yaitu sebesar 60% dari biaya total. Jadi, jika modul sel
surya itu bisa diproduksi di dalam negeri berarti akan bisa menghemat biaya
pembangunan PLTS.
Untuk itulah, modul pembuatan sel surya di Indonesia tahap pertama adalah
membuat bingkai (frame), kemudian membuat laminasi dengan sel-sel yang masih
diimpor. Jika permintaan pasar banyak maka pembuatan sel dilakukan di dalam
negeri. Hal ini karena teknologi pembuatan sel surya dengan bahan silicon single dan
poly cristal secara teoritis sudah dikuasai. Dalam bidang fotovoltaik yang digunakan
pada PLTS, Indonesia ternyata telah melewati tahapan penelitian dan pengembangan
dan sekarang menuju tahapan pelaksanaan dan instalasi untuk
elektrifikasiuntukpedesaan.
Teknologi ini cukup canggih dan keuntungannya adalah harganya murah,
bersih, mudah dipasang dan dioperasikan dan mudah dirawat. Sedangkan kendala
utama yang dihadapi dalam pengembangan energi surya fotovoltaik adalah investasi
awal yang besar dan harga per kWh listrik yang dibangkitkan relatif tinggi, karena
memerlukan subsistem yang terdiri atas baterai, unit pengatur dan inverter sesuai
dengankebutuhannya.
Bahan sel surya sendiri terdiri kaca pelindung dan material adhesive
transparan yang melindungi bahan sel surya dari keadaan lingkungan, material anti-

refleksi untuk menyerap lebih banyak cahaya dan mengurangi jumlah cahaya yang
dipantulkan, semi-konduktor P-type dan N-type (terbuat dari campuran Silikon)
untuk menghasilkan medan listrik, saluran awal dan saluran akhir (tebuat dari logam
tipis) untuk mengirim electron ke perabot listrik.Cara kerja sel surya sendiri
sebenarnya identik dengan piranti semikonduktordioda. Ketika cahaya bersentuhan
dengan sel surya dan diserap oleh bahan semi-konduktor, terjadi pelepasan elektron.
Apabila elektron tersebut bisa menempuh perjalanan menuju bahan semi-konduktor
pada lapisan yang berbeda, terjadi perubahan sigma gaya-gaya pada bahan. Gaya
tolakan antar bahan semi-konduktor, menyebabkan aliran medan listrik

Gambar 2.1 Modul Solar Cell


Spesisifikasi solar sel yang biasanaya dipakai seperti pada table 2.1 dibawah
ini :
Tabel 2.1
Model

FL-P250w

Cell Type

polycrystalline

Maximum Power(Pm)

250w

Power Tolerance

5%

Maximum Power Voltage(Vpm)

36V

Maximum Power current(IPM)

8.34A

Open Cirucuit Voltage(Voc)

43.9V

Shot Circuit Current(lsc)

8.78A

Number of Cells

72pcs

Size of Module

1950*990*50mm

maximum System Voltage

1000V

Temperature coefficients of lsc

0.1%/

Temperature coefficients of VOC

-0.38%/

temperature coefficients of PM

0.47%/

Temperature coefficients of VM

0.1%/

Temperature coefficients of IM

-0.38%

Temperature range

-40 to+90

Surface maximum load capacity

60m/s(200kg/sq.m)

Junction Box Type

PPO black

length of Cables

900mm

Frame

anodized aluminum alloy

Warranty

90%power for 10years and


80% power for 25 years

2.4. Komponen-komponen PLTS


Modul Sel Surya (photovoltaics) cell surya atau sel photovoltaic merupakan
suatu alat yang dapat mengubah energi radiasi matahari secara langsung menjadi
energi listrik. Pada dasarnya sel tersebut berjenis diode yang tersusun atas P N

junction. Sel surya photovoltaic yang dibuat dari bahan semi konduktor yang diproses
sedemikian rupa, yang dapat menghasilkan listrik arus searah (DC). Dalam
penggunaannya, sel-sel surya itu dihubungkan satu sama lain, sejajar atau seri,
tergantung dari penggunaannya, guna menghasilkan daya dengan kombinasi tegangan
dan arus yang dikehendaki.
Sel surya memiliki banyak aplikasi. Mereka terutama cocok untuk digunakan
bila tenaga listrik dari grid tidak tersedia, seperti di wilayah terpencil, satelit
pengorbit [bumi], kalkulator genggam, pompa air, dan lain-lain. Sel surya (dalam
bentuk modul atau panel surya) dapat dipasang di atap gedung di mana mereka
berhubungan dengan inverter ke grid listrik dalam sebuah pengaturan net metering.
Sebuah panel surya terbuat dari banyak sel surya.
Sel tersambung secara elektrik untuk memberikan arus dan tegangan tertentu.
Masing-masing sel di enkapsulasi untuk mengisolasi dan melindungi dari kelembaban
dan korosi. Ada perbedaan tipe modul yang tersedia di pasaran, tergantung pada
kebutuhan daya yang dibutuhkan. Modul yang paling umum digunakan terbuat dari
32 atau 36 crystalline silicon sel surya. Sel-sel ini berukuran sama, tersambung secara
seri, dan terbungkus diantara bahan kaca dan plastik, menggunakan polymer resin
(EVA) sebagai insulator termal (thermal insulator). Bagian muka modul biasanya
antara 0,1 dan 0,5 m^2.
Panel surya biasanya memiliki dua kontak listrik, satu positif dan satu negatif.
Beberapa panel menyertakan kontak ekstra yang memungkinkan instalasi dioda
penyingkat atau bypass diode di antara masing-masing sel. Dioda ini melindungi
panel dari gejala yang dikenal sebagai hot-spots. Sebuah hot spot terjadi ketika
beberapa sel berada dalam bayangan sedangkan sisa panel berada di bawah matahari
penuh. Daripada menghasilkan daya, sel yang terteduh bertingkah laku sebagai beban
yang membuang daya.
Dalam situasi ini, sel yang terteduh dapat mengalami peningkatan suhu yang
luar biasa (sekitar 85 sampai 100 derajat Celsius.) Dioda penyingkat akan mencegah

