You are on page 1of 54

Hukum Vs Kesehatan

Ada ‘wilayah singgung’ antara
pelayanan kesehatan dan
hukum
Pemberi layanan kesehatan
berperan dan berfungsi
meningkatkan derajat kesehatan,
mencegah penyakit, memulihkan
kesehatan, mengatasi keadaaan
gawat darurat, mengurangi, atau
menghilangkan penderitaan,
meningkatkan mutu hidup, dan
mencegah kematian manusia
yang belum waktunya.

Tujuan hukum adalah
menciptakan dan
menjamin kehidupan
bermasyarakat yang
tertib, aman, dan adil.
 Kesehatan merupakan
bagian dari
kesejahteraan manusia,
dan oleh karena itu
harus juga menjadi
perhatian dan jaminan
hukum.

Glosari
Kesehatan adalah keadaan sejahtera yang
sempurna dari badan, mental, dan sosial,
dan bukan hanya tidak ada penyakit
atau kelemahan (WHO 1948).
Kesehatan adalah keadaan sehat baik
secara fisik, ental, spritual maupun sosial
yang memungkinkan setiap orang hidup
produktif secara sosial dan ekonomis (UU
RI No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan)

memulihkan kesehatan.Tindakan medik adalah tindakan profesional oleh dokter terhadap pasien dengan tujuan memelihara. . meningkatkan. atau menghilangkan atau mengurangi penderitaannya.

. Hukum pidana adalah hukum yang mengatur perbuatan apa yang dilarang dan memberikan pidana (hukuman) kepada siapa yang melanggarnya.Hukum perdata adalah hukum yang mengatur hubungan-hubungna antara orang dengan orang yang lain. Hukum Administrasi Negara adalah hukum yang mengatur cara menjalankan tugas (hak dan kewajiban) dan kekuasaan alat-alat perlengkapan negara.

Hukum dan Profesi Medis Upaya menertibkan kehidupan   berkelompok dan upaya menyembuhkan orang sakit mungkin sama tuanya. . Setelah filsafat dan teologi. hukum dan pengobatan merupakan disiplin-disiplin ilmu yang tertua.

sejak zaman Yunani kuno. kecuali kedokteran. para dokter dan masyarakat menganggap profesi itu tidak perlu diatur oleh pihak luar. Oleh karena itu. juga tidak oleh . hukum mengatur semua kehidupan manusia.SEJARA H Selama berabad-abad. Para dokter mengatur diri sendiri dengan kode etik dan sumpah profesi yang kuat tradisi dan pengaruhnya dalam masyarakat.

asuransi kesehatan. Pelaku lain juga berperan : pemerintah.Namun. . industri alat medis. dan penanam modal. Masalah kesehatan tidak lagi hanya dokter dan pasien. bisnis. pada bagian kedua abad XX keadaan berubah :     Ilmu dan teknologi kedokteran berkembang pesat. Profesi dokter juga sudah terspesialisasi dan subspesialisasi. industri farmasi.

 adanya alat bantu seperti mesin ventilator dapat memperpanjang hidup ataukah hanya menunda kematian.  transplantasi organ. contoh :  kriteria hidup dan mati tidak sesederhana dulu.  Ilmu kedokteran makin rumit Penerapan teknologi makin luas dengan problem dilematik. .

. tuntutan masyarakat meningkat.   Karena perkembangan pendidikan dan kesejahteraan masyarakat secara umum. Masyarakat tidak mau lagi menerima sikap paternalistik dokter. Masyarakat menuntut dokter lepas dari isolasi hukum. yang dalam zaman modern ini sudah setara dengan warga negara lain di hadapan hukum.

sekitar tahun 60-an di Eropa dan Amerika mulai dikembangkan spesialisasi baru sistem hukum : Hukum Kesehatan. Dengan adanya berbagai perubahan tadi. .

. Pemerintah kolonial Hindia Belanda menerbitkan ordonansi tentang pemeliharaan kesehatan masyarakat.Kelahiran Hukum Kesehatan  Sejarah :   Raja Hammurabi dari Babylonia menyusun kodefikasi hukum yang antara lain juga mengatur dokter dalam menjalankan profesinya (> 20 abad SM).

