You are on page 1of 8

Busri dkk.

: Rancang bangun mikrokontroler AT89S51 sebagai alat ukur kekuatan gigi
Jurnal PDGI 59 (2) Hal. 75-79 © 2010

83
83

Vol. 62, No. 3, September-Desember l 2013, Hal. 83-88 | ISSN 0024-9548

Perilaku pemakai gigi tiruan
terhadap
pemeliharaan
kebersihan gigi tiruan
lepasan
(Denture wearer’s behavior towards removable
denture cleansing care)

Liana Rahmayani, Herwanda dan Melisa Idawani
1

Fakultas Kedokteran Gigi
Universitas Syiah Kuala Darussalam Banda Aceh

Korespondensi (correspondence): Liana Rahmayani, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Syiah Kuala, Jl.
Kopelma, Darussalam Banda Aceh, E-mail: liana.rahmayani@yahoo.com

ABSTRACT
Background: Removable denture is generally classified into two types, removable partial denture and complete denture. The
use of removable denture should be followed by denture cleansing. This behavior is done to avoid from plaque accumulation and
denture stomatitis. Purpose: The purpose of this study is to find out the society‘s behavior percentage toward denture
cleansing in Gampong Peuniti Banda Aceh. Method: The method used in this study was descriptive cross sectional method.
The data found through the questionnaires which were given for 97 subject man and women with age 20-80 years old. The
taking subject used non random sampling was done with purposive sampling technique. The data was found from the
quitioner answerd and then analized by univariat analisis. The data processed by table of frequency and precentage
distribution. Result: The result of this study shows that the percentage of society‘s behavior toward denture cleansing who were
categorized good is 14%, moderate
63% and poor 23%. The behavior categorized evaluated by likert scale, wich good was score 56-75, moderate: score 36-55 and
poor: score <35. Conclusion: The conclusion of this study is that the most percentage of societiy’s behavior toward denture
cleansing is moderate. Most of the society was not understand of denture cleansing. Therefore, it is necessary for them to get the
information about it.
Key words: Removable denture, society’s behavior, denture cleansing

PENDAHULUAN
Kehilangan

gigi merupakan

salah satu

perubahan jaringan rongga mulut. Jika gigi yang
hilang tidak segera diganti dapat menimbulkan
kesulitan bagi pasien sendiri, seperti mengunyah
makanan, adanya gigi yang supraerupsi, miring
atau bergeser. Penggantian gigi yang hilang dapat
dilakukan dengan pembuatan gigi tiruan lepasan
atau gigi tiruan cekat.1 Gigi tiruan digunakan
untuk menggantikan gigi yang hilang dan
mengembalikan estetika serta kondisi fungsional
pasien.2 Menurut Glossary of Prosthodontic
gigi tiruan sebagian lepasan adalah gigi tiruan
yang menggantikan satu atau lebih gigi asli, tetapi
tidak seluruh gigi asli dan/

atau struktur pendukungnya, didukung oleh gigi

serta mukosa, yang dapat dilepas dari mulut dan
dipasangkan kembali oleh pasien sendiri.
Sedangkan gigi tiruan penuh adalah gigi tiruan
lepasan yang menggantikan seluruh gigi geligi asli
dan struktur pendukungnya baik di maksila
maupun mandibula.3
Gigi tiruan lepasan secara garis besar dibagi
dua, gigi tiruan sebagian lepasan (partial denture)
dan gigi tiruan penuh (full denture atau complete
denture). Gigi tiruan sebagian lepasan (GTSL)
diindikasikan untuk menggantikan beberapa gigi,
area edentulous, dan untuk estetik yang lebih baik,
sedangkan gigi tiruan

