You are on page 1of 5

HUBUNGAN MANUSIA DENGAN TANAH

Oleh : Fahmi CMD Widodo

Manusia Sebagai Mahluk Individu dan Sosial
Makhluk adalah segala sesuatu yang diciptakan oleh Tuhan. Manusia
adalah mahkluk Tuhan yang teridir dari jiwa dan raga, serta dikarunia akal
budi. Manusia adalah mahluk Tuhan yang berakal budi.
Istilah individu berarti satu kesatuan yang tidak dapat dibagi, arti
bahwa manusia mampu berdiri sendiri. Istilah sosial memiliki arti segala
sesuatu yang berkenaan dengan masyarakat, maksudnya manusia
membutuhkan manusia yang lain untuk berinteraksi dan kemudian
membentuk masyarakat.
Manusia

berinteraksi

dengan

manusia

lain

untuk

memenuhi

kebutuhan individunya. Interaksi yang kompleks tersebut membentuk
masyarakat.

Manusia

membentuk

dan

membutuhkan

masyarakat.

Masyarakat membutuhkan peran manusia. Suatu hubungan berjalin
berkelindan yang tidak dapat dipisahkan.
Dalam kehidupan sehari-hari yang dijalankan manusia suatu saat
pasti akan terjadi dilema dalam memutuskan yang mana lebih penting
antara

kepentingan

Kepentingan

individu

individu

dengan

kadang

kepentingan

berbenturan

dengan

masyarakat.
kepentingan

masyarakat. Kedua hal tersebut sama-sama penting dan kita tidak pernah
bisa lepas dari dua hal tersebut karena manusia merupakan bagian dari
masyarakat dan individu serta makhluk sosial juga. Bertolak dari dilema
ini lahirlah paham-paham yang menjelaskan sudut pandang masingmasing dalam meresponnya, yakni :
1. Individualisme : Individualisme adalah paham yang memandang
manusia sebagai makhluk individu yang bebas dan terlepas dari manusia
yang lain. Kebebasan individu menjadi pondasi setiap nilai yang lahir.
Lebih jauh individualisme menghasilkan liberalisme.
disebut

juga

ideologi

individualisme

liberal.

Paham ini bisa

Liberalisme

menjamin

kepemilikan perorangan. Kepemilikan sepenuhnya berada pada milik

Paper Administrasi dan Kebijakan Pertanahan

Hal 1

Sosialisme radikal menghasilkam marxisme dan komunisme. Hak-hak individu sebagai hak dasar hilang. Oleh karenanya bisa jadi BPN akan berarti : Badan Perlahanan Nasional. sebagai hasil kerja interaksi antar iklim. di kalangan BPN yang disebut tanah lebih cenderung tanah dengan makna sebagai ruang atau space. lebar dan dalam). Sosialisme mengharapkan terbentuknya masyarakat yang adil. ha.pribadi. dst. selaras. Itu sebabnya ada sebagian yang mengatakan bahwa istilah yang tepat untuk tanah sebagai ruang adalah lahan. tanah sebagai sebuah massa atau media biasa dikenal sebagai soil. Kedudukan individu hanyalah objek dari masyarakat. bebas. dan sejahtera bebas dari penguasaan individu atas hak milik dan alat-alat produksi.) tanah sebagai ruang / space di permukaan bumi yang digunakan oleh manusia untuk melakukan segala aktivitasnya (satuan ukur : m2. m3. Hak-hak individu timbul karena keanggotaannya dalam suatu komunitas atau kelompok. Sedangkan sebagai massa atau media tanam lebih tepat disebut tanah. Mengapa Paper Administrasi dan Kebijakan Pertanahan Hal 2 .) tanah sebagai media alami bagi pertumbuhan tumbuh-tumbuhan (satuan ukur : n/a) Ditinjau dari segi bahasa. Lebih mementingkan kepentingan individu dan diri sendiri. kg. Arsyad menyatakan tanah memiliki tiga makna : - tanah sebagai bahan hancuran iklim yang berasal dari batuan dan bahan organik yang diperlukan sebagai bahan galian atau tambang dan galian. aktifitas organisme. Sosialisme : Sosialisme menekankan kepada kepentingan masyarakat. bahkan induk dan relief selama kurun waktu tertentu. Namun kenyataannya tidak demikian. Fenomena persaingan bebas benar-benar diakomodir secara luas. - dst. Sementara makna tanah sebagai entitas ruang dikenal sebagai land. Dalam makna ini tanah dinyatakan dengan satuan berat (satuan - ukur : ton. terletak di bagian paling atas kulit bumi dan memiliki sifat-sifat yang berbeda dengan bagian dibawahnya. 2. Definisi Tanah Dokuchaiev menyatakan bahwa tanah adalah benda alami dengan 3 dimensi (panjang.

