You are on page 1of 18

ASKEP KELUARGA DENGAN GASTRITIS

ASUHAN KEPERAWATAN
Jumat, 14 November 2014
Belum ada komentar

ASUHAN KEPERAWATAN IBU W DENGAN GASTRITIS PADA KELUARGA


BAPAK S
DI RT 03 RW XI KELURAHAN PASIR KUDA KECAMATAN CIMHAI
SELATAN KOTA CIMAHI

I. Pengkajian Keluarga
A. Data Umum
1. Nama kepala keluarga : Bpk. S
2. Umur : 35 Tahun
3. Jenis Kelamin : Laki laki
4. Agama : Islam
5. Pendidikan : SMA
6. Pekerjaan : Swasta

nteng Rt. 03/ IX kelurahan Pasir Kuda.

: 26 April 2010
9. Komposisi Keluarga :
Nama

Jenis kelamin

Umur

Hub.

Pendidikan

Pekerjaan

Keluraga
Ny. W

Perempuan

33 tahun

Isteri

SMA

IRT

An. A

Laki-laki

7 tahun

Anak

SD

Pelajar

An. S

Perempuan

16 bulan

Anak

10. Genogram

11. Tipe keluarga


Tipe keluarga Bpk S termasuk tipe keluarga inti karena di dalamnya terdiri dari ayah, ibu dan dua
orang anak.
12. Suku bangsa
Bpk. S berasal dari suku sunda sementara Ibu W berasal dari suku jawa. Jadi keluarga Bpk. S
berasal dari suku sunda dan jawa. Bahasa yang digunakan sehari-hari adalah bahasa indonesia.
13. Agama
Semua anggota keluarga Bpk. S beragama Islam, Ibu W jarang mengikuti pengajian sementara
An. A anak yang pertama suka mengaji.
14. Status sosial ekonomi keluarga
Sumber penghasilan keluarga adalah berasal dari Bpk. S kurang lebih sebesar Rp. 1.500.000 /
bulan.
Adapun untuk pengeluarannya yaitu :
Biaya belanja sehari-hari
: Rp 600.000,- / bulan
Biaya Kontrakan
: Rp 350.000,-/ bulan
Biaya jajan anak
: Rp. 300. 000,-/bulan
Lain-lain (biaya tak terduga)
: Rp. 250.000,-/bulan
Jumlah
: Rp 1.500.000
15. Aktivitas dan rekreasi keluarga
Ibu W mengatakan jarang melakukan rekreasi karena kondisi keluarga yang tidak
memungkinkan. Sarana hiburan di rumah terdapat televise, keluarga biasa mengisi waktu luang
dengan berkumpul bersama dan menonton televisi pada waktu malam hari.
16. Pola kebiasaan sehari haria. Pola Makan
a. pola makan
Ibu W mengatakan pola makan keluarga tidak teratur begitu juga dengan dirinya, biasanya
makan 3x sehari tetapi kadang-kadang lebih dari 3x sehari. Sedangkan anak-anaknyanya makan
bisa sampai 3-4x sehari. Ibu W mempunyai pantangan terhadap makanan yang pedas dan asam.

