You are on page 1of 34

Semester 3

MODUL PERDARAHAN
SISTEM HEMATOLOGI

Kelompok 2 :
Amalia Devi

(2012730116)

Anjar Puspitaningrum

(2012730118)

Dea Putri Ikhsani

(2012730121)

Nadhifayanti Fauziah

(2012730143)

Putri Intan Nurrahma

(2012730147)

Reyhan Calabro

(2012730148)

Rivaldi Puala Yuka

(2012730151)

Trias Murni Nugrahati(2012730158)

Tutor : dr. Sitti Airiza J. , SpS

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
2013/2014

TUJUAN PEMBELAJARAN
Memahami dan mempelajari aspek-aspek dari penyakit perdarahan, hemostasis, dan
penatalaksanaan yang diperlukan serta gangguan-gangguan pada penyakit perdarahan.

Skenario 1
Seorang anak, wanita, umur 5 tahun, dibawa ke Puskesmas karena ada bintik bintik
merah di lengan, tungkai dan badan, dan keluardarah dari anusnya. Penderita tidak demam.
Enam hari sebelumnya anak tersebut baru sembuh dari batuk pilek.
Kata/Kalimat Kunci
-

Seorang anak perempuan 5 tahun
Bintik-bintik merah di lengan, tungkai, badan
Keluar darah dari anusnya
Tidak demam
6 hari sebelumnya baru sembuh dari batuk pilek

Pertanyaan
1. Jelaskan hemostasis dan mekanismenya!
2. Jelaskan mekanisme pembekuan darah!
3. Jelaskan gangguan-gangguan pada vaskuler, proses pembekuan dan trombosit (dan
komplikasinya)!
4. Sebutkan dan jelaskan penatalaksaan dan pemeriksaan penunjang dari penyakit-penyakit
perdarahan!
5. Jelaskan DD dari skenario!
6. Jelaskan farmakodinamik obat-obatan yang berpengaruh pada sistem pembekuan darah!
7. Jelaskan patofisiologi dari tiap-tiap gejala (bintik-bintik merah, keluarnya darah dari
anus)!

Mekanisme yang mendasari hal ini belum jelas tetapi diperkirakan merupakan suatu respon intrinsik yang dipicu oleh suatu zat parakrin yang dilepaskan secara lokal dari lapisan dalam (endotel) pembuluh yang cedera. Tindakan-tindakan fisik ini tidak cukup untuk mencegah secara sempurna pengeluaran darah lebih lanjut tetapi dapat meminimalkan aliran darah yang melalui pembuluh yang rusak sampai tindakan hemostatik lain dapat benar-benar menyumbat kebocoran tersebut. Kelebihan atau kekurangan suatu komponen akan menyebabkan kelainan. Pembentukan sumbat trombosit 3. atau spasme vaskular.Jawaban 1. Spasme vaskular mengurangi aliran darah melalui pembuluh yang cedera Pembuluh darah yang terpotong atau robek akan segera berkonstriksi. Jelaskan hemostasis dan mekanismenya! Hemostasis adalah penghentian perdarahan dari suatu pembuluh darah yang rusakyaitu. dinding pembuluh harus mengalami kerusakan dan tekanan di bagian dalam pembuluh harus lebih besar daripada tekanan di luarnya untuk memaksa darah keluar dari defek tersebut. penghentian hemoragia (hemo berarti darah. memperlambat darah mengalir melalui defek dan memperkecilkehilangan darah. Sistem trombosit 3. Koagulasi darah (pembentukan bekuan darah) A. stasis berarti berdiri). sedangkan kekurangan faal hemostasis akan menyebabkan perdarahan. Permukaan-permukaan endotel yang saling berhadapan juga saling menekan oleh spasme vaskular awal ini sehingga permukaan tersebut menjadi lekat satu sama lain dan semakin menambal pembuluh yang rusak. Kontriksi ini. Sistem koagulasi Untuk mendapatkan faal hemostasis yang baik maka keempat sistem tersebut harus bekerja sama dalam suatu proses yang berkeseimbangan dan saling mengontrol. Untuk terjadinya perdarahan dari suatu pembuluh. Faal hemostasis melibatkan berikut: 1. Spasme vaskular 2. Sistem vaskuler 2. . Hemostasis melibatkan tiga langkah utama: 1. Kelebihan fungsi hemostasis akan menyebabkan trombosis.

(2) Bahan-bahan kimia yang dikeluarkan oleh sumbat trombosit mencakup beberapa vasokonstriktor kuat (serotonin. Sumbat trombosit tidak saja secara fisik menambalkerusakan pembuluh tetapi juga memungkinkan dilakukannya tiga fungsi penting. lubang yang lebih besar di pembuluh memerlukan pembentukanbekuan darah agar perdarahan dapat dihentikan seluruhnya. Trombosit-trombosit yang baru melekat ini melepaskan lebih banyak ADP. trombosit-trombosit tersebut mengeluarkan beberapa bahan kimia penting dari granula simpanannya. . Trombosit dalam keadaan normal tidak melekat ke permukaan endotel pembuluh darah yanglicin.sumbat trombosit bersifat terbatas di defek dan tidak menyebar ke jaringanvaskular sekitar yang tidak rusak. mengapa sumbat trombosit tidak terus terbentuk dan meluas kepermukaan dalam pembuluh darah normaldan sekitarnya? Penyebab kunci adalah bahwa ADP dan bahan kimia lain yang dikeluarkan oleh trombosit aktif merangsang pelepasan prostasiklin dan nitrat oksida dari endotel normalsekitar. Ketika mulai menggumpal.B. Meskipun mekanisme pembentuan sumbat trombosit saja sering sudah cukup untuk menambal robekan-robekan kecil di kapiler dan pembuluh halus lain yang terjadi berkali-kali dalam sehari. (3) Sumbat trombosit membedakan bahan-bahan kimialain yang meningkatkan koagulasi darah. Karena itu. Kedua bahan kimia ini menghambat agregasi trombosit. yaitu langkah berikut pada hemostasis. Trombosit menggumpal untuk membentuk sumbat di bagian pembuluh yang terpotong atau robek. Setelah teraktifkan. Di antara zat-zat kimia tersebut terdapat adenosin difosfat (ADP). tetapi jika permukaan ini rusak akibat cedera pembuluh maka trombosit menjadi aktif oleh kolagen yang terpajan. yaitu protein fibrosa di jaringan ikat di bawah endotel. dan ttromboksan A2). yang menyebabkan semakin banyak trombosit menumpuk di tempat defek. epinefrin. di tempat defek cepat tebentuk sumbat trombosit melalui mekanisme umpan balik positif. karena itu. yang memicu konstriksi kuat pembuluh yang bersangkutan untuk memperkuat vasospasmeawal. trombosit cepat melekat ke kolagen danmembentuk sumbat trombosit hemostatik di tempat cedera. (1) Kompleks aktin-miosin di dalam trombosit yang membentuk sumbat tersebut berkontraksi untuk memadatkan dan memperkuat sumbat yang mula-mula longgar. Karena sifat agregasi trombosit yang terus berlanjut.yang menyebabkan permukaan trombosit darah yang terdapat di sekitar menjadi lekat sehingga trombosit tersebut melekat kelapis pertama gumpalan trombosit.