hot spot di sel yang terteduh, tetapi mengurangi tegangan maksimum panel. Mereka
sebaiknya hanya digunakan kalau peneduhan tak dapat dielakkan. Adalah solusi yang
jauh lebih baik untuk menggelar seluruh panel di bawah matahari penuh sebisa
mungkin. Kinerja modul surya yang direpresentasikan oleh kurva karakteristik IV
atau IV characteristic curve, yang merepresentasikan arus yang disediakan
berdasarkan tegangan yang ditimbulkan oleh tingkat radiasi surya tertentu.Kurva
merepresentasikan semua nilai tegangan-arus yang mungkin. Kurva bergantung pada
dua faktor utama: suhu dan radiasi surya yang diterima oleh sel. Untuk sebuah area
sel surya, arus yang dihasilkan secara langsung sebanding dengan penyinaran surya
(G), sedangkan tegangan berkurang dengan kenaikan suhu. Sebuah pengatur yang
baik akan berusaha memaksimalkan jumlah daya yang disediakan oleh panel dengan
mengikuti titik yang menyediakan daya maksimum (V x I). Daya maksimum
berkaitan dengan lutut kurva IV.
2.4. Prinsip.Kerja.Solar.Cell
Secara sederhana prinsip kerja solar cell photovoltaic dapat dijelaskan dengan
memisalkan sebagai dioda. Diode ini terdiri dari semikonduktor tipe N dan
semikonduktor tipe P. Untuk membentuk semikonduktor silicon tipe N, yaitu
ditambahkan bahan yang bervalensi 5 yang biasa digunakan antara lain Foster dan
Arenakum.
Sedangkan untuk membentuk semikonduktor tipe P maka semikonduktor
dengan valensi 4 ditambah dengan bahan yang bervalensi 3 biasanya dikenal dengan
bahan ketidakmurnian. Jenis bahan ini adalah Boron, aluminium, kalsium, dan
indium. Penambahan bahan ketidakmurnian ini akan menyebabkan satu bahan
electron sehingga berbentuk lubang (hole).Lubang ini dapat berpindah tempat yang
satu ke tempat yang lain di dalam kristal. Yang terjadi adalah electron-elektron Kristal
mengisi lubang yang kosong, sehingga timbul lubang baru. Lubang baru tersebut
berpindah disebabkan karena ada electron yang mengisinya, maka setiap lubang akan
memiliki muatan positif yang sama dan berlawanan dengan muatan negatif electron.
Bila cahaya matahari yang berupa energy foton datang mengenai sisi permukaan

lebih besar dari energy ceah atau gap yang memisahkan pita valensi dan pita
konduksi, maka elektron-elektron bergerak dari pita valensi ke pita konduksi melalui
hubungan (junction) P-N. Lubang yang berada pada sisi tipe N bergerak ke posisi tipe
P, dan sebaliknya elektron yang berada pada sisi tipe P bergerak ke sisi tipe N. Jika
energy foton yang diterima dan diserap cukup besar, maka lubang akan bertahan di
sisi tipe P dan elektron bertahan di sisi tipe N, sehingga mengakibatkan perbedaan
tegangan antara kedua sisi tersebut (sisi tipe P dan tipe N). Bila sisi P dan N
dihubungkan dengan suatu beban tersebut sehingga dapat diperoleh energi listrik.
Karena cahaya menembus kedua lapisan ini, maka akan berbentuk hole elektron.
Medan elektrik yang terdapat pada batas lapisan menghalangi lubang (hole) dan
elektron yang berkombinasi kembali, dengan demikian alat ini merupakan suatu alat
pembangkit listrik kecil yang energinya diperoleh dari cahaya matahari.

Gambar 2.2 Prinsip kerja Solar Cell


Dari diagram pembangkit listrik tenaga surya diatas: beberapa panel surya /
solar cell di paralel untuk menghasilkan arus yang lebih besar. Combiner pada
gambar diatas menghubungkan kaki positif panel surya/solar cells satu dengan panel
surya / solar cell lainnya. Kaki / kutub negatif panel satu dan lainnya juga
dihubungkan. Ujung kaki positif panel surya / solar cell dihubungkan ke kaki positif
charge controller, dan kaki negatif panel surya / solar cell dihubungkan ke kaki
negative charge controller . Tegangan panel surya / solar cell yang dihasilkan akan
digunakan oleh charge controller untuk mengisi baterai . Untuk menghidupkan beban
perangkat AC (alternating current) seperti Televisi, Radio, komputer, dll, arus baterai
disupply oleh inverter.
2.5. Fungsi Charge Controller
1. Mengatur arus untuk pengisian ke baterai
2. Menjaga baterai dari overcharging dan overvoltage
1. Mengartur arus yang dibebaskan/ diambil dari baterai agar baterai tidak 'full
discharge',dan overloading serta memonitor temperatur baterai

Gambar I.3 Charge Controller


Seperti yang telah disebutkan di atas solar charge controller yang baik
biasanya mempunyai kemampuan mendeteksi kapasitas baterai. Bila baterai sudah
penuh terisi maka secara otomatis pengisian arus dari panel sel surya berhenti. Cara
deteksi adalah melalui monitor level tegangan batere. Solar charge controller akan
mengisi baterai sampai level tegangan tertentu, kemudian apabila level tegangan
drop, maka baterai akan diisi kembali.Solar Charge Controller terdiri dari : 1 input ( 2
terminal ) yang terhubung dengan output panel sel surya, 1 output ( 2 terminal ) yang
terhubung dengan baterai / aki dan 1 output ( 2 terminal ) yang terhubung dengan
beban ( load ). Arus listrik DC yang berasal dari baterai tidak mungkin masuk ke
panel sel surya karena biasanya ada 'diode protection' yang hanya melewatkan arus
listrik DC dari panel sel surya kebaterai,bukansebaliknya.Charge Controller bahkan
ada yang mempunyai lebih dari 1 sumber daya, yaitu bukan hanya berasal dari
matahari, tapi juga bisa berasal dari tenaga angin ataupun mikro hidro. Di pasaran
sudah banyak ditemui charge controller 'tandem' yaitu mempunyai 2 input yang
berasal dari matahari dan angin. Untuk ini energi yang dihasilkan menjadi berlipat
ganda karena angin bisa bertiup kapan saja, sehingga keterbatasan waktu yang tidak
bisa disuplai energi matahari secara full, dapat disupport oleh tenaga angin. Bila
kecepatan rata-rata angin terpenuhi maka daya listrik per bulannya bisa jauh lebih
besar dari energi matahari.
2.7.

