You are on page 1of 26

Nama : Nur Annisaa Pratiwi

NIM

: 6211141176 / D

Review Buku:
“Politik Luar Negeri Indonesia di Bawah Soeharto”
Leo Suryadinata
1. Bab I
(Faktor-faktor Determinan Politik Luar Negeri Indonesia)
a. Wilayah Indonesia dan Peranannya di Dunia Internasional
Persepsi para pemimpin atas wilayah Indonesia dan peranannya di dunia
internasional, akan memberi dampak pada perilaku politik luar negeri Indonesia.
Persepsi yang dimaksud disini adalah lebih kepada para kaum elite, dikarenakan para
perumus kebijakan dalam negeri dan politik luar negeri seringkali adalah orang-orang
yang sama seperti dalam masa Demokrasi Terpimpin dan masa Orde Baru.
Sejarah dan tradisi Indonesia turut bertanggung jawab atas presepsi para pemimpin
ini, seperti sebelum Indonesia memproklamirkan kemerdekaan, dimana Mohammad
Hatta, yang merupakan ketua panitia kecil rancangan undang-undang untuk negara
baru, memilih membatasi batas-batas wilayah Indonesia meliputi sedikitnya wilayah
Hindia Belanda, tidak termasuk Papua New Guinea. Hal ini tidak sejalan dengan
pandangan Soekarno dan Mohammad Yamin yang membatasi wilayah Indonesia
merujuk pada kerajaan Sriwijaya dan Majapahit.
Soekarno, dalam Konges Amerika (17 Mei 1956) menyatakan bahwa wilayah
Indonesia serupa dengan wilayah Hindia Belanda dan Irian Barat (sekarang Irian Jaya)
adalah bagian darinya. Menurutnya, Irian Barat merupakan bagian dari “negarabangsa”, yang menjadi dasar Indonesia modern.
Persepsi wilayah Indonesia ini, jika menimbulkan masalah dalam perilaku politik
luar negerinya, maka peran negara dalam masalah-masalah internasional merupakan
faktor penting dalam menentukan politik luar negeri Indonesia. Soekarno punya
pandangan bahwa Indonesia bukan hanya sebagai negara penting di Asia Tenggara
tetapi juga sebagai pemimpin di antara negara-negara Asia dan Afrika.
Tetapi, peran Indonesia dalam masalah-masalah internasional terhambat oleh
terbatasnya kapabilitas diri.
b. Kapabilitas
Gambaran kapabilitas Indonesia yang merupakan negara kelima terpadat di dunia
memiliki laju buta huruf yang sangat tinggi. Karenanya, kualitas tenaga kerjanya
sangat rendah, tanpa modernisasi yang cepat, kapabilitas Indonesia tetap terbatas.

1

Situasi ekonomi Indonesia secara historis tidak stabil dimana laju inflasi di masa lalu
sangat tinggi. Kekuatan militer Indonesia yang terbatas juga menjadi kekurangan
Indonesia, tetapi dengan keterbatasan ini, militer Indonesia cukup kuat dalam
menghadapi tantangan dari dalam negeri yang pada kala itu ada dua kelompok
pemberontak bersenjata yaitu Fretilin (Front Revolusioner untuk Kemerdekaan Timor
Timur) dan Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Kemampuan negara ini yang masih sangat terbatas, menyebabkan Indonesia tidak
terlihat memiliki kemampuan fisik untuk menjalankan politik luar negeri tingkat tinggi
seperti yang diinginkan beberapa pemimpinya.
c. Persepsi Terhadap Ancaman Asing dan Konsep Kepulauan
Politik luar negeri Indonesia memiliki dua faktor yang harus diperhatikan, yaitu
persepsi terhadap ancaman asing dan konsep kepulauan. Indonesia sendiri terutama
selama era Soeharto menganggap ancaman eksternal datang dari negara-negara Timur
atau Komunis, dan yang dianggap paling berbahaya adalah RRC (Republik Rakyat
Cina) yang diduga terlibat dalam “kudeta 1965”. RRC dianggap berbahaya dalam arti
tidak hanya karena Komunis, tetapi juga karena agresif. Persepsi ancaman ini juga
berkaitan dengan posisi Indonesia sebagai negara kepulauan.
Mochtar Kusumaatmadja, berpendapat bahwa karena masalah politik dan
keamananlah yang menyebabkan Pemerintah Indonesia memperkenalkan “Konsep
Nusantara” (Archipelago Concept) pada Desember 1957. “Konsep Nusantara” ini
berkaitan dengan pandangan nasionalis bangsa Indonesia, dikenal juga sebagai
Deklarasi Desember 1957 dimana deklarasi ini menjadikan kedalaman laut wilayah
perairan Indonesia dimana Amerika Serikat, Inggris dan Australia tidak menyetujui
konsep ini.
Pada tahun 1960 ketika Soekarno masih berkuasa, Deklarasi Desember 1957 dibuat
menjadi undang-undang (UU). UU Perairan Teritorial Indonesia ini menggantikan
Konsep Kelautan Teritorial tahun 1939 ketika periode colonial Belanda. Tahun 1969,
Indonesia

mengajukan

“Hukum

Selat

Kontinental”

yang

akhirnya

berhasl

menandatangani persetujuan mengenai selat continental dengan negara-negara
tetangga. Pada tahun 1973 DPR meloloskan “Wawasan Nusantara” (Archipelago
Outlook) sebagai suatu konsep dan dimasukkan ke dalam Garis-garis Besar Haluan
Negara (GBHN).
Menurut Mochtar Kusumaatmadja, Konsep Nusantara adalah konsep wilayah,
sementara Wawasan Nusantara merupakkan konsep politik yang didasarkan atas
konsep wilayah.

2

Budaya Politik dan Elite Politik Luar Negeri Budaya politik Indonesia di sini didefinisikan sebagai tradisi dan nilai-nilai yang mempengaruhi perilaku politik masyarakat Indonesia. Pemerintah pertama kali membentuk Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) sebagai parlemen pertama di Indonesia. ada dua kelompok lain yang berpengaruh dalam perkembangan politik nasional yaitu kelompok Sjahrir dan kelompok Tan Malaka. dan Sjahrir serupa dalam orientasi politiknya. Walaupun demikian. Soekarno yang menyatakan dirinya sebagai seorang Marxis dan mengembangkan Marxisme menjadi Marhaenisme. Selain Soekarno dan Hatta sebagai aktor politik Indonesia. Para pemimpin ini memiliki kesamaan. Periode Revolusi (1945-1949) Pada saat Periode Revolusi. Sedangkan Tan Malaka adalah 3 . Keberadaan dua subbudaya terjadi akibat dair penetrasi Islam yang tidak merata di kepulauan yang luas ini. Periode Revolusi ini merupakkan “benih” politik luar negeri Indonesia ditanamkan. Bab II (Politik Luar Negeri Indonesia Sebelum Orde Baru) a.d. 2. Akibat dari belum diakuinya kedaulatan Indonesia oleh Belanda. politik luar negeri selama periode Pemerintahan Republik ini digunakan untuk tujuan tersebut. Indonesia sendiri sebenarnya merupakan suatu masyarakat yang multietnis dan multiagama. Sehingga. Hatta adalah aktivis dalam gerakan yang berorientasi sosialis. Republik Indonesia sudah mendapat pengakuan dari beberapa negara kecil (di Timur Tengah) dan beberapa negara besar (Uni Soviet di tahun 1948. Indonesia bukan negara merdeka karena Belanda tidak mengakui kedaulatan Indonesia. yakni mereka dipengaruhi ideology sayap-kiri (left-wing). sebelum Belanda memberikan kedaulatan pada Indonesia). fokus utama dari Periode Revolusi adalah untuk mendapatkan pengakuan sebanyak-banyaknya dunia internasional terutama Belanda atas kedaulatan Indonesia. Pemerintah Republik menggunakan diplomasi untuk memantapkan kemerdekaan Indonesia dari Belanda. Indonesia yang menganut Pancasila (atau pluraslime agama) sebagai ideologi memiliki konsekuensi subbudaya politik dominan yang terwujud dalam politik luar negeri Indonesia. Pengaruh dua subbudaya utama yaitu abangan (atau liberal) dimana unsur-unsur pra-Islam dari tradisi mereka masih sangat kuat dan santri (fundamentalis) dimana mereka ingin mengislamkan masyarakat Indonesia (Jawa) dengan menghapuskan budaya pra-Islam.

