Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Pada PT.

Semen Padang

PT SEMEN PADANG
‡ PT Semen Padang (Sumatra Barat) adalah pabrik semen tertua di Indonesia yang didirikan pada 18 Maret 1910 dengan nama NV Nederlandsche Indische Portland Cement Maastschappij atau NIPCM.

Pengertian K3
‡ Yaitu untuk menjaga dan meningkatkan status kesehatan pekerja pada tingkat yang tinggi dan terbebas dari faktor -faktor dilingkungan kerja yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan.

Penyebab Kecelakaan Tenaga Kerja di PT Semen Padang
‡ Adapun sebab kecelakaan terdiri dari faktor lingkungan(zat kimia yang tidak aman, kondisi fisik dan mekanik) dan faktor manusia(lebih dari 80%). ‡ Pada umumnya kecelakaan terjadi karena kurangnya pengetahuan dan pelatihan, kurangnya pengawasan, kompleksitas dan keanekaragaman ukuran organisasi, yang kesemuanya mempengaruhi kinerja keselamatan dalam industri konstruksi.

K3 dalam PT. Semen Padang
‡ Di PT Semen Padang, berdasarkan data tiga tahun terakhir, kondisi K3 perusahaan antara tahun 2007 dan 2008 belum juga memuaskan, tetapi angka kecelakaan berhasil ditekan pada tahun 2009. ‡ Kondisi tersebut membuktikan terjadinya peningkatan angka kecelakaan yang signifikan dibandingkan tahun 2007 dengan jumlah 22 kasus kecelakaan kerja. Di samping itu kasus kebakaran juga mengalami peningkatan sejumlah 50 persen. Tahun 2008 kebakaran terjadi 18 kasus, sedangkan tahun 2007 sebanyak 12 kasus.

Angka Kecelakaan pada PT SEMEN PADANG
‡ Pada 2009, terdapat 25 kasus kecelakaan ‡ Selama 2008, terdapat 37 kasus kecelakaan kerja (industrial accident) dan 22 di antaranya kasus kecelakaan ringan, 15 kasus kecelakaan berat dan 18 kasus kebakaran. ‡ 2007 angka kecelakaan kerja tercatat 22 kasus (11 kecelakaan ringan dan 11 berat). Selain itu, kasus kebakaran juga terjadi sekitar 12 kasus (2007)

Jenis-jenis Kecelakaan Kerja
‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡

Tertimpa material Terbentur Terjatuh Tergelincir Terkena lentingan Terkena percikan bunga api dari listrik Terkena semburan semen panas dan lain-lain

Pencegahan
1. Pemeriksaan kesehatan sebelum bekerja (calon pekerja) untuk mengetahui apakah calon pekerja tersebut serasi dengan pekerjaan barunya, baik secara fisik maupun mental. Pemeriksaan kesehatan berkala/ulangan, yaitu untuk mengevaluasi apakah faktor-faktor penyebab itu telah menimbulkan gangguan pada pekerjaan. Pendidikan tentang kesehatan dan keselamatan kerja diberikan kepada para buruh secara kontinu agar mereka tetap waspada dalam menjalankan pekerjaannya. Pemberian informasi tentang peraturan-peraturan yang berlaku di tempat kerja sebelum mereka memulai tugasnya, tujuannya agar mereka mentaatinya. Penggunaan pakaian pelindung

2.

3.

4.

5.

6. Isolasi terhadap operasi atau proses yang membahayakan. 7. Pengaturan ventilasi setempat/lokal, agar bahan-bahan/gas sisa dapat dihisap dan dialirkan keluar. 8. Substitusi bahan yang lebih berbahaya dengan bahan yang kurang berbahaya atau tidak berbahaya sama sekali. 9. Pengadaan ventilasi umum untuk mengalirkan udara ke dalam ruang kerja sesuai dengan kebutuhan.

SOLUSI
‡ ‡ ‡ ‡

Menerapkan metode FTA (Fault Tree Analysis) Tersedianya fasilitas keselamatan kerja Revitalisasi pengawasan ketenagakerjaan Mencanangkan budaya perusahaan, KOMPAK