Baterai
Baterai adalah alat yang menyimpan daya yang dihasilkan oleh panel surya

yang tidak segera digunakan oleh beban. Daya yang disimpan dapat digunakan saat
periode radiasi matahari rendah atau pada malam hari. Komponen baterai kadangkadang dinamakan akumulator (accumulator). Baterai menyimpan listrik dalam
bentuk daya kimia. Baterai yang paling biasa digunakan dalam aplikasi surya adalah
baterai yang bebas pemeliharaan bertimbal asam (maintenance-free lead-acid
batteries), yang juga dinamakan baterai recombinant atau VRLA (klep pengatur asam
timbal atau valve regulated lead acid). Baterai terbentuk oleh sekelompok elemen
atau sel yang diletakan secara seri.
Baterai timbal-asam terdiri dari dua elektroda timbal yang berada dalam
larutan elektrolit air dan asam sulfat. Perbedaan potensial sekitar 2 volt terjadi di
antara elektroda, tergantung pada nilai seketika kondisi penyimpanan baterai. Baterai
yang paling umum dalam aplikasi surya fotovoltaik mempunyai tegangan nominal
sebanyak 12 atau 24 volt. Maka sebuah baterai 12 V berisi 6 sel secaras eri.Baterai
memenuhi dua tujuan penting dalam sistem fotovoltaik, yaitu untuk memberikan daya
listrik kepada sistem ketika daya tidak disediakan oleh array panel-panel surya, dan
untuk menyimpan kelebihan daya yang ditimbulkan oleh panel-panel setiap kali daya
itu melebihi beban.
Baterai tersebut mengalami proses siklis menyimpan dan mengeluarkan,
tergantung pada ada atau tidak adanya sinar matahari. Selama waktu adanya matahari,
array panel menghasilkan daya listrik. Daya yang tidak digunakan dengan segera
dipergunakan untuk mengisi baterai. Selama waktu tidak adanya matahari,
permintaan daya listrik disediakan oleh baterai, yang oleh karena itu akan
mengeluarkannya.Siklus menyimpan dan mengeluarkan ini terjadi setiap kali daya
yang dihasilkan oleh panel tidak sama dengan daya yang dibutuhkan untuk
mendukung beban. Kalau ada cukup matahari dan bebannya ringan, baterai akan
menyimpan daya. Tentunya, baterai akan mengeluarkan daya pada malam hari setiap
kali sejumlah daya diperlukan. Baterai juga akan mengeluarkan daya ketika
penyinaran tidak cukup untuk menutupi kebutuhan beban (karena variasi alami
kondisi keikliman,awan,debu,danlain-lain).

Jika baterai tidak menyimpan cukup daya untuk memenuhi permintaan selama
periode tidak adanya matahari, sistem akan kehabisan daya dan tidak siap memenuhi
konsumsi. Di sisi lainnya, memperbesar sistem (dengan menambahkan terlalu banyak
panel dan baterai) mahal dan tidak efisien. Ketika mendesain sistem yang mandiri,
kita perlu mengkompromikan antara biaya komponen dengan ketersediaan daya dari
sistem. Satu cara untuk melakukan ini adalah memperkirakan jumlah hari dimana
sistem beroperasi secara mandiri. Sebaliknya, jika sistem surya bertanggung jawab
atas daya yang menyediakan ke peralatan pelanggan anda mungkin dapat mengurangi
jumlah hari otonomi sampai dua atau tiga.
Di daerah dengan penyinaran yang rendah, nilai ini mungkin perlu ditambah
semakin banyak. Dalam kasus apapun, anda harus selalu menemukan keseimbangan
yang baik antara biaya dan kehandalan.Ada dua kondisi istimewa penyimpanan yang
dapat terjadi selama siklus penyimpanan dan pengeluaran daya dari baterai.
Keduanya sebaiknya dihindari guna memperpanjang umur kegunaan baterai
Penyimpanan yang berlebihan (Overcharge) Penyimpanan yang berlebihan atau
overcharge terjadi pada saat baterai berada pada kondisi keterbatasan kapasitasnya.
Jika daya yang dimasukan di luar batas titik penyimpanan maksimum, elektrolit
mulai hancur. Ini menghasilkan gelembung oksigen dan hidrogen, dalam proses yang
diketahui sebagai pembuatan gas atau gasification. Ini berakibat hilangnya air,
oksidasi di elektroda positif, dan dalam kasus ekstrim, terjadi bahaya ledakan.

Gambar I.4 Baterai 12 V ,100 Ah

Di sisi lainnya, keberadaan gas menghindari stratifikasi asam. Setelah


beberapa siklus penyimpanan dan pengeluaran yang terus menerus, asam cenderung
terpusat di bagian bawah baterai, sehingga mengurangi kapasitas efektifnya. Proses
gasifikasi menggerakan elektrolit dan menghindari stratifikasi. Sekali lagi, adalah
perlu untuk menemukan kompromi antara keuntungan (menghindari stratifikasi
elektrolit) dan keadaan merugikan (kehilangan air dan produksi hidrogen). Satu
pemecahannya adalah lebih sering membiarkan penyimpanan yang sedikit berlebihan.
Satu metode yang umum adalah membiarkan tegangan sebanyak 2,35 sampai 2,4 Volt
untuk masing-masing elemen baterai sekali dalam beberapa hari, di suhu 25o C.
Regulator sebaiknya menjamin penyimpanan berlebihan yang berkala dan terkontrol.
Pengeluaran daya yang berlebihan.
Dengan cara yang sama dimana ada batas atas, ada juga batas bawah dari
kondisi penyimpanan baterai. Mengeluarkan melebihi batas itu akan menimbulkan
pengrusakan pada baterai. Ketika persediaan baterai yang efektif habis, pengatur
mencegah daya yang tersisa agar tidak diambil dari baterai. Kalau tegangan baterai
mencapai batas minimum 1,85 Volt setiap selnya di suhu 25 C, pengatur
memutuskan beban dari baterai.Jika pengeluaran baterai sangat mendalam dan baterai
tetap dalam kondisi pengeluaran untuk jangka waktu yang lama, akan terjadi tiga
efek: pembentukan sulfat yang terkristal pada pelat baterai, bahan aktif pada pelat
baterai akan lepas / berguguran, dan pelat baterai akan melengkung. Proses
membentuk kristal sulfat yang stabil dinamakan sulfasi keras. Ini benar-benar tidak
baik karena akan membentuk kristal besar yang tidak turut serta dalam reaksi kimia
dan dapat membuat baterai anda tidak dapat digunakan.
2.7.

