You are on page 1of 17

Akseptor kb

anggota masyarakat yang mengikuti gerakan KB dengan melaksanakan penggunaan alat
kontrasepsi. Akseptor KB menurut sasarannya terbagi menjadi tiga fase yaitu fase menunda
atau mencegah kehamilan, fase penjarangan kehamilan dan fase menghentikan atau
mengakhiri kehamilan atau kesuburan. Akseptor KB lebih disarankan untuk Pasangan Usia
Subur (PUS) dengan menggunakan alat kontrasepsi. Karena pada pasangan usia subur inilah
yang lebih berpeluang besar untuk menghasilkan keturunan dan dapat meningkatkan angka
kelahiran. b. Macam-macam Akseptor KB Akseptor keluarga berencana yang diikuti oleh
pasangan usia subur dapat dibagi menjadi tiga macam : 1) Akseptor atau peserta KB baru,
yaitu Pasangan Usia Subur yang pertama kali menggunakan kontrasepsi setelah mengalami
kehamilan yang berakhir dengan keguguran atau persalinan. 2) Akseptor atau peserta KB
lama, yaitu peserta yang masih menggunakan kontrasepsi tanpa diselingi kehamilan. 3)
Akseptor atau peserta KB ganti cara, yaitu peserta KB yang ganti pemakaian dari suatu
metode kontrasepsi ke metode kontrasepsi lainnya.
IUD

IUD (Intra Uterine Device) adalah alat kecil terdiri dari bahan plastik yang lentur yang
dimasukkan ke dalam rongga rahim, yang harus diganti jika sudah digunakan selama periode
tertentu. IUD merupakan cara kontrasepsi jangka panjang. Nama populernya adalah spiral.
Jenis-jenis IUD di Indonesia
a. Copper-T
IUD berbentuk T, terbuat dari bahan polyethelene di mana pada bagian vertikalnya diberi lilitan
kawat tembaga halus. Lilitan kawat tembaga halus ini mempunyai efek antifertilisasi (anti
pembuahan) yang cukup baik. IUD bentuk T yang baru
IUD ini melepaskan lenovorgegestrel dengan konsentrasi yang rendah selama minimal lima
tahun. Dari hasil penelitian menunjukkan efektivitas yang tinggi dalam mencegah kehamilan yang
tidak direncanakan maupun perdarahan menstruasi. Kerugian metode ini adalah tambahan
terjadinya efek samping hormonal dan amenorhea.
b. Copper-7
IUD ini berbentuk angka 7 dengan maksud untuk memudahkan pemasangan. Jenis ini
mempunyai ukuran diameter batang vertikal 32 mm dan ditambahkan gulungan kawat tembaga
(Cu) yang mempunyai luas permukaan 200 mm , fungsinya sama seperti halnya lilitan tembaga
halus pada jenis Copper-T.
2

c. Multi Load
IUD ini terbuat dari dari plastik (polyethelene) dengan dua tangan kiri dan kanan berbentuk sayap
yang fleksibel. Panjangnya dari ujung atas ke bawah 3,6 cm. Batangnya diberi gulungan kawat
tembaga dengan luas permukaan 250 mm atau 375 mm untuk menambah efektivitas. Ada 3
ukuran multi load, yaitu standar, small (kecil), dan mini.
2

2

d. Lippes Loop
IUD ini terbuat dari bahan polyethelene, bentuknya seperti spiral atau huruf S bersambung. Untuk

tipe B 27. Indikasi Prinsip pemasangan adalah menempatkan IUD setinggi mungkin dalam rongga rahim (cavum uteri). Lippes Loopmempunyai angka kegagalan yang rendah. Pemeriksaan selanjutnya dilakukan setiap enam bulan sekali. Kegagalan rata-rata 0. sebab terbuat dari bahan plastik. Cu T 380A dapat untuk 8 tahun . Yang boleh menggunakan IUD adalah:  Usia reproduktif  Keadaan nulipara  Menginginkan menggunakan kontrasepsi jangka panjang  Perempuan menyusui yang menginginkan menggunakan kontrasepsi  Setelah melahirkan dan tidak menyusui  Setelah mengalami abortus dan tidak terlihat adanya infeksi  Risiko rendah dari IMS  Tidak menghendaki metoda hormonal  Tidak menyukai mengingat-ingat minum pil setiap hari  Tidak menghendaki kehamilan setelah 1 – 5 hari senggama  Perokok  Gemuk ataupun kurus Pemasangan IUD dapat dilakukan oleh dokter atau bidan yang telah dilatih secara khusus. Saat pemasangan yang paling baik ialah pada waktu mulut peranakan masih terbuka dan rahim dalam keadaan lunak.8 kehamilan per 100 pemakai wanita pada tahun pertama pemakaian. Misalnya. (efektivitasnya 92-94%) dan tidak perlu diingat setiap hari seperti halnya pil. Yang banyak dipergunakan dalam program KB masional adalah IUD jenis ini Cara Kerja  Menghambat kemampuan sperma untuk masuk ke tuba falopii  Mempengaruhi fertilisasi sebelum ovum mencapai kavum uteri  IUD bekerja terutama mencegah sperma dan ovum bertemu.5 mm 9 (benang hitam). Tipe Multiload dapat dipakai sampai 4 tahun. tipe C berukuran 30 mm (benang kuning). lalu setiap bulan selama tiga bulan berikutnya. Kontraindikasi . Tipe A berukuran 25 mm (benang biru). 40 hari setelah bersalin dan pada akhir haid.meudahkan kontrol. benang putih) untuk tipe D. Keuntungan lain dari pemakaian spiral jenis ini ialah bila terjadi perforasi jarang menyebabkan luka atau penyumbatan usus. Pemeriksaan secara berkala harus dilakukan setelah pemasangan satu minggu. dan 30 mm (tebal. dipasang benang pada ekornya. walaupun IUD membuat sperma sulit masuk ke dalam alat reproduksi perempuan dan mengurangi sperma untuk fertilisasi Efektifitas IUD sangat efektif. Lippes Loopterdiri dari 4 jenis yang berbeda menurut ukuran panjang bagian atasnya. Nova T dan Copper T 200 (CuT-200) dapat dipakai 3-5 tahun.