14 Pada penelitian ini subjek diminta untuk menjawab kuisioner. Kriteria ekslusi: subjek tidak bersedia berpartisipasi menjadi subjek penelitian. Selain itu juga sepanjang pengetahuan penulis pada masyarakat tersebut belum pernah dilakukan penelitian tentang perilaku pemeliharaan terhadap gigi tiruan.8 Perilaku kesehatan (health behavior). Skala likert digunakan untuk mengukur sikap.7% lanjut usia pemakai gigi tiruan yang membersihkan gigi tiruannya dengan benar.80 tahun. 5 interval dan skala likert disusun serta diberi skor sesuai dengan skala interval sama (equal-interval scale) dimana perilaku baik: skore 56-75. 2. radang gingiva dan kerusakan gigi. Kriteria perilaku dinilai dengan skala likert.12 Pengukuran perilaku pada penelitian ini menggunakan metode skala Likert. Dengan Skala Likert. Pengambilan subjek dilakukan secara non random sampling (non probability) dengan teknik porposive sampling. Sehingga subjek penelitian sesuai kriteria yang diinginkan kemungkinan lebih mudah diperoleh. Pengambilan subjek menggunakan rumus deskriptif kategorik dengan jumlah subjek yang didapat adalah 97 orang. berusia 20. Plak tersebut merupakan tempat yang baik bagi pertumbuhan mikroorganisme. yang dilakukan di Gampong Peuniti Banda Aceh. Total skor didapat dengan penjumlahan skor masing-masing variabel dari subjek tersebut.14 HAS IL Analisis univariat digunakan untuk memperoleh distribusi frekuensi pemakaian gigi tiruan lepasan berdasarkan jenis kelamin. Menurut Basker dkk. variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. BAHAN METODE DAN Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif cross sectional. sehingga menghalangi pembersihan permukaan mukosa maupun gigi tiruan oleh lidah dan saliva.9 Menurut penelitian Kanli dkk. Selama memakai gigi tiruan.5 pemakaian gigi tiruan menyebabkan mukosa di bawah gigi tiruan akan tertutup dalam jangka waktu yang lama. Dapat menyebabkan peradangan jaringan lunak mulut. tentang perilaku dalam menjaga gigi tiruan lepasan. Kemudian. pada skala ini terdapat 1. 4. pendapat. 12-14 Kriteria inklusi: subjek yang bertempat tinggal di Gampong Peuniti Banda Aceh. Plak yang terbentuk pada permukaan gigi tiruan lepasan dapat menimbulkan dampak yang signifikan terhadap kesehatan gigi dan mulut. jawaban dianalisis untuk mengetahui variabel mana yang sangat nyata batasannya antara skor tinggi dan skor rendah dalam skala total. sangat diperlukan pemeliharaan kebersihan mulut dan gigi tiruan.penuh (GTP) diindikasikan untuk pasien edentulous.10 hanya 16. dimana sebelumnya kuisioner telah dilakukan uji validitas dan reabilitas terlebih dahulu. Informasi yang diperoleh secara manual dengan cara membaca jawaban kuisioner yang diisi oleh subjek. Data primer adalah data yang secara langsung diambil dari subjek penelitian oleh peneliti. Oleh karena itu perlu perhatian yang besar dari pasien untuk memelihara kebersihan mulut serta gigi tiruannya.7. Diperlukan prosedur efisien dan teratur untuk membersihkan GTL serta menjaga kesehatan gigi dan mulut yang baik. dan perilaku . 3. Kesehatan mulut merupakan hal yang penting bagi semua orang. Terdapat hubungan yang signifikan antara kebersihan gigi tiruan yang buruk dengan prevalensi candidiasis. usia. dan tidak baik: skore <35.6 Pemeriksaan klinis dan pemeliharaan kebersihan mulut sangat penting serta merupakan kunci keberhasilan perawatan gigi tiruan lepasan. Akumulasi plak juga dapat menyebabkan bau mulut bagi pemakai gigi tiruan.4 Pemakaian gigi tiruan lepasan yang terus menerus dan tidak bersih dapat meningkatkan akumulasi plak. Jenis data yang diambil dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dari hasil jawaban kuesioner. gigi yang tersisa tidak dapat dipertahankan dan tidak dapat menyokong GTSL. dan persepsi seseorang. Penelitian dilakukan pada masyarakat Gampoeng Peuniti dengan alasan antara lain: karena Gampoeng Peuniti merupakan perkampungan yang padat penduduk dan merupakan masyarakat yang heterogen dengan tingkat sosial ekonomi yang berbeda-beda. menggunakan gigi tiruan sebagian lepasan atau gigi tiruan penuh. Subjek penelitian ini adalah pemakai gigi tiruan lepasan yang bertempat tinggal di daerah tersebut.11 Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku pemakai gigi tiruan di Gampoeng Peuniti Banda Aceh terhadap pemeliharaan kebersihan gigi tiruan lepasan. adalah halhal yang berkaitan dengan tindakan atau kegiatan seseorang dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya. agar dapat meminimalisir terjadinya denture stomatitis. Akibatnya pada permukaan gigi tiruan akan terbentuk plak. Pemakaian gigi tiruan lepasan yang tidak disertai dengan kebersihan mulut baik dapat mengakibatkan terjadinya akumulasi plak. kurang baik: skore 36-55.

