You are on page 1of 32

Penemuan Mayat Bayi di Tempat

Sampah dan Perempuan yang
Dicurigai Sebagai Tersangka
William Alexander Setiawan
102010098, F6
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Jl. Arjuna utara no.6 Kebon Jeruk, Jakarta
William.alexanders@yahoo.com

Pendahuluan
Pembunuhan Anak Sendiri (PAS) adalah merupakan suatu bentuk kejahatan
terhadap nyawa yang unik sifatnya. Unik dalam arti si pelaku pembunuhan haruslah
ibu kandungnya sendiri, dan alasan atau motivasi untuk melakukan kejahatan
tersebut adalah karena si ibu takut ketahuan bahwa ia telah melahirkan anak; oleh
karena anak tersebut umumnya adalah hasil hubungan gelap.
Prosedur Medikolegal1
1. Penemuan dan pelaporan
a) Dilakukan oleh warga masyarakat yang melihat, mengetahui atau
mengalami suatu kejadian yang diduga merupakan suatu tindak
pidana.
b) Pelaporan dilakukan ke pihak yang berwajib,dalam hal ini Kepolisian RI
dan lain-lain.
2. Penyelidikan
a) Dilakukan oleh penyelidik untuk mengetahui apakah benar ada
kejadian seperti yang dilaporkan.
b) Menurut Pasal 4 KUHAP, penyelidik adalah setiap pejabat polisi negara
Republik Indonesia.
3. Penyidikan
a) Dilakukan oleh penyidik.
b) Tindak lanjut setelah diketahui benar-benar terjadi suatu kejadian.
c) Penyidik dapat meminta bantuan seorang ahli.

PBL Blok 30 Emergency Medicine 2

Page 1

d) Menurut pasal 2 PP No 27/1983, penyidik adalah Pejabat Polisi Negara
Republik Indonesia dengan pangkat serendah-rendahnya Pembantu
Letnan Dua, dan pejabat pegawai negeri sipil tertentu yang diberi
wewenang khusus oleh undang-undang sekurang-kurangnya Pengatur
Muda Tingkat 1(golongan II/b).
4. Pemberkasan perkara
Dilakukan oleh penyidik, menghimpun semua hasil penyidikannya dan
diteruskan ke penuntut umum.
5. Penuntutan
Dilakukan oleh penuntut umum di siding pengadilan setelah berkas perkara
yang lengkap diajukan ke pengadilan.
6. Persidangan
a) Persidangan pengadilan dipimpin oleh hakim atau majelis hakim.
b) Dilakukan pemeriksaan terhadap terdakwa, para saksi dan juga para
ahli.
c) Dokter dapat dihadirkan di sidang pengadilan untuk bertindak selaku
saksi ahli atau selaku dokter pemeriksa.
7. Putusan pengadilan
Vonis dijatuhkan oleh hakim dengan ketentuan, yaitu keyakinan pada diri
hakim bahwa memang telah terjadi suatu tindak pidana dan bahwa terdakwa
memang

bersalah.

Keyakinan

hakim

harus

ditunjang

oleh

sekurang-

kurangnya dua dari lima alat bukti yang sah, yaitu keterangan saksi,
keterangan terdakwa, keterangan ahli, surat dan petunjuk.
Dasar Hukum Pembunuhan Anak Sendiri (PAS)
Pembunuhan Anak sendiri (PAS) menurut undang-undang di Indonesia adalah
pembunuhan yang dilakukan oleh seorang ibu atas anaknya pada ketika dilahirkan
atau tidak berapa lama setelah dilahirkan, karena takut ketahuan bahwa ia
melahirkan anak.1,2
1. Pasal 341 KUHP
Seorang ibu yang karena takut akan ketahuan melahirkan anak pada
saat anak dilahirkan atau tidak lama kemudian, dengan sengaja merampas
nyawa anaknya, diancam karena membunuh anaknya sendiri, dengan pidana
penjara paling lama tujuh tahun.
2. Pasal 342 KUHP
Seorang ibu yang untuk melaksanakan niat yang ditentukan karena
takut akan ketahuan bahwa ia akan melahirkan anak, pada saat akan

PBL Blok 30 Emergency Medicine 2

Page 2

dilahirkan atau tidak lama kemudian merampas nyawa anaknya, diancam
karena melakukan pembunuhan anak sendiri dengan rencana, dengan pidana
penjara paling lama sembilan tahun. Dengan demikian pada pembunuhan
anak sendiri terdapat 3 unsur yang penting yaitu:
a) Si pelaku haruslah ibu kandung korban.1 Tidak dipersoalkan apa si ibu
sudah kawin atau belum. Sedangkan bagi orang lain yang melakukan
atau turut membunuh anak tersebut dihukum karena pembunuhan
atau pembunuhan berencana, dengan hukuman yang lebih berat,
yaitu: penjara 15 tahun (pasal 338: tanpa rencana), atau 20 tahun,
seumur hidup/hukuman mati (pasal 339 dan 340: dengan rencana).
b) Alasan pembunuhan ialah karena takut ketahuan akan melahirkan
anak.
c) Pembunuhan segera dilakukan pada saat anak dilahirkan atau tidak
berapa lama kemudian, yang dapat diketahui dari ada tidaknya tandatanda perawatan.
3. Pasal 343 KUHP
Bagi orang lain yang turut campur dalam kejahatan yang diterangkan
dalam pasal 341 dan 342 dianggap kejahatan itu sebagai makar mati atau
pembunuhan.
4. Pasal 181 KUHP
Barang siapa mengubur, menyembunyikan, membawa lari atau
menghilangkan mayat dengan maksud menyembunyikan kematian atau
kelahirannya, diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan
atau pidana denda paling banyak empat ribu lirna ratus rupiah.
5. Pasal 308 KUHP
Bila seorang ibu, karena takut akan diketahui orang bahwa ia telah
melahirkan

anak,

menempatkan

anaknya

itu

untuk

ditemukan

atau

meninggalkannya dengan maksud untuk melepaskan diri daripadanya, maka
maksimum pidana tersebut dalam pasal 305 dan 306 dikurangi separuh.
6. Pasal 305 KUHP
Barangsiapa menempatkan anak yang berumur di bawah tujuh tahun
untuk ditemukan atau meninggalkan anak itu dengan maksud untuk
melepaskan diri daripadanya, diancam dengan pidana penjara paling lama
lima tahun enam bulan.
7. Pasal 306 KUHP
a) Bila salah satu perbuatan tersebut dalam pasal 304 dan 305
mengakibatkan luka-luka berat, maka yang bersalah dianeam dengan
pidana penjara paling lama tujuh tahun enam bulan.

PBL Blok 30 Emergency Medicine 2

Page 3

b) Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya wanita tersebut. Pasal 347 a) Barangsiapa dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungan seorang wanita tanpa persetujuannya. Tes DNA PBL Blok 30 Emergency Medicine 2 Page 4 . terkena pasal: 2 1. maka yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun. diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan.b) Bila mengakibatkan kematian. bidan. Pasal 348 a) Barang siapa dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungan seorang wanita dengan persetujuannya. 2. 3. Pasal 346 Seorang wanita yang sengaja menggugurkan atau mematikan kandungannya atau menyuruh orang lain untuk itu. Pasal 349 Jika seorang dokter. ataupun melakukan atau membantu melakukan salah satu kejahatan yang diterangkan dalam pasal 347 dan 348. namun karena usaha-usaha tertentu mengakibatkan pengeluaran janin tersebut sebelum waktunya. atau juru obat membantu melakukan kejahatan yang tersebut pasal 346. diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun. maka pidana yang ditentukan dalam pasal itu dapat ditambah sepertiga dan dapat dicabut hak untuk menjalankan pencaharian dalam mana kejahatan dilakukan. 4. diancam dengan pidana paling lama empat tahun. Pemeriksaan Ibu Pemeriksaan untuk membuktikan ada atau tidaknya hubungan antara mayat bayi dengan si perempuan tersebut:1 1. dikenakan pidana penjara paling lama tujuh tahun. b) Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya wanita tersebut. dikenakan pidana penjara paling lama lima belas tahun. Apabila bayi yang lahir mati itu sebelumnya masih dapat hidup di dalam kandungan ibunya.

