You are on page 1of 25

Penggunaan Inhalasi Adrenalin Rasemat Sebagai Terapi

Untuk Bronchiolitis Akut
1. Abstrak
1.1 Latar belakang
Bronkiolitis akut pada bayi adalah penyebab tersering rawat inap,
tetapi tidak ada konsensus khusus tentang terapi inhalasi, baik jenis obat
atau frekuensi pemberian yang mungkin bernilai. Kami bertujuan untuk
menilai efektivitas inhalasi adrenalin rasemat dibandingkan dengan
inhalasi Nacl 0,9 dan frekuensi pemberian inhalasi secara on demand
(sesuai kebutuhan) dengan pemberian rutin (jadwal tetap) pada bayi
dirawat di rumah sakit dengan bronkiolitis akut.

1.2 Metode Penelitian
Terdapat delapan pusat penelitian, secara random dan uji coba
terkontrol dengan desain 2-by-2 faktorial. Kami membandingkan inhalasi
adrenalin rasemat dengan inhalasi Nacl 0,9% dengan pemberian inhalasi
on-demand (sesuai kebutuhan) dengan inhalasi pemberian rutin (setiap 2
jam) pada bayi (<12 bulan usia) dengan bronkiolitis akut sedang sampai
berat. Skor klinis keseluruhan 4 atau lebih tinggi (skala 0 sampai 10,
dengan skor yang lebih tinggi menunjukkan penyakit yang lebih parah) ini
diperlukan

untuk

criteria

inklusi.

Setiap

penggunaan

oksigen,

penggunaan selang makan nasogastrik, atau penggunaan alat ventilasi
dicatat. Hasil utama yang dicapai adalah lama pengobatan di rumah sakit,
dengan analisis yang dilakukan sesuai dengan prinsip intention-to-treat
(pengawasan khusus).
1

1.3 Hasil Penelitian
Usia rata-rata dari 404 bayi yang termasuk dalam penelitian ini
adalah 4,2 bulan, dan 59,4% adalah anak laki-laki. Lama perawatan,
penggunaan

oksigen,

penggunaan

selang

makan

nasogastrik,

penggunaan alat ventilasi, dan peningkatan relatif dalam skor klinis dari
baseline/ nilai normal sebelum dilakukan inhalasi yang sama pada bayi
dengan inhalasi adrenalin rasemat dengan inhalasi Nacl 0,9% (P> 0,1
untuk semua perbandingan). Perbandingan antara pemberian inhalasi
sesuai kebutuhan (On-demand inhalasi) dibandingkan dengan inhalasi
pemberian

rutin

(jadwal

tetap),

dikaitkan

dengan

estimasi

lama

perawatan yang signifikan lebih pendek, sekitar 47,6 jam (95% confidence
interval [CI], 30,6-64,6) dan banding 61,3 jam (95% CI, 45,4-77,2; P =
0,01), serta perbandingan penggunaan oksigen minimal sekitar 38,3%
bayi di bandingkan 48,7% (P = 0,04), perbandingan penggunaan alat
ventilasi yang minimal sekitar 4.0% dibandingkan 10,8% (P = 0,01), dan
perbandingan penggunaan inhalasi yang minimal sekitar 12,0% vs 17,0%
(P <0,001).

1.4 Kesimpulan
Dalam pengobatan bronkiolitis akut pada bayi, inhalasi adrenalin
rasemat

tidak

lebih

efektif

daripada

inhalasi

Nacl

0,9%.

Namun,

penggunaan inhalasi atas permintaan tampaknya lebih tinggi dari inhalasi
pada pemberian rutin. (Didanai oleh Obat untuk anak-anak; Jumlah
ClinicalTrials.gov, NCT00817466; Jumlah EudraCT, 2009-012667-34.)
2

