You are on page 1of 6

By. Ir. Drs. Djohan Yoga, MSc. MoT, BLI. Ed, TLI, Adv.

iLI
International Certified Trainer of Mind Map & Character Education

Persiapan Komprehensif‐Integratif

Secara garis besar, ada 2 faktor yang perlu diperhatikan dalam
mempersiapkan siswa/i yaitu :
1. Faktor Teknis : Analisis Kisi‐kisi, Mengulang Pelajaran, Prediksi Soal‐soal dan
Latihan Ujian atau Try‐out hingga Strategi Menjawab Soal dan Mengisi Lembar
Jawaban Komputer.
2. Faktor Non Teknis : Persiapan Mental, Meninkgatkan Motivasi, Menghilangkan
Stress dan Mengelola Waktu.
Berikut ini, ada beberapa “Tip & Trik untuk Menghadapi Ujian” yang dikumpulkan dari
berbagai sumber yang ditulis oleh para pakar kelas dunia yang berpengalaman dalam
mengembangkan berbagai strategi untuk menghadapi ujian seperti : Dr. Eva J. Hoffman
dalam bukunya “Stress Free Exams”, Ron Frey dalam bukunya How to Study hingga
Juara Dunia Memory 8 kali Dominic O’Brien dalam bukunya How to Pass Exams.

1. Faktor Teknis

a. Analisis Kisi‐kisi : ini merupakan acuan dasar soal‐soal UN yang disusun oleh
BSNP.
Kisi‐kisi ini disusun secara rinci dan detail berdasarkan Standar Kompetensi (SK) dan
Kompetensi Dasar (KD) yang tercantum pada Permendiknas No. 22/2006 tentang
Standar Isi. Kisi‐kisi ini terdiri dari Kompetensi dan Indikator untuk setiap mata
pelajaran di setiap jenjang pendidikan. Selanjutnya, kisi‐kisi ini perlu dianalisis
dengan cara mengkategorisasikan semua Indikator untuk setiap Kompetensi yang
ada di setiap mata pelajaran. Dengan kategorisasi ini, dapat disusun program untuk
mengulang pelajaran yang lebih terfokus.
Dengan menggunakan Alat Pembelajaran Mind Map, kisi‐kisi dapat diubah dari
bentuk linier ke bentuk mapping sehingga lebih mudah di kategorisasikan secara

sistematis untuk mempermudah proses analisis. Secara umum komposisi soal UN dapat dibagi menjadi 3 kelompok yaitu : mudah (30%). sekolah dapat memfokuskan kegiatan mengulang pelajaran mengikuti kisi‐kisi yang diberikan. Mind Map kembali dapat digunakan untuk menganalisis sekaligus menyusun prediksi soal‐soal. selanjutnya disusun menjadi Bank Soal yang kemudian dapat di kelompokkan menjadi paket‐paket soal yang dapat digunakan untuk Latihan Ujian atau Try‐out. materi kelas 7 dan 8 untuk siswa kelas 9 serta materi kelas 10 dan 11 untuk siswa kelas 12. sedang (50%) dan sulit (20%). e. Mengulang Pelajaran : berdasarkan kisi‐kisi. dapat dibuat prediksi soal‐soal untuk setiap indikator dengan berbagai tingkat kesulitan menurut taksonominya (mulai dari C1 sampai C7). siswa harus dilatih bagaimana cara mengindentifikasi soal‐soal yang mudah dan sedang serta untuk sementara menghindar dari soal‐soal yang sulit kecuali masih tersedia waktu yang cukup untuk mengerjakannya. Hal ini sangat membantu agar siswa dapat memilah materi‐materi yang harus mereka pelajari kembali khususnya materi yang dipelajari di kelas 1 sd 5 untuk siswa kelas 6. dapat digunakan Mind Map sehingga lebih ringkas dan pada akhirnya dapat mempercepat proses pengulangannya. Latihan Ujian : Prediksi soal‐soal ini. Langsung tandai . Oleh karena itu. Untuk merangkum materi pelajaran yang cukup banyak ini. Cara ini telah terbukti tidak efektif karena seringkali siswa terjebak pada soal‐soal yang termasuk kelompok sulit. Prediksi Soal‐soal : berdasarkan indikator‐indikator yang ada dalam kisi‐kisi ditambah dengan analisis soal‐soal yang keluar pada tahun‐tahun sebelumnya. Berikut beberapa tips dan trik yang dapat digunakan dalam menjawab soal‐soal : 1. Begitu aba‐aba untuk mengerjakan soal di mulai. c. langsung buka begitu dibagikan karena kita bisa mendapat waktu tambahan). d. b. Strategi Menjawab Soal : pada umumnya banyak siswa yang menjawab soal‐soal ujian secara berurutan mulai dari nomor 1 dst. segera telusuri seluruh soal dengan cepat (seandainya tidak ada larangan untuk melihat soal.