Inverter
Inverter adalah perangkat elektrik yang digunakan untuk mengubah arus
listrik searah (DC) menjadi arus listrik bolak balik (AC). Inverter mengkonversi DC
dari perangkat seperti batere, panel surya / solar cell menjadi AC. Penggunaan
inverter dari dalam Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) adalah untuk perangkat
yang menggunakan AC (Alternating Current). Ada beberapa jenis inverter antara lain:

Gambar I.5 Inverter


1. Square WaveGelombangKotak
Gelombang Kotak. Inverter jenis ini hanya bisa untuk lampu saja,
sedangkan untuk beban seperti TV, Komputer bisa merusak inverter dan
juga bisa merusak beban. Kelebihannya harganya lebih murah karena
difungsikan untuk membackup lampu saja. Seiring perkembangan zaman
maka inverter square wave ini jarang dijual dipasaran dikarenakan
keinginan dari pasar menginginkan untuk membackup selain lampu
2. Modified Sine Wave / Gelombang Modifikasi Sinus
Square Wave2. Modified Sine Wave/ Gelombang Modifikasi Sinus, Di
belahan dunia dan juga indonesia produk inverter dengan jenis inverter
modified sine wave ini sering digunakan untuk beban seperti lampu,
kipas, komputer, TV, dll
Jenis Inverter modified sine wave yang beredar pun ada yang
memberikan Low noise atau berarti sangat kecil kebisingan suara yang
dihasilkan saat beroperasi. dan ada juga yang menghasilkan noise yang
besar.
3. True Sine Wave/ Pure Sine Wave/ Gelombang Sinus Murni
True Sine wave/ Pure sine wave. Dari segi harga harganya untuk yang

berkualitas harga diatas harga inverter modified sine wave. Aplikasi yang
cocok dari inverter pure sine wave adalah speaker dan peralatan sensitif
seperti alat kedokteran

BAB III
PERANCANGAN

Metode penelitian yang digunakan untuk menyusun laporan ini yaitu


menggunakan beberapa pendekatan dengan membuat prototyping dalam bentuk
maket melalui beberapa tahap yaitu tahap Planning dan Desain dan Analisa
Kebutuhan.
3.1

Planning dan Analisa Kebutuhan


Pada tahap planning penulis membuat sebuah perencanaan siteplan prototype

sebelum tahap analisan dan selanjutnya. Gambar I.7 adalah gambar Site Plan Desa
Kanding, Plana Kecamatan Somagede dengan luas area + 14900 mm2.dengan 30 kk
ini,lokasi yang direncakan dibangun pembangkit Listrik Tenaga Surya dengan
kapasitas 15.000 Watt atau 18450 VA.karena daerah ini terletak di pegunungan yang
belum terjangkau oleh PLN. Siteplan desa tersebut seperti pada gambar 3.1 dibawah
ini.

3.1 Site Plan Desa


Selain, membuat site plan penulis juga memebuat perencanaan posisi stop
kontak di desain oleh masing masing rumah yang ada disana seperti pada gambar
dibawah 3.2 dibawah ini

Gambar 3.2.A Rencana Tata letak peralatan PLTS

Gambar 3.2.B Rencana Inst.Penerangan

Gambar 3.2.C Rencana Inst.Stop Kontak

Gambar 3.2.D Skedul Panel MCB BOX Power house


Gambar 3.2.B adalah gambar rencana instalasi penerangan Power house
dengan mengunakan lampu LED.1 x 187 Watt & LED.7 Watt + Fitting yang
dipasang di :
a. Kantor,1 lampu
b. Ruang istirahat 1 lampu
c. Ruang Panel 2 lampu
d.Toilet 1 lampu
e.Teras 1 lampu
jadi Power house terpasang 6 lampu.instalasi memakai kabel NYM.2x1,5
mm2
Gambar 3.2.C adalah gambar rencana instalasi stop kontak Power house
mengunakan stop kontak 1phase 10 A ( type dinding ) dipasang :
a.Kantor,1 stop kontak
b. Ruang istirahat 1 stop kontak

c. Ruang Panel 2 stop kontak


Jadi rumah Power house terpasang 4 stop kontak. instalasi memakai kabel
NYM 3x2,5 mm2

Gambar 3.3.A Rencana Inst.Penerangan

Gambar 3.3.B Rencana Inst.Stop Kontak

Gambar 3.3.C Skedul Panel MCB BOX Tipe A

Gambar 3.3.A adalah gambar rencana instalasi penerangan Tipe-A dengan


mengunakan lampu LED.7 Watt + Fitting yang dipasang di :
a.Kamar 2 lampu.
b.Ruang tamu 2 lampu
c.Dapur 1 lampu
d.Toilet 1 lampu
jadi 1 runah terpasang 8 lampu.instalasi memakai kabel NYM.2x1,5 mm2
Gambar 3.3.B adalah gambar rencana instalasi stop kontak Tipe-A
mengunakan stop kontak 1phase 10 A ( type dinding ) dipasang :
a.Kamar 2.
b.Ruang tamu 1.
Jadi 1 rumah terpasang 3 stop kontak. instalasi memakai kabel NYM
3x2,5 mm2

Gambar 3.3.C adalah skedul panel MCB BOX , Tipe-A merupakan


perhitunagan antara penerangan dan stop kontak.kabel dari mcb box ke kwh memakai
NYM 3x2,5 mm2,sedangkan dari Kwh ke SDP memakai kabel NYFGBY.3x4 mm2.

Gambar 3.4.A Rencana Inst.Penerangan

Gambar 3.4.B Rencana Inst.Stop Kontak

Gambar 3.4.C Skedul Panel MCB BOX Tipe C


Gambar 3.4.A adalah gambar rencana instalasi penerangan Tipe-C dengan
mengunakan lampu LED.7 Watt + Fitting yang dipasang di :

a.Kamar 2 lampu.
b.Ruang tamu 2 lampu
c.Dapur 1 lampu
d.Toilet 1 lampu
jadi 1 runah terpasang 8 lampu.instalasi memakai kabel NYM.2x1,5 mm2
Gambar 3.4.B adalah gambar rencana instalasi stop kontak Tipe-C
mengunakan stop kontak 1phase 10 A ( type dinding ) dipasang :
a.Kamar 2.
b.Ruang tamu 1.
Jadi 1 runah terpasang 3 stop kontak. instalasi memakai kabel NYM 3x2,5
mm2

Gambar 3.4.C adalah skedul panel MCB BOX , Tipe-C merupakan


perhitunagan antara penerangan dan stop kontak.kabel dari mcb box ke kwh memakai
NYM 3x2,5 mm2,sedangkan dari Kwh ke SDP memakai kabel NYFGBY.3x4 mm2.