Penggunaan adrenalin mengurangi pembengkakan mukosa. keunggulan pemberian β2. contohnya penggunaan inhalasi Nacl 0. Pada pasien rawat inap dengan penggunaan inhalasi adrenalin belum ditemukan bukti klinis untuk mengurangi lama perawatan di rumah sakit. adalah penyebab tersering rawat inap dan kadang-kadang memerlukan alat ventilasi pada kondisi yang fatal. krepitasi.9% dalam pengobatan bronchiolitis akut pada bayi dan bahwa pada pemberian rutin lebih unggul daripada pemberian sesuai kebutuhan (on demand). jenis kelamin. dan faktor predisposisi asma pada penggunaan inhalasi adrenalin memerlukan studi multisenter yang besar. Kami tidak dapat menemukan dokumentasi perbandingan atas khasiat dari dua pemberian nebulisasi pada anak-anak dengan bronkiolitis akut. jenis 3 . Penggunaan bronkodilator tidak dianjurkan tapi sering digunakan dalam pengobatan bronchiolitis.agonis adrenergik. Kami menguji hipotesis bahwa inhalasi adrenalin rasemat lebih unggul dari inhalasi Nacl 0. tachypnea. Cairan inhalasi nebulasi dapat diresepkan untuk digunakan atas kebutuhan atau pada pemberian rutin. Kami juga menilai apakah usia. Faktor yang berpengaruh mungkin dari usia.9%. biasanya virus berasal dari saluran pernapasan penyebab yang paling umum. retraksi dinding dada. Gejala klinis ditandai oleh napas cuping hidung.Akut bronchiolitis pada bayi. dan penggunaan sering dengan inhalasi adrenalin memberikan keunggulan meredakan gejala klinis dan mengurangi kebutuhan untuk rawat inap pada pasien rawat jalan pada bronchiolitis akut. dyspnea. dan wheezing.

usia kurang dari 12 bulan. secara double-blind dan randomized clinical trial (pada studi kasus Bronchiolitis SE-Norwegia) kelompok bayi dengan bronkiolitis akut pada departemen anak di delapan rumah sakit Norwegia bagian tenggara dari Januari 2010 sampai Mei 2011. Kriteria inklusi adalah tanda-tanda klinis bronchiolitis seperti yang didefinisikan oleh Court (lihat Tambahan Lampiran. 2. Nilai klinis adalah jumlah poin yang diberikan.org). Izin tertulis diperoleh dari orang tua masing-masing anak sebelum memulai terapi.kelamin. atau status yang berhubungan dengan penyakit alergi dapat mempengaruhi khasiat pengobatan.1. Semua penulis menjamin untuk akurasi dan kelengkapan data yang dilaporkan dan untuk ketepatan protocol laporan penelitian (tersedia dengan teks lengkap artikel ini di NEJM. 1). Studi ini disetujui oleh Komite Regional untuk Kedokteran dan Etika Penelitian Kesehatan dan oleh Badan Obat Norwegia dan terdaftar di Norwegia Biobank Registry. Studi ini telah diaudit oleh Badan Obat Norwegia pada tahun 2011. tersedia di NEJM. dari 0 (menunjukkan nilai normal) sampai nilai ke 2 (menunjukkan berat 4 .org). kelompok anak-anak secara acak di teliti untuk menerima inhalasi adrenalin rasemat atau dengan inhalasi Nacl 0. Metode 2. Studi design Pada penelitian multicenter ini. dan secara keseluruhan skor klinis minimal 4 pada skala 0 sampai 10.9% dan dengan pemberian rutin atau pemberian sesuai permintaan /on demand (Gbr. Penggunaan sesuai dengan desain factorial 2-by-2.

laju pernapasan. yang meliputi masing-masing sebagai berikut: kondisi umum. suara auskultasi.penyakitnya). 5 . penyakit imunologi. lebih dari salah satu episode serangan penyakit sebelumnya saluran napas obstruktif. batuk) selama lebih dari 4 minggu. dan pada orang dengan terapi glukokortikoid sebelumnya selama 4 minggu. penyakit neurologis. gejala penyakit saluran napas bagian bawah (misalnya. dan adanya retraksi dinding dada (Tabel S1 di Lampiran Tambahan). Kriteria eksklusi adalah adanya penyakit jantung yang berat. atau penyakit onkologi atau penyakit paru berat selain bronkiolitis. warna kulit. Para dokter melakukan studi scoring klinis yang dilatih pada pertemuan penelitian serta di situs oleh penulis pertama dan dengan dasar penelitian setempat.

Virus 6 . anak-anak secara acak dilakukan penelitian. selama masih di visit oleh petugas medis di rumah sakit (dokter dan perawat) masih termasuk studi penelitian. Setelah mendapat persetujuan tertulis yang diperoleh dari orang tua.Anak-anak yang terdaftar dalam studi penelitian ini. dan diberikan pemberian obat yang telah ditetapkan. Penentuan scoring klinik dilakukan oleh dokter anak. Penilaian awal anak diperoleh dari data awal masuk. dan termasuk penilaian awal dokter anak secara terstruktur diperoleh dari wawancara salah satu atau kedua orang tua.

