You are on page 1of 18

BAB V

DEMOKRASI INDONESIA
Pengantar
Dewasa ini terjadi kecenderungan global dimana demokrasi tidak sekadar menjadi
wacana intelektual (intellectual discourse), melainkan juga ‘impian’ (obsesi) politik berbagai
Negara, khususnya negara-negara berkembang. Mengapa ? Berakhirnya Perang Dingin (cold
war) antara negara-negara adi daya–AS dan Uni Soviet (sebelum mengalami disintegrasi) –
berdampak positif bagi semarak-nya gagasan dan proses demokratisasi di berbagai Negara.
Berakhirnya Perang Dingin mengalih-kan perhatian dunia dari persoalan militerisasi, perang
konvensional, persaingan senjata dan pertarungan ideologis kepada persoalan-persoalan
demokrasi dan hak asasi manusia (HAM).
Demokrasi kemudian menjadi agenda utama dunia pasca perang dingin. Dunia
menjadi begitu peka terhadap masalah-masalah demokratisasi di suatu negara. Lambat laun,
demokrasi juga diakui sebagai sebuah sistem nilai kemanusiaan yang paling menjanjikan bagi
masa depan umat manusia yang lebih baik dari saat ini. Dasarnya adalah karena demokrasi
sesuai dengan nilai-nilai luhur kemanusiaan. Demokrasi dinilai sesuai dengan tuntutantuntutan

kebutuhan

non-material

manusia.

Nilai-nilai

demokrasi

dipercaya

dapat

memanusiakan manusia (humanization of man), sebab nilai-nilainya bertitik tolak dari ‘nilainilai luhur’. Anggapan ini muncul karena berbagai faktor. Diantaranya, penderitaan manusia
akibat fasisme, totaliterianisme, komunisme, dan paham-paham anti-demokrasi lainnya pada
beberapa dekade lalu. Runtuhnya rezim-rezim komunis totaliter seperti Uni Soviet dan
Negara-negara Eropa Timur juga merupakan factor penting yang menyebabkan demokrasi
kini menjadi obsesi politik dunia. Keruntuhan rezim-rezim itu, bagi banyak kalangan
menimbulkan kesan bahwa demokrasi ternyata merupakan senjata ampuh melawan
totaliterianisme serta sistem pemerintahan anti demokrasi lainnya.
Keruntuhan

Uni

Soviet

juga

membawa

isu

demokrasi

juga

mengalami

internasionalisasi. Rezim-rezim anti demokrasi yang sebelum-nya menutup pintu bagi arus
demokratisasi, kini lebih terbuka terhadap arus itu. Sebab menutup diri dari arus
demokratisasi akan menyebabkan Negara tersebut terisolasi – teralienasi – dari struktur
politik internasional. Negara itu akan dikucilkan, atau paling tidak akan disorot tajam sebagai
Negara yang anti demokrasi. Bagi Negara-negara berkembang yang memiliki ketergantungan
ekonomi dan politik pada negara-negara ‘demokratis’ seperti AS dan Negara-negara Eropa,

1

1999-sekarang) 7. B. Daftar Istilah Kunci Materi instruksional tentang Demokrasi Indonesia ini memuat sejumlah kata/istlah kunci (key words/terms) sebagai berikut :  Demokrasi  Demokrasi langsung (direct democracy) 2 . A. Sasaran Pembelajaran Setelah mempelajari materi instruksional tentang Demokrasi Indonesia ini. Deskripsi dimaksud pada gilirannya diharapkan bisa menjadi alternatif dan/atau komplementer materi instruksional tentang Demokrasi Indonesia sebagai salah satu substansi kajian dalam mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Menganalisis rasional dan landasan pendidikan demokrasi 8. Mendeskripsikan visi dan misi pendidikan demokrasi 9. Menganalisis berbagai model/pendekatan pembelajaran yang relevan dalam konteks pendidikan demokrasi 11. Mendeskripsikan sejarah pertumbuhan dan perkembangan gagasan/ pemikiran demokrasi 3. 1959-1965. demokrasi di Indonesia. Menganalisis berbagai variabel yang berpengaruh dalam pembangunan demokrasi 4. mahasiswa diharapkan dapat menguasai kemampuan-kemampuan sebagai berikut 1. Mendeskripsikan sejarah perkembangan demokrasi di Indonesia sejak awal kemerdekaan hingga pasca reformasi 6. dan pendidikan demokrasi. Menganalisis berbagai strategi pembelajaran yang relevan dalam konteks pendidikan demokrasi 10. politik atau militer kepada mereka. Membandingkan praksis demokrasi di Indonesia dalam masing-masing periode (19451959. 1966-1998. Menganalisis landasan demokrasi di Indonesia 5.menolak konsep demokrasi akan berarti penghentian atau tersendatnya bantuan ekonomi. Tulisan ini akan mencoba mendeskripsikan pokok-pokok pikiran di seputar konsepsi dasar demokrasi. Menerapkan berbagai strategi dan model/pendekatan pembelajaran yang relevan dalam konteks pendidikan demokrasi. Mendeskripsikan konsep dan hakekat demokrasi 2.

