You are on page 1of 83

ACID BASE BALANCE

Objectives :
At the end of the class, attendee will be able to:

define acid-base balance and pH


explain acid-base disturbances
Discuss the complications of acid base
disturbances
assess acid-base status

Definition of Acid

A chemical that can donate a hydrogen ion


e.g. : HCl ( H+ + Cl

Definition of Base

A chemical that can accept Hydrogen ion (H+)


e.g. : OH

, HC03

Acid

Soren Peter Sorensen (Denmark, 1909):


Negative logarithm of [ H+]
Wasserstoffionenexponent
(Hydrogen ion exponent )
Symbol :

potenz (power) of Hydrogen.

Base

Plasma pH
Normal = 7.40 (7.35-7.45)
Viable range = 6.80 - 7.80

Acid base balance


Why is acid-base balance
important ?

AKIBAT DARI ASIDOSIS BERAT


Kardiovaskular

Gangguan kontraksi otot jantung


Dilatasi Arteri,konstriksi vena, dan
sentralisasi volume darah
Peningkatan tahanan vaskular paru
Penurunan curah jantung, tekanan
darah arteri, dan aliran darah
hati dan ginjal
Sensitif thd reentrant arrhythmia
dan penurunan ambang fibrilasi
ventrikel
Menghambat respon kardiovaskular
terhadap katekolamin

Respirasi

Hiperventilasi
Penurunan kekuatan otot nafas dan
menyebabkan kelelahan otot
Sesak

Metabolik

Peningkatan kebutuhan metabolisme


Resistensi insulin
Menghambat glikolisis anaerob
Penurunan sintesis ATP
Hiperkalemia
Peningkatan degradasi protein

Otak

Penghambatan metabolisme dan


regulasi volume sel otak
Koma

Management of life-threatening Acid-Base Disorders, Horacio J. Adrogue, And Nicolaos


EM: Review Article;The New England Journal of Medicine;1998

AKIBAT DARI ALKALOSIS BERAT


Kardiovaskular

Konstriksi arteri
Penurunan aliran darah koroner
Penurunan ambang angina
Predisposisi terjadinya supraventrikel dan ventrikel
aritmia yg refrakter

Respirasi

Hipoventilasi yang akan menjadi hiperkarbi dan


hipoksemia

Metabolic

Stimulasi glikolisis anaerob dan produksi asam organik


Hipokalemia
Penurunan konsentrasi Ca terionisasi plasma
Hipomagnesemia and hipophosphatemia

Otak

Penurunan aliran darah otak


Tetani, kejang, lemah delirium dan stupor

Management of life-threatening Acid-Base Disorders, Horacio J. Adrogue, And Nicolaos


EM: Review Article;The New England Journal of Medicine;1998

Traditional way

Hendersen-Hasselbalch

The disadvantage of men not knowing the past is


that they do not know the present.
G. K. Chesterton

Hendersen-Hasselbalch
Acid-base balance is regulated by the process in :

1. The Kidney by maintaining [HCO3-] of 24 mM and


2. Respiratory mechanisms by maintaining partial

pressure of arterial CO2 (PaCO2) of 40 mmHg.

BASE]
[HCO
KIDNE
pH = 6.1 + log
Y
Normal
LUNG
pCO2
ACID
Normal

HCO
HCO 3
3

compensation
CO
CO22

Diagram Davenport
50

PCO2 = 80

40

[ HCO3- ]

40

pH = 6.1 + Ginjal
Paru

B 7.2 / 80 / 30

30

20

A 7.4 / 40 / 24
C 7.6 / 20 / 18

Normal

20

10
7.0

7.2

7.4

pH

7.6

7.8

Primary acid-base imbalance


al
m
r
o
n

PCO

Hi
gh

HC

CO 2

mal
nor

pH
Lo
w

Hi
gh

O3
HC

CO 2

Asidosis Metabolik

Alkalosis Respiratori

Asidosis Respiratori
nor
m

pH

al

PCO

Lo
w

Hi
gh

O
HC

pH

al

Lo
w

Lo
w

pH

nor
m

Hi

gh

HC

Alkalosis Metabolik

Diagnosis menggunakan nilai asam basa serum:


