You are on page 1of 7

TEORI AKUNTANSI

RMK 2

Oleh:
Herry Dwiyanto M (1215351024)

Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Udayana

Hari Kamis. Konsep Anggaran Dasar IAI yang pertama diselesaikan pada 15 Mei 1958 dan naskah finalnya selesai pada 19 Oktober 1958. Panitia diminta menghubungi akuntan lainnya untuk menanyakan pendapat mereka.30. Alasannya. . yaitu pada pertemuan ketiga yang diadakan di aula UI pada pukul 19. Go Tie Siem sebagai penulis. mereka lulus pertengahan tahun 1957. 2. Dalam Panitia itu Prof. Namun demikian. Menteri Kehakiman mengesahkannya pada 11 Pebruari 1959. khususnya yang mempengaruhi dunia usaha dan profesi akuntansi sendiri. Abutari. Surat yang dikirimkan Panitia kepada 6 akuntan lainnya memperoleh jawaban setuju. LEMBAGA-LEMBAGA YANG MENETAPKAN STANDAR AKUNTANSI  IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) adalah organisasi profesi akuntan yang juga merupakan badan yang menyusun standar akuntansi keuangan di Indonesia. Perkumpulan yang akhirnya diberi nama Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) akhirnya berdiri pada 23 Desember 1957.  Sejarah IAI Pada waktu Indonesia merdeka. tujuan IAI adalah: 1. Membimbing perkembangan akuntansi serta mempertinggi mutu pendidikan akuntan. hanya ada satu orang akuntan pribumi. Soemardjo duduk sebagai ketua. dan Go Tie Siem. Dr. Soemardjo mengambil prakarsa mendirikan perkumpulan akuntan untuk bangsa Indonesia saja. Karena pertemuan tersebut tidak dihadiri oleh semua akuntan yang ada maka diputuskan membentuk Panitia Persiapan Pendirian Perkumpulan Akuntan Indonesia. Mempertinggi mutu pekerjaan akuntan. yaitu Prof. Ketika itu. mereka tidak mungkin menjadi anggota NIVA (Nederlands Institute Van Accountants) atau VAGA (Vereniging Academisch Gevormde Accountants). Keempat akuntan ini bersama dengan Prof. 17 Oktober 1957.I. regional maupun global. Akuntan-akuntan Indonesia pertama lulusan dalam negeri adalah Basuki Siddharta. Tan Tong Djoe. Organisasi profesi ini terus berusaha menanggapi perkembangan akuntansi keuangan yang terjadi baik tingkat nasional. Mereka menyadari keindonesiaannya dan berpendapat tidak mungkin kedua lembaga itu akan memikirkan perkembangan dan pembinaan akuntan Indonesia. Basuki Siddharta sebagai bendahara sedangkan Hendra Darmawan dan Tan Tong Djoe sebagai komisaris. Soemardjo lulus pendidikan akuntan di negeri Belanda pada tahun 1956. kelima akuntan tadi mengadakan pertemuan di aula Universitas Indonesia (UI) dan bersepakat untuk mendirikan perkumpulan akuntan Indonesia. Hendra Darmawan. sedangkan Prof. tanggal pendirian IAI ditetapkan pada 23 Desember 1957.

Saat ini IAI menjadi sekretariat permanen AFA. Komite ini selama masa kerjanya mengeluarkan 51 Accounting Reserch Bulletins (ARB) dari tahun 1939 sampai tahun 1959. Saat ini IAI merupakan satu-satunya wadah yang mewakili profesi akuntan Indonesia secara keseluruhan. dan fungsinya. Pada tahun 1971 karena kekhawatiran akan campur tangan pemerintah terhadap penyusunan standar akuntansi. menengah dan koperasi. IAI juga merupakan anggota sekaligus pendiri ASEAN Federation of Accountants (AFA).  FASB (Financial Accounting Standard Board) Pada tahun 1930 AICPA menunjuk TIM yang bekerja sama dengan SEC dan terbentuklah sebuah komite yang disebut Committee on Accounting Procedures yang anggotanya terdiri dari praktisi di bidang Akuntan publik. Untuk mencapai maksud. menjadi pusat pengetahuan dan pengembangan akuntansi. seimbang dan selaras.FASAC (Financial Accounting Standards Advisory Council). IAI bertujuan mengembangkan dan mendayagunaakan potensi Akuntan Indonesia sehingga terbentuk suatu cipta dan karya Akuntan Indonesia untuk didarmabaktikan bagi kepentingan bangsa dan Negara. AICPA menunjuk Wheat Committee yang membubarkan APB dan membentuk FAF (Financial Accounting Foundation) serta membawahi FASB. FASB dibandingan dengan dengan APB mempunyai perbedaan sebagai berikut: 1.5 juta akuntan yang bernaung dalam 167 asosiasi profesi akuntan yang tersebar di 127 negara. serta menjaga kepercayaan pemakai jasa dan masyarakat luas atas hasil kerja profesi akuntan yang tergabung dalam IAI. Status anggota adalah full time 3. pengembangan dan penegakkan kode etik akuntan. Posisinya lebih otonom 4. IAI memiliki komitmen untuk melaksanakan semua standar internasional yang ditetapkan demi kualitas tinggi dan penguatan profesi akuntan di Indonesia. Sebagai anggota IFAC.IAI bermaksud menghimpun potensi Akuntan Indonesia untuk menjadi penggerak pembangunan nasional dalam mewujudkan masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. tujuan. IAI berfungsi sebagai wadah komunikasi yang menjebatani berbagai latar belakang tugas dan bidang pengabdiannya untuk menjalin kerjasama yang bersifat sinergi secara serasi. melaksanakan sertifikasi di bidang akuntansi sebagai tolak ukur standar kualitas keprofesian. pemberian konsultasi untuk pengembangan usaha kecil. hubungan internasional. menjaga dan meningkatkan kompetensi akuntan melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan. Kedudukannya lebih independen . organisasi profesi akuntan dunia yang merepresentasikan lebih 2. IAI merupakan anggota International Federation of Accountants. pengembangan dan penyusunan standar akuntansi keuangan. Anggota berjumlah 7 orang sedangkan dulu 18 sampai dengan 21 orang 2. IAI melaksanakan beragam kegiatan diantaranya pendaftaran dan pelayanan keanggotaan. publikasi.