dan Sumatera kemudian menetapkan bahwa Republik dan Belanda akan bergabung bersama dalam membentuk suatu pemerintahan baru dengan bentuk federasi. dan akhirnya Republik Indonesia Serikat berdiri yang meliputi seluruh Hindia Belanda. Soekarno. Soekarno. Madura. Pada tahun 1948. Dua kelompok tersebut juga memiliki perbedaan dalam pendekatan untuk memperoleh kemerdekaan. Konferensi Meja Belanda (KMB) pada akhirnya diadakan dan tercapai suatu perjanjian antara Republik dengan negara-negara dukungan Belanda. Belanda melakukan konfrontasi militer terhadap Republik agar penyelesaian masalah ini menguntungkan bagi pihak Belanda itu sendiri. Pada masa revolusi. kecuali Irian Barat (sekarang Irian Jaya). dimana mereka mendapat dukungan dari kelompok pemuda radikal dan Tentara Keamanan Rakyat (TKR). sebelum pecah Peristiwa Madiun.seorang komunis.N. Musso. Perjanjian Linggarjati yang disepakati antara Republik Indonesia dengan Belanda. Hatta. dia tidak mampu mendapatkan lebih banyak konsensi dari Belanda dimana ketika Perjanjian Renville ditandatangani ternyata kurang menguntungkan karena dibawah Perjanjian Renville. Di bulan yang sama juga terjadi peristiwa yang tidak terduga di Madiun yang menyebabkan perseteruan terbuka antara kelompok komunis dengan kelompok nonkomunis dimana menyebabkan tokoh komunis yaitu Tan Malaka. dan Amir terbunuh. Kedaulatan politik 4 . dan hanya D. sedangkan kelompok Tan Malaka memilih jalan perjuangan dimana dengan memobilisasi rakyat maka dapat melawan kekuasaan kolonial. dimana politik luar negeri Indonesia harus ditentukan oleh kepentingan kita sendiri dan dijalankan sesuai dengan situasi dan kenyataan yang dihadapi. Aidit yang lolos menyelamatkan diri. Hatta yang menjadi Perdana Menteri berpidato didepan KNIP dan mengenalkan politik luar negeri Indonesia yang “bebas dan aktif”. di bawah kepemimpinan Sjahrir. Pada tanggal 2 September 1948. Hatta dan Sjahrir bersatu dalam perjuangan menghadapi kelompok Tan Malaka. dan Sjahrir setuju dengan menggunakan cara diplomasi yakni menggunakan diplomasi dan tekanan internasional untuk memaksa Belanda memberikan kemerdekaan bagi Indonesia. ketika Amir Sjarifuddin menjabat sebagai Perdana Menteri. dimana Belanda mengakui keberadaan Republik dengan wilayah meliputi Jawa. Amerika Serikat yang mulai mendukung kemerdekaan Indonesia mulai menekan Belanda agar melakukan perundingan dengan Indonesia. wilayah Republik berkurang menjadi hanya sebagian Jawa dan sebagian Sumatera. Pada bulan November 1946.

percaya bahwa PKI dengan dukungan dari RRC dan unsur-unsur oposisi lainnya. Setelah berakhirnya Republik Indonesia Serikat. Ia menginginkan suatu pengakuan dalam rangka untuk melindungi kepentingan nasional Indonesia baik dengan negara-negara Barat maupun Komunis yang disebut sebagai “politik luar negeri yang bebas dan aktif” Setelah Hatta. menandatangani perjanjian “kerjasama keamanan” (mutual security) dengan Amerika Serikat dengan tujuan agar memperoleh bantuan politik. teknik.secara resmi diberikan pada bulan Desember 1949 dimana berdasarkan KMB Indonesia menjadi negara federasi dan bukan negara kesatuan. mulai terjadi pemberontakan bersenjata dari negara-negara yang bergaris etnis ini untuk memperoleh kemerdekaanya sendiri. PKI (Partai Komunis Indonesia). Maret 1956-April 1957) digantikan oleh kelompok yang didominasi oleh PNI dibawah pimpinan Ali Sastroamidjojo dimana orientasinya sangat antikolonialis dan antiimperialis. Tetapi. NU. Masyumi yang curiga kepada komunisme. kabinet-kabinet Indonesia selanjutnya (Natsir. Kabinet Sukiman. dan meningkatkan 5 . NU (Nahdlatul Ulama). Perjanjian KMB pun dibatalkan secara sepihak oleh kalangan nasionalis Indonesia. Periode Demokrasi Parlementer (1950-1958) Saat Indonesia menjadi negara federasi akibat hasil dari KMB. Indonesia memasuki periode demokrasi parlementer dimana partai-partai politik menjadi aktor utama dan juga para perumus politik luar negeri Indonesia. b. dan Indonesia mulai condong kearah Barat. dan Masyumi. atas kecurigaan PNI. September 1950-April 1951 dan Sukiman. Indonesia menjadi tuan rumah dari konferensi Asia-Afrika tahun 1955 di Bandung dan menghasilkan “dasa sila” (Bandung Principles) yang menegaskan nonintervensi terhadap masalah-masalah domestic dari masing-masing negara. Kabinet Sukiman (Juli 1953-Agustus 1955. dan Masyumi (Partai Islam Modern). Kala itu Indonesia memiliki empat partai politik utama yakni: PNI (Partai Nasional Indonesia). Namun. PKI dikeluarkan dari kabinet dan tidak dilibatkan secara langsung dalam pembuatan politik luar negeri. April 1950-1952) didominasi oleh Masyumi. Kebijakan nonblok Indonesia secara bertahap berubah. Seperti Maluku yang memproklamasikan kemerdekaanya sendiri pada bulan Mei 1950. Kabinet Pertama (Desember 1949-September 1950) yang dipimpin oleh Mohammad Hatta yang seringkali dianggap sebagai arsitek utama politik luar negeri Indonesia. berupaya untuk menggulingkan pemerintahan. dibawah pimpinan Ali. dan ekonomi. karena dianggap tidak sejalan dengan politik luar negeri Indonesia yang “bebas dan aktif” maka perjanjian tersebut tidak diratifikasi oleh parlemen.

PKI. Pidato Soekarno di Hari Nasional tahun 1959. 6 . Namun. politik dalam negeri Indonesia bergerak semakin ke kiri dan ini juga terefleksi dalam perilaku politik luar negeri Indonesia yang rasa anti-Barat dan anti-Amerika semakin berkembang. Demokrasi terpimpin ini dimulai tahun 1959. politik luar negeri Indonesia tetap militan dimana Soekarno membagi dunia menjadi Nefos (New Emerging Forces) dan Oldefos (Old Established Forces) dimana Barat adalah bagian dari Oldefos. Konflik utama muncul yaitu antara Soekarno dengan Mohammad Hatta mengenai masalah-masalah ekonomi dan politik yang menyebabkan pengunduran diri Mohammad Hatta sebagai wakil presiden pada bulan Desember 1956.solidaritas masyarakat Asia-Afrika. yang dikenal dengan Manipol atau Manifesto Politik. Di akhir periode ini. Soekarno gagal untuk mengatasi masalahmasalah ekonomi dan politik dalam negeri. Setelah masalah Irian Barat selesai. politik luar negeri Indonesia secara mendasar menjadi sangat nasionalistik. Pada tahun 1957. berusaha merangkul PKI masuk ke dalam pemerintah. Soekarno melakukan operasi militer untuk menghabisi pemberontakan. dan militer adalah tiga aktor politik utama. Soekarno yang dipengaruhi oleh ideology radikal (khususnya Marxisme). Amerika Serikat yang turut bersimpati terhadap para pemerontak menimbulkan beberapa orang berpendapat bahwa CIA berada di balik pemberontakan. Politik luar negeri Indonesia lebih militan antikolonial dan anti-Barat. Perwira militer yang secara langsung melakukan pemberontakan melawan pemerintah pusat. menuntut Soekarno turun. karena Amerika Serikat melihat bahwa pemerintahan dibawah Soekarno bergerak condong kearah kiri dan ini dan ini akan merugikan kepentingan Amerika Serikat di Asia Tenggara. Soekarno melancarkan politik luar negeri yang militan dengan tujuan membebaskan Irian Barat. tetapi partai-partai Islam dan militer berupaya menyingkirkan PKI ke luar sistem. ketika Soekarno meninggalkan UUD RIS dan memberlakukan kembali UUD 1945 yang memberi lebih banyak kekuasaan pada presiden. Soekarno mengidentifikasi kekuatan kolonialis dan imperialis sebagai musuh utama Indonesia dan perjuangan Indonesia menentang kolonialis dan imperialis Barat harus dilanjutkan. Soekarno. PKI tumbuh semakin kuat. Indonesia secara tidak resmi bersekutu dengan negara-negara komunis dan sosialis. Dibawah PNI juga. mereka melakukan ini untuk menghentikan Indonesia menjadi negara komunis. Periode Demokrasi Terpimpin (1959-1965) Periode Demokrasi Terpimpin ini. c.

