You are on page 1of 28

REFERAT

Trigeminal Neuralgia

Disusun untuk memenuhi tugas kepaniteraan klinik di SMF Saraf RSUD dr.
Soebandi Jember

Disusun Oleh:
I Gede Prima Julianto, S.Ked
112011101070

Pembimbing
dr.Hj. Supraptiningsih, Sp.S

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JEMBER
RSUD dr. SOEBANDI JEMBER
2015

i

DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL

i

DAFTAR ISI

ii

BAB I

PENDAHULUAN .................................................................... 1

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
1. Definisi

3

2. Anatomi

4

3. Epidemiologi

6

4. Etiologi

6

5. Patofisiologi

7

6. Klasifikasi

9

7. Manifestasi Klinis ............................................................. 10
8. Diagnosis ........................................................................... 11
9. Diagnosis Banding............................................................. 14
10. Tatalaksana......................................................................... 16
11. Prognosis............................................................................ 22
BAB III

PENUTUP ................................................................................ 24

DAFTAR PUSTAKA

ii

2 Trigeminal Neuralgia merupakan penyakit yang relatif jarang. sehingga nyeri berkurang.1. Rasa nyeri disebabkan oleh terganggunya fungsi saraf Trigeminal sesuai dengan daerah distribusi persarafan salah satu cabang saraf Trigeminal yang diakibatkan oleh berbagai penyebab. namun sebenarnya pemberian obat untuk mengatasi Trigeminal neuralgia biasanya cukup efektif. Beberapa orang merasakan sakit ringan.2 Serangan neuralgia Trigeminal dapat berlangsung dalam beberapa detik sampai dua menit. Sementara yang lain merasakan nyeri yang cukup berat. karena nyeri di wajah ini terjadi pada satu atau lebih saraf dari tiga cabang saraf Trigeminal. hanya saja banyak orang yang tidak mengetahui dan menyalahartikan Neuralgia Trigeminal sebagai nyeri yang ditimbulkan karena kelainan pada gigi.BAB I PENDAHULUAN Nyeri muka atau yang lebih dikenal sebagai trigeminal neuralgia merupakan suatu keluhan serangan nyeri wajah satu sisi yang berulang. tetapi sangat mengganggu kenyamanan hidup penderita. seperti nyeri seperti saat terkena setrum listrik. kadang terasa seperti ditusuk.1. Disebut Trigeminal neuralgia. Obat ini akan memblokade sinyal nyeri yang dikirim ke otak. sehingga pengobatan yang dilakukan tidaklah tuntas.3 1 . Saraf yang cukup besar ini terletak di otak dan membawa sensasi dari wajah ke otak.

Pemberian obat dimulai dengan dosis yang paling minimal.Terapi pada pasien ini ada 2 macam yaitu medikamentosa dan pembedahan.Perawatan secara medikamentosa berupa pemberian obat-obatan anti konvulsandengan cara menurunkan hiperaktivitas nukleus nervus trigeminus di dalam brainstem. Pengobatan efektif pada 80% kasus.Pemeriksaan penunjang lebih bertujuan untuk membedakan trigeminal neuralgia yang idiopatik atau simptomatik. kemudian karena penyakit ini memiliki progresivitas dan rasa sakityang makin berat dan lebih sering maka dibutuhkan penambahan dosis dimana akan menimbulkan suatu efek samping atau kontrol rasa sakit yang tidak adekuat.Pemberian obat-obatan ini dapat diberikan secara tunggal atau dikombinasi denganlainnya.4 2 . Jika perawatan dengan obat-obatan sampai dosis maksimal dan dengan kombinasi beberapa obat sudah tidak mengurangi rasa sakit lagi maka terapi dengan pembedahan menjadi pilihan.