9% saja) disusun didalam botol yang telah diberikan label.15 ml untuk berat bayi 5. Pada pusat penelitian. 0. dilengkapi dengan daftar nomor penelitian untuk digunakan dalam penelitian yang secara berturut-turut dari daftar obat untuk anak-anak.dengan menggunakan 100% oksigen pada tingkat 6 liter per menit. dengan salah satu dari keempat grup penelitian menggunakan software SAS.6.20 ml untuk berat bayi 7. di mana dosis kedua obat dalam penelitian (10 ml adrenalin rasemat dilarutkan dalam Nacl 0.25 ml untuk berat bayi 10 kg atau lebih. versi 9. Dosis yang diberikan bedasarkan pada berat badan bayi: 0. Kode pengacakan diolah langsung oleh pusat statistik penelitian dengan ke bagian farmasi. masing-masing diberi label dengan angka kode yang menunjukkan jenis obat dan waktu pemberian (pada pemberian tetap atau pemberian sesuai kebutuhan/ ondemand).9 kg.dianalisis dari aspirasi nasofaring yang dilakukan di rumah sakit terbesar yang terlibat dalam Penelitian (Oslo University Hospital) dengan menggunakan uji polymerase chain reaction dan diambil sembilan virus yang paling banyak disaluran napas. yang tidak mengikuti ukuran pengacakan. 0. Obat diencerkan dalam 2 ml larutan saline sebelum nebulisasi dan diberikan melalui sebuah alat nebulizer Reusable dengan sungkup oksigen (atau dari Philips Respironics).) Pengacakan dilakukan terpusat di delapan grup penelitian.9% (merupakan pilihan bagi kedua kelompok 7 .3.9% untuk membentuk larutan 20 mg per milliliter atau Nacl 0.9. dan 0.10 ml untuk bayi dengan berat badan kurang dari 5 kg.9 kg. (Lihat Tambahan Lampiran untuk informasi lebih lanjut tentang biologis yang spesimen dikumpulkan. Tidak ada obat inhalasi lain. kecuali dengan inhalasi larutan saline Nacl 0.

penelitian. seperti yang 8 . dan disetujui oleh dokter yang visit). dari awal penelittian inhalasi pertama sampai keluar dari rumah sakit.2. penggunaan glukokortikoid dan agonis β2adrenergik tidak diberikan. dapat diberikan selama periode pada bayi yang masih dalam penelitian. Pallor Moderately rales affected Hasil akhir Hasil primer yaitu meliputi lama perawatan di rumah sakit. Terapi pendukung dan terapi lain disediakan sesuai dengan perawatan rutin. Table S1: Clinical score Respiratory Score 0 < 40 Score 1 40-60 Score 2  60 None Moderate Severe As 1. +rib rate (breaths/min ) Respiratory chest recessions Auscultatory Vesicular breath Costodiaphragmat and jugular ic Wheeze severe rales/ronchi retraction + Faint ± wheeze ± sounds pronounced Skin colour General and ronchi Cyanosis Severely affected Normal Not affected condition 2. Sesuai dengan dengan pedoman nasional.

penggunaan alat ventilasi. penggunaan selang makan nasogastrik (NGT).tercatat dalam rekam medis pada setiap pasien. perbandingan antara kelompok dengan menggunakan data jadi . Data kategori dinilai dengan penggunaan uji Pearson chi-square. dengan menggunakan data jadi regresi linear yang kuat dan 9 . Karena Data lama perawatan memiliki nilai distribusi yang tidak merata.3. penggunaan oksigenisasi. saturasi oksigen yang diukur oleh oksi pulsimeter. denyut jantung. Penilain interaksi untuk inhalasi adrenalin rasemat dibandingkan dengan inhalasi Nacl 0. dengan nilai interval kepercayaan 95%. dan katagori data disajikan dalam nomer dan persentase. dengan menggunakan dua contoh metode yaitu secara t-test dan Huber Mestimator. Efek samping selama perawatan di rumah sakit dipantau dan dilaporkan dalam waktu 24 jam. laju pernapasan. Hasil sekunder adalah perubahan skor klinis pada 30 menit setelah inhalasi pertama dan penggunaan selang makan nasogastrik (NGT). Pengobatan dengan oksigen tambahan dan foto rontgen dada juga dicatat. yang semua dicatat selama pasien tingaal di seluruh rumah sakit. Skor klinis. dan waktu di mana masing-masing pemberian inhalasi dicatat dari 1-4 kali sehari selama rawat inap (lihat Lampiran Tambahan untuk rincian). atau penggunaan alat ventilasi. 2.9% dan pemberian sesuai permintaan /on-demand dibandingkan pemberian jadwal rutin. dimaksudkan untuk terapi dan kebuthan. Analisis Statistik Hasil data secara berkelanjutan disajikan dalam nilai rata-rata /mean (± SD).