apakah anda pernah mengikuti nya ? Apakah anda membersihkan gigitiruan hanya dengan menggunakan air saja? 2 Apakah anda (Skor 4) (Skor 3) (Skor 2) (Skor1) Tabel 1. Tidak pernah (Skor 1) No Jarang Apakah anda merendam gigitiruan ke dalam air. Pada Tabel 2 di bawah ini ditampilkan distribusi frekuensi berdasarkan usia dari pemakai gigi tiruan lepasan. yang terbanyak Setiap hariiiii 1 (Skor 5) pemakai gigi tiruan di Gampong Peuniti Banda Aceh dalam menjaga kebersihan gigi tiruan lepasan. Pertanyaan tentang tindakan No Per tanyaan Per tanyaan sebagian lepasan yaitu mencapai 56%.Rahmayani: Perilaku pemakai gigi tiruan terhadap pemeliharaan kebersihan gigi tiruan lepasan Jurnal PDGI 62 (3) Hal. Demikian juga dengan pemakaian gigi tiruan penuh lebih tinggi pada jenis kelamin perempuan yaitu 21%. 2 6 ( Kajian survei pada masyarakat Gampoeng Peuniti Banda Aceh ) ) Kadang Setiap hariiiii No Beri Tanda ( 8 5 m e n g g u n a k a n s i k a t d a l a m g i g i m e m b e r s i h k a n g i gi tir ua n ? (Skor 5) . Pertanyaan tentang pengetahuan No Per tanyaan 1 Apakah anda membersihkan gigitiruan 2x sehari ? 2 Apakah anda pernahmenggun akan bahan pembersih gigitiruan ? Setiap hariiiii (Skor 5) Sering (Skor 4) Kadang 2 (Skor 3) Jarang (Skor 2) Tdk Pernah (Skor1) 1 Apakah setelah makan anda langsung membersihkan gigi tiruan ? 2 Apakah anda menggunakan gigitiruan terus menerus setiap hari ? 3 Apakah anda melepaskan gigitiruan dimalam hari pada saat tidur ? 4 Apakah anda pernah mendapatkan instruksi dalam membersihkan gigi tiruan ? jika ya.5%) 54 (56%) (67%) GTP 11 (11. 83-88 © 2013 LEMBAR KUISIONER PENELITIAN III. 12 bulan sekali (Skor 3) d. Tabel 2 memperlihatkan bahwa dari 97 subjek yang memakai gigi tiruan lepasan. Pertanyaan tentang Sering tindakan PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP PEMELIHARAAN KEBERSIHAN GIGI TIRUAN LEPASAN Tanggal : Umur : Jenis Kelamin : pada jawaban yang dipilih. Apakah anda mengontrol kembali gigi tiruan ? a.5%) 21 (21%) 22 (23%) 75 (77%) (33%) Total Total (%) 65 32 97 (100%) Sering Kadang 2 Jarang Tdk Pernah Berdasarkan tabel secara umum terlihat pemakaian GTSL lebih banyak daripada GTP. III. Distribusi frekuensi pemakaian gigi tiruan lepasan berdasarkan jenis kelamin Sering (Skor 4) Setiap hariiiii (Skor 5) Kadang 2 (Skor 3) Jarang (Skor 2) Tdk Pernah (Skor1) Jenis Gigi Tiruan Lepasan Jenis kelamin Laki-laki (%) Perempuan (%) GTSL 11 (11. 3 bulan sekali (Skor 4) b. II. jika tidak dipakai ? 7 Apakah anda menyikat gigi tiruan sebelum direndamke dalam air. Pertanyaan tentang sikap Per tanyaan Tdk Pernah Tabel 1 memperlihatkan bahwa jenis kelamin perempuan lebih tinggi pada pemakaian gigi tiruan 3. yang mana usia subjek dibagi dalam 3 kelompok kategori interval. 6 bulan sekali (Skor 5) c. Jika terdapat masalah pada gigi tiruan (Skor 2) e. jika tidak dipakai ? 8 Apakah andam enyikat gigi tiruan setelah direndam di dalam air. ketika akan di pakai kembali ? Nama : I.