Demokrasi juga dapat diterjemahkan “rakyat berkuasa” atau goverment or rule by the people (pemerintahan oleh rakyat) . hingga variable-variabel yang berpengaruh dalam pembangunan demokrasi. mulai dari etimologinya. Jadi secara etimologis. umum. jujur dan adil sering disebut “luber dan jurdil”. Konsep dan Hakekat demokrasi Pada bagian ini dibahas beberapa konsepsi dasar di seputar demokrasi. ‘demos’ (= orang banyak/rakyat) dan ‘cratos/ cratein’ (= kekuasaan. Ada banyak definisi tentang demokrasi. bebas rahasia. Dalam sistem pemerintahan demokrasi. Di bawah ini akan dikemukakan beberapa di antara definisi demokrasi tersebut. Kata atau istilah demokrasi berasal dari kata-kata Yunani. definisinya. kedaulatan. Uraian Materi 1. Dengan kata lain demokrasi berarti pemerintahan yang dijalankan oleh rakyat baik secara langsung maupun tidak langsung (melalui perwakilan) setelah adanya proses pemilihan umum secara langsungh. yang dimaksud dengan demokrasi adalah kekuasaan. kekuasaan tertinggi adalah di tangan rakyat. atau pemerintahan). 3 . kedaulatan atau pemerintahan rakyat. Demokrasi tidak langsung (undirect democracy)  Demokrasi perwakilan (representative democracy)  Demokrasi konstitusional (constitutional democracy)  Demokrasi Marxis-Leninis/Komunis  Demokrasi rakyat  Demokrasi nasional  Demokrasi liberal/parlementer  Demokrasi terpimpin (guided democracy)  Demokrasi Pancasila  Demokratisasi  Konstitusionalisme (constitutionalism)  Rule of law  Rechstaat  Civic culture  Political culture C. dan seterusnya.

social system.  Democracy which is conceptually perceived a frame of thought of having the public governance from the people.  Di dalam The`Advanced Learner’s Dictionary of Current English dikemukakan. dan untuk rakyat (the government from the people. Sejarah pertumbuhan dan perkembangan gagasan/ pemikiran demokrasi Konsep demokrasi bukanlah konsep yang bersifat statis.. and for the people) (Abraham Lincoln). cherished.  Demokrasi adalah suatu system politik yang di dalamnya terdapat jaminan bagi setiap elemen pluralitas untuk mengekspresikan kepentingannya dengan tetap terjaganya kestabilan dan kelangsungan system politik tersebut (Clark D. as well as individual knowledge. Konsep demokrasi lahir pertama kali sebagai pemikiran mengenai hubungan Negara dan hukum di Yunani Kuno. artinya hak rakyat untuk membuat 4 .  Demokrasi adalah sebuah system politik yang memelihara keseimbangan antara konflik dan consensus. opinion. by the people has been universally accepted as paramount ideal. by the people.M sampai abad 6 M. 1992). (2) country with government which encourages and allows rights of citizenship such as freedom of speech. 1998). Namun demokrasi mensyaratkan bahwa segenap konflik itu berada dalam tingkatan yang tidak menghancurkan system politik (Alfian. (3) society in which there is treatment of each other by citizens as equals (Hornby. the assertion of rule of law. Demokrasi dengan demikian memberikan peluang bagi perbedaan pendapat. sebaliknya ia (demokrasi itu) merupakan konsep yang bersifat evolutif dan dinamis. persaingan dan pertentangan di antara individu. accompanied by respect for the right of minorities. Pada waktu itu. 1986). 1961). attitudes. Konsep demokrasi selalu mengalami perubahan. and behavior needed to be contextually substantiated. oleh rakyat. di antara individu dengan pemerintah dan di antara lembagalembaga pemerintah sendiri. norm. dan dipraktekkan dalam kehidupan bernegara antara abad ke 4 S. Neher. demokrasi yang dipraktekkan bersifat langsung (direct democracy). kelompok atau di antara keduanya. dilihat dari pelaksanaannya. and developed (CICED. bahwa yang dimaksud dengan ‘democracy’ adalah: (1) country with principles of government in which all adult citizens share through their elected representatives. dkk. majority rule. religion. and association. 2. baik bentuk-bentuk formalnya maupun substansialnya sesuai dengan konteks dan dinamika sosio-historis dimana konsep demokrasi tersebut lahir dan berkembang. Demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat.