Pada saat pemasangan. karena biasanya setelah itu keluhan akan hilang dengan sendrinya. dan kanker rahim. karena ini juga bisa menimbulkan rasa nyeri dibagian perut. 0. Tetapi apabila setelah 3 bulan keluhan masih berlanjut. perdarahan di Leher rahim. sebaiknya ibu tidak terlalu tegang. Perdarahan vagina yang tidak diketahui Sedang menderita infeksi alat genital (vaginitis. Aman untuk ibu menyusui – tidak      mengganggu kualitas dan kuantitas ASI Dapat dipasang segera setelah melahirkan atau abortus (apabila tidak terjadi infeksi) Dapat digunakan sampai menopause Tidak ada interaksi dengan obat-obat Membantu mencegah kehamilan ektopik Setelah IUD dikeluarkan. Tapi tidak perlu dirisaukan benar. Perlindungan terhadap kanker ini setara dengan menggunakan alat kontrasepsi secara oral. Dan harus segera ke klinik jika: .  Sangat efektif. New Orleans.Yang tidak diperkenankan menggunakan IUD adalah    Belum pernah melahirkan Adanya perkiraan hamil Kelainan alat kandungan bagian dalam seperti: perdarahan yang tidak normal dari alat     kemaluan. dianjurkan untuk memeriksanya ke dokter.8 kehamilan/100 perempuan dalam 1 tahun pertama (1 kegagalan    dalam 125 – 170 kehamilan). Ini bisa berjalan selama 3 bulan setelah pemasangan. Pencegah kehamilan jangka panjang yangAMPUH. paling tidak 10 tahun IUD dapat efektif segera setelah pemasangan Metode jangka panjang (10 tahun proteksi dari CuT-380A dan tidak perlu diganti) Tidak mempengaruhi hubungan seksual.6 – 0. Hubungan intim jadi lebih nyaman karena rasa   aman terhadap risiko kehamilan Tidak ada efek samping hormonal dengan CuT-380A Tidak mempengaruhi kualitas dan volume ASI. IUD mampu mengurangi risiko kanker endometrium hingga 40 persen. beberapa ibu mungkin mengeluh merasa nyeri dibagian perut dan pendarahan sedikit-sedikit (spoting). David mengatakan. bisa langsung subur Kerugian Setelah pemasangan. servisitis) Tiga bulan terakhir sedang mengalami atau sering menderita PRP atau abortus septik Kelainan bawaan uterus yang abnormal atau tumor jinak rahim yangdapat mempengaruhi     kavum uteri Penyakit trofoblas yang ganas Diketahui menderita TBC pelvik Kanker alat genital Ukuran rongga rahim kurang dari 5 cm Laporan tersebut diungkapkan dalam pertemuan di The American College of Obstetricians and Gynecologist.

Mengalami keterlambatan haid yang disertai tanda-tanda kehamilan: mual. 4. 3. Terdapat tanda-tanda infeksi. Terjadi pendarahan yang lebih banyak (lebih hebat) dari haid biasa.    perdarahan berat pada waktu haid atau diantaranya yang memungkinkan penyebab anemia. Sakit. termasuk pemeriksaan pelvik diperlukan dalam pemasangan IUD Sedikit nyeri dan perdarahan (spotting) terjadi segera setelah pemasangan IUD. saat haid lebih sakit  Komplikasi lain: merasa sakit dan kejang selama 3 sampai 5 hari setelah pemasangan. semisal keputihan. Segeralah pergi kedokter jika anda menemukan gejala-gejala diatas. perdarahan antar mensturasi. perforasi dinding uterus (sangat jarang apabila pemasangan benar) Tidak mencegah IMS termasuk HIV/AIDS Tidak baik digunakan pada perempuan dengan IMS atau yang sering berganti pasangan Penyakit radang panggul terjadi sesudah perempuan dengan IMS memakai IUD. mengigil.1. Pendeknya jika ibu merasa tidak sehat. 2. suhu badan meningkat. pada saat melakukan senggama. Waktu Pemasangan Pemasangan IUD sebaiknya dilakukan pada saat :      2 sampai 4 hari setelah melahirkan 40 hari setelah melahirkan setelah terjadinya keguguran hari ke 3 haid sampai hari ke 10 dihitung dari hari pertama haid menggantika metode KB lainnya Waktu Pemakai Memeriksakan Diri  1 bulan pasca pemasangan . muntahmuntah. haid lebih lama dan banyak. misalnya diperut. Biasanya   menghilang dalam 1 – 2 hari Klien tidak dapat melepas IUD oleh dirinya sendiri. pusing. dan lain sebagainya. Efek Samping dan Komplikasi  Efek samping umum terjadi: perubahan siklus haid. PRP dapat   memicu infertilitas Prosedur medis. Petugas terlatih yang dapat melepas Mungkin IUD keluar dari uterus tanpa diketahui (sering terjadi apabila IUD dipasang  segera setelah melahirkan) Tidak mencegah terjadinya kehamilan ektopik karena fungsi IUD mencegah kehamilan  normal Perempuan harus memeriksa posisi benang IUD dari waktu ke waktu.