2. 3. Hal ini untuk menghindarkan siswa dari jebakan sola sulit yang akan menguras waktu serta menyebabkan stress dan panik. Selanjutnya tandai soalsoal yang bisa dikerjakan dan terakhir tandai soal‐soal yang rasanya sulit untuk dikerjakan. kecuali. berikut beberapa tipsnya : Baca pertanyaan terlebih dahulu sebelum membaca bacaan. � Bila kita mengalami kesulitan mencari jawaban dalam bacaan.jawaban untuk soal‐soal yang bisa langsung di jawab karena biasanya ada beberapa soal yang termasuk kategori sangat mudah. selain. Jika jawaban yang kita pikirkan itu terdapat dalam salah satu pilihan. tidak pernah dll karena bisa menjebak ‐ Sekiranya jawaban yang benar belum ditemukan. namun dll karena kalimat setelah kata‐sambung ini akan membuka peluang untuk menemukan jawaban. bacalah dengan perlahan sambil menggarisbawahi kata‐kata kunci (bennda. periksa kembali soal‐soal yang sudah ditandai jawabannya untuk memastikan tidak ada kekeliruan dan segeralah berpindah ke soal‐soal yang bisa dikerjakan. Khusus untuk soal pemahaman bacaan yang mendominasi ujian untuk mata pelajaran bahasa Indonesia dan Inggris. segera tandai karena itulah jawabannya. Hal ini akan membantu kita untuk mencari jawaban dalam bacaan khususnya untuk menentukan bagian/paragraph yang harus dibaca sehingga dapat menghemat waktu. Ada beberapa tips untuk mengeliminasi jawaban yaitu : � Eliminasi pilihan yang benar‐benar salah � Eliminasi pilihan yang sebagian salah . siswa secara tidak langsung sudah mengelompokkan soal sesuai dengan kesulitannya. berikut ada beberapa strategi yang dapat digunakan : ‐ Baca soal dan semua pilihan jawaban dengan baik dan teliti dan hati‐hati dengan kata‐kata negatif seperti : bukan.a 4. Hindari soal‐soal yang sudah diberi tanda sebagai soal‐soal yang sulit dan tetap berkonsentrasi pada soal‐soal yang mudah dan sedang saja. � Ketika membaca pertanyaan. sifat dan keterangan) serta member perhatian kepada kata‐kata sambung seperti : bagaimanapun juga. Karena soal‐soal UN berbentuk pilihan ganda – PG. pikirkan/antisipasi jawabannya terlebih dahulu sebelum kita mencarinya dalam bacaan. kerja. �a. Selanjutnya. coba eliminasi jawaban yang salah terlebih dahulu. Dengan demikian. meskipun.