bercukur. Namun hingga saat ini penyebab pasti dari trigeminal neuralgia masih belum dipahami sepenuhnya. Sementara menurut International Headache Society trigeminal neuralgia nyeri adalah nyeri wajah yang menyakitkan. dan 3 . berbicara. biasanya unilateral. Nyeri biasanya muncul akibat stimulus ringat seperti mencuci muka. nyeri seperti sengatan listrik yang berdistribusi ke salah satu atau lebih dari nervus 5. berulang dan berdistribusi di salah satu atau lebih cabang dari nervus 5.1 Definisi Trigeminal Neuralgia menurut IASP dan IHS Definisi menurut IASP Definisi menurut IHS Tiba-tiba. nyeri wajah seperti kejutan listrikdan dapat terjadi secara mendadak atau dipicu dengan menyentuh area tertentu dari wajah.5 Tabel 1. nyeri singkat seperti tersengat listrik pada satu atau lebih cabang nervus trigeminus. bercukur. Definisi Trigeminal neuralgia adalah suatu peradangan pada saraf trigeminal yang menyebabkan rasa sakit yang hebat dan kejang otot di wajah. berbicara.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1. Nyeri biasanya ditimbulkan oleh halhal sepele seperti mencuci muka.5 Trigeminal neuralgia menurut IASP ( International Association for the study of Pain ) ialah nyeri di wajah yang timbulnya mendadak. Serangan intens. Nyeri unilateral pada wajah. gosok gigi. Nyerinya singkat dan berat seperti ditusuk disalah satu atau lebih cabang nervus trigeminus. biasanya unilateral. menusuk. merokok. sifat nyeri hebat.

Anatomi Nervus trigeminus atau saraf otak kelima atau saraf otak trifasial merupakan saraf otak terbesar diantara 12 saraf otak. Komponen sensorik dan motorik bergabung didalam ganglion trigeminus atau ganglion gaseri. 2. Komponen-komponen ini keluar dari permukaan anterolateral bagian tengah pons dan berjalan ke anterior pada dasar fossa kranialis posterior melintasi bagian petrosa tulang pelipis ke fossa kranialis media.6.7 Gambar 1.menggosok gigi. Namun juga dapat terjadi secara mendadak. Anatomi dari nervus trigeminus 4 . bersifat campuran karena terdiri dari komponen sensorik yang mempunyai daerah persarafan yang luas yang disebut portio mayor dan komponen motorik yang persarafannya sempit disebut portio minor. kemudian berjalan bersama-sama sebagai saraf otak kelima.

Fungsi nervus trigeminus harus dibedakan dengan nervus fasialis (nervus cranialis ke VII) yang mengontrol semua gerakan wajah. sinyal akan berjalan terus mencapai kelompok neuron khusus yang disebut nukleus nervus trigeminal. Fungsi nervus trigeminus adalah sensasi sentuhan wajah. Terdapat 3 divisi yang menginervasi daerah dahi dan mata (V1 optalmikus). sakit dan suhu. akar nervus trigeminal berjalan kebelakang kearah sisi brain stem dan masuk ke pons. Dari sana. dan juga kontrol otot pengunyahan. dimana persepsi sensasi wajah akan diturunkan.8 Tiga divisi nervus trigeminal muncul bersama-sama pada daerah yang disebut ganglion gaseri.Gambar 2. Informasi dibawa ke brain stem oleh nervus trigeminus kemudian diproses sebelum dikirim ke otak dan korteks serebral.8 5 . Distribusi persarafan wajah Nervus trigeminal mempersarafi wajah dan kepala. Dalam brain stem. pipi (V2 maksilaris) serta wajah bagian bawah dan rahang (V3 mandibularis).

4 kasus per 100. Epidemiologi Banyak literatur yang menyebutkan bahwa 60% penderita neuralgia adalah wanita. Akan tetapi mengingat harapan hidup orang Indonesia makin tinggi maka diperkirakan prevalensi penderita Neuralgia Trigeminal akan meningkat. walaupun kadang – kadang ditemukan pada usia muda terutama jenis atipikal atau sekunder.3. Teori pertama berdasarkan pada penyakit yang berhubungan. usia paling muda yaitu 12 bulan terkena neuralgia trigeminal dan pada anak lain terjadi pada usia 3 sampai 11 tahun. Berdasarkan laporan yang ada.10 6 . kedua adalah trauma langsung pada saraf dan teori ketiga merambat asal polyetiologic penyakit. dimana neuralgia banyak diderita pada usia antara 50 sampai 70 tahun. Kejadian juga berhubungan dengan usia. Saat ini ada tiga etiologi yang paling populer. Insidensi kejadian untuk wanita sekitar 5.9 4. namun beberapa dari mereka masih kontroversial karena kurangnya bukti objektif. Etiologi Ada banyak pendapat yang berbeda tentang etiologi dari trigeminal neuralgia. Bila insidensi dianggap sama dengan Negara lain maka terdapat ± 8000 penderita baru pertahun.3. untuk pria sekitar 3. Faktor ras dan etnik tampaknya tidak terpengaruh terhadap kejadian Neuralgia Trigeminal.9 per 100. Angka prevalensi maupun insidensi untuk Indonesia belum pernah dilaporkan .000 pria.000 wanita.

