You are on page 1of 32

BAB 1

PENGERTIAN DAN ILMU PENGETAHUAN K3
1.1 .PENGERTIAN K3 DAN SMK3
a. K3 adalah singkatan dari keselamatan dan kerja yang dalam bahasa inggris disebut
sebagai Occupational Health and Safety ,disingkat OHS . K3 atau OHS adalah kondisi
yang harus diwujudkan di tempat kerja dengan segala daya upaya berdasarkan ilmu
pengetahun dan pemikiran mendalam guna melindugi tenaga kerja,manusia sertakarya
dan budayanya melalui penerapanteknologi pencegahan kecelakaan yang dilaksanakan
secara konsistent esua dengan peraturan perundangan dan standar yang berlaku.
b. SMK3 ialah singkatan dari Sistem Manajemen Keselamatan dan secara keseluruhan ang
meliputi strukturorganisasi, perencanaan,tanggungjawab,pelaksanaan,prosedur,prses an
sumber daya yang dibutuhkan bagi pengembangan ,penerapan,pencapaian,pengkajian,dan
pemeliharaan kebijakan K3 daam rangka pengendalian risiko yang berkaitan dengan
kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan produktif .
1.2. SISTEM MANAJEMEN K3 (SMK3)
a. SIKLUS PROSES SMK3
tahapan proses dalam SMK3 bersifat siklus , yaitu harus terjadi proses perbaikan yang
berkelanjutan ( continual improvement) , yaitu mulai dari proses pengembangan
komitmen & kebijakan_perencanaan_pelaksanaan/penerapan_pengukuran &evaluasi
_peninjauan ulang & peningkatan oleh manajemen dst sehingga terjadi proses perbaikan
sistem secara inheren , sebagaimana digambarkan dalam bagan sbb

Komitmen&kebijakan

Peningkatan berkelanjutan

perencanaan

Peninjauan

penerapan

ulang&peningkatan oleh
manajemen

( sumber : peraturan Menteri Tenaga Kerja No:PER.05/MEN/1996)
Pengukuran & Evaluasi

b.Tahapan proses dalam SMK3 :
A.Komitmen dan kebijakan
Tiga hal yang perlu diperhatikan ,yaitu :
1.Kepemimpinan dan komitmen:
Komitmen untuk menerapkan SMK3 di tempat kerja,mutlak harus diberikan oleh semua pihak
,terutama dari pihak manajemen/ pengurus dan tenaga kerja.Oleh karena itu,perusahaan harus:



Memebentuk organisasi tempat kerja untuk terciptanya k3
Menyediakan anggaran dan personil yang memadai
Melakukan perencaaan dan pelaksanaan program K3
Melakukan penilaian atas kinerja program K3.

2. Tinjauan awal K3
Manajemen harus melakukan tinjauan awal K3 dengan cara:





Mengidentifikasikan kondisi yang ada .
Mengidentifikasikan sumber bahaya.
Penguasan pengetahuan , peraturan perundangan dan standar K3
Membandingkan penerapan K3 di perusahaan lain yang lebih baik.
Meninjau sebab akibat dan kejadian yang membahayakan .
Menilai efisiensi dan efektivitas sumber daya yang disediakan.

3. Kebijakan K3
Kebijakan K3 merupaka suatu pernuataan kepada umum yang ditandatangani oleh
manajemen senior yang menyatakan komitmen dan kehendaknya untuk bertanggung jawab
terhadap elemen K3:




Komitmen tertulis , ditandatangani pengurus tertinggi.
Memuat visi dan tujuan yang bersifat dinamis
Memuat kerangka kerja dan program kerja.
Dibuat melalui proses konsultasi dengan pekerja/akil pekerja.
Disebarluaskan kepada seluruh pekerja.

B. Perencanaan
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam perencanaan:



Perencanaan manajemen risiko.
Menetapkan tujuan an sasaran dari kebijakan K3
Menggunakan indikator kinerja sebagai penilaian kinerja K3
Menetapkan sistem pertanggung jawabanan cara pencapaian kebijakan K3.

C. Penerapan
Pada tahap ini, perusahaan perlu memeperhatikan:

1. Jaminan Kemampuan ,yaitu:
 Tersedianya personil terlatih, sarana dan dana yang memadai.
 Tersedianya sistem & prosedur yang terintegrasi dengan K3
 Adanya Tanggungjawab dan akuntabilitas K3 dari pengurus,
 Adanya motivasi / kesadaran pekerja tentang SMK3.
 Adanya komunikasi dengan pekerja tentang penerapan SMK3.
 Adanya seleksi, penilaian dan pelatihan kompetensi untuk K3.
2. Kegiatan pendukung
 Kominikasi dua arah yang efektif antara pengurus dan pekerja.
 Pelaporan ,guna menjamin SMK3 dipantau,kinerjanya ditingkatkan.
 Dokumentasi sistem dan prosedur kegiatan perusahaan.
 Pengendalian Dokumen , hanya yang berlaku yang digunakan .
 Adanya pengendalian rekaman sebagai bukti penerapan SMK3.
3. Identifikasi sumber bahaya,penilaian dan pengendalian resiko.
 Pada saat perancangan ,rekayasa , pemngadaan & pelaksanaan .
 Lakukan pengendalian administratip & ADP pada pelaksanaan.
 Tinjau ulang kontrak dan persyaratan saat pembelian.
 Persiapkann prosedur menghadapi keadaan darurat,insiden dan pemulihan keadaan
darurat.
D. Pengukuran dan Evaluasi
Fungsi kegiatan tahap pengukuran dan Evaluasi adalah untuk:
a. Memantau ,mengukurdan ,mengevaluasi kinerja SMK3
b. Mengetahui keberhasilan/efektifitas penerapan SMK3 , dan
c. Mengidentifikasi dan melakukan tindakan perbaikan yang perlu.
Prosedur pengukuran & evaluasi didoumentasikan,meliputi kegiatan:
1. Inspeksi & pengujian , dilakukan oleh petugas yang berkompeten rekamannya dipelihara
dengan alat/metode yang memenuhi syarat K3 , setiap penyimpangan harus segera
ditindak lanjuti, diselidiki & ditinjau.
2. Audit SMK3 , dilakukan untuk membuktikan dan mengukur efektifias penerapan SMK3
ditempa kerj oleh auditor internal untuk setiap enam bulan , dan oleh auditor eksternal /
independen tiap tiga tahun.
3. Tindakan perbaikan dan pencegahan terhadap semua temuan hasil
pemantauan,inspeksi,pengujian dan audit harus dilakukan secara berkelanjutan dan
sistematis un tuk menjamin efekltifitas SMK3.