Sejak 1977 perkumpulan ini menerbitkan Tijdschrift Voor Gezondheidsrecht (Majalah Hukum Kesehatan) → besar pengaruhnya dalam menyebarluaskan pengetahuan hukum kesehatan.  Di Belanda. istilah gezondheidsrecht (hukum kesehatan) baru diusulkan Goudsmit tahun 1954 → dilupakan orang. dipicu berdirinya Vereniging Voor Gezondheidsrecht (Perkumpulan Untuk Hukum Kesehatan) tahun 1967. . Lalu muncul lagi (1960-an).

Belgia (1967) yang dihadiri oleh ahli hukum senior dan dokter dari Indonesia → orangorang pertama yang menyebarkan informasi tentang perkembangan hukum kesehatan di Indonesia. Kongres internasional pertama tentang Hukum Kedokteran diselenggarakan di Kent. .

Ia dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Negeri Pati. Dan setelah banding di Pengadilan Tinggi Semarang. Namun. . Dan keadaan gawat darurat itu tidak didukung oleh peralatan medis yang ada di puskesmas kecil. Pencetus Kelahiran Perhuki    Dokter Setyaningrum. Jawa Tengah → menyuntik seorang anak yang kemudian mengalami syok anafilaktik (1981).Dokter Setyaningrum. Setyaningrum dari tuntutan hukum. dokter muda di puskesmas Pati. keputusan Pengadilan Negeri Pati diperkuat → dr. Mahkamah Agung membebaskan dr. Setyaningrum diganjar pidana penjara (1982). Hal ini didasarkan pendapat apa yang dilakukan dokter tersebut bukan kelalaian atau kesengajaan. pada tingkat peradilan tertinggi.

agar dapat menilai kasus yang menyangkut upaya kesehatan. tanggal 1 Nopember 1982 di Jakarta dibentuk Kelompok Studi Hukum Kedokteran Indonesia yang terdiri atas dokter dan sarjana hukum → cikal bakal Perhimpunan Untuk Hukum Kedokteran Indonesia (Perhuki) tanggal 7 Juli 1983. dirasakan benar-benar kebutuhan para penegak hukum untuk mengerti pemeliharaan kesehatan. Tindak lanjutnya. Pada kongres nasionalnya (Yogyakarta. 28 Januari 1993) → diubah menjadi Perhimpunan Hukum Kesehatan Indonesia (dengan akronim Perhuki juga) .   Dari kasus tersebut.

yurisprudensi. hukum bidang kesehatan. serta ilmu pengetahuan bidang kedokteran/kesehatan. pedoman medis nasional/internasional. sarana. .Pengertian Hukum Kesehatan  Dalam anggaran dasar Perhuki yang disempurnakan (Bab I pasal 1):  Hukum kesehatan → semua ketentuan hukum yang berhubungan langsung dengan pemeliharaan/pelayanan kesehatan dan penerapannya serta hak dan kewajiban baik dari perorangan dan segenap lapisan masyarakat sebagai penerima pelayanan kesehatan maupun dari pihak penyelenggara pelayanan kesehatan dalam segala aspek orgaisasi.

Van der Mijn: Kumpulan peraturan yg berkaitan dgn pemberian perawatan dan juga penerapannya kpd hukum perdata.J. hukum pidana dan hukum administrasi. Prof. Leenen: Semua peraturan hukum yg berhubungan langsung pada pemberian pelayanan kesehatan dan penerapannya pada hukum perdata.J.Prof. . hukum administrasi dan hukum pidana.H.

Ilmu Kedokteran Forensik  penggunaan pengetahuan dan keterampilan dibidang kedokteran .Hukum Kesehatan = Hukum Kedokteran = Ilmu Kedokteran Forensik Hukum Kesehatan  meliputi semua ketentuan hukum yg berhubungan dgn pemeliharaan kesehatan. Hukum Kedokteran  bagian dari hukum kesehatan yg meliputi ketentuan hukum yg behubungan dgn pelayanan medis.