rematoid.15 Penekanan mekanik pembuluh darah pada akar nervus ketika masuk ke brain stem yang paling sering terjadi. sklerosis multiple. kerusakan secara fisik dari nervus trigeminus oleh karena pembedahan atau infeksi. Penekanan ini dapat disebabkan oleh arteri atau vena 7 . multipel sklerosism diabetes melitus. penekanan oleh lesi atau tumor. Pada orang normal pembuluh darah tidak bersinggungan dengan nervus trigeminus. Penyebab-penyebab dari terjadinya trigeminal neuralgia adalah penekanan mekanik oleh pembuluh darah.Penyakit yang berhubungan seperti gangguan dari vaskularisasi. sedangkan diatas bagian nervus trigeminus/portio minor jarang terjadi. dan yang paling sering adalah faktor yang tidak diketahui. Pada trauma langsung pada saraf dibagi menjadi dua bagian yaitu trauma pada bagian perifer dan sentral. malformasi arteri vena disekitarnya. Teori yang ketiga yaitu polyetiologic. faktor yang mungkin dapat berpengaruh dan menimbulkan demielinisasi dan disatrofi. Patofisiologi Patofisiologi terjadinya suatu trigeminal neuralgia sesuai dengan penyebab terjadinya penyakit tersebut. dan lain-lain.10 5.

Penekanan yang berulang menyebabkan iritasi dan akan mengakibatkan hilangnya lapisan mielin (demielinisasi) pada serabut syaraf. Sebagai hasilnya terjadi peningkatan aktivitas aferen serabut syaraf dan penghantaran sinyal abnormal ke nukleus nervus trigeminus dan menimbulkan gejala trigeminal neuralgia. jika sudah melibatkan sistem nervus trigeminus maka akan menimbulkan gejala neuralgia trigeminal.15 Pada kasus sklerosis multiple yaitu penyakit otak dan korda spinalis yang ditandai dengan hilangnya lapisan mielin yang membungkus syaraf. Glutamat akan bertemu dengan reseptor glutamat alfa-amino-3-hidroxy- 8 . Kemungkinan lain adalah adanya hubungan ephaptic antar neuron. 10 Adanya perubahan pada mielin dan akson diperkirakan akan menimbulkan potensial aksi ektopik berupa letupan spontan pada syaraf.baik besar maupun kecil yang mungkin hanya menyentuh atau tertekuk pada nervus trigeminus. sehingga serabut syaraf dengan nilai ambang rendah dapat mengaktivasi serabut syaraf yang lainnya dan timbul pula cross after discharge.15. Pada tipe ini sering terjadi secara bilateral dan cenderung terjadi pada usia muda sesuai dengan kecenderungan terjadinya sclerosis multiple. Teori ini sama dengan patofisiologi terjadinya trigeminal neuralgia oleh karena suatu lesi atau tumor yang menekan atau menyimpang ke nervus trigeminus.11 Selain itu aktivitas aferen menyebabkan dikeluarkannya asam amino eksitatori glutamat. Aktivitas ekstopik ini terutama disebabkan karena terjadinya perubahan ekspresi dan distribusi saluran ion natrium sehingga menurunnya nilai ambang membran. Arteri yang sering menekan akar nervus ini adalah arteri cerebelar superior.

Klasifikasi IHS (International Headache Society) membedakan Neuralgia Trigeminal menjadi NT klasik dan NT simptomatik. Penderita berusia lebih dari 45 tahun .5-methyl-4-isaxole propionic acid (AMPA) di post sinap sehingga timbul depolarisasi dan potensial aksi. 2. Termasuk NT klasik adalah semua kasus yang etiologinya belum diketahui (idiopatik).15 6. 3. Timbulnya serangan bisa berlangsung 30 menit yang berikutnya menyusul antara beberapa detik sampai menit. Nyeri bersifat paroksimal dan terasa di wilayah sensorik cabang maksilaris. wanita lebih sering terkena dibanding laki-laki. Trigeminal Neuralgia Simptomatik: 9 .4 Perbedaan neuralgia trigeminus idiopatik dan simptomatik. 4. sensorik cabang maksilaris dan atau mandibularis. multipel sklerosis atau kelainan di basis kranii. Sedangkan NT simptomatik dapat diakibatkan karena tumor.4 Trigminal Neuralgia Idiopatik: 1. Keadaan ini akan menyebabkan saluran ion kalsium teraktivasi dan terjadi peningkatan kalsium intra seluler. Mekanisme inilah yang menerangkan terjadinya sensitisasi sentral. Nyeri merupakan gejala tunggal dan utama. Aktivitas yang meningkat akan disusul dengan aktifnya reseptor glutamat lain N-Methyl-D-Aspartate (NMDA) setelah ion magnesium yang menyumbat saluran di reseptor tersebut tidak ada.

