You are on page 1of 4

Pembahasan Kasus Glaukoma Primer

Sudut Terbuka

Kasus

Anamnesis
usia pasien 55 tahun dan pasien
memiliki riwayat hipertensi kurang
terkontrol

timbul sakit pada mata dan


pandangan yang kabur

Pustaka

Faktor risiko glaukoma yaitu:


(1)usia diatas 40 tahun,
(2)Ras Afrika-Amerika;
(3)Riwayat keluarga yang menderita
glaukoma;
(4)diabetes;
(5) hipertensi;
(6)penyakit jantung;
(7)luka fisik pada mata;
(8)dislokasi lensa;
gejala kehilangan penglihatan perifer
secara bertahap, biasanya pada
kedua mata, dan mengalami Tunnel
vision pada stadium lanjut.

Pembahasan Kasus Glaukoma Primer


Sudut Terbuka

Kasus

Pemeriksaan Fisik &


Penunjang

pemeriksaan fisik, yakni:


(1)Pengukuran ketajaman visual
untuk menentukan sejauh mana
penglihatan yang dipengaruhi;
(2)Tonometri sewaktu dan serial
untuk mengukur tekanan di dalam
mata untuk mendeteksi peningkatan
faktor risiko pada glaukoma;
(3)pachymetry untuk mengukur
ketebalan kornea;
(4)Uji lapangan pandang (perimetry);
(5)evaluasi retina mata, untuk
memantau setiap perubahan yang
mungkin terjadi dari waktu ke waktu;
(6)gonioscopy, untuk melihat
anatomi sudut bilik mata depan.

ketajaman NLP pada mata kiri

tonometri tekanan bola mata


yang tinggi pada kedua mata,
yakni 59,1 mmHg pada mata
kanan dan 64,0 mmHg pada mata
kiri.

Pustaka

Pembahasan Kasus Glaukoma Primer


Sudut Terbuka
Kasus

Diagnosis
Berdasarkan anamnesis,
pemeriksaan fisik &
pemeriksaan penunjang
glaukoma primer sudut
terbuka

Pustaka

POAG adalah glaukoma yang


sering ditemukan.
Pada glaukoma sudut terbuka,
cairan mata setelah melalui pupil
masuk ke dalam bilik mata depan
dan tidak dapat melalui anyaman
trabekulum tekanan bola mata
naik merusak saraf optik.
Diperkirakan terjadi proses
degeneratif di jalinan trabekula,
termasuk pengendapan bahan
ekstrasel di dalam jalinan dan di
bawah lapisan endotel kanalis
Schlemm

Pembahasan Kasus Glaukoma Primer


Sudut Terbuka
Kasus

Terapi

Pustaka

dengan menekan
pembentukan humor akueus
sehingga peningkatan
Larutan timolol maleat
tekanan intraocular dapat
dengan dosis pemberian
dicegah
dua kali dalam sehari yang Larutan timolol maleat 0,25%
diteteskan pada mata
dan 0,5%,
betaxolol 0,25% dan 0,5%,
kanan dan kiri.
levobunolol 0,25 dan 0,5%,
metipranolol 0,3%, serta
carteolol 1% dua kali sehari
dan gel timolol maleat 0,1%,
0,25% dan 0,5% sekali setiap
pagi