Hukum kesehatan : •Langsung berhubungan dengan pemeliharaan kesehatan •Merupakan penerapan hukum perdata. hukum limbah. pidana. hukum keselamatan kerja. . peraturan lainnya yg ada kaitan langsung yg dpt mempengaruhi kesehatan manusia. administrasi negara dalam kaitan dengan pemeliharaan kesehatan. hukum polusi. hukum pencemaran lingkungan. hukum rumah sakit. hukum keperawatan. •Ruang lingkupnya meliputi: hukum medis.

hukum keperawatan. administrasi negara dalam kaitan dengan pemeliharaan kesehatan. Hukum kesehatan :    Langsung berhubungan dengan pemeliharaan kesehatan Merupakan penerapan hukum perdata. pidana. hukum rumah sakit. hukum polusi. . peraturan lainnya yg ada kaitan langsung yg dpt mempengaruhi kesehatan manusia. hukum pencemaran lingkungan. Ruang lingkupnya meliputi: hukum medis. hukum limbah. hukum keselamatan kerja.

.

Malpraktek (Kelalaian.Pembuktian .Bayi Tabung .PERDATA HUKUM TATA USAHA NEGARA .Abortus .Transplantasi .Euthanasia .Rekam Medis .Informed Consent .PIDANA H.Hak/Kewajiban tenkes dan Pasien Transaksi Terapeutik Hak atas pelayanan kesehatan (The right to health care) Hak menentukan nasib sendiri (The right to selfdetermination) . Kesengajaan) .ETIK H.

2. genetika. hak atas pemeliharaan kesehatan. Tentang kedudukan individu dalam hukum kesehatan → hak atas tubuh sendiri.Cakupan Hukum Kesehatan Kelompok masalah menurut Leenen :  1. dan lain-lain. . Yang menyangkut asas umum → menentukan diri sendiri. kedudukan material tubuh. hak atas kehidupan. reproduksi. 3. Masalah dalam menjalankan profesi → aturan undang-undang dalam menjalankan profesi kesehatan.

6. hubungan antara pemberi pelayanan kesehatan dengan penyeleggara asuransi kesehatan. Tentang hubungan keperdataan → kesepakatan antara pemberi pelayanan kesehatan dengan sarana kesehatan.4. tindakan medis dan hukum pidana. 5. Masalah dengan aspek pidana → tanggung jawab pidana. hak untuk tidak membuka rahasia (verschoningsrecht). . Masalah dalam pelayanan kesehatan kuratif → kewajiban memberikan pertolongan medis.

badan pemberi layanan preventif. organisasi kesehatan swasta. .7. pemeriksaan kesehatan rakyat. Tentang organisasi dalam pemeliharaan kesehatan → undang-undang tentang kesehatan. 10. 9. rumah sakit. Tentang pelaksanaan profesi dan kepentingan pihak ketiga → kesehatan industri (perusahaan). pemeriksaan medis untuk skrining. Masalah obat narkotik. 8. Tentang pencegahan penyakit → imunisasi.

Masyarakat Ekonomi Eropa. Masalah dalam pendanaan upaya kesehatan → skala prioritas. undangundang tentang dana pencegahan penyakit. 12. Tentang upaya kesehatan internasional → ketentuan WHO.11. . undang-undang tentang pembiayaan asuransi kesehatan. Dewan Eropa.

KODEKI Medicus curat natura sanat .

 KODEKI  mengatur hubungan antar manusia yg mencakup kewajiban umum seorang dokter.  Kode etik  pemandu sikap dan perilaku. hubungan dokter thd pasien.Kode Etik Kedokteran Indonesia (KODEKI) ETIK……  Tiap profesi memiliki kode etik tersendiri. . kewajiban dokter thd sejawat. dan kewajiban dokter thd diri sendiri.

meningkatkan yg baik pd pasien)  Asas Nonmaleficence  kewajiban utk tdk melakukan hal-hal yg merugikan thd manusia.Asas-asas Etika Medis Tradisional  Asas Beneficence  kewajiban melakukan yg baik thd manusia (mencegah hal yg buruk/cidera. ( BASIC PRINCIPLES OF HEALTHCARE ETHICS) . menghilangkan hal yg buruk.