50

Davenport Diagram

PCO = 80

40

Henderson- Hasselbalch:

[ HCO3- ]

40

pH = pK + log [HCO3-]
s PCO2

Asidosis
Respiratori

Alkalosis
Metabolik

30

20

pH = 6.1 + Ginjal
Paru

Normal
20
Asidosis
Metabolik

Alkalosis
Respiratori

10

7.0

7.2

7.4

pH

atau,

7.6

7.8

COMPENSATORY RESPONSES

Alkalosis Respiratori
50

PCO = 80
2

40

[ HCO3- ]

40

20

30
Normal
Alkalosis
Respiratori

20
kompensasi = [HCO3-]

10
7.0

7.2

Alkalosis
Respiratori
terkompensasi

7.4

pH

7.6

7.8

Penyebab:
1) Nyeri
2) Histerik
3) Hipoksia

Respiratory Acidosis
50

PCO = 80

40

[HCO3-]

kompensasi
= [HCO3-]
40

Asidosis
Respiratori
terkompensasi

Penyebab:
1) PPOK, Gagal jantung
kronik, bbrp pnykt
paru
2) Obat anestesi

20

30
Asidosis
Respiratori

20

10
7.0

7.2

7.4

pH

7.6

7.8

Metabolic Alkalosis
50

PCO = 80

40

[ HCO3- ]

40
kompensasi
= PCO2

Alkalosis
Metabolik
terkompensasi

Alkalosis
Metabolik

30

20

20

10
7.0

7.2

7.4

pH

7.6

7.8

Penyebab:
1) Intake basa >>
2) Kehilangan asam
(Muntah,
penyedotan lambung)

Metabolic Acidosis
50

PCO = 80
2

40

[ HCO3- ]

40

20

30

20

Asidosis
Metabolik
Asidosis
Metabolik
terkompensasi

kompensasi = PCO2

10
7.0

7.2

7.4

pH

7.6

7.8

Penyebab:
1) Kehilangan basa
(eg. diare)
2) Akumulasi asam
(diabetes, gagal ginjal)
3) Asidosis Tubular Ginjal

Kompensasi ginjal terhadap asidosis resp. kronik

PPOK

Kompensasi ginjal & paru terhadap asidosis non ginjal

Keto/Laktat
asidosis

ASIDOSIS METABOLIK

BE = (1 - 0.014Hgb) (HCO3 24 + (1.43Hgb + 7.7) (pH 7.4)`

50

PCO = 80

40

[HCO3-]

40
Alkalosis
Metabolik

30

20

Base Excess
Normal

20

Base Defisit

10
7.0

Asidosis
Metabolik

7.2

7.4

pH

7.6

7.8

Base Excess/
Base Deficit

RANGKUMAN GANGGUAN KESEIMBANGAN


ASAM BASA TRADISIONAL

DISORDER

pH

PRIMER

RESPON
KOMPENSASI

ASIDOSIS
METABOLIK

HCO3-

pCO2

ALKALOSIS
METABOLIK

HCO3-

pCO2

ASIDOSIS
RESPIRATORI

pCO2

HCO3-

ALKALOSIS
RESPIRATORI

pCO2

HCO3-

Now for something new


HOW TO UNDERSTAND ACIDBASE
A quantitative Acid-Base Primer
For Biology and Medicine
Peter A. Stewart
Edward Arnold, London 1981

PRINSIP-PRINSIP UMUM
PENDEKATAN STEWART

Hukum kekekalan massa (Law of Mass):

Jumlah dari suatu zat/substansi akan selalu konstan kecuali


ditambahkan atau dikurangi dari luar, atau dibuat/dirusak
oleh suatu reaksi kimia.
Netralitas elektrik (Electroneutrality):
Semua larutan sejati mempunyai muatan listrik yang netral,
dimana konsentrasi total kation harus sama dengan
konsentrasi anion

iones (+) = iones (-)


Stewart PA. Modern quantitative acid-base chemistry. Can J Physiol Pharmacol 61:1444-1461, 1983.

