You are on page 1of 31

LAPORAN KASUS

iopatic trombositopeni purpu
Reni Apriyanti
Pembimbing :
Dr. Camelia khairun
Nissa,Sp.PD

IDENTITAS PASIEN
Nama
: Ny.TT
Usia
: 58 tahun
Jenis kelamin
: Perempuan
Agama
: Islam
Status Perkawinan : Menikah
Pekerjaan
: Ibu rumah tangga
Alamat
: Cikidang
No.RM
: 438355
Tgl masuk RS
: 30 Januari 2015 Jam : 11.12
Wib
Dokter pemeriksa
: dr.Camelia Khairun
Nissa,Sp.PD

ANAMNESIS
/
AUTOANAMNESIS
Keluhan Utama
:

Riwayat
penyakit
dahulu
:
BAB disertai
darah
berwarna hitam
sejak ± 10 hari
Os.mengatakan
pernah dirawat 2 bulan yang lalu dengan
 
keluhan
sama,dokter
mengatakan
bahwa os
Riwayat yang
penyakit
sekarang
: :
Riwayat
Psikososial
mengalami
iritasi
lambung.
BAB
disertai
darah
berwarna
hitam,
konsistensi
Riwayat
pengobatan
: danBAB
Os.menkonsumsi
kopi sehari
2 kali
pagi
Riwayat
Hipertensi
(+) sejak
± 5 tahunan,os
jarang
cair
2
kali
sehari,darah
berwarna
hitam
banyak
dan cair
sore,sulit
tidur
malam(+),suka
telat
makan
Os.mengatakan
Rutin
menkonsumsi
obat
kontrol
dan
sering beli obat sendiri
jika ada
keluhan
sebagian
menggumpal.ampas
(-),lendir
().nyeri saat
(+),dan
nafsu
makan
menurun
(+).
pusing.
hipertensi
dan obatobat
seperti
BAB
disangkal,nyeri
ulu
hati
dan
nyeri
perut
 
ketorolak,ibuprofen,asam
mefenamat
(),Rambut rontok (+),os mengeluh
badan panasyang
Riwayat sosial ekonomi
:
dingin
sejak
±
10
hari,hilang
timbul.pegalpegal
didapat
dari
berobat
diklinik.
Riwayat penyakit
keluarga
:
Penderita
sudah
menikah
dan
memiliki
4 orang
seluruh
badan
(+),lemas
(+),cepat
capek
(+),nyeri
Tidak
keluargatidak
yang bekerja
mengalami
halRumah
yang sama
 kepalaada
anak.
Penderita
(Ibu
sebelah
kiri seperti ditusuk- tusuk sejak ± 10
seperti
Os.
Riwayat Alergi
: ),muntah
Tangga).suami
penderita sudah
tidak
bekerja,darah
hari,hilang
timbul.perdarahan
hidung(Riwayat hipertensi
disangkal
Biaya
kehidupan
seharihari
ditanggung
(),mual
(-),maag(-),jika
luka
cepat
berhenti
Alergi
obat
dan
makanan
disangkal
Riwayat
mudah
memar
dan
kelainan
darah disangkal
anaknya.Status
sosial
ekonomi kurang.
perdarahannya(+),os
mengatakan
mudah memar jika
 
terbentur benda atau dicubit(+) sejak dari keci,dan
hilangnya
lama.BAK tidak ada keluhan.Os sudah tidak
 