dilakukan pembandingan pita korban dengan pita orang tua atau anak-anak tersangka korban. Seperti juga DNA pada umumnya. Bagian DNA ini dikenal dengan nama Variable Number of Tandem Repeats (VNTR) dan umumnya tersebat pada bagian ujung dari kromosom. Hal yang sama juga dapat dilakukan pasda kasus ragu ayah. anak. Pemeriksaan ini didasarkan atas adanya bagian DNA manusia yang termasuk daerah non-coding atau intron (tak mengkode protein) yang ternyata merupakan urutan basa tertentu yang berulang sebanyak n kali. DNA inilah yang menentukan jenis rambut. Pada kasus identifikasi mayat tak dikenal. menghimpun dan menginventarisir file-file khas karakter tubuh. Pemeriksaan sidik DNA (DNA fingerprint) pertama kali siperkenalkan oleh Jeffreys pada tahun 1985. Sedangkan tes DNA adalah metode untuk mengidentifikasi fragmenfragmen dari DNA itu sendiri. VNTR ini diturunkan dari kedua orang tua menurut hokum Mendel. Jika tersangka benar adalah pelaku. Jika korban benar adalah tersangka. maka akan didapatkan bahwa separuh pita anak akan cocok dengan ibunya dan separuh lagi akan cocok dengan ayahnya. Sehingga dalam tubuh seorang anak komposisi DNA nya sama dengan tipe DNA yang diturunkan dari orang tuanya. maupun saudara kandungnya. warna kulit dan sifat-sifat khusus dari manusia. maka akan dijumpai pita DNA yang persis pola susunannya. Atau secara sederhananya adalah metode untuk mengidentifikasi. Bagian DNA ini dimiliki oleh semua orang tetapi mempunyai jumlah pengulangan yang berbeda-beda.DNA atau DeoxyriboNucleic Acid merupakan asam nukleat yang menyimpan semua informasi tentang genetika. sehingga keberadaannya dapat dilacak secara tidak langsung dari orang tua. dilakukan pembandingan pita DNA tersangka pelaku. Pada kasus perkosaan. DNA ini akan menjadi cetak biru (blue print) ciri khas manusia yang dapat diturunkan kepada generasi selanjutnya. Penemuan DNA fingerprint yang menawarkan metode eksklusi dengan kemampuan eksklusi yang amat tinggi membuatnya menjadi metode pelengkap atau bahkan pengganti yang jauh lebih baik karena mempunyai PBL Blok 30 Emergency Medicine 2 Page 5 .

tulang. kulit. sehingga untuk mengenali identitasnya diperlukan pencocokan antara DNA korban dengan terduga keluarga korban ataupun untuk pembuktian kejahatan semisal dalam kasus pemerkosaan atau pembunuhan. dan kuku. b) Tujuan hukum. karena semua mitokondria PBL Blok 30 Emergency Medicine 2 Page 6 . tidak seperti DNA nukleus yang diwarisi secara seimbang dari ayah dan ibu. tetapi yang sering digunakan adalah darah. DNA yang biasa digunakan dalam tes ada dua yaitu DNA mitokondria dan DNA inti sel. Tes DNA umumnya digunakan untuk 2 tujuan yaitu: 1 a) Tujuan pribadi seperti penentuan perwalian anak atau penentuan orang tua dari anak. air liur atau sampel biologis apa saja yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP) dapat dijadikan sampel tes DNA. Mitokondria memiliki molekul DNA sendiri yang disebut sebagai DNA mitokondria.ketepatan yang nyaris seperti sidik jari. Untuk kasus-kasus forensik. usapan mulut pada pipi bagian dalam (buccal swab). rambut. sedangkan yang satu terdapat di mitokondria dan disebut DNA mitokondria. Dengan mulai diterapkannya metode PCR. Kelebihan lainnya adalah dengan pemeriksaan PCR mampu menganalisis bahan yang sudah berdegradasi sebagian. Perbedaan kedua DNA ini hanyalah terletak pada lokasi DNA tersebut berada dalam sel. Hampir semua sampel biologis tubuh dapat digunakan untuk sampel tes DNA. daging. Hal ini penting karena banyak dari sampel forensic merupakan sampel postmortem yang tak segar lagi. yang meliputi masalah forensik seperti identifikasi korban yang telah hancur. sperma. DNA ini diwarisi hanya dari sang ibu. kemampuan metode ini untuk memperbanyak DNA jutaan sampai milyaran kali memungkinkan dianalisisnya sampel forensic yang jumlahnya amat minim. Pada manusia genom mitokondria DNA mengandung sekitar 16. yang satu dalam inti sel sehingga disebut DNA inti sel.000 pasang basa DNA. dimana ini hanya mewakili sebagian dari total pasang basa DNA yang terdapat pada inti sel. Yang membuat DNA ini istimewa.

Yang paling penting diperiksa adalah kepala spermatozoanya karena didalamnya terdapat DNA inti. Sebagai contoh untuk sampel sperma dan rambut. DNA mitokondria sangat berguna juga untuk mengidentifikasi korban-korban bencana alam dimana DNA nukleus sudah terdegradasi ataupun rusak. Sebagian besar sel di tubuh kita mengandung antara 500 sampai 1000 copy dari molekul DNA mitokondria yang membuatnya lebih mudah untuk ditemukan dan diekstrak daripada DNA nukleus. dan tanggal pengambilan sampel. sebenarnya sampel DNA yang paling akurat digunakan dalam tes adalah DNA inti sel karena inti sel tidak bisa berubah. sedangkan untuk potongan rambut yang paling penting diperiksa adalah akar rambutnya. Sehingga. Setiap anak akan menerima setengah pasang kromosom dari ayah dan setengah pasang kromosom lainnya dari ibu sehingga setiap individu membawa sifat yang diturunkan baik dari ibu maupun ayah. Sampel disimpan pada suhu 4°C. DNA dalam mitokondria dapat berubah karena berasal dari garis keturunan ibu yang dapat berubah seiring dengan perkawinan keturunannya. Tetapi karena keunikan dari pola pewarisan DNA mitokondria menyebabkan DNA mitokondria dapat dijadikan sebagai marka (penanda) untuk tes DNA dalam upaya mengidentifikasi hubungan kekerabatan secara maternal. a) Tes Paternitas PBL Blok 30 Emergency Medicine 2 Page 7 . Dengan perkembangan teknologi. kita bisa melakukan tes untuk membandingkan mitokondria anak dan ibu untuk menentukan hubungan mereka (adanya kemiripan).manusia diturunkan dari mitokondria sel telur ibu. Sedangkan DNA yang berada pada mitokondria hanya diturunkan dari ibu kepada anakanaknya. pemeriksaan DNA dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan membedakan individu yang satu dengan individu yang lain. Cara pengambilan sampel: Sampel darah diambil sebanyak 2 ml dengan menggunakan tabung EDTA kemudian diberi label yang jelas. Karena mitokondria merupakan struktur yang kuat dan melindungi DNA yang dikandungnya. Untuk tes DNA. Keunikan pola pewarisan DNA mitokondria menyebabkan DNA mitokondria dapat digunakan sebagai marka untuk mengidentifikasi hubungan kekerabatan secara maternal.

Di dunia ini sebenarnya dikenal sekitar 46 jenis antigen selain antigen ABO dan Rh. Tes terduga paternitas ayah untuk memeriksa bukti pewarisan DNA yang menunjukkan kepastian adanya hubungan biologis. Umumnya tes maternitas dilakukan untuk kasus. Adanya kesalahan bahwa kemiripan pola DNA bisa terjadi secara random (kebetulan) sangat kecil kemungkinannya. kasus bayi tabung. tes ini membandingkan pola DNA anak dengan terduga ibu untuk menentukan kecocokan DNA anak yang diwariskan dari terduga ibu. Dua jenis penggolongan darah yang paling penting adalah penggolongan ABO dan Rhesus (faktor Rh). PBL Blok 30 Emergency Medicine 2 Page 8 . Kita semua mewarisi DNA (materi genetik) membandingkan dari pola orang DNA tua anak biologis dengan kita. Transfusi darah dari golongan yang tidak kompatibel dapat menyebabkan reaksi transfusi imunologis yang berakibat anemia hemolisis. kasus anak angkat dan lain-lain. 2. seperti kasus dugaan tertukarnya bayi. b) Tes Maternitas Tes maternitas adalah tes DNA untuk menentukan apakah seorang wanita adalah ibu biologis dari seorang anak. Seperti pada tes paternitas. Jikapun terdapat kesalahan itu disebabkan oleh faktor human error terutama pada kesalahan interprestasi fragmen-fragmen DNA oleh operator (manusia). gagal ginjal. Tetapi dengan menerapkan standard of procedur yang tepat kesalahan human error dapat diminimalisir atau bahkan ditiadakan.Tes paternitas adalah tes DNA untuk menentukan apakah seorang pria adalah ayah biologis dari seorang anak. dan kematian. Untuk akurasi kebenaran dari tes DNA hampir mencapai 100% akurat.1 Darah yang telah mengering dapat berada dalam pelbagai tahap kesegaran a) Bercak dengan sel darah merah masih utuh. hanya saja lebih jarang dijumpai. syok. mungkin satu diantara satu juta. Tes golongan darah Golongan darah adalah ciri khusus darah dari suatu individu karena adanya perbedaan jenis karbohidrat dan protein pada permukaan membran sel darah merah.