pemakaian IUD harus dihentikan. ada pula yang tidak. terdiri dari plastik (polietiline). Selanjutnya kembali sedikit selama beberapa hari.wordpress.Cu T 200 B = Berbentuk huruf T yang batangnya dililit tembaga (Cu) dengan kandungan tembaga. Selain hal di atas. 2) Cara Kerjanya. . Tetapi. . pada permulaan haid darah yang keluar jumlahnya lebih sedikit daripada biasa. keputihan dan infeksi juga dapat timbul selama pemakaian IUD.Meninggikan getaran saluran telur sehingga pada waktu blastokista sampai ke rahim.    3 bulan kemudian setiap 6 bulan berikutnya bila terlambat haid 1 minggu perdarahan banyak atau keluhan istimewa lainnya Keluhan-keluhan pemakai IUD Keluhan yang dijumpai pada penggunaan IUD adalah terjadinya sedikit perdarahan. Pengaruh lainnya terjadi pada perangai haid. Ada yang dililit tembaga (Cu). yang batangnya dililit tembaga.com Adalah suatu alat kontrasepsi yang dimaksukkan ke dalam rahim yang bentuknya bermacammacam. sumber: ilmukeperawatan. 1) Jenis-jenis AKDR yang beredar. . a) IUD Generasi pertama : Berbentuk spiral atau huruf S ganda terbuat dari plastik (polyethiline). serta rasa tidak enak pada perut bagian bawah. . Kemungkinan lain yang terjadi adalah kejang rahim (uterine cramp). jika perdarahan berlangsung terus-menerus dalam jumlah banyak.Ml Cu 250 = Berbentuk 2/3 lingkaran ellip yang bergerigi yang batangnya dililit tembaga. c) IUD Genersi ketiga : .Ml Cu 375 = Batangnya dililit tembaga berlapis perak. Selain itu ada pula yang batangnya berisi hormon progresteron. Hal ini karena terjadi kontraksi rahim sebagai reaksi terhadap IUD yang merupakan benda asing dalam rahim. b) IUD Generasi kedua : . Misalnya.Nova T = Batang dan lengannya dililit tembaga.Cu 7 = Berbentuk angka 7. bisa juga disertai dengan mules yang biasanya hanya berlangsung tiga hari. Dengan pemberian obat analgetik keluhan ini akan segera teratasi. kemudian secara mendadak jumlahnya menjadi banyak selama 1-2 hari. tetapi adapula yang dililit dengan tembaga bercampur perak (Ag). .Cu T 350 A = Berbentuk huruf T dengan lilitan tembaga yang lebih banyak dan perak. .

. Indikasi pemakaian : Merupakan cara KB efektip terpilih yang sangat diprioritaskan pemakaiannya pada ibu fase menjarangkan kehamilan dan mengakhiri kesuburan.Peradangan alat kelamin . sehingga terjadi serbukan sel darah putih (lekosit). .Puskesmas.Kelainan bawaan rahim Tempat pelayanan : . Kontra indikasi dan tempat pelayanan. aman untuk jangka panjang dan kembalinya kesuburan cukup tinggi. ML Cu 250 sebagai generasi kedua dipakai selama 3-4 th. . angka kegagalan berkisar 1% .Dokter/bidan swasta. . ekonomis.Menimbulkan reaksi jasringan. 4) Efektifitas dan keuntungan AKDR : a) Efektifitas AKDR tinggi.endometrium belum siap untuk menerima nidasi hasil konsep (blastokista).IUD Generasi ketiga antara lain Cu T 380 A. 3) Indikasi.Cu T 200 B. . Kontraindikasi : .Praktis. kecuali bila ada keluhan. yang melarutkan blastokista. b) Keuntungan. mudah dikontrol. . .Kecurigaan tumor ganas di alat kelamin.lilitan logam menyebabkan reaksi anti fertilitas.Klinik KB. . .Kehamilan. Cu 7.Gangguan perdarahan . ML Cu 380 selama 5 th.Lippes loop sebagai generasi pertama dipakai selama diinginkan. .Rumah sakit.Tumor jinak rahim . .

Manakala terjadi perdarahan/keputihan/nyeri dll segera konsultasikan dengan dokter anda http://www.id/bkkbn-jatim/html/akdr.bkkbn-jatim. 5) Efek samping dan penanggulangannya.htm PX BIMANUAL DAN ADNEXA DAN PAP SMEAR Buku Ajar Diagnostik Fisik Mark H..go.Tidak dipengaruhi faktor lupa seperti pil. Swartz EGC .