Nyeri tekan epigastrium (). Kanan SIC menit II Linea Para Sternalis Dextra rebound sign (-). sklera (-/-).70 KGB : Tidak adafremitus pembesaran KGB padapenonjolan daerah Murmur (-) -Palpasi :: Taktil simetris antara paru kirisubmandibula.memar cmH kesegala arah 2O(+). pigmentasi normal. sianosis (-). Ronkhi basah . Telinga : Normotia.isi cukup Leher : Pembesaran KGB (-). PEMERIKSAAN FISIK . Pernafasan : 20 atas: kali pucat tabuh (-). Mata : Alis mata :madarosis (-). inguinal ada -Perkusi :: Sonor paru. splenomegali (-). telapak tangan midklavikularis sinistra Nadi :(-). BB Gallop normal. nyeri ketok (-) -Auskultasi : Vesikuler +/+ dikedua lapang paru.Status Generalis Kepala : Normocephal. ) pada kedua lapangan supraclavicula.infraclavicula. rambut hitam kering. intensitas suara Hidung : Normonasi. isokor kanan-kiri.serta batastidak paru-hepar Palpasi Ballotement (-)   nyeri penekanan setinggi ICS V linea midclavicularis dextra Perkusi : Redup. tidakmembran mudah rontok. Ekstremitas Kesadaran : compos mentis Mulut : Bibir kering (-).(+) THORAX Kiri atas: SIC II Linea Para Sternalis Sinistra Berat Badan :(+) 40 kg A : Bising pada seluruh kuadran (-).). pigmentasi normal. dinding paru x/menit Ekstremitas bawah : gerakan   IMT : 55 (+). jaripernafasan tabuh turgor kembali (-).trauma edema : 18. kuat angkat. T1/T1 Palpasi : Darah ictus cordis ada pada ICS V diEksophtalmus sebelah medial linea d= 2 mm/2mm. Ronkhi -/-. Tekanan : 140/100 mmHg lidah tidak kotor dan tremor. nyeri Ekstremitas atas :faring gerakan bebas. dan kanan Inspeksi Datar. 98 kali per menit. 15 ikterus Paru-Paru Kiri bawah: SIC IV Linea Medio Clavicularis Sinistra Tinggi Badan : 147 cm pada kulit (-).47) bantu (-). tidak tampak suatu dan: pergelangan kaki (-). pergerakan mata Perkusi : jari .5o4 Ckuadran P : Timpani pada shiftingDextra dullness (-) tangan kiri. nyeri tekan distribusi merata. axilla.JVP ( 5±2 ) endopthalmus edema palpebra (-). efloresensi scar (-). stomatitis (-). simetris. edema (-). tonjolan (-). konjungtiva (+/+). venektasi (-). timpani intak. bekas (-)pretibia HR 87 x/ (-). wheezing epistaksis (. abdomen Kulit : Kulitusus warna sawo matang. dan tekan abdomen (+). sedang bulu mata rontok (-). tidak hiperemis. (. refleks pupil (+/+). saat bernafas simetris saat statis danreguler dinamis. caput medusa (-). Inspeksi : anemis ictus cordis tidak terlihatikterik P : Supel. otore (-/-). -/nafas menguat. darah (-/-). bekas operasilambat (-). menit regular UROGENITALIA (-). Jantung bekas operasi (-).pernafasan cuping hidung (-) Deviasi septum (-). Pembesaran tiroid (-).baik. penggunaan otot Auskultasi :2 bunyi jantung 1 dan 2 murni jaringan parut (-). terlokalisir. Keadaan umum tampak sakit baik. reguler. pendengaran I : Datar. bawah: SIC IVabdomen. Linea Para Sternalis Suhu :Kanan 36. per turgor kembali lambat (-). ABDOMEN Keadaan Umum processus mastoideus (-/-). hidung-/bagian luarkering tidak ada kelainan. Hepatomegali (-). telapak kaki pucat (1. pucat pada telapak tangan dan kaki -Inspeksi : Pernafasan abdomino-torakal. gerakanbebas. mukosa mulut lembab. jaringan parut (-).

PEMERIKSAAN PENUNJANG 30/012015 No Pemeriksaan Hasil 1 Hemoglobin 5.0 g/dl 2 Hematokrit 16 vol% 3 Leukosit 4700 /mm3 4 Trombosit 46000 /mm3 .

HASIL PEMERIKSAAN KIMIA KLINIK No Pemeriksaan Hasil 1 Ureum 2 Kreatinin 0.1 mmol/l 31 mg/dl .58 mg/dl 3 Natrium 137 mmol/l 4 Kalium 4.