Voltaire. dan lain-lain. Mereka inilah sebagian dari para perintis gagasan-gagasan demokrasi yang banyak dianut dewasa ini. ketentuan-ketentuan demokrasi juga hanya berlaku untuk warga Negara yang resmi yang merupakan bagian terkecil dari seluruh penduduk Yunani Kuno. Rousseau dan Locke merumuskan teori Kontrak Sosial. Dalam Abad Pencerahan. Ditinjau dari Sejarah perkembangannya. but absolute power corrupt absolutely”. dan lain-lain. pedagang asing. Nilai-nilai sebagaimana dimaksud meliputi : a. Lebih dari itu. Gagasan mengenai pentingnya pembatasan kekuasaan itu pernah dirumuskan oleh Lord Acton yang berpendapat bahwa “power tend to corrupt. tidak dapat menikmati hak demokrasi (Miriam Budiardjo. gagasan demokrasi Yunani Kuno boleh dikatakan lenyap dari muka bumi Dunia Barat. Montesquieu. dan anak-anak. gagasan demokrasi yang sempat tenggelam pada Abad Pertengahan. Sebagian besar penduduk Yunani Kuno lainnya yang terdiri dari budak belian. Penguasa Negara tidak boleh berada di atas UUD. Empirisme-rasional 5 . yaitu ketika bangsa Romawi ditaklukkan oleh suku Eropa Barat. Montesquieu. Perkembangan gagasan demokrasi dan kecenderungan untuk membentuk Negara demokrasi di dunia Barat semakin pesat dengan lahirnya gagasan tentang demokrasi konstitusional (constitutional democracy) pada abad 19.keputusan-keputusan politik dijalankan secara langsung oleh seluruh warga negara yang bertindak berdasarkan prosedur mayoritas. William Ebenstein (1994) mengemukakan bahwa demokrasi memuat sejumlah nilai yang menjadi kharakteristik (ciri pengenal dan sekaligus pembeda). Locke. Yaitu bahwa kekuasaan pemerintahan harus dibatasi oleh undang-undang dasar (UUD). Model demokrasi ini merupakan suatu system kekuasaan yang sepenuhnya didasarkan pada pemikiran konstitusionalis-me. Memasuki Abad Pertengahan (600 – 1400 M). timbul kembali pada Abad Pencerahan (Aufklarung). atau city state) Yunani Kuno berlangsung dalam kondisi sederhana dengan wilayah negara yang hanya terbatas pada sebuah kota dan daerah sekitarnya serta jumlah penduduk yang hanya lebih kurang 300. sedangkan Montesquieu merumuskan teori Trias Politica. gagasan tentang demokrasi konstitusional sebenarnya hanyalah kelanjutan dari gagasan-gagasan politik Rosseau. 1982). Setelah melewati masa Renaissance dan Reformasi. gagasan demokrasi menjadi perhatian khusus banyak pemikir seperti Rousseau.000 orang dalam satu negara. Locke. Sifat langsung ini dapat dilaksanakan secara efektif karena Negara Kota (polis. perempuan.

tertib dan damai dan melalui alat-alat perwakilan rakyat yang efektif  Adanya sifat toleransi terhadap pendapat yang berlawanan  Persamaan didepan hukum yang diwujudkan dengan sikap tunduk kepada rule of laws tanpa membedakan kedudukan politik  Adanya pemilu yang bebas dengan disertai adanya model perwakilan yang efektif. Menurut Sri Soemantri. Individualisme c. Supremacy of Law b. Musyawarah dan mufakat h.b. Constitutional Guarantee of Human Right d. Menurut International Conference of Jurist (Bangkok. bahwa demokrasi adalah sebagai pemerintahan yang dicirikan dengan dijalankannya prinsip-prinsip sebagai berikut  Pembatasan terhadap tindakan pemerintah untuk memberikan perlindungan baik individu dan kelompok dengan jalan menyusun pengertian pimpinan secara berkala. memasuki organisasi dan berkumpul  Kebebasan (kemerdekaan) untuk menyatakan pikiran. baik lisan maupun secara tulisan 6 . Henz. Hukum di balik hokum f. 1965). Impartial Tribunal e. sebuah Sistem Pemerintahan dikatakan Demokratis. Karakteristik demokrasi menurut beberapa pandangan : M. Carter dan John H. Equality Before the Law c. apabila memilki ciri-ciri sebagai berikut:  Kebebasan (kemerdekaan) untuk membentuk organisasi. watak dari demokrasi. Voluntarisme e. suatu negara demokratis dicirikan oleh unsur-unsur sebagai berikut : a. Persamaan asasi manusia. Dimaksudkan dengan karakteristik demokrasi adalah ciri. Paralelisme cara/prosedur dan tujuan g. Civic Education. kriteria. Instrumentalisme Negara d.