Konsep larutan encer (Aqueous solution)

Semua cairan dalam tubuh manusia mengandung air, dan

air merupakan sumber [H+] yang tidak habis-habisnya

[H+] ditentukan oleh disosiasi air (Kw), dimana molekul

H2O akan berdisosiasi menjadi ion-ion H 3O+ dan OH-

MOLEKUL AIR DAN PRODUK DISOSIASINYA

H+ di dalam larutan berada dalam bentuk H3O+


H

+ H

O
-

O
+ H

+H
O
H
+
O
H
+

H
+

H+

Disosiasi air:

[2H2O] Kw . [H+][OH-]

Karena konsentrasi [H2O] sangat besar (55M)


dibanding produk disosiasinya yg sangat kecil
(10-7M) maka molekul air dapat
dianggap
Berapa pH
air.?
konstan (tidak berubah):
[H+][OH-] = Kw
OHpH = -log[H3O+]
[H3O+] = [OH-]
= 10-7M
pH = -log[H3O+]
Jadi, pH air murni = 7

Elektrolit = Ion-ion
Ion-ion kuat
(Strong ions) :
Substansi yang terdisosiasi
sempurna di dalam suatu larutan
Kation; Na+,K+,Mg+,Ca++
Anion; Cl-,SO4-,PO4=
,laktat,keto.

Ion-ion lemah
(Weak ions) :

Substansi yang hanya sebagian


terdisosiasi dalam suatu larutan,
Albumin, Posfat, H2CO3

MENGAPA DISEBUT ION KUAT DAN LEMAH ?

40
30

Alb
um
in

50

HC
O

% ter-ionisasi

60

70

pK

CO

Lac
tat
e, a
cet
oac
e

80

tat
e

100

20
10

pH
Suatu ion dikatakan kuat atau lemah tergantung dari pKnya (pH, dimana 50%
dari substansi tsb terdisosiasi). Mis; pK Lactate 3.9 (berarti, pada pH normal,
hampir 100% laktat terdisosiasi ). H2CO3 dan Alb disebut asam lemah karena
pada pH normal hanya 50% substansinya terdisosiasi.

Garam solid

+ +
Na+

Cl

+
+
+

+ +

Ion-ion kuat akan berdisosiasi


di dalam air (plasma)

+ +

+
+

- ++
+

-+

+
+
+
+-

Reaksi hidrasi ion-ion Na dan Cl

OHO

OH

H+

H+

H+
H

H+
OH-

H3O

O-

H+

O-

Na+

H+

ClH+

H+

H+

H+
OH-

H+

OH+

H+

H+

H+

H+

H+

OH+

VARIABELVARIABEL YANG
MENENTUKAN pH
PLASMA

pH atau [H+] DALAM PLASMA


DITENTUKAN OLEH

DUA VARIABEL

VARIABEL
INDEPENDEN

DEPENDEN
T
VARIABLES

Stewart PA. Can J Physiol Pharmacol 61:1444-1461, 1983.