target kami meningkat pada pendaftaran sebanyak total 500 anak-anak. Uji Jonckheer Terpstra digunakan untuk menilai interaksi antara umur (pada rentang usia 3 bulan) dan intervensi. Penelitian Obat 10 .4% yaitu anak laki-laki) dengan usia rata-rata 126 hari (4. dan software IBM SPSS. Studi Pasien Penelitian ini melibatkan 404 anak-anak (59. Regresi lokal secara merata diaplikasikan untuk menilai efek dari usia dengan lama perawatan. 3. Tingkat signifikansi ditetapkan sebesar 0.1.2 bulan) (Tabel 1). Kriteria pada hasil sekunder dan analisis subkelompok. Daya analisis didasarkan pada lama perawatan yaitu sekitar 450 anak-anak dirawat di rumah sakit di lokasi penelitian utama selama periode 12 bulan sebelum dimulainya penelitian. dan analisis yang dilakukan dengan penggunaan perangkat lunak SAS. Dengan asumsi bahwa perbaikan klinis yang relevan akan ditunjukkan dengan lama perawatan yang berkurang setidaknya 5 jam pada kelompok yang menerimainhalasi adrenalin rasemat. kami menghitung bahwa total dari 176 anak-anak dalam setiap kelompok obat akan memberikan kekuatan minimal 80% pada dua sisi tingkat alpha 0. 51) (Tabel S2 di Tambahan Lampiran). versi 19. versi 9.secara Huber M-estimator. Hasil 3.05. Jumlah anak-anak yang terdaftar di masing-masing pusat studi berkisar antara 22 sampai 136 (rata-rata.05.3.

dihentikan sebanyak 83 anak (20.2.1%) anak-anak positif terkena kedua virus.1%) yang positif terkena virus lain. S1 di Tambahan Lampiran).9% 11 .08:00-11:00 malam (Gambar. sebagian besar anak-anak tidak masuk kepenilitan antara pk. Table S2: Randomization by hospital Hospital Oslo University Hospital Østfold Hospital HF Vestre Viken Hospital HF Vestfold Hospital HF Sykehuset Innlandet Lillehammer HF Sykehuset iRA 67 52 15 17 11 Innlandet 15 Elverum HF Sørlandet Sykehus HF Sykehuset Telemark HF 10 16 iS 69 48 13 19 12 OD 66 49 14 17 14 RI 70 51 14 19 9 Total 136 100 28 38 23 13 14 14 28 12 15 12 14 10 17 22 31 Nilai rata-rata /mean (± SD) dari lama perawatan untuk semua bayi sekitar 80 ± 67 jam.5%) karena alasan yang tercantum pada Gambar 1. Tes rutin pernapasan virus assay dilakukan pada 123 dari 136 anak yang dirawat di Oslo University Hospital. Inhalasi Adrenalin Rasemat VS inhalasi Nacl 0. Karakteristik dasar tidak ada yang berbeda secara signifikan antara keempat kelompok penelitian (Tabel 1). 3. 5 dari kelompok anak-anak sebanyak 123 (4. 99 dari kelopok anak-anak sebanyak 123 (80.5%) positif terkena respiratory syncytial virus dan 21 dari kelompok anak-anak 123 anak (17.