5.tahun 1965. Saling membantu 5. 1995). umum. Kedaulatan Rakyat b. Persatuan politik dalam meraih cita-cita bersama 4. Bangkok. Kesebelas pilar atau soko guru sebagaimana dimaksud adalah : a. Hakekat Demokrasi Sebagai suatu sistem sosial kenegaraan. Negara 6. thd. demokrasi merupakan sistem gagasan yang berdiri tegak di atas landasan berupa 11 (sebelas) pilar atau soko guru (“the eleven pillars of democracy”) (Udin. yaitu :  Supremacy of Law (Hukum di atas segala hal)  Equality before the Law ( Persamaan di hadapan hukum)  Constitutional guarantee of Human Rights (Jaminan konstitusional terhadap HAM)  Impartial Tribune (Peradilan yang tidak memihak)  Civic education (Pendidikan kewarganegaraan) Ada sembilan ciri demokrasi di dalam Piagam Madinah (Sukidi dalam Tilaar : 1999). Hak untuk memilih dan dipilih  Hak untuk memperoleh kesempatan yang sama  Hak yang sama bagi para pemimpin politik yang bersaing dalam mendapatkan dukungan untuk dipilih  Adanya partai politik lebih dari Satu  Diselenggarakan pemilu secara langsung. jujur. Pemberlakuan hukum adat yang tetap berpedoman pada keadilan dan kebenaran.n. rahasia. Kebebasan beragama 2. Persamaan di depan hukum bagi setiap warga negara 7. yaitu : 1. Persamaan hak dan kewajiban w. menyebutkan bahwa ada lima kriteria suatu negara demokrasi. bebas. Persaudaraan seagama 3. Penegakan hukum demi tegaknya keadilan dan kebenaran tanpa pandang bulu 8. Pengakuan hak atas setiap orang atau individu 1. Pemerintahan Berdasarkan Persetujuan dari Yang Diperintah 7 . dan adil Berdasarkan International Conference of Jurists. perdamaian dan kedamaian 9.

melainkan ditangkap dan dicerna melalui proses belajar. Ekonomi dan Politik k. Sebab ia–salah satunya– memiliki makna yang variatif. Nilai-Nilai Toleransi. Pluralisme Sosial. Ketiga. Demokrasi dikatakan bermakna variatif oleh karena sangat 8 . Pragmatisme. Kekuasaan Mayoritas d. Kedua. 1995). hukum-membuat (DPR) 2. Persamaan Di Depan Hukum h. Jaminan Hak-Hak Asasi Manusia f. presiden) dan 3. Pembatasan Pemerintahan secara Konstitusional j. kekuasaan eksekutif (menteri. Biasanya orang berpikir demokrasi hanya sebagai satu bentuk pemerintahan. atau untuk mengendalikan orang-orang yang memutuskan. Pemilihan yang Bebas dan Jujur g. Tipologi Demokrasi Demokrasi merupakan konsep yang tidak mudah dipahami. bagian dari demokrasi selain parlemen dan peraturan dan undang-undang yang menjelaskan nya dan tingkah laku yang dari bagian lain dari pemerintah adalah pelaksanaan angka tiga politica. Kerjasama dan Mufakat (USIS. yuridis yang kuasa (mereka memeriksa apakah aturan-aturan yang diikuti.) Selanjutnya Udin (1995) menyebutkan bahwa “democratic is not inherent but it is learned” (demokrasi tidaklah diwariskan dengan sendirinya. Angka tiga policita yang biasanya dilihat sebagai suatu sistem yang devides bagian pemerintah di atas 1. 1. namun lebih untuk eksekutif jadi bagian dari pemerintah kita akan berbicara tentang waktu. Hak-Hak Minoritas e. yaitu Pertama. Demokrasi di negara modern mempunyai tiga komponen utama. dan hal ini sering terlupakan. Proses Hukum yang Wajar i. kabinet. badan pemerintah harus tertanam dalam konstitusi negara: sebuah sistem hanya dapat demokratis dalam tubuh undang-undang yang menjamin bahwa bagian-bagian tertentu oleh pemerintah bermain baik-aturan yang ditetapkan. Hal ini penting bagi parlemen. melainkan juga menjadi pola budaya dan nilai-nilai yang lebih banyak daripada bentuk pemerintah.6. harus ada sebuah badan pemerintah yang telah nyata kuasa untuk memutuskan. inilah yang dinamakan dengan pendidikan demokrasi. Pengertian lain dari demokrasi. menyebutkan bahwa demokrasi adalah satu bentuk masyarakat dan pemerintah.c.

1. a sense of national identity c. Sementara menurut Deutsh dan Lipset (1950). Pembangunan demokrasi di tiap-tiap negara dipengaruhi oleh sejumlah variable atau faktor. exposure to mass media c. dibangun. kecepatan (dan kelambatan). Karena sifatnya yang interpretative itu. the degree of economic development b. pembangunan demokrasi di tiap-tiap negara tergantung/dipengaruhi oleh 3 (tiga) variable sebagai berikut : a. Variabel inilah yang pada gilirannya mempengaruhi kemungkinan (dan ketidakmungkinan). historical experience and element of civic culture. kita mengenal berbagai tipologi demokrasi seperti dikemukakan berikut ini. bahkan keberhasilan (dan kegagalan) pembangunan demokrasi di tiap-tiap negara. education. 9 . Ahmad Suhelmi. b. 1982. pembangunan demokrasi di tiap-tiap negara tergantung/dipengaruhi oleh variable-variabel sebagai berikut : a. Menurut Bahmuller (1996). Setiap penguasa Negara berhak mengklaim negaranya sebagai demokratis. urbanization e. a. Tipologi demokrasi atas dasar Sejarah perkembangannya : (1) Demokrasi langsung (direct democracy) (2) Demokrasi tidak langsung (undirect democracy) atau demokrasi perwakilan (representative democracy). ia (demokrasi).7 Variabel-Variabel dalam Pembangunan Demokrasi Demokrasi tidak eksis secara tiba-tiba. Sebaliknya. Tipologi demokrasi atas dasar aliran pemikiran yang mendasarinya : (1) Demokrasi an sich (Demokrasi Marxis-Leninis/Komunis) (2) Demokrasi Konstitusional (Miriam Budiardjo. 2001). meskipun nilai yang dianut atau praksis politik kekuasaannya amat jauh dari prinsip-prinsip dasar demokrasi. atau eksis secara otomatis karena factor-faktor genetic. economic development b.bersifat interpretative. eksis karena secara sengaja diadakan. literacy d.