Selain itu. sewaktu darah di sekitar defek pembuluh memadat. meningkatkan tambalan yang menutupi kerusakan pembuluh. Bekuan darah terjadi akibat terpicunya suatu reaksi berantai yang melibatkan faktor-faktor pembekuan plasma.C. darah tidak lagi dapat mengalir. . atau pembekuan darah. Pembekuan darah adalah mekanisme hemostatik tubuh yang paling kuat. Mekanisme ini diperlukan untukmenghentikan perdarahan dari semua defek kecuali defek-defek yang paling kecil. Koagulasi darah. Pembentukan bekuan di atas sumbat trombosit memperkuat dan menopang sumbat. adalah transformasi darah dari cairan menjadi gel padat.

Pembentukan Bekuan Langkah terakhir dalam pembentukan bekuan adalah peruahan fibrinogen.2. (3) bekerja melalui mekanisme umpan balik positif untuk mempermudah pembentukan dirinya. sewaktu darah di sekitar defek pembuluh memadat. Jala fibrin awal ini relatif lemah. Namun. namun segera tersedia untuk memicu pembentukan fibrin begitu ada pembuluh cedera? Solusinya terletak pada ekstensi . menjadi fibrin. Perubahan menjadi fibrin ini di katalisis oleh enzim trombin di tempat cedera. atau pembekuan darah. Jelaskan mekanisme pembekuan darah! Koagulasi darah. karena untai-untai fibrin saling menjalin secara longgar. suatu protein plasma yang dapat larut dan berukuran besar yang dihasilkan oleh hati dan secara normal selalu ada di dalam plasma. yang secara normal terdapat dalam plasma dalam bentuk inaktif. meningkatan tambalan yang menutupi kerusakan pembuluh.adalah transformasi darah dari cairan menjadi gel paadat. Pembentukan bekuan diatas sumbat trombosit memperkuat dan menopang sumbat. Pembekuan darah adalah mekanisme hemostatis tubuh yang paling kuat. Karena kerja tombin mengubah molekul-molekul fibrinogen yang selalu ada dalam plasma menjadi bekuan darah maka dalam keadaan normal trombin harus tidak terdapat dalam plasma kecuali di sekitar pembuluh yang rusak. Proses pembentukan ikatan silang ini dikatalisis oleh suatu faktor pembekuan yang dikenal sebagai faktor XIII (fibrinstabilizing factor). Jika tidak maka darah akan selalu mengalami koagulasi-suatu keadaan yang tidak memungkinkan kehidupan. Mekanisme ini diperlukan untuk mengehntikan perdarahan dari semua defek kecuali defek-defek yang paling kecil. suatu molekul tak larut berbentuk benang. dengan cepat terbentuk ikatan kimia antara untai-untai fibrin yang berdekatan untuk memperkuat dan menstabilkan jala bekuan ini. Selain itu. yang sebaliknya esensial agi proses pembekuan darah. darah tidak lagi dapat mengalir. Bagaimana trombin dalam keadaan normal tidak terdapat di dalam plasma. selain (1) mengubah fibrinogen menjadi fibrin juga (2) mengaktifkan faktor XIII untuk menstabilkan jala fibrin yang terbentuk. dan (4) meningkatkan agregasi trombosit. Molekulmolekul fibrin melekat ke permukaan pembuluh yang rusak. membentuk jala longgar yang menjerat sel-sel darah. Peran Trombin Trombin. termasuk agregat trombosit.

Apa yang mengubah protrombin menjadi trombin ketika dibutuhkan pembekuan darah? Perubahan ini melibatkan jenjang pembekuan. Secara bersama-sama terdapat 12 faktor pembekuan plasma yang ikut serta dalam tahap-tahap esensial yang menyebabkan perubahan akhir fibrinogen menjadi jala fibrin yang stabil. Selain itu. Dalam keadaan normal faktor-faktor ini selalu terdapat di dalam plasma dalam bentuk inaktif. ketika diubah menjadi bentuk aktifnya. bukan urutan keikutsertaannya dalam proses pembekuan. misalnya fibrinogen yang diubah menjadi untai-untai fibrin tak larut. Jenjang Pembekuan Terdapat faktor pembekuan plasma aktif lainnya. demikian seterusnya. sampai trombin mengatalisis perubahan final fibrinogen menjadi fibrin. protombin dan prekursor lain. JALUR INTRINSIK DAN EKSTRINSIK  Jalur intrinsik memicu pembekuan di dalam pembuluh yang rusak serta pembekuan sampel darah di dalam tabung reaksi. pembentukan sumbat trombosit dan reaksi berantai yang menyebabkan pembentukan bekuan secara bersama diaktifkan jika terjadi kerusakan pembuluh darah. demikian seterusnya. Ingatlah bahwa kolagen yang terpajan juga memicu agregasi trombosit. bekerja sebagai enzim ini mengaktifkan faktor berikutnya.trombin dalam plasma dalam bentuk prekursor inaktif yang dinamai protrombin. Beberapa dari tahap-tahap ini memerlukan keberadaan Ca2+ plasma dan platelet factor 3 (PF3). Sebagian besar dari faktor pembekuan ini adalah protein plasma yang disintesis oleh hati. Faktor-faktor ini diberi nama angka romawi sesuai urutan penemuannya. Karena itu. Semua unsur yang diperlukan untuk menghasilkan pembekuan melalui jalur intrinsik terdapat di darah. faktor X itu sendiri dalam keadaan normal terdapat dalam darah dalam bentuk inaktif dan harus diubah menjadi bentuk aktif oleh faktor pengaktif lain. mekanisme-mekanisme hemostatik komplementer ini saling . faktor X yang mengubah protombin menjadi trombin. teraktifkan jika faktor XII (faktor Hageman) diaktifkan oleh kontak dengan kolagen yang terpajan di pembuluh yang cedera atau permukaan benda asing misalnya kaca tabung reaksi. dalam suatu rangkaian reaksi berantai yang dikenal sebagai jenjang pembekuan (clotting cascade). Salah satu konsekuensi penyakit hati adalah waktu pembekuan memanjang akibat berkurangnya produksi faktor-faktor pembekuan. Jalur ini yang melibatkan tujuh langkah berbeda. Karena itu trombosit juga berperan dalam pembentukan bekuan. suatu fosfolipid yang dikeluarkan oleh sumbat trombosit.

Biasannya bekuan darah terbentuk sempurna dalam tiga sampai enam menit. Jalur ini. sedangkan mekanisme ekstrinsik membekukan darah yang keluar dari jaringan sebelum pemuluh tertambal. Tromboplastin jaringan secara langsung mengaktifkan faktor X sehigga melewatkan semua tahap sebelumnya di jalur intrinsik. Ketika mengalami trauma. Dari titik ini. Agregat trombosit mengeluarkan PF3 yang esensial bagi jenjang pembekuan yang selanjutnya meningkatkan agregasi trombosit lebih lanjut  Jalur ekstrinsik bersifat potong kompas dan hanya memerlukan empat langkah. yang memerlukam kontak dengan faktor-faktor jaringan yang eksternal terhadap darah.memicu pembekuan darah yang telah kelaur dari jaringan. Mekanisme ekstrinsik dan intrinsik biasannya bekerja bersamaan. jaringan mengeluarkan suatu kompleks protein yang dikenal sebagai tromboplastin jaringan. kedua jalur identik. Jika cedera jaringan menyebabkan ruptur pembuluh darah maka mekanisme intrinsik menghentikan darah di pembuluh yang cedera.memperkuat. .