l-hal semacam itu memalukan utk dibicarakan” .Asas-asas Etika Medis Tradisional  Asas menghormati hidup manusia “Saya tdk akan memberikan obat yg mematikan kpd siapapun sekalipun diminta…demikian jg saya tdk akan memberikan kpd seorang perempuan obat yg dpt mengakibatkan keguguran”  Asas konfidensialitas “Apapun yg saya lihat atau dengar selama melakukan pengobatan atau jg diluar itu ttg hidup org…akan saya simpan utk saya sendiri krn ha.

Asas Keadilan (justice)  perlakuan yg sama pd kasus yg sama tanpa melihat latar belakang seseorang. 2. Keadilan distributif thd tenaga kesehatan  . 1. kehidupan dan malahan secara ekstrim ttg kematiannya.Asas Menghormati Otonomi Pasien hak pasien utk mengambil keputusan dan menentukan sendiri ttg kesehatan.Asas-Asas Etika Medis Kontemporer Merupakan asas-asas tambahan akibat dari perubahan luar biasa dlm banyak aspek kehidupan manusia diseluruh dunia.

.Asas-Asas Etika Medis Kontemporer 3. Asas Berkata Benar (Truth Telling. Veracity)  kepercayaan dlm hubungan dokterpasien.

Dokter sering dihadapkan pada pilihanpilihan pelayanan profesionalnya dimana nyawa orang taruhannya. . kewajiban dan tanggungjawab profesinya.Etika bagi profesi kedokteran   Sebagai salah satu rambu-rambu utama bagi dokter dalam melaksanakan tugas.

17) . 9 pasal (pasal 1-9. pasal 7 a/b/c/d) Kewajiban dokter terhadap pasien . 221/PB/A.4/04/2002) Kewajiban umum.KODE ETIK KEDOKTERAN INDONESIA (SK PB IDI No.15) Kewajiban dokter terhadap diri sendiri 2 pasal (pasal 16.4 pasal (pasal 10-13) Kewajiban dokter terhadap teman sejawat 2 pasal (pasal 14.

Dalam melakukan pekerjaan kedokterannya.KODE ETIK KEDOKTERAN INDONESIA (KODEKI)     Berupaya melaksanakan profesinya sesuai dengan standar profesi yang tertinggi. seorang dokter tdk boleh dipengaruhi oleh sesuatu yang mengakibatkan hilangnya kebebasan dan kemandirian profesi. . Menghindarkan diri dari perbuatan yang bersifat memuji diri Tiap perbuatan atau nasehat yang mungkin melemahkan daya tahan psikis maupun fisik hanya diberikan utk kepentingan dan kebaikan pasien stlh memperoleh persetujuan pasien.

KODEKI…     Senantiasa berhati-hati dalam mengumumkan dan menerapkan setiap penemuan teknik atau pengobatan baru yg belum teruji kebenarannya. Bersikap jujur dlm hubungan dengan pasien dan sejawatnya dan berupaya utk mengingatkan sejawatnya yang dia ketahui memiliki kekurangan dlm karakter atau kompetensi dlm menangani pasien. Memberikan surat keterangan dan pendapat yang telah diperiksa sendiri kebenarannya. Memberikan pelayanan medis yang kompeten dengan kebebasan teknis dan moral sepenuhnya disertai rasa kasih sayang dan penghormatan atas martabat manusia. .

KODEKI… Menghormati hak-hak pasien. hak-hak sejawat dan hak tenaga kesehatan lainnya dan harus menjaga kepercayaan pasien.  .  Mengingat akan kewajiban melindungi hidup makluk insani.  Memperhatikan kepentingan masyarakat dan memperhatikan semua aspek pelayanan kesehatan yang menyeluruh serta berupaya menjadi pendidik dan pengabdi masyarakat yg sebenar-benarnya.