sedangkan landasannya adalah:  Alinea empat pembukaan UUD 1945 kususnya sila ke-4 Pancasila  Penjelasan umum UUD 1945. tidak berdasarkan kekuasaan belaka ( machstaat) 2. Sanusi (1999) Mengidentifikasi 10 pilar demokrasi konstitusional Indonesia yang dikenal dengan “The Ten Pillars of Indonesian Constitutional Democrcy” berdasarkan filsafat bangsa Pancasila dan konstitusi Negara RI UUD 1945 sebagai berukut: 10 . Dalam mekanisme kepemimpinannya Presiden harus bertanggung jawab kepada MPR dimana MPR adalah sebuah badan yang dipilih dari Rakyat. 2.tidak bersifat absolutisme ( kekuasaan yang tidak terbatas). Indonesia kembali masuk kedalam alam demokrasi pada tahun 1998 ketika pemerintahan junta militer Soeharto tumbang. Indonesia ialah negara yang berdasarkan atas hokum (rechstaat).2 Karakteristik Setiap bangsa dan negara memiliki ciri khas dalam menyelenggara-kan demokrasi konstitusioanil.com). (c). sebuah demokrasi semu yang diciptakan untuk melanggengkan kekuasaan Soeharto. Pemerintahan berdasarkan atas system konstitusi (hukum dasar). Sehingga secara hirarki seharusnya rakyat adalah pemegang kepemimpinan negara melalui mekanisme perwakilan yang dipilih dalam pemilu.1 Macam dan Landasan Macam demokrasi di Indonesia adalah demokrasi konstitusional. Demokrasi di Indonesia Sejak Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945. Indonesia sempat mengalami masa demokrasi singkat pada tahun 1956 ketika untuk pertama kalinya diselenggarakan pemilu bebas di indonesia. Pada bagian tersebut dinyatakan bahawa: 1. sampai kemudian Presiden Soekarno menyatakan demokrasi terpimpin sebagai pilihan sistem pemerintahan. menurut Deutsh dan Lipset.wikepedia. 2. 2. dapat mempengaruhi “the political well being of people”. Pemilu demokratis kedua bagi Indonesia terselenggara pada tahun 1999 yang menempatkan Partai Demokrasi IndonesiaPerjuangan sebagai pemenang Pemilu (www. (d) dan (e). khususnya tentang sistem pemerintahan Negara. Undang Undang Dasar 1945 memberikan penggambaran bahwa Indonesia adalah negara demokrasi. Sistem konstitusional.Variabel (b). Setelah mengalami masa Demokrasi Pancasila.

Demokrasi berdasarkan Hak Asas Manusia 3. Yang tidak terdapat dalam pilar demokrasi Universal adalah salah satu pilar demokrasi Idonesia yaitu “ Demokrasi berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”. karena saat itu belum ada negara pemerintahan. Demokrasi berdasarkan Otonomi Daerah 7.Kesemuanya ini dibahas bersamasama komponen bangsa untuk mencari kesepakan dalam musyawarah dengan modal semangat kebangsaan. Demokrasi berdasarkan Kesejahteraan Rakyat 10. Demokrsai berdasarkan Kedaulatan Rakyat 4. Demokarsi berdasarkan Supermasi Hukum (Rule of law) 8. Demokrasi berdasakan Keadilan Sosial Bila dibandingkan. Demokrasi bedasarkan Peradilan yang bebas 9. 1999) disebut “Teodemokrasi”. yang dalam pandangan Maududi dan Kaum Muslim (Elposito dan Voll. dan inilah yang merupakan ciri khas demokrasi Indonesia. Tahun 1945 – 1950 (Masa Revolusi) 11 . Yakni demokrasi dalam konstek Kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa. sesungguhnya secara ensensial terdapat kesesuaian antara 11 pilar demokrasi universal ala USIS (1995) dengan 9 dari 10 pilar demokrasi Indonesia ala Sanusi. Sebelum Tahun 1945 (Pra Kemerdekaan) Pemahaman demokrasi belum dapat diartikan sebagai wujud pemerintahan rakyat. 2. Penyiapan anggaran dasar dan UUD dan penyiapan sistem pemerintahan dijalankan sesuai dengan bentuknya dan siapa yang ada memimpin. Demokrasi berdsarkan Ketuhanan Yang Maha Esa 2. Pemahaman demokrasi saat itu adalah sebagai komponen bangsa semua berkumpul untuk memperbincangkan bagaimana baiknya dalam persiapan pembentukan negara secara riil. Demokrasi berdasarkan Pemisahan Kekuasaan Negara 6.3 Sejarah Perkembangan a. b. Demokrasi Kecerdasan Rakyat 5. sedangkan demokrasi Indonesia adalah demokrasi yang berKetuhanan Yang maha Esa.1. Dengan kata lain demokrasi Univerasal adalah demokrasi yang bernuansa sekuler.