demikian seterusnya. Karena itu. bagaimana proses pembekuan ini. setelah ikut serta dalam proses pembekuan lokal. menarik tepi-tepi pembuluh yang rusak agar saling mendekat. Untungnya. Amplifikasi selama proses pembekuan Meskipun proses pembekuan yang melibatkan sedemikian banyak langkah tampaknya tidak efesien. cairan terperas dari bekuan. sejumlah besar faktor akhir yang berperan dalam pembekuan cepat teraktifkan akibat pengaktifan awal hanya beberapa molekul di tahap permulaan jenjang. Selama retraksi bekuan. dibatasi hanya di tempat cedera pembuluh? Jika dibiarkan eredar maka faktor-faktor pebekuan yang telah aktif akan memicu pembekuan luas yang dapat menyumbat pembuluh diseluruh tubuh. yang masing-masing dapat mengaktifkan lebih banyak lagi faktor selanjutnya. Dengan cara ini. . faktor-faktor aktif yang ber jumlah besar tersebut cepat diinaktifkan oleh enzim-enzim dan faktor lain yang terdapat di plasma atau jaringan. setelah dimulai. Cairan ini yang pada hakikatnya adalah plasma tanpa fibrinogen dan prekursor pembekuan lainnya yang telah dibersihkan selama proses pembekuan.Retraksi bekuan Setelah bekuan terbentuk. namun keuntungan proses ini adalah terjadi amplifikasi selama langkahlangkah tersebut. disebut serum. konstraksi trombosit yang terperangkap di dalam bekuan akan menciutkan jala fibrin. Satu molekul faktor yang telah diaktifkan mungkin dapat mengaktifkan ratusan molekul faktor berikutnya dalam jenjang.

dan juga memiliki aktivitas vasokonstriktor. TPA) yang mengaktivasi fibrinolisis.3. DINDING PEMBULUH DARAH Dinding pembuluh darah yang intak berperan penting dalam mencegah hemostatis. Glikoprotein GPIb dan IIb/IIIa memungkinkan pelekatan trombosit ke vWF dan tentunya ke endotel. meningkatkan agregasi trombosit. Faktor-faktor koagulasi A. Prostasiklin. B. yang memediasi adhesi trombosit ke endotelium dan membawa faktor pembekuan VIII dalam plasma. Jelaskan gangguan-gangguan pada vaskuler. Trombosit 3. Aktivator protein C (PC) (trombomodulin). dan (ii) memajankan jaringan ikat subendotelial sehingga memungkinkan pengikatan trombosit ke faktor von Willebrand (von Willebrand factor. terikat ke vWF dan melibatkan trombosit untuk membentuk sumbat hemostatik yang stabil. Sel endotel menghasilkan: 1. TROMBOSIT Trombosit memiliki area permukaan besar dimana fktor-faktor koagulasi diadsorpso. Trombosit teraktivasi meningkatkan koagulas. yang dihasilkan oleh koagulasi darah. yang menghambat koagulasi 3. Hemostatis bergantung pada interaksi yang sangat erat antara lain: 1. Adenosin difosfat (ADP) meningkatkan agregasi trombosit untuk membentuk sumbat hemostatik primer. Sintesis prostaglandin trombosit diaktivasi untuk membentuk tromboksan A2 yang mempotensiasi reaksi pelepasan trombosit. Pajanan kolagen dan trombin meningkatkan agregasi trombosit dan reaksi pelepasan trombosit. proses pembekuan dan trombosit (dan komplikasinya)! Hemostatis adalah proses berhentinya perdarahan setelah cidera vaskular. yang menyebabkan vasodilatasi dan menghambat agregasi trombosit 2. karena memiliki tempat pengikatan fosfolipid yang terpajan yang terlibat dalam aktivasi faktor X dan aktivasi protrombin menjadi trombin pada kaskade koagulasi. vWF). Dinding pembuluh 2. protein besar dan multimerik yang dibuat oleh sel endotel. Cedera pada dinding pembuluh darah: (i) mengaktivasi faktor jaringan terikat membran yang memulai koagulasi. FAKTOR KOAGULASI . yaitu trombosit melepaskan isi granulnya. Aktivator plasminogen jaringan (tissue plasminogen activator. Fibrin.

vWF. Pembagian ini berguna dalam memahami hasil-hasil uji koagulasi in vitro. trombin mengubah fibrinogen menjadi monomer fibrin. dengan pelepasan fibrinopeptida A dan B. bekerja pada protrombin (faktor II) untuk menghasilkan trombin. Protein C dan S adalah protein tergantung vitamin K yang dibuat di hati. ekstrinsik. Trombin mengubah fibrinogen plasma menjadi fibrin 2. Faktor XIII menautsilangkan (crosslink) polimer untuk membentuk bekuan yang lebih stabil.Protein dari kaskade koagulasi adalah proenzim (protease serin) dan prokofaktor yang diaktivasi secara sekuensial. secara in vivo jalur-jalur ini terkaot erat satu sama lain. Antitrombin menginaktivasi protease serin. Kaskade dibagi berdasarkan uji laboratorium menjadi jalur intrinsik. Monomer ini berkombinasi untuk membentuk bekuan polimer fibrin. antitripsin α2. FAKTOR PENGHAMBAT KOAGULASI Faktor penghambat koagulasi ini menghambat kaskade kaogulasi dan memastikan bahwa kerja trombin terbatas di tempat cedera: 1. Trombin mempotensiasi agregasi trombosit 5. untuk mengaktivasinya dan meningkatkan produksi Xa. Trombosit mempercepat proses koagulasi dengan menyediakan fosfolipid membran. Trombin mengamplifikasi koagulasi dengan: (i) mengaktivasi faktor XI yang meningkatkan produksi Ixa. mengaktivasi faktor X menjadi Xa. antiplasmin α2. Trombin juga mengaktivasi faktor XIII menjadi faktor XIIIa. terutama faktor Xa dan trombin. Trombin memiliki banyak peran kunci dalam proses koagulasi: 1. (ii) memecah faktor VIII dari molekul pembawanya. dengan kofaktor VIII. yang terlibat dalam pengaturan koagulasi. protein C juga . Koagulasi mulai terjadi bila faktor jaringan yang teraktivasi pada permukaan sel yang cedera mengikat dan mengaktivasi faktor VII. Trombin mengikat trombomodulin pada permukaan sel endotel untuk membentuk suatu kompleks yang mengaktivasi protein C. Protein C diaktivasi melalui kompleks trombin trombomodulin dan seperti protein S. yang diaktivasi dari faktor V oleh trombin. dan kofaktor II heparin juga menghambat protease sering dalam sirkulasi 3. Heparin mengaktivasi antitrombin 2. Makroglobulin α2. dan (iii) mengaktivasi faktor V menjadi faktor Va 3. dan umum. Kemudian. Kompleks Xa dan Va. Namun demikian. kompleks ini mengaktivasi faktor IX yang. yang menstabilkan bekuan fibrin 4. menghambat koagulasi dengan menginaktivasi faktor Va dan VIIIa.

