You are on page 1of 2

ABSTRAK

Gerakan Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu kegiatan untuk


mengendalikan laju pertumbuhan penduduk dengan cara penurunan angka
kelahiran. Pada tahun 2008 prevalensi penggunaan alat kontrasepsi di Kabupaten
Karo 83,39%.
Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan alat
kontrasepsi pada PUS di Desa Sukadame Kecamatan Tigapanah Kabupaten Karo
Tahun 2010, telah dilakukan penelitian analitik dengan desain cross sectional.
Populasi adalah seluruh PUS yang ada di Desa Sukadame, sampel yang dibutuhkan
130 PUS. Dasar terpilihnya ditentukan secara purposive. Analisa data dilakukan
dengan analisis univariat, bivariat dan multivariat.
Ditemukan prevalensi penggunaan alat kontrasepsi 75,4% dan jenis
kontrasepsi suntik (48,9%), implant/susuk (19,4%), MOW (15,3%), pil (14,3%), dan
AKDR (2,1%), sedangkan penggunaan alat kontrasepsi pria tidak ada (0,0%). Hasil
analisis bivariat menunjukkan ada tiga variabel yang mempunyai hubungan asosiasi
bermakna dengan penggunaan alat kontrasepsi yaitu pengetahuan (p=0,003),
pekerjaan (p=0,032), dan ketersediaan pelayanan alat kontrasepsi (p=0,017).
Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu PUS
merupakan faktor yang mempengaruhi dalam hubungannya dengan penggunaan alat
kontrasepsi pada PUS dengan persamaan regresi logistik y=-2,888 + 1,241 X.
Faktor yang dominan yang berhubungan dengan penggunaan alat kontrasepsi
adalah pengetahuan ibu PUS yang baik tentang alat kontrasepsi (p=0,005), namun
48,5% diantaranya memiliki anak 3 orang.
Perlunya peningkatan kegiatan KIE (komunikasi, informasi dan edukasi)
oleh Petugas Kesehatan sehingga pengetahuan PUS tentang alat kontrasepsi
semakin baik. Selain itu perlunya meningkatkan peran serta pria dalam penggunaan
alat kontrasepsi karena ditemukan tidak ada pria yang menggunakan alat
kontrasepsi dalam penelitian ini.

Kata kunci : Alat Kontrasepsi, PUS, Penggunaan Alat Kontrasepsi.

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT
Family Planning Movement (KB) is one of the activities to control the rate of
population growth in a way birthrate decline. In 2008 the prevalence of contraceptive
use in Karo District 83,39%.
To determine the factors associated with the use of the contraceptives on
fertile age couple in the Sukadame Village, Tigapanah Sub-District, Karo District in
2010, has conducted analytical research with cross sectional design. The population
is all of the existing fertile age couple in Sukadame Village, the required sample 130
of fertile age couple. The election is determined on a purposive basis. Data analysis
was done by univariate analysis, bivariate and multivariate.
Found the prevalence of contraceptive use 75.4% and type of contraceptive
injection (48.9%), implant (19.4%), MOW (15.3%), pill (14.3%), and the IUD (2 ,
1%), while there is no utilization of man contraception (0,0%). Results of bivariate
analysis shows that there are three variables that have a relationship significant
association with contraceptive use is knowledge of a good wife (p = 0.003), working
wives (p = 0.032), and the availability of good contraceptive services (p=0,017).
Multivariate analysis showed that the level of knowledge of acceptor is a
factor that affects in relation to the use of contraception in couples with logistic
regression equation y =- 2.888 + 1.241 X. The dominant factor associated with the
use of contraceptives is knowledge of the fertile age couples wife about
contraception (p=0,005), but 48,5% of whom had children 3 persons.
Need to increase the CIE (communication, information and education) by the
Health Officer so that knowledge about contraceptives of the fertile age couple
better. So, it is important to increase man partisipation in the utilization of the man
contraception because there is no man used it in this research.

Keywords : Contraception, Fertile Age Couple, Contraceptive Use.

Universitas Sumatera Utara