1.3. PENGERTIAN AUDIT K3 dan INSPEKSI K3

Tujuan inspeksi K3 secara umum adalah untuk mengidentifikasi:masalah potensial . c. Pengendalian Dokumen. Inspeksi Umum Berkala . 2. Standar pemantauan. h. dilakukan bersama berbagai didiplin.untuk menentukan suatu kegiatan dan hasil-hasil yang berkaitan sesuai dengan prosedur yang direncanakan . 4. Pengumpulan & penggunaan data. 4. Pelaporan & perbaikan kekurangan.menilai hasil kerja. 6. menunjukkan komitmen. b. frekuensinya berkala . Tinjauan ulang perancangan & kontrak.memeriksa saranasarana baru . Audit SMK3. g. Jenis Audit SMK3 terdiri dari : 1. Syarat Audit dilakuan secara sistematik & Independen. 9. Audit eksternal dilakukan paling sedikit tiga tahun sekali oleh auditor dari d. Pelaksanaan Audit SMK3 : meliputi 12 elemen kriteria. 10.metodologinya obyektif berdasar fakta . Inspeksi K3.kekurangangan secara kerja. Audit adalah pemeriksaansecara sitematis dan independen. Inspeksi Berkelanjutan pada kegiatan konstruksi dari awl s/d akhir. akibat suatu perubahan apa ada tindakan yang emmadai .a.petugasnya mampu & ahli . Inspeksi Khusus. 2. e.yaitu: 1. Audit internal yang dilakukan secara berkala oleh petugas internal perusahaan yang berkompeten melakukan audit secara independen . memperhatikan hasil audit sebelumnya dan sumber bahayanya. Pengembangan keterampilan an kemampuan. badanAuditIndeoenden yang ditunjuk pemeritah ( Depnaker). f.karena suatu sebab ang peril. kinerja K3 di suatu bagian. Keamanan bekerja berdasarkan SMK3 7. i. 11. Pebangunan & pemeliharaan komitmen 2. 5. Strategi prndokumentasian. adalah kegiatan memeriksa /mengecek/mengukur segala sesuatudn mencatat apakah sesuai atau tidak terhadap standar K3. Klasifikasi insoeksi meliputi : 1. Perbedaan antara Audit dan Inspeksi Audit Inspeksi .mengukur hasil usaha dan peranan supervisor terhadap K3. Pembelian. Tujuan audit SMK3 adalah untuk membuktikan dan mengukur tingkat keberhasilan pelaksanaan dan penerapan SMK3 di tempat kerja. 3. 12. Pengelolaan material & perpindahannya. 3. Tujuan khusus antara lain: memeriksa hasil pelaksanaan setia rincian program K3 . 8. Inspeksi sewaktu-waktu / mendadak .dan dilaksanakan secara efektif dan cocok untuk mencapai kebijakan dan tujuan perusahaan.

manajemen K3 Standar pemantauan Pelaporan & perbaikan kekurangan Pengelolaan material dan perpindahannya Pengumpulan dan peggunaan data Audit SMK3 Pengembangan keterampilan dan Pengukuran & evaluasi Manajemen Review dan improvement penerapan Pengukuran & Evaluasi Pengukuran & Evaluasi Manajemen Review & Improvement kemampuan. ELEMEN-ELEMEN SMK3 Pembanguna dan pemeliharaan komitmen. 1. Pembangunan dan Pemeliharaan komitmen KLAUSUL ISO 9001:2000 . 3. 1.3 Kebijakan Mutu 5.mencari kesesuaian dan observasi. perusahaan . Metode pelaksanaan : pengujian secara .5 HUBUNGAN ELEMEN SMK3 & KLAUKASUL ISO 9001:2000 ELEMEN AUDIT SMK3 1. Difokuskan terhadap suatu sistem.1 Penyediaan Sumber Daya 4. 10. Persyaratan Umum . Penekanan terhadap proses. 11. Strategi pendokumentasian Peninjauan ualang perancangan dan kontrak Pengendalian Dokumen Pembelian Keamanan bekerja berdasarkan sistem SIKLUS SMK3 Leadership &komitmen tinjauan awal:kebijakan perencanaan perencanaan penerapan penerapan penerapan 7. 9. Wewenang dan Komunikasi 2. 5. 8.2 Fokus pada Pelanggan 5.  Mengukur efektifitas dari pelaksanaan  Menemukan kesesuaian dari suatu obyek. Penekanan terhadap hasil akhir. teknis dan mendetail. 12. Metode pelaksanaan : tinjauan ulang    Difokuskan terhadap suatu obyek. Strategi pendokumentasian 6. 6.1. 5 1 Komitmen manajemen 5. 4. Upaya mencari ketidaksesuaian di dalam  Upaya menemukan sumber bahaya dengan sistem dimana kegiatan dilakukan terhadap memriksa standar yang berhubungan area keseluruhan sistem K3 yang ada di dengan bahaya tersebut. 2.5 Tanggung Jawab.    suatu sistem.4 Perencanaan 5. HUBUNGAN ELEMEN AUDIT DAN SIKLUS SMK3 1.4.

terhentinya proses produksi) masyarakat ( rusaknya sarana.2. Persyaratan Dokumentasi 7.4 Teknik Statistik 11. Standar pemantauan 7. Definisi Kecelakaan : Kecelakaan (accident ) adalah sutu kejadian yang tak diinginkan .3 Infrastruktur (Prasarana) berdasarkan SM 6. . Pengembangan Peningkatan keterampilan dan 8.5 Perlindungan Produk perpindahannya 10. Pengumpulan dan 4. Pengembangan 6.4 Lingkungan Kerja 7.2 Pengendalian rekaman / data penggunaan data 8. Peninjauan ulang perancangan 7.2. Pengendalian Dokumen 4.2. prasarana.2.3 Disain dan Pengembangan 3.5.eko-sistem rusak).3 Pengendalian Dokumen 5.2 Audit Mutu Internal 12.4. Pengelolaan material dan 8.perusahaan ( kerusakan properti .6 Pengendalian Alat-alat Pemantauan dan Pengukuran.public) dan lingkungan ( polusi .datangnya iba-tiba dan tidak terduga yang menyebabkan kerugian pada manusia ( luka.3 Pemantauan dan Pengukuran proses kemampuan 8.3 Pengendalian ke tidak sesuaian produk kekurangan 9.5 Peningkatan 7.2. Keamanan bekerja 6.2 Sumber Daya Manusia keterampilan dan kemampuan 1.1 Perencanaan Realisasi Produk 7.2. Analisa dan 12. Audit SMK3 8. Pembelian 7.5 Produksi dan Pelayanan 7. Pelaporan & perbaikan 8.4 Pembelian 6.cacat.sakit. 8.meninggal) .6 KECELAKAAN a.2 Proses yang terkait dengan Pelanggan & kontrak 4.4 Pemantauan dan Pengukuran produk 8.1 Umum (Pengukuran.