.

sehingga serviks akan tampak merah. bisa juga karena rangsangan zat kimia /alat tertentu. perforasi ulkus duodeni. (Mansjoer. Penyebabnya bisa karena infeksi dengan kuman-kuman atau virus. enteritis regional. Erosi serviks dapat menjadi tanda awal dari kanker serviks. ileitis akut. umumnya disebabkan oleh infeksi. Jaringan endoserviks ini berwarna merah dan granuler. makrofag. Pasien mengalami penurunan tensi menjadi 100/70 mmHg (hipotensi) karena.2 Patofisiologi Proses terjadinya erosi portio dapat disebabkan adanya rangsangan dari luar misalnya AKDR. 2001) Suhu pasien pun menjadi tinggi yaitu 39⁰C. pada apendisitis yang telah mengalami perforasi terjadi kenaikan suhu tubuh. Erosi porsio atau disebut juga dengan erosi porsio adalah hilangnya sebagian / seluruh permukaan epitel squamous dari serviks. appendix vermiformis. divertikulitis Meckeli. ovarium dextra Iliaca/ inguinal sinistra : colon sigmoidea. . sel tersebut akan mengeluarkan IL-1 ke dalam cairan tubuh dan disebut pirogen endogen. Erosi portio adalah suatu proses peradangan atau suatu luka yang terjadi pada daerah porsio serviks uteri (mulut rahim). Penyebabnya bisa karena infeksi dengan kuman-kuman atau virus. erosi dan terinfeksi. salpingitis akut. kehamilan ektopik terganggu dan kista ovarium terpuntir. Komplikasi dari apendisitis adalah peritonitis abses apendiks dan abses subfrenikus serta fokal sepsis intraabdominal lain. . Biasanya. Hal ini merupakan reaksi radang non spesifik sehingga menimbulkan sekresi sekret vagina yang meningkat dan menyebabkan kerentanan sel superfisialis dan terjadilah erosi portio. Apabila sel-sel tersebut melakukan fagositosis.Iliaca/ inguinal dextra : caecum. erosi dan terinfeksi. Jaringan yang normal pada permukaan dan atau mulut serviks digantikan oleh jaringan yang mengalami inflamasi dari kanalis serviks.1. amubiasis.Diagnosis banding apendisitis adalah gastroenteritis akut. IL-1 menginduksi pembentukan prostaglandin yang akan menstimulus hipotalamus sebagai pusat termoregulator untuk meningkatkan temperature tubuh dan terjadilah demam. Jaringan yang normal pada permukaan dan atau mulut serviks digantikan oleh jaringan yang mengalami inflamasi dari kanalis serviks. Erosi porsio dapat menjadi tanda awal dari kanker serviks. hal ini terjadi karena terjadinya reaksi inflamasi pada tubuh pasien sehingga sistem pertahanan tubuh berupa lekosit. Jaringan endoserviks ini berwarna merah dan granuler. kolik ureter. sehingga serviks akan tampak merah. AKDR yang mengandung polyethilien yang sudah berkarat membentuk ion Ca. umumnya disebabkan oleh infeksi. adenitis mesenterium. Pasien juga mengalami takipneu akibat metabolisme yang meningkat membuat kebutuhan O2 menjadi meningkat sehingga meningkatkan frekuensi nafas. bisa juga karena rangsangan zat kimia /alat tertentu. ovarium sinistra EROSI PORTIO Erosi portio adalah suatu proses peradangan atau suatu luka yang terjadi pada daerah porsio serviks uteri (mulut rahim). Frekuensi nadi pun menjadi 120x/menit (takikardi) karena suhu tubuh yang tinggi dapat meningkatkan derajat metabolisme nodus sinus sehingga eksitabilitas dan iramanya meningkat. Obstruksi intestinal juga dapat terjadi akibat perlengketan. 2. Erosi porsio atau disebut juga dengan erosi serviks adalah hilangnya sebagian / seluruh permukaan epitel squamous dari serviks. dan sel mast akan bekerja.