Anak-anak yang menerima pemberian inhalasi sesuai permintaan/on-demand menerima nilai rata-rata 5. 3.01) atau pemberian oksigenisasi (P = 0.43) (Tabel 2 dan Gambar.9% tidak ada perbedaan yang signifikan dalam lama perawatan di rumah sakit antara anak yang diobati dengan inhalasi adrenalin rasemat dan mereka yang dirawat dengan inhalasi Nacl 0.Inhalasi Adrenalin rasemat dibandingkan inhalasi Nacl 0.9%) (Tabel 2). atau jumlah anak di antaranya obat penelitian dihentikan (36 anak pada kelompok yang menerima inhalasi adrenalin rasemat dan 47 dalam kelompok menerima inhalasi Nacl 0.9% (P = 0.0 (30%) lebih sedikit dibandingkan kelompok pemberian inhalasi pemberian rutin/ jadwal tetap (P <0. Anak-anak pada kelompok pemberian inhalasi pemberian sesuai permintaan juga memiliki probabilitas yang lebih rendah dari yang dirawat dengan dukungan ventilasi (P = 0. atau penguunaan alat ventilasi. oksigenisai tambahan.01) (Tabel 2 dan Gambar.3. 2A).001).1. Ada juga tidak ada yang signifikan antara kelompok perbedaan dalam penggunaan makan selang makan nasogastrik (NGT). 2B).04).3. 3. dan pemberian inhalasi sesuai 12 . skor klinis sebelum dan setelah inhalasi obat pertama dari penelitian ini. Pemberian On-Demand vs pemberian Jadwal Tetap Pelaksanaan Lama perawatan rata-rata di rumah sakit secara signifikan lebih pendek untuk anak-anak yang menerima kelompok pengobatan pada pemberian sesuai permintaan/on demand dibandingkan dengan kelompok yang menerima pengobatan pada pemberian rutin /jadwal tetap (P = 0.

4 jam (95% confidence interval [CI].8.90) (Tabel S4 dalam Tambahan Lampiran.) 13 . P = 0.1 ke 22.permintaan yang tidak terkait dengan pemakaian selang makan nasogastrik (NGT) atau penghentian pengobatan (Tabel 2). dengan jangka waktu interaksi diperkirakan 1.9% dan pemberian secara permintaan/on-demand vs pemberian rutin/tetap jadwal). Tidak ada interaksi antara kedua intervensi pengobatan inhalasi (inhalasi adrenalin rasemat vs inhalasi Nacl 0. -20.

Pengaruh Umur. seperti yang ditunjukkan 14 . Penyakit alergi.4. Lama perawatan lebih lama pada kelompok bayi muda (usia <8 minggu) dibandingkan pada kelompok bayi yang lebih tua (usia ≥8 minggu) pada kelompok penerima inhalasi adrenalin rasemat.3. seperti yang diperkirakan dengan penggunaan tes Jonckheere-Terpstra (P <0.001). dan Jenis Kelamin Umur (selama periode 3 bulan) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap lama perawatan di rumah sakit yang berkaitan dengan kedua jenis pengobatan dan strategi pemberian inhalasi.

pemberian inhalasi sesuai permintaan/on demand secara signifikan berkaitan dengan lama perawatan di rumah sakit lebih pendek daripada 15 .8% dari seluruh populasi penelitian) dengan orang-orang 3 bulan atau lebih tua. S2A dan S2B di Tambahan Lampiran).pada kurva menunjukkan nilai rata-rata/median pada setiap titik (Gambar. Pada kelompok anak-anak yang lebih muda. Dalam analisis subkelompok membandingkan anak-anak yang lebih muda dari usia 3 bulan (177.9%. tidak ada perbedaan yang signifikan antara pengaruh inhalasi adrenalin rasemat dibandingkan dengan inhalasi Nacl 0. atau 43.

atopik atau mengi didalam keluarga. yang mungkin dikarenaka oleh obat pada penelitian ini. 16 . Status pasien yang berhubungan dengan riwayat eksim.9%) menghentikan pengobatan karena takikardia berat. dan jenis kelamin tidak ditemukan memiliki pengaruh signifikan pada respon pengobatan. Tiga anak-anak (termasuk satu yang yang menerima inhalasi Nacl 0. 3.dengan pemberian inhalasi jadwal rutin/ jadwal tetap (Tabel S3 di Tambahan Lampiran). Kejadian yang tidak diinginkan Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.5.