Menu makanan sehari-hari keluarga adalah nasi, tahu, tempe, sayur, ayam, daging dan kadangkadang makan buah jika ada.
b. Pola Minum
Keluarga Ibu W biasa minum air putih kurang lebih 7-8 gelas per hari / orang.
c. Pola Istirahat dan Tidur
Ibu W mengatakan keluarganya biasa tidur pukul 20.30 04.30 WIB. Tetapi tidak tentu karena
Ibu W harus menjaga kedua anaknya tidur terlebih dahulu. Keluarga tidak mengalami kesulitan
dalam tidur.
d. Pola Eliminasi
Ibu S mengatakan dirinya dan keluarga biasa BAB 1 sampai 2 kali sehari dan BAK 5 6 kali
sehari.
e. Personal Hygiene
Ibu W mengatakan bahwa keluarganya biasa mandi dua kali sehari yaitu pagi dan sore, mandi
menggunakan sabun, keramas satu minggu tiga kali menggunakan shampo. Gosok gigi dua kali
sehari, sedangkan untuk menggunting kuku Ibu W dan keluarga tidak tentu dengan pasti,
keluarga menggunting kuku jika kuku sudah panjang.
f. Pola Aktivitas
Ibu W mengatakan sehari-harinya dia tinggal di rumah paling pagi mengantar anaknya yang
pertama ke sekolah dan menjemput anaknya sekolah. Tetapi kesahariannya Ibu W jarang keluar
ataupun berpergian. Di rumah biasanya nonton TV, tidur siang dan mengasuh kedua anaknya.
Sedangkan Bpk. S bekerja sebagai koki berangkat pagi pukul 04.00 14.30 WIB sedangkan jika
berangkat siang pukul 10.00 20.00 WIB.
B. Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga
1. Tahap perkembangan keluarga saat ini
Ibu W mengatakan anak pertamanya saat ini berusia 7 tahun , jadi perkembangan keluarga saat
ini adalah tahap perkembangan anak usia sekolah.
2. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi
Tugas perkembangan keluarga Bpk. S yang belum terpenuhi adalah perkembangan keluarga
dengan anak usia remaja dan anak dengan usia dewasa,selain itu Bpk S juga ingin
menyekolahkan anak yang pertama dan keduanya.
3. Riwayat keluarga inti
Ibu W mengatakan bahwa dirinya mempunyai penyakit gastritis. Ibu W mengalami penyakit
gastritis sudah sejak umurnya 9 tahun karena sering makan yang asem-asem. Ibu W mengatakan
jika gastritis Ibu W kambuh, Ibu W mengalami sakit melilit di perut dan pusing kadang-kadang
hingga pingsan jika sudah parah penyakit gastritisnya hingga mengeluarkan darah, jika sakit
yang dirasa belum hilang ibu W meminum obat yang dibeli di apotek tetapi jika tidak hilang juga
Ibu W pergi ke dokter atau rumah sakit. Ibu W mengatakan anak Ibu W yang pertama dan kedua

yaitu An. A berumur 7 tahun dan An. S berumur 16 bulan yang 2 minggu kemarin mengalami
penyakit batuk dan flu. Jika penyakit yang di derita anaknya tidak sembuh dengan meminum
obat yang dibeli di apotek maka Ibu W langsung membawa anaknya ke dokter.
4. Riwayat keluarga sebelumnya
Ibu W mengatakan tidak terdapat penyakit menular dalam keluarganya tetapi Ibu W mengatakan
bahwa Ibunya mempunyai penyakit darah tinggi dan sudah meninggal sejak tiga tahun yang lalu
dan Bpk. Ibu W mempunyai penyakit darah tinggi, sementara Ibu Bpk. S mempunyai penyakit
diabetes melitus.
C. Lingkungan
1. Karakteristik Rumah.
Rumah keluarga Ibu W berukuran kurang lebih 54 meter, mempunyai satu ruang tamu, satu
kamar tidur, satu dapur dan satu kamar mandi yang dipakai secara bersama. Rumah keluarga Ibu
W merupakan tipe rumah permanen dan ngontrak.
a. Denah rumah :

b. Ventilasi dan Pencahayaan


Keluarga mengatakan memiliki jendela di ruang tamu, jendela jarang dibuka. Kamar mandi
mempunyai penerangan dan ventilasi yang kurang karena tidak ada ventilasinya, sedangkan di
dalam rumah sinar matahari tidak cukup menerangi seluruh bagian rumah terutama kamar
tampak kurang cahaya. Pada malam hari penerangan menggunakan listrik.
c. Sumber Air
Sumber air keluarga Ibu W berasal dari PAM yang digunakan untuk air minum, mandi dan
mencuci. Karakteristik air tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa.
d. Jamban keluarga dan Pembuangan Limbah
Rumah keluarga Ibu W tidak memiliki jamban sendiri dikamar mandi, jadi pembuangan jamban
di alirkan ke sungai. Sedangkan untuk mancuci pakaian dan cuci piring di lakukan di kamar
mandi dan hasil pembuangannya baik dari limbah dapur ataupun kamar mandi di alirkan ke
sungai yang berada di depan rumah.
e. Penataan Ruangan
Penataan rumah cukup rapi walaupun sedikit berantakan karena Ibu W memiliki anak kecil.
Penataannya teratur sesuai dengan fungsi ruangan. Pada ruang tamu dan ruang keluarga terdapat