VARIABEL INDEPENDEN

CO2

STRONG ION
DIFFERENCE

pCO2

SID

WEAK ACID

Ato
t

CO2
PCO2 merupakan fungsi dari ventilasi alveolar dan kecepatan

metabolisme.
Ventilasi paru (faktor eksternal)
PCO2
OH- + sCO2
CA

HCO3- + H3O+

CO2 acts as an acid

STRONG ION
Strong Ion Difference
(SID)
DIFFERENCE
Gamblegram

Jumlah dari semua


kation-kation kuat dikurangi
Mg
Ca
jumlah semua anion-anion
kuatHCO3K 4
SID
+
24
anion > (SID - ) = H3O > OH = asam
+
kation > (SID + ) = OH- > A-H42
3O = basa
++

++

Keseimbangan SID dipertahankan dengan cara

mendisosiasi air
+
Na
Elektrolit merupakan faktor kunci dalam
keseimbangan
Cl
140
asam basa
102

KATION

ANION

SKETSA HUBUNGAN ANTARA SID,H+


DAN OH-

Konsentrasi [H+]

[H3O+]

[OH-]

Asidosis
()

Alkalosis
SI
D

(+)

Dalam cairan biologis (plasma) dgn suhu 370C, SID hampir


selalu positif, biasanya berkisar 30-40 mEq/Liter

John A Kellum, Determinants of blood pH in health and disease, Crit


Care 2000, 4:614. http://ccforum.com/content/4/1/006

SID plasma
SID plasma =
[Na+] + [K+] + [kation divalen] - [Cl-] - [asam organik kuat-]
Karena jumlah kation divalen dan asam organik kuat dalam plasma

sangat kecil, maka SID diwakili oleh:


[Na+]

140 mEq/L +

[K+]

[Cl-]

4 mEq/L -

[SID]

102 mEq/L

= 34 mEq/L

WEAK ACID
[Protein-] + [H+]

[Protein H]
disosiasi

Kombinasi protein dan posfat disebut asam lemah total (total


weak acid) [Atot]. Reaksi disosiasinya adalah:

[Atot] (KA) = [A-].[H+]

DEPENDENT VARIABLES

H+

HCO3OH-

AH
CO3-

A-

KESIMPULAN
INDEPENDENT VARIABLES

DEPENDENT VARIABLES

Strong Ions
Difference

pCO2

Protein
Concentration

pH

APLIKASI KLINIK

DI DALAM PLASMA TERDAPAT:

[Na+] + [K+] - [Cl-] = [SID]

[Atot] (KA) = [A-].[H+]


[2H2O] Kw . [H+][OH-]
CA

OH- + CO2 H2CO3 HCO3- CO3= + H+

PLASMA DARAH

H3O = H = 40 nEq/L
+

K
Mg
Ca

Na
140

HCO33--
HCO3 = 24

HCO
Alb
3

P
Alb
Laktat/keto=UA
P

Alb
P

Keto/laktat
Asidosis
hiperkloremi
asidosis

CL

Cl
Cl
95
115
102
Alkalosis

hipokloremi

KATION

ANION

SID
SID n

SID

Fisiologi
pengaturan SID
dalam tubuh

Pembuluh darah

SID cairan lambung


negatif () ; asam

H+

Na+

Cl

Na

Cl- Cl-

Cl-

Na+
Na+

SID plasma
Alkalosis

ClCl-

Cl-

Cl-

Na+

Na+

Na+

Pancreas
Empedu
Na+

Na+

Cl-

SID cairan
intestinal normal

Na+

ClNa+

Cl-

ClJejunum

Cl-

SID plasma Asidosis

Cl-

Na+
Na+
Colon

Na+

Na+

SID plasma
normal

Volume dan komposisi elektrolit cairan gastrointestinal


From Miller, Anesthesia, 5th ed,2000.

24 h vol. (mL)

Na+ (mEq/L)

K+ (mEq/L)

Cl- (mEq/L)

HCO3SID

Saliva

500-2000

25

13

18

Stomach

1000-2000

80

15

115

-20

Pancreas

300-800

140

7.5

80

67.5

Bile

300-600

140

7.5

110

37.5

Jejunum

2000-4000

130

7.5

115

22.5

Ileum

1000-2000

115

92.5

27.5

Colon

60

30

40

Interaksi ginjal
dan hati dalam
regulasi pH
Boron & Boulpaep, Medical Physiology,ch 38, 2003.