Gambar I.11. Skedul Panel Penerangan Jalan

3.1.2 Model Matematis Perencanaan Sistem


Pembangkit listrik tenaga surya sangat bergantung pada sinar matahari, maka dalam
instalasinya memerlukan kebutuhan daya seperti:
a
b
c

Jumlah daya yang dibutuhkan per hari (Watt)


Besar arus yang dihasilkan panel (Ampere hour)
Jumlah unit baterai (Ampere hour)

Maka dari ke-3 poin tersebut, dapat diberi persamaan matematisnya :


a

Jumlah Pemakaian

Dimana :
n = banyaknya beban/peralatan elektronik yg digunakan
Pbeban = daya yang dibutuhkan untuk dapat menggunakan peralatan tsb.
Lama pemakaian = lama pemakaian peralatan per hari (dalam satuan jam).
Jenis panel surya terdapat beberapa jenis dengan daya yang dihasilkan berbeda.
Namun, di Indonesia dipakai 120 Wp yaitu 120 Wh per hari dengan perkiraan selama
5 jam maksimum tenaga surya per hari.
Maka,
Jumlah panel ygdipakai =

Jumlah baterai
(Imax) =

Dimana :
Vs = daya baterai (volt/Ampere hour)

3.2

Analisa Kebutuhan

3.2.1. Kebutuhan listrik Rumah penduduk :


a.Kebutuhan per umit rumah = 450 Watt
b.Jumlah rumah sebanyak 30 unit rumah Terdiri dari 3 tipe yaitu :
Rumah Tipe A

Untuk rumah Tipe A Terpasang instalasi penerangan dan stop kontak


seperti rincian sebagai berikut :

2 Kamar tidur Terpasang 2 lampu dan 2 stop kontak


Ruang tamu Terpasang 2 lampu dan 1 stop kontak
Dapur Terpasang 1 lampu
Toilet Terpasang 1 lampu
Teras Terpasang 1 lampu
Untuk rumah tipe A terpasang 7 lampu dan 3 stop kontak.

Rumah Tipe B
Untuk rumah Tipe A Terpasang instalasi penerangan dan stop kontak
seperti rincian sebagai berikut :

2 Kamar tidur terpasang 2 Lampu dan 2 Stop Kontak


Ruang Tamu Terpasang 2 Lampu dan 1 Stop Kontak
Dapur Terpasang Dua Lampu
Toilet Terpasang Satu lampu
Teras Terpasang Satu lampu

Untuk rumah tipe B terpasang 8 lampu dan 3 stop kontak


Rumah Tipe C
Untuk rumah Tipe A Terpasang instalasi penerangan dan stop kontak
seperti rincian sebagai berikut :

2 Kamar tidur terpasang 2 Lampu dan 2 Stop Kontak


Ruang Tamu Terpasang 2 Lampu dan 1 Stop Kontak
Dapur Terpasang Dua Lampu
Toilet Terpasang Satu lampu
Teras Terpasang Satu lampu

Untuk rumah tipe C terpasang 8 lampu dan 3 stop kontak

3.2.2. Kebutuhan listrik Fasilitas umun :


Kebutuhan listrik untuk fasilitas umum adalah kebutuhan yang digunakan
untuk keperluan umum seperti Power House dan Penerangan Jalan.
Power House
Power House merupakan tempat penyimpanan tegangan listrik tenaga surya
yang akan Terpasang instalasi penerangan sebanyak 8 lampu dan 4 stop kontak
dengan rincian sebagai berikut :

Ruang Tunggu Terpasang 1 lampu dan 1 stop kontak


Ruang Kantor Terpasang 1 lampu dan 1 stop kontak
Ruang Panel Terpasang 2 lampu
Toilet Terpasang 1 lampu
Teras Terpasang 1 lampu

Penerangan Jalan
Kebutuhan jumlah listrik pada penerangan jalan untuk Desa tersebut adalah
sebanyak 20 lampu yang bisa mewakili penerangan jalan untuk menuju desa.

3.2.3

Analisa Kebutuhan Anggaran


Kebutuhan anggaran biaya yang harus dikeluarkan untuk membuat instalasi

listrik tenaga surya adalah sebesar 2,266,110,000.00 ( Dua Milyar Dua Ratus Enam
Puluh Enam Juta Seratus Sepuluh Ribu Rupiah ). Dengan rincian kebutuhan sebagai
berikut :

RENCANA ANGGARAN BIAYA ( RAB )

PROYEK

Pembangkit Listrik Tenaga Surya ( PLTS )

LOKASI

Banyumas - Jawa Tengah

TANGGAL

Mei 2014

NO.

URAIAN PEKERJAAN

VOLUME
PEK.

SATUAN
PEK.

HARGA
SATUAN (Rp)

JUMLAH HARGA
(Rp)

Unit

32,000,000

32,000,000.00

PEKERJAAN PANEL UTAMA

Low Voltage Main Distribution Panel ( LVMDP )

SDP - 1

Unit

15,000,000

15,000,000.00

SDP - 2

Unit

12,000,000

12,000,000.00

LP-PJU

Unit

3,500,000

3,500,000.00

Panel Box

Unit

200,000

600,000.00

Lot

3,000,000

3,000,000.00

Pentanahan Netral pada Ruang Panel Utama, dll

Sub Total 1

1.A

PEKERJAAN PERANGKAT PLTS

66,100,000.00

Solar Cell kapasitas 250 Wp

206

Unit

4,000,000

824,000,000.00

Pengadaan alat bantu ( Pemyangga Silar


Cell )

Lot

61,000,000

Kontrolel 12V,24V Kap.300 Amp

Unit

4,740,000

28,440,000.00

214

Unit

5,200,000

1,112,800,000.00

61,000,000.00

Sudah ternasuk alat bantu

Battery kapasitas 12 V.200 Ah

Pengadaan alat bantu ( Rak tempat baterai )

Lot

9,500,000

9,500,000.00

Inverter kaoasitas 5 Kw

Unit

7,500,000

52,500,000.00

76

265,000

20,140,000.00

Sub Total 1.A

2,088,240,000.00

9,700

873,000.00

Sudah ternasuk alat bantu

1.B

a.1

Rak kabel, 300 mm x 100 mm

KABEL DISTRIBUSI UTAMA

Dari Modul Solar Cell I ke

Panel Box 1

NYYHY.1 x 4 mm

90

M'

a.2

Dari Modul Solar Cell II ke

Panel Box 2

NYYHY.1 x 4 mm

90

M'

9,700

873,000.00

HARGA
SATUAN (Rp)

JUMLAH HARGA
(Rp)

9,700

873,000.00

RENCANA ANGGARAN BIAYA ( RAB )

PROYEK

Pembangkit Listrik Tenaga Surya ( PLTS )

LOKASI

Banyumas - Jawa Tengah

TANGGAL

Mei 2014

NO.

a.3

URAIAN PEKERJAAN

SATUAN
PEK.