maka penentuan golongan darah secara langsung seperti pada penentuan golongan darah orang hidup. absorpsi elusi atau aglutinasi campuran. maka penentuan darah golongan darah dapat dilakukan dengan cara menentukan jenis aglutinin dan antigen. Di antara sistem sistem golongan darah. c) Sel darah merah sudah rusak dengan jenis antigen yang masih dapat dideteksi namun sudah terjadi kerusakan agglutinin. yang paling lama bertahan adalah antigen dari sistem golongan darah ABO. Penentuan jenis antigen dapat dilakukan dengan cara absorpsi inhibisi. Selanjutnya dilakukan penguraian benang tersebut menjadi serat-serat halus dengan mengguakan dua buah jarum. Ke dalam tabung pertama yang mengandung golongan darah A diteteskan serum anti-A dan pada tabung kedua yang mengandung golongan darah B diberi serum anti-B hingga serabut benang terendam PBL Blok 30 Emergency Medicine 2 Page 9 . yaitu dengan meneteskan 1 tetes antiserum ke atas 1 tetes darah dan dilihat terjadinya aglutinasi. Bila didapatkan sel darah merah dalam keadaan utuh. Bila sel darah merah sudah rusak. d) Sel darah merah sudah rusak dengan antigen dan aglutinin yang juga sudah tidak dapat dideteksi. Cara yang biasa dilakukan adalah absorpsi elusi dengan prosedur sebagai berikut:1 a) 2-3 helai benang mengandung bercak darah kering difiksasi dengan metil alkohol selama 15 menit.b) Bercak dengan sel darah merah sudah rusak tetapi dengan aglutinin dan antigen yang masih dapat di deteksi. Benang diangkat dan dibiarkan mengering. b) Lakukan juga pada darah yang tidak mengandung bercak darah sebagai kontrol negatif. c) Serat benang dimasukkan ke dalam dua tabung reaksi. Antigen mempunyai sifat yang jauh lebih stabil dibandingkan dengan aglutinin.

setelah beberapa hari persalinan kedua PBL Blok 30 Emergency Medicine 2 Page 10 . d) Kemudian dilakukan pencucian dengan menggunakan larutan garam faal dingin (4˚C) sebanyak 5-6 kali. b) Orang tua yang homozigotik pasti meneruskan gen untuk antigen tersebut kepada anaknya. biarkan selama 5 menit pada kecepatan 1000 RPM. Bila tidak terjadi aglutinasi. Tambahkan 1 tetes suspensi sel indikator ke dalam masing-masing tabung. namun karena frekuensinya sangat kecil (1:1.000. Hukum Mendel untuk sistem golongan darah adalah sebagai berikut: 1 a) Antigen tidak mungkin muncul pada anak. Dalam kasus yang ada kaitannya dengan faktor keturunan hukum Mendel memainkan peranan penting. pusing dengan kecepatan 1000 RPM selama 1 menit. Kemudian tabung-tabung disimpan dalam lemari pendingin dengan suhu 4oC selama satu malam. Semua sistem golongan darah diturunkan dari orang tua kepada anaknya sesuai hukum Mendel. Panaskan pada suhu 56˚C selama 10 menit dn pindahkan pada tabung lain. jika antigen tersebut tidak terdapat pada salah satu atau kedua orang tuanya.seluruhnya. c) Anak dengan golongan darah O tidak mungkin mempunyai orang tua yang bergolongan darah AB. cuci sekali lagi dan kemudian tambahkan 1-2 tetes garam faal. lalu tambahkan 2 tetes suspensi 2% sel indikator. misalnya pada peristiwa mutasi. 3. e) Pembacaan hasil dilakukan secara makroskopik. Bila terjadi aglutinasi bererti darah mengandung antigen yang sesuai dengan antigen sel indikator.000) untuk kasus kasus forensik hal ini dapat diabaikan. Walaupun masih ada kemungkinan penyimpangan hukum tersebut. Tanda-tanda baru melahirkan a) Perlukaan pada vagina oleh karena proses kelahiran b) Kadar prolaktin yang tinggi c) Tubuh yang gemuk d) Perubahan pada vulva. vagina dan perineum Selama proses persalinan vulva dan vagina mengalami penekanan serta peregangan.

latihan otot perineum dapat mengembalikan tonus tersebut dan dapat mengencangkan vagina hingga tingkat tertentu. 1 Tabel 1. Himen tampak sebagai tonjolan kecil dan dalam proses pembentukan berubah menjadi karankulae mitiformis yang khas bagi wanita multipara. Pada kasus seperti ini. Hal ini dapat dilakukan pada akhir puerperium dengan latihan harian. Bila bayi lahir mati maka kasus tersebut bukan merupakan kasus pembunuhan. Ukuran uterus pada masa nifas akan mengecil seperti sebelum hamil. Apakah bayi dilahirkan hidup atau mati? Berapakah umur bayi tersebut? Apakah bayi tersebut sudah dirawat? Apakah sebab kematian? Lahir Mati atau Lahir Hidup Pada pemeriksaan mayat baru lahir. Ukuran vagina akan selalu lebih besar dibandingkan keadaan saat sebelum persalinan pertama. Robekan jalan lahir dapat terjadi secara spontan ataupun dilakukan episiotomi dengan indikasi tertentu. seperti denyut jantung. Kemudian ditandai oleh janin yang tidak bernapas atau tidak menunjukkan tanda kehidupan lain. Pemeriksaan Bayi Diantara masalah-masalah yang perlu dijawab oleh seorang dokter adalah: 1 1.1 Lahir mati (still birth) adalah kematian hasil konsepsi sebelum keluar atau dikeluarkan dari ibunya. tanpa mempersoalkan usia kehamilan (baik sebelum maupun sesudah kehamilan berumur 28 minggu dalam kandungan). atau penelantaran anak hingga menimbulkan kematian. Tanda PBL Blok 30 Emergency Medicine 2 Lahir Hidup Page 11 Lahir Mati . harus dibedakan apakah ia lahir mati atau lahir hidup. denyut nadi tali puat atau gerakan otot rangka. 4.organ ini kembali dalam keadaan kendor. 2. Meskipun demikian. Perubahan pada perineum pasca melahirkan terjadi pada saat perineum mengalami robekan. si ibu hanya dapat dikenakan tuntutan menyembunyikan kelahiran dan kematian orang. Rugae timbul kembali pada minggu ke tiga. 3. Penentuan lahir hidup atau lahir mati pada bayi.

Tanda-tanda maserasi - Baru terlihat setelah 8-10 hari kematian - inutero. . Diafragma sudah - berbau busuk. Gambaran marmer akibat pembuluh daran interstitial berisi PBL Blok 30 Emergency Medicine 2 Page 12 konsistensi padat.tidak teraba derik udara dan pleura yang longgar. bau tengik. Bila kematian baru terjadi 3 atau 4 hari: Perubahan berupa vesikel atau bula yang berisi cairan kemerahan. Iga masih mendatar dan diafragma masih setinggi iga 3-4. Paru sudah mengisi tersembunyi menutupi sebagian dibelakang kandung kandung jantung. Organ-organ tampak basah tetapi tidak Pengembangan dada - Dada sudah - mengembang. Paru berwarna merah jantung atau telah - mengisi rongga dada. Menunjukkan seperti hati. gambaran mosaic karena alveoli telah - Paru-paru masih rongga dada dan muda tidak merata - - berisi udara. turun sampai sela iga Pemeriksaan - makroskopik paru - 4-5. Paru-paru bewarna dengan pleura kelabu ungu merata tegang. dan tubuh mengalami - perlunakan. epidermis bewarna putih dan berkeriput.