logistik kurang baik e.b.tidak memadai atau tidak sesuai 2.lalai mengingkatkan 2.kurang keteramilan e. standar kerja kurang f. Standar Pro gram K3 3.I : 1. Faktor –faktor PENYEVAB DASAR terjadinya kecelakaan : FAKTOR MANUSIA a.kemampuan mental terbatas c. Faktor Manusia 2. Kerusakan Harta Benda 3.program dan standar K3tidak dipenuhi .kemampuan fisik terbatas b.tidak memadai atau tidak sesuai 3. Definisi Insiden : adalah suatu kejadian yang tak diinginkan ang bila kondisinya sedikit berbeda bisa mengakibatkan luka pada manusia .fase (sebab-sebab) terjadinya kecelakaan : Mengetahui akhir penyebab terjadinya kecelakaan jauh lebih penting dari pada mengetahui besarnya kecelakaan .Alat pelindung Diri tak cukup 3. Tindakan yang tidak standar 2.maerial yang defect/rusak 4. c. Kondisi yang tidak standar V V TERJADINYA INSIDEN KECELAKAAN Akibat: KONTAK dengan energi atau V V bahan V TIMBULNYA KERUGIAN 1.motivasi yang keliru FAKTOR PEKERJAAN a.Supervisi kurang memadai PENYEBAB LANGSUNG timbulnya Insiden dan kecelakaan : TINDAKAN TIDAK STANDAR 1. rusaknya harta benda an terheninya proses.standar K3 tidak ada. pengawasan kurang b.lalai mengamankan 3. Terganggunya Proses V Bukti-bukti KURANGNYA PENGENDALIAN a.mengoperasikan mesin/alat tanpa izin KNDISI TIDAK STANDAR 1.rekayasa kurang lengkap c.kurang pengetahuan d.Kecepatan mengoperaskan tak sesuai . maka berdasarkan teori domino dapat ditelusuri sebab-sebab terjadinya kecelakaan/kerugian sbb. Pemenuhan Standar K3 V V ADANYA PENYEBAB DASAR Dari: 1. Korban Manusia 2.peralatan. Program K3 2.Aus dan habis g. SEBAB-MUSABAH TERJADINYA KECELAKAAN/KERUGIAN KARENA KURANGNYA PENGENDALIAN Tidak cukupnya : 1.tidak cukup pagar pengaman 2.Perkakas. dikurangi atau tidak dilaksanakan. Faktor V V Pekerjaan V V ADANYA PENYEBAB LANGSUNG Akibat: 1.program /Rencana k3 tidak dibuat .

Bahaya kebakaran/ledakan 8. 4. Bercanda 13. Orang yang terjatuh dari ketinggian (pohon. Cara mengangkat tak benar (tak sesuai) 10. Klasifikasi kecelakaan berdasarkan kejadiannya 1. Melepas alat pengaman 5. Tersandung sesuatu Terbentur benda-benda berupa perabotan Tertabrak benda-benda yang bergerak Tertabrak benda-benda yang selain benda-benda jatuh .salju) b. Paparan radiasi 13.lubang pada tanah). Memakai peralatan yang rusak / defect 6.selokan. penyangga. asap. d. debu. Paparan temperatur ekstrem 14.tngga. Cara mengambil posisi tak benar/tepat 11.orang yang jatuh pada ketinggian yang sama. 10.FAKTOR MANUSIA 5. 11.. Keruntuhan/kejatuhan (tanah. Terjebak di dalam suatu tempat b.kendaraan) dan jatuh kealam lubang (sumur.Membuat alat pengaman tidak berfungsi 4.mesin. 3. Terjepit diantara perabot dan benda bergerak c. Kebisingan 12.Tersandung . Merawat peralatan yang sedang bekerja 12. Lalai memakai alat pelindung diri 8. b. Klasifikasi kecelakaan & Cidera di Tempat Kerja b. Pengerahan tenaga untuk mendorong dan menarik benda .Tertimpa /Terkena Benda Jatuh a. Buruknya “ housekeeping “ 9.scaffolfing. Terjepit diantara benda bergerak . Memakai peralatan tidak semestinya 7.dinding.penyangga. Cara meletakkan tak benar (tak sesuai) 9.batu. Kondisi lingkungan berbahaya.Terjebak /terjepit Di dalam atau iantara suatu tempat /Benda a. Pengerahan tenaga unuk mengangkat benda b.galian. Tempat kerja/gerak terbatas FAKTOR PEKEREJAAN 6. 2.tangga ) c. Cara memuat tidak benar (tak sesuai) gas. Ventilasi tidak memadai 16. 5. Runtuh ( gedung. Terbentur Benda-benda selain Benda Jatuh a.gedung.orang yang terjatuh a. Kurang pengamanan 7. c.Gerakan Yang Mengeluarkan Tenaa Yang Berlebihan / Berat a. Tertimpa benda jatuh yang tidak terklarifikasi. dll. Penerangan tidak memadai 15. b.kecuali benda jatuh/terbang.1. Dalam pengaruh alkohol atau obatobatan a.

Lengan Atas (Upper limb) : a.daerah ganda Kepala.organ-organ dalam dari dada) Perut ( meliputi organ-organ dalam ) Panggul Batang tubuh daerah ganda 4. Kontak dengan bahan berbahaya yang mudahtrhisap/terserap b.pada daerah yang tidak teridentifikasi sebelumnya.batang Tubuh: a. c. d. f.Bagian kepala: a. Punggung(batang sumsum tulang belakang dan otot-otot yangberdampingan . d. b.Leher ( meliputi tenggorokan dan tengkuk tulang belakang) 3. b.c.otak. Terpapar dengan radiasi ionisasi c.2 Klasifikasi berdasarkan bagian tubuh yang terkena 1. c. b. e. Daerah tempurung kepala ( Tengkorak . 6. c. Bahi ( meliputi tulang ketiak dan bilah bahu ) Lengan bagian atas Siku Lengan bawah Pergelangan tangan . Terpapar dengan radiasi selain radiasi ionisasi 9.tulang adad.kulit kepala) Mata ( meliputi orbit dan syaraf mata) Telinga Mulut (meliputi bibir.spinal b. Pengerahan tenaga untuk menangani dan melepas benda d.Terpapar atau kontak Dengan Arus Listrik 8.. Kontak dengan basah atau benda yang snagat dingin 7.Terpapar atau Kontak Dengan Bahan Berbahaya/mengandung radiasi : a.jenis keclakaan lain yang belum diklarifikasi . Gerakan yang berat. d. c. e. cord ) Dda ( tulang rusuk. d. g. e. gigi dan lidah) Hidung Waja/muka Kepala. Terpapar suhu panas ( udara/lingkungan) Terpapar suhu dingin ( udara/lingkungan) Kontak dengan basah atau benda panas.termasukkecelakaan yang tak terklarifikasi karena kekurangan data.Terpapar untuk Kontak Dengan Temperatur Yang Berlebihan a. b. 2. h.