IASC dikuasai pemikiran Eropa dan bermarkas di London dan biasanya dalam beberapa hal. 89 Pelaporan Keuangan dan Perubahan Harga (Pengganti no.  Sampai tahun 1990. . 52 Transaksi Valuta Asing 1981 5.33) 1986 6. Financial Accounting Concept 3. Standard & Interpretation 2. IFAC ini memiliki badan khusus yang mengeluarkan standar akuntansi yang disebut dengan IASC (International Accounting Standard Committee). yakni untuk membentuk dan mengembangkan standar-standar akuntansi dan pelaporan keuangan sebagai pedoman dan pendidikan bagi publik. Topik-topik yang pentingnya meliputi: 1.5. dan pemakai laporan keuangan. Technical Bulletins  Fungsi FASB dijelaskan secara jelas dalam Mission Statementnya. 5 Akuntansi Kontijensi 1975 3. termasuk penerbit laporan keuangan. SAFS Tahun 2 Akuntansi Biaya Litbang 1974 2. 106 Akuntansi Pemberi Kerja Bagi Manfaat-Manfaat 1990  IASC (International Accounting Standard Committee) sekarang mengeluarkan standar bernama IFRS (International Financial Reporting Standard) Secara internasional profesi akuntan memiliki organisasi yang disebut dengan International Federation of Accountant. Badan ini diwakili lebih luas dari kelompok profesi dan bisnis Pronouncement (pengumuman hasil kerja) yang dikeluarkan FASB mencangkum standar dan konsep akuntansi yang dikeluarkan berupa: 1. No. 14 Akuntansi Bagi Segmen-segmen Perusahaan Bisnis 1976 4. FASB telah mengeluarkan 106 SAFS. IASC ini selalu menjadi pesaing FASB USA. auditor.

Pembahasan dalam komite khusus pengembangan standar yang dibentuk DSAK g. Di Indonesia berlaku Prinsip Akuntansi Indonesia kemudian diganti menjadi Standar Akuntansi Keuangan (SAK) Indonesia kemudian menjadi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK). Due Process Penetapan Standar Akuntansi Standar akuntansi adalah kerangka teori konseptual yang menjadi dasar pelaksanaan teknik- tekniknya. SAK merupakan pedoman bagi siapa saja dalam menyusun laporan keuangan yang akan diterima oleh umum. Membentuk tim kecil dalam DSAK d. Due Process Procedure penyusunan Interpretasi SAK. kerangka dasar konseptual ini terdiri dari standar (teknik. kemudian Accounting Principle Board Statement (APBS). Due Process Prosedur penyusunan SAK sebagai berikut : a. misalnya proses public hearing. Panduan Implementasi SAK dan Buletin Teknis tidak wajib megikuti keseluruhan tahapan due process yang diatur dalam ayat 1 di atas.  Process Prosedur Penyusunan SAK 1. Public hearing k. Persetujuan Exposure Draft PSAK menjadi PSAK n. Melakukan penulisan awal draft f. Pengecekan akhir o. Sosialisasi standar 2. Pembahasan dalam DSAK h.II. . prinsip) dan praktik yang sudah diterima oleh umum karena kegunaannya dan kelogisannya. Limited hearing m. Sedang di USA berlaku Generel Accepted Accounting Principle (GAAP). Konsultasikan issue dengan DKSAK c. dan terakhir menjadi FASB Statement. Melakukan riset terbatas e. Identifikasi issue untuk dikembangkan menjadi standar b. Penyampaian Exposure Draft kepada DKSAK untuk meminta pendapat dan pertimbangan dampak penerapan standar i. Pembahasan tanggapan atas Exposure Draft dan Masukan Public Hearing l. Peluncuran draft sebagai Exposure Draft dan pendistribusiannya j.

f. dan k sedangkan tahapan m dalam 1 ayat di atas diganti menjadi : Persetujuan pencabutan standar atau interpretasi. i. .2. j. Due Process Prosedure untuk pencabutan standar atau interpretasi standar yang sudah tidak relevan adalah sama dengan due process prosedures penyusunan standar yang diatur dalam ayat 1 di atas tanpa perlu mengikuti tahapan due process e.

net/rose_mia/kuliah-teori-akuntansi-6-7-standar-akuntansi .html http://cholil145.html http://www.slideshare.Jakarta:Rajawali Pers http://fathir32.DAFTAR PUSTAKA Harahap.com/2011/04/01/konvergensi-standar-akuntansi-di-indonesia-ke-ifrs/ http://setya-wa2n.Teori Akuntansi.com/2012/04/penyusunan-standar-akuntansi-di_26.wordpress.2011.Sofyan Syafri.blogspot.com/2010/07/sejarah-perkembangan-akuntansi.blogspot.