atau oleh TPA atau UPA terapeutik Plasmin mendigesti fibrin (atau fibrinogen) menjadi produk degradasi fibrin (fibrin degradation product. PFA-100) yang mengatur waktu yang diperlukan darah untuk melewati orifisium kecil sebelum trombosit menyumbatnya.meningkatkan fibrinolisis dengan menginaktivasi inhibitor aktivator plasmogen jaringan (TPA) 4. Setelah cedera. misalnya streptokinase. Inhibitor jalur faktor jaringan (tissue factor pathway inhibitor. TFPI) menghambat jalur koagulasi in vivo utama dengan menghamabt faktor VIIa dan Xa JALUR FIBRINOLITIK Fibrinolisis adalah proses degradasi fibrin oleh plasmin. oleh TPA dan aktivator plasminogen serupa urokinase (urokinase-like plasminogen activator. Plasmin bebas diinaktivasi oleh antiplasmin α2 dan makroglobulin α2 plasma UJI LABORATORIUM UNTUK KOAGULASI Uji-uji ini disajikan pada tabel 32. atau 2. FDP) dan juga mendegradasi faktor V dan VII. plasminogen. dapat diaktivasi menjadi plasmin: 1. Proenzim dalam sirkulasi.1 UJI KHUSUS Setiap faktor koagulasi dapat dinilai dengan uji fungsional atau metode imunologis. penganalisis fungsi trombosit-100 (platelet function analyser-100. adhesi trombosit. plasminogen dilepaskan dari sel rusak atau sel teraktivasi. UPA). Uji fungsi trombosit meliputi uji agregasi trombosit dengan agonis berbeda. Oleh agen eksogen. dan penilaian isi granul trombosit GANGGUAN HEMOSTATIS : DINDING PEMBULUH DARAH DAN TROMBOSIT .

biasanya pada orofaring dan saluran pencernaan. Defisiensi besi kronik sering terjadi. 1. Waktu perdarahan.Hemostatis yang mengalami gangguan dengan perdarahan abnormal dapat disebabkan oleh: 1. terapi steroid. dan jumlah trombosit semuanya normal. 3. krioglobulinanemia. Sindrom Ehlers-Danlos. dan ekimosis serta perdarahan spontan dari permukaan mukosa. Pengobatan lokal (misalnya packing hidung) dapat mengontrol perdarahan. amiloid dalam pembuluh darah. sindrom Marfan. purpura. penuaan normal (purpura senilis). Purpura Henoch-Schonlein merupakan suatu vaskulitis alergika yang terjadi setelah infeksi . KELAINAN DINDING PEMBULUH DARAH Kelainan ini dihubungkan dengan mudahnya timbul memar. waktu protrombin (prothrombin time. dan deposisi kompleks imun (misalnya purpura fulminan pada septikemia). 2. HEREDITER a. asam traneksamat membantu mengurangi perdarahan. waktu tromboplastin parsial teraktivasi (activated partial thromboplastin time. 2. yang mengalami perdarahan secara spontan atau setelah trauma minor. Telangiektasia hemoragika herediter. APTT). Keadaan ini bersifat dominan autosomal dengan banyak pembengkakan mikrovaskular yang terdilatasi. dan gangguan jaringan ikat langka lainnya. 4. PT). b. DIDAPAT Penyebabnya meliputi defisiensi vitamin C (skorbut). Kelainan dinding pembuluh darah Trombositopenia Gangguan fungsi trombosit Koagulasi darah defektif A.

DIDAPAT Keadaan ini disebabkan oleh defisiensi produksi trombosit atau destruksi trombosit yang dipercepat. b. TROMBOSIT Perdarahan berlebihan yang disebabkan oleh trombositopenia atau gangguan fungsi trombosit terjadi di mukosa (misalnya epistaksis. trombosit rendah. KONGENITAL Keadaan ini jarang terjadi. sering <20 x - 109 /L Sumsum tulang normal atau terjadi peningkatan jumlah megakariosit PT dan APTT normal.Ruam purpura atau epistaksis sering terjadi .Biasanya terjadi pada masa kanak-kanak (2-7 tahun) . penyebabnya emliputi anemia aplastik kongenital.Hemoglobin dan jumlah sel darah putih normal. Infeksi kongenital (misalnya rubella. TEMUAN LABORATORIUM . dan gejala gastrointerstinal. masa hidupnya berkurang dari 710 hari menjadi beberapa jam. AKUT . 1. TROMBOSITOPENIA AUTOIMUN Trombosit diselubungi oleh autoantibodi (imunoglobulin) dan dibuang oleh makrofag sistem retikuloendotelial. . c. KRONIK Trombositopenia imun pada orang dewasa kemungkinannya kecil dapat hilang tanpa terapi dan biasanya bersifat kronik.Biasanya menghilang secara spontan. atau menoragia) atau mengenai kulit (purpura. Gejala biasanya terjadi bila jumlah trombosit <10 x 109/L tetapi dapat lebih tinggi bila fungsi trombosit terganggu. sitomegalovirus) sering menyebabkan trombositopenia. dan ekimosis). biasanya pada masa kanak-kanak. Autoantibodi terdapat pada permukaan trombosit dan mungkin juga terdapat sebagai antibodi bebas dalam serum.Sering muncul setelah infeksi virus . Oleh karena itu. trombositopenia dengan tidak adanya sindrom radii (TAR) atau sindrom WiskottAldrich (trombositopenia dengan eksema dan hipogamaglobulinemia). Sebagian kecil mengalami perdarahan mukosa dan harus diobati dengan prednisolon atau imunoglobulin intravena. a. b. Keadaan ini lebih sering terjadi pada perempuan (rasio laki-laki/perempuan 1:4). perdarahan gastrointestinal. 2. TROMBOSITOPENIA (Trombosit <140 x 109/L) a. dan mungkin berhubungan dengan artropati. Sampai 20% kasus mengalami trombositopenia imun kronik. fibrinogen normal. B.akut. hematuria. petekie.

malaria). dan kompleks antigen-antibodi dalam sirkulasi diabsorpsi pada permukaan trombosit. d. jika perlu. berkurang dalam waktu lebih dari 4-6 minggu) . TROMBOSITOPENIA ALOIMUN Pasase antibodi maternal melalui plasenta pada trombositopenia imun dapat menyebabkan trombositopenia neonatal. HIV. Ibu yang telah mengalami sensitisasi (misalnya karena transfusi darah atau kehamilan sebelumnya) terhadap antigen trombosit dapat memiliki antibodi yang melewati plasenta dan menyelubungi trombosit janin dan bayi baru lahir. rhesus anti-D. siklosporin A. 3.Prednisolon (1 mg/kg/hari. vinkristin) atau kemoterapi kombinasi telah digunakan. Pasien harus diuji untuk memeriksa adakah ANF dan antibodi antikardiolipin. Trombositopenia yang diinduksi heparin berhubungan dengan trombosis. Antibodi kemudian ditunjukan untuk melawan antigen HPA1-a pada trombosit. yang secara khas akan hilang secara spontan setelah beberapa minggu. adalah dengan menggunakan obat sebagai berikut ini: . mielodisplasia). infeksi (misalnya virus Epstein-Barr. PENYEBAB LAIN TROMBOSITOPENIA a. 4. Mekanisme imun yang paling sering (misalnya quinin. dan penyakit jaringan ikat (misalnya lupus eritematosus sistemik). yang kemudian dibuang melalui sistem retikuloendotelial (reticuloendothelial system. suatu antibodi terhadapnya kemudian terbetuk. heparin) terjadi bila obat membentuk suatu antigen dengan protein plasma. PENGOBATAN Pengobatan. siklofosfamida.Trombositopenia imun juga terjadi berhubungan dengan beberapa keganasan (misalnya leukimia limfositik kronik.Imunoglobulin intravena bermanfaat untuk mendapatkan peningkatan sementara - jumlah trombosit Splenektomi diperlukan untuk pasien yang tidak memberikan respons dengan - gejala yang terus menerus dan/atau jumlah trombosit sangat rendah Terapi imunosupresif tambahan (misalnya azatioprin. OBAT-OBATAN Obat-obatan dapat menyebabkana trombositopenia dengan menghambat produksi sumsum atau melalui mekanisme imun. Obat ‘heparinoid’ dapat digunaan untuk meneruskan antikoagulasi. RES). . Rituximab (anti-CD20) dan danazol juga bermanfaat pada beberapa kasus. limfoma non-Hodgin. Individu dengan aloantibodi trombosit tersebut juga dapat menjadi trombositopenik setelah transfusi darah (purpura pascatransfusi).