4. Tersering nyeri didaerah distribusi nervus mandibularis (V2) 19. seperti menikam. Manifestasi Klinis Trigeminal neuralgia memberikan gejala dan tanda sebagai berikut :8.12 1. tertembak. 7. Tidak memperlihatkan kecendrungan pada wanita atau pria dan tidak terbatas pada golongan usia. 2.3%. berupa gangguan autonom ( Horner syndrom ). tiba-tiba dan berulang. 3.5%).1% dan nervus maksilaris (V3) 14. tajam. Sebagian pasiennyeri terasa diseluruh cabang nervus trigeminus (15. Nyeri berlangsung terus menerus dan terasa dikawasan cabang optalmikus atau nervus infra orbitalis.Jarang sekali hanya terbatas pada nervus optalmikus (V3) 3. Diantara serangan biasanya ada interval bebasnyeri. Lokasi nyeri umumnya terbatas di daerah dermatom nervus trigeminus dan unilateral. atau stimulus mengunyah. Jarang ditemukan kombinasi nyeri padadaerah distribusi nervus optalmikus dan mandibularis (0. getaran. Trigeminal neuralgia dapat dicetuskan oleh stimulus non-noksius seperti perabaan ringan.1% atau kombinasikeduanya 35.6%).5%) atau kombinasi nervusmaksilaris dan optalmikus (11. yaitu nyeri berat paroksimal. Disamping nyeri terdapat juga anethesia/hipestesia atau kelumpuhan saraf kranial. Rasa nyeri berupa nyeri neuropatik. tersengat listrik. atau hanya ada rasa tumpul ringan. atau terbakar yang berlangsung singkat beberapa detik sampai beberapa menit tetapi kurang daridua menit. Nyeri pada trigeminal 10 .11. 2.9% sehingga paling sering rasa nyeri pada setengah wajah bawah. terkena petir.1. Nyeri timbul terus menerus dengan puncak nyeri lalu hilang timbul kembali. 3.

Nyeri terasa tumpul. disebut preneuralgia trigeminal. Serangan – serangan paroxysmal pada wajah. nyeri di frontal yang berlangsung beberapa detik tidak sampai 2 menit. B. karakteristik terjadi peningkatan frekuensi dan beratnya serangan nyeri secara progresif sesuai dengan berjalannya waktu. Pemeriksaan kesehatan dan riwayat gejalanya harus dilakukan bersamasamapemeriksaan lainnya untuk mengesampingkan masalah yang serius. tajam . Onset dan terminasinya terjadi tiba-tiba . terus-menerus pada salah satu rahang yang berlangsung beberapa hari sampai beberapa tahun. pada awalnya nyeri atipikal yang makin lama menjadi tipikal. Diagnosis Trigeminal neuralgia seyogyanya dapat dibedakan dengan nyeri wajah yang lainnya. serasa menikam atau membakar.13 Kriteria diagnosis trigeminal neuralgia menurut International Headache Society adalah sebagai berikut:13 A. Diagnosa ditegakkan berdasarkan anamnesa yang akurat. Stimulus termal dapat menimbulkan nyeri berdenyut sehingga sering dianggap sebagai nyeri dental. superficial. Nyeri setidaknya bercirikan 5 sifat berikut: 1. Pada periode aktif neuralgia. pemeriksaan klinis dan uji klinis untuk mengetahui secara pasti stimulus pencetus dan lokasi nyeri saat pemeriksaan. 2. kuat. Menyebar sepanjang satu atau lebih cabang N trigeminus. Sekitar 18% penderita dengan trigeminal neuralgia. 11 . 8.neuralgia dapat mengalami remisi dalam satu tahun atau lebih. 4. tersering pada cabang mandibularis atau maksilaris.