Hal ini disebabkan masih adanya revolusi fisik. Tahun 1959 – 1965 (Demokrasi Terpimpin) Demokrasi terpimpin yang diperkenalkan oleh Presiden Sukarno adalah berawal dari ketidaksenangan Presiden Sukarno terhadap partai-partai politik yang dinilai lebih mengedepankan partai dan ideologinya masing-masing. artinya Presiden Sukarno berperan dalam menentukan penyelenggaraan pemerintahan negara (2) Terbatasnya peran partai politik (3) Berkembangnya pengaruh PKI dan militer sebagai kekuatan sosial politik di Indonesia. para pemimpin negara berkeinginan kuat untuk meng-identifikasikan pemerintahan yang demokratis. pemilu yang bebas dan terjaminnya hak politik rakyat. menunjukkan adanya sentralirasasi Awal pemerintahan kekuasaan pada diri presiden sebelum terbentuknya lembaga-lembaga politik demokrasi. Unsur-unsur tersebut meliputi peranan yang sangat tinggi pada parlemen. Karena hampir semua unsur-unsur demokrasi dapat ditemukan dalam perwujudan. segala kekuasaannya dijalankan oleh Presiden dengan bantuan sebuah komite nasional” c. Adapun ciri-ciri demokrasi terpimpin : (1) Dominasi Presiden. Masa demokrasi perlementer dapat dikatakan sebagai masa kejayaan demokrasi. d. berdasarkan pada konstitusi negara (UUD 1945) Indonesia adalah negara demokrasi yang berkedaulatan rakyat.Indonesia masih berjuang menghadapi belanja yang ingin kembali ke Indonesia sesuai dengan pemerintahan demokrasi Indonesia yang pada saat itu belum berjalan dengan baik. Demokrasi yang dipakai adalah demokrasi parlementer atau demokrasi liberal. serta kurangnya memperhatikan kepentingan yang lebih luas. Pada masa pemerintahan tahun 1945 – 1950. akuntabilitas politik yang tinggi. 12 . misalnya belum terbentuknya MPR dan DPR. DPR dan DPA dibentuk menurut UUD ini. sedangkan dwi tunggal Sukarno-Hatta dijadikan simbol dengan kedudukan sebagai kepala negara. Tahun 1950 – 1959 (Demokrasi Liberal) Demokrasi pada Tahun 1950 – 1959 terjadinya perubahan kabinet ke dalam sistem parlementer. berkembangnya partai politik. Hal ini termuat dalam pasal 4 aturan peralihan UUD 1945 yang berbunyi : “Sebelum MPR.

Peranan parlemen yang lemah dan tidak berfungsi c. f. Terbatasnya kebebasan pers hingga banyaknya media massa yang hangus dan tidak boleh terbit Akhir dari demokrasi terpimpin memuncak dengan adanya pemberontakan G30SPKI. Kaburnya sistem kepartaian dan lemahnya peranan partai politik b. Pemimpin baru Suharto menerapkan demokrasi pancasila untuk menata prikehidupan masyarakat.Demokrasi terpimpin merupakan kebalikan dari demokrasi parlementer. Tahun 1999 – 2004 (Demokrasi Reformasi) 13 . karena gagalnya Presiden Sukarno dalam mempertahankan kekuatan yang ada yaitu PKI dan Militer yang sama-sama berpengaruh. (3) Keluarnya UU Politik No. Tahun 1965 – 1998 (Demokrasi Pancasila) Terbentuknya demokrasi pancasila diprediksi akibat penyimpangan terhadap Pancasila dan UUD 1945 yang merupakan penyebab utama kegagalan demokrasi parlementer. yang mana pada saat itu kehendak presiden dalam rangka menempatkan diri sebagai satu-satunya paling berkuasa di Indonesia dan menyimpang dari prinsip-prinsip demokrasi. Jaminan hak-hak dasar warga negara masih lemah d. Tahun 1998 – 1999 (Demokrasi Masa Transisi) Pada masa ini banyak sekali pembangunan dan perkembangan ke arah kehidupan Negara demokratis diantaranya adalah: (1) Keluarnya Ketetapan MPR RI dalam sidang istimewa bulan Nopember sebagai awal perubahan system demokrasi secara konstitusional.22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan UU No. bangsa dan negara. 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. 2 Tahun 1999 tentang Politik (4) Kebebasa Pers yang sangat luas termasuk tidak adanya pencabutan SIUPP. Berakhirnya demokrasi terpimpin ditandai dengan adanya Surat Perintah 11 Maret 1966 dari Presiden Sukarno kepada Letjen Suharto untuk mengatasi keadaan tersebut. g. Penyimpangan tersebut antara lain : a. e. dan selama 32 tahun demokrasi ini secara murni dan konsekwen dijalankan. (2) Ditetapkan UUD No.