Kepala dan batang tubuh . c. kepala dan satu atau lbih b. d.Tungkai/Percabangan Bagian Bawah : a. diperoleh rasio kecelakaan dengan angka ( piramida) 1:10:30:600 yaitu : setiap 1 kasus kecelakaan berakibat cedera berat ( kematian . e. Batang tubuh dan satu atu lebih ( tungkai / lengan) c. h. 7. c. Daerah ganda lain e. cact permanen.f. terdapat 10 kecelakaan berakibat cedera ringan ( membutuhkan P3K) . Dari hasil penelitian Frank E. Bird pada 1969 atas 1. pruioritas penanggulangan kecelakaan di tempat kerja tidak dapat hanya dititikberatkan pada kecelakaan yang menimbulkan kerusakan properti dan kecelakaan tanpa merusak . daerah yang tidak terspesifikasi dari bagian tubuh yang cidera . Tungkai /percbangan bawah.rawat inap di RS). Hasil penelitian. Daerah ganda .cedera umum: a. 5. b. b. f. e. f. 6.498 kejadian kecelakaan di dunia industri .753. 8. Lengan /percabangan atas. Tangan ( selain jari ) g.ILO. sumber: Recording and notification of occupational and diseases.daerah ganda. dan terdapat 30 kecelakaan berakibat kerusakan proprti /aet perusahaan. maka. daerah yang tidak terpesifikasi. Daerah paha Paha ( tungkai bagian atas) Lutut Tungkai (tungkai bagian bawah ) Pergelangan kaki Kaki (selain jari kaki ) Tungkai /percabangan bawah. d. daerah yang tidak terspesifikasi.Daerah ganda a. Statistik Kecelakaan 1. sistem sirkulasi secara umum sistem pernafasan secara umum sistem pencernaan secara umum sistem syaraf secar umum cedera umum yang lainnya cedera umum yang tidak terspesifuikasi.tidak terpesifikasi. d. dan terdapat 600 kecelakaan tanpa kerusakan / cedera . Satu lenan/percabangan atas dan satu tungkai/prcabangan bagian bawah atau lebih dari dua percabangan. Geneva b. g.

.000. (A land Mark Safety Study) 2.000 IR dan SR digunakan dasar perkalian 1000 /man hours.98) Jumlah jam kerja bulan tsb =43.250 jam Dalam bulan tsb terjadi= 5 kecelakaan Jawab : FR=5x1..000 Nos of hour worked (Jumlah jam kerja) ( ILO konv. Sistem Penctatan Statistik Kecelakaan (menurut ILO) Tujuan : Membandingkan dua atau lenih maa kerja untuk mengetahui sejauh mana langkah pencegahan telah bermanfaat.000.karena kemungkinan kecelakaan tsb jauh lebih besar.000.6 kecelakaan Menghitung FR untuk bebrapa bulan : Nos occurancies x 1.250 =115.1962)1.000) / 43.000) harus dibagi dengan jumlah jam kerja setiap bulan. Berkembanglah konsep pengendalian kecelakaan secara menyeluruh yaitu “Total Loss Control”.000 Tingkat keparahan = (jumlah hari kerja yang hilang /jumlah jam kerja )x1.6 Artinya : untuk 250 karyawan yang bekerja selama 1.000.000. Nos occurencies in time Frequency Rate (FR) = ( jumlah kejadian dalam waktu ) X 1.000.000 menhour =(50 minggu/th)x(40 jam /minggu)x 500 orang tenaga kerja Nos accurancies in time Incidenr Rate (IR)= ( jumlah kejadian dalam waktu )x100% Nos workers ( Jumlah pekerja) Saferity Rate (SR) =(days work lost/nos worked)x1.000.000 jam terjadi 115. Contoh soal : Jumlah karyawan =250 (Dec.

angka jumlah hari yang hilang tak sama bagi seluruh negara .Tingkat keparahan (SR)dapat dihitungt berdasarkan jumlah hari hilang akibat kecelakaan . Setiap kematian b.500 3.000 hari 150 75 hari hari Ujung jari dengan tidak atau perawatan operasi tulang julah dari sesungguhnya sealama tidak mampu bekerja      Ibu jari tangan Telunjuk Jari tengah Jari manis Kelingking  semua bagian tubuh diatas lutut 600 400 300 240 200 hari hari hari hari hari 4.500 hari Paha . Bagian sebelum sambungan tengah Bagian jari sampai sambungan akhir Kecuali tulang rusuk 3. Lumpuh sama sekali c.000 hari hari 4.000 6. Lumpuh sebagian .000 hari dari pemulaan sambungan sambungan tengah sesudah sambungan tengah 600 300 Jempol   hari hari jari-jari tangan ( kecuali ibu jari )    dari permulaan sambungan sampai sambungan tengah. oleh ILO ditetapkan angka-angka sebagai berikut : a. tangan hilang sebagian  Dari sambungan kuku sampai siku  Dari siku sampai pergelangan 6.600 hari hari Tangan  Dari pergelangan sampai sambungan jari 3.

yang berupa biaya pengobatan dan kompensasi yang bagi perusahaan di negara maju dapat ditutup dengan premi asuransi yang nilainya tak terlalu besar.400 300 hari hari 150 hari 600 hari 1. e.sealain mengeluarkan biaya pengobatan masih ada biaya-biaya akibat kerusakan properti dan banyak biaya-biaya lain yang harus dikeluarkan perusahaan .Biaya lain-lain yang masih bisa dihitung antara lain : a. 3. b.800 600 3. Gaji yang harus dikeluarkan pada “waktu hilang “ Biaya pekerja pengganti Biaya lembur Waktu penyeliaan tambahan . f.karena menyangkut aset perusahaan atau properti yang tak diasuransikan. g. semua bagian di atas mata kaki sampai kepada lutut 3. b.umunya tinggi.sebagaimana fenomena gunung es di lautan .000 hari hari hari kaki   mata kaki dan sebelum sambungan jari-jari kaki jempol kaki sebelum sampingan sampai pada dan termasuk sambungan jari-jari kaki  jempol kaki pada atau sebelum sambungan tengah  dua jempol kaki kehilangan fungsim dari :    satu mata /buta satu telinga /tuli kedua telinga /tuli C. yang tak terlihat. d.Biaya yang dikeluarka untuk kerusakan properti. yuaitu: 1. c. kerusakan bangunan kerusakan peralatan dan perangkat produksi penundaan dan penghentian produksi biaya pengadilan Biaya pembelian P3K Biaya penyewaan peralatan Waktu penelitian kecelakaan.Biaya kompensasi kecelakaan dan penyakit . yang terdiri dari : a. c. d.00 hari 2.Biaya Kecelakaan ( Teori Iceberg ) Akibat terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja .dan biasanya tidak disadari. 2.