dilakukan pemeriksaan fisik untuk menentukan stimuli pemicu.3. 4. Serangan bersifat stereotipik. 12 . Sementara tidak ada pemeriksaan diagnostik yang dapat mempertegas adanya kelainan ini. Diantara serangan . Pemeriksaan penunjang lebih bertujuan untuk membedakan trigeminal neuralgia yang idiopatik atau simptomatik. tidak ada gejala sama sekali. pemeriksaan fisik. Teknologi CT Scan dan MRI sering digunakan untuk melihat adanya tumor atau abnormalitas lain yang menyebabkan sakit tersebut. Diagnosa trigeminal neuralgia dibuat dengan mempertimbangkan riwayat kesehatan dan gambaran rasa sakitnya. Intensitas nyeri hebat . biasanya unilateral. bercakap cakap. dan lokasi yang pasti dari sakitnya. Tidak ada kelainan neurologis. E. pemeriksaan khusus bila diperlukan. Sklerosis multiple dapat terlihat dengan Magnetic Resonance Imaging (MRI). Tersingkirnya kasus-kasus nyeri wajah lainnya melalui anamnesis. lebih sering disisi kanan. Nyeri dapat timbul spontan atau dipicu oleh aktifitas sehari seperti makan. 5. nostril. C. mambasuh wajah atau menggosok gigi. D.MRI ini sering digunakan sebelum tindakan pembedahan untuk melihat kelainan pembuluh darah. area picu dapat ipsilateral atau kontralateral. Pemeriksaan MRTA (highdefinition MRI angiography) pada nervus trigeminal dan brain stem dapat menunjukkan daerah nervus yang tertekan oleh vena atau arteri. Sebagai tambahan. Pemeriksaan termasuk inspeksi komea. mencukur. CT Scan kepala untuk melihat keberadaan tumor.

gusi. Diagnosis Banding Neuralgia trigeminal harus dibedakan dari tipe nyeri lainnya yang muncul pada wajah dan kepala. Post Herpetic Neuralgia 13 .6 9. lidah dan dipipi untuk melihat bagaimana daerah tersebut merespon sentuhan dan perubahan suhu (panas dan dingin).14 a.

kuntinu. Glossopharingeal Neuralgia Sakit yang hebat dan berlangsung cepat. dengan pemberian antikonvulsan. b. mata merah. biasanya terdapat gangguan sensorik. 14 . berifat unilateral. sering terjadi pada usia muda. diprovokasi oleh minuman alcohol. menusuk. unilateral atau bilateral pada daerah aurikular. diprovoakasi paroksismal oleh raba serangan ringan. sering terjadi pada malam hari. dalam berkurang bentuk kelompok. unilateral dan sering daerah trigeminal. hidung tersumbat. intermitten bertahun-tahun. diprovokasi oleh gerakan rahang.Dengan gejala nyeri terbakar yang hebat dengan eksaserbasi yang tajam. d. Cluster headache Sakit kepala yang hebat. diprovokasi oleh raba ringan. unilateral pada distribusi saraf glosopharingeal. c. Kelainan Temporomandibular (Conten’s Sindrom) Rasa sakit tumpul. sering menetap walaupun stress telah berkurang. tidak ada factor yang dapat mengurangi gejala secara total. muka merah. nyeri terbakar. berdenyut.

Memberat bila mengunyah. disembuhkan dengan terapi yang tepat. berdenyut. memberat dengan gerakan. nyeri berlangsung beberapa jam. f. Tatalaksana Seperti diketahui terapi dari trigeminal neuralgia ada 2 macam yaitu terapi medikamentosa dan terapi pembedahan. mengenai satu atau dua sinus. akut/kronik. pasien dapat mengidentifikasi faktor pencetus. nyeri kontinu. dekompresi akan mengurangi sakitnya. g. berdenyut. 10. sering timbul nasal discharge. tampak arteri yang menebal dan berkelok-kelok. Telah disepakati bahwa penanganan lini 15 . Intermitten/kontinu. membaik dengan steroid. Giant Cell Arteritis Nyeri hebat berdenyut dan menyengat.e. kontinu dengan eksserbasi tajam. bersifat unilateral/bilateral atau temporal. h. Migrain Nyeri hebat. Sinusitis Rasa sakit sedang. diprovokasi oleh stress. unilateral dan sering berpindah ke sisi lainnya. Atypical Facial Pain Nyeri yang bervariasi. lokasi bervariasi.