ia (demokrasi). sedangkan peran MPR. Terdapat setidaknya dua tantangan utama. Keterkaitan dan implikasi tantangan tersebut pada konsolidasi politik dan perikehidupan rakyat memang belum terlalu jelas. dengan adanya beberapa tuntutan reformasi diupayakan dalam penyelesaiannya : (1) Pengadilan para pejabat negara yang korupsi (2) Pemberian prinsip otonomi yang luas kepada daerah otonom (3) Pengadilan bagi para pelaku pelanggaran HAM h. Gubernur.Tahun 2004 – Sekarang (Demokrasi Kedaulatan Rakyat) Pada masa demokrasi kedaulatan rakyat. DPR dan DPD tidak lagi dapat secara langsung menjatuhkan Presiden. adalah semakin luasnya dampak krisis finansial global terhadap beberapa sektor kehidupan rakyat.4.1 Rasional dan Landasan Demokrasi tidak eksis secara tiba-tiba. Tahun 2009 merupakan tahun dimana penyelenggaran pemilu secara langsung yang ke-dua sejak tahun 2004. Pertama. Dikatakan juga bahwa palaksanaan yang penuh tantangan bagi pengembangan demokrasi di Indonesia. Dampak Krisis Finansial Global Krisis finansial global yang dipicu oleh kasus subprime mortgage pada sektor keuangan di Amerika Serikat (AS) telah menimpulkan gelombang dampak yang luas. Walikota. 2. dalam pelaksanaannya rakyat secara langsung menentukan pemimpinnya melalui pemilu secara langsung. atau eksis secara otomatis karena factor-faktor genetic. dilaksanakannya pemilihan umum legislatif dan presiden. Secara demikian pendidikan demokrasi merupakan hal yang tidak dapat ditawar-tawar lagi untuk terus diupayakan dan dilaksanakan melalui proses pembelajaran. dimana penyelenggaraan pemilu dilakukan yaitu pemilihan umum untuk memilih calon anggota legislatif dan pemilihan presiden.Demokrasi masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid pembangunan demokrasi berkembang secara luas.4 Pendidikan Demokrasi 2. baik melalui sekolah (school-based civic education) maupun dalam lingkungan masyarakat (community-based civic education). dan Bupati. Sebaliknya. eksis karena secara sengaja diadakan. namun demikian beberapa hal perlu dikemukakan. Kedua. Pendidikan demokrasi di Indonesia berlandaskan pada : 14 . dibangun.

pedagogis dan social cultural untuk membangun cita-cita. Adanya kurikulum yang dapat memfasilitasi siswa untuk mengeksplorasi how the ideas of democracy have been translated into institutions and practices around the world and through the ages.instrumentasi. 2. b. Memfasilitasi warga Negara untuk mendapatkan berbagai akses dan menggunakn secara cerdas berbagai sumber informasi tentang demokrasi dalam teori dan praktek untuk berbagai konteks kehidupan sehingga ia memiliki wawasan luas dan memadai.2 Visi dan Misi Visi dari pendidikan demokrasi adalah sebagai wahana substantive. sikap dan keterampilan demokrasi dalam warga Negara melalui pengalalaman hidup dan berkehidupan demokrasi dalam berbagai konteks. 15 .4. Tap MPR RI Nomor IV/MPR/1999  UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional  PP Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan 2. Perhatian yang cermat diberikan pada the root and bramches of the democratic idea atau landasan dan bentuk-bentuk demokrasi. Memfasilitasi warga Negara untuk memperoleh dan memanfaatkan kesempatan berpartisipasi secara cerdas dan bertanggung jawab dalam praksis kehidupan demokrasi di lingkungannya. Misi pendidikan demokrasi dapat dirumuskan menjadi sebagai berikut : a. Memfasilitasi warganegara untuk dapat melakukan kajian konseptual dan operasional secara ceramat dan bertanggung jawab terhadap berbagai citacita.4. 2.3 Strategi/Pendekatan Menurut Gandal dan Finn (1992) Pendidikan demokrasi di sekolah (school based democsiry education) perlu dikembangkan paling tidak dalam 4 alternatif bentuk sebagai berikut : 1. konsep. nilai. dan praksis demokrasi guna mendapatkan keyakinan dalam melakukan pengambilan keputusan individu dan atau kelompok dalam kehidupan sehari-hari serta berargumentasi atas keputusan itu. prinsip. c.