gigi tiruan r 42%.8 6 (Skor 4) Rahmayani: Perilaku pemakai gigi tiruan terhadap pemeliharaan (Skor 3) (Skor 2) (Skor1) kebersihan lepasan yait 45. Jurnal PDGI 62 (3) Hal. ara un usi seb a esa Tabel 2. Distribusi frekuensi usia pemakai gigi tiruan lepasan 3 Apakah anda menggunakan pasta gigi untuk membersihkan gigitiruan ? 4 Apakah anda menggunakan obat kumur ? 5 Apakah anda melakukan penyikatan gigitiruan di luar mulut ? Usia Jumlah Prosentase (%) 18-44 tahun 33 34 45-64 tahun 41 42  64 tahun 23 24 Total 97 100 . 83-88 u 64 sedangkan jumlah terkecil dijumpai pada usia  64 ant tah tahun yaitu sebesar 24%.

Distribusi frekuensi perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan gigi tiruan lepasan.Perilaku masyarakat terhadap kebersihan gigi tiruan lepasan Kuesioner perilaku terdiri dari 15 pertanyaan dalam tiga kategori penilaian. Hal ini dikarenakan perempuan lebih peduli dan teliti dalam menjaga gigi tiruan lepasan.17 Pembersihan dapat dilakukan dengan menyikat gigi tiruan dengan sikat gigi dan memakai bahan pasta gigi. Tabel 5. terutama mukosa yang berkontak dengan gigi tiruan. Tujuan pemeliharaan kebersihan gigi tiruan lepasan adalah agar gigi tiruan tahan lama. PEMBAHA SAN Perilaku merupakan respon atau reaksi seseorang terhadap stimulus (rangsangan dari luar). pada subjek pemakai gigi tiruan sebagian lepasan maupun gigi tiruan penuh dengan rentang usia 45-64 tahun. 16. Distri busi frekuensi peri laku masyara kat dalam menjaga kebersihan gigi tiruan lepasan berdasarkan usia Usia 18-44 tahun 45-64 tahun  65 tahun Total Baik (%) Prilaku Kurang Baik (%) Tidak Baik (%) 8 (24%) 5(12%) 1(4%) 14(14% 23(70% 2(6%) ) 24(59% 12(29%) ) 14(61% 8(35%) ) 61(63% 22(23% Total (%) 33(100%) 68(100%) 23(100%) 97 Tabel 5 memperlihatkan bahwa subjek yang berperilaku kurang baik lebih banyak. sikap dan tindakan dalam menjaga kebersihan gigi tiruan lepasan. hanya sebagian kecil saja yaitu 14% yang berperilaku baik dalam memelihara kebersihan gigi tiruannya. sedangkan yang paling sedikit hanya terdapat satu orang saja yang masuk kategori baik yaitu di usia  65 tahun. sedangkan dari 35 laki. Cara pemeliharaan gigi tiruan lepasan meliputi cara penyimpanan dan pembersihan. Terdapat perbedaan yang signifikan antara jenis kelamin dan tingkat kebersihan gigi tiruan. perilaku kurang baik (total skor antara 36-55). Jenis kelamin laki-laki bahkan tidak ada satupun yang masuk kategori baik. Setiap pertanyaan memiliki skor tertinggi 5 dan terendah 1. Tabel 3 menunjukkan bahwa sebagian besar (sebanyak 63%) perilaku subjek yang memakai gigi tiruan lepasan adalah kurang baik. Selain disikat gigi tiruan juga dianjurkan direndam dalam larutan pembersih gigi tiruan sesuai aturan bahan pembersih yang digunakan. yaitu pengetahuan. dari 57 wanita pemakai gigi tiruan.14 Distribusi frekuensi perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan gigi tiruan dapat dilihat pada Tabel 3. Subjek perempuan lebih memperhatikan kebersihan gigi tiruan lepasannya. Penilaian Perilaku dikatagorikan baik bila total skor (56-75). Untuk kelompok kategori kurang baik dan tidak baikpun lebih banyak pada jenis kelamin perempuan.18 . kurang baik dan tidak baik. Untuk perilaku baik terbanyak pada rentang usia 18-44 tahun. agar tidak terjadi denture stomatitis. Perilaku hidup sehat adalah perilaku yang berkaitan dengan upaya atau kegiatan seseorang untuk mempertahankan dan meningkatkan kesehatannya. Sesuai dengan hasil penelitian Ozkan et al. Tabel 3. Kemudian pada saat tidur dianjurkan untuk melepas gigi tiruan dan disimpan di dalam wadah berisi air.laki pemakai gigi tiruan hanya 3% memiliki kebersihan gigi tiruan yang baik. dan perilaku tidak baik (skor <35). dengan kelompok kategori perilaku baik.15 Pemakai gigi tiruan lepasan harus menjaga kebersihan gigi tiruan lepasannya. Tabel 4. 23% memiliki kebersihan gigi tiruan yang baik. Prilaku Masyarakat Jumlah Baik Kurang Baik Tidak Baik 14 61 22 14 63 23 Total 97 100 Prosentase (%) Pada Tabel 4 ditampilkan distribusi frekuensi perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan gigi tiruan lepasan berdasarkan jenis kelamin. Distribusi frekuensi perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan gigi tiruan lepasan berdasarkan jenis kelamin Prilaku Jenis kelamin Laki-laki Perempua n Total Baik (%) 0 (0%) 14(19%) 14(14% Kurang Baik (%) Tidak Baik (%) 17(77% )44(58% ) 61 Total (%) 5(23%) 17(23%) 22(100%) 75(100%) 22(23% 97(100% Berdasarkan distribusi frekuensi dari Tabel 4 terlihat bahwa secara persentase jenis kelamin perempuan lebih baik perilakunya dalam memelihara kebersihan gigi tiruannya. memelihara kesehatan mulut dan mencegah penyakit mulut lainnya. mencegah akumulasi plak.