Riwayat hiperteni (+) sejak ± 5 tahunan dan os jarang kontrol dan sering beli obat sendiri jika ada keluhan pusing.Os mengatakan 2 bulan yang lalu mm³ pernah.Os juga mengeluh TTV : Td 140/80 mmHg.RESUME Os.ny. dingin sejak ±10 anemis lengan hari.trombosit 46000 berhenti (+).Rambut rontok (+).pegal (+). badan terasa pegal.0 hematokrit 16 memar lama hilang. dari kecil(+). timbul36.dan bekas Hasil : Hb 5.Os.RR 20Seluruh kali/menit.  dirawat dengan keluhan yang sama dokter mendiagnosis : iritasi lambung.leukosit 4700 mm³.os mengatakan gampang memar jika terbentur oleh benda laboratorium atau dicubit dirasakan sejakg/dl. .hilang timbul. nyeri kepala sebelah kiri seperti ditusuk.BAB cair 2 kali sehari. nadi 98 kali/ menit.darah berwarna hitam cair dan Pemeriksaan sebagian menggumpal.5 ± sejak 10 hari.jika terjadi perdarahan.Badan dirasakan panaskiri(+).TT usia 58 tahun datang ke Rsud sekarwangi dengan keluhan BAB disertai darah berwarna hitam sejak ± 10 hari.tusuk hilang suhu °C.memar (+).mengeluh fisik ditemukan : konjungtiva lemas dan mudah capek(+/+).luka cepat %.

Sistemik lupus eritematosus .DIC .Working Diagnosis : Idiopatic trombositopenia purpura dengan Anemia dan Hipertensi grade II   Differential diagnosis : .

150 ug.morfologi tepi PRC dengandarah Target Hb 10 jika gr/dl perlu -.Gol.PPT.Transfusi pem.Tablet Evaluasi TTV Fe -.Asam folat -.Terapi EKG Hipertensi : katopril dengan dosis 12.leukosit. klonidin dosis 75. fungsi hindari pemakaian obat.kreatinin.obatan hematokrit. .Bleeding time.Pemeriksaan Darah Rutinyang : Hbmempengaruhi .Vitamin pemeriksaan Imunologi IgG jika perlu K -.5 – 25 mg.trombosit.Infus Rl 1500 cc/24 jam -. kalium -.5 mg/kgBB/hari selama 2 minggu cek ureum.Prednison dosis awal 1.darah trombosit  .PENATALAKSANAAN **Pemeriksaan Non medikamentosa : penunjang : .clotting *Medikamentosa time.0 – 1.menghindari aktivitas fisik berlebihan untuk mencegah trauma -.pemeriksaan Lab: APTT.natrium.    .Omeprazol pemeriksaan fesses lengkap .

Bab bercampur darah berwarna hitam (-) O : TD 180/ 100 mmHg  post pemberiancatopril Nadi 102 kali/ menit Suhu 37 ° C RR 20 kali/ menit .FOLLOW UP        Tanggal 09 februari 2015 S : Os mengatakan tekanan darah masih tinggi dan terus naik.

2 g/dl 2 Hematokrit 31 vol% 3 Leukosit 4000/mm3 4 Trombosit 37000/mm³ .HASIL PEMERIKSAAN HEMATOLOGI No Pemeriksaan Hasil 1 Hemoglobin 10.

A : Idiopatic trombositopenia purpura Anemia etcausa Gastrointestinal Bleeding P : MP 3x8 gr P..o Acc Rawat jalan.o Amlodipin 1x5 gr P.LANJUTAN. .o Asam folat 1x1 gr P.o Omeprazol 1x30 gr Diovan 1x160 gr P.kontrol poli Pasien Pulang..

Penggunaan NSAID .Lab : Angka trombosit < 50.Rambut rontok .lemas.fisik : Anemis.pem.perdarahan lama berhenti .perdarahan gastrointestinal  melena .Pem.ANALISA KASUS  Gejala klinis yang ditemukan : .000 /mm³ .perdarahan kulit : purpura .purpura .