90

M'

Dari Modul Solar Cell III ke

Panel Box 3

NYYHY.1 x 4 mm

b.1

VOLUME
PEK.

Dari Panel Box 1 ke

Kontrolel I

NYFGBY.2 x 4 mm

b.2

351,500.00

24

M'

18,500

444,000.00

29

M'

18,500

536,500.00

10

M'

34,000

340,000.00

Dari Panel Box 3 ke

Kontrolel III

NYFGBY.2 x 4 mm

Dari Charge Controller I ke

Baterai 1

NYYHY.2 x 6 mm

c.2

18,500

Kontrolel II

NYFGBY.2 x 4 mm

c.1

M'

Dari Panel Box 2 ke

b.3

19

Dari Charge Controller II ke

Baterai 2

NYYHY.2 x 6 mm

c.3

34,000

442,000.00

17

M'

34,000

578,000.00

14

M'

57,000

798,000.00

14

M'

57,000

798,000.00

Baterai 3

NYYHY.2 x 6 mm

Dari Baterai 1 ke

Inverter I

NYYHY.2 x 10 mm

d.2

M'

Dari Charge Controller III ke

d.1

13

Dari Baterai 1 ke

Inverter II

NYYHY.2 x 10 mm

RENCANA ANGGARAN BIAYA ( RAB )

PROYEK

Pembangkit Listrik Tenaga Surya ( PLTS )

LOKASI

Banyumas - Jawa Tengah

TANGGAL

Mei 2014

NO.

d.3

URAIAN PEKERJAAN

HARGA
SATUAN (Rp)

JUMLAH HARGA
(Rp)

14

M'

57,000

798,000.00

14

M'

25,000

350,000.00

Inverter III

NYYHY.2 x 10 mm

Dari Inverter I ke

LVMDP

NYFGBY.2 x 6 mm

e.2

SATUAN
PEK.

Dari Baterai 1 ke

e.1

VOLUME
PEK.

Dari Inverter II ke

LVMDP

NYFGBY.2 x 6 mm

e.3

25,000

350,000.00

14

M'

25,000

350,000.00

Sub Total 1.B

8,755,000.00

LVMDP

NYFGBY.2 x 6 mm

a.

M'

Dari Inverter II ke

1.C

14

KABEL DISTRIBUSI UTAMA

Dari LVMDP , ke :

SDP - 1

NYFGBY 4 x 25 mm

170

M'

95,000

16,150,000.00

NYFGBY 2 x 2.5 mm

444

M'

14,500

6,438,000.00

55

M'

36,000

1,980,000.00

Sub Total 1.C

24,568,000.00

Dari SDP - 1

SDP - 2

NYFGBY 4 x 6 mm

1.D

Dari Sub Distribution Panel ( SDP-1 ), ke :

KWH METER 1

NYFGBY.2 x 2.5 mm

14,500

145,000.00

22

M'

14,500

319,000.00

34

M'

14,500

493,000.00

46

M'

14,500

667,000.00

KWH METER 3

NYFGBY.2 x 2.5 mm

M'

KWH METER 2

NYFGBY.2 x 2.5 mm

10

KWH METER 4

NYFGBY.2 x 2.5 mm

RENCANA ANGGARAN BIAYA ( RAB )

PROYEK

Pembangkit Listrik Tenaga Surya ( PLTS )

LOKASI

Banyumas - Jawa Tengah

TANGGAL

Mei 2014

NO.

URAIAN PEKERJAAN

14,500

841,000.00

70

M'

14,500

1,015,000.00

82

M'

14,500

1,189,000.00

10

M'

14,500

145,000.00

22

M'

14,500

319,000.00

KWH METER 9

NYFGBY.2 x 2.5 mm

M'

KWH METER 8

NYFGBY.2 x 2.5 mm

58

KWH METER 7

NYFGBY.2 x 2.5 mm

JUMLAH HARGA
(Rp)

KWH METER 6

NYFGBY.2 x 2.5 mm

SATUAN
PEK.

KWH METER 5

NYFGBY.2 x 2.5 mm

HARGA
SATUAN
(Rp)

VOLUME
PEK.

KWH METER 10

NYFGBY.2 x 2.5 mm

46

M'

14,500

667,000.00

58

M'

14,500

841,000.00

70

M'

14,500

1,015,000.00

82

M'

14,500

1,189,000.00

70

M'

14,500

1,015,000.00

KWH METER 14

NYFGBY.2 x 2.5 mm

493,000.00

KWH METER 13

NYFGBY.2 x 2.5 mm

14,500

KWH METER 12

NYFGBY.2 x 2.5 mm

M'

KWH METER 11

NYFGBY.2 x 2.5 mm

34

KWH METER 15

NYFGBY.2 x 2.5 mm

Sub Total
1.D

1.E

3,219,000.00

Dari Sub Distribution Panel ( SDP-2 ), ke :

KWH METER 1

NYFGBY.2 x 2.5 mm

10

M'

14,500

145,000.00

KWH METER 2

NYFGBY.2 x 2.5 mm

319,000.00

34

M'

14,500

493,000.00

46

M'

14,500

667,000.00

58

M'

14,500

841,000.00

70

M'

14,500

1,015,000.00

KWH METER 5

NYFGBY.2 x 2.5 mm

14,500

KWH METER 4

NYFGBY.2 x 2.5 mm

M'

KWH METER 3

NYFGBY.2 x 2.5 mm

22

KWH METER 6

NYFGBY.2 x 2.5 mm

RENCANA ANGGARAN BIAYA ( RAB )

PROYEK

Pembangkit Listrik Tenaga Surya ( PLTS )

LOKASI

Banyumas - Jawa Tengah

TANGGAL

Mei 2014

NO.