mesin potong.d.kuman.c. dll. d. asam . Biaya pengurusan teknis dan non teknis b.kelebihan beban .metal/partikel/zat ii.a.cahaya (terang.Jenis-jenis Bahaya : i.serangga dll. d. Bisa.grounding.Bahaya perbedaan evalasi/gravitasi . B A H A Y A (HAZARD.radiasi elektromagnetis ( ultra violet. kimia. penyakit akibat kerja. Bahaya korosif ( zat vi.g.radioactive/nuklir dll).Benda beregarak lurus/ linier movement (mesin penempa.loncatan bunga api:e. Biaya pemasaran untu membatai / mengeliminir citra buruk.kegagalan alat pengaman (fuse.Biaya lain-lain yang sulit dihitung a. kuat dll).bahaya kerusakan perkakas/sarana kerja. b.c.gerinda . .crane .radiasi ionisasi (rontgen iv. ban berjalan. .b. DANGER) a.c . Bahaya kimiawi (chemical hazards) a. cedera.perstidida.gelap dll). Bahaya litsrik (electrical hazards):a. v.c.cacing .isolasi tidak sempurna dll.Benda bergerak tak beraturan (debu.b.roda gigi. Waktu pencatatan dan administrasi tambahan. Bahaya Benda Fisik (physical hazards) . b.b.Hewan . Bahay keracunan gas/uap/kabut-mist/uap-fumes/debu/asap).e.Bahaya pemasangan (sambungan /baut tidak iii. pulley . c.rendah). bahaya Benda Bergerak (kinetic hazard) a. tempat dan posisi atau kondisi lingkungan kerja yang dapat menimbulkan kerusakan harta benda. Tekanan (tinggi. e.mobil dll). Definisi: Bahaya adalah sifat dari suatu bahan.basa alkali dll)d.b.suhu (ruang .benda )d. b. Kebakaran /ledakan.Bahaya konstruksi (jembatan /perancah ambruk dll). 4.bakteri. 1.Bahaya air .infra red dll0. cacat sementara dan permanen. Tersentuh .breaker dsb). cara kerja suatu alat. maupun kematian. Bahaya biologis (biological hazards )a. Getaran .percikan.c.katrol dll.e. Bahaya Benda Diam (static hazards) : a.virus .Benda bergerak berputar /rotation (roda.7. f.bising. Citra buruk perusahaan c.semprotan berte /cepat ) dll. cara melakukan suatu pekerjaan.Tumbuh-tumbhan .e.jamur .

Salah satu syarat sebelum menyusun Rencana /Program K3 adalah harus melakukan identifikasi bahaya lebih dulu terhadap : semua jenis material . yaitu mengendalikan risiko akibat bahaya .metode kerja.air tanah dsb).tanah/pondasi/jalan.Hubungan tidak harmonis . Bahaya psikologis (psychological hazards).  Pemberian pembatas atau mendesain menjadi proses semi tertutup atau tertutup total .kemudian merencanakan dan melakukan tindakan pengendalian dan pencegahan risiko sebagaimana akan diuraikan berikut ini. yaitu melakukan penilaian resiko dari bahaya-bahaya yang sudah teridentifkasi .c..posisi/tempat . 3. ELIMINASI .vii. 1.proses atau peralatan yan digunakan melalui kegiatan antara lain. b. 1. yaitu mengganti penggunaan bahan berbahaya dengan bahan yang memiliki bahaya lebih rendah. menurut tingkat pengendalian yang paling sesuai. dari: jenis material .8 MANAJEMEN RISIKO a.sehingga dapat menilai besarnya risiko kecelakaan/kerugian yang mungkin terjadi . yaitu menghilangkan penggunaan bahan berbahaya pada rangkaian proses.kondisi.Identifikai Bahaya. 4.yaitu mendesain ulang metode kerja .posisi/tempat/ketinggian. Manajemen Risiko adalah suatu proses manajemen yang dilakukan untuk meminimalkan . 6. 2.stress. PENGENDALIAN RISIKO. SUBSTITUSI.ketinggian dan lingkungan dimana pekerjaan akan dilaksanakan . yaitu mengidentifikasi jenis bahaya ( lihat butir 1. c. ENGINERING CONTROL .alat. penilaian risiko bisa dilakukan dengan menguunakan matrik penilaian risiko.pekerjaan. Problem Keluarga dll. Risiko adalah kondisi dimana terdapat kemungkinan timbulnya kecelakaan atau penyakit akibat kerja oleh karena adanya suatu bahaya. Termasuk identifikasi jenis kecelakaan & penyakit akibat kerja yang mungkin terjadi. PENILAIAN RISIKO.kemudian disusun untuk menentukan prioritas penanganannya .b.7. 5. IDENTIFIKASI BAHAYA .b. Thapan Manajemen Risiko.kondisi dan cara operasi alat . C. a.metode kerja .

setiap proses harus dimulai dengan perencanaan (plan).yaitu penggunaan alat pelindung pada Telinga. Hidung.dan Anggota Badan lain:Kepala . d.lalu melaksanakan (Do) rencana itu.Tangan. kaki.yaitu menerapkan peraturan yang ketat:  Pembatasan ijin masuk dalam daerah berbahaya  Pembatsan paparan pekerja  Housekeeping  Penetapan prosedur kerja peanganan bahan yang aman  Melakukan inspeksi secara reguler  Pelatihan bagi karyawn 8.  [penyediaaan ventilai / bukaan umum yang memadai  Pemasangan ventilasi setempat (local exhaust ventilation) 7. Sebagaimana Sistem Manajemen Mutu. ALAT PELINDUNG DIRI . Pemisahan lokasi proses berbahaya dari operator. Siklus Manajemen Risiko. Mulut. PENGENDALIAN ADMINISTRATIF.setiap penyimpangan harus ditindaklanjuti (Action) dengan membuat rencana dan pelaksanaan yang lebih baik. PEKERJA KONSULTASI    Eliminasi Subtitusi Pengendalian IDENTIFIKASI BAHAYA  rekayasa Pengendalian PENILAIAN RESIKO  Administrasif Alat pelindung P2K3 MONITORING EVALUASI RTP PENGENDALIAN RISIKO diri (APD) IMPLEMENTASI e.Realisasai perencanaan itu harus di cek (check ) kesesuaiannya dengan rencana melalui monitoring dan evaluasi .Sistem Penilaian Risiko Secara Kuantitatif SISTEM PENILAIAN RISIKO SECARA KUANTITATIF Nilai Risiko =kemungkiann terjadi x seringnya terjadi x kegawatan .

.. Tingkat kegawatan ( Akibat yang ditimbulkan) C1 - Bencana Alam ( Banyak korban jiwa .Tak pernah terpapar C.Tak biasa ( sekali dalam setahun ) B5 - Jarang ( beberapa kali dalam setahin ) B6 - Sangat jarang ( sekali dalam setahun ) B7 ....Tak biasa tapi kemungkinan ( 1 kali dalam 1000 kesempatan) A4 .... cacat tetap.......sering (sekali dalam sehari ) B3 .........10 jt C6 - Dapat dicatat ( cedera ringan / P3K .. nilai kerusakan ) Rp. nilai kerusakan ) Rp.1 jt Nilai Risiko NR=A x BC Nilai risiko ( bearnya Risiko ) adalah perkalian nilai Kemungkinan terjadi ( A) diakli nilai seringnya terpapar (B) ddiakali Nilai tingkat kegawatannya (C) NILAI RISIKO KLASIFIKASI RISIKO ...100 M C2 - Malapetaka ( Brberapa korban jiwa.....Tidak mungkin.Belum pernah terjadi (1 kali dalam 100000 kesempatan ) A6 ...100jt C5 - Penting ( cedera sementar.Kadang kadang (sekali dalam seminggu ) B4 ...10 M C3 - Sangat serius (satu kematian.....1M C4 - serius ( cedera serius ....(Rusk score)= (probability) x (frequency) x (saverity) A....Nilai kemungkinan terjadi *) A1 .nilai kerusakan )Rp.hilang kerja.secara praktis tidak mungkin ( 1 kali dalam 1000000 kesempatan ) A7 ... *) Kemungkinan kerugian bisa terjadi keadaan bahaya..Cukup kemungkinan (1 kali dalam 100 kesempatan ) A3 .Pernah terjadi di tempat lain ( 1 kali dalam 10000 kesempatan ) A5 ..Terus menerus..(beberapa kali dalam sehari ) B2 .. nilai kerusakan) Rp....... niali kerusakan ) Rp....Sering terjadi (terjadi 1 kali dalam 10 kali kesempatan) A2 .nilai kerusakan ) Rp.......Sering terpapar B1 .... B...

