You are on page 1of 8

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Masalah


Era globalisasi, perdagangan bebas, dan otonomi daerah telah memaksa

dunia pendidikan terutama pendidikan tinggi untuk mulai secara sungguhsungguh dan berkelanjutan mengadakan perubahan demi perbaikan mutu,
sehingga lulusan yang dihasilkan unggul dalam menghadapi persaingan yang
makin ketat dan meningkat.
Dalam hal ini institusi pendidikan atau lembaga pendidikan, merupakan
wadah bagi masyarakat sebagai sarana untuk melatih dan mendidik seseorang
agar mampu berkembang secara efektif. Tuntutan akan menjadi manusia yang
progresif (berkembang), menjadikan orang tua mempercayakan lembaga
pendidikan sebagai wadah untuk mengembangkan potensi putra putrinya. Dalam
hal ini, adanya suatu perhatian lebih tentang pendidikan, salah satu lembaga
pendidikan yang bisa menunjang masyarakat dalam memperoleh ilmu
pengetahuan dan perkembangan Sumber Daya Manusia yang lebih lanjut, yaitu
sebuah perguruan tinggi. Dimana peran sebuah perguruan tinggi sangat memiliki
pengaruh penting bagi mengembangkan ilmu pegetahuan.
Peran institusi perguruan tinggi dalam menciptakan sumber daya manusia
yang berdaya saing tinggi sangat dibutuhkan. Untuk menghasilkan lulusan yang
berkualitas baik, maka tidak terlepas dari kualitas pendidikan di perguruan tinggi
itu sendiri. Kualitas pendidikan sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor, seperti
mahasiswa, fasilitas sarana pendukung proses belajar mengajar dan faktor dosen
sebagai tenaga pendidik. Ketiga faktor tersebut saling mempengaruhi satu dengan
lainnya dalam melaksanakan proses pembelajaran. Kualifikasi dosen sangat
diperlukan dalam mewujudkan tenaga-tenaga yang handal dan berkualitas tinggi,
maka keberadaan dosen sebagai tenaga pendidik yang profesional di instansi
perguruan tinggi sangat dibutuhkan.

49

Politeknik Bengkalis merupakan salah satu lembaga pendidikan yang ada


di Kabupaten Bengkalis. Politeknik Bengkalis didirikan pada tahun 2000 oleh
Pemerintah Kabupaten Bengkalis di bawah naungan Yayasan Bangun Insani
(YBI). Sejak menerima mahasiswa baru angkatan pertama tahun 2001 sampai saat
ini telah menghasilkan lulusan yang telah bekerja dan tersebar diseluruh indonesia,
baik di institusi pemerintah maupun swasta, baik perusahaan Nasional maupun
Multi-Nasional.
Terhitung sejak tanggal 29 Juli 2011, Politeknik Bengkalis berubah
statusnya menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN), melalui Peraturan Menteri
Pendidikan Nasional No. 28 Tahun 2011, tentang Pendirian, Organisasi dan Tata
Kerja Politeknik Negeri Bengkalis. Pada tanggal 26 Desember 2011, Politeknik
Negeri Bengkalis diresmikan penegriannya oleh Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Republik Indonesia.
Sebuah peguruan tinggi negeri haruslah memiliki kinerja yang baik dalam
menjalankan fungsi operasionalnya sesuai dengan visi dan misi yang ditetapkan.
Perguruan tinggi negeri haruslah memiliki tenaga kependidikan dan non
kependidikan untuk mencapai visi dan misi tersebut.
Dosen merupakan salah satu kelompok Sumber Daya Manusia yang
sangat
menentukan dalam keberhasilan melaksanakan tugas perguruan tinggi yang
terkandung dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu tugasnya melaksanakan
kegiatan pendidikan dan pengajaran, kegiatan penelitian serta kegiatan
pengabdian kepada masyarakat. Kemampuan dosen dalam menjalankan tugasnya
sebagai tenaga pengajar dan pendidik akan menghasilkan kinerja yang optimal.
Adapun output dari setiap Perguruan Tinggi Negeri, yaitu menghasilkan
para lulusan yang berkompetensi di bidangnya. Hal ini sesuai dengan visi dan
misi pada Perguruan Tinggi Politeknik Negeri Bengkalis, yang mana visi
Politeknik Negeri Bengkalis, yaitu untuk menghasilkan Sumber Daya Manusia
yang cerdas, jujur, santun, bermartabat dan memiliki daya saing, berdasarkan
kompetensi di bidangnya. Sedangkan misi Politeknik Negeri Bengkalis yaitu
melaksanakan pengembangan kemampuan intelektual, keterampilan di bidangnya,