dibelani nganti tumekaning pati”. Makna Tanah Bagi Manusia Peran penting tanah dalam kehidupan manusia : untuk tempat tinggal dan tempat melakukan kegiatan. senyari bumi. Sebagaimana sifat alamiah manusia membutuhkan tanah sebagai tempat berkativitas dan mencari penghidupan. Perang mengusir penjajah Belanda didasari semangat juang jihad / spiritual. Tanah bagi masyarakat Indonesia jelas memiliki nilai sipiritual yang dalam dan mengakar. tempat tumbuhnya vegetasi yang sangat berkembangnya berguna bagi hewan yang kepentingan sangat hidup berguna manusia. Yang terjemahan bebasnya kira-kira : meskipun tanah cuma seluas jidat atau seukuran jari. yakni : “sedhumuk bathuk. Paper Administrasi dan Kebijakan Pertanahan Hal 3 . dengan demikian segala kepemilikan tidak hanya secara individu melainkan secara berkelompok baik berupa tanah.dikatakan cenderung. emosional dan spiritual. akan tetap dibela penguasaannya sampai titik darah penghabisan. Sedemikian eratnya hingga melahirkan bentuk hubungan yang lebih kuat yakni : sosial. secara alamiah hidup berkelompok. Dalam hal ini aspek spiritual terlihat jelas perannya. karena tidak selalu berarti demikian ada beberapa kegiatan di BPN berkaitan dengan tanah sebagai massa atau media tanam. Bangsa Belanda pernah merasakan betapa kerasnya perlawanan rakyat Indonesia dalam perjuangan merebut kemerdekaan yang pada dasarnya merebut kembali tanah kelahirannya. contohnya : survei kemampuan tanah. maka hubungan manusia dan tanah adalah tidak dapat terpisahkan. meskipun mahluk individu. mata air. bagi tempat manusia dan mengandung barang tambang atau bahan galian yang berguna bagi manusia. Fungsi Sosial dan Ekonomi Tanah Manusia. Ada pepatah Jawa yang menggambarkan betapa emosionalnya hubungan tanah dengan manusia yang mendiami di atasnya.

peminjaman dan jualbeli. Adanya pengakuan negara terhadap hak atas tanah yang dapat dikuasai oleh perseorangan atau badan hukum menandakan negara mengakui warganya sebagai individu yang berhak memiliki tanah namun dalam koridor kebangsaan. Filosofi kepemilikan tanah dalam UUPA adalah bahwa tanah milik bangsa. Maka hukum lahir mengatur hal-hal berkaitan batasan hak dan kewajiban individu manusia terhadap tanah. Namun yang pasti adalah bahwa UUPA adalah tonggak sejarah unifikasi hukum tanah Indonesia. Sehinnga dalam UUPA diakui adanya hak atas tanah : Hak Milik (HM). Hak Guna Usaha (HGU) dan Wakaf. Lebih jauh muncullah mekanisme pertukaran. Manusia berkelompok sekaligus mahluk individu. Umum difahami UUPA bukanlah awal dan pasti akan terus berkembang. Lahir sebagai bagian dari proses panjang sejarah legal aspek pertanahan Indonesia. tanah yang ditanami oleh kelompok maka akan dikuasai secara bergantian atau berkelompok. Hak Pakai (HP). Aspek Legal Hubungan Manusia dengan Tanah Tahun 1960 lahirlah Undang-undang Nomor 5 yang dikenal dengan Undang-undang Pokok Agraria (UUPA). Hal ini menciptakan situasi permintaan dan penawaran (demand and supply). dikuasai negara. Pada fase inilah muncul konflik. Konflik membutuhkan perangkat pengadil.maupun area perkebunan. kebutuhan individu berbeda satu sama lain. rakyat bisa memiliki dengan hak menguasasi dari negara. Sifat alamiah manusia hidup berkelompok tersebut tidak menafikkan kenyataan bahwa manusia juga individu yang membutuhkan pengakuan eksistensi diri dalam hal kepemilikan benda atau yang lainnya. Hak Guna Bangunan (HGB). Setelah mengetahui bahwa fungsi tanah bisa diperjual belikan bahkan bisa untuk dibarter atau dihibahkan maupun diwasiatkan maka fungsi tanah berubah mempunyai nilai ekonomi. Paper Administrasi dan Kebijakan Pertanahan Hal 4 .

tidak mengganggu hak-hak orang lain. Paper Administrasi dan Kebijakan Pertanahan Hal 5 . tidak melanggar ketertiban umum. Kepemilikan tersebut semestinya memenuhi unsur-unsur : tidak bertentangan dengan Undang-Undang.Adanya peraturan pertanahan mengandung arti dengan diberikannya hak atas tanah bagi perseorangan atau badan hukum membawa konsekuensi hak dan kewajiban serta ijin dan larangan.