 Memberikan kesempatan kepada pasien agar senantiasa dapat berhubungan dengan keluarga dan penasehatnya dlm beribadat atau dlm masalah lain.  Melakukan pertolongan darurat sbg suatu tugas perikemanusiaan.  .  Merahasiakan segala sesuatu yg diketahuinya ttg seorang pasien bahkan setelah pasien itu meninggal dunia.KODEKI… Bersikap tulus ikhlas dan mempergunakan segala ilmu dan keterampilannya utk kepentingan pasien.

 Senantiasa mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran/kesehatan.KODEKI…  Tidak boleh mengambil alih pasien dari teman sejawat kecuali dgn persetujuan atau berdasarkan prosedur yg etis. .

.Pelanggaran Etik Profesi Anggota profesi yang melanggar kode etik ditertibkan atau dihukum oleh suatu dewan atau majelis yang ditunjuk khusus untuk itu oleh organisasi profesi.

pembinaan etika profesi dan atau tugas kelembagaan dan ad hoc lainnya dalam tingkatnya masing-masing. yang dibentuk secara khusus ditingkat Pusat.Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK)  Merupakan badan otonom Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang bertanggungjawab mengkoordinasi kegiatan internal organisasi dalam pengembangan kebijakan. Wilayah dan Cabang untuk menjalankan tugas kemahkamahan profesi. . pembinaan pelaksanaan dan pengawasan penerapan etika kedokteran.

STANDAR PROFESI MEDIS .

23/92) Standar profesi  pedoman yang harus dipergunakan sbg petunjuk dlm menjalankan profesi secara baik. 53 UU No. (penjelasan Psl. 23/92) . 53 UU No.Standar Profesi: Tenaga kesehatan dalam melakukan tugasnya berkewajiban untuk mematuhi standar profesi dan menghormati hak pasien (Psl.

J.J Leenen  Norma standar profesi medik dpt diformulasikan sbb: bertindak teliti sesuai dgn standar medik sebagai dilakukan seorang dokter yg memiliki kemampuan rata-rata dari kategori keahlian medik yg sama dalam keadaan yg sama dgn cara yg ada dlm perseimbangan yg pantas utk mencapai tujuan dari tindakan yg konkret. .H.Prof.Dr.

Prof.Mr. Ketelitian yang umum . Kewenangan 2.B Van der Mijn Dalam melaksanakan profesinya. Kemampuan rata-rata 3. seorang tenaga kesehatan berpegang pada 3 ukuran umum: 1.W.

M merupakan pedoman bagi para tenaga kesehatan dlm melaksanakan pekerjaannya.P.M dpt mengakibatkan tenaga kesehatan digugat secara perdata dlm hal pasien menderita kerugian.  Pelanggaran thd S. Secara pidana krn kelalaian dokter shg pasien cacat/meninggal dunia serta sanksi administratif.P.Resume Standar Profesi Medik (S. .M)  S.P.

Tenaga Kesehatan .

Tenaga Kesehatan: Setiap org yg mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan/atau keterampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yg untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan utk melakukan upaya kesehatan (Psl 1 ayat 6 UU No. 36 tahun 2009 ttg Kesehatan) .

 Pengganti Undang-Undang Pokok Tenaga Kesehatan tahun 1966 .Tenaga Kesehatan  PP No. 32 Tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan.

otorik prostetik.  Tenaga gizi:nutrisionis dan dietisien. entomolog kesehatan.  Tenaga kesehatan masyarakat: epidemiolog kese-hatan. mikrobiolog kesehatan. penyuluh kesehatan.  Tenaga kefarmasian: apoteker. teknisi transfusi dan perekam medis. 32 Tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan Tenaga medis: dokter dan dokter gigi. teknisi elektromedis.  Tenaga ketrampilan fisik: fisioterapis. analis kesehatan. okupasiterapis dan terapis wicara.  . radiotherapis. administrator kesehatan dan sanitarian.  Tenaga keteknisian medis: radiografer. refraksionis optisien.PP No.  Tenaga keperawatan: perawat dan bidan. analis farmasi dan asisten apoteker. teknisi gigi.

‫واﻟﺴﻼم‬ .