50

keseimbangan emosi dan penghayatan spiritual melalui proses belajar mengajar


yang berkualitas dan menyelenggarakan kegiatan penelitian yang secara nyata
mampu memberikan kontribusi terhadap kebutuhan masyarakat di sekitarnya,
serta melayani kebutuhan industri dari segi kepakaran sumber daya manusia,
penelitian maupun konsultasi teknis.
Untuk mencapai lulusan yang berkompetensi dalam bidangnya yang
sangat dipengarui beberapa faktor diantaranya:
1. Proses belajar mengajar
Dalam proses belajar mengajar mencangkup teori dan praktek, Adapun proses
balajar mengajar dalam bentuk praktek terdiri dari 40 % dengan jumlah satuan
kredit semester (SKS) 110 sampai dengan 120, sedangkan teori 60 % dengan
jumlah jam belajar yang efektif, yaitu 40 sampai dengan 44 jam per minggu.
2. Dosen yang berkualitas
Adapun lulusan yang brekompetensi didorong oleh dosen yang berkualitas
dan memiliki kinerja yang baik. Kinerja dosen yang baik dapat diukur
berdasarkan beban kerja yang mencakup kegiatan proses belajar mengajar
seperti perencanaan pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, evaluasi
pembelajaran, dan pembimbingan. Sedangkan proses penelitian dan proses
pengabdian pada masyarakat seperti diadakanya seminar, dan pelatihan.
Menurut Kardina (2010:5), kinerja pegawai adalah kemampuan pegawai
dalam melaksanakan tugas sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan dalam
suatu organisasi.
Pengertian kinerja lainnya dikemukakan oleh Payaman Simanjuntak
(2005:1), yang mengemukakan kinerja adalah tingkat pencapaian hasil atas
pelaksanaan tugas tertentu. Kinerja perusahaan adalah tingkat pencapaian hasil
dalam rangka mewujudkan tujuan perusahaan. Manajemen kinerja adalah
keseluruhan kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan kinerja perusahaan atau
organisasi, termasuk kinerja masing-masing individu dan kelompok kerja di
perusahaan tersebut.
Berdasarkan beberapa pendapat tentang kinerja dan prestasi kerja dapat
disimpulkan bahwa pengertian kinerja maupun prestasi kerja mengandung

51

substansi pencapaian hasil kerja oleh seseorang. Dengan demikian bahwa kinerja
maupun prestasi kerja merupakan cerminan hasil yang dicapai oleh seseorang atau
sekelompok orang. Kinerja perorangan (IN D I V ID U A L

PER F OR M A N C E )

dengan

kinerja lembaga (IN S T IT U T IO N A L

PE R F O R M A N C E )

(COR P O R A T E

terdapat hubungan yang erat. Dengan

PE R F O R M A N C E )

perkataan lain bila kinerja karyawan (IN D IV ID U A L

atau kinerja perusahaan


PER F OR M A N C E )

maka kemungkinan besar kinerja perusahaan (COR P O R A T E

baik

PER F OR M A N C E )

juga baik.
Kegiatan Evaluasi Pelaksanaan untuk memproleh kinerja yang baik
dimulai oleh dosen dengan membuat evaluasi diri terkait semua kegiatan yang
dilaksanakan baik pada bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian dan
pengembangan karya ilmiah, pengabdian kepada masyarakat maupun kegiatan
penunjang lainnya, selama mejalankan tanggung jawab disebuah Perguruan
Tinggi Negeri. Namun tingkat kehadiran dosen sangat berpengaruh dalam
pembentukan kinerja. Adapun tingkat persentase kehadiran dosen dalam proses
belajar mengajar sering mengalami kenaikan dan penurunan.
Di bawah ini adalah tingkat kehadiran Dosen Politeknik Negeri Bengkalis
dan perlu diketahui bahwa, dosen dianggap tidak hadir dalam proses belajar
mengajar apabila dosen alpa, izin, cuti dan sakit. Berikut adalah tingkat persentase
kehadiran dosen Poliiteknik Negeri Bengkalis.
Tabel 1.1 Tingkat Kehadiran Dosen Program Studi Administrasi Bisnis Politeknik Negeri
Bengkalis Tahun 2012
No
Semester
Persentase Jumlah Kehadiran
1
Semester Genap
86,7 %
2
Semester Ganjil
76,8 %
Rata-rata
81,8 %
Sumber : Bagian Kepegawaian Politeknik Negeri Bengkalis