1983. diperlukan perbaikan segera 70-200 Risiko utama.pada 34-55 tahap ini perlu dipertimbangkan untuk menyeiakan bantuan mekanik . lay out proyek dsb). >55 Bantuan alat mekanik harus digunakan pada tahap ini. (Encyclopaedia of OHS Vol-1. ergonomics in the home. nyaman dan dapat meminimalisir segala risiko pekerjaan. anatomi ( berkaitan dengan antrhopometry . . yaitu meminimalisasi risiko dengan meminimalisasikan kesalahan manusiawi adalah tujuan utama ergonomii. Sebagian besar kegiatan yang dipelajari dapat disebut pekerjaan. energi dsb). pasanger ergonomics dsb. perlu perbaikan 20-70 Risiko dapat terjadi perlu perhatian <20 Risiko kecil. Geneva) b. dan bagaimana merekayasa &merancang (design & engineering) segala cara kerja (posisi. dan risiko kecelakaan adalah minimal.Geneva). ILO. Sebaikya menggunakan bantuan alat mekanik dan dilakukan pula perancangan ulang dari pekrjaan tersebut. yangbertujuan mendaya guanakan kegiatan-kegiatan manusia lebih efektif . sehingga tidak boleh ada akibat yang merusak pada keselamtan dan kesehatan bai semua pekerja/karyawan bai pada operator maupun orang lain disekitarnya . berikan pelatihan mengenai cara 16-34 penanganan beban yang benar dan tepat pada pekerja.>400 Risiko sangat tinggi . c.Melakukan sesuatu dengan cara kerha yang efisien. Titik pusat studi adalah manusia dan sifat alamiahnya yang mempunyai keterbatasan dalam berinteraksi dengan lingkungan/situasi yang bervariasi. walaupun ada topik studi ergonomics of sport. strain dsb ). RGONOMIK a. berdaya guna.berbasis ilmu fisika ( berkaitan dengan benda.sikap/gerak tubuh) dan benda di sekitarnya (kursi/perkakas.9.Definisi:ergonomi (ergonomics) adalah ilmu yang mempelajari pengukuran organisasi pekerjaan.operasi harus dihentikan 200-400 Risiko tinggi . yang berarti segala sesuatu dilakukan secara efelktif dalam masa yang pendek maupun dalam masa yang panjang . ( ecyclopedia of OHS Vol-1 ILO.Tindakan Mengangkat Beban Beban Tindakan (Kg) <16 Tidak memrlukan tindakan khusus .biomecha nichs dsb. Sebaik nya lakukan tindakan pencegahan administratif dan identifikasi terhadap pekerja yang tidak kuat untuk menangani bebn tersebuit . fsisiologi ( berkaitan dengan gerakan tubuh/otot ) dan psikologi ( berkaitan dengan stress . efektif. dapat diterima apa adanya Sumber : DNV – 1997 1.

Penanganan Material Dalam penanganna material ( material handling).d.LINKUNGAN FISIK .1 . Perlu dilakukan serangkaian proses . sebagaimana diagram penanganan matyerial sbb: perencanaan Apa ini harus Tidak Administrasi dipindah? Organisasi Aliran material Geser Apakah harus Tidak diangkat? Gelindingkan alirkan Pompa/tekan Tidak Bantuan alat mekanik ? Ya Kurangi beban CRANE! FORKLIFT Tidak Dibagi menjadi WINCH bagian-bagian yg HAND TRUCK lebih kecil Berapa banyak? Berapa orang? Regu pengangkat? Tidak Tidak Apa terlalu berat? angkat Ya Jangan angkat BAB 11 KONDISI LINGKUNGAN DAN BATAS PENCEMARAN 2.

a.skala Tingkat Kebisingan kriteria pendengaran Tingkat bising ilustrasi [dB(A)] Menulikan 120-100 sangat hiruk 100-80 Kuiat 80 -60 Sedang 60-40 Tenang 40-20 Halilintar Meriam Jalan hiruk pikuk.a1.perusahaan sangat gaduh Pluit polisi Kantor gaduh Jala pada umumnya Radio Perusahaan.Kebisingan Tabel 2. Rumah gaduh Kantor perorangan Audiotorium Percakapan Rumah Tenang Kantor Perorangan Auditorium Percakapan Sangat tenang Suara Daun-Daun 20-0 Berbisik Batas Dengar Terendah Tabel 2.1.Lama Mendengar Yang Diijinkan Pada Tingkat Bising Tertentu Tingkat Bising dB(A) Tingkat Bising dB(A) Lama Mendengar Per (ILO) (Indonesia) Hari (Jam) (L) (L) (T) 90 92 85 87 .1.a2.

barang Pekerjaan yang pecah belah. tanah dan galian. mesin dan jalur sirkulasi kendaraan *) Perpindahan orang.Tingkat Bising dB(A) (ILO) (L) Tingkat Bising dB ( A) (indonesia) (L) Lama Mendengar per 90 92 95 97 100 105 110 4. membutuhkan pekerjaan ketelitian lembaran metal.50 1.pencahayaan untuk jenis pekerjaan yang berbeda Kegiatan Umum Jenis Lokasi Illuminance Illuminance Pekerjaan lux (lux) lux (lux) rata-rata Minimum terukur Perpindahan orang. .00 3.50 0.00 1.25 atau kurang 95 97 100 102 105 110 115 Hari ( jam) (T) Hubungan antara T dan L tersebut ditentukan oleh rumus: T=8 x 2 b. Ruang bebas.00 2.lokasi mesin.1. area memerlukan pekerjaan botol dan perhatian detail Pekerjaan yang kaleng Dapur.b. pekerjaan kasar tempat bongkar yang tidak muat barang. Perkantoran. Pabrik membutuhkan perakitan sedikit ketelitian **) komponen yang 20 5 30 20 100 50 200 100 besar. pekerjaan di area berbahaya. kendaraan proyek.00 0. koridor. Jalur lori.Pencahayaan Tabel 2.1.