2 Karbamazepine merupakan pengobatan lini pertama dengan dosis pemberian 200-1200 mg/hari dan oxcarbamazepin dengan dosis pemberian 600-1800 mg/hari sesuai dengan pedoman pengobatan. namun oxcarbamazepin memiliki profil keamanan yang lebih baik. Tingkat keberhasilan dari karbamazepin jauh lebih kuat dibandingkan oxcarbamazepin. Dalam pedoman AAN-EFNS ( American Academy of Neurology. Tindakan bedah hanya dipertimbangkan apabila terapi medikamentosa mengalami kegagalan a. baclofenac 40 – 80 mg/hari. oxcarbazepin juga efektif. baclofen dan lamotrigin mungkin juga efektif.pertama untuk trigeminal neulalgia adalah terapi medikamentosa. gabapentin. Neuralgia trigeminal sering mengalami remisi sehingga pasien dinasehatkan untuk mengatur dosis obat sesuai dengan frekwensi serangannya. Terapi Farmakologi Peneliti-peneliti dalam bidang nyeri neuropatik telah mengembangkan beberapa pedoman terapi farmakologik. Sementera pengobatan lini kedua dapat diberikan lamotrgine dengan dosis 400 mg/ hari. phenytoin dan valproat. Dalam guidline EFNS ( European Federation of Neurological Society ) disarankan terapai neuralgia trigeminal dengan carbamazepin ( 200-1200mg sehari ) dan oxcarbamazepin ( 600-1800mg sehari ) sebagai terapi lini pertama. dan pimizoid 4 – 12 mg/hari. Sedangkan terapai lini kedua adalah baclofen dan lamotrigin.European Federation of Neurological Society ) telah disimpulkan bahwa: carbamazepin efektif dalam pengendalian nyeri . Studi open label telah melaporkan manfaat terapi obat-obatan anti epilepsi yang lain seperti clonazepam.2 16 .

sehingga dapat mengurangi rangsangan neuron.Selain itu ada juga pilihan pengobatan alternative. levetiracetam. anemia aplastik dan 17 . khususnya gangguan darah seperti leukopeni. Sebagian besar penderita trigeminal neuralgiamengalami penurunan sakit yang berarti dengan menggunakan obat ini. topiramate.Karena potensi untuk menimbulkan efek samping sangat luas. clonazepam. yaitu dengan memberikan obat antiepilepsi yang telah dipelajari dalam kontrol kecil dan studi terbuka yang disarankan untuk menggunakan fenitoin.2 Gambar 3: Management terapi pada trigeminal neuralgia Karbamazepine Karbamazepinebekerja dengan cara menghambat aktivitas neuronal pada kanal natrium. pregabalin. dan valproat.Karbamazepine memperlihatkan efek analgesik yang selektif misalnya pada tabesdorsalis dan neuropati lainnya yang sukar diatasi dengan analgesik biasa. gabapentin.

halusinasi dan gangguan fungsi seksual. mentalconfusion. nystagmus.2. Pada umumnya dosis dimulai dengan 2 x 18 . dizziness. Dosisdimulai dengan dosis minimal 1-2 pil perhari.2 Efek samping yang timbul dalam dosis yang besar yaitu drowsiness. Karbamazepine dapat dikombinasidengan fenitoin atau baklofen bila nyeri membandel. Terdapatjuga reaksi serius yang tidak berhubungan dengan dosis yaitu allergic skin rash. sebelum mencoba menambah dosis perharinya lagi.Karbamazepine diberikan dengan dosis berkisar 200-1200 mg.7 Pemberian karbamazepine dihentikan jika jumlah leukosit abnormal (rendah).gangguan darah seperti leukopenia atau agranulocytosis.6. diplopia. atau aplastic anemia. Jikaefek samping yang timbul parah. Selama perioderemisi dosis dapat dikurangi secara bertahap.6 Oxykarbamazepin Oxykarbamazepine merupakan ketoderivat karbamazepine dimana mempunyai efeksamping lebih rendah dibanding dengan karbamazepine dan dapat meredakannyeri dengan baik. ataxia.2.agranulositosis makapasien yang akan diterapi dengan obat ini dianjurkan untuk melakukanpemeriksaan nilai basal dari darah dan melakukan pemeriksaan ulang selama pengobatan.keracunan hati. nausea dan anorexia. dimana hampir70% memperlihatkan perbaikan. atau diubah ke oxykarbazepine.congestive heart failure. dosis karbamazepine perhari dapat dikurangi 1-3perhari. secara bertahap dapatditambah hingga rasa sakit hilang atau mulai timbul efek samping.

