You are on page 1of 19

DISPEPSIA TIPE REFLUKS

SINGGIH ARTO - 102012005
KELLY
- 102012078

begah dan nyeri ulu hati kadang kembung sejak 4 bulan lalu. .Rumusan Masalah  Ny T 50 tahun mengeluh bila makan cepat kenyang.

Analisis Masalah Prognosis Penatalaksana an Anamnesis Pemeriksaa n Working Diagnosis RM Differential Diagnosis Gejala Klinik Etiologi Patofisiolog i Epidemiolo gi .

Hipotesis  Ny T 50 tahun diduga menderita dispepsia tipe refluks. .

Menanyakan riwayat minum obat Menanyakan apakah ada tanda dan gejala “alarm”(peringatan) . Identitas pasien Keluhan utama Riwayat penyakit sekarang Riwayat terdahulu. 3. 6. 2.ANAMNESIS 1. 5. 4. Riwayat kesehatan keluarga. 7.

KELUHAN PASIEN KELUHAN YANG DIRASAKAN PASIEN Regrutasi dengan gejala adanya perasaan asam dimulut Cepat kenyang Begah dan nyei uluh hati Rasa kembung .

PEMERIKSAAN FISIK • • • • INSPEKSI ASKULTASI PALPASI PERKUSI .

Pemeriksaan laboratorium Barium enema  Endoskopi  Radiologi . 3.PEMERIKSAAN PENUNJANG 1. 2. 4.

dada Regrutasi dengan gejala adanya perasaan asam dimulut Cepat kenyang Begah dan nyei uluh hati Rasa kembung Dispepsia tipe refluks biasanya terbukti secara endoskopi atau monitor PH ambulatoar .DIAGNOSIS KERJA • DISPEPSIA TIPE REFLUKS KELUHAN YANG DIRASAKAN PASIEN Rasa terbakar pada epigastrium.

PF  Normal 3. 3.DIAGNOSIS BANDING 1. epigastrium/ retrosternia bawah Heartburn Regurgitasi Disfagia Odinofagia Mual. diabet.rasa pahit dilidah Gejala ekstraesofageal 1. ANAMNESIS 2. PP endoskopi SCBA Cari gambar faktor pemberat rokok. kehamilan. 6. obes . 4. 5. 7. nyeri-tidak enak di 2. GERD ( Gastro esophageal reflux Gejala : disease ) 1.

dan kontraksi esofagus berkelanjutan. ANAMNESIS 2.tanpa adanya erosi mukosa esophagus. PF  Normal-nyeri 3. peradangan mikroskopis. PP endoskopi SCBA PENGOBATAN: Lini 1 : Atasida Lini 2 : H2 blocker Lini 3 : PPI . 2. Non Erosive Reflux Disease 1. hipersensitivitas viseral.

Postprandial Distress Syndrome(PDS) epigastriu m 4.3. Dispepsia non spesifik kenyang Pembagian Rome III 3. Dispepsia tipe ulkus 2. Epigastric Pain Syndrome (EPS) panas Patofisiologi: epigastriu Sekresi Asam Lambung m Dismotilitas Gastrointestinal 5. Kelainan Disfungsi Autonom struktural Psikologis (-) .Begah 2.Cepat 3.•. Dispepsia Fungsional Gejala :1. Rasa 2.•. Dispepsia tipe dismotilitas 1. Nyeri 1.

Etiologi • Obat-Obatan • Makanan  • Kelainan Struktural .

. tidak termasuk pasien dengan keluhan refluks.EPIDEMIOLOGI • Di Indonesia diperkirakan 30% kasus pada praktek umum dan 60% pada praktek spesialis merupakan kasus dispepsia. prevalensi dispepsia sekitar 25%. • Di Amerika.

obat. .Patofisiologi • Perubahan pola makan yang tidak teratur. zat-zat serta stres pemasukan makanan << lambung akan kosong • Kekosongan lambung erosi pada lambung produksi HCl kondisi asam pada lambung.

Proton pump inhibitor (PPI) d. Antagonis Reseptor H2 (H2RA)   c. Antikolinergik •. Golongan Sitoprotektif e.  Non Farmakologis . Antasida b. Prokinetik f.Penatalaksanaan • Farmakologis a.

pemeriksaan fisik dan pemeriksan penunjang yang akurat.Prognosis • Untuk menegakkan diagnosis dispepsia diperlukan anamnesis yang baik. PROGNOSIS BAIK .

Kesimpulan Berdasarkan pembahasan di atas. maka hipotesis diterima yaitu pasien menderita dispepsia tipe refluks. .

THE END  TERIMAKASIH BY : KELLY AND SINGGIH .