Berdasarkan dari tabel 1.1 tingkat kehadiran Dosen Program Studi


Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Bengkalis tahun 2012, bahwa pada
semester genap persentase jumlah kehadiran dosen Program Administrasi Bisnis
adalah 86,7%, sedangkan pada semester ganjil tingkat persentase kehadiran dosen
yaitu 76,8%. Jadi dapat simpulkan pada semester ganjil tingkat kehadiran dosen

52

Administrasi Bisnis mengalami penurunan. Adapun rata-rata tingkat kehadiran


dosen Program Studi Administrasi Bisnis yaitu 81,8%.
Tabel 1.2 Tingkat Kehadiran Dosen Program Studi Bahasa Inggris Bisnis Politeknik Negeri
Bengkalis Tahun 2012
No
Semester
Persentase Jumlah Kehadiran
1
Semester Genap
90,3 %
2
Semester Ganjil
88,5 %
Rata-rata
89.4 %
Sumber : Bagian Kepegawaian Politeknik Negeri Bengkalis

Berdasarkan dari tabel 1.2 tingkat kehadiran Dosen Program Studi Bahasa
Inggris Bisnis Politeknik Negeri Bengkalis tahun 2012, bahwa pada semester
genap tingkat persentase jumlah kehadiran dosen Program Studi Bahasa Inggris
Bisnis adalah 90,3%, sedangkan pada semester ganjil tingkat persentase kehadiran
dosen Program Studi Bahasa Inggris Bisnis mengalami penurunan, yaitu
berjumlah 88,5%. Adapun rata-rata tingkat

kehadiran dosen Program Studi

Bahasa Inggris Bisnis yaitu 89,4%.


Tabel 1.3 Tingkat Kehadiran Dosen Program Studi Teknik Sipil Politeknik Negeri Bengkalis
Tahun 2012
No
Semester
Persentase Jumlah Kehadiran
1
Semester Genap
88,1 %
2
Semester Ganjil
91,8 %
Rata-rata
90%
Sumber : Bagian Kepegawaian Politeknik Negeri Bengkalis

Berdasarkan dari tabel 1.3 tingkat kehadiran Dosen Program Studi Teknik
Sipil Politeknik Negeri Bengkalis tahun 2012, bahwa pada semester genap tingkat
persentase jumlah kehadiran dosen Program Studi Teknik Sipil adalah 88,1%,
sedangkan pada semester ganjil tingkat persentase kehadiran dosen Program Studi
Teknik Sipil mengalami kenaikan, yaitu berjumlah 91,8%. Adapun rata-rata
tingkat kehadiran dosen Program Studi Teknik Sipil yaitu 90%.
Tabel 1.4 Tingkat Kehadiran Dosen Program Studi Teknik Informatika Politeknik Negeri
Bengkalis Tahun 2012
No
Semester
Persentase Jumlah Kehadiran
1
Semester Genap
88,1 %
2
Semester Ganjil
90,1 %
Rata-rata
89,1 %
Sumber : Bagian Kepegawaian Politeknik Negeri Bengkalis

53

Berdasarkan dari tabel 1.4 tingkat kehadiran Dosen Program Studi Teknik
Informatika Politeknik Negeri Bengkalis tahun 2012, bahwa pada semester genap
tingkat persentase jumlah kehadiran dosen Program Studi Teknik Informatika
adalah 88,1%, sedangkan pada semester ganjil tingkat persentase kehadiran dosen
Program Studi Teknik Informatika mengalami kenaikan, yaitu berjumlah 90,1%.
Adapun rata-rata tingkat kehadiran dosen Teknik Informatika yaitu 89,1 %.
Tabel 1.5 Tingkat Kehadiran Dosen Program Studi Teknik Elekto Politeknik Negeri
Bengkalis Tahun 2012
No
Semester
Persentase Jumlah Kehadiran
1
Semester Genap
92,5%
2
Semester Ganjil
83,2 %
Rata-rata
87,9 %
Sumber : Bagian Kepegawaian Politeknik Negeri Bengkalis