Sanusi (1999) menegaskan perlunya dikembangkan berbagai kecerdasan untuk mendukung pelaksanaan pendidikan demokrasi. yang mencakup “… kecerdasan rohaniah. 16 . kecerdasan aqliyah (otaklogis-rasional). Di samping keempat hal tersebut. dan kecerdasan membahasakan serta mengkomunikasikannya”. Survei lapangan. ditambahkan oleh Gandal & Finn.3. Atau dengan lain. dan pelibatan siswa dalam kegiatan masyarakat. 4. kecerdasan membuat putusan dan memecahkan masalah (decision making and problem solving). kecerdasan naqliyah.studi kepustakaan. Adanya kurikulum yang memungkinkan siswa dapat mengeksplorasi secarah demokrasi di Negaranya untuk dapt menjawab persoalan apakah kekuatan dan kelemahan demokrasi yang diterapkan di negarnya dalam berbagai kurun waktu. workshop dan simulasi dengar pendapat. upaya yang perlu dikembangkan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler yang bernuansa demokrasi dan menjadikan sekolah sebagai lingkungan yang demokratis. Tersedianya kesempatan bagi siswa untuk memahami kondisi demokrasi yang diterapkan di negar-negara di dunia. perlu dikembangkannya pendidikan demokrasi yang bersifat multidimensional yang memungkinkan para siswa dapat mengembangkan dan menggunakan seluruh potensinya sebagai individu dan warga Negara dalam masyarakat bangsa-negara yang demokratis. sehingga para siswa memiliki wawasan yang luas tentang aneka ragam system sisosial demokrasi dalam berbagai konteks. 2. diskusi kelompok. khususnya di Indonesia. Dalam hal ini ditetapkan langkah-langkah sebagai berikut :  Mengidentifikasi masalah kebijakan publik dalam masyarakat. Sementara itu. kecerdasan menimbang (judgement).diskusi umum.4.4 Model Pembelajaran Model pembelajarannya menerapkan pendekatan fungsional dan pendekatan berbasis masalah. kecerdasan emosional (nafsiyah).  Memilih suatu masalah untuk dikaji oleh kelas  Mengembangkan Portofolio kelas  Menyajikan Portofolio  Melakukan Refleksi Pengalaman Belajar  Metode pembelajaran menggunakan kombinasi presentasi dosen.

17 . Veldhuis (1998) menyebutkan bahwa kemampuan dasar yang sering disebut pula “minimal package’ ditentukan oleh : (1) kebutuhan individu untuk memecahkan isu-isu dan masalahmasalah sosial dan politik yang mereka sedang dan akan hadapi. keterampilan intelektual (intellectual skills). rasional. yakni :  Menghormati dan penuh perhatian kepada orang lain  Berpikir kreatif  Menghasilkan sejumlah solusi tentang masalah-masalah bersama. Proses pendidikan kewarganegaraan kita harus membedakan aspek-aspek pengetahuan (knowledge) sikap dan pendapat (attitudes and opinions). terlebih dahulu perlu mempertimbangkan kemampuan dasar (core competencies) untuk setiap dimensi atau aspek-aspek di atas. Ada dua faktor yang berpengaruh terhadap penyelenggaraan pembelajaran demokrasi. tanggung jawab warga negara (civic responsibility) serta partisipasi warganegara (civic participation) agar terbentuk-nya warganegara Indonesia yang baik. 2) isu-isu dan masalah yang telah menjadi topik dan agenda publik yang penting. Untuk mengadakan suatu proses pembelajaran. Selanjutnya Udin mengatakan bahwa untuk mengembangkan pendidikan demokrasi di Indonesia maka diperlukan adanya paradigma baru yang lebih mengembangkan ksecerdasan warga negara (civic intelegence) dalam dimensi spiritual. baik melalui sekolah (school-based civic education) maupun dalam lingkungan masyarakat (community-based civic education).  Berusaha menerapkan soslusi-solusi tersebut. yaitu a) lingkungan tempat proses pembelajaran berlangsung dan b) karakteristik sosial. ekonomi dan budaya peserta didik. dan b) isu-isu dan masalah yang telah terjadi menjadi topik dan agenda politil. emosional dan sosial. Untuk mengadakan suatu proses pembelajaran perlu adanya sejumlah pengetahuan dasar (core competencies) untuk setiap dimensi atau aspek di atas seperti a) kebutuhan individu untuk memecahkan masalah-masalah sosial dan politik yang mereka sedang dan akan hadapi. and keterampilan partisipasi (participatory skills). Udin (2002) mengatakan bahwa pendidikan demokrasi perlu terus diupayakan dan dilaksanakan melalui proses pembelajaran.Udin (2002) menyebutkan bahwa keberhasilan pembelajaran demokrasi sebagai suatu seni akan ditentukan oleh prinsip-prionsip pembelajaran unteraktif model John Dewey.

18 .