Jakarta memperkenalkan kebijakan yang melarang orang asing (yakni etnis Cina) untuk terlibat dalam perdagangan eceran di wilayah pedesaan. Bab III (Politik Luar Negeri Indonesia Selama Orde Baru 1 (Munculnya Militer)) a. terdapat perbedaan dengan Soekarno. dan bantuan pinjaman dibutuhkan untuk merehabilitasi ekonomi Indonesia. Agama. memperkenalkan kebijakan pintu terbuka dimana investasi asing ditingkatkan. Militer dan PKI mendukung kampanye konfrontasi Soekarno dengan alasan yang berbeda. merupakkan awal dari proses “militerisasi” (militarization). dimana posisi pemerintahan baik dalam tingkat nasional maupun subnasional diambil alih oleh para perwira militer.Setelah pengambilalihan Irian Barat. Pada saat Seminar Angkatan Darat II di Bandung pada bulan Agustus 1966. Militer khawatir akan “pengepungan” (encirclement) atas Indonesia oleh Malaysia yang didominasi oleh etnis Cina. dimana Soeharto lebih menaruh perhatian pada masalah pembangunan ekonomi dan mempertahankan hubungan persahabatan dengan pihak Barat. Soekarno memperkenalkan konsep “Nasakom” (Nasionalisme. Menurut konsep dwi-fungsi (dual function) ini. Militer mengajukan hak untuk memiliki perwakilan di pemerintahan. DPR. di bawah kepemimpinannya. sementara PKI berupaya menggunakan hal ini sebagai alasan untuk mendirikan Angkatan V yang terdiri dari kaum tani dan buruh. militer Indonesia adalah “kekuatan militer” dan sekaligus “kekuatan sosial-politik”. Militer dan Masalah-Masalah Internasional Setelah “kudeta 1965” Indonesia memasuki tahap baru yang dikenal dengan Orde Baru dan militer yang mengambil kekuasaan. dengan adanya kudeta 1965. Soekarno melakukan kampanye untuk mencegah pembentukan Federasi Malaysia pada tahun 1963 yang dikenal sebagai Konfrontasi. menjadi kekuatan sosial-politik yang paling menentukan di negeri ini. Hubungan Jakarta-Beijing selama periode Demokrasi Terpimpin tidak selalu lancer. Indonesia menaruh perhatian khusus terhadap soal 7 . dan birokrasi. 3. dan Komunisme) untuk mempersatukan berbagai kekuatan sosial-politik. Pada akhirnya. Konsep ini diartikan sebagai peran militer dalam bidang keamanan dan nonkeamanan. menandai berakhirnya era Demokrasi Terpimpin. Dalam periode ini. Pemerintahan baru. Awal tahun 1961. Politik luar negeri Indonesia yang militan dalam periode Demokrasi Terpimpin memboroskan sumber-sumber yang dimiliki Indonesia (terutama cadangan devisa). Ketika Soeharto menjadi Presiden.

Lembaga-lembaga Pembuat Politik Luar Negeri Walaupun Soeharto mulai memerintah pada tahun 1965. Politik luar negeri Indonesia pada zaman Soeharto memiliki kecenderungan untuk bergerak mendekati Barat. dan Indonesia ditakdirkan untuk memainkan suatu peran dominan dalam masalah-masalah dunia. Presiden Soeharto dan Kebudayaan Jawa Latar belakang abangan dan Jawanisme mewarnai sikapnya pada politik luar negeri Indonesia.regionalism. seperti dalam Deklarasi Bangkok 1967 (atau Deklarasi ASEAN) menyatakan bahwa pangkalan militer asing pada dasarnya harus bersifat sementara. terbukti melalui hubungan Indonesia dengan Amerika Serikat dan sikapnya terhadap negara-negara Komunis. namun sikap antagonis Pemerintahan RRC memaksa hubungan diplomatik Cina-Indonesia putus pada tahun 1967. terhadap RRC pada awalnya Pemerintahan Soeharto bersifat kritis. dan Netral (ZOPFAN. and Neutrality. Bebas. Namun. terutama sebelum tahun 1990-an. Indonesia menaruh perhatian terhadap peran dan keamanannya. Intervensi Pemerintah dibawah Soeharto di Timor Timur disebabkan oleh kepedulian Indonesia atas stabilitas dan keamanan. Selama era Soeharto. 8 . Proses normalisasi terjadi setelah 22 tahun dimana RRC berjanji bahwa mereka tidak akan mendukung aktivitas Komunis di wilayah Indonesia. namun juga dalam politik luar negeri.Zone of Peace. politik luar negeri Soeharto tidak didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan Islami. setelah isu Timor Timur kehilangan gemanya kemudian sesudah pemilihan umum tahun 1983. kemudian memandang dunia dari pandangan Jawa dimana Jawa adalah pusat dari dunia. namun ia tidak secara penuh terlibat dalam perumusan politik luar negeri. Salah satu alasannya karena ia tidak memiliki banyak pengalaman dalam masalah-masalah internasional. dan ia memerintah Indonesia dengan warna kental tradisi kejawaan yang secara tidak langsung mempengaruhi proses pembuatan keputusan. tidak hanya dalam politik dalam negeri. Freedom. politik luar negeri Indonesia berorientais keluar (outward-looking) dengan maksud untuk merancang suatu citra nonblok dalam rangka memperoleh kesempatan menjadi pemimpin Gerakan Non-Blok. Namun. dimana Indonesia mendukung pendirian ASEAN tahun 1967 dimana Indonesia menyadari pentingnya stabilitas regional untuk menjamin keberhasilan rencana pembangunan Indonesia. 1971). b. Indonesia ingin menciptakan suatu Zona Damai. c.

Lemhamnnas berperan sebagai “think-tank” dari militer Indonesia. dimana Adam Malik dapat meluaskan pengaruhnya dalam menentukan politik luar negeri Indonesia walaupun secara berahap ia disingkirkan oleh kelompok militer. militer mendominasi politik luar negeri yang bersentuhan dengan masalah-masalah keamanan yakni Hankam. ada dua kelompok perumus politik luar negeri.  Departemen Luar Negeri Selama periode Orde Baru. Pengganti Mochtar. dan Departemen Luar Negeri. baik untuk departemen maupun lembaga pertahanan. disebut juga sebagai BPI (Badan Pusat Intelijen). Hankam.  Militer Selama periode Orde Baru. dan Badan Koordinasi Intelijen NegaraBAIKIN). yaitu Ali (Alex) Alatas juga menghadapi persoalan yang sama. Lemhannas. yakni Sekretaris Negara memainkan peran koordinasi dengan menterimenteri kabinet atas nama Presiden yang merupakan pimpinan kabinet. yaitu: militer (Departemen Pertahanan dan Keamanan-HANKAM. Setneg. Disamping Bakin. Penggantinya adalah Mochtar Kusumaatmadja. adalah organisasi militer lain yang telah mewarnai politik luar negeri. Deplu hanya berurusan dengan masalah-maslaah politik.Pada awal periode Orde Baru. 9 . Sedangkan. yakni Departemen Pertahanan dan Keamanan. Beberapa perwira militer yang sangat berpengaruh dalam perumusan politik luar negeri tidak selalu berada dibawah Hankam. Jenderal Benny Moerdani mendirikan sendiri Pusat Intelijen dan Strategis di tahun 1974 yang berdampingan dengan Bakin dan diberi nama BAIS. adalah asisten pribadi Soeharto dan merupakan patron dari CSIS (Centre for Strategic and International Studies) dimana CSIS ini berkembang menjadi semacam “think-tank” baik untuk politik dalam negeri maupun luar negeri. sudah ada tiga menteri luar negeri dan yang paling berpengaruh adalah Adam Malik. Bakin. Lembaga Pertahanan Nasional-LEMHANNAS. dimana ia kurang berpengaruh karena dalam beberapa kasus ia tidak mampu melakukan banyak hal. kemudian diorganisir kembali dan memakai nama baru BIA (Badan Intelijen ABRI). adalah organisasi lain dibawah Hankam yang mempengaruhi politik luar negeri Indonesia. adalah istilah umum yang digunakan untuk menunjuk. seperti Jenderal Ali Moertopo dan Sudjono Humardani.

Militer dan Meningkatnya Peran Soeharto. dan Bappenas berhubungan dengan masalah-masalah ekonomi yang berkaitan dengan soalsoal dalam negeri dan luar negeri. 10 . Sampai pertengahan 1980-an. Bappenas juga dekat dengan IMF (International Monetary Fund). Departemen Luar Negeri (Deplu). serta akibat fundamentalisme dan Islam. yaitu: Deplu menangani politik luar negeri dalam bidang politik. militer berurusan dengan politik luar negeri yang bersentuhan dengan masalah-masalah keamanan. Dalam suatu peristiwa berkaitan dengan Perjanjian Bangkok yang mengakhiri konfrontasi antara Indonesia dengan Malaysia (1963-1966) dimana militer yang tidak setuju dengan perjanjian ini tidak bisa berbuat banyak ketika Soeharto menunjuk Adam Malik untuk menandatangani perjanjian tersebut dimana perjanjian itu mengakui Malaysia sebagai suatu negara. Menurut teori. walaupun pada awal-awal Orde Baru. kelompok militer dan Deplu tidak selalu sepakat. militer seringkali mengintervensi diberbagai bidang. Hubungan dengan negara-negara Sosialis. namun dalam perkembangannya mulai banyak perbedaan pemikiran antara militer dan Soeharto. secara formal bertanggungjawab pada masalah-masalah luar negeri dan pertahanan.  Bappenas Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) yang didirikan oleh Soekarno di tahun 1963 adalah lembaga yang mempengaruhi politik luar negeri Indonesia. Soeharto memusatkan perhatian pada hal-hal yang berkaitan dengan RRC dan Timur Tengah. terdapat pembagian kerja diantara berbagai departemen. kelihatannya militer (Hankam dan CSIS) memiliki posisis lebih dibandingkan kalangan sipil (Deplu dan Bappenas). kecuali untuk isu-isu tertentu. d. Komisi Satu Dikenal juga sebagai Komisi Luar Negeri dan Pertahanan didalam struktur DPR. Secara umum. Keterlibatan Sekneg dalam politik luar negeri menjadi semaklin jelas. khususnya RRC. Masalah internasional yang dihadapi selama periode ini adalah: Masalah David Jenkins. dan Penutupan Selat Lombok dan Sunda. Kunjungan Militer ke Vietnam. Pandangan Hankam mengenai politik luar negeri seringkali sesuai dengan pandangan Soeharto. diarahkan untuk mendorong pembangunan ekonomi di Indonesia. hal ini disebabkan karena ideologi politik dan komunisme. memperlihatkan bahwa Soeharto menjadi lebih aktif dalam pembuatan politik luar negeri.