Berdasarkan dari tabel 1.5 tingkat kehadiran Dosen Program Studi Teknik
Elektro Politeknik Negeri Bengkalis tahun 2012, bahwa pada semester genap
tingkat persentase jumlah kehadiran dosen Program Studi Teknik Elektro adalah
92,5%, sedangkan pada semester ganjil tingkat persentase kehadiran dosen
Program Studi Teknik Elektro mengalami penurunan, yaitu berjumlah 83,2%.
Adapun rata-rata tingkat kehadiran dosen Program Studi Teknik Elektro yaitu
87,9%
Tabel 1.6 Tingkat Kehadiran Dosen Program Studi Teknik Mesin Politeknik Negeri
Bengkalis Tahun 2012
No
Semester
Persentase Jumlah Kehadiran
1
Semester Genap
89,3 %
2
Semester Ganjil
92,9 %
Rata-rata
91,1 %
Sumber : Bagian Kepegawaian Politeknik Negeri Bengkalis

Berdasarkan dari tabel 1.6 tingkat kehadiran Dosen Program Studi Teknik
Mesin Politeknik Negeri Bengkalis tahun 2012, bahwa pada semester genap
tingkat persentase jumlah kehadiran dosen Program Studi Teknik Mesin adalah
89,3%, sedangkan pada semester ganjil tingkat persentase kehadiran dosen
Program Studi Teknik Mesin mengalami kenaikan, yaitu berjumlah 92,9%.
Adapun rata-rata tingkat kehadiran dosen Program Studi Teknik Mesin yaitu
91,1%.

54

Tabel 1.7 Tingkat Kehadiran Dosen Program Studi Teknik Perkapalan Politeknik Negeri
Bengkalis Tahun 2012
No
Semester
Persentase Jumlah Kehadiran
1
Semester Genap
90,1 %
2
Semester Ganjil
94,6 %
Rata-rata
92,3 %
Sumber : Bagian Kepegawaian Politeknik Negeri Bengkalis

Berdasarkan dari tabel 1.7 tingkat kehadiran Dosen Program Studi Teknik
Perkapalan Politeknik Negeri Bengkalis tahun 2012, bahwa pada semester genap
tingkat persentase jumlah kehadiran dosen Program Studi Teknik Perkapalan
adalah 90,1%, sedangkan pada semester ganjil tingkat persentase kehadiran dosen
Program Studi Teknik Perkapalan mengalami kenaikan, yaitu berjumlah 94,6%.
Adapun rata-rata tingkat kehadiran dosen Program Studi Teknik Perkapalan yaitu
92,3 %.
Jadi dari persentase jumlah kehadiran dosen tersebut, dapat dijadikan salah
satu bentuk hasil penilaian kinerja dosen dalam pelaksanaan proses belajar
mengajar. Karna ada sebagian dosen tatap mukanya belum terpenuhi sesuai
dengan ketentuan dari Perguruan Tinggi, seperti tidak tepat waktu sehingga
mengajar tidak sesuai dengan jumlah waktu dan materi yang harus dicapai,
sehingga akan berpengaruh negatif terhadap efektivitas dalam belajar.
Dari latar belakang diatas, maka penulis tertarik untuk mengangkat judul
penelitian Tugas Akhir Analisis Kinerja Dosen Politeknik Negeri Bengkalis.
1.2

Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan diatas, maka

penulis mengambil suatu rumusan masalah sebagai berikut Bagaimanakah


Kinerja Dosen Politeknik Negeri Bengkalis ?.
1.3

Batasan Masalah
Adapun batasan penelitian dalam Tugas Akhir yang dilakukan oleh

peneliti adalah hanya membahas tenang kinerja dosen Politeknik Negeri


Bengkalis.
55

1.4

Tujuan dan Manfaat Penelitian

1.4.1

Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian dari penyusunan Tugas Akhir ini adalah:

1. Untuk mengetahui unsur-unsur penilaian kinerja dosen Politeknik Negeri


Bengkalis.
2. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja dosen Politeknik
Negeri Bengkalis.
3. Untuk mengetahui tingkat kinerja Dosen Politeknik Negeri Bengkalis.
1.4.2

Manfaat Penelitian
Adapun dari penelitian ini penulis mengharapkan dapat memberikan

manfaat bagi piak yang memerlukan antara lain:


1. Bagi Pribadi
Dengan penelitian ini diharapkan peneliti dapat menambah pengetahuan baik
teori maupun praktek.
2. Bagi Perusahaan
Dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi dan
sumbangan pemikiran bagi Politeknik Negeri Bengkalis.
3. Bagi pihak lain
Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan referensi bagi para
peneliti yang ingin melakukan penelitian lebih lanjut yang masih terkait judul
penelitian ini atau variabel yang sama.

56