kursi, televisi, meja makan sehingga ruang tamu dan ruang kekuarga menjadi satu. Dapur
terdapat di samping kamar tidur dan tidak begitu luas sedangkan kamar mandi berada disamping
dapur.
f. Lingkungan Sekitar Rumah
Lingkungan sekitar rumah agak kotor. Jarak antara satu rumah dengan rumah lain berdempetan,
terdapat tanaman sebagai penghijauan.
g. Pembuangan Sampah
Ibu W mengatakan biasa membuang sampah ke sungai. Ibu W mengatakan sebagian besar
penduduk sekitar membuang sampah ke sungai.
h. Sarana Transportasi
Ibu W mengatakan sarana transportasi yang di gunakan untuk berpergian adalah angkutan
umum, karena keluarga Bpk S tidak mempunyai kendaraan pribadi.
i. Fasilitas dan Sarana Kesehatan
Keluarga mengatakan jarak ke puskesmas dapat di tempuh dengan menggunakan kendaraan
umum, karena jarak cukup jauh sekitar 3 km, apabila ada anggota keluarga yang sakit maka
segera di bawa ke dokter atau rumah sakit.
2. Karakteristik tetangga dan komunitas
Ibu W mengatakan sebagian besar tetangganya warga asli bogor dan berasal dari suku sunda,
sebagian kecil merupakan pendatang. Ibu W mengatakan jarang berkumpul dengan tetangga
disekitar rumah karena tetangga Ibu W walaupun tetangga Ibu W masih merupakan saudara.
Mayoritas mata pencaharian tetangga sekitar rumah Ibu W adalah sebagai wiraswasta. Ibu W
mengatakan dilingkungannya terdapat kegiatan pengajian dilakukan dua kali dalam satu minggu.
Fasilitas umum yang terdapat dilingkungan rumah Ibu W yaitu terdapat mesjid, majlis talim,
PAUD, posyandu, dan posbindu.
3. Mobilitas geografis keluarga
Ibu W mengatakan sudah tinggal dirumahnya yang sekarang selama 3 tahun, sebelumnya
keluarga Bpk S tinggal di kelurahan pasir kuda namun di 05.
4. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat
Ibu W mengatakan jarang mengikuti kegiatan pengajian yang dilaksanakan di sekitar daerah
rumahnya. Ibu W juga sering berkumpul bersama saudara- saudaranya pada hari raya. Interaksi
yang terjalin antara Keluarga Bpk S dengan tetangganya sangat baik.
5. Sistem pendukung keluarga
Ibu W mengatakan bahwa keluarganya mempunyai kartu sehat yaitu jamsostek.
D. Struktur Keluarga
1. Pola komunikasi keluarga
Ibu W mengatakan keluarga biasa berkomunikasi menggunakan bahasa indonesia, jika ada
masalah di dalam keluarga maka anggota keluarga berdiskusi dan bermusyawarah untuk mencari
pemecahannya.
2. Struktur kekuatan keluarga