NH4CL
Workshop AcidBase Balance,PERDICI 2003-Jakarta

Cl-

NH4Cl

Cl-

Alkalosis

Perbandingan komposisi elektrolit urin dan plasma From MARTINI, Fundamentals of Anatomy and
Physiology; 5 th ed,2001

Ion-ion (mEq/l)

Urine

Plasma

Na+

147.5

138.4

K+

47.5

4.4

Cl-

153.3

106

HCO3-

1.9

27

Regulasi pH
Rapid regulation
(short-term)

Chronic control
(long-term)

Bagaimana tubuh mengatur pH pasien PPOK ?


pH n

PCO2

pH
SID

PPOK

Sintesis Alb <<

sis
e
n
ge
nia
o
Am

NH4
Cl
NH4Cl

Absorpsi Cl

Hipokloremi
Hipoalbumin

Bagaimana tubuh mengatur pH?


SID

Anaerobik met
(syok, MODS), DM

PCO2

pH
Kompensasi akut

Laktat- / keto-

Kompensasi kronik

SID

Retensi Cl-, SO4,PO4=

Gagal ginjal,
infus NaCl

NH4
Cl

CO2

Amoniagenesis
Sintesis Alb <<

Hipokloremi
NH4Cl

hiperventilasi

Hipoalbumin

pH n

ACID BASE DISTURBANCES

KLASIFIKASI

I. Respiratori

ASIDOSIS
PCO2

ALKALOSIS
PCO2

II. Nonrespiratori (metabolik)


1. Gangguan pd SID
a. Kelebihan / kekurangan air
b. Ketidakseimbangan anion
kuat:
i. Kelebihan / kekurangan Clii. Ada anion tak terukur

[Na+], SID

[Cl-], SID

[Na+], SID
[Cl-], SID

[UA-], SID

2. Gangguan pd asam lemah


i. Kadar albumin

[Alb]

[Alb]

ii. Kadar posphate

[Pi]

[Pi]

Fencl V, Jabor A, Kazda A, Figge J. Diagnosis of metabolic acid-base disturbances in


critically ill patients. Am J Respir Crit Care Med 2000 Dec;162(6):2246-51

RESPIRASI

METABOLIK

Abnormal
pCO2

Abnormal
SID

AIR

Anion kuat

Cl-

Alkalosis

Turun

kekurangan

Hipo

Asidosis

Meningkat

kelebihan

Hiper

Fencl V, Am J Respir Crit Care Med 2000 Dec;162(6):2246-51

Abnormal
Weak acid

Alb

PO4-

UA-

Turun
Positif

meningkat

RESPIRASI
pH
Reaksi pCO
hidrasi CO2 merupakan reaksi
absorpsi
2

HOMEOSTASIS

OH- 40-45
olehmmHg
CO2 dari hasil reaksi
disosiasi air,
7.35-7.45
dengan melepas [H3O+]. Oleh sebab itu CO2

bersifat asam atau a proton donor. Semakin


+
2
pH bebas
tinggipCOpCO
,
semakin
tinggi
[H
O
] yg
3
2
2
asam. Ini yg menjadi dasar
dari terminologi
pCO
Acidosis
Alkalosis
respiratory acidosis, yaitu pelepasan ion
PCO2 berbanding
terbalik
terhadap pH
hidrogen
akibat
pCO2