TINJAUAN PUSTAKA Idiopatic Trombositopenia Purpura .

.L) akibat autoantibodi yang mengikat antigen trombosit menyebabkan destruksi prematur dari trombosit dalam sistem retikuloendotel terutama di limpa.DEFINISI  adalah suatu gangguan autoimun yang ditandai dengan trombositopenia yang menetap (angka trombosit darah perifer kurang dari 150.000/n.

Insiden PTI pada anak antara 4.0-5. dan sekitar setengah dari kasus-kasus ini terjadi pada anak-anak.3 per 100. Insidensi PTI kronis pada anak diperkirakan 0. PTI akut umumnya terjadi pada anak-anak usia antara 2-6 tahun.000. Purpura Trombositopenia Idiopatik (PTI) pada anak berkembang menjadi bentuk PTI kronik pada beberapa kasus menyerupai PTI dewasa yang khas. .000 anak per tahun.46 per 100.EPIDEMIOLOGI  Perkiraan insiden adalah 100 kasus per 1 juta orang per tahun. 7-28 % anak-anak dengan PTI akut berkembang menjadi kronik 15-20%.

Virus yang paling banyak diidentifikasi adalah varisella zooster dan Ebstein barr.KLASIFIKASI  1. . biasanya mendadak.ITP akut : lebih sering dijumpai pada anak. sering dijumpai eksantem pada anak-anak (rubeola dan rubella) dan penyakit saluran napas yang disebabkan oleh virus merupakan 90% dari kasus pediatrik trombositopenia imunologik. jarang pada umur dewasa. riwayat infeksi sering mengawali terjadinya perdarahan berulang.

000/µL maka biasanya asimptomatik. AT 30. AT 10. pada umumnya berat dan frekuensi perdarahan berkorelasi dengan jumlah trombosit.000 /µL terdapat luka memar/hematom. AT <10.000/µl. petekie.ITP kronik : Manifestasi perdarahan berupa ekimosis. Secara umum hubungan antara jumlah trombosit dan gejala antara lain bila pasien dengan AT >50. 2.000/µL terdapat perdarahan spontan. purpura. menoragia dan perdarahan memanjang bila ada luka. .00030.000-50.

purpura dan petekia . 2001: Petekia Perdarahan mukosa menstruasi hebat pada wanita. menoragia.MANIFESTASI KLINIS           Menurut Smeltzer & Bare. perdarahan mulut. 2000: perdarahan mukosa dan kulit epistaksis. ITP Kronis→ dapat t’jadi p’darahan intrakranial Menurut Mansjoer.

AT 30.000-30. biasanya asimtomatik. terdapat perdarahan spontan. AT 10.000-50. terjadi perdarahan mukosa seperti epistaksis.000/mL. 2.000/mL.000/mL. AT > 50. perdarahan gastrointestinal. AT < 10. biasanya terdapat luka memar/hematom. menoragia. 3. dan perdarahan memanjang apabila ada luka.000/mL. 4. 2009) yaitu: 1.     Berat dan frekuensi perdarahan berkorelasi dengan jumlah trombosit (Purwanto. dan genitourinaria .

.

.

perdarahan konjungtiva. . Penting untuk anamnesis pemakaian obat-obatan yang dapat menyebabkan trombositopenia dan pemeriksaan fisik hanya didapatkan perdarahan karena trombosit yang rendah (petekie. pasien dengan gambaran tidak khas (misalnya dengan gambaran sitopenia) atau pasien yang tidak berespon baik dengan terapi.DIAGNOSIS    Lamanya perdarahan dapat membantu untuk membedakan ITP akut dan kronik. dan perdarahan selaput lendir yang lain). serta tidak terdapatnya gejala sistemik dapat membantu dokter untuk menyingkirkan bentuk sekunder dan diagnosis lain. Secara praktis pemeriksaan sumsum tulang dilakukan pada pasien lebih dari 40 tahun. purpura.