Ibu W mengatakan bahwa yang mengambil keputusan dalam segala hal adalah Bpk. S, Bpk. S
jarang menyelesaikan masalah sebelumnya bersama Ibu W.
3. Struktur peran
a. Bapak S : Sebagai kepala keluarga yaitu dalam mengambil keputusan keluarga dan sebagai
bapak dari kedua anaknya, membantu mencari nafkah untuk kebutuhan hidup sehari-hari.
b. Ibu W
: Sebagai ibu, mengatur dan mengurus rumah tangga dan keuangan serta mengurus
anak.
c. Anak A : Sebagai anak pertama adalah sebagai seorang pelajar..
d. Anak S : Sebagai anak kedua belum bersekolah karena masih balita, semuanya rajin dan
patuh terhadap perintah bapak serta ibunya.
4. Nilai dan norma budaya
Keluarga Bpk S dalam menghadapi masalah kesehatan selain membawa ke Dokter, keluarga juga
suka membawa ke rumah sakit. Dan keluarga memegang teguh nilai-nilai agama Islam, keluarga
juga ditekankan untuk menjaga silahturahmi dengan saudara-saudara dan tetangga setempat.
E. Fungsi Keluarga
1. Fungsi afektif
Ibu W selalu memberikan kasih sayang pada semua anaknya dan tidak membeda-bedakan.
Diantara anggota keluarga satu sama lainnya saling menyayangi. Hubungan keluarga terlihat
harmonis dan ikatan kekeluargaan sangat erat.
2. Fungsi sosial
Seluruh anggota keluarga Bpk S dapat bersosialisasi dikeluarga dengan akrab, juga sosialisasi
dengan tetangga maupun dengan masyarakat yang ada di wilayah tempat tinggal Bpk S.
3. Fungsi perawatan kesehatana. Mengenal Masalah Kesehatan
Ibu W mengatakan tidak mengetahui banyak tentang penyakit yang dialaminya. Ibu W hanya
mengetahui bahwa gastritis adalah sakit perut dan sering pusing jika kambuh. Ibu W juga tidak
mengetahui tentang penyakit yang dialami oleh An. S dan An. A, Ibu W hanya mengetahui
bahwa anaknya dua minggu kemarin sakit batuk dan pilek.
b. Mengambil Keputusan Untuk Mengatasi Masalah Keshatan
Bila ada masalah kesehatan yang dialami oleh keluarga, anggota keluarga yang lain mencoba
mengobati dengan membeli obat di apotek, bila di rasakan tidak mengalami perubahan keluarga
segera membawa anggota keluarga yang sakit ke dokter praktik yang ada di daerahnya atau
dibawa ke rumah sakit.
c. Kemampuan Keluarga Merawat Anggota Keluarga Dengan Gastritis
Keluarga mengatakan tidak mengetahui bagaimana cara merawat Ibu W dengan Gastritis, selama
ini hanya memberikan perhatian dan dukungan saja serta berdoa untuk kesembuhan Ibu W.
d. Kemampuan keluarga Memodifikasi Lingkungan

Keluarga mampu membuat suasana menjadi tenang, lingkungan rumah tertata rapi sesuai
tempatnya sehingga menurunkan resiko cedera dan kondisi rumah yang cukup bersih.
e. Kemampuan Keluarga Memanfaatkan Fasilitas Kesehatan
Ibu W jarang memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada, Ibu W lebih sering membawa anak
atau keluarganya jika sakit ke dokter praktek atau ke rumah sakit.
4. Fungsi Reproduksi
Ibu W mengatakan masih mnggunakan KB. KB yang digunakkan yaitu KB pil. Ibu W sudah
menggunakan KB Pil selama 3 tahun, sebelumnya Ibu W menggunakan KB suntik namun karena
tidak cocok akhirnya Ibu W memilih menggunakan KB Pil. Ibu W mempunyai dua orang anak,
satu orang laki-laki dan satu orang perempuan
5. Fungsi Ekonomi
Ibu W mengatakan dalam keluarga sumber penghasilan berasal dari Bpk S sebagai kepala
keluarga yang berkewajiban mencari nafkah.
F. Stress dan Koping Keluarga
1. Stressor jangka pendek
Ibu W mengatakan bila terasa sakit Ibu W segera meminum obat yang dibeli di apotek
.
2. Kemampuan keluarga berespon terhadap masalah
Ibu W mengatakan khawatir kepada anaknya yang bungsu karena anaknya baru berumur 16
bulan takut rentang dengan penyakit.
3. Strategi koping yang digunakan
Ibu W mengatakan hanya berpasrah diri kepada Allah SWT, berdoa agar cepat disembuhkan dari
penyakit yang dideritanyusaha menjaga kesehatan.
4. Strategi adaptasi disfungsional
Bila mendapatkan masalah keluarga Bpk. S tidak ada angtgota keluarga yang mempunyai
kebiasaan marah-marah, mengamuk, dan sebagainya dalam menghadapi masalah selalu
menyelesaikan dengan musyawarah segera agar masalah tidak bertumpuk.
G. Harapan Keluarga
Ibu W berharap bisa meningkatkan derajat hidup keluarganya dan derajat kesehatannya sehingga
dapat hidup sejahtera.
H. Pemeriksaan Fisik
No Jenis Pemeriksaan Bapak S
1
Tanda tanda vital Kesadaran Composmentis
TD : 120/80 mmHg.
Nadi : 80 x/menit.
RR: 22 x/menit.
Suhu : 360 C.
2
Kepala
Kulit kepala tidak ada lesi dan

Ibu W
Kesadaran Composmentis
TD : 110/80 mmHg.
Nadi : 76 x/menit.
RR : 22 x/menit.
Suhu 36,5 0 C.
Kulit kepala tidak ada lesi dan