penglihatan kabur dan ataksia.2 Phenitoin Phenitoin berefek anti konvulsi tanpa menyebabkan depresi umum SSP. Efeksamping yang paling sering adalah nausea. Dosis maksimumnya 2400-3000mg perhari. Dapat juga terjadi kelainan berupa deskuamasi atau terkait gejala parah demam atau limfadenopati indikasi Stevens .penambahan dan pengurangan obat harus secara bertahap. Sekitar 710% pasien dapat terjadi ruam pada kulit selama terapi 4 . infeksi saluran pernafasan. dizziness.300mg yang secara bertahap ditingkatkan untuk mengontrol rasa sakitnya.7. Efek samping dapat berupa pusing.pandangan ganda dan perubahan elektrolit darah.Efek samping yang jarang timbul yaitu rash. Sifat antikonvulsi obat ini berdasarkan pada penghambatan penjalaran rangsang dari focus kebagian lain di otak.Johnson sindrom yang membutuhkan penghentian segera.8 minggu.sebaiknya diikuti dengan pengukuran kadar obat dalam plasma. mual. menstabilkan membran saraf dan menghambat pelepasan rangsangan neurotransmiter.400 mg/hari dibagi dua dosis.8 19 . mual.2 Lamotrigine Lamotrigin berefek pada saluran natrium. Penggunaan phenitoin harus hati-hati dalam mengkombinasikan dengan karbamazepine karenadapat menurunkan dan kadangkadang menaikkan kadar phenitoin dalam plasma. Seperti obat anti-seizure lainnya. Dosis awal 25 mg/hari secara perlahan meningkat sampai dosis 200 . fatique dan tremor.

Reaksi merugikan 20 . Obat ini hampir sama efektifnyadengan karbamazepine tetapi efek sampingnya lebih sedikit. Dosis untuk menghilangkan rasa sakit secara komplit 40-80 mgperhari.2 Gabapentin Dosis yang dianjurkan 1200-3600 mg/hari.Phenitoin dapat mengobati lebih dari setengah penderita trigeminal neuralgiadengan dosis 300-600mg dibagi dalam 3 dosis perhari. nausea dan kelemahan kaki.2 Baklofen Baklofen tidaklah seefektif karbamazepine atau phenytoin. Efek samping yang ditimbulkannyaadalah nystagmus. Efek lainnya adalah hiperplasia gingiva dan hypertrichosis. Baklofen tidak boleh dihentikan secara tiba-tiba setelah pemakaian lama karena dapat terjadi halusinasi atauserangan jantung. tetapi dapatdikombinasi dengan obat-obat tersebut. ophthalmoplegia dan juga mengantuk sertakebingungan.. Baklofen memiliki durasi yang pendek sehingga penderita trigeminalneuralgia yang berat membutuhkan dosis setiap 2-4 jam.2 Efek samping yang paling sering timbul karena pemakaian baklofen adalah mengantuk. Dosis awal biasanya3x300 mg/hari dan ditambah hingga dosis maksimal. pusing. dysarthria. Obat ini berguna pada pasien yang baruterdiagnosa dengan rasa nyeri relatif ringan dan tidak dapat mentoleransikarbamazepine.

Terapi Pembedahan Terapi farmakologik umumnya efektif akan tetapi ada juga pasien yang tidak bereaksi atau timbul efek samping yang tidak diinginkan maka diperlukan terapi pembedahan. Terapi gamma knife merupakan terapi radiasi yang difokuskan pada radiks nervus trigeminus di fossa posterior.paling sering adalah somnolen. (3) Adanya gambaran kelainan pembuluh darah pada MRI.penghentian secara cepat harus dihindari. (2) Ketika pasien tidak dapat mentolerir pengobatan dan gejala semakin memburuk. fatique dan nystagmus. Dekompresi mikrovaskuler adalah kraniotomi sampai nervus trigeminus difossa posterior dengan tujuan memisahkan pembuluh darah yang menekan nervus trigeminus. Seperti semua obat. Pada prosedur perifer dilakukan blok pada nervus trigeminus bagian distal ganglion gasseri yaitu dengan suntikan streptomisin.2 b. suntikan gliserol atau kompresi dengan balon ke dalam kavum Meckel.2 Beberapa situasi yang mengindikasikan untuk dilakukannya terapi pembedahan yaitu: (1) Ketika pengobatan farmakologik tidak menghasilkan penyembuhan yang berarti. 2 21 . lidokain. Prosedur pada ganglion gasseri ialah rhizotomi melalui foramen ovale dengan radiofrekuensi termoregulasi. alkohol . terapi gamma knife dan dekompresi mikrovaskuler. ataksia.1 Tindakan operatif yang dapat dilakukan adalah prosedur ganglion gasseri.

dan mungkin memerlukan pengobatan jangka panjang. Kondisi ini dapat 22 . morbiditas yang terkait dengan nyeri wajah kronis dan berulang dapat dipertimbangkan jika kondisi tidak cukup terkontrol. Setelah itu serangan bisa menjadi lebih sering. Meskipun neuralgia trigeminal tidak terkait dengan hidup singkat.trigeminal neuralgia dapat muncul kembali selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun berikutnya.11. lebih mudah dipicu. Prognosis Setelah serangan awal.