murah dan efektif. sabun. menghilangkan faktor penyebab timbulnya peradangan. Sehingga subjek tidak pernah melepas dan meredam gigi tiruannya di dalam air.2 Hasil penelitian ini menyatakan. menyikat gigi dengan pasta gigi adalah salah satu metode yang paling umum untuk membersihan gigi tiruan dan dianggap sederhana. Sebagian besar masalah ini meningkat dalam kelompok pasien lansia dengan kesehatan mulut dan kebersihan yang lebih rumit karena kurangnya kemampuan mereka untuk menjaga kebersihan mulutnya. Diperlukan tindakan tersebut agar kebersihan gigi tiruan tetap terjaga. Seperti larutan peroksida alkalin. mukosa mendapat oksigen cukup banyak.6 Seluruh subjek penelitian membersihkan gigi tiruan lepasan menggunakan sikat gigi dan pasta gigi. Metode mekanis termasuk menyikat (dengan air. dan Marchini. pasta gigi). Keberadaan bahan pembersih gigi tiruan lepasan belum diketahui oleh sebagian besar masyarakat. Harrison dan Peracini. antara usia 45-64 tahun sebanyak 24 orang (59%) dan usia  65 sebanyak 14 orang (61%). Hoad-Reddick dkk. Tidak ada subjek yang memakai bahan pembersih gigi tiruan lepasan khusus. menemukan bahwa 82. Mereka juga harus disarankan untuk perawatan lebih lanjut guna memastikan kesehatan dalam mempertahankan struktur jaringan yang tersisa. Menurut Jagger (1995) dan Nikawa (1999). tetapi sulit untuk membersihkan kalkulus dan stain yang banyak.19 Setelah penyesuaian gigi tiruan lepasan dan pasien telah diinstruksikan dalam merawat gigi tiruannya. Sedangkan subjek dengan perilaku baik terbanyak pada rentang usia Disarankan bagi pasien yang menggunakan gigi tiruan lepasan agar lebih memperhatikan .9%. 86.10 Menurut Jeganathan (1996). Usia terbanyak yang memakai gigi tiruan lepasan yaitu antara rentang usia 45-64 tahun.2 Hasil yang diperoleh oleh Dikbas dkk. Begitu juga dengan perilaku baik pada jenis kelamin perempuan lebih banyak daripada laki-laki dan tidak ada yang masuk kategori baik dalam memelihara kebersihan gigi tiruannya. larutan enzim dan desinfektan. Pemeriksaan secara periodik disarankan untuk mengevaluasi gigi tiruan dan memeriksa jaringan lunak yang tersisa.20 Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa pemakaian Gigi Tiruan Sebagian Lepasan (GTSL) lebih banyak daripada Gigi Tiruan Penuh (GTP). dapat dibersihkan dengan secara mekanis atau kimia. pada pasien yang rentan karies atau memiliki penyakit periodontal pemeriksaan sebaiknya dilakukan lebih sering. Hasil penelitian Jagger. Ada dua metode yang dapat digunakan untuk membersihkan gigi tiruan lepasan.89% dari pasien tetap menggunakan gigi tiruan lepasan pada saat tidur. Pada sebagian subjek lebih memilih tetap memakai gigi tiruan pada malam hari karena merasa nyaman dan jika membukanya terasa ada yang berubah di dalam rongga mulutnya.Sebagian besar subjek penelitian tidak melepas gigi tiruannya pada waktu malam hari. Menurut Shay (2000) metode kimia yang dilakukan untuk membersihkan gigi tiruan terutama meliputi perendaman dalam larutan pembersih gigi tiruan. Jenis kelamin perempuan persentasinya lebih banyak dari laki-laki.16 Amanda Peranci menyatakan dari penelitian sebelumnya bahwa sebagian besar pemakai gigi tiruan tidak tahu bagaimana cara untuk membersihkan gigi tiruan. antara usia 1844 tahun sebanyak 23 orang (70%). bahan ini dapat dipakai untuk membersihkan gigi tiruan lepasan akrilik maupun kerangka logam. larutan asam. Hanya beberapa yang melepas dan meredam gigi tiruannya ke dalam air. Analisis data yang dilakukan Amanda Peranci menunjukkan bahwa 54.5%. Mengontrol kembali gigi tiruan lepasan ke dokter gigi normalnya dilakukan 6 bulan sekali. Cara menggunakannya gigi tiruan lepasan direndam dalam bahan peroksida alkalin yang dicampur dengan air selama 6-8 jam. Metode yang efektif dalam pemeliharaan gigi tiruan lepasan adalah kombinasi antara penyikatan dan perendaman dengan bahan pembersih gigi tiruan pada waktu malam hari. Contoh lainnya seperti larutan buffer hipoklorit alkalin. Bahan ini efektif untuk plak dan stain yang ringan. sebagian besar subjek cenderung berperilaku kurang baik. kebiasaan menjaga kebersihan yang kurang memadai adalah penyebab utama terbentuknya plak pada gigi tiruan. karena kurangnya instruksi yang didapatkan dari dokter gigi.3% dan 77. Pada umumnya banyak yang tidak mengetahui tentang bahan pembersih gigi tiruan lepasan. penggunaan alkali hipoklorit baik untuk gigi tiruan resin akrilik. Kebanyakan subjek penelitian belum mengerti pentingnya melepas gigi tiruan pada malam hari. masing-masing dari responden tidak menerima instruksi yang tepat cara membersihkan gigi tiruan dari dokter gigi. tetapi pada kerangka logam dapat menyebabkan perubahan warna atau korosi. Hal ini dikarenakan masih banyak pemakai gigi tiruan lepasan belum memahami cara menjaga kebersihan gigi tiruannya.2. aliran saliva pada jaringan pendukung gigi tiruan lepasan tidak terhambat dan untuk mengistirahatkan jaringan mulut selama 6 sampai 8 jam perhari.