dengan adanya infeksi dapat kuman masuk dan menyebabkan infeksi.2 Patofisiologi Proses terjadinya erosi portio dapat disebabkan adanya rangsangan dari luar misalnya AKDR. bisa juga karena rangsangan zat kimia /alat tertentu. Dengan adanya infeksi dapat menyebabkan epitel portio menipis sehingga mudah menggalami erosi porsio. ditemukan ovulasi nabothi (Winkjosastro. 2005). ostium uteri eksternum tampak kemerahan. dengan adanya infeksi dapat kuman masuk dan menyebabkan infeksi. Jaringan yang normal pada permukaan dan atau mulut serviks digantikan oleh jaringan yang mengalami inflamasi dari kanalis serviks. sekred juga bercampur dengan nanah. salpingitis. sekred juga bercampur dengan nanah. Penyebabnya bisa karena infeksi dengan kuman-kuman atau virus. erosi dan terinfeksi. ostium uteri eksternum tampak kemerahan. Bisa juga dari gesekan benang AKDR yang menyebabkan iritasi lokal sehingga menyebabkan sel superfisialis terkelupas dan terjadilah erosi portio. AKDR yang mengandung polyethilien yang sudah berkarat membentuk ion Ca. yang ditandai dengan sekret bercampur darah. AKDR juga dapat menyebabkan bertambahnya volume dan lama haid. Selain dan personal hygiene yang kurang. Darah merupakan media subur untuk masuknya kuman dan menyebabkan infeksi. ditemukan ovulasi nabothi (Winkjosastro. Dari posisi AKDR yang tidak tepat menyebabkan reaksi radang non spesifik sehingga menimbulkan sekresi sekret vagina yang meningkat dan menyebabkan kerentanan sel superfisialis dan terjadilah erosi portio.1. Jaringan endoserviks ini berwarna merah dan granuler. metrorrhagia. 2. Dengan adanya infeksi dapat menyebabkan epitel portio menipis sehingga mudah menggalami erosi porsio. Darah merupakan media subur untuk masuknya kuman dan menyebabkan infeksi. termasuk tuba fallopi dan ovarium. Dari posisi AKDR yang tidak tepat menyebabkan reaksi radang non spesifik sehingga menimbulkan sekresi sekret vagina yang meningkat dan menyebabkan kerentanan sel superfisialis dan terjadilah erosi portio. Dari semua kejadian erosi portio itu menyebabkan tumbuhnya bakteri patogen. Adnexa adalah jaringan yang berada di sekitar rahim. Dari semua kejadian erosi portio itu menyebabkan tumbuhnya bakteri patogen. kemudian bereaksi dengan ion sel sehat PO4 sehingga terjadi denaturasi / koalugasi membaran sel dan terjadilah erosi portio. Erosi porsio dapat menjadi tanda awal dari kanker serviks. metrorrhagia. salpingo-oophoritis Gejala: • Kram atau nyeri perut bagian bawah yang tidak berhubungan dengan haid(bukan pre menstrual syndrome) . bila sampai kronis menyebabkan metastase keganasan leher rahim. ADNEXITIS Adnexitis adalah infeksi atau radang pada adnexa rahim. sehingga serviks akan tampak merah. Bisa juga dari gesekan benang AKDR yang menyebabkan iritasi lokal sehingga menyebabkan sel superfisialis terkelupas dan terjadilah erosi portio. Selain dan personal hygiene yang kurang. umumnya disebabkan oleh infeksi. 2005). bila sampai kronis menyebabkan metastase keganasan leher rahim. Erosi porsio atau disebut juga dengan erosi porsio adalah hilangnya sebagian / seluruh permukaan epitel squamous dari serviks. parametritis. Istilah lain dari adnexitis antara lain: pelvic inflammatory disease. AKDR juga dapat menyebabkan bertambahnya volume dan lama haid. Erosi portio adalah suatu proses peradangan atau suatu luka yang terjadi pada daerah porsio serviks uteri (mulut rahim).kemudian bereaksi dengan ion sel sehat PO4 sehingga terjadi denaturasi / koalugasi membaran sel dan terjadilah erosi portio. yang ditandai dengan sekret bercampur darah.

Selain itu juga sebagai akibat dari beberapa tindakan. Penularan yang utama terjadi melalui hubungan seksual. Infeksi ini jarang terjadi sebelum siklus menstruasi pertama. Penyebab lainnya yang lebih jarang terjadi adalah: • Aktinomikosis (infeksi bakteri) • Skistosomiasis (infeksi parasit) • Tuberkulosis. • Penyuntikan zat warna pada pemeriksaan rontgen khusus. gonore. stafilokokus. atau menjalar dari jaringan-jaringan di sekitarnya. aborsi dan biopsi endometrium). tetapi juga bisa datang dari tempat ekstra vaginal lewat jalan darah. seperti kerokan. Diantara sebab yang paling banyak adalah infeksi gonorrhea(kencing nanah) dan Chlamidia. persalinan. mikoplasma. Peradangan biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri. Faktor resiko terjadinya PID: • Aktivitas seksual pada masa remaja • Berganti-ganti pasangan seksual • Pernah menderita PID • Pernah menderita penyakit menular seksual .• Menorrhagia • Keluar cairan kental berwarna kekuningan dari vagina • Nyeri saat berhubungan intim • Demam • Nyeri punggung • Keluhan saat buang air kecil Penyebab Radang atau infeksi ini biasanya akibat infeksi yang menjalar ke atas dari uterus. streptokokus). 90-95% kasus PID disebabkan oleh bakteri yang juga menyebabkan terjadinya penyakit menular seksual (misalnya klamidia. pemasangan IUD dan perluasan radang dari alat yang letaknya tidak jauh seperti appendiks. setelah menopause maupun selama kehamilan. laparotomi. dimana bakteri masuk melalui vagina dan bergerak ke rahim lalu ke tuba falopii. serta infeksi setelah aborsi dan masa nifas. tetapi bakteri juga bisa masuk ke dalam tubuh setelah prosedur kebidanan/kandungan (misalnya pemasangan IUD. keguguran.