PATOFISIOLOGI    Mulanya glikoprotein IIb/IIIa yang terdapat pada membran trombosit yang dianggap sebagai antigen oleh autoantibodi (IgG) akan diopsonisasi. pada tahap ini belum ada antibodi yang mengenali glikoprotein lainnya seperti Ib/IX. Trombosit yang telah dilingkupi oleh autoantibodi ini akan berikatan dengan sel penyaji antigen (APC) misalnya makrofag atau sel dendritik pada reseptor Fcɤ dan mengalami internalisasi dan degradasi. .

APC juga akan memproduksi epitop kriptik dari glikoprotein trombosit lainnya. APC yang teraktivasi akan mengekspresikan peptida baru pada permukaan selnya dengan bantuan konstimulasi (interaksi antara CD 154 dan CD 40) dan sitokin yang fungsinya memfasilitasi proliferasi inisiasi CD4+ T Cell clone (T-Cell clone-1) dan spesifitas tambahan (T-Cell clone-2).  Selain merusak glikoprotein IIb/IIIb. .

  Sel B sebagai reseptor sel immunoglobulin. . selain meningkatkan produksi antiglikoprotein IIb/IIIa antibodi (oleh B-Cell clone-1) juga akan menginduksi proliferasi dan sintesis antiglikoprotein Ib/IX antibodi (oleh B-Cell clone-2). Dan T’bentuklah autoantibody terhadap glikoprotein yang terdapat pada membran trombosit ini→Penghancuran terjadi terhadap trombosit yang diselimuti autoantibody ini.

Pemeriksaan sumsum tulang Pada sumsum tulang dijumpai peningkatan jumlah megakariosit imatur dan agranuler yang tidak mengandung trombosit .000/mmk (Bakta. Morfologi darah tepi Pemeriksaan pada darah tepi sering ditemukan gambaran trombosit berukuran besar (megatrombosit) 3.000 – 50.PEMERIKSAAN PENUNJANG       1. Pemeriksaan darah rutin Pada pemeriksaan darah rutin sering terjadi penurunan jumlah trombosit (trombositopenia) antara 10. 2007) 2.

yang lebih spesifik yaitu antibodi terhadap Gp IIb/IIIa dan Gp Ib (Bakta.2007) . Latief 2005) 5. Pemeriksaan imunologi Pada pemeriksaan imunologi dapat pula ditemukan adanya antiplatelet IgG pada permukaan trombosit atau dalam serum. 2007. Uji penapisan koagulasi Pada uji penapisan koagulasi ditemukan masa perdarahan (bleeding time) memanjang. activated partial thromboplastin time (APTT). dan plasma prothrombin time (PPT) normal (Alpers.    4. tetapi masa pembekuan (clotting time).

. Terapi umum meliputi menghindari aktivitas fisik berlebihan untuk mencegah trauma terutama trauma kepala. hindari pemakaian obat-obatan yang mempengaruhi fungsi trombosit. Terapi khusus yakni terapi farmakologis.PENATALAKSANAAN  Terapi ITP lebih ditujukan untuk menjaga jumlah trombosit dalam kisaran aman sehingga mencegah terjadinya perdarahan mayor.

terhentinya perdarahan.Kriteria respon awal adalah peningkatan AT<30. Imunoglobulin intravena (IglV) dosis 1 g/kg/ hari selama 2-3 hari berturut-turut digunakan bila terjadi perdarahan internal. Respons terapi prednison terjadi dalam 2 minggu dan pada umumnya terjadi dalam minggu pertama. saat AT <5000/mL meskipun telah mendapat terapi kortikosteroid dalam beberapa hari atau adanya purpura yang progresif. c.5 mg/kgBB/hari selama 2 minggu.000/µL setelah 10 hari terapi awal.1. Terapi awal ( standar) a.0 . bila respon baik kortikosteroid dilanjutkan sampai 1 bulan . Prednison dosis 1.000 mL.1. Splenektomi  .. AT>50. kemudian terpenting. b.

THANK YOU .