URAIAN PEKERJAAN

14,500

1,189,000.00

10

M'

14,500

145,000.00

22

M'

14,500

319,000.00

34

M'

14,500

493,000.00

46

M'

14,500

667,000.00

KWH METER 11

NYFGBY.2 x 2.5 mm

M'

KWH METER 10

NYFGBY.2 x 2.5 mm

82

KWH METER 9

NYFGBY.2 x 2.5 mm

JUMLAH HARGA
(Rp)

KWH METER 8

NYFGBY.2 x 2.5 mm

SATUAN
PEK.

KWH METER 7

NYFGBY.2 x 2.5 mm

HARGA
SATUAN
(Rp)

VOLUME
PEK.

KWH METER 12

NYFGBY.2 x 2.5 mm

14,500

841,000.00

70

M'

14,500

1,015,000.00

82

M'

14,500

1,189,000.00

70

M'

14,500

1,015,000.00

KWH METER 14

NYFGBY.2 x 2.5 mm

M'

KWH METER 13

NYFGBY.2 x 2.5 mm

58

KWH METER 15

NYFGBY.2 x 2.5 mm

Sub Total
1.E

1.F

3,219,000.00

PEKERJAAN PENERANGAN JALAN

Instalasi Penerangan

20

Titik

250,000

5,000,000.00

Pengadaan dan pemasangan Fixtures dan Armatures :

Lampu Jalan LED.15 Watt

20

Buah

650,000

13,000,000.00

Tiang Lampu Jalan

20

Buah

1,450,000

29,000,000.00

Sub Total
1.F

PEKERJAAN PANEL RUMAH & POWER HOUSE

47,000,000.00

2.A

Kwh meter 1 Phase

31

Titik

385,000

11,935,000.00

MCB BOX 4 Group 1 Phase

31

Titik

35,000

1,085,000.00

Sub Total 2

13,020,000.00

PEKERJAAN INSTALASI PENERANGAN DAN

FIXTURES

1.G

a.

Power House

Pekerjaan instalasi Penerangan dan Stop Kontak lengkap

kabel NYM 3 x 2,5 mm2, konduit, T-does,accessories

RENCANA ANGGARAN BIAYA ( RAB )

PROYEK

Pembangkit Listrik Tenaga Surya ( PLTS )

LOKASI

Banyumas - Jawa Tengah

TANGGAL

Mei 2014

b.

2.A.1

a.

Instalasi Penerangan

Instalasi Stop Kontak Dinding, 1 Ph, 10 A

Pengadaan dan pemasangan Fixtures dan Armatures :

Lampu LED.3 Watt

Stop Kontak Dinding, 1 Ph, 10 A

Saklar Tunggal

Saklar Ganda

Rumah Type A

Pekerjaan instalasi Penerangan dan Stop Kontak lengkap

kabel NYM 3 x 2,5 mm2, konduit, T-does,accessories :

b.

2.A.2

a.

Instalasi Penerangan

Instalasi Stop Kontak Dinding, 1 Ph, 10 A

Pengadaan dan pemasangan Fixtures dan Armatures :

Lampu LED.3 Watt

Lampu LED.1 x 18 Watt

Stop Kontak Dinding, 1 Ph, 10 A

Saklar Tunggal

Saklar Ganda

Rumah Type B

Pekerjaan instalasi Penerangan dan Stop Kontak lengkap

kabel NYM 3 x 2,5 mm2, konduit, T-does,accessories :

Instalasi Penerangan

Instalasi Stop Kontak Dinding, 1 Ph, 10 A

b.

Pengadaan dan pemasangan Fixtures dan Armatures :

Lampu LED.3 Watt

Stop Kontak Dinding, 1 Ph, 10 A

Saklar Tunggal

Saklar Ganda

RENCANA ANGGARAN BIAYA ( RAB )

PROYEK

Pembangkit Listrik Tenaga Surya ( PLTS )

LOKASI

Banyumas - Jawa Tengah

TANGGAL

Mei 2014

NO.

URAIAN PEKERJAAN

2.A.3

a.

Rumah Type C

Pekerjaan instalasi Penerangan dan Stop Kontak


lengkap

VOLUME
PEK.

SATUAN
PEK.

HARGA
SATUAN (Rp)

JUMLAH
HARGA (Rp)

kabel NYM 3 x 2,5 mm2, konduit, T-does,accessories :

b.

190,000

1,520,000.0
0

210,000

630,000.0
0

Instalasi Penerangan

Titik

Instalasi Stop Kontak Dinding, 1 Ph, 10 A

Titik

Buah

75,000

525,000.0
0

37,500

112,500.0
0

Pengadaan dan pemasangan Fixtures dan Armatures :

Lampu LED.3 Watt

Stop Kontak Dinding, 1 Ph, 10 A

Buah

Saklar Tunggal

Buah

Buah

Saklar Ganda

23,000

92,000.0
0

34,000

68,00
0

Sub Total 2.A.3

2,947,500.0
0

Sub Total
1.A+1.B+1.C+1.D
+1.E+1.F

2,244,048,500.0
0

Sub Total
2+2.A.1+2.A.2+2.
A.3

19,114,000.0
0

TOTAL

2,266,110,000.00

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1.

Sistem Distribusi Listrik


Sistem distribusi listrik yang dilakukan pada proses pembuatan pembangkit

listrik tenaga surya di Desa Kanding Kecamatan Somagede Kabupaten Banyumas


seperti pada gamabar 4.1

Gambar 4.1 Blok Diagram Sistem Distribusi Listrik


Gambar 4.1 diatas adalah gambar diagram sistem Distribusi listrik merupakan
bagian dari sistem tenaga listrik. Sistem distribusi ini berguna untuk menyalurkan
tenaga listrik dari sumber listrik sampai ke konsumen melalui beberapa tahapan
1. Pertama Dari sumber Listrik yaitu Solar Cell 207 Unit dengan kapasitas 250
Wp dibagi 3 Jaringan ke Panel Box 3 unit
2. Kedua Panel Box disalurkan ke Charge Controller
3. Ketiga dari Charge Controller menyalurkan listrik mengisi Battery.
4. Keempat dari Battery ke Inverter yang mengubah dari DC ke AC diteruskan

ke LVMDP ( Low Voltage Main Distribution Panel )


5. Kelima dari LVMDP ke SDP -1 dari SDP -1 ke SDP -2 dan LP-PL ( Penel
Penerangan Luar )
6. Keenam dari SDP-1 & SDP-2 didistribusikan ke rumah-rumah
warga.memakai kabel tanah NYFGBY.2 x 2.5 mm2. SDP-1 melayani 15
rumah dan SDP-2 melayani 15 rumah.sedangkan LP-PL melayani penerangan
jalan.