pH

RESPIRASI

METABOLIK

Abnormal
pCO2

Abnormal
SID

AIR

Abnormal
Weak acid

Anion kuat

Cl-

Alkalosis

Turun

kekurangan

Hipo

Acidosis

meningkat

kelebihan

Hiper

Alb

PO4-

UA-

turun
Positif

meningkat

KEKURANGAN AIR - WATER DEFICIT


Diuretic

Diabetes Insipidus
Evaporasi

Plasma

Plasma

Na+ = 140 mEq/L


Cl- = 102 mEq/L
SID = 38 mEq/L

1 liter

140/1/2 = 280 mEq/L


102/1/2 = 204 mEq/L
SID = 76 mEq/L

SID : 38 76 = alkalosis
ALKALOSIS KONTRAKSI

liter

KELEBIHAN AIR - WATER EXCESS

Plasma

Na+ = 140 mEq/L


Cl- = 102 mEq/L
SID = 38 mEq/L

1 Liter
H2O

1 liter

140/2 = 70 mEq/L
102/2 = 51 mEq/L
SID = 19 mEq/L

2 liter

SID : 38 19 = Acidosis
ASIDOSIS DILUSI

RESPIRASI

METABOLIK

Abnormal
pCO2

Abnormal
SID

AIR

Abnormal
Weak acid

Anion kuat

Cl-

Alkalosis

turun

kekurangan

Hipo

Acidosis

meningkat

kelebihan

Hiper

Alb

PO4-

UA-

turun
Positif

meningkat

GANGGUAN PD SID:
Pengurangan ClPlasma

Na+ = 140 mEq/L


Cl- = 95 mEq/L
SID = 45 mEq/L

SID

2 liter

ALKALOSIS

ALKALOSIS HIPOKLOREMIK

GANGGUAN PD SID:
Penambahan/akumulasi ClPlasma

Na+ = 140 mEq/L


Cl- = 120 mEq/L
SID = 20 mEq/L

SID

2 liter

ASIDOSIS

ASIDOSIS HIPERKLOREMIK

PLASMA + NaCl 0.9%

Plasma

NaCl 0.9%

Na+ = 140 mEq/L


Cl- = 102 mEq/L
SID = 38 mEq/L

Na+ = 154 mEq/L


Cl- = 154 mEq/L
SID = 0 mEq/L

1 liter

SID : 38

1 liter

ASIDOSIS HIPERKLOREMIK AKIBAT


PEMBERIAN LARUTAN Na Cl 0.9%

Plasma

Na+ = (140+154)/2 mEq/L= 147 mEq/L


Cl- = (102+ 154)/2 mEq/L= 128 mEq/L
SID = 19 mEq/L

2 liter

SID : 19 Asidosis

PLASMA + Larutan RINGER LACTATE

Plasma

Ringer laktat
Laktat cepat
dimetabolisme

Na = 140 mEq/L
Cl- = 102 mEq/L
SID= 38 mEq/L
+

1 liter

SID : 38

Cation+ = 137 mEq/L


Cl- = 109 mEq/L
Laktat- = 28 mEq/L
SID = 0 mEq/L

1 liter

Normal pH setelah pemberian


RINGER LACTATE
Plasma

Na+ = (140+137)/2 mEq/L= 139 mEq/L


Cl- = (102+ 109)/2 mEq/L = 105 mEq/L
Laktat- (termetabolisme) = 0 mEq/L
SID = 34 mEq/L

2 liter

SID : 34 lebih alkalosis dibanding jika


diberikan NaCl 0.9%

MEKANISME PEMBERIAN NABIKARBONAT PADA ASIDOSIS

Plasma;

Plasma + NaHCO3

asidosis
hiperkloremik

Na+ = 140 mEq/L


Cl- = 130 mEq/L
SID =10 mEq/L

25 mEq
NaHCO3

1 liter

1.025
liter

HCO3 cepat
Na = 165 mEq/L dimetabolisme
+

Cl- = 130 mEq/L


SID = 35 mEq/L

SID : 10 35 : Alkalosis, pH kembali normal namun mekanismenya


bukan karena pemberian HCO3- melainkan karena pemberian Na+ tanpa anion kuat
yg tidak dimetabolisme seperti Cl- sehingga SID alkalosis

UA = unmeasured Anion :
Laktat, acetoacetate
K

HCO3-

SID

SID

KetoA-

A
-

Na+

HCO3-

Na+
Cl-

ClLactic/Keto asidosis

Normal

Ketosis

RESPIRASI

METABOLIK

Abnormal
pCO2

Abnormal
SID

AIR

Anion kuat

Cl-

Alkalosis

turun

Asidosis

meningkat

Abnormal
Weak acid

Hiper

PO4-

UA-

kekurangan Hipo
kelebihan

Alb

turun
Positif

meningkat

GANGGUAN PD ASAM LEMAH:


Hipo/Hiperalbumin- atau PK

HCO3

SID

Na
Cl

Normal

SID

Alb

Alb

Na

HCO3

SID

Alb

Asidosis Na
hiperprotein/
hiperposfatemi
Cl

Acidosis

HCO3

Alkalosis
hipoalbumin
Cl/hipoposfate
mi

Alkalosis

KOMBINASI BASE
EXCESS DAN
STEWART

BE = Jumlah titrasi asam kuat atau basa yang diperlukan agar


pH kembali normal (7.4) pada suhu 37 0C, fully oxygenated
dan pCO2 40 mmHg
negative SBE Acidosis
positive SBE Alkalosis

BE = (1 - 0.014Hgb) (HCO3 24 + (1.43Hgb + 7.7) (pH 7.4)`

50

PCO = 80

40

[HCO3-]

40
Alkalosis
Metabolik

30

20

Base Excess
Normal

20

Base Defisit

10
7.0

Asidosis
Metabolik

7.2

7.4

pH

7.6

7.8

Base Excess/
Base Deficit

BASE EXCESS DAN STEWART


(a) Free water

0.3 x (Na-140)

(b) Chloride effect

102-(Cl x 140/Na)

Jika + efek alkalinisasi


Jika - efek asidifikasi

(c) Albumin effect

(0.148 x pH - 0.818) (42-[alb])

UA = BE/BD [(a) + (b) + (c)] mEq/L

Magder S. Pathophysiology of metabolic acid-base disturbances in patients with critical illness.


In: Critical Care Nephrology.Kluwer Academic Publishers, Dordrecht, The Netherlands, 1998. pp 279-296.
Ronco C, Bellomo R (eds).

BASE

Kasus
Kasus2:
1:
7.48
7.25
/ /45
30/ /+10
-10
// 34
14
EXCESS
DAN
STEWART
Na
Na 150;
140; Cl
Cl 102;
112; Alb
Alb 44

150
(a)
(a) Free
Free water
water effect:
effect: Efek alkalinisasi SID
(Na & Cl) +10 BE +10
140
0.3
0.3 xx (150-140)
(140-140) == 30
(b)
(b) Chloride
Chloride effect
effect

HCO
3
-

HCO3

112

Alb

Efek asidifikasi Cl -10 SID effect


Alb
BD -10
Alb
-

102

102-(102
102-(112)xx140/150)
140/140)==6.8
- 10

(c)
(c) Albumin
Albumin effect
effect

(0.148
(0.148 xx 7.25
7.25 -- 0.818)
0.818) (42-[40])
(42-[40]) == 0.5
0.5

UA
UA== 10
- 10
[(3)
[(0)
++
(6.8)
(-10)
+ (0.5)]
+ (0.5)]
mEq/L
mEq/L
= -=0.3
- 0.5
Na+

HCO3-

Cl-

BASE

Kasus 3:
EXCESS
7.42 / DAN
35 / 100STEWART
/ -2 / 21 Menurut H-H normal
Na 140; Cl 102; Alb 1.8;

140
(a) Free water

BD==0-8.7 + 6.7 = - 2
0.3 x (140-140)

(b) Chloride effect

HCO3-

Efek alkalinisasi dari


hipoalb + 6.7

HCO3-

UA =- 8.7
Alb

SID
Efek asidifikasi
laktat - 8.7

102

hipoalb

102-(102 x 140/140) = 0

(c) Albumin effect

(0.148 x 7.42 - 0.818) (42-[18]) = 6.7

UA = -2 [(0) + (0) + (6.7)] mEq/L = -8.7


Na+

HCO3-

Cl-