ini dilakukan jika terapi secara konvensional (pemberian antibiotik) tidak berhasil.2. Keadaan gawat ini dapat terjadi apabila kehamilan ektopik terganggu. maka terjadilah kehamilan ektopik. Keadaan uterus yang mengalami hipoplasia dan saluran tuba yang berkelok-kelok panjang dapat menyebabkan fungsi silia tuba tidak berfungsi dengan baik. sehingga tidak terinfeksi terus menerus. Jika terinfeksi penyakit ini melalui hubungan seksual.2 Etiologi Menurut Sarwono dalam buku Ilmu Kebidanan (2008). Ada pun faktor-faktor penyebab kehamilan ektopik. 2. Juga pada keadaan pascaoperasi rekanalisasi tuba dapat merupakan . Faktor tuba Adanya peradangan atau infeksi pada tuba menyebabkan lumen tuba menyempit dan buntu. Terapi Penyakit ini dapat diterapi dengan pemberian antibiotika. Pembedahan perlu dilakuan jika : • Jika terjadi ruptur atau abses ovarium • Jika terjadi gejala-gejala ileus karena perlekatan • Jika terjadi kesukaran untuk membedakan antara apendiksitis akuta dan adneksitis akuta HAMIL EKTOPIK 2. 2002). Kehamilan ektopik ialah suatu kehamilan yang pertumbuhan sel telur yang telah dibuahi tidak menempel pada dinding endometrium kavum uteri. Bila nidasi terjadi di luar kavum uteri atau di luar endometrium. maka pasangannya juga harus mendapat terapi pengobatan. antara lain: 1. biasanya diberikan suntikan antibiotik kemudian diikuti dengan pemberian obat oral selama 10-14 hari.• Pemakaian alat kontrasepsi yang bukan penghalang.1 Pengertian Kehamilan ektopik adalah implantasi dan pertumbuhan hasil konsepsi di luar endometrium kavum uteri (Kapita Selekta Kedokteran. 2001). tetapi jelas bersifat ektopik (Wiknjosastro. Kehamilan ekstra uterin tidak sinonim pada pars interstisialis tuba dan kanalis servikalis masih termasuk dalam uterus.2 Konsep Kehamilan Ektopik Terganggu 2. etiologi kehamilan ektopik suah banyak disebutkan karena secar apatofisiologi mudah dimengerti sesuai dengan proses awal kehamilan sejak pembuahan sampai nidasi. 2006). Lebih dari 95% krhsmilsn ektopik berada di saluran telur tuba falopi (Sarwono. 2008). Kehamilan ektopik adalah kehamilan dengan implantasi terjadi di luar rongga uterus. Beberapa kasus memerlukan operasi untuk menghilangkan organ sumber infeksi. Tergantung dari derajat penyakitnya. Tuba falopii merupakan tempat tersering untuk terjadinya implantasi kehamilan ektopik yaitu lebih besar dari 90% (Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Kehamilan ektopik ialah suatu kehamilan yang berbahaya bagi wanita yang bersangkutan berhubung dengan besarnya kemungkinan terjadi keadaan yang gawat.2.

maka embrio dapat tumbuh di saluran tuba dan kemudian akan mengalami beberapa proses seperti pada kehamilan pada umumnya. pars fimbriae (17%) dan pars interstitialis (2%). Untuk kehamilan abdominal lebih sering merupakan kehamilan abdominal sekunder. Kehamilan heterotopik merupakan kehamilan ganda di mana satu janin berada di kavum uteri sedangkan yang lain merupakan ektopik. kemudian terhenti dan tumbuh di saluran tuba. Kehamilan intraligamenter. maka zigot akan tersendat dalam perjalanan pada saat melalui tuba. berdasarkan lokasi terjadinya. Karena tuba bukan merupakan suatu media yang baik untuk . atau abdominal.4 Patogenesis Menurut Sarwono dalam buku Ilmu Kebidanan (2008). 3. 2. misalnya mioma uteri atau tumor ovarium yang menyebabkan perubahan bentuk dan potensi tuba. yaitu: 1. 4. 2. faktor umur penderita dan perokok juga merupakan penyebab terjadinya kehamilan ektopik. 2. 4.2. Kelainan zigot Apabila tumbuh terlalu cepat dan tumbuh dengan ukuran besar. prs ismika (25%). Kehamilan ektopik lain (<5%) antaralain terjadi di derviks uterus. 5. Faktor lain adanya kelainan endometriosis tuba atau divertikel saluran tuba yang bersifat kongenital. meliputi > 95% yang terdiri atas pars ampularis (55%). ovarium.3 Lokasi Kehamilan Ektoipk Menurut Sarwono dalam buku Ilmu Kebidanan (2008). Kehamilan ektopik bilateral. adanya tumor di sekitar saluran tuba. di mana semula merupakan kehamilan tuba yang kemudian abortus dan meluncur ke abdomen dari ostium tuba pars abdominalis yang kemudian embrio mengalami reimplantasi di kavum abdomen. Faktor lain Termasuk pemakai IUD di mana proses peradangan yang dapat timbul pada endometrium dan endosalping dapat menyebabkan terjadinya kehamilan ektopik.2.predisposisi terjadinya kehamilan ektopik. Faktor hormonal Pada pengguna pil KB yang hanya mengandung progesteron dapat mengakibatkan gerakan tuba melambat 5. dapat membutuhkan proses khusus atau waktu yang leih panjang sehingga kemungkinan terjadinya kehamilan ektopik lebih besar. patogenesis kehamilan ektopik ialah pada proses awal kehamilan apabila embrio tidak bisa mencapai endometrium untuk proses nidasi. 2. 3. Faktor ovarium Bila ovarium memproduksi ovum dan ditangkap oleh tuba yang kontralateral. Kehamilan tuba. Selain itu. kehamilan ktopik dapat dibagi menjadi 5.