An. A
Kesadaran Com
TD : Nadi : RR : Suhu : 36,40 C
Kulit kepala tid

tidak ada benjolan. Mata tidak


tidak ada benjolan. Mata tidak
tidak ada benjo
anemis, telinga tidak ada
anemis, telinga tidak ada
anemis, telinga
serumen, fungsi pendengaran baik, serumen, fungsi pendengaran baik, serumen, fungs
hidung tidak ada sekret, fungsi
hidung tidak ada sekret, fungsi
hidung tidak ad
penciuman baik, gigi tampak
penciuman baik, gigi tampak
penciuman baik
kuning, mukosa bibir lembab.
sedikit bersih, mukosa bibir
bersih, mukosa
lembab
3
Thorax dan fungsi Dada simetris, frekuensi napas
Dada simetris, frekuensi napas
Dada simetris,
pernapasan
22x/menit, bunyi dada vesikuler. 22x/menit, bunyi dada vesikuler. vesikuler.
4
Kulit
Kulit teraba hangat, turgor kulit Kulit teraba hangat, turgor kulit Kulit teraba han
elastic
elastis
5
Ekstremitas atas dan Ekstremitas atas dan bawah
Ekstremitas atas dan bawah
Ekstremitas ata
bawah
tampak normal, tidak ada edema, tampak normal, tidak ada edema, tampak normal
fungsi pergerakan baik
fungsi pergerakan baik
fungsi pergerak
III. Rencana Asuhan Keperawatan Keluarga
No.
1.

Dx. Perawatan

Rencana Keperawatan
Tujuan
Kurang pengetahuan ibu TUM :
W tentang penyakit
Nyeri teratasi
gastritis berhubungan
TUK 1 :
dengan ketidakmampuan Setelah diberikan
anggota keluarga
pendidikan kesehatan
mengenal masalah
selama 4 x 20 menit
kesehatan
diharapkan keluarga dapat :

Kriteria
Respon Verbal
Respon Verbal
Respon Verbal
Respon Verbal
Respon Verbal
Respon Verbal
Respon Verbal
Respon Verbal
Respon Verbal
1. Menyebutkan
pengertian gastritis Respon Verbal

TUK 2 :
Keluarga dapat
memutuskan tindakan
1. untuk mengatasi gastritis
1. Keluarga dapat
menyebutkan
komplikasi gastritis
TUK 3 :
Keluarga dapat merawat
anggota keluarga dengan
gastritis
1. Keluarga mampu
mengetahui jenis makanan

Standar
In
Gastritis adalah
peradangan yang terjadi
pada lapisan lambung
atau lapisan lambung
atau lapisan dalam
kantung nasi.
Penyebab gastritis yaitu :
1. Pola makan tidak
teratur
1. Sering makan
makanan yang
asam (nanas,
kedondong,
rujak. Dll)
1. Suka makan
makanan yang
pedas (sambal,
cabai, saos. Dll
1. Suka makan
makanan yang
banyak
mengandung gas

yang tidak diperbolehjan


bagi pasien yang terkena
gastritis
1. Keluarga dapat
menyebutkan cara
yang dapat
dilakukan untuk
mengatasi gejala
hipertensi
TUK 4 :
Keluarga mampu
memodifikasi lingkungan
yang sesuai untuk klien
hipertensi
TUK 5 :
Keluarga mampu
menggunakan fasilitas
kesehatan untuk mengatasi
hipertensi
1. keluarga dapat
menyebutkan
manfaat dan
kunjungan
kefasilitas kesehatan
Keluarga dapat
menyebutkan fasilitas
kesehatan apa saja yang ada
dimasyarakat

(kubis/kol, sawi,
nangka. Dll)
2. Suka minum kopi
3. Stress
4. Suka minuman
beralkohol
5. Kebiasaan
merokok
6. Kuman
Helicobacter
pylory
Tanda dan gejala dari
gastritis yaitu :
1. Nyeri ulu hati
2. Mual / muntah
3. Tekanan darah
menurun, pusing
4. Keringat dingin
5. Nadi cepat
6. Kadang berat
badan menurun
7. Nafsu makan
menurun
8. Perut terasa
kembung
Komplikasi gastritis :
1. Perdarahan
saluran cerna