14 BAB III PENUTUP 23 . Pasien dapat memilih untuk membatasi kegiatan yang memicurasa sakit. dan pasien dapat menderita depresi dan kehilangan fungsi sehari-hari. sehingga pasien mungkin kehilangan berat badan dalam keadaan ekstrim.berkembang menjadi sindrom nyeri kronis. seperti mengunyah.

et al. Penyebab-penyebab dari terjadinya trigeminal neuralgia adalah penekanan mekanik oleh pembuluh darah. penekanan oleh lesi atau tumor. sklerosis multiple. 7 (3): 181-184.Neuralgia Trigeminal adalah suatu keadaan nyeri yang sangat hebat dengan ditandai serangan nyeri yang mendadak dan terus menerus seperti menusuk atau seperti tersengat aliran listrik yang berlangsung singkat dan berakhir dalam beberapa detik sampai beberapa menit. malformasi arteri vena disekitarnya. Mahajin A. Gupta SK. Neuralgia trigeminal kebanyakan bersifat unilateral dan mengenai daerah yang disarafi nervus trigeminus. Ada dua macam etiologi yang pertama adalah idiopatik atau disebut Neuralgia Trigeminal primer dan yang kedua adalah simptomatik yang disebut Neuralgia Trigeminal sekunder sedangkan patofisiologi terjadinya suatu trigeminal neuralgia sesuai dengan penyebab terjadinya penyakit tersebut. Gupta A. 24 . Clinical insights in Trigeminal Neuralgia. kerusakan secara fisik dari nervus trigeminus oleh karena pembedahan atau infeksi Pada saat sekarang pengobatan utama adalah pemberian dengan cara farmakologik dan bila tidak berhasil dapat dipertimbangkan dengan cara pembedahan DAFTAR PUSTAKA 1. JK Science 2005.

2. and current treatment. Manish KS.umanitoba. Diagnosis and Management of Trigeminal Neuralgia. Genderen WE.ca/cranial_nerves/trigeminal_neuralgia/manuscript/ 9. 14. 87 (1): 117-132.Facial Neuralgia. 5: 4-7. Available from: URL: http://www. Hospital Physician 2003. Aetiology and pathogenesis of trigeminal neuralgia: a comprehensive review.html. Treatment optionts in trigeminal neuralgia. Trigeminal neuralgia. [online] CCND Winnipeg 2001. In : Banica’s Management of Pain. Columbia Dental Review 2000. Loeser JD. Kleef MV. diagnosis. Wang HL. Available from URL: http://www. Rabinovich A.Trigeminal Neuralgia. J Oral Maxillofac 2012. Joudzybalys G. Seattle: IASP Press. 13. Narouze S. Diar Rakyat: Jakarta. et al. org/conditins/tn. 7.org. Passos JH et al. Shidarta P. Lipincott William & Wilkins. 3(2): 107-115. Meraj NS. Trigeminal neuralgia-pathophysiology. [cited 2013 June 1]. Pain management: trigeminal neuralgia. Evidence based medicine trigeminal neuralgia. [cited 2013 June 1]. Therapeutics Advances in Neurological Disorders 2010. [online] Facial Neuralgia Rerources 2006 [cited 2013 June 1]. Scrivani S. [online] Journal of Dentistry &Oral Medicine 2001. 9(4): 252-259. World Institute of Pain 2009. 10. [cited 2012 June 1]. Sharav Y. Mark Obermann. 3: 64-70. 6. 3. Gintautas S.epub. Nurmikko TJ and Eldridge PR. 2008. Fang Y. Trigeminal Neuralgia. Available from URL: http://emedicine.medscape. Your complete guide to trigeminal neuralgia. In: PainAnUpdated Review. Availabe from: URL: http://www. Bryce DD. 2001.br. Cranial Neuralgia. Kauffman AM and Patel M. 2002. Ranashinghe JS. 8. 12. Siddiqui S. Orofacial Pain : Dental Vascular & Neuropathic.Philadelphia. 3(4): 1-7 11. [online] Medscape 2013. Saraf otak kelima atau nervus trigeminus dalam neurologi klinis dasar. Brithish Journal of Anaesthesia 2001. Mardjono M. 4.com/article/1145144overview 25 . 5.

Terapi medikamentosa trigeminal neuralgia.medscape.15. http://emedicine. Fakultas Kedoteran Gigi Padjajaran 2005 16.com/article/1145144-overview 26 . Anonim.