Pada rubtur ke rongga perut seluruh janin akan keluar dari tuba. sehingga berubah menjadi mola kruenta. etapi bila robekan kecil perdarahan akan terjadi tanpa hasil konsepsi dikeluarkan dari tuba. Sbaliknya. ubtur sekunder dapat terjasdi. Abortus ke lumen tuba ini sering terjadi pada kehamilan ektopik pada pars ampularis. Darah ini akan berkumpul di Kavum Dauglas dan akan membentuk hematokel retrouterina. Faktor utama yang menyebabkan rubtur ialah penembusan vili korialis keddalam lapisan muskularis tuba lalu ke peritonium. Bila pada abortus dalam tuba ostium tuba tersumbat. Bila penderita tidak dioperasi atau tidak meninggal maka nasib janin tergantung pada kerusakan yang diderita dan tuanya kehamilan. Untuk mencukupi kebutuhan makanan bagi janin. Pada pelepasan hasil konsepsi yang tidak sempurna pada abortus. embrio dan selaputnya akan dikeluarkan dalam lumen tuba dan akan didorong oleh darah ke arah ostium tuba pars abdominalis. rubtur pada pars interdtialis tejadi pada kehamilan yang lebih lanjut. sedangkan penembusan dinding tuba oleh vili korialis ke arah periotonium biasanya terjadi pada kehamilan pars ismika. Dalam keadaan seperti ini penderita tidak akan megalami keluhan. Darah mengalir cepat ke dalam rongga perut melalui ostium tuba abdominal.bila pelepasan menyeluruh. terdapat kehamilan intraligamenter. maka pertumbuhan dapat mengalami perubahan-perubahan sebagai berikut : 1. Perdarahan yang terus menerus menyebabkan tuba membesar dan kebiruan (hematosalping) dan selanjutnya darah mengalir ke rongga perut melalui ostium tuba. prdarahan akan terus berlangsung sedikit deni sedikit. hanya haid nya akan terlambat untuk beberapa hari.pertumbuhan embrio. Hasil konsepsi mati dini dan direabsorbsi Pada implantasi secara kolumner. ovum yang dibuahi cepat mati karena vaskularisasi kurang dan mudah terjadi resorbsi total. 2. Jika janin hidup terus. Dalam hal ini. maka terjadi pula perdarahan dalam lumen tuba. Abortus kedalam lumen tuba (abortus tubaria) Perdarahan yang terjadi karena pmukaan pembuluh-pembuluh darah oleh vili korialis pada dinding tuba pada tempat implantasi dapat melepaskan embrio bersamaan denga robeknya pseudokapsularis pelepasan ini dapat terjadi sebagian atau seluruhnya. plasenta dari tuba akan meluaskan . Bila pseudokapsularis ikut pecah. Rubtur dinding tuba sering terjadi bila ovum beimplantasi pada ismus dan biasanya pada kehamilan muda.janin yang dikeluarkan dari tuab dengan masih diselubungi oleh kantong amnion dan plasenta masih utuh kemungkinan tumbuh terus dalam rongga perut dan akan terjadi kehamilan abdominal sekunder. pecah karena tekanan darah dalam tuba. Rubtur dinding tuba. dinding tuba yang telah menipis akibat invasi trofoblas. Perdarahan dapat terjadi terus menerus menyebabkan penderita menderita anemia atau syok hemoragia. Kadang-kadang rubtur tejadi di arah ligamentum. 3.

c. Darah yang tertimbun dalam kavum abdomen tidak berfungsi sehingga terjadi gangguan dalam sirkulasi umum yang menyebabkan nadi meningkat. Lamanya amenorea bervariasi b. b. 2. ujung ekstremitas dingin. dan usus. tekanan darah menurun sampai jatuh dalam keadaan syok. Rasa nyeri abdomen disebabkan kehamilan tuba yang pecah c. Perdarahan merupakan gejala kedua terjadinya kehamilan ektopik trganggu. Terjadinya abortus atau ruptura kehamilan tuba terdapat perdarahan ke dalam kavum abdomen dalam jumlah yang bervariasi. desidua dalam kavum uteri dikeluarkan dalam bentuk desidua spuria. Karena tuba dalam keadaan lembek.5 Manifestasi Klinik Menurut Sarwono dalam buku Ilmu Kebidanan (2008). 3. Hilangnya darah dari peredaran darah umum yang mengakibat penderita tampak anemis. Amenorea a. Nyeri merupakan keluhan utama kehamilan ektopik terganggu. Apabila kehamilan ektopik mengalami penyulit atau terjadi ubtur pada tuba tempat lokasi nidasi kehamilan ini akan memberi gambaran gejala dan tanda yang khas. Bila rangsangan darah dalam abdomen mencapai diafragma dapat terjadi nyeri di daerah bahu. Gejala dan tanda kehamilan ektopik terganggu begantung pada lamanya kehamilan ektopik terganggu. d. kesadaran menurun dan pada abdomen terdapat timbunan darah. gambaran klinik kehamilan ektopik bervariasi dari bentuk abortus tuba atau terjadi ruptura tuba. yaitu timbulnya sakit perut mendadak yang disusul dengan syok dan pinsan. Pada pemeriksaan dalam terdapat pembesaran uterus yang tidak sesuai dengan tua kehamilan dan belum dapat diraba kehamilan pada tuba. ligamentum latum. Perdarahan a. e. Mungkin dijumpai rasa nyeri dan gejala hamil muda. mual muntah dan perasaan ngidam . seluruhnya dikeluarkan bersama dan dalam bentuk perdarahan hitam seperti menstruasi. rubtur tuba. Setelah kehamilannya mati.2. Rasa nyeri dapat menjalar ke seluruh abdomen tergantung dari perdarahan didalamnya. 2. dan keadaan umum pendeita sebelum hamil. dasar panggul. Dengan amenoria dapat dijumpai tanda hamil muda yaitu morning sickness. b. d. keringat dingin. Terjadi nyeri abdomen a.implantasinya ke jaringan sekitar. 1. e. misalnya ke sebagian uterus. Ini adalah tanda khas terjadinya kehamilan ektopik yang terganggu. tuanya kehamulan. derajat perdarahan. Bila darahnya membentuk hematokel yaitu timbunan di daerah kavum douglas akan terjadi rasa nyeri di bagian bawah saat BAB.