dan vinkristin semuanya telah digunakan.b. TTP lebih sering fatal. dan obat-obatan (misalnya siklosporin A). retikulosit. TTP disebabkan oleh defisiensi kongenital maupun didapat dari suatu antibod pada suatu protease ADAMTS-13 plasma yang secara normal memecah faktor von Willebrand (vWF). kehamilan. dan dapat dihubungkan dengan gangguan autoimun (misalnya SLE). Kadar ADAMTS-13 normal. kortikosteroid. Plasma beku segar dengan kriopresipitat yang dihilangkan mungkin lebih efektif. splenektomi. dan infeksi. sementara FFP yang telah diberi pelarut kecil kemungkinannya untuk menularkan infeksi virus. PT dan APTT normal. kehamilan. Gagal ginjal sering terjadi pada HUS dan demam. pengobatan untuk fits. Pada HUS. TTP) dan sindrom uremik hemolitik (haemolytic uraemic syndrome. Obat antitrombosit (aspirin atau dipiridamol). jumlah trombosit. perubahan neurologis dan difngsi hati pada TTP. dan gagal ginjal mungkin diperlukan. HUS) ditandai dengan trombosis pada pembuluh darah kecil. Kompleks vWF dengan berat molekul yang abnormal tinggi terdapat dalam plasma. terjadi pada orang dewasa. fragmentasi sel darah merah. dan trombositopenia. Coli penghasil verotoksin. Pengobatan TTP adalah dengan pertukaran plasma yang menggunakan plasma beku segar (fresh frozen plasma. bilirubin plasma. Sindrom uremik hemolitik terjadi pada masa kanak-kanak dan terjadi setelah infeksi oleh stain E. laktat dehidrogenase. dan adanya multimer vWF dalam plasma. anemia hemolitik. penyakit autoimun. dan Streptokokal. Respons terhadap pengobatan dapat dimonitor berdasarkan kadar hemoglobin. Salmonella. FFP) sebagai cairan pengganti. PURPURA TROMBOSITOPENIK TROMBOTIK DAN SINDROM UREMIK HEMOLITIK Purpura trombositopenik trombotik (thrombotic thrombocytopenic purpura. . keadaan ini juga dihubungkan dengan infeksi Shigella. hipertensi.

GANGGUAN FUNGSI TROMBOSIT Gangguan ini ditandai dengan waktu perdarahan yang memanjang dengan jumlah trombosit normal. GAMBARAN KLINIS . waktu protrombin (prothrombin time. dan agregasi trombosit terganggu. faktor VIII plasma berkurang (<1% dari normal pada kasus - berat.5. APTT) memanjang. terutama ke dalam persendian (hemartosis) dan otot.Waktu tromboplastin parsial teraktivasi (activated partial thromboplastin time. DEFISIENSI FAKTOR VIII (HEMOFILIA A) Defisiensi faktor VIII (hemofilia A) adalah gangguan herediter yang paling sering terjadi. uji PFA-100 abnormal. 3. mutasi titik. PT) normal. insersi. PENGOBATAN . waktu perdarahan normal. Analisis DNA membantu - dalam deteksi karier dan konsultasi Kadar faktor von Willebrand normal. GAMBARAN LABRATORIUM .Penyakit sendi lemah kronik yang disebabkan oleh perdarahan berulang 2. 1. Rentang perubahan genetik yang luas meliputi delesi.Peningkatan risiko perdarahan pascaoperasi atau pascatrauma . tetapi mencapai 10% dari normal pada kasus ringan) Karier memiliki faktor VIII kira-kira 50% dari normal.Onset pada masa kanak-kanak dini (misalnya pascasirkumsisi) . GANGGUAN KOAGULASI : HEREDITER A.Berkisar dari perdarahan spontan berat. Gangguan herediter jarang terjadi dan timbul dengan memar/perdarahan berlebih setelah pembedahan atau cedera pada masa kanak-kanak. Penyebab gangguan didapat yang paling sering adalah aspirin dan obat anti inflamasi non steroid lainnya. sampai gejala-gejala ringan . Gen faktor VIII adalah kromosom X sehingga pewarisannya terkait jenis kelamin. dan inversi intragen yang sering terjadi.

pengobatan dengan faktor VIII babi.APTT memanjang. penyakit christmas) memiliki gambaran klinis yang serupa dengan hemofilia A. menyebabkan sedikit peningkatan faktor VIII - endogen yang berguna pada kasus ringan Hindari aspirin.HIV dan hepatitis C dari sediaan tidak murni (sebelum tahun 1980-an awal). Kadar dinaikkan sampai dan dipertahankan pada 80-100% untuk pembedahan elektif Desmopresin. 1. tetapi defisiensi faktor IX empat kali lebih jarang dan biasanya lebih ringan daripada hemofilia A.Kadar faktor VIII dan vWF berkurang . Sama-sama terkait jenis kelamin.Waktu perdarahan memanjang . dan sirosis yang muncul kemudian. PENYAKIT CHRISTMAS) Defisiensi faktor IX (hemofilia B. biasanya dari selaput lendir (mulut. 3. atau pertukaran plasma. PT normal . menoragia) Kehilangan darah berlebih setelah trauma atau pembedahan Hamartrosis dan perdarahan otot jarang terjadi 2. laki-laki dan perempuan terkena - sama banyak. - hepatitis. agregasi dengan ristocetin berkurang . AIDS. B. Faktor von willebrand adalah suatu protein multimerik besar yang dihasilkan oleh sel ensotel.Penyakit ini dibagi menjadi beberapa subtipe bergantung pada apakah ada reduksi vWF atau jenis-jenis defek fungsional lainnya. dan suntikan intramuskular Pasien harus diregistrasi oleh pusat hemofilia yang diakui dan harus membawa kartu - yang berisi perincian kondisi mereka Pasien mungkin harus menjalani pengobatan berkelanjutan atau pengobatan profilaktik di rumah 4. obat antitrombosit lainnya. DIAGNOSIS . kecuali bahwa konsentrat faktor IX digunakan untuk pengobatan dan desmopresin tidak efektif.Trombositopenia ringan dapat terjadi . suatu analog vasopresin. PENYAKIT VON WILLEBRAND Penyakit von willebrand biasanya bersifat dominan autosomal. PENGOBATAN . vWF).Fungsi trombosit terganggu. GAMBARAN KLINIS Perdarahan. Penyakit ini lebih sering terjadi daripada hemofilia A. yang membawa faktor VIII dalam plasma dan memperantarai adhesi trombosit ke endotel. epistaksis. C. dan disebabkan oelh mutasi pada gen faktor von willebrand (von willebrand factor. Antibodi penetral untuk faktor VIII pada 15% pasien berat mungkin memerlukan terapi imunosupresif. DEFISIENSI FAKTOR IX (HEMOFILIA B.- Infus konsentrat faktor VIII untuk meningkatkan kadar pada pasien sampai 20-50% - dari normal untuk perdarahan berat. KOMPLIKASI PENGOBATAN .