. jangan pernah membiarkan satu soalpun tanpa jawaban. � Biasanya pilihan yang paling panjang adalah pilihan yang benar � Biasanya pilihan yang mengandung kata‐kata : biasanya. Sediakan waktu khusus sebelum ujian selesai (misalnya 10 menit terakhir) untuk melakukan pemeriksaan akhir di LJK seperti memeriksa data‐data seperti nama. Jangan ragu untuk menggunakan feeling alias menebak. harus. 3. f. tidak ada adalah jawaban yang salah. Berikut ada beberapa strategi untuk menebak : � Jika ada 2 pilihan yang sangat mirip. pilihan yang mengandung kata‐kata : semua. mungkin atau kemungkinan besar adalah jawaban yang benar. pada ahkirnya semuanya itu harus dinyatakan dengan pengisian LJK secara benar dan tepat karena dokumen inilah yang akan diperiksa oleh Panitia UN. Sediakan waktu khusus untuk memindahkan jawaban dari soal ke LJK. mesti. Ada beberapa tips yang dapat menghindari siswa dari kesalahan dalam mengisi LJK : 1. Strategi Mengisi LJK : bagaimanapun pintarnya seorang siswa dalam menjawab soalsoal.� Eliminasi pilihan yang benar tapi tidak ada hubungannya dengan soal � Eliminasi pilihan yang sangat berbeda dengan pilihan lainnya ‐ Karena UN tidak menggunakan sistem minus untuk setiap jawaban yang salah. boleh. Misalnya soal nomor 5 masih kosong tapi pada saat memindahkan jawaban untuk nomor 1 sd 10. Hati‐hati dengan soal yang masih belum ditemukan jawabannya karena bisa menyebabkan kekeliruan yang fatal pada saat memindahkan jawaban ke LJK. biasanya salah satu diantaranya adalah jawaban yang benar � Jika ada 2 pilihan yang berlawanan. � Sebaliknya. biasanya salah satunya adalah jawaban yang benar. misalnya setiap 10 soal. Pastikan tidak ada jawaban yang tertukar jawabannya pada saat memindahkannya ke LJK. jawaban nomor 6 terisi ke nomor 5 dan akibatnya jawaban untuk soal nomor 7 sd 10 akan salah juga. Kesalahan dalam pengisian LJK akan bersifat fatal karena komputer atau tepatnya mesin pemindai (scanner) yang memeriksanya hanya akan membaca seluruh bulatan hitam yang dibuat dengan pensil 2B. 2. kode soal dan jawaban soal‐soalnya.

Faktor Non‐Teknis faktor ini merupakan penunjang dari faktor teknis dan seringkali siswa yang pintar tapi lemah dalam hal‐hal yang terkait dengan kekuatan mental. Teknik berikutnya adalah dengan melakukan aktifitas 3 langkah sederhana yaitu : • Tarik nafas dengan dalam (boleh juga sambil memejamkan mata) lalu lepaskan perlahan‐lahan sebelum mulai membaca soal ujian • Ulangi proses di atas beberapa kali sampai kita merasa tekanan yang dirasakan mulai berkurang . � menguatkan system kekebalan tubuh 2. orang tua dan sanak saudara. Berikut ini beberapa tips yang dapat digunakan : a. banyak orang yang menghadapinya dan kita juga akan selalu mendapat dukungan dari banyak orang mulai dari Kepala Sekolah. d. system syaraf kita akan mengaktifkan hormon‐hormon stress seperti noradrenalin dan adrenalin yang menyebabkan jantung berdebar. Persiapan diri dengan sebaik‐baiknya lalu siapkan diri untuk menerima hasil ujian ini dengan ikhlas karena itulah hasil dari usaha yang telah kita lakukan. motivasi. Ingat ketika kita merasa stress. Berikut beberapa tips yang dapat digunakan untuk menghilangkan/mengurangi strees. � menambah semangat. guru. Teknik tercepat untuk mengurangi stress adalah dengan berusaha untuk “tersenyum” (meskipun kita tidak ingin melakukannya) karena proses ini akan membantu untuk memproduksi hormon endorphin yang dapat : � menekan tingkat stress. Stress adalah hal yang wajar karena tidak ada seorangpun yang ingin gagal. frekuensi nafas meningkat. 1. cara menghilangkan/mengurangi stress akan mengalami kegagalan. tekanan darah naik sehingga proses berpikir menjadi terganggu dan pada akhirnya dapat “mengunci” otak berpikir kita.2. Ujian merupakan bagian dari kehidupan yang akan selalu ada dii setiap langkah kehidupan kita. Kita tidak sendirian dalam menghadapi ujian ini. tapi jangan sampai hal ini merusak segala persiapan yang sudah kita lakukan. oleh karena itu hadapi dengan wajar tanpa perlu menjadikannya b. c.

Camkan : Rumus Sukses UN 2014 adalah : “Usaha + Strategi + Doa” Jangan lupa RESTU Orang Tua Selamat mencoba ! . Saya Tenang. Saya Rileks e. Yang penting adalah kita sudah mempersiapkan diri dengan sebaik‐baiknya. maliankan kegiatan biasa yang akan kita hadapi sehari‐hari.• Katakan pada diri kita sendiri : Saya Bisa. Ingat ujian bukanlah peristiwa hidup‐mati. Akhirnya sebagai umat beragama. kita berdoa untuk memohon kekuatan dalam menghadapi ujian ini seraya mengikhlaskan diri untuk menerima apapun hasil dari seluruh kerja keras kita dalam menghadapi ujian ini.