9%. 17 . pada penelitian ini pada pemberian inhalasi sesuai dengan permintaan/on demand ditemukan lebih unggul dari pemberian inhalasi pada pemberian rutin/jadwal tetap dalam mengurangi lama perawatan dan dalam mengurangi penggunaan alat bantuan ventilasi. pengobatan dengan inhalasi adrenalin rasemat tidak terkait dengan lama perawatan di rumah sakit lebih pendek daripada pengobatan dengan inhalasi Nacl 0. penggunaan oksigenisasi. Namun.4. Diskusi Pada bayi dengan bronkiolitis akut.

dengan nilai rata-rata lama perawatan di rumah sakit sekitar 13. kemungkinan bahwa inhalasi dengan Nacl 0. kami mencatat bawa usia dan inhalasi adrenalin rasemat adalah penting. Interaksi yang signifikan. termasuk pada 292 pasien dari dua percobaan secara meta analisis. Data kami menunjukkan bahwa pemberian inhalasi sesuai permintaan/on demand lebih unggul dari pada pemberian inhalasi pemberian jadwal tetap pada anak-anak yang lebih muda dari usia 12 bulan.9% mungkin memiliki efek bronkokonstriktif pada kelompok bayi muda (usia dari 3 bulan) tidak dapat dikesampingkan. Ada beberapa persamaan terhadap efek samping yang sedikit terhadap efek pemberian obat-obatan ini pada skor klinis dan saturasi oksigen menurut meta-analisis Cochrane. dengan tujuan "minimal penanganan" (waktu tidur untuk bayi dengan gangguan minimal) pada bayi yang sakit akut. keunggulan pemberian sesuai permintaan/on-demand. Kurangnya efek inhalasi adrenalin rasemat terhadap lama perawatan di rumah sakit sama dengan temuan terhadap lama perawatan di rumah sakit pada penggunaan albuterol dan larutan Nacl 0. di mana memberikan lebih sedikit keuntungan. Meskipun tidak ditampilkan sebelumnya.7 jam lebih pendek dibandingkan dengan inhalasi sesuai permintaan/on demand.dan pada penggunaan selang makan nasogastrik (NGT). Ada beberapa interaksi antara usia dan obat baik jenis obat atau pemberian inhalasi. Kecenderungan untuk kelompok bayi muda yang menerima inhalasi adrenalin rasemat memiliki kecenderungan 18 . Dengan demikian.9% dan pada pemberian albuterol saja. Perbedaan ini baik secara klinis dan signifikan secara statistik memiliki efek terhadap substansial keuangan.

Oleh karena itu kami membebaskan waktu dari waktu yang sebenarnya untuk semua anak. dan jenis kelamin tidak terkait dengan keberhasilan pengobatan simtomatik. yang di mana pada kelompok anak dianggap siap untuk dilepaskan dari penelitian. Pada awal perencanaan. dalam populasi penelitian kami anakanak dengan bronkiolitis. tidak tercatat sebanyak 83 anak-anak (Gambar. dimana titik akhir untuk lama perawatan. status yang berhubungan dengan riwayat keluarga dengan penyakit alergi. Penelitian ini melibatkan perwakilan nasional kohort pasien dengan pola yang diharapkan dari infeksi virus. 1). dua larutan inhalasi cukup besar untuk memungkinkan deteksi lama perawatan dan perbedaan lama perawatan pada subkelompok analisis untuk mendapatkan hasil utama. yang dimana interaksi yang diamati adalah sekitar sepertiga dari 5 jam lama perawatan sesuai gejala klinis yang relevan. penelitian ini berhasil sesuai dengan pedoman lokal dan nasional. Meskipun daya keterbatasan pada penelitian untuk mendeteksi interaksi antara intervensi. Hasilnya sama dengan menggunakan dua titik akhir ini (Tabel S5 dalam Lampiran Tambahan). 19 . status yang berhubungan dengan penyakit atopic eksim. Selain itu. Pada penelitian kami.lebih lama pada lama perawatan di rumah sakit tidak mendukung efektivitas inhalasi adrenalin rasemat untuk mengurangi pembengkakan pembuluh darah dan edema pada anak-anak kecenderungan asthma. dan karakteristik awal serupa di keempat kelompok perlakuan (Tabel S1 di Lampiran Tambahan). Pada temuan anak dengan asma.

penelitian kami menunjukkan bahwa bayi-bayi yang dirawat di rumah sakit dengan bronkiolitis akut. Namun. pemberian inhalasi adrenalin rasemat tidak lebih unggul dibandingkan dengan inhalasi Nacl 0. 5. Lampiran 5.9% yang berkaitan dengan lama perawatan di rumah sakit. pada pemberian inhalasi sesuai permintaan.1. menggunakan pengobatan suportif. Kata Pengantar Lama perawatan untuk bronchiolitis sebagian besar dipengaruhi oleh terapi suportif seperti penggunaan selang makan nasogastrik (NGT) 20 . atau skor klinis. dikaitkan dengan lebih singkat lama perawatan di rumah sakit dan dengan mengurangi kebutuhan terapi suportif.Kesimpulannya. dibandingkan dengan jadwal inhalasi pemberian tetap.