1.
ke
ko
2.
ke
ko

1. Luka pada
dinding lambung
1. Kebocoran pada
dinding lambung
2. Gangguan
penyerapan
makanan
3. Kanker lambung
Keluarga dapat
mengambil keputusan
untuk mengatasi gastritis
Seperti pedas, asam dan
makanan bergas.
Cara untuk mengatasi
pencegahan hipertensi
yaitu :
Istirahat yang cukup,
lakukan pijatan pada
leher dan pnggung,
hindari stress, batasi
aktivitas
Lingkungan yang dapat
menurunkan stress :
Bicara masalah secara
terbuka, biasakan untuk
memendam masalah,
lakukan rekreasi bersama
keluarga, ciptakan
lingkungan yang tenang
Manfaat datang
kefasilitas kesehatan
yaitu:
Mendapatkan pelayanan
kesehatan dan
pendidikan kesehatan
Fasilitas kesehatan yang
digunakan oleh
masyarakat yaitu :
Puskesmas, Posyandu,
Dokter praktek swasta
dan Rumah Sakit

1
ke
ke
di
m

II. PERUMUSAN DIAGNOSAA. Analisa Data


No.
Data
Diagnosa Keperawatan
1.
Data Subjektif :
Kurang pengetahuan ibu W
2.
Ibu W mengatakan tidak mengetahui apa
tentang penyakit gastritis
yang dimaksud dengan Gastritis, Ibu W hanya berhubungan dengan
mengatakan bila perutnya nyeri, kembung
ketidakmampuan anggota
dan perih itu adalah magh.
keluarga mengenal masalah
Ibu W mengatakan makannya setelah terasa gastritis
laper saja
Resiko tinggi nyeri b.d
Ibu W mengatakan jarang sarapan pagi
ketidak mampuan keluarga
Data Onjektif :
merawat anggota keluarga
Tanda-tanda Vital :
dengan gastritis
TD : 110/80 mmHg.
Nadi : 76 x/menit.
RR : 22 x/menit.
Suhu 36,5 0 C.
Data Subjektif :
Saat dikaji Ibu W mengatakan 3 bulan yang
lalu sakit maghnya kambuh lagi hingga Ibu W
pingsan dan mengeluarkan darah karena
penyakitnya sudah kronis.
Ibu W mengatakan beberapa hari kemarin ulu
hatinya sakit.
Ibu W mengatakan perutnya terasa kembung
dan melilit.
Ibu W mengatakan bila perutnya terasa sakit
Ibu W tidak bisa melakukan apa-apa.
Ibu W mengatakan tidak mengetahui apa
yang dimaksud dengan Gastritis, ibu W hanya
mengatakan bila perutnya nyeri, kembung itu
adalah magh.
Data Objektif :
Tanda-tanda Vital :
TD : 110/80 mmHg.
Nadi : 76 x/menit.

RR : 22 x/menit.
Suhu 36,5 0 C.
1. B. Skoring
1. Kurang pengetahuan Ibu W b.d ketidakmampuan anggota keluarga mengenal
masalah gastritis
No.
1.

Kriteria
Perhitungan
Sifat masalah
3/3 x 1
Ancaman kesehatan

Skor
1

2.

Kemungkinan
2/2 x 2
masalah dapat diubah
Sebagian

3.

Kemungkinan
masalah dapat
dicegah
Cukup

2/3 x 1

2/3

4.

Menonjolnya
masalah
Berat harus segera
ditangani
Jumlah

2/2 x 1

Pembenaran
Masalah kurang pengetahuan
yang di alami oleh Ibu W
sudah terjadi.
Kemungkinan masalah untuk
diubah mudah karena dengan
pemberian pendidikan
kesehatan, kesadaran keluarga
untuk mencegah penyakit
gastritis.
Dengan mendidik dan
memotivasi juga melatih
keluarga merawat Ibu W
secara benar. Kemungkinan
masalah dapat dicegah.
Masalah kurang pengetahuan
harus segera ditangani untuk
mencegah komplikasi yang
lebih berat

4 2/3

1. Resiko tinggi nyeri b.d ketidak mampuan keluarga merawat anggota keluarga dengan
gastritis
No.
1.

Kriteria
Sifat masalah
Tidak/kurang sehat

Perhitungan
2/3 x 1

2.