pertemuan ASEAN ketiga ini berhasil dilaksanakan pada bulan Desember 1987. Pada tahun 1980-an juga.4. dan dengan datangnya Soeharto. Bab IV (Politik Luar Negeri Indonesia Selama Orde Baru 2 (Peran Tegas Presiden)) a. keamanan adalah suatu persoalan di Manila. keinginan Indonesia untuk menjadi ketua konferensi Non-Blok berikutnya ditolak karena Gerakan Non-Blok yang didominasi negara-negara pro-Soviet itu tidak setuju terhadao kepemimpinan Indonesia yang menurut mereka sangat pro-Barat. Filipina memerlukan dukungan negara-negara ASEAN.  Pertemuan ASEAN Saat Nyonya Aquino menjadi Presiden Filipina. inilah alasan mengapa pertemuan ASEAN ketiga diadakan di Manila. Soeharto mengirim Umar Wirahadikusumah (Wakil Presiden) untuk menghadiri Konferensi Non-Blok di Zimbabwe.  Ali Alatas: Pernyataan Politik Luar Negeri Baru 11 . Golkar memperoleh kemenangan mutlak dalam pemilu sehingga Soeharto semakin percaya diri. dari sudut pandang internasional Indonesia. Tahun 1988. namun Indonesia tidak memperoleh dukungan. Soeharto dan Profil Politik Luar Negeri yang Menonjol. Indonesia menjadi tuan rumah dari Konferensi Asia-Afrika di Bandung. Pada pemili 1982. Hal ini bisa terlihat dari beberapa masalah internasional yang dihadapi. Kala itu. walaupun tidak menghasilkan resolusi dikarenakan seluruh peserta tidak dapat menyetujui beberapa isu utama internasional. Baru pada tahun 1991 Indonesia berhasil memperoleh kepemimpinan. antara lain:  Peringatan 30 Tahun Konferensi Asia-Afrika Tahun 1985. Invasi Indonesia di Timor-Timur dan penolakan Indonesia untuk mengizinkan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) membuka kantornya di Jakarta menimbulkan amarah dari negara-negara Afrika. masalah Timor Timur dibawah kendali Soeharto dan Indonesia mulai memainkan peran aktif dalam masalahmasalah internasional. upaya yang sama dilakukan oleh Ali Alatas. ini adalah langkah pertama bagi Indonesia untuk aktif kembali di arena internasional  Ketua Gerakan Non-Blok dan Pertemuan APEC Tahun 1987.

Pada tahun 1974. dimana tuntutan utama partai ini adalah integrasi TimorTimur ke dalam Indonesia. 12 . Berlawanan dengan harapan mereka. Indonesia yang mendukung UDT dan Apodeti.  Pertemuan Informal Jakarta (Jakarta Informal Meeting-JIM) Indonesia ingin memperlihatkan kepemimpinannya di bidang regional dengan berupaya untuk membantu permasalahan di Kamboja. menjalankan kampanye pemberantasan terhadap Fretilin dan mengirim sukarelawan untuk menjalankan operasi militer. Asal-usul Isu Timor Timur Politik luar negeri Soeharto yang berbeda dengan Soekarno yang cenderung agresif. terjadi perang saudara dimana Fretilin berhasil menguasai Timor Timur. pada bulan Agustus 1975. Komite Perwakilan PBB meminta Indonesia untuk meninggalkan Timor Timur dan menghormati kesatuan wilayah tersebut. Vietnam memperoleh bantuan ekonomi. c. dan front revolusioner sayap-kiri untuk kemerdekaan Timor Timur yang dikenal sebagai Fretilin. kecuali para sukarelawan. b. Namun. Isu Timor Timur di PBB. Adam Malik (Menteri Luar Negeri) mengatakan bahwa Pemerintahan Indonesia tidak tergantung pada resolusi tersebut karena Indonesia tidak memiliki pasukan di Timor Timur. Indonesia mengintervensi dan akhirnya memasukkan Timor-Timur kedalam wilayahnya didorong oleh dua faktor utama. Pernyataan ini dianggap sebagai kebijakan pemerintah yang baru. Namun. Ada pula dua partai yang dibentuk sebelumnya yaitu UDT (Timorese Democratic Union) yang merupakan partai sayap-kanan. UDT itu sendiri akan menerima persatuan Timor Timur dengan Indonesia jika masyarakat Timor Timur menghendaki. pengecualian terjadi dalam hal pengambilalihan Timor-Timur. baik dalam masalah-masalah regional maupun internasional. operasi militer Indonesia tidak berjalan lancar dan cepat. sebagai kompensasinya. Mereka menghadapi perlawanan yang berat dari Fretilin. Prinsip Kuantan dicanangkan untuk mendesak Vietnam meninggalkan Kamboja. tahun 1987 diusulkan Pertemuan Informal Jakarta dan Vietnam sepakat untuk hadir dalm acara ini.Bulan Agustus 1988. Namun karena Thailand tidak setuju. terbukti dimana Soeharto lebih lunak karena pemerintahannya lebih tertarik dalam membangun ekonomi Indonesia. Timor-Timur mendirikan suatu partai politik kecil yang pro-Indonesia yaitu Apodeti (Timorese Popular Democratic Party). Ali Alatas menyatakan bahwa Indonesia harus melanjutkan peran dominan.

Menurut mereka. Tragedi Dili dan Presiden Soeharto Pada tanggal 28 Oktober 1991 muncul demonstrasi di Dili yang menyulut bentrokan fisik. Kejadian demonstrasi anti-Jakarta yang tidak diharapkan di Dili pada tanggal 12 November 1991 membuyarkan upaya-upaya Alatas (Menteri Luar Negeri pada tahun 1988) membuat dunia menerima Timor Timur sebagai wilayah Indonesia. Jakarta mendapat kecaman keras dari masyarakat internasional atas tindakan pembantaian masyarakat Timor Timur. negara-negara Komunis mengecam Orde Baru. sehingga mengakibatkan banyak jatuh korban. 1988-1993) menggunakan cara persuasive (carrot) dan koersif (stick) untuk menentramkan masyarakat Timor Timur. Majelis Umum PBB menyetujui resolusi yang mendesak Indonesia untuk keluar dari Timor Timur. Namun. berpendapat Fretilin dikontrol oleh orang Komunis. f. e. Adam Malik. Situasi ini hanya dapat diatasi jika Indonesia menjalankan kebijakan ekonomi yang independen. sepuluh hari kemudian Dewan Keamanan PBB pun menyetujui resolusi tersebut. Akhir tahun 1988. Indonesia menjadi terisolasi di dunia internasional. Pemerintah Indonesia memutuskan untuk membuka Timor Timur bagi kalangan luar. militer menggunakan kekerasan. Intervensi Indonesia ke Timor Timur pada awalnya mengakibatkan munculnya kecaman internasional. dan negaranegara Dunia Ketiga bersikap kritis terhadap Indonesia. Fretilin secara sepihak memproklamasikan kemerdekaan Republik Demokrasi Timor Timur. aparat keamanan terperanjat. Pers Indonesia dan Timor Timur Reaksi Pers Indonesia terhadap kebijakan Indonesia di Timor Timur secara umum berpihak pada pemerintah Indonesia. Tanggal 12 Desember 1975. tetapi ini tidak mempengaruhi hubungan Indonesia dengan negaranegara ASEAN lainnya. Timor Timur dibawah Kekuasaan Indonesia Jenderal Benny Moerdani (Menteri Pertahanan. 13 . menolak bantuan imperialis dan investasi luar negeri. d. Barat tidak menyokong Indonesia selama krisis Timor Timur.Pada tanggal 18 November 1975. Resolusi-resolusi ini berdampak kecil pada tindakan-tindakan Indonesia di Timor Timur dengan alasan mereka diminta oleh masyarakat Timor Timur untuk menjaga ketertiban dan keamanan disana. keterlibatan Indonesia di wilayah tersebut sebagai suatu cara menjamin kepentingan nasional Indonesia. Tanggal 12 November 1991.

Pertengahan tahun 1970-an. Satu kemungkinan penyelesaian soal Timor Timur adalah dengan menjalankan referendum. pada tahun 1955. dimana komunisme mencatat kemenangan di Indocina yang menarik perhatian negara-negara Barat. Mochtar Kusumaatmadja mengatakan bahwa menjalankan suatu referendum adalah sama saja dengan “mengingkari apa yang telah kita miliki selama hampir dua puluh tahun”. Barat menjadi sangat menaruh perhatian pada isu-isu hak asasi manusia. Soeharto yakin dengan stabilitas politik. ketika berakhirnya Perang Dingin. Peristiwa Dili mensiratkan betapa masalah Timor Timur masih jauh dari penyelesaian. Pemerintah Indonesia. dalam hal ini ia tidak sepaham dengan cara-cara militer dalam menangani Peristiwa Dili. Integrasi adalah suatu bentuk dari penentuan nasin-sendiri akan tetapi ini belum dapat dijelaskan secara baik oleh pihak Indonesia. dan Komunisme bukan lagi suatu ancaman. 5. yakni stabilitas dan keamanan. dibawah tekanan internasional. dianggap sebagai cara untuk menahan kelompok sayap-kiri untuk berkuasa. Konfrontasi aktual antara Presiden dengan kalangan militer berkenaan dengan isu Timor Timur. 14 . Akibat peristiwa pada 12 November 1991. Organisasi Pakta Asia Tenggara (SEATO-the Southeast Asian Treaty Organization) didirikan oleh Amerika Serikat untuk menghadapi Komunisme di wilayah Asia Tenggara. dapat membangun ekonomi Indonesia melalui investasi asing dan bantuan asing. namun pada tahun 1990-an. Tahun 1970-an masih ada Perang Dingin dan Komunisme masih tetap agresif. Tetapi. Munculnya ASEAN ASEAN adalah pondasi politik luar negeri Indonesia. Tindakan Indonesia di Timor Timur. pakta militer ini gagal untuk mencapai tujuannya karena ancaman yang dijalankan Komunisme mengambil bentuk kegiatan subversif dan tidak dapat dilawan dengan cara-cara militer konvensional. ASEAN bukanlah organisasi regional pertama di Asia Tenggara. membentuk Komite Penyelidik Nasional dalam rangka menyelidiki peristiwa tersebut. Presiden Soeharto yang mendapat tekanan internasional. dipaksa untuk memberikan konsesi. negara-negara ASEAN adalah penting bagi kepentingan nasional Indonesia.Situasi pada tahun 1990-an berbeda dengan tahun 1970-an ketika Indonesia menduduki Timor Timur. Bab V (Hubungan Indonesia dengan Negara-negara ASEAN) a.

yaitu negara-negara tetangga yang Komunis di utara. pembangunan ekonomi masing-masing negara baru bisa terlaksana. Ketika Soeharto memegang kekuasaan. tetapi karena kurangnya keinginan politik yang kuat. Indonesia pun memperkenalkan doktrin lainnya ditahun 1983 yaitu Zona Bebas Senjata Nuklir (SEANWFZ-Southeast Asian Nuclear Weapons Free Zone) sebagai bagian dari ZOPFAN dan dimasukkan ke dalam Deklarasi Manila tahun 1987. asosiasi lainnya dikenal sebagai Maphilindo (Malaya-Filipina-Indonesia) pada bulan Agustus 1963. disamping tidak samanya persepsi mereka mengenai integrasi ekonomi. pengalaman historis. b. konfrontasi dengan Malaysia yang terjadi pada saat zaman Soekarno berakhir. Kurangnya kerjasama ekonomi diantara negara-negara anggota ASEAN bukan karena faktor ekonomi. dan lokasi geografi yang berbeda. seorang Indonesia.Tahun 1961. Lima peristiwa terjadi ditahun 1990-an diantaranya: peristiwa pertama tawaran Jakarta atas fasilitas latihan militer yang digunakan oleh angkatan bersenjata Singapura. konsep Malaysia mengenai ZOPFAN yang menjadi doktrin Asean di tahun 1976. namun tidak berkembang karena perseteruan diantara negara-negara anggota. Malaya membentuk suatu organisasi budaya dan ekonomi yang dikenal sebagai Asosiasi Asia Tenggara (ASA-Association of Southeast Asia). Persepsi Indonesia dan Malaysia atas ancaman asing hampir serupa. peristiwa 15 . Ketika ancaman Komunis memudar dan Perang Dingin berakhir. negara-negara ASEAN memuliki persepsi yang berlainan dalam hal ancaman dari luar yang disebabkan oleh komposisi penduduk. Tun Razak menata kembali politik luar negeri Malaysia untuk menganjurkan netralisasi dan pembentukan suatu ZOPFAN dan menentang pangkalan militer asing di wilayah tersebut dan konsep ini diambil sebagai cita-cita ASEAN. dan hubungan sosial-budaya antara kedua negara dipulihkan kembali. Perdana Menteri Malaysia. Hubungan Indonesia-Malaysia: Saudara Tua dan Muda. Pembentukan ASEAN yang didukung oleh lima negara di wilayah tersebut karena ASEAN dipandang sebagai suatu pertahanan politik kolektif dalam menghadapi negara-negara yang mengancam. Mereka beranggapan bahwa hanya dengan stabilitas politik regional. tetapi pecah ketika Indonesia melancarkan konfrontasi dengan Malaysia. hubungan Indonesia-Malaysia mulai bermasalah lagi. peristiwa kedua hukuman gantung Basrie Masse. di Sabah karena perdagangan obat bius. Ada konvergensi kepentingan nasional diantara negara-negara ASEAN yang berorientasi pembangunan dan non-komunis.

Indonesia-Filipina: Dekat Tetapi Tidak Ramah Hubungan Indonesia dengan Filipina setelah Soeharto berkuasa kembali normal walaupun hubungan Manila dengan Kuala Lumpur masih tetap dalam perselisihan atas Sabah. laut. Masing-masing negara kelihatannya responsive terhadap kebutuhan masingmasing. Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF-Moro National Liberation 16 . dengan maksud membuka jalan bagi hubungan Jakarta-Singapura. hubungan Indonesia dan Singapura menjadi panas pada tahun 1968 ketika dua mariner Indonesia divonis mati. dan udara kedua negara. Tun Mustapha (Pemerintah Sabah) mendukung pemberontak Islam (Moro) di bagian selatan Filipina yang mengakibatkan peningkatan perseteruan antara Manila dan Moro. Tahun 1994. Meskipun tidak terjadi konflik bersenjata. Nota Kerjaasama (MOU-Memorandum of Understanding) ditandatangani yang memberikan izin kepada Singapura untuk melatih pasukannya di Indonesia. Sebagai imbalannya. Perdana Menteri Lee Kuan Yew diundang Pemerintah Indonesia. Jakarta dan Singapura menandatangani Persetujuan Kerjasama Pariwisata dan Persetujuan Pelayanan Udara. Pada bulan Mei 1973. Kedua negara menandatangani suatu pakta pajak yang bertujuan menghapuskan pemajakan ganda dan mendorong laju perdagangan yang lebih besar. peristiwa kelima berkaitan dengan usulan Perdana Menteri Mahathir soal Pengelompokan Ekonomi Asia Timur (EAEG-East Asian Economic Grouping) c. Februari 1989. Hubungan Indonesia-Singapura: Saling Menguntungkan Ketika Singapura memutuskan untuk meninggalkan Federasi Malaysia dan menjadi merdeka pada Agustus 1965. peristiwa keempat melibatkan dua pulau kecil yang disengketakan yaitu Sipadan dan Ligitan. militer Indonesia akan diberikan akses ke teknologi militer Singapura.ketiga pendatang illegal Indonesia ke Malaysia. diadakan latihan bersama secara teratur antara angkatan darat. namun hubungan antara Indonesia dan Singapura mencapai titik terendah. maka muncul reaksi yang berbeda diantara mereka. yang menghasilkan suatu hubungan keamanan dan ekonomi yang lebih dekat. dan Singapura juga menjadi mitra dagang Indonesia terbesar ketiga setelah Jepang dan Amerika Serikat. d. kemudian pada bulan Agustus di tahun yang sama Singapura mengumumkan bahwa mereka akan menawarkan penggunaan fasilitas militer kepada Amerika Serikat. tahun 1995 Singapura terlah menjadi penanam modal kumulatif nomor enam di Indonesia. Kemakmuran Singapura menimbulkan iri hati diantara beberapa pemimpin Indonesia. Tahun 1989.

f. Brunei dengan segera bergabung menjadi anggota ASEAN. menghidupkan lagi ide Wilayah Perdagangan Bebas ASEAN (AFTA-ASEAN Free Trade Area) sementara AFTA didukung secara penuh oleh Indonesia. Perdana Menteri Thailand yang baru. EAEG tidak mendapat dukungan. Setelah Fidel Ramos terpilih sebagai Presiden. isu Moro. Bangkok menjadi sangat bermusuhan dengan Vietnam. hubungan Brunei dengan negara-negara tetangganya juga membaik. Hubungan Jakarta-Manila ketika pemerintahan dipimpin oleh Aquino membaik setelah Presiden Aquino mengunjungi Indonesia untuk membicarakan berbagai isu dengan Soeharto. dan ini merupakan salah satu dai isu kunci dalam masalah Moro. ini mengindikasikan dasar yang tidak mudah bagi hubungan IndonesiaMalaysia. Anand Panyarachun. e. pertemuan dirancang antara Manila dan Moro di Cipanas (14-16 April 1993) menghasilkan suatu persetujuan dimana pihak-pihak yang berselisih akan melanjutkan pembicaraan lebih jauh lagi untuk mencapai penyelesaian secara damai. karena tidak mungkin bagi Marcos unuk mengembalikan “tanah Moro” (Moroland) ke masyarakat Islam karena kebanyakan dari tanah-tanah tersebut berada ditangan masyarakat Kristen yang membentuk mayoritas masyarakat di selatan. Kejatuhan Chatichai menyebabkan perbaikan hubungan Indonesia-Thailand. Hubungan Indonesia-Brunei: Saudara Kaya Ketika Brunei menjadi suatu negara merdeka di bulan Januari 1984.Front) yang diketuai Nur Misuari. Thailand memandang Vietnam sebagai musuh utama mereka. Ketika Vietnam menginvasi Kamboja. Hubungan Indonesia-Thailand: Negara Garis Depan Thailand dan Indonesia memiliki persepsi yang berbeda dalam hal ancaman. 17 . yang dibuktikan dengan saling mengunjungi antara Soeharto dan Sultan dimana Sultan memberikan pinjaman lunak sebesar US$100 juta untuk proyek-proyek di Indonesia. Awal tahun 1991. Soeharto mengajukan empat usulan untuk memecahkan masalah Moro dimana tiga dari empat usulan itu diterima dan menolak usulan yang berkaitan dengan pengembalian tanah-tanah nenek moyang masyarakat Islam. Indonesia membantu Filipina untuk memecahkan masalah Moro setelah dilakukan pembicaraan informal antara Soeharto dan Marcos yang dilaksanakan pada tanggal 29-30 Mei 1974 di Manado. dan pembangunan ekonomi. termasuk masalah Komunisme. Hal ini merupakkan kasus khususnya sebelum Chatichai Choonhayan menjadi Perdana Menteri.

Setelah Ali Alatas menjadi Menteri Luar Negeri (Maret 1988). ia tidak ingin terikat dalam suatu lembaga keamanan dimana terdapat kekuatan utama non-Asia Tenggara. Cina. hubungan JakartaCanberra berubah secara berarti. Indonesia masih tetap memegang ide politik luar negeri yang bebas dan aktif. dan Jepang). Hubungan tersebut menjadi beku ketika Jakarta menjalankan politik luar negeri yang militan. Bab VI (Hubungan Indonesia dengan Australia dan Papua New Guinea) a. keberatan jika wilayah tersebut diintegrasikan secara damai ke dalam wilayah Indonesia. memelihara stabilitas dan menjamin pertumbuhan di Asia-Pasifik dengan membangun suatu jaringan hubungan yang konstruktif”. 6. Indonesia terlihat berusaha untuk mengajukan konsepnya mengenai keamanan dan tertib regional. Terobosan penting ketika Menteri Luar Negeri dari dua negara menandatangani Perjanjian Celah Timor pada bulan Desember 1989. Tahun 1974. Ada spekulasi bahwa kejadian ini disebabkan kompetisi antara pejabat pemerintah (terutama militer) yang ingin menunjukkan loyalitas mereka pada Presiden dan beberapa dari mereka telah bertindak kelewat batas dalam proses tersebut. turis Australia yang berkeinginan untuk memasuki Bali tanpa visa. Hubungan Indonesia-Australia Hubungan awal antara Jakarta dan Canberra. Tetapi. Sebabnya adalah hubungan pribadi yang baik antara Alatas dengan beberapa pemimpin Australia. kini dipulangkan. Indonesia dan Forum Regional ASEAN Indonesia yang merupakkan aktor penting dalam membentuk ASEAN salah satu indikator penyebabnya adalah mempromosikan ZOPFAN dan SEANWFZ melalui ASEAN. Persetujuan tersebut memberikan 18 . terutama Menteri Luar Negeri Gareth Evans. pada waktu sebelumnya diizinkan. Rusia. ARF terdiri dari 18 anggota. Seluruh wartawan Australia dilarang memasuki Indonesia. Perdana Menteri Australia soal Timor Timur. pihak berwenang Indonesia melarang Pesawat Tempur Royal Australia mendarat di Jakarta untuk mengisi bahan bakar. pembentukan Forum Regional ASEAN (ARF). Jakarta sendiri melihat kegunaan dari ARF itu sendiri dalam mempromosikan politik luar negeri Indonesia dalam format tersebut. ARF pertama kali ditampilkan selama pertemuan Konferensi Pasca Tingkat Menteri ASEAN (PMC) pada bulan Juli 1993 dimana bertujuan untuk membangun “saling percaya. baik. Pada bulan September 1986. termasuk kekuatan utama (Amerika Serikat.g.

Cina menyebut militer Indonesia sebagai “reaksioner” dan “fasis”. masih tetap menjadi sumber konflik utama antara Indonesia dan Australia. teknologi tinggi dan situasi politik yang stabil. Etnis Cina. Pada 18 Desember 1995. 19 . demokrasi Barat dan otoriterianisme Asia.izin kepada kedua negara untuk melakukan eksplorasi dan menggali Celah Timor. Kapanpun kursi RRC di PBB dibicarakan dan pengambilan suara dilakukan atas isu tersebut. RRC mulai melaksanakan politik luar negeri yang lebi moderat yang bertujuan untuk menananmkan persahabatan dengan negaranegara Dunia Ketiga dengan harapan melakukan lebih banyak pengaruh terhadap mereka. pada bulan Oktober 1967. Bab VII (Hubungan Indonesia-Cina (Ideologi. Selama tahun 1980-an. Perbedaan budaya dari negara-negara tersebut. yang kaya akan minyak dan menangguhkan suatu penyelesaian atas masalah perbatasan yang saling tumpang tindih. Ada dua pandangan dimana pandangan pertama Cina menyetujui kudetan dan memasok persenjataan “di luar sepengetahuan dan kontrol otoritas militer Indonesia”. Sesungguhnya Indonesia ingin memainkan suatu peran yang lebih besar di Pasifik Selatan dengan memperkuat para pemimpin militer di Papua New Guinea dan Fiji. Indonesia akan menromalisasi hubungan dengan RRC jikan benar-benar bersahabat dan “berhenti memberikan bantuan dan fasilitas terhadap para mantan pimpinan PKI”. Ketika kekuasaan Deng Xiaoping pada tahun 1977. 7. Peran RRC dalam kudeta tersebut masih tetap kabur. Tahun 1970-an. Jakarta tetap abstain. dan Presiden)) Kudeta mengakibatkan perubahan arah politik luar negeri Indonesia. Indonesia menjadi lebih memperhatikan wilayah Pasifik Selatan. Pada tahun 1973. Cina telah memberikan inspirasi terjadinya kudeta di Indonesia. Jakarta memutuskan hubungan diplomatik dengan Beijing. alasan lain tidak mungkin bahwa partai komunis yang besar seperti PKI akan mendengar perintah dari Beijing. Pandangan lain menyatakan bahwa Beijing tidak menyetujui kudeta dengan alasan situasi sebelum kudeta sagat menguntungkan Beijing dan sukar untuk dipahami alasan Beijing akan merencanakan kudeta yang akan memperburuk situasi tersebut. Australia menandatangani suatu perjanjian keamanan dengan Indonesia. Cina melancarkan “Program Empat Modernisasi” yang memerlukan investasi asing. dan sepakat bahwa kedua negara akan berkonsultasi secara teratur mengenai masalah keamanan bersama dan untuk mendorong kerjasama keamanan.

dan banyak orang berpendapat bahwa tidak lagi mengekspor revolusi. 8. Adam Malik. Vietnam Utara tidak memainkan peranan yang menentukan dalam kudeta 1965. Uni Soviet di bawah Gorbachev memutuskan untuk membuka hubungan dengan RRC. Pada tanggal 10 1964. jikan hubungan ekonomi CinaIndonesia membaik secara lamban. memorandum perdagangan antara Cina dan Indonesia ditandtangani di singapura. para pemimpin Indonesia kagum atas perjuangan kemerdekaan Vietnam Utara melawan kekuatan-kekuatan adidaya Barat. Presiden Soeharto menyatakan hubungan antar dua negara akan didasarkan pada “prinsip-prinsip seperti saling menghargai kedaulatan negara masingmasing. Namun. dengan persetujuan Soeharto. perbaikan dalam hubungan politik bahkan lebih lamban lagi. Normalisasi hubungan dengan RRC akan memproyeksikan citra bahwa Indonesia adalah benar-benar dan dengan demikian memperkuat kesempatannya menjadi tuan rumah pertemuan GNB. Soekarno akhirnya memutuskan untuk meningkatkan hubungan diplomatic dengan Hanoi dari tingkat konsulat menjadi tingkat duta besar. Kedua. Juli 1985. ia telah memutuskan kebijakan yang lebih liberal terhadap RRC karena tekanan ekonomi dan juga keinginannya untuk memainkan peran utama dalam masalah-masalah luar negeri. diantaranya Deng Xiaoping. meskipun mereka merupakan sekutu dari RRC. Pertama. Berbeda dengan hubungan Indonesia dari RRC. Indonesia secara tiba-tiba mengumumkan bahwa ada kemungkinan bagi Jakarta dan Beijing untuk membuka kembali hubungan diplomatik. Hubungan Indonesia-Vietnam mungkin dipertahankan karena beberapa alasan. 20 . ingin menciptakan citra politik luar negeri nonblok dibawah Orde Baru. Beijing menyatakan bahwa mereka akan patuh pada prinsipprinsip Konferensi Bandung yang mengecam intervensi dalam masalah-masalah domestik negara lain. Ketiga. Sejak tahun 1987. Bab VIII (Hubungan Indonesia-Vietnam dan Isu Kamboja (Faktor Keamanan)) Indonesia memiliki hubungan informal dengan Vietnam sejak tahun 1940-an dan dikokohkan setelah Konferensi Asia-Afrika di Bandung. hubungan dengan Hanoi tidak pernah mencapai situasi kritis. Cina menjadi lebih lunak dan berorientasi kedalam. Pada tanggal 23 Februari 1989. hal ini disebabkan oleh beberapa faktor. non-intervensi dalam masalah-masalah dalam negeri dan hidup berdampingan secara damai”.Sejak tahun 1984. dan Jakarta membuka Konsulat Jenderal di Hanoi pada bulan Desember 1955. sesungguhnya dukungan Cina pada partai komunis di ASEAN telah menurun drastis setelah Deng yang memimpin.

khususnya mengenai isu Kamboja. Masalah birokrasi dan kekhawatiran “nasionalisasi” adalah dua hambatan utama. Indonesia sendiri tidak keberatan jika Vietnam menjalankan politik luar negeri duajalur yang terdiri atas hubungan negara dengan negara dan hubungan partai dengan partai. Departemen Luar Negeri dan militer berbeda pandangan dalam hal Vietnam. Jatuhnya komunisme di Eropa Timur dan Uni Soviet adalah faktor utama yang mampu menyelesaikan masalah tersebut dimana diketuai oleh Indonesia dan Perancis. Setelah kunjungan Soeharto.Meskipun begitu. menduduki Kamboja yang waktu itu dibawah kekuasaan Khmer Merah. selama periode Orde Baru. Meskipun tidka dicapai hasil yang penting dalam isu Kamboja. ketika RRC menyerang Vietnam dalam rangka “untuk memberi pelajaran bagi Vietnam” (to teach Vietnam a lesson) negara-negara ASEAN menheluarkan pernyataan ketidaksetujuan mereka terhadap hal tersebut. berkunjung ke Hanoi. Vietnam telah mengeluarkan izin untuk mendirikan bank Indocina. Terobosan dalam masalah Kamboja hanya terjadi pada bulan Oktober 1991 ketika pakta perdamaian ditandatangani di Paris. sedangkan kelompok militer bersimpati pada langkah-langkah Vietnam yang penuh resiko itu. Hubungan Vietnam Utara dengan Indonesia tidak lagi harmonis. Sebelum Soeharto. lebih segaris dengan pandangan negara-negara ASEAN. delegasi Indonesia berhasil memperoleh dukungan Vietnam dalam isu lain. yang saat itu diwakili oleh Mochtar. memperlihatkan bahwa Hanoi memandang politik luar negeri Indonesia bermusuhan terhadap blok sosialis. Komite Promosi Perdagangan Indonesia-Vietnam didirikan. Departemen Luar Negeri. atas dukungan Heng Samrin yang ditempatkan Vietnam. banyak pengusaha Indonesia yang masih enggan menanamkan modalnya di Vietnam. Pada Februari 1979. 21 . Namun. dan merupakan perusahaan patungan pertama yang diizinkan berdiri di Vietnam. sikap Indonesia terhadap Vietnam Utara terpecah. Sebelum Vietnam melakukan invasi ke Kamboja. Pada bulan Desember 1978. Pham Van Dong mengunjungi wilayah ASEAN untuk menawarkan pakta persahabatan. yang merupakan perusahaan kerjasama antara Kelompok Summa dari Indonesia dengan Pemerintah Vietnam. karena boikot yang dilakukan Vietnam Utara dan negara-negara sosialis pada saat tahun 1970 ketika akan diadakan konferensi mengenai solusi terhadap masalah Indonesia. dimana Vietnam sepakat mendukung Indonesia sebagai tuan rumah Konferensi Non-Blok yang akan datang jika Jakarta dicalonkan. Vietnam.

tetapi tidak mengarah ke suatu aliansi. enam negara donor bertemu dan membentuk InterGovernmental Group on Indonesia (IGGI) yang anggotanya adalah Australia. ketika Pemerintah Indonesia berada dibawah ancaman Komunis. Pemerintah Jakarta. yaitu kelompok pro-Moskow yang menurut dugaan orang dipimpin oleh Nyoto dan kelompok dominan Aidit yang berorientasi ke Beijing. Hubungan Moskow dengan PKI selama era Soekarno tidak erat. Selama periode Demokrasi Parlementer. Belanda. Hubungan Indonesia-Amerika secara umum erat. tetapi secara ekonomi kelihatannya bahwa Indonesia sangat bergantung pada Amerika Serikat. Pada bulan Juli 1995.Konsensi yang diberikan Vietnam untuk Indonesia mengenai masalah kepulauan Natuna dan lainnya merupakan dalam rangka untuk memperoleh dukungan Jakarta bagi Vietnam untuk bergabung di ASEAN. Meskipun politik luar negeri Indonesia bersifat independen. isu hak-hak asasi manusia secara teratur ditekankan dan bantuan ekonomi seringkali dikaitkan dengan perkembangan hak-hak asasi manusia yang baik. Jepang. 22 . Jerman. harus ada rehabilitasi ekonomi. AS membentuk suatu “aliansi strategis” dengan RRC melawan Uni Soviet. Indonesia tidak akan mampu bertahan. Pemerintahan Soeharto meninggalkan politik berdikari Soekarno dan secara aktif mendorong investasi asing dan bantuan asing. Pada tahun 1967. Setelah tahun 1978. 9. Selama pemerintahan Carter. tetapi juga menandatangani suatu perjanjian dengan AS untuk memberikan jaminan bagi para investor Amerika. bahkan suatu perjanjian aliansi militer dengan Amerika dilaksanakan. dukungan kuat AS diberikan setelah Peristiwa Madiun tahun 1948. ketika partai Islam. Soeharto pun memutuskan untuk mendirikan Komisi Hak Asasi Manusia pada bulan Juni 1993. Vietnam secara resmi menjadi anggota ketujuh ASEAN. Mungkin keinginan Vietnam untuk bergabung dalam ASEAN akan memperkuat posisi tawar menawarnya vis-ᾶ-vis dengan RRC. Inggris dan AS. Masyumi berkuasa. tidak hanya mengeluarkan undang-undang investasi yang memberikan banyak kemudahan bagi Barat. Baik Barat maupun Jepang menyadari bahwa tanpa bantuan. hubungan Indonesia-Amerika dapat dikatakan akrab. Bab IX (Hubungan Indonesia dengan Negara-negara Adidaya) Hubungan Indonesia-Amerika dibentuk semasa periode revolusi. pemerintah yang baru terbentuk menyadari bahwa dalam rangka menciptakan stabilitas politik. Ada dua kelompok dalam PKI. Pada tahun 1966.

namun didasarkan pada “prinsip keadilan” yang bukan soal keagamaan. Tujuan dari Segitiga ini untuk membendung peran kompetitif Cina. Berakhirnya Perang Dingin tidak terlalu mengubah persepsi Indonesia mengenai ketertiban regional. Indonesia. ternyata hubungan mereka ditentukan oleh pertimbangan-pertimbangan diluar masalah Islam. ketika pakta persahabatan ditandatangani dan Tokyo mengakui RRC terdapat dua pandangan yang berbenturan di Indonesia. hubungan JakartaMoskow tampak membaik. Kebijakan Gorbachev telah menurunkan pentingnya kekuatan ideologi dan militer untuk kepentingan pragmatisme dan diplomasi. Tahun 1978. 10. Ketika Jakarta mulai menuntut lebih banyak bantuan ekonomi. faktor Islam hanyalah sekunder. Ketika ini diajukan secara resmi. Ali Moertopo. Dukungan terhadap negara-negara Arab bukan disebabkan oleh perasaan keagamaan. Pembentukan Forum Regional ASEAN masih dapat diterima karena ini sebuah forum. Tetapi. menganjurkan pembentukkan suatu Segitiga Asia-Pasifik yang memasukkan Jepang. Indonesia sendiri telah mengambil suatu politik luar negeri yang tidak mengakui Israel. Timur Tengah. Segitiga menjadi Jepang. dukungan kepada negara-negara Arab akan menghambat ekonomi Indonesia. Selama Orde Baru. Selama Perang Dingin. Bab X (Indonesia. dan Bosnia) Ketika hubungan Indonesia dengan Timur Tengah dikaji. keadaan ini jika dikaji secara seksama maka akan tampak bahwa hubungan ini lebih didasarkan pada nasionalisme Dunia Ketiga daripada solidaritas keagaaman. Jakarta tidak memaksa Soviet untuk memutuskan hubungannya dengan partai Komunis di Asia Tenggara sebagai sutatu kondisi untuk hubungan yang lebih baik. Soeharto pada tanggal 30 November 1987 mengulangi janjinya atas dukungan Indonesia kepada Rakyat Palestina dalam perjuangan mereka mempertahankan hak- 23 . ASEAN dan Australia.Moskow cukup kritis terhadap kepemimpinan PKI. Kedua belah pihak menandatangani suatu perjanjian kerjasama teknis dan ekonomi di tahun 1974. negara-negara Islam berdampingan dengan negara-negara nonkomunis dalam rangka untuk bisa bertahan. Hubungan Indonesia-Jepang lebih bersifat ekonomi daripada politik atau keamanan. bukan sebuah sistem aliansi. dukungan Indonesia terhadap negara-negara Arab didasarkan semata-mata pada kepentingan nasional. Mereka menuduh PKI telah meninggalkan ajaran Marxis-Leninis dan mengadopsi Pemikiran Mao Zedong. Hubungan Indonesia dibawah Soeharto dan Rusia dibawah Gorbachev membaik secara berarti. dan Australia.

Indonesia tidak ingin meletakkan faktor Islam dalam politik luar negerinya. tetapi suatu negara demokrasi yang dapat melindungi seluruh agama. Indonesia memiliki hubungan yang hangat dengan Shah Iran tetapi ketika pecah Revolusi Iran dan Shah digulingkan oleh Ayatullah Rohullah Khomeini. Militer Indonesia percaya bahwa Libia telah mendukung gerakan separatis Islam di Aceh. Keterlibatan Indonesia dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI) yang didirikan pada tahun 1970. kelompok Mujahiddin mendirikan suatu Pemerintahan Sementara Afghanistan di Pakistan dan Organisasi Konferensi Islam (OKI).hak mereka yang tidak dapat dicabut. Indonesia menolak mengakui Pemerintahan Sementara Afghanistan dengan alasan Afghanistan sebagai suatu pemerintahan dalam pengasingan. setahun kemudian Yasser Arafat dari Palestina dan Yitzhak Rabin dari Israel melaksanakan pembicaraan rahasia yang menghasilkan penandatanganan pakta perdamaian di Washington DC tanggal 13 September 1993. Konferensi Gerakan Non-Blok akhirnya dilaksanakan di Jakarta antara tanggal 1-6 September 1992. maka delegasi Indonesia menolak menandatangani Piagam tersebut. dan karena Indonesia bukan negara Islam atau negara yang berdasarkan agama. Hubungan Indonesia dengan Libia juga tidak terlalu akrab. Reaksi Jakarta terhadap invasi Irak ke Kuwait dari Perang Teluk yang dimulai pada tanggal 16 Januari 1991. tetapi Indonesia tidak hanya diterima oleh negara-negara Islam tetapi juga bertindak sebagai penengah dalam perseteruan diantara anggota OKI. 24 . Dalam kasus hubungan Indonesia dengan Afghanistan. Lalu. Yasser Arafat menyatakan ia tidak ingin mendirikan negara Islam Palestina. Soeharto juga menyatakan bahwa konflik di Timur Tengah hanya dapat diselesaikan jika rakyat Palestina diberi kemerdekaan atas negaranya dan Israel meninggalkan tanpa syarat seluruh wilayah Arab yang diduduki. reaksi Indonesia bersifat lembut dan tidak ada pengutukan. Indonesia tetap mempeetahankan hubungan diplomatik dengan pemerintah Kabul yang didukung Moskow. termasuk Jerusalem. Ketika PBB mendesak melancarkan embargo perdagangan terhadap Irak dalam rangka memaksa Saddam Hussein untuk meninggalkan Kuwait. Tanggal 23 Februari 1989. Indonesia mengumumkan bahwa mereka akan mematuhi resolusi PBB. Piagam OKI menyatakan bahwa anggota-anggotanya adalah negara Islam. dimana negara-negara tersebut (kecuali Indonesia) adalah negaranegara Islam. sama seperti Indonesia.

Di tahun 1973.Pada bulan Maret 1989. Melihat kesamaan 25 . Sikap Indonesia terhadap Bosnia. Konferensi GNB ketiga dilaksanakan pada tahun 1970 di Lusaka. Soeharto mengundang Nelson Mandela. Yugoslavia. 11. Konferensi GNB kedua dilaksanakan di Kairo tahun 1964. yang memasukkan pendidikan agama (termasuk Islam) sebagai mata pelajaran wajib di sekolah-sekolah di Indonesia. Untuk mendapatkan dukungan dari negara-negara Afrika agar Indonesia menjadi tuan rumah konferensi GNB selanjutnya. “Pembersihan etnis” (ethnic cleansing) di Bosnia berlanjut dan ini menimbulkan perhatian dunia. ASEAN masih tetap pusat politik luar negeri Indonesia. Peran Indonesia adalah untuk membantu memecahkan masalah-maslah dunia yang mengancam perdamaian dan menghadapi perseteruan dengan rasa keadilan dan kemanusiaan. sementara itu Indonesia mengusulkan konfrontasi antara Nefos dan Oldefos. Tetapi. Indonesia menginginkan program aksi bagi kerjasama ekonomi diantara negara-negara nonblok. Soeharto menandatangani suatu undang-undang pendidikan nasional yang baru. pusat mulai berubah ke wilayah lain. India menginginkan hidup berdampingan secara damai (peaceful co-existance) dengan negara-negara yang memiliki sistem politik yang berbeda. pimpinan Kongres Nasional Afrika (ANC) untuk mengunjungi Indonesia. pada tanggal 1 April 1993 OKI mengadakan pertemuan di Karachi untuk membicarakan pertumpahan darah di Bosnia. Konferensi pertama Gerakan Non-Blok dilaksanakan tahun 1961 di Beograd. Indonesia lebih menaruh perhatian pada “peran Indonesia dalam tata dunia baru”. Ketika Yugoslavia pecah dan masyarakat Kristen Serbia mulai menghancurkan masyarakat Islam di Bosnia. pada bulan Oktober 1990. tetapi Indonesia tidak sepakat. Konferensi GNB di Aljazair tahun 1973 didominasi oleh negara-negara yang kritis terhadap Amerika Serikat. Pada tahun 1988. Indonesia. persepsi peran politik luar negeri Indonesia adalah untuk membantu memecahkan masalah-masalah dunia berdasarkan semangat Dasa Sila Bandung. APEC Gerakan Non-Blok dipandang berasal dari Konferensi Asia-Afrika ditahun 1955. ditahun 1983. politik luar negeri Indonesia berpusat pada ASEAN. Gerakan Non-Blok. pada tahun 1978. menunjukan keenganan dalam menciptakan suatu citra bahwa Indonesia adalah suatu negara Islam dan merupakan keseganan Indonesia untuk terlibat dalam suatu perseteruan agama diluar wilayah kebiasaan Indonesia. dalam konflik ini terdapat konflik kepentingan antara India dan Indonesia. Gerakan Non-Blok menyebut Serbia sebagai aggressor.

Hal ini diterima dan dikenal sebagai Deklarasi Bogor. jika Putaran Uruguay gagal. sementara negara-negara berkembang akan melakukan hal yang sama pada tahun 2020. kemudian dikenal sebagai AFTA. Indonesia yang pada mulanya enggan membuka pasar dalam negerinya. wilayah perdagangan bebas ASEAN. 26 . ketika Presiden Soeharto menerima undangan Presiden Bill Clinton untuk hadir dalam Pertemuan Seattle yang mengusulkan bahwa APEC akan bekerja menuju liberalisasi wilayah Asia-Pasifik.antara visi Soekarno dan Soeharto. Pembentukan APEC merupakan antisipasi dari kemungkinan kegagalan Putaran Uruguay. Adanya perbedaan pembangunan ekonomi di Asia-Pasifik. APEC dapat digunakan sebagai suatu alat yang efektif untuk melindungi kepentingan perdagangan negara-negara Asia-Pasifik. Soeharto juga memakai kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) untuk memproyeksikan posisi kepemimpinan Indonesia. sekarang muncul sebagai penganjur konsep perdagangan bebas. keduanya ingin menjadikan Indonesia sebagai pemimpin yang diakui secara internasional. usulan Indonesia menganjurkan bahwa ada dua batas waktu: negara-negara maju diharuskan untuk menjalankan perdagangan bebas ditahun 2010. APEC yang mengusulkan perdagangan bebas bagi negara-negara Asia-Pasifik tahun 2020. Selain GNB. Sikap Indonesia terhadap APEC mulai berubah ditahun 1993.