Pengirisan paru dalam air: terlihat jelas keluarnya gelembung - udara dan darah. Pada paru bayi yang belum bernafas dan sudah membusuk dengan pewarnaan Gomori atau Ladewig: Tapak serabut retikulin pada permukaan dinding alveoli berkelok-kelok seperti rambut yang keriting. Tidak terlihat berbentuk seperti - projection. Berat paru bertambah 2 kali kerana berfungsinya sirkulasi Uji apung paru Pemeriksaan mikroskopik - darah jantung paru.- darah. - -like). PBL Blok 30 Emergency Medicine 2 Page 13 . Konsistensi seperti spons dan teraba - derik udara. Perwarnaan Gomori - Hasil negatif Tanda khas untuk paru bantal yang akan bertambah tinggi dan dasar menipis atau Ladewig: serabut sehingga tampak retikulin tampak seperti dada (club tegang. Hasil positif Alveoli paru paru mengembang bayi yang belum sempurna dengan bernafas adalah atau tanpa emfisema adanya tonjolan yang obstruktif.

Umur Panjang Badan 1 bulan 1 x 1 = 1 (cm) 2 bulan 2 x 2 = 4 (cm) 3 bulan 3 x 3 = 9 (cm) 4 bulan 4 x 4 = 16 (cm) 5 bulan 5 x 5 = 25 (cm) 6 bulan 6 x 5 = 30 (cm) 7 bulan 7 x 5 = 35 (cm) 8 bulan 8 x 5 = 40 (cm) 9 bulan 9 x 5 = 45 (cm) Perkiraan umur janin dapat pula dilakukan dengan melihat pusat penulangan (ossification centers) sebagai berikut: Table 3. perbandingan umur dan panjang badan janin.Umur Bayi Intrauterin dan Ekstrauterin Penentuan umur janin/ embrio dalam kandungan rumus De Haas.5 2 3 4 5-6 6 akhir akhir akhir akhir akhir bayi 7 8 9 / setelah lahir 9 / setelah lahir 9 / setelah lahir wanita lebih . adalah untuk 5 bulan pertama. panjang kepala-tumit (cm) = kuadrat umur gestasi bulan) dan selanjutnya = umur gestasi (bulan) x 5. perkiraan umur janin berdasarkan pusat penulangan. Pusat penulangan Klavikula Tulang panjang (diafisis) Iskium Pubis Kalkaneus Manubrium sterni Talus Sternum bawah Distal fmur Proksimal tibia Kuboid PBL Blok 30 Emergency Medicine 2 Page 14 Umur(bulan) 1. 1 Table 2.

tetapi kita harus menentukan apakah bayi tersebut cukup bulan atau belum cukup bulan (prematur) ataukah non-viable. 3. panjang badan (kepala-tungging) lebih dari 23 cm. Kriteria untuk itu adalah umur kehamilan lebih dari 28 minggu dengan panjang badan (kepala-tumit) lebih dan 35 cm. Kalkaneus dan kuboid. Dengan cara ini dapat dilihat pusat penulangan pada kalkaneus dan kuboid serta talus. Pusat penulangan terletak di bagian tengah berbentuk oval berwarna merah dengan diameter 4-6 mm. panjang badan kepala tungging 30-33 cm. Buat irisan pada femur dari arah distal ke proksimal sampai terlihat pusat penu langan pada epifisis distal femur (bukan penulangan diafisis). Viable ialah keadaan bayi/janin yang dapat hidup di luar kandungan lepas dari ibunya. berat badan 2500-3000 gram dan lingkar kepala 33 cm. Hal yang sama dilakukan terhadap ujung proksimal tibia dengan irisan dari proksimal ke arah distal. Sistal femur dan proksimal tibia. Bayi cukup bulan (matur) bila umur kehamilan >36 minggu dengan panjang badan kepala-tumit lebih dari 48 cm. Patela Patela dilepas dengan memotong ligamentum patela. Walaupun dalam undang-undang tidak dipersoalkan umur bayi. Lakukan fleksi tungkai bawah pada sendi lutut dan buat insisi melintang pada lutut. berat badan lebih dari 1000g. PBL Blok 30 Emergency Medicine 2 Page 15 . kemungkinan bayi tersebut meninggal akibat proses alamiah besar sekali sedangkan kemungkinan mati akibat pembunuhan anak sendiri adalah kecil. lingkar kepala lebih dari 32 cm dan tidak ada cacat bawaan yang fatal. 2.cepat Pemeriksaan pusat penulangan dapat dilakukan secara radiologis atau pada saat autopsi dengan cara sebagai berikut:1 1. Lakukan dorsofleksi kaki dan buat insisi mulai dari antara jari kaki ke 3 dan ke 4 ke arah tengah tumit. karena pada keadaan prematur dan nonviable.

Perubahan tali pusat Setelah bayi keluar akan terjadi proses pengeringan tali pusat baik dilahirkan hidup maupun mati. Udara dalam saluran cerna Bila hanya terdapat dalam lambung atau duodenum berarti hidup beberapa saat. Pada bayi wanita. kulit berwarna merah muda (pada kulit putih) atau merah kebiru-biruan (pada kulit berwarna). yang setelah 1-2 minggu berubah menjadi lebih pucat atau coklat kehitam-hitaman. pembentukan tulang rawan telinga telah sempurna (bila daun telinga dilipat akan cepat kemba ke keadaan semula). Pada tempat lekat akan terbentuk lingkaran merah setelah bayi hidup kira-kira 36 jam. kemudian akan terlihat selsel limfosit dan jaringan granulasi. Mekonium dalam kolon Mekonium akan keluar semua kira-kira dalam waktu 24 jam setelah lahir. testis sudah turun ke dalam skrotum. diameter tonjolan susu 7 mm atau lebih. Pada pemeriksaan mikroskopik daerah yang akan melepas akan tampak reaksi inflamasi yang mulai timbul setelah 24 jam berupa sebukan sel-sel ekosit berinti banyak. kuku-kuku jari telah melewati ujung-ujung jari. Kemudian tali pusat akan mengering menjadi seperti benang oalam waktu 6-8 hari dan akan terjadi penyembuhan luka yang sempurna bila tidak terjadi infeksi dalam waktu 15 hari. misalnya: 1 1. lemak bawah kulit cukup merata sehingga kulit tidak berkeriput (kulit pada bayi prematur berkeriput). labia minora sudah tertutup oleh labia mayora yang telah berkembang sempurna. 3. terdapat pada dahi. telah hidup 5-6 jam dan bila telah terdapat dalam rektum berarti telah hidup 12 jam. 2. pusat penulangan timbul lebih cepat. juga pada tulang kuboid. punggung dan bahu. bila dalam usus besar. Penentuan umur bayi ekstra uterin didasarkan atas perubahan-perubahan yang terjadi setelah bayi dilahirkan. garis-garis telapak kaki telah terdapat melebihi 2/3 bagian depan kaki.Pada bayi cukup bulan. PBL Blok 30 Emergency Medicine 2 Page 16 . hampir selalu terdapat pusat penulangan pada distal femur sedangkan pada proksimal tibia kadang-kadang terdapat atau baru terdapat sesudah lahir. dalam usus halus berarti telah hidup 1 -2 jam. Ciri-ciri lain dari bayi cukup bulan adalah lanugo sedikit.

Eritrosit berinti akan hilang dalam 24 jam pertama setelah lahir. akan terjadi obliterasi arteri dan vena umbilikalis dalam waktu 3-4 hari. lebih banyak dalam piramid daripada medula ginjal. b) Pada kasus pembunuhan tali pusat terputus dekat perlekatannya pada uri atau pusat bayi dengan ujung yang tidak rata.ketiak. Verniks Kaseosa (Lemak Bayi) a) Pada yang telah dirawat ia telah dibersihkan demikian pua bekasbekas darah. Hal ini akan menghilang setelah hari ke 4 saat metabolisme telah terjadi.3 PBL Blok 30 Emergency Medicine 2 Page 17 . Duktus venosus akan tertutup setelah 3-4 minggu dan foramen ovale akan tertutup setelah 3 minggu-1 bulan tetapi kadang-kadang tidak menutup walaupun sudah tidak berfungsi lagi. 2. Perubahan sirkulasi darah Setelah bayi lahir.diputuskan dengan gunting atau pisau lebih kurang 5cm dari pusat bayi dan diberi obatt antiseptic.4. harus diingat bahwa ibu berada dalam keadaan panik sehingga ia akan melakukan tindakan kekerasan yang berlebihan walaupun sebenarnya bayi tersebut berada dalam keadaan tidak berdaya dan lemah sekali. 3. Tali pusat a) Telah terikat. verniks tidak akan hilang selluruhnya dan dapat ditemukan didaerah lipatan kulit.belakang telinga. b) Pada bayi yang dibuang ke dalam air. Ginjal Pada hari ke 2-4 akan terdapat deposit asam urat yang berwama Jingga berbentuk kipas (fan-shaped). Pada kasus pembunuhan. 5. Duktus arteriosus akan tertutup setelah 3 minggu 1 bulan. Penentuan Sebab Kematian1. 6. namun kadangkala masih dapat ditemukan dalam sinusoid hati. Penentuan Sudah atau Belum Dirawat1 1.lipat paha dan lipat leher. Pakaian Pada bayi yang teah dirawat bayi akan dipakaikan baju atau penutup seluruh tubuh pada bayi.

