You are on page 1of 3

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI

FAKULTAS TEKNIK, UNIVERSITAS SRIWIJAYA
“STUDENT CENTER LEARNING – INQUIRY AND DISCOVERY”
NAMA

: RENNY IKA MIATI

NIM

: 03071281419041

KELAS

: GEOLOGI’14 INDRALAYA

Mata Kuliah/Kode
Pertemuan keTanggal
Pokok Bahasan
Pengajar
Jenis Tugas/Praktek
Revisi

: Bahasa Indonesia/UNI 110414
: 16
: 06 Mei 2015
: Esai
: Dra. Ernalida, M.Hum.
: Penulisan Esai
:0

PEKERJAAN DAN PENYELESAIAN

Pengaruh Proses Pembentukan Batubara terhadap
Tingkatan Batubara
Batubara merupakan sumber energi terpenting di dunia yang menjadi bahan
utama bagi pabrik – pabrik dan perusahaan yang dijadikan bahan baku untuk proses
produksi. Batubara merupakan salah satu bahan bakar fosil yang terbentuk melalui
proses pengendapan. Proses pengendapan batubara diawali dengan terendapkannya
bahan organik khususnya adalah sisa – sisa tumbuhan, oleh pengaruh suhu dan tekanan
selama jutaan tahun maka terbentuklah lapisan batubara yang mengandung unsur –
unsur utama seperti karbon, hidrohen dan oksigen. Proses pembentukan batubara
dimulai sejak zaman batubara pertama yang terbentuk pada periode pembentukan
karbon, sekitar 360 juta sampai 290 juta tahun yang lalu.
Kualitas dari proses pengendapan batubara dapat dibedakan berdasarkan suhu
dan tekanan serta lama dari proses pembentukannya yang disebut maturitas organik
atau tingkat kematangannya. Batubara dapat dibedakan menjadi gambut, batubara
muda atau lignit, sub-bituminus, bituminus dan antrasit. Gambut merupakan batubara
yang masih berpori dan memiliki kadar air diatas 75% serta memiliki nilai kalori yang
paling rendah. Batubara muda atau lignit merupakan batubara yang sangat lunak yang
mengandung air 35% - 75% dari beratnya. Sub-bituminus merupakan batubara yang
mengandung sedikit karbon dan banyak air dan oleh karena itu menjadi sumber panas
yang kurang efisien dibandingkan dengan bituminus. Bituminus merupakan batubara

10% dari beratnya. Lingkungan pengendapan akan mempengaruhi kilap dari batubaran. Misalnya jika terbentuk dari batang kayu yang keras maka akan menghasilkan batubara yang berpori. lingkungan pengendapan dan proses geologi yang terjadi. Jenis tumbuhan yang akan terendapkan sangat berpengaruh dengan jenis batubara yang akan terbentuk. biasanya kedua batubara ini memiliki warna yang kusam dan tidak berkilau juga teksturnya masih lembut dan belum terlalu keras dan memiliki tingkat kelembaban yang tinggi sehingga memiliki kandungan energi yang rendah. Dan antrasit yaitu batubara dengan kelas yang tertinggi dengan warna hitam berkilau metalik mengandung 86% . iklim dan . perubahan – perubahan inilah yang nantinya akan menjadikan tingkatan mutu batubara. Umumnya yang memiliki tingkatan yang lebih tinggi adalah batubara bituminus dan antrasit. Batubara mengalami perubahan dari gambut sampai antrasit.86% unsur karbon (C) dan berkadar air 8% .98% unsur karbon (C) dengan kadar air kurang dari 8%. Jika dibandingkan dengan batubara jenis lainnya batubara muda tergolong memiliki tekstur yang lebih lembut dan juga warna yang bervariasi dari hitam kusam sampai coklat. yang memiliki kelembaban yang lebih rendah dan tingkat karbon yang lebih tinggi. Proses awal pembentukan batubara diawali dengan gambut yang berubah menjadi batubara muda atau lignit atau ada juga yang menyebutnya brown coal. Karena faktor kimiawi dan fisika yang terus terjadi maka membuat batubara lebih hitam dan keras akan membentuk batubara tingkat bituminus dan antrasit. yang merupakan batubara denga jenis maturitas organik yang paling rendah. Proses pembentukan batubara yang akan mempengaruhi tingkatannya dari gambut sampai antrasit dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti jenis tumbuhan yang akan terendapkan. Batubara dengan mutu yang rendah seperti batubara muda dan sub-bituminus.“STUDENT CENTER LEARNING – INQUIRY AND DISCOVERY ” yang mengandung 68% . Jika dalam keadaan yang terus baik dan tidak tersingkap ke permukaan maka batubara akan terus meningkat ketingkat kematangan yang lebih tinggi yaitu antrasit. batubara muda mengalami perubahan tingkat kematangan atau maturitas organik menjadi sub-bituminus. lingkungan pengendapan sendiri meliputi cuaca. Batubara dengan tingkatan yang lebih keras dan juga memiliki kilap yang lebih metalik merupakan batubara dengan tingkatan yang lebih tinggi. Namun akibat dari pengaruh tekanan dan suhu yang tinggi secara menerus selama jutaan tahun. Dan yang pasti memiliki energi yang lebih tinggi pula.

sedangkan jika di tempat sebaliknya daerah dingin maka akan menghasilkan batubara yang kusam. KOMENTAR DAN CATATAN PENILAI Tanda Tangan Penilai Dra. . Proses geologi akan mempengaruhi peningkatan derajat kualitas. Proses pembentukannya dipengaruhi oleh suhu dan tekanan serta faktor kimiawi maupun fisika. keadaan lingkungan pengendapan mempengaruhi kilap dari batubara tersebut dan proses geologi seperti intrusi. yang mempengaruhi adalah intrusi. M. pelipatan dan adanya daerah patahan.Hum. Ernalida. batubara muda atau lignit. sub-bituminus. Dan yang mempengaruhi tingkatan mutu batubara berdasarkan proses pembentukannya antara lain: jenis tumbuhan yang akan terendapkan mempengaruhi jenis batubara yang akan dihasilkan. Batubara memiliki tingkatan berdasarkan tingkat kalori atau energi dari yang terendah sampai yang tertinggi yaitu: gambut. bituminus dan antrasit.keadaan lingkungan. Jadi batubara adalah bahan bakar fosil yang merupakan endapan dari sisa –sisa tumbuhan selama jutaan tahun. lipatan dan daerah patahan yang akan mempengaruhi peningkatan derajat kualitas batubara. Misalnya batubara diendapkan pada daerah tropis dengan iklim hangat maka akan menghasilkan batubara yang mengkilap.