4.2.

Site Plan
Sesuai dengan Site pada bab sebelumnya Desa Kanding, Plana Kecamatan

Somagede dengan luas area + 14900 mm2.dengan 30 kk ini,lokasi yang direncakan


dibangun pembangkit Listrik Tenaga Surya dengan kapasitas 15.000 Watt atau 18450
VA.karena daerah ini terletak di pegunungan yang belum terjangkau oleh PLN.

4.3.
Perhitungan Kebutuhan Listrik Tenaga Surya Cell
4.3.1. Kebutuhan listrik penduduk :
a. Kebutuhan per unit rumah = 450 Watt
b. Jumlah Rumah sebanyak 30 unit rumah

Untuk menghitung kebutuhan listrik penduduk menggunakan pendekatan


rumus sebagai berikut :
T=P.U
Dimana :
T=Total
P = Daya listrik dalam satuan Watt (W)
U = Unit Rumah
Jadi
T= Px U
450 Watt x 30 unit
Total =
13.500 Watt = 13,5 Kw
Jadi Total kebutuhan listrik untuk rumah penduduk adalah untuk rumah

penduduk 13.5 Kw

4.3.2. Kebutuhan listrik Fasilitas umun :


Kebutuhan listrik untuk fasilitas umum adalah sebagai berikut :
a. Power house

= 450 Watt

b.Penerangan Jalan

= 300 Watt

T = P x PL
Dimana :
T =Total
P = Daya listrik dalam satuan Watt (W)
PL = Penerangan Jalan
T = P x PL
Total = 15 Watt x 21 lampu
Total

= 315 Watt

Total kebutuhan listrik untuk Fasilitas umum adalah


= 450 + 315 Watt
= 765. Watt

4.3.3

Total kebutuhan Listrik :


Total kebutuhan lsitrik penduduk dan Fasilitas umum adalah
= 13.500 + 765 Watt
= 14.265 Watt
= 14.265 Watt
Sebagai estimasi awal bahwa dari perhitungan di atas didapat bahwa

kebutuhan listrik penduduk dan fasilitas umum adalah 14.625 per jam.

4.3.3. Perhitungan jumlah Panel Surya yang dibutuhkan


Untuk memenuhui kebutuhan listrik tersebut maka dibutuhkan beberapa
banyak panel surya dengan menggunakan pendekatan rumus dibawah ini maka kita
biasa menghitung berapa panel surya yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan
listrik sebesar 14.265 Watt per Jam
T=PxH
T = WP x H
T = P : ( WP x H )
Dimana :
T = Total

P = Daya listrik dalam satuan Watt (W)


H = Pemakaian per Jam
Wp = Watt Peak
% = Pemakaian Inverter & alat lainya
Adalah:
Total kebutuhan listrik, 14.250 Watt
14.250 x 20%

= 17.100 Watt

17.100 x 15

= 256.500 Watt

250 x 5

= 1250 Watt

256.500 : 1250

= 205.2 Wp

Total pemakaian Panel Surya 250 Wp adalah 207 Panel Surya

4.3.4. Charge Controller yang dibutuhkan


Untuk mengetahui jumlah charge controller yang berfungsi sebagai
pengontrol battery pada saat pengisian adalah 1800 Amp, ini didapat menggunakan
pendekata rumus sebagai berikut :
T=P:V
Dimana :
T = Total

P = Daya listrik dalam satuan Watt (W)


V = Tegangan baterai
Jadi Total Total kebutuhan listrik,17.100 Watt
17.100 : 12
= 1425
1425 x 20%
= 1710 Ampere
Charge Controller yang dibutuhkan 1710 Ampere

300 Amp x 6

= 1800 Amp
Dibutuhkan charge controller yaitu 6 buah dengan kapasitas charge
controller 300 A.

4.3.5. Baterai yang dibutuhkan


Untuk memenuhi kebutuhan listrik rumah dan fasilitas umum maka baterai
yang dibutuhkan adalah 216 baterai dengan menggunakan pendekatan rumus sebagai
berikut :
T = P : V : Ah
Dimana :
T = Total
P = Daya listrik dalam satuan Watt (W)
H = Pemakaian per Jam
V = Tegangan baterai
I = Arus listrik dalam satuan Ampere (A)
Adalah:

Total kebutuhan listrik,14.250 Watt


256.500 : 12 : 200
= 106.87
Battery yang dibutuhkan
107 buah .12 V,200 Ah
107 x 2
= 216 Battery
Total pemakaian Battery adalah 216 Battery
Jumlah batterai 216 buah itu hanya dipakai 50 %,untuk menjaga ketahanan
baterai
4.3.6. Inverter yang dibutuhkan
Inverter untuk merubah arus DC menjadi arus AC dalam penerangan desa
Kanding kecamatan Somagede Kabupaten Banyumas adalah 3 Unit Inverter dengan
kapasitas masing masing inverter 15 Kw. Nilai itu didapat mengggunakn
pendekatan rumus sebagai berikut :
I=P:V
Dimana :
P = Daya listrik dalam satuan Watt (W)
V = Tegangan listrik dalam satuan Volt (V)
I = Arus listrik dalam satuan Ampere (A)
Adalah: Total kebutuhan listrik, 256.500 Watt
256.500 : 12

= 31.375 A

Inverter yang dibutuhkan 3 Unit dengan kapasitas per unit 15 Kw

BAB V
KESIMPULAN

Dari hasil pembahasan dengan menggunakan metode pendekatan


Perencanaan, Desain dan Analisa Kebutuhan didapat bahwa untuk memenuhi
kebutuhan listrik di desa kanding dengan jumlah 30 unit rumah dan penerangan
umum dibutuhkan listrik 13,5 KW per jam. Untuk memenuhi kebutuhan itu maka
diperlukan 207 panel surya, 216 baterai,6 buah charge controller dengan kapasitas
300 Ampere dan 3 Buah inverter dengan kapasitas 15 Kw. Untuk kebutuhna tersebut
diatas maka dibutuhkan anggaran biaya 2,266,110,000.00 ( Dua Milyar Dua Ratus
Enam Puluh Enam Juta Seratus Sepuluh Ribu Rupiah ).

Abstrak