Penggunaan forseps dapat menyebabkan fraktur tengkorak dengan robekan otak. Kaput suksedaneum dapat melewati perbatasan antar-sutura tulang tengkorak dan tidak terdapat perdarahan dibawah periosteum tulang tengkorak. Umumnya terdapat pada tulang parietal dan skuama tulang oksipital. timbul kaput suksedaneum yang makin hebat. Perdarahan ini timbul pada molase kepala yang hebat atau kompresi kepala yang cepat dan mendadak oleh jalan lahir yang belum melemas (pada partus presipitatus). Trauma lahir a) Kaput subsedaneum Kaput suksedaneum dapat memberikan gambaran mengenai lamanya persalinan. 1. b) Sefal hematom perdarahan setempat di antara periosteum dan permukaan luar tulang atap tengkorak dan tidak melampaui sutura tulang tengkorak akibat molase yang hebat. Kematian dapat pula diakibatkan oleh proses persalian (trauma lahir). Makin lama persalinan berlangsung. kecelakaan. Mikroskopik terlihat jaringan yang mengalami edema dengan perdarahan di sekitar pembuluh darah. e) Perdarahan subaraknoid atau interventrikuler PBL Blok 30 Emergency Medicine 2 Page 18 .Penyebab kematian tersering pada pembunuhan anak sendiri adalah mati lemas (asfiksia). robekan sinus sagitalis superior dan sinus transversus dan robekan bridging veins di dekat sinus sagitalis superior. Makroskopik terlihat sebagai perdarahan di bawah periosteum yang terbatas pada satu tulang dan tidak melewati sutura. c) Fraktur tulang tengkorak Patah tulang tengkorak jarang terjadi pada trauma lahir. pembunuhan atau alamiah. biasanya hanya berupa cekungan tulang saja pada tulang ubun-ubun (celluloid ball fracture). Secara makroskopik akan terlihat sebagai edema pada kulit kepala bagian dalam di daerah presentasi terendah yang berwarna kemerahan. robekan vena galeni di dekat pertemuanya dengan sinus rektus. d) Perdarahan intrakranial Perdarahan intrakranial yang sering terjadi adalah perdarahan subdural akibat laserasi tentorium serebeli dan falks serebri.

d) Pembunuhan dengan jalan membakar menyiramkan cairan panas. 2. Bayi masih penuh darah dan terdapat mekonium. c) Pembunuhan dengan senjata tajam jarang ditemukan. akan ditemukan tusukan didaerah palatum mole melalui foramen magnum dan merusak medulla oblongata. memberikan racun dan memuntir kepala sangat jarang terjadi. Pembunuhan a) Cara tersering dijadikan adalah yang menimbulkan asfiksia: pembekapan. b) Pembunuhan dengan kekerasan tumpul jarang dijumpai sekiranya ada menyebabkan patah atau retak tulang tengkorak dan memar jaringan otak. menunjukkan bahwa bayi belum dirawat dan mekonium yang ada menunjukkan bahwa usia hidup bayi kurang dari dua hari. f) Perdarahan epidural Perdarahan epidural sangat jarang terjadi karena duramater melekat dengan erat pada tulang tengkorak bayi. Tanda sianosis di ujung jari. Ikterik terjadi pada bayi normal yang lahir. Ini menunjukkan bahwa bayi ini tidak pernah dirawat. 4. penyumbatan jalan nafas. 5. 2. PBL Blok 30 Emergency Medicine 2 Page 19 . penjeratan. 6. pencekikkan dan penenggelaman. Organ genitalia eksterna yang ditemukan pada bayi ini menunjukkan bayi ini seorang laki-laki. Pemeriksaan Luar Jenazah3 1. Lebam mayat didaerah punggung dan bokong yang tidak hilang pada penekanan menandakan bahwa bayi telah mati lebih dari 12 jam dalam posisi terlentang. dan hidup sampai sebelum hari keempat. kuku dan mulut korban menunjukkan ia mengalami kematian disebabkan oleh asfiksia. Tanda kekuningan pada kulit bayi yang menunjukkan bahwa bayi mengalami ikterik.Perdarahan subaraknoid atau interventrikuler jarang terjadi. Sekiranya ada. 3. Tali pusat masih melekat pada plasenta. Umumnya terjadi pada bayi-bayi prematur akibat belum sempurna berkembangnya jaringan-jaringan otak.

kuku jari tangan melewati ujung jari dan labium sudah terbentuk sempurna. palpebra dan kulit wajah yang merupakan tanda khas pada kasus asfiksia. Ini semua adalah ciri-ciri eksternal pada bayi yang sudah cukup bulan. Permukaan dalam bibir ditemukan luka memar yang menunjukkan adanya kekerasan tumpul atau terjadi pembekapan. Bayi yang dikatakan viabel berarti ia telah dikandung ibunya selama paling tidak 28 minggu dan bayi tersebut tidak memiliki cacat berat. 2. menggunakan rumus de haase.Berat badan 2000 gram yang menunjukkan bahwa bayi sudah viabel. Edema yang luas pada jaringan paru. Ini merupakan tanda mikroskopik paru yang menunjukkan bahwa bayi lahir hidup 4. berarti usia bayi = PB/5 x 4minggu = 50cm/5 x 4 minggu = 40 minggu. paru berwarna merah muda tidak merata dengan pleura tegang (taut pleura). Paru sudah mengisi rongga dada dan menutupi sebagian kandung jantung. 11. Bayi yang viabel artinya bayi memiliki kemampuan untuk dapat mempertahankan hidupnya diluar kandungan tanpa peralatan khusus atau canggih. rawan telinga sudah terbentuk.7.Batas tumbuh rambut depan dan belakang bayi sudah terbentuk. membrana duktus alveolaris yang tersebar dalam jaringan paru. rambut kepala relatif kasar. Ditemukan bekas jeratan dengan tepi rata pada leher bayi yang menunjukkan bahwa bayi dijerat oleh benda dengan tepi rata seperti kabel. yang akan terlihat pada bayi yang telah hidup lebih dari 1 jam). Pada kasus ini PB bayi 50 cm. 10. 9. Tardieu’s spot pada konjungtiva bulbi. PBL Blok 30 Emergency Medicine 2 Page 20 . 12. puting susu sudah berbatas tegas. 8. konsistensi paru seperti spons yang merupakan tanda makroskopik paru yang menunjukkan bahwa bayi lahir hidup. dan lain-lain. Hal ini merupakan tanda mikroskopik paru yang mungkin berasal dari lemak vernis (membran hialin. alis mata sudah lengkap. Alveoli paru yang mengembang sempurna. 3. Bintik-bintik kemerahan ini disebabkan oleh pecahnya dinding pembuluh darah kapiler karena hipoksia. Gambaran mozaik pada paru yang merupakan tanda makroskopik paru yang menunjukkan bahwa alveoli sudah terisi udara. Panjang badan bayi diukur untuk memperkirakan usia bayi dalam kandungan. Pemeriksaan Pembedahan3 1. tali tambang plastik.Panjang badan 50 cm.