7 Penatalaksanaan Menurut Sarwono dalam buku Ilmu Kebidanan (2008). nyeri bahu. Nyeri pada abdomen dan pelvis a. kista ovarium. 2.2. Hipotensi d. atau kuldoskopi. kista folikel dan appdendistis. uterus dapat teraba agak membesar dan kadang teraba tumor disamping uterus dengan batas yang sukar ditentukan. dan perdarahan pervaginam setelah nyeri perut bgian bawah. lokasi kehamilan ektopik. Dalam tindakan demikian beberapa hal harus diperhatikan yaitu kondisi penderita. pembesaran uterus. frekuensi BAK yang meningkat) b. Diagnosis banding: infeksi pelvik. pucat 2. kavum dauglas menonjol. 2. keinginan penderita akan fungsi reproduksinya. Anamnesis : amenorhoe dan terkadang terdapat tanda kehamilan muda.Tanda dan gejala kehamilan ektopik menurut Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesahatan Maternal dan Neonatal (2002). berisi darah. Abdomen akut dan nyeri pelvis f. sehingga memerlukan alat bantu diagnostik yaitu : ultrasonografi. ruptur korpus luteum. penegakan diagnosis pada kehamilan ektopik belum terganggu sangat sukar. Nyeri h. tenesmus. dan kemampuan tehnelogi fertilisasi invitro setempat. dan nyeri bila diraba. kemampuan tehnik bedah mikro dokter operator. 4.6 Diagnosis Menurut Kapita Selekta Kedokteran (2001). laparoskopi. 3. Pemeriksaan ginekologi : ditemukan tanda-tanda kehamilan muda. Hasil ini akan menetukan apakah perlu . Kolaps dan kelelahan b. pelunakan serviks. Pemeriksaan laboratorium : Hb menurun setelah 24 jam dan jumlah sel darah merah dapat meningkat. Laparatomi Penangana umum kehamilan ektopik terganggu adalah laparatomi. Distensi abdomen g. rasa nyeri pada pergerakan serciks. Kehamilan ektopik Kehamilan ektopik terganggu a. 5. abortus imminens atau insipiens. Denyut nadi cepat dan lemah (100 x permenit) c. penatalaksanaan KET yaitu pasien dirujuk ke rumah sakit. Sedangkan penegakan diagnosis kehamilan ektopik terganggu dilakukan melalui : 1.2. Pemeriksaan umum : penderita tampak kesakitan dan pucat. nyeri perut bagian bawah. mual. Gejala kehamilan awal (flek atau perdarahan yang ireguler. pada perdarahan dalam rongga perut dapat ditemukan tanda-tanda syok. Hipovolemia e. peubahan warna pada vagina dan serviks. kondisi anatomik organ pelvis. pembesaran payudara. lalu akan dilakukan : 1.

2. .dilakukan salpingektomi pada kehamilan tuba. Pada umumnya kelainan yang menyebabkan kehamilan ektopik bersifat bilateral. Tanda vital baik dan stabil Obat yang digunakan ialah metotreksat 1 mg/kg (I. Kehamilan di pars ampularis tuba belum pecah b. misalnya keadaan syok.2. Untuk perempuan dengan anak sudah cukup. lebih baik dilakukan salpingektomi.V) dan faktor sitrovorum 0. Tetapi. antara lain: a. bila pertolongan terlambat.M) berselang seling setiap hari selama 8 hari. atau hany pembedahan konsevatif dalam arti hanya dilakukan salpingostomi atau reanastomosis tuba. Sebagian perempuan mengalami steril setelah mengalami kehamilan ektopik lagi pada tuba yang lain. Apabila keadaan penderita buruk. angka kematian dapat tinggi.2008). sebaiknya pada operasi dilakukan salpingektomi bilateralis (Sarwono dalam buku Ilmu Kebidanan. Perdarahan dlam ongga perut ≤ 100 ml d. Pada kasus kehamilan ektopik di pars ampularis tuba yang belum pecah dapat ditangani dengan cara kemoterapi untuk menghindari pembedahan.8 Prognosis Kematian karena kehamilan ektopik terganggu cenderung turun dengan diagnosis dini dan persediaan darah yang cukup. Diameter kantong gestasi ≤ 4 cm c.1 mg/kg (I. Kriteria kasus yang ditangani dengan kemoterapi.