IX. Terdapat korelasi yang buruk antara kadar faktor XI dan gejala-gejala. Defisiensi faktor XIII memperpanjang APTT tetapi tidak menyebabkan gejala klinis. tetapi dapat terjadi perdarahan spontan dan pascabedah. PENYAKIT HATI Penyakit hati menyebabkan defek pada koagulasi.- Konsentrasi faktor VIII dengan kemurnian sedang (mengandung vWF maupun - faktor VIII) untuk perdarahan Desmopresin membantu untuk perdarahan ringan Inhibitor fibrinolitik (misalnya asam traneksamat) membantu Deteksi karier dan diagnosis antenatal yang didasarkan pada analisis DNA fetal saat ini telah tersedia D. GANGGUAN LAIN Defisiensi faktor XI lebih jarang terjadi darpada hemofilia A. VII. dan XIII jarang terjadi dan biasanya menyebabkan gangguan perdarahan ringan. Gangguan ini biasanya ringan. VII. Disfibrinogenemia (adanya molekul yang fungsinya abnormal) bisa merupakan gangguan dominan autosomal yang langka maupun gangguan didapat yang lebih sering (penyakit hati. dan bersifat resesif autosomal. protein C - dan S) yang disebabkan oleh gangguan absorpsi vitamin K (obstruksi bilier). X. V. Sintesis protein koagulasi lainnya (faktor I dan V) terganggu Trombositopenia (hipersplenisme) dan fungsi trombosit abnormal (sirosis) Fibrinolisis terganggu . X. memliki insidensi lebih tinggi pada bangsa Yahudi Ashkenazi. dan lupus eritematosus sistemik) GANGGUAN KOAGULASI : DIDAPAT A. keganasan.Penurunan sintesis faktor-faktor yang bergantung vitamin K (II. Defisiensi fibrinogen terjadi sebagai gangguan resesif autosomal agak berat. trombosit. Defisiensi kongenital faktor II. dan fibrinolisis .

Obati penyebab. misalnya antibiotik untuk septikemia.Hampir semua uji koagulasi dan fibrinolisis abnormal dengan kadar fibrinogen yang - rendah Produk degradasi fibrin (misalnya X-DP atau FDP) terdapat dalam plasma (X=faktor pembekuan) . dan kriopresipitat - jika perdarahan dominan Terapi anti koagulan (misalnya heparin) jika trombosis dominan Protein C dan antitrombin pada pasien tertentu C. yang disebabkan oleh peningkatan konsumsi.Trombositopenia .Kerusakan jaringan yag disebabkan oleh trombosis menyebabkan nekrosis dan - aktivasi koagulasi dan fibrinolisis lebih lanjut Purpura.Baik perdrahan maupun trombosis dapat terjadi . nerosis adrenal. GAMBARAN LABORATORIUM . syok. antitrombin.- Penurunan kadar protein C dan S. ekimosis. GAMBARAN KLINIS . KOAGULASI INTRAVASKULAR DISEMINATA Pelepasan materi prokoagulan ke dalam sirkulasi atau kerusakan sel endotel menyebabkan aktivasi generalisata jalur koagulasi dan fibrinolitik yang menyebabkan deposisi fibrin yang meluas dalam sirkulasi 1. penghilangan stimulus - prokoagulan (misalnya janin yang mati) Terapi penunjang dengan plasma beku segar. Fungsi ginjal dapat terganggu akibat trombosis mikrovaskular Manifestasi lain meliputi sindrom gawat napas akut (merupakan penyebab maupun komplikasi DIC). perdarahan gastrointestinal. dan tromboembolisme 2. konsentrat trombosit. PENGOBATAN . GANGGUAN DIDAPAT LAINNYA PADA KOAGULASI .Apusan darah: anemia hemolitik mikroangiopatik dapat terjadi 3. perdrahan dari tempat intravena dan setelah pungsi vena dapat terjadi sebagai akibat kadar faktor koagulasi dan trombosit - yang rendah. dan antiplasmin α 2 menyebabkan kerentanan mengalami koagulasi intravaskular diseminata (disseminated intravascular - coagulation. DIC) Disfibrinogenemia dapat menyebabkan perdarahan atau trombosis B.

Kemoterapi (misalnya 1-asparaginase dapat menyebabkan trombosis) 2. VII. PERDARAHAN MASIF PPASCATRAUMA/PASCAPEMBEDAHAN YANG TIDAK DAPAT DIKONTROL Perdarahan ini dapat disebabkan oelh banyak faktor. Pada semua bayi baru lahir di Inggris biasa diberikan suntikan vitamin K (1 mg). 3. penyakit jaringan ikat (misalnya SLE). Inhibitor ini menyebabkan perdrahan berlebih. atau terjadi pada keganasan (misalnya limfoma).Antikoagulan dan obat yang mempengaruhi antikoagulasi merupakan obat yang paling sering mengganggu koagulasi . INHIBITOR KOAGULASI DIDAPAT Antibodi terhadap faktor koagulasi ini adalah idiopatik. DEFISIENSI VITAMIN K Vitamin K diperlukan untuk mengaktivasi faktor-faktor II. serta kelebihan fibrinolisis. dan pasien yang mengalami malabsorsi usus.1. lebih sering pada orang berusia lanjut. PENYAKIT HEMORAGIK PADA BAYI BARU LAHIR Bayi baru lahir memiliki risiko perdarahan yang meningkat karena imaturitas hepatik dan kadar vitamin K yang rendah. Vitamin K larut dalam lemak dan berasal dari sayur-sayuran dalam makanan dan flora usus. dan X serta protein C dan S melalui karboksilasi. OBAT-OBATAN . Ketakutan bahwa hal ini dapat menyebabkan peningkatan rsisiko kanker belum terbukti. 4. DIC dengan konsumsi trombosit dan faktor pembekuan. dan dengan paraprotein (misalnya mieloma). Defisiensi terjadi pada pasien dengan diet buruk. . baik spontan maupun setelah cedera. faktor VIIa manusia rekombinan dapat menyelamatkan hidup 5. Jika perdarahan menetap meskipun diberian penggantian trombosit dan faktor pembekuan. pasien yang menggunakan antibiotik spektrum luas yang dapat mengurangi flora usus. pasien yang menderita penyakit saluran empedu. IX.

dosis sesuai dengan jenis perdarahan  Hemofili B o Faktor IX konsetrat o PPCs ( Prothrombin complex concetrates ) Dosis : 75 U/kgBB o aPPCs ( activated prothrombin-complex conctretate ) Dosis : 75U/kgBB  Obat alternatif :  FFP atau Cryoprecipitate Pemeriksaan penunjang  Masa tromboplastin parsial teraktivasi (Activated partial thromboplastin time.4.tanpa inhibitor.perdarahan jelas o Faktor VIII. Sebutkan dan jelaskan penatalaksaan dan pemeriksaan penunjang dari penyakit-penyakit perdarahan! 1.3µg/kg BB/IV.300µg bila BB >50 kg  Hemofili A moderat dan berat. HEMOFILIA Penatalaksanaan Terapi umum Bergantung pada    Lokasi dan beratnya perdarahan Jenis dan beratnya penyakit Ada tidaknya inhibitor  Istirahat  Diet  Medikamentosa  Obat pertama :  Hemofili A ringan dan moderat. APTT)  Waktu pembekuan normal  Protombin time ( PT ) normal  Inhibitor : Ab terhadap faktor yang hilang  Pemeriksaan pembekuan faktor VIII atau faktor IX .tanpa inhibitor o Desmopressin (DDAVP) Dosis :  0.maksimum 30µg  150µg bila BB<50 kg.