kebersihan gigi .

Hooda A. 1-2. Serta perlu dilakukan penelitian selanjutnya dengan jumlah subjek yang lebih besar dan melihat hubungannya dengan faktor-faktor yang sangat mempengaruhi perilaku masyarakat terhadap pemeliharaan kebersihan gigi tiruan lepasan. p. Ozcan M. 2003. 2005. Interventions for cleaning denture in adults. Metodologi penelitian kesehatan. 2011. 6-8. Ergul S. The Internet Journal of Geriatrics and Gerontology 2010. Jakarta: Rineka Cipta.blog. Peranci A. Accessed September. 17. 216-8. Carr AB. Science. 2003. Jilid I.htm. 3th ed. 369-70. The Glossary of Prosthodontic Terms. Soebekti. Jakarta: Rineka Cipta. 1(6). Turkey. Chicago. CA Gurgan CA. Sezgen Y. Elsevier. Abu-Naba’a L. 11. de Oliveira Freitas Paranhos H. USA. Available from: http: // www. Ilmu kesehatan masyarakat. 19. Gurgan CA Z. Dimerel F. 2009. 1-42.id. Setiabudi I. Braz Dent J 2011. 6. 3. McDivney GP. Burhan LK. p. Ilmu geligi tiruan sebagian lepasan. Notoatmodjo S. Akar GC. Behaviour and hyiene habits of complete denture wearers. McMillan. Clin Oral Invest2008. Rathee M. Braz Dent J 2010. 10. 15-27. 2011. p. Konsep-perilaku-kesehatan. Article. Int J prosthodontics 2004. Fedorowicz Z. Accessed September. J Prosthet Dent 2005