Kemungkinan
2/2 x 2
masalah dapat diubah
Mudah

3.

Kemungkinan
masalah dapat

2/3

2/3 x 1

Skor
2/3

Pembenaran
Masalah resiko dapat menjadi
aktual jika tidak segera
ditangani.
Kemungkinan masalah untuk
diubah mudah karena dengan
pemberian pendidikan
kesehatan, kesadaran keluarga
untuk mencegah gastritis
Cukup, masalah gastritis
dapat diatasi dengan

4.

dicegah
Cukup
Menonjolnya
2/2 x 1
masalah
Masalah berat, harus
segera ditangani
Jumlah

pengobatan rutin
1

Masalah harus segera


ditangani untuk mencegah
komplikasi yang lebih berat.

3 4/3

1. C. DIAGNOSA KEPERAWATAN KELUARGA


1. Kurang pengetahuan Ibu W b.d ketidakmampuan anggota keluarga mengenal
masalah gastritis
2. Resiko tinggi nyeri b.d ketidak mampuan keluarga merawat anggota keluarga
dengan gastritis
IV.IMPLEMENTASI DAN EVALUASI
Tanggal No. Dx Implementasi
Evaluasi
Paraf
.
Sabtu, 1.
S:
24 April 1.
Membina
2010 1.
Keluarga
hubungan saling
Minggu
percaya
menjawab salam
,
dan mengerti atas
25April
tujuan yang
Mengucapkan
2010
diberikan serta
salam
Rabu,
menjawab salam
28 April
petugas kesehatan
Memperkenalkan
2010
diri dan
menjelaskan tujuan O :

Melakukan
pengkajian
masalah kesehatan
yang dihadapi
keluarga

Melakukan
pemeriksaan fisik

Mengevaluasi
pengkajian
membuat kontrak
waktu untuk

Keluarga tampak
percaya kepada
petugas kesehatan

Keluarga merasa
senang dengan
kedatangan
petugas

kesehatan
A:
Masalah teratasi
P:

Lanjutkan Intervensi
melaksanakan
TUK 1

Menjelaskan
pengertian gastritis

Menjelaskan
penyebab tanda
dan gejala gastritis

Mengevaluasi
TUK 1

Klien : keluarga
dapat
mmemahami
kedatangan
petugas kesehatan

Perawata : kontrak
waktu untuk
melanjutkan TUK
1

Keluarga
mengatakan sudah
mengerti tentang
gastritis,
penyebab, tanda
dan gejala gastritis

S:

Mendiskusikan
dengan keluarga
bagaimana cara
merawat anggota
keluarga yang
terkena penyakit
gastritis

O:
Menanyakan
kepada keluarga

tentang rencana
keluarga untuk
mengatasi gastritis

Mengajarkan pada
keluarga cara
mengompres perut
dengan air hangat
menggunakan
botol

Keluarga dapat
menjawab
pertanyaan
tentang pengertian
gastritis

Keluarga dapat
menyebutkan 3
dari 4 penyebab
gastritis

Keluarga dapat
menyebutkan 2
dari 4 tanda dan
gejala gastritis

A:
Masalah teratasi
P:
Lanjutkan intervensi

Klien : keluarga
dapat memahami
tentang penyakit
gastritis

Perawat : kontrak
waktu untuk
TUK 2

Keluarga
mengatakan jika
Ibu S sakit, ibu
Sminum obat
yang dibeli di
apotek atau ke
dokter

Ibu Smengatakan
ingin cepat
sembuh

Keluarga dapat
merawat anggota
keluarga yang
sakit gastritis

Keluarga dapat
memutuskan
untuk membawa
Ibu S periksa
ketempat berobat
terdekat

Keluarga dapat
merawat anggota
yang sakit

Keluarga dapat
melakukan cara
mengompres perut

S:

O:

dengan ir hangat
A:
Masalah teratasi
P:

Klien : dapat
memahami bila
ada anggota
keluarga yang
sakit maka segera
dibawa kefasilitas
kesehatan

Perawat : kontrak
waktu untuk TUK
3, TUK 4, TUK 5.

Semoga Bermanfaat.... Amien...


Artikel Yang Sama :
- See more at: http://asephermawanguntara.blogspot.com/2014/11/askep-keluarga-dengangastritis.html#sthash.aZz8P9ya.dpuf