2. IDIOPATHIC THROMBOCYTOPENIC PURPURA (ITP) Penatalaksanaan : Terapi Umum    Istirahat Diet Medikamentosa  Obat Pertama :  Prednison 1-2 mg/kg BB/hari Respons 80 %  IgG dosis tinggi 400 mg/kg BB/hari selama 3-5 hari Respons 90 %  Obat alternatif :  Danazol 600 mg/hari respons 50 %  Imunosupresif untuk kasus refrakter :  Vinkristin  Vinblastin . DISSEMINATED INTRAVASCULAR COAGULATION Penatalaksanaan Terapi Umum Mengobati penyakit dasarnya      Istirahat  Diet  Transfusi Darah segar atau PRC Trombosit Plasma segar  Medikamentosa Opat pertama :  Crycoprecipitate untuk mengganti fibrinogen  Heparin masih kontroversial  Epsilon amino caproic acid ( EACA ) Pemeriksaan penunjang        Trombositopeni Burr cell + Hipofibrinogenemi Fibrin degradation product ( FDP ) meningkat Waktu protrotombin memanjang Partial Thromboplastin time ( PTT ) normal atau naik D-Dimer + 3.

VON WILLEBRAND DISEASE Penatalaksanaan Terapi umum  Istirahat  Diet  Medikamentosa  Obat pertama : Tipe 1 vWD :  Desmopressin ( DDAVP ) 0.sferositosis\ Fragmentasi eritrosit ( sitosit.ukurannya besar ( megatrombosit ) Anemi ringan-berat.sel helmet.bentuk segitiga ) Mikroangiopatik Pemeriksaan khusus  Sumsum tulang normal atau megakariosit meningkat  IgG terhadap trombosit meningkat 4.maksimal 30µg  DDAVP IM 150 µg untuk penderita <50 kg atau 300µg > 50 kg  Wanita dengan vWD sering diterapi estrogen dan progesteron untuk meningkatkan aktivitas vWF Tipe 2 dan 3 vWD :  Biasanya butuh infus konsetrat faktor VIII seperti Humate-P atau Koate-HS.000 mL. PURPURA HENOCH SCHOENLEIN diberikan .Bila tidak tersedia.3µg/kg BB/IV atau SQ.  Azatioprin  Siklofosfamid Splenoktomi bilamana prednison gagal Respons 80 % Pemeriksaan penunjang Pada apusan darah perifer ditemukan :     Trombositopeni sampai <10.dapat cryoprecipitate yang berisi 100 U Vwf Pemeriksaan Penunjang  Kadar vWF rendah  Faktor VIII rendah atau normal 5.retikulositosis.

Pemeriksaan penunjang  Pemeriksaan IgA .

Jelaskan DD dari skenario! .5.

Demikian juga perdarahan akibat takar lajak antikoagulan oral. Untuk berfungsi. tidak dapat diatasi dengan segera oleh vitamin K. jelaslah bahwa efeknya baru nyata setelah sedikitnya 12-24 jam. dan antikoagulan yang bekerja dengan cara mengikat ion kalsium. Dalam golongan ini dikenal derivat 4-hidroksikumarin dan derivat indan-1. yaitu setelah kadar faktor-faktor tersebut menurun sampai suatu nilai tertentu. Heparin 11. Bahan ini banyak digunakan dalam darah untuk transfusi karena tidak toksik. AT-III berfungsi menghambat protease faktor pembekuan termasuk faktor IIa (trombin). 12. Antikoagulan Pengikat Ion Kalsium 17. heparin dilepaskan untuk selanjutnya membentuk ikatan baru dengan antitrombin. 2.3dion. Bila kompleks AT-III protease sudah terbentuk.6. VII. Efek antikoagulan heparin timbul karena ikatannya dengan AT-III (antitrombin III). umpamanya pada transfusi darah sampai ±1400 mL dapat menyebabkan depresi jantung. Antikoagulan oral merupakan antagonis vitamin K. Xa dan IXa. 10. 1. masa kerja. Heparin yang terikat dengan AT-III mempercepat pembentukan kompleks tersebut sampai 1000 kali. ANTIKOAGULAN 9. sedangkan mekanisme kerja nya sama. mula kerja. salah satu faktor pembekuan darah. Vitamin K ialah kofaktor yang berperan dalam aktivasi faktor pembekuan darah II. Asam oksalat dan senyawa oksalat lainnya digunakan untuk . Untuk itu diperlukan transfusi darah segar atau plasma. IX. Karena efek antikoagulan oral berdasarkan penghambatan produksi faktor pembekuan. Antikoagulan oral mencegah reduksi vitamin K teroksidasi sehingga aktivasi faktor-faktor pembekuan darah terganggu/tidak terjadi. 15. 16. 3. Antikoagulan dapat dibagi menjadi 3 kelompok : heparin. Antikoagulan digunakan untuk mencegah pembekuan darah dengan jalan menghambat fungsi beberapa faktor pembekuan darah. 14. X yaitu dalam mengubah residu asam glutamat menjadi residu asam gama-karboksiglutamat. dan efek sampingmya. Tetapi dosis yang terlalu tinggi. Jelaskan farmakodinamik obat-obatan yang berpengaruh pada sistem pembekuan darah! 7. 8. vitamin K mengalami siklus oksidasi dan reduksi di hati. Perbedaan utama antara kedua derivat tersebut terletak pada dosis. antikoagulan oral. Natrium sitrat dalam darah akan mengikat kalsium menjadi kompleks kalsium sitrat. Antikoagulan Oral 13. dengan cara membentuk kompleks yang stabil dengan protease faktor pembekuan.

dan angina pektoris tidak stabil. 28. Aspirin 21. 2. Inhibisi maksimal agregasi trombosit baru terlihat setelah 8-11 hari terapi. yang merupakan reseptor untuk fibrinogen dan faktor von Willebrand. Klopidogrel 27. dengan demikian meningkatkan kadarnya dalam dalam plasma. sebab terlalu toksik untuk penggunaan in vivo. 5. 1. 3. Aspirin menghambat sintesis tromboksan A2 (TXA2) di dalam trombosit dan prostasiklin (PGI2) di pembuluh darah dengan menghambat secara ireversible enzim siklooksigenase. ANTITROMBOTIK 20. Dipiridamol juga memperbesar efek antiagregasi prostasiklin. 24. Dari uji klinik secara acak dilaporkan adanya manfaat tiklopidin untuk pencegahan kejadian vaskuler pada pasien TIA. 26. 4. 19. 22. Adenosin menghabat fungsi trombosit dengan merangsang adenilat siklase dan merupakan vasolidator. Glikoprotein IIb/IIIa merupakan integrin permukan trombosit. Natrium edetat mengikat kalsium menjadi suatu kompleks dan bersifat sebagai antikoagulan. stroke. . Aspirin dosis kecil hanya dapat menekan pembentukan TXA2. Obat ini sangat mirip dengan tiklopidin dan nampaknya lebih jarang menyebabkan trombositopenia dan leukopenia dibandingnkan dengan tiklopidin. Klopidogrel merupakan produk mula kerja lambat. Penghambatan enzim siklooksigenase terjadi karena aspirin mengasetilasi enzim tersebut.antikoagulan in vitro. juga menjadi kurang efektif karena selain menghambat TXA2 juga menghambat pembentukan prostasiklin. tiklodipin tidak mempengaruhi metabolisme prostaglandin. Dipiridamol 23. Penghambat Glikoprotein IIb/IIIa 29. Tiklopidin 25. Tiklodipin menghambat agregasi trombosit yang diinduksi oleh ADP. sehingga terjadi agregasi trombosit. Berbeda dengan aspirin. sebagai akibatnya terjadi pengurangan agregasi trombosit. yang menyebabkan melekatnya trombosit pada permukaan asing dan antar trombosit. Dipiridamol menghambat ambilan dan metabolisme adenosin oleh eritrosit dan sel endotel pembuluh darah. Dosis lebih tinggi selain meningkatkan toksisitas (terutama perdarahan). Antitrombotik adalah obat yang dapat menghambat agregasi trombosit sehingga menyebabkan terhambatnya pembentukan trombus yang terutama sering ditemukan pada sistem arteri. 18.