walaupun diperlukannya ahli khusus. identifikasi dengan metode ini bisa menyebabkan salah ketika mengenali tersangka. yaitu pembunuhan anak sendiri dan juga karena ditemukannya tanda kekerasan lain seperti ditemukan luka memar didalam bibir dan ditemukan bekas jeratan dengan tepi rata pada leher bayi menunjukkan bahwa bayi mungkin mati karena asfiksia akibat pembekapan dan penjeratan pada saluran nafas. Pemeriksaan darah Pemeriksaan menyingkirkan darah keterlibatan PBL Blok 30 Emergency Medicine 2 dapat digunakan seseorang Page 21 dengan untuk TKP. Asfiksia mekanik adalah mati lemas yang terjadi bila udara pernafasan terhalau memasuki saluran pernafasan. maka saat persidangan korban bisa diminta untuk mengatakan apakah pelakunya berada dalah ruang sidang atau tidak. menunjang Selain itu atau kasus . dengan cara tersangka dijajarkan dengan sekelompok orang yang memiliki tinggi badan. Sebelum adanya pemeriksaan sidik jati identifikasi pada orang hidup hampir sepenuhnya bergantung pada metode visual. Identifikasi Tersangka1-3 1. Akan tetapi. Kemungkinan Cara Kematian Kemungkinan cara kematian korban ini adalah kematian tidak wajar. Identifikasi Sidik Jari dan Metode Visual Untuk mengidentifikasi seseorang yang hidup cara yang paling baik untuk digunakan adalah dengan pemeriksaan sidik jari. figur tumbuh dan umur yang hampir sama dengan tersangka lalu saksi akan diminta untuk menunjuk orang mana yang menurutnya adalah tersangka. Tulisan tangan. Jika ada korban hidup. namun tidak dapat digunakan pada orang yang meninggal karena bisa saja wajah sudah mengalami perubahan pasca kematian atau bahkan sudah membusuk. 2. Penggunaan foto merupakan tanda identifikasi yang biak pada orang hidup. pembawaan. berdasarkan tanda-tanda yang didapatkan menunjukkan kemungkinan kematian akibat asfiksia mekanik. Sidik jari merupakan cara identifikasi primer baik pada orang hidup maupun orang mati.Sebab Kematian Pada kasus ini. gaya bicara juga bisa digunakan untuk mengindentifikasi orang hidup.

Pada kasus paternitas. 1.60%. Dalam menentukan golongan darah pada kasus yang berhubungan dengan keturunan hukum Mendel memegang peranan yang sangat penting. Metode ini dapat dipakai dalam pemeriksaan paternitas. pemeriksaan golongan darah dengan menggunakan sistem ABO. Beberapa pertanyaan yang dapat ditanyakan antara lain: a) Kapan mens terakhir? b) Berapa lamakah siklus? PBL Blok 30 Emergency Medicine 2 Page 22 . jika antigen tersebut tidak terdapat pada salah satu atau kedua orang tuanya. Tindakan pemeriksaan medis dapat dilakukan oleh dokter pada tersangka. atau dinukleotida.masalah imigrasi. atau jaringan lain. sering hanya berupa pengulangan tetra-. 3. darah. dapat dibedakan genotipe hampir semua orang kecuali kembar identik. karena identifikasi dapat dilakukan hanya dari sedikit sampel semen. dalam penyelidikan kriminal. b) Orang tua yang homozigotik pasti meneruskan gen untuk antigen tesebut kepada anaknya (anak dengan golongan darah O tidak mungkin mempunai orang tua yang bergolongan AB). Semuas sistem golongan darah anak diturunkan dari orang tuanya sesuai hukum Mendel. ragu ayah (disputed paternity) dan lainlain. kulit. dan dalam memantau transplantasi sumsum tulang. Penggunaan PCR untuk analisis short tandem repeat sangat bermanfaat dalam analisis forensik. MNS. Juga dapat dilakukan penentuan tipe jaringan di lokus HLA dengan analisis molekuler polimorfism. dan Rhesus maka kemungkinannya adlah 50. dalam memecahkan masalah. tri-. Anamnesis Pada anamnesis dokter dapat menanyakan apakah tersangka sedang dalam kondisi hamil atau tidak.pemeriksaan darah juga bisa digunakan untuk menyelesaikan kasus bayibayi yang tertukar. Hukum Mendel untuk sistem golongan darah adalah sebagai berikut: a) Antigen tidak mungkin muncul pada anak. penculikan anak. Pemeriksaan DNA Dengan analisis terdapat hanya beebrapa tandem repeat sites yang sangat polimorfik. Apabila tersangka masih hidup dapat kita lakukan tindakan anamnesis dan beberapa pemeriksaan fisik serta ginekologi yang terkait. akar rambut.

Setelah sekitar hari ke-10 karena adanya leukosit dan penurunan kandungan air. bagian dan pintu luar vagina jarang pulih ke dimensi nuli para. serviks menebal. dalam pemakaian seharihati. Selama beberapa hari pertama setelah persalinan. Selain itu perubahan pada penyangga panggul selama PBL Blok 30 Emergency Medicine 2 Page 23 . a) Uterus Setelah persalinan. adaptasi ibu terhadap kehamilan tidak selalu hilang total dalam 6 minggu pascapartum. kaliber pembuluh ekstrauterus berkurang hingga hampir mancapai keadaanprahamil. amsa ini biasanya mencakup 6 minggu pertama setelah melahirkan. Setelah 3. Os eksternus tidak pulih secara total ke bentuk pragravidnya. Os eksternus tetap melebar dan cekungan bilateral di tempat laserasi menetap sehingga menjadi tanda serviks para. peluruhan jaringan desidua menyebabkan pengeluaran rabas vagina dengan jumlah bervariasi. biasanya tersangka tindak aborsi melakukan aborsi karena alasan-alasan tertentu dan dokter dapat menanyakan: a) Bagaimana kondisi ekonomi? b) Apakah pernah terjadi tindak perkosaan? 2. Akan tetapi. Lubang serviks berkontraksi secara perlahan. c) Seperti serviks. Uterus mmperoleh kembali ukurang prahamilnya dalam waktu sekitar 4 minggu. lokia tampak berwarna putih kekuningan (lokia alba). Selain pertanyaan mengenai kehamilan tersangka. dan selama beberapa hari setelah persalinan. berapa orang dan usia anak paling muda. rabas ini disebut lokia. uterus mulai menciut sehingga dalam 2 minggu uterus telah turun ke dalam rongga panggul sejati. Setelah 2 hari pertama. dan kanalis terbentuk kembali. lokia mengandung cukup banyak darah sehingga berwarna merah (lokia rubra). Lokia dapat menetap hingga 4 minggu. Hal yang utama. b) Lokia Pada masa aal nifas.c) Kapan mennarche? d) Apakah ia mempunyai pacar atau sudah bernikah? e) Apakah ia mempunyai anak sebelumnya? jika ada. Pemeriksaan fisik dan ginekologi Masa nifas (puerperium) didefinisikan sebagai periode dengan batasan waktu selama dan tepat setelah melahirkan.4 hari lokia menjadi semakin pucar (lokia serous).

Visum et repertum adalah alat bukti surat dimana merupakan satu dari lima alat bukti yang sah (Pasal 184 KUHAP) selain keterangan saksi. Luka (Pasal 133 KUHAP ayat 1) 2. vena-vena halus pun terlihat semakin jelas di bawah kulit. Visum et repertum adalah keterangan tetulis yang dibuat oleh dokter (Pasal 133 KUHAP ayat 1). Visum et repertum dibutuhkan pada kasus: 1. Visum Et Repertum4 Menurut bahasanya berasal dari kata latin yaitu visum (sesuatu yang dilihat). areola (puting) menjadi lebih menonjol dan daerah sekitar puting menghitam (hiperpigmentasi). atas pemintaan tertulis (resmi. berisi temuan dan pendapat berdasarkan keilmuannya tentang hasil pemeriksaan medis terhadap manusia atau bagian dari tubuh manusia. Hal ini disebabkan karena terjadi peningkatan persediaan darah keseluruh tubuh maka daerah sekitar payudara akan tampak bayangan pembuluh-pembuluh vena dibawah kulit payudara. dan keterangan terdakwa.persalinan mungkin mempermudah timbulnya prolaps uterus dan inkontinensia urine karena tekanan pada masa selanjutnya. Pada wanita berkulit lebih gelap stretch-marks kelihatan lebih jelas karena kontras dengan warna kulit. Pasal 133 KUHAP ayat 2) dari penyidik yang berwenang (Pasal 133 KUHAP ayat 1) yang dibuat atas sumpat atau dikuatkan dengan sumpah untuk kepentingan peradilan. Keracunan PBL Blok 30 Emergency Medicine 2 Page 24 . paha dan pantat pada sebagian besar wanita. e) Pemeriksaan pada kulit Stretch-marks akan muncul di payudara. Karena ukuran payudara membesar. baik yang hidup maupun mati. perut. keterangan ahli. et (dan). Tanda-tanda ini berwarna merah muda pada waktu hamil tetapi setelah melahirkan bentuknya mengecil berwarna keperakan. Hipertropi alveoli payudara menyebabkan payudara bertambah besar dan noduler. petunjuk. d) Pembesaran payudara Pada saat hamil perubahan yang terjadi pada ibu hamil adalah payudara menjadi tegang. dan repertum (melaporkan).