dan penggunaan oksigen dan sebagian kecil oleh penggunaan alat ventilator. Sampel air liur termasuk pada inklusi dan di pagi hari. sering didapatkan setidaknya 50% dari anak-anak. tapi tidak selalu didapatkan demam tinggi. Metode Penggunaan Skor Klinis Bronkiolitis akut didefinisikan oleh sebagai berikut: "Penyakit terbanyak pada bayi. Peningkatan tekanan dada dan pada gambaran rontgen toraks terlihat peningkatan gambaran translusens pada kedua paru dan ini merupakan penegakkan diagnosis pasti. Ditandai oleh respirasi cepat.2. terutama pada 6 bulan pertama kehidupan. terdapat nasal discharge dan sering terlihat dinding faring yang hiperemis.1. Semua ini. retraksi dinding dada. batuk. Orang tua dan perawat melihat setiap selesai inhalasi. 5.2.2. Pada saluran nafas atas. Biasanya terdapat demam. 5. dyspnea. ronki dan rales sangat sering didapatkan. dan aspirasi nasofaring dan sampel urin dikumpulkan sesegera mungkin setelah 21 . 5.2. skala analog visual (VAS) dan perawat mencatat saturasi oksigen. dan nilai presentase rata-rata sebanyak 25-50%. laju pernapasan dan denyut jantung sebelum dan 30 menit setelah inhalasi pertama dan selanjutnya sekali setiap pagi dan sore hari. Pendaftaran Klinis dan Manajemen Pada rata-klinis (Tabel S1) tercatat oleh dokter sebelumnya dan 30 menit setelah inhalasi setiap pagi. mengi.

Semua sampel biologis yang disimpan adalah dibekukan dalam waktu 24 jam untuk analisa lebih lanjut. tidak validasi.021). Hasil Pengaruh Usia Pada anak-anak usia muda dari tiga bulan pertama. Pada umumnya instrument yang digunakan pada penilaian respiratory distress dianggap terlalu spesifik.inklusi. (p = 0. penggunaan inhalasi secara permintaan dibandingkan dengan pemberian inhalasi jadwal tetap dikaitkan dengan risiko relatif 0. Berbeda memungkinkan dengan kebanyakan dimasukkannya penelitian pasien lain. (Tabel S3) 5.4. Analisis subkelompok pasien tanpa mengi sebelumnya (n = 264) menunjukkan hasil yang sama dari hasil utama (LOS) sebagai total populasi (Tabel S3) 22 . perawat dan skala VAS yang didapatkan dari penilaian scoring peneliti mengenai lama perawatan tidak dibahas dalam penelitian ini. 5. dengan penelitian episode ini mengi sebelumnya.15-0. tapi dengan sistem penilaian lain dari bronkiolitis akut.37 (0.90) dari pasien yang menerima pengobatan dengan dukungan ventilator.1. Penggunaan selang makan nasogastrik (NGT) dan penggunaan alat ventilator dicatat setiap kali melakukan inhalasi selama tiap hari.3. Skor Diskusi klinis (Tabel S1) yang digunakan dalam penelitian ini sebelumnya telah digunakan dalam penelitian Skandinavia.3. 5. Sampel biologis.

23 .9% / on demand) dan D (Nacl 0. B (adrenalin / fixed jadwal). C (Nal 0.9%/ jadwal tetap).Gambar S1: kurva dibeberapa rumah sakit tiap jam per hari pada anak-anak yang diobati dengan bronchiolitis oleh kelompok pengacakan A (adrenalin / on demand).

24 .

Garis regresi yang dihitung dengan regresi lokal. 25 .9% (A) dan pemberian pengobatan pada sesuai permintaan terhadap jadwal tetap (B) pada bayi dengan bronkiolitis akut.Gambar S2: Lama Tinggal pada dilihat dari usia pada pengobatan dengan inhalasi adrenalin rasemat dibandingkan inhalasi Nacl 0. dengan interval kepercayaan 95% diatas garis bayang abu-abu untuk masing-masing garis A dan B.