Berbeda dengan streptokinase. trombolitik melarutkan trombus yang sudah terbentuk. aktivator plasminogen. Berbeda dengan antikoagulan yang mencegah terbentuk dan meluasnya tromboemboli. Absiksimab bekerja memblokade reseptor glikoprotein IIb/IIIa sehingga menghambat agregasi trombosit. sedangkan pada reteplase beberapa asam amino dihilangkan. urokinase juga digunakan untuk tromboemboli pada arteri dan vena. Hemostatik ialah zat atau obat yang digunakan untuk menghentikan perdarahan. Altaplase merupakan hasil rekayasa aktivator plasminogen jaringan manusia yang tidak dimodifikasi. Tissue Plasminogen Activator (t-PA) 41. 35. Integrilin. HEMOSTATIK 44. Merupakan suatu peptida sintetik yang mempunyai afinitas tinggi terhadap reseptor glikoprotein IIb/IIIa. 34. 2. 32. urokinase langsung mengaktifkan plasminogen. 3. Streptokinase berasal dari Streptococcus C. 43. Selanjutnya kompleks aktivator tersebut mengkatalisis perubahan plasminogen bebas menjadi plasmin. TROMBOLITIK 36. Urokinase diisolasi dari urin manusia. rt-PA (Recombinant Human Tissue-Type Plasminogen Activator) 1. Selain terhadap emboli paru. Dengan demikian t-PA bekerja lebih selektif terhadap bekuan darah/fibrin. urokinase. . Obat-obat yang termasuk golongan trombolitik adalah streptokinase. Seperti streptokinase obat ini tidak bekerja spesifik terhadap fibrin sehingga menimbulkan lisis sistemik (fibrinogenolisis dan destruksi faktor pembekuan darah lainnya).30. 40. Streptokinase mengaktivasi plasminogen dengan cara tidak langsung yaitu dengan bergabung terlebih dahulu dengan plasminogen untuk membentuk kompleks aktivator. Streptokinase 37. Hemolyticus. 33. Absiksimab. 31. 38. Merupakan antibodi monoklonal Chimeric mencit/manusia. 42. Urokinase 39. Plasminogen secara endogen juga diaktifkan oleh aktifator plasminogen jaringan Alteplase dan reteplase yang merupakan aktivator plasminogen jaringan manusia dan diproduksi dengan teknik rekayasa DNA. Obat ini bekerja lebih selektif mengaktivasi plasminogen yang mengikat fibrin daripada plasminogen bebas di dalam darah.

seringkali perdarahan dapat dihentikan dengan segera. 46. dan tidak efektif untuk menghentikan perdarahan arteri atau vena yang tekanan intravaskularnya cukup besar. Vasokonstriktor 53. Kedua zat ini bermanfaat untuk mencegah atau mengatasi perdarahan pada pasien hemofilia A (defisiensi faktor VIII yang sifatnya herediter) dan pada pasien yang darahnya mengandung penghambat faktor VIII. Astringen 49. Dengan memberikan transfusi darah. yaitu dengan mempercepat perubahan protrombin menjadi trobin dan secara langsung menggumpalkan fibrinogen. tetapi kurang efektif bila dibandingkan dengan vasokonstriktor yang digunakan lokal. Hemostatik golongan ini berguna untuk mengatasi perdarahan yang bersal dari pembuluh darah kecil saja. Hemostatik serap menghentikan perdarahan dengan pembentukkan suatu bekuan buatan atau memberikan jala serat-serat yang mempermudah pembekuan bila diletakkan langsung pada permukaan yang berdarah. 2. Kompleks Faktor IX . trombosit akan pecah dan membebaskan faktor yang memulai proses pembekuan darah.1. 48. 50. Epinefrin dan norepinefrin berefek vasokonstriksi. Hemostatik Sistemik 55. Yang termasuk dalam golongan ini dapat dibagi lagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan mekanisme hemostatisnya. Hemostatik Lokal 45. dapat digunakan untuk menghentikan perdarahan kapiler suatu permukaan. Obat kelompok ini pada penggunaan lokal menimbulkan hemostatis dengan dua cara. misalnya kapiler. Faktor Antihemofilik (Faktor VIII) dan Cryoprecipitated Antihemophilic Factor 57. Kelompok ini digunakan untuk menghentikan perdarahan kapiler. Hal ini terjadi karena pasien mendapatkan semua faktor pembekuan darah yang terdapat dalam darah transfusi. Koagulan 51. Zat ini bekerja lokal dengan mengendapkan protein darah sehingga perdarahan dapat dihentikan. fibrinogen dan protein plasma lain. 58. 52. 56. Dengan kontak pada permukaan asing. Hemostatik Serap 47. Cryoprecipitated antihemophilic factor didapat dari plasma donor tunggal dan kaya akan faktor VIII. 54.

Oleh karena itu asam aminokaproat dapat membantu mengatasi perdarahan berat akibat fibrinolisis yang berlebihan. serta sejumlah kecil protein plasma lain dan digunakan untuk pengobatan hemofilia B. Asam aminokaproat merupakan penghambat bersaing dari aktivator plasminogen dan penghambat plasmin. 64. fibrin dan faktor pembekuan darah lain. Obat ini merupaka analog asam aminokaproat. mempunyai indikasi sama degan asam aminokaproat tetapi 10 kalilebih potent dengan efek samping yang lebih ringan. atau bila diperlukan faktorfaktor yang terdapat dalam sediaan tersebut untuk mencegahan perdarahan. Desmopresin 61.59. 60. IX. dan X. Asam Aminokaproat 63. Sediaan ini mengandung faktor II. Plasmin sendiri berperan menghancuran fibrinogen. . Asam Traneksamat 65. Obat ini diindikasikan untuk hemostatik jangka pendek pada pasien dengan defisiensi faktor VIII yang ringan sampai sedang. Desmopresin merupakan vasopresin sintetik yang dapat meningkatkan kadar faktor VIII untuk sementara. VII. Peningkatan faktor pembekuan tersebut paling besar terjadi pada 1-2 jam dan menetap sampai 6 jam. 62.

keluarnya darah dari anus)! .66. Jelaskan patofisiologi dari tiap-tiap gejala (bintik-bintik merah.

Edisi 2. Sherwood. . Edisi 6.67. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem. 69. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Lauralee. Panduan Praktis Ilmu Penyakit Dalam Diagnosis dan Terapi. Halim. Mubin. 71. Daftar Pustaka 68. 70. 2011.