instansi peminta visum. yaitu: a) Pemeriksaan luar b) Pemeriksaan dalam (bedah jenazah) c) Pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan pendukung lainnya 4. Visum et repertum tidak lagi membutuhkan meterai untuk dapat dijadikan sebagai alat bukti di depan siding pengadilan yang mempunyai kekuatan hokum. Kecelakaan lalu lintas Kecelakaan kerja Penganiayaan Percobaan pembunuhan Kekerasan terhadap perempuan Kekerasan terhadap anak Dugaan malpraktik Visum et repertum terdiri dari lima bagian yaitu: 4 1. visum apa yang diinginkan (Pasal 133 KUHAP ayat 2). bentuk. bagian ini terbagi tiga bagian. 4. 2.3. Projustisia Kata pro justisia yang diletakkan di bagian atas menjelaskan bahwa visum et repertum khusus dibuat untuk tujuan peradilan. serta identitas korban yang diperiksa sesuai dengan permintaan visum et repertum tersebut. jenis kasus yang umumnya dimintakan visum et repertum oleh penyidik adalah kasus-kasus: 1. Pendahuluan Bagian ini tidak diberi judul “Pendahuluan”. Pemberitaan Diberi judul “Hasil Pemeriksaan”. 2. tempat dan waktu pemeriksaan. 7. Merupakan uraian tentang identitas dokter pemeriksa. sesuai dengan kebutuhan atas keterangan yang mereka perlukan. Pada pemeriksaan jenazah. 6. 3. dan dapat dimengerti oleh orang yang tidak berlatar belakang kedokteran. nomor dan tanggal surat permintaan. 3. biasanya pada ibu jari kaki kanan mayat. 5. dan bahan label serta isi label identifikasi yang dilekatkan pada “benda bukti”. Memuat semua hasil pemeriksaan terhadap “barang bukti” yang dituliskan secara sistematik. Pada kasus korban luka. instansi pemeriksa. jelas. Di bagian ini dicantumkan ada/tidaknya label identifikasi dari pihak penyidik. Mati Maka penyidik akan mencantumkan dalam surat permintaan visumnya. Kesimpulan PBL Blok 30 Emergency Medicine 2 Page 25 .

RS UKRIDA Jalan Arjuna Utara Nomor 6 Kebon Jeruk – Jakarta Barat 11510 Telp. serta derajat luka. Penutup Tanpa judul. dr. 11/TU.KebJeruk. atas permintaan dari Kepolisian Sektor Kebon Jeruk dengan suratnya nomor 12/VER/XII/2013/Sek. Pada korban hidup berisi setidaknya jenis perlukaan atau cidera. penyebab. 5. tertanggal 1 Desember 2013. 021-566 9999 Jakarta. maka dengan ini menerangkan bahwa pada tangal satu Desember tahun duaribu tigabelas. Merupakan uraian kalimat penutup yang menyatakan bahwa visum et repertum dibuat dengan sebenarnya. tuliskan juga saat kematian dan petunjuk tentang kekerasan ataupun pelakunya. dokter pada Rumah Sakit UKRIDA. 99 Jakarta Barat --------------------------------------------------------- PBL Blok 30 Emergency Medicine 2 Page 26 . pukul duapuluh satu lewat sepuluh menit Waktu Indonesia bagian Barat. William. berdasarkan kelimuan mengingat sumpah dan sesuai dengan KUHAP. telah melakukan pemeriksaan korban dengan nomor registrasi 00990015 yang menurut surat tersebut adalah: ------------------------------------------------------------------Nama : Tono ------------------------------------------------------------------------------------------------Umur : 2 minggu -------------------------------------------------------------------------------------------Jenis Kelamin : laki-laki ---------------------------------------------------------------------------------------------Warga Negara : Indonesia ------------------------------------------------------------------------------------------Pekerjaan : --------------------------------------------------------------------------------------------------------Alamat : Jalan Guji Baru No.RSUKRIDA/XII/2013 Yang bertandatangan di bawah ini.Diberi judul “Kesimpulan”. Apabila memungkinkan. Berisi kesimpulan pemeriksa atas hasil pemeriksaan dengan berdasarkan keilmuan/keahliannya. bertempat di RS UKRIDA. 5 Desember 2013 PRO JUSTISIA VISUM ET REPERTUM No.

----------------------------------------------------------------7. panjang lima sentimeter. Kedua mata tertutup. dan lubang tubuh lainnya tidak keluar apa-apa. PBL Blok 30 Emergency Medicine 2 Page 27 . Kaku mayat terdapat pada seluruh tubuh. ----4. tungkai bawah sisi belakang kanan dan kiri. tumit kanan dan kiri. ----------------------------------------------2. gizi kurang. Mayat adalah seorang laki-laki bangsa Indonesia. sukar dilawan. kedua teleng mata bundar dengan garis tengah empat millimeter. panjang dua millimeter. ---------------------5. tumbuh jarang lurus. --------------------------------------------------3.RSUKRIDA/XII/2013 Halaman ke 2 dari 2 halaman 9. Dari lubang hidung… Lanjutan VER No. Rambut kepala berwarna hitam. -----------------------------------------------------------------------------HASIL PEMERIKSAAN: ---------------------------------------------------------------------------------------------------I. tepat pada garis pertengahan depan. Pemeriksaan Luar ---------------------------------------------------------------------------------------------------1. Lebam mayat terdapat pada bagian punggung. tiga sentimeter di atas puncak bahu. Kedua daun telinga berbentuk biasa. alis berwarna hitam. Umur kurang lebih dua minggu. paha kanan dan kiri. bokong. tidak tampak perdarahan maupun pelebaran pembuluh darah. Kaos lengan pendek berwarna putih tidak bermerek. Selaput bola mata dan selaput kelopak mata kanan dan kiri berwarna putih. tumbuh lurus. --------------------------------------------------------------------11. Tirai mata berwarna coklat tua. Pada leher sisi depan. berwarna merah kebiruan. Mayat terbungkus handuk berwarna merah muda. Gigi geligi belum tumbuh. tidak hilang pada penekanan. Selaput bening mata jernih.Mayat telah diidentifikasikan dengan sehelai label berwarna merah muda. kulit berwarna kuning langsat. ----10. terdapat luka memar berwarna merah kebiruan berukuran lima kali lima sentimeter. -------------------------------8. Dari lubang hidung. ---9. Mayat berpakaian sebagai berikut : ------------------------------------------------------------------a. telinga. tidak menunjukan kelainan. Hidung berbentuk biasa. dengan materai lak merah. mulut. 11/TU. ---------------------------------------6. -------------------------------------------b.Pada tubuh ditemukan luka-luka sebagai berikut: ------------------------------------------------a. tidak menunjukan kelainan. Celana pendek berwarna putih tidak bermerek. Kedua bibir tampak tebal.Alat kelamin berbentuk biasa. terikat pada ibu jari kaki kanan. panjang badan empatpuluh delapan sentimeter dan berat badan dua koma delapan kilogram dan zakar tidak disunat. Mulut terbuka lima milimeter. Lubang dubur berbentuk biasa.