produksi textile Keterangan: *) Hanya mempertimbangkan keselamatan.kan ketelitian dan kelelahan visual.b2. Tapi jika diperlukan ketelitian untuk mengetahui potensi bahaya atau dimana terjadi kesalahan dalam menjalankan tugas untuk tujuan keselamatan kerja maupun menghindari kelelahan visual. **) Tujuannya adalah untuk menghilangkan kelelahan visual.Kegiatan Umum penjilidan buku Jenis Lokasi Illuminance Illuminance lux (lux) lux (lux) rata-rata Minimum Pekerjaan Terukur Pekerjaan yang Studio gambar. nilai Illuminance lux (lux) harus ditambah sesuai tingkat ketelitian yang diperlukan.1. mebutuhkan Pabrik perakitan ketelitian tinggi komponen 500 200 elektronik. nilai Illuminance-lux tersebut akan cukup memadai bagi tujuan K3. karena tak membutuh.Tingkat Penchayaan untuk pekerjaan kantor Tingkat dan Illuminance Karakteristik kegiatan Kegiatan2 yang Tugas (lux) yang dan ruang dalam dilakukan dan direkomendasikan (interior peruntukan Penggunaan 80 berputus-putus Interior” yang ruang Ruang perpindahan staf membutuhkan penggunaan berputusputus dengan tugas visual terbatas pada sederhana 160 perpindahan dan arah Kadang-kadang Ruang tunggu membaca dokumen yang dicetak denagn jelas pada masa yang Cukup mudah 240 pendek Interior terisi secara Penggunaan komputer . Tabel 2.

mg/m3) 5 t Limostone Portland 5 5 Kalsium silikat Gypsum 5 5 Cement Coal Dust Cotton Dust Tale Kaolin Silica 5 0. Papn dengan tingkat kontras tulis ruang baca.batas Paparan Debu Bahan Kadar Bahan Kadar (8 jam.1.dan moderet menerus dimana tugas-tugas visual cukup mudah dengan tingkat kontras tinggi atau Diperlukan detai yang Tingkat dan Illuminance lebih besar Karakteristik hegiatan Kegiatan’ yang Tugas (lux) yang dan ruang dalam dilakukan dan Agak sulit direkomendasikan 400 ( interior) Area dimana tugas- peruntukan ruang Pekerjaan kantor yang tugas visual cukup rutin.mg3) 5 Silicon carbide (8 jam.5 3 Magnesit Alumunium Metal Grain Dust Wood dust 5 5 10 5 Kalsium Karbobhidra . yang rendah c.5 1 2.Lingkungan berdebu Tabel 2.c. sulit dengan tingkat sulit 600 kontras rendah Area dimana tugas- Pembutuhan gambar- tugas visual sulit gambar kantor.

Proses pencelupan NH3/NH4 Kemungkinan Sumbernya Pabri gas.pabrik bir.minyak .proses Buangan 2/C1 pemutian kertas& H2S/S2 pekerjaan celup. Phenolis Pabrik gas & kokas. . logam.pabrik bahan. perusahaan Buangan Acids kimia .pabrik treatment logam. SO3 Minyak. pabrik obat .pembuatan plat.kilang minyak. kulit. Pabrik textil. pabrik mesin. binatu. pabrik koas & pabrik bahan kimia & kilang minyak F Proses pembuatan gas baubara.2.metal& proses pemberian chrom Pabrik batery .pabrik kilang minyak .BAHAN KIMIA Tabel 2.pen ampungan. kilang minyak. pabrik Zat pati Pabrik bahan pangan. Pabrik rayon & kilang pengerasan & pembersihan logam.bahan bahan kimia Treating Formal dehyde celup Pabrik resin. Efek panas Pabrik pembangkit tenaga listrik .bengkel besar. pekerjaan graviar.perusahaan Pd tanmbang mineral& pabrik yang memiliki proses yang pabrik cat menggunakan katalis.pabrik textil & pabrik Alkali Cr batery.pabrik klang .pembuatan plt logam . pada kaca. Proses bubur kayu.oilis Pabrik textil . Nama film kental Kemungkinan sumbernya Nama pabrik wallpaper. binatu.pabri gas.2.mineral. binatu. textil.minyak.2.sumber Pencemaran bahan Kimia Nama Kemungkinan Nama Buangan C1 Sumbernya Perusahaan binatu. Kemungkinan sumbernya.pabrik kertas. pabrik textil.kilang. Pabrik bahan-bahan Buangan Gemuk.

peralatan kanker . Pertanian Penghilangan minyak . pabrik bahan kimia. kulit terang contoh:produksi gelas memerah & sinar laser Semua sumber cahaya dengan Pemanasan dan rusaknya intensitas pencahayaan yang jaringan pada mata atau kulit tinggi.Ni Industri logam Particulates Pengolahan minyak . pertanian . sinar leser. tanah tnaga listrik .pabrik gula. smelting. pembuatan pertanian. lonizing radiation ( x-ray. kerusakan sel. pabrik bahan dengan mengunakan kimia . pabrik bir. POPT43P Saluran air dari rumah – rumah . gamma ray & partikel radiasi ) radiografi. pabrik solvents. pabrik smen. 2. alat pengring dan bagian tubuh yang terpapar pemanas BAHAYA infrared SUMBER EFEK Sumber-sumber yang bersinar Katarak .3. proses yang menggunakan Cd Zn As Zat gula Industri logam Pekerjaan melapis logam NO3 Hidrokarbon katalis.3 RADIASI Tabel 2.1 jenis-jenis Radiasi BAHAYA Frekuensi radio dan gelomang SUMBER EFEK Pengelasan. peralatan Luka bakar.pabrik BOD Kaleng. penyakit kulit. Visible radiation Ultraviolet ( UV) . detergent Pabrik menetega & keju. kanker kulit matahari Generator radiasi .pabrik rayon Pencelupan logam. Pengeluasan . plat logam. saluran Panas yang berlebihan pada komunikasi. bertegangan tinggi .luka bakar. Sumban. pipa got dalam tanah . katarak.

4 . 3. 4. 5.Tabel 2.3. dari pemasukan zat radioaktif selama masa tsb.2 Nilai Batas Dosis No.penyamakan kulit . sievent . penyebab dan jenis penyakit di Tempat kerja penyebab Virus Jenis penyakit Tempat kerja  Penyakit kuku & mulut Peternakan  Penyakit akibat virus vaccinia Bakteri  Penyakit akibat bakteri Penjagalan. lengan & kaki = 50 mSv Keterangan : Sv . 1 Sv = 1 Jkg NDB : Jumlah penyinaran eksternal selama masa kerja dan dosis terikat yang berasal. Wanita usia subur Seluru tubuh 50 mSv Wanita hamil Megang & siswa lokal Seluruh tubuh Seluruh tubuh 500 mSv 10 mSv 50 mSv Masyarakat Umum lokal Seluruh tubuh 500 mSv 50 mSv Lensa mata = 15 lokal 500 mSv mSv Kulit = 50 mSv Tangan. 2. Dosis terikat : dosis terhadap organ atau jaringan tubuh . lengan dan kaki = 500 mSv 2.4 BIOLOGI Tabel 2.yang akan diterima slam 50 tahun yang disebabkan oleh pemasukan satu macam ataiu lebih radioaktif ke dalam organ / jaringan yang bersangkutan . 1 Radiasi ( dalam 1 Tahun) Pelaku/ subyek Pekerja radiasi penyinaran Seluruih tubuh NBD 50 mSv lokal keterangan Lensa mata= 150 msv kulit = 500 mSv Tangan . yaitu satuan dosis ekivalen ( S1) .

diferi Malaria Penyakit tidur Panu.5 GETARAN  aktax Penyakit kuda akibat      bakteri pfeiferella Tifes. Jenis Getaran antara lain : 1. Getaran Seismik : getaran tanah yang disebabkan oleh peristiwa alam dan kegiatan manusia 3. Perkebunan & tambang a.3 8 10 12.Definisi: Getaran adalah gerakan bolak balik suatu massa melalui keadaan setimbang terhadap suatu titik acuan. kadas. Getaran Kejut : getaran yang berlangsung secara tiba-tiba dan sesaat . b.1 Baku Tingkat Getaran Untuk Kenyaman dan Kesehatan Nilai Tingkat Getaran Dalam Micron ((10m) Tidak Mengganggu Tidak Nyaman Frekwens i (Hz) 4 5 Menyakitkan mengganggu Frekwens < 100 < 80 Nilai Tingkat Tidak i Mengganggu (Hz) 6.Protozoa Jamur cacing 2. Tabel 2. Getaran Mekanik : grtaran yang ditimbulkan oleh sarana dan peralatan kesiatan manusia 2.1000 micron (10m) Tidak Nyaman > 1000 > 1000 70-275 50-160 37-120 32-60 >275-1000 >160-500 >120-300 >90-220 >1000 >500 >300 >220 Menyakitkan .5.5 <70 <50 <37 <32 100-500 80-350 Getaran dalam mengganggu >500-1000 >350 . pelayanan Kolam renang tempat kerja yang lembab & basah ( loundry) perusahaan roti & manisan.kurap Penyakit jamur pada  kuku Candida Albacans  Ancylostomiasis peternakan rumah sakit Perkebunan .

5 <12 12-20 >20-30 >30 40 <9 9-15 >15-20 >20 50 53 <8 <6 8-12 6-9 >12-15 >9-12 >15 >12 Tabel 2.2-16 4.2 <3 <2 <1 3.8-15 4-14 >25-130 >21-110 >19-100 >16-90 >15-80 >14-70 >130 >110 >100 >90 >80 >70 Batas Gerakan peak Mm/detik ensi (Hz) parameter satuan Kategori Kategori Kategori Kategori 20 25 31.2.5.5-25 7-21 6-19 5.2-10 3-9 2-8 1-7 >12-67 >10-60 >9-53 >8-50 >7-42 >67 >60 >53 >50 >42 . Mm/detik (Hz) Parameter Satuan Kecepatan Satuan 4 getaran frekuensi Hz 5 6. Baku Tingkat Mekanik berdasarkan Dampak Kerusakan Getaran Freku ensi Batas Gerakan .5 <7 <6 <5.5 40 50 A B c D <3.peak.2 <4.8 <3.8-12 3.4 16 Freku Getaran Kategori Kategori Kategori Kategori A <2 B c D 2-27 >27-140 >140 <7.8 <4 7.3 8 10 12.16 20 25 <25 <20 <17 25-60 20-40 17-30 >60-120 >40-85 >30-50 >120 >85 >50 31.

Keterangan : Kategori A : tidak menimbulkan kerusakan Kategori B . <10 10- 50- Hz 50 100 Hz Hz 20-40 40-50 40 5 5-15 15-20 15 3 3-8 8-10 8. sejenis. 10 bangunan industri dan 2.3. Baku Tingkat Getaran Mekanik Berdasarkan jenis Bangunan Kelas Tipe bangunan Kecepatan Getaran k) Pada Bidang datar Pada pondasi (mm/deti di lantai paling atas Frekuensi Camp frekuensi 1. dan memounyai nilai budaya tinggi seperti bangunan yang . kemungkinan kuretakan plesteran ( retak atau terlepas plasteran pada dinding memikul beban pada kasus khusus) Kategori C : kemungkinan rusak kompenen struktur dinding Kategori D : rusak dinding pemikul beban. Struktur yang karena sifatnya peka terhadap getaran . tak seperti tersebut pada no. Tabel 2. Perumahan dan bangunan dengan rancangan dan 3.1 dan 2 . kegunaan sejenis.5 Bangunan bagi < keperluan niaga.5.

9 VI gemerincing dan dinding berbunyi Getaran dirasakan oleh semua penduduk. ada 10 4. 3.0-4. Baku Tingkat Getaran Kejut Kelas Jenis bangunan Kecepatan Getaran 1. tampak 5 3. sekurang-kurangnya nilai tersebut dalam kolom harus dipakai. kerusakan kecil seperti : plesteran Bangunan “ kuat “ ( misalnya : bangunan industri 10-40 terbuat dari beton atau baja ) C. .0-4.dilestarikan Untuk frekuensi > 100 Hz . Tabel 2.0-5. Getaran dirasakan oleh beberapa orang .4. jendela atau pintu 5.0-3.9 di dalam rumah.9 III 4. Peruntukan dan bangunan kuo yang mempunyai nilai max ( mm/detik) 2 2. di luar beberapa ornag terbangun .9 II keadaan luar biasa oleh beberapa orang .9 IV Getaran dirasakan nyata dalam rumah . V terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu Pada siang hari dirasakan oleh banyak orang 4. sejarah yang tinggi Bangunan denagn kerusakan yang sudah ada. benda-benda ringan yang digantung bergoyang .5.Intensitas Gempa menurut Skala Richter & Pengaruhnya Richter 1.0-3. gerabah pecah . keretakan-keretakan pada tembok Bangunan dalam kondisi teknis yang baik .0 Intensitas I keterangan . Getaran tak dirasakan kecuali dalam 3.0-3.

0 IX keruh Kerusakan bangunan yang kuat. Jembatan rusak.0 X sinya. rangka-rangka rumah lepas dari pondasinya. Sementara. Bangunan-bangunan hanya sedikit yang tetap berdiri. rangkarangka rumah menjadi tidak lurus. mengalami keru sakan. Retak-retak pada bangunan yang kuat. rel melengkung .0-6. plesteran dinding jatuh. cerobong asap pada pabrik-pabrik rusak dan terjadi kerusakan ringan. untuk konstruksi yang kurang baik terjadi retak-retak. Cerobong asap pecah atau mengalami kerusakan dan monumen-monumen roboh. Pipa dalam tanah tak dapat dipakai sama sekali.9 VIII oleh orang yang sedang naik kendaraan. terjadi lembah. tanah terbelah. banyak terjadi retak-retak pada bangunan kuat. Rumah tampak agak berpindah dari ponda 7. Terasa 6. Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi yang kuat.0-5. tanah longsor di pinggir-pinggir sungai 7. air menjadi 7.0 XI atau pinggir tanah-tanah yang curam. tanah terbelah.kebanyakan semua orang terkejut dan lari keluar rumah. Pipa-pipa dalam rumah putus Bangunan dari kayu yang kuat rusak. rel melengkung. Richter 5.9 VII Setiap orang berlari ke luar rumah. Cerobong asap pecah. Kerusakan ringan pada rumah-rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik.

Benda-benda terlempar ke udara .0 XII Hancur sama sekali.7. Gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan menjadi gelap.