Sebab mati korban bisa dipastikan jika dilakukan pemeriksaan dalam jenazah. Paru sudah mengisi rongga dada dan menutupi sebagian kantung jantung. Pembengkakan yang luas pada jaringan paru. William Tempat Kejadian Perkara Tempat kejadian perkara (TKP) adalah tempat ditemukannya benda bukti dan/atau tempt terjadinya peristiwa kejahatan atau yang diduga kejahatan menurut suatu kesaksian. ----------------------2. ------------------------------------------------------------------3. ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Demikianlah visum et repertum ini dibuat dengan sebenarnya dengan menggunakan keilmuan yang sebaik-baiknya. paru berwarna merah muda tidak merata. mengingat sumpah sesuai dengan Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana. Paru yang mengembang sempurna. ----------------------Sebab mati bayi ini adalah kekerasan tumpul pada leher sisi depan sehingga menyebabkan susah napas. dr. tempat tersebut tetap disebut sebagai TKP. seperti PBL Blok 30 Emergency Medicine 2 Page 28 . -----------------------------------------------------------------------------------------------Luka pada leher sisi depan menunjukkan ciri-ciri yang sesuai dengan penjeratan. Pemeriksaan Dalam -----------------------------------------------------------------------------------------------1. Meskipun kelak terbukti bahwa ditempat tersebut tidak pernah terjadi suatu tindak pidana. ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Dokter Pemeriksa. -----------------Korban diperkirakan sudah mati kurang lebih sepuluh jam sebelum dilakukan pemeriksaan jenazah. konsistensi paru seperti spons.------------------------------------------------------------------------------------------------II. Disini hanya akan dibicarakan TKP yang berhubungan dengan manusia sebagai korban. -----------------------------------------------------KESIMPULAN: --------------------------------------------------------------------------------------------------------------Pada korban laki-laki berusia dua minggu ini ditemukan dan luka memar pada leher sisi depan akibat kekerasan tumpul.

bagaimana terjadinya dan dengan apa melakukannya. Semua benda bukti yang ditemukan agar dikirim ke laboratorium setelah sebelumnya diamankan sesuai prosedur. atau memeriksa sambil merokok. dimana dan kapan terjadi. namun dengan perkembangan spesialisasi dalam ilmu kedokteran. menganggu bercak darah. serta kenapa terjadi peristiwa tersebut? Pemeriksaan kedokteran forensic di TKP harus mengikuti ketentuan yang berlaku umum pada penyidikan di TKP. Peranan dokter di TKP adalah membantu penyidik dalam mengungkap kasus dari sudut kedokteran forensik. siapa yang tersangkut. Selanjutnya dokter dapat memberikan pendapatnya dan mendiskusikannya dengan penyidik untuk memperkirakan terjadinya peristiwa dan merencanakan langkah penyidikan lebih lanjut. pembunuhan dan kasus kematian mendadak (dengan kecurigaan). membuat jejak baru. menemukan dan mengamankan benda bukti biologis dan medis. seperti memegang setiap benda di TKP tanpa sarung tangan. memperkirakan sebab kematian. Bila korban masih hidup maka tindakan yang utama dan pertama bagi dokter adalah menyelamatkan korban dengan tetap menjaga keutuhan TKP. PBL Blok 30 Emergency Medicine 2 Page 29 .5 Diperlukan atau tidaknya kehadiran doker di TKP oleh penyidik sangat begantung pada kasusnya. yaitu menjawab 6 pertanyaan : apa yang terjadi. yaitu menjaga agar tidak mengubah keadaan TKP. tugas dokter adalah menegakkan diagnosis kematian.kasus penganiayaan. memperkirakan cara kematian. adalah lebih baik bila dokter ahli forensik atau dokter kepolisian yang hadir. Bila korban telah mati. kejadiannya atau tersangka pelakunya. 5 Beberapa tindakan dapat mempersulit penyidikan. Pada dasarnya semua dokter dapat bertindak sebagai pemeriksa di TKP. yang pertimbangannya dapat dilihat dari sudut korbannya. memperkirakan saat kematian. tempat kejadiannya.5 Dasar pemeriksaan adalah hexameter.

Benda bukti yang bersifat cair dimasukan kedalam tabung reaksi kering. Benda bukti yang ditemukan dapat berupa pakaian. dan dihubungkan dengan perkiraan bagaimana terjadinya peristiwa. Semua benda bukti diatas harus diberi label dengan keterangan jenis benda. bercak mani. saat penemuan dan keterangan lain yang diperlukan. Pemeriksaan dimulai dengan membuat foto dan sketsa TKP. benda yang diduga senjata diamankan dengan memperlakukannya sesuai prosedur. mengenai letak dan posisi korban.5 Bercak darah yang ditemukan di lantai atau di dinding diperiksa dan dinilai apakah berasal dari nadi atau dari vena. lokasi penemuan. rambut. sehingga dalam hal ini penyidik menganut azas bahwa segala yang diragukan harus dianggap mengarah ke adanya tindak pidana lebih dahulu sebelum nanti dapat dibuktikan ketidakbenarannya. Pemeriksaan sidik jari oleh penyidik dapat dilakukan sebelumnya. jatuh dengan kecepatan (dari tubuh yang bergerak) atau jatuh bebas. anak peluru. tanpa meninggalkan jejak sidik jari baru.Saat kematian diperkiraan pada saat itu dengan memperhatikan prinsipprinsip perubahan tubuh pasca mati yang dibahas lebih rinci di bab tanatologi. Cara kematian memang tidak selalu mudah diperkirakan. bercak darah. termasuk penjelasan lingkungan. Benda bukti yang berupa bercak kering diatas dasar kertas harus dikerok dan dimasukan ke dalam amplop atau kantung plastik. benda bukti dan interaksi 5 Mayat yang ditemukan dibungkus dengan plastic atau kantung plastic khusus untuk mayat setelah sebelumnya kedua tangannta di bungkus plastic sebatas pergelangan tangan. kapan saat perlukaannya. Benda-benda keras diambil seluruhnya dan dimasukan kedalam kantung plastic. PBL Blok 30 Emergency Medicine 2 Page 30 . bercak pada kain diambil seluruhnya atau bila bendanya besar digunting dan dimasukan ke dalam amplop atau kantung plastik. selongsong peluru. yaitu di’pegang’ dengan hati-hati serta dimasukan ke dalam kantong plastic. obat.

lampu ultraviolet. 2.5 Benda bukti bukan biologis dapat langsung dikirim ke Laboratorium Kriminil/Forensik Kepolisian Daerah setempat. Perlengkapan yang sebaiknya dibawa pada saat pemeriksaan di TKP adalah kamera. alat tulis. 3. thermometer ruangan. termasuk obat atau racun. serta alat tulis (spidol) untuk member label pada benda bukti. thermometer rectal. tang. Kesimpulan 1. 4. kaca pembesar. lampu senter. kertas saring. Apabila tidak tersedia sarana pemeriksaan laboratorium forensik.Mayat dan benda bukti biologis/medis. dikirimkan ke instalasi Kedokteran Forensik atau ke Rumah Sakit Umum setempat untuk pemeriksaan lanjutan. film berwarna dan hitam putih (untuk ruangan gelap). scalpel. Aspek pemeriksaan forensik tentang pembunuhan anak sendiri meliputi: Apakah anak tersebut dilahirkan hidup atau lahir mati? Apakah terdapat tanda-tanda perawatan? Apakah ada luka-luka yang dapat dikaitkan dengan penyebab kematian? Apakah anak yang dilahirkan itu cukup bulan dalam kandungan? Apakah pada anak tersebut didapatkan kelainan bawaan yang dapat mempengaruhi kelangsungan hidup bagi si anak?. Undang-undang tentang pembunuhan anak sendiri diatur dalam pasal 341 (tidak direncanakan) dan pasal 342 (dengan rencana). kapas. jarum. Pembunuhan Anak Sendiri (PAS) adalah merupakan suatu bentuk kejahatan terhadap nyawa yang unik sifatnya. tempat menyimpan barang bukti berupa amplop atau kantong plastic. pinset. PBL Blok 30 Emergency Medicine 2 Page 31 . pelaku pembunuhan haruslah ibu kandungnya sendiri. benda bukti dapat dikirim ke laboratorium Kepolisian atau ke bagian kedokteran forensik. sarung tangan. dan alasan atau motivasi untuk melakukan kejahatan tersebut adalah karena si ibu takut ketahuan bahwa ia telah melahirkan anak. lampu kilat.

2000. Jakarta: Binarupa Aksara. Jakarta: Bagian kedokteran Forensik Fakultas Kedokteran UI. Jakarta: Bagian Kedokteran Forensik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Editor. Pedoman Ilmu Kedokteran Forensik: visum et repertum.php. Ilmu kedokteran forensik: pembunuhan anak sendiri. 407. Tanatologi forensik diunduh http://klinikindonesia. 5.Daftar Pustaka 1. Sudiono S. Teknik autopsi forensik. 1997. 2. 1997. 72-4. H. Jakarta: Bagian Kedokteran Forensik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 165-77. 3. 4.com/forensik/tanatologi. 72-81. Editor. Peraturan perundang-udangan bidang kedokteran. Widiatmaka W. 1994. 16 April 2010. H. Budiyanto A. PBL Blok 30 Emergency Medicine 2 Page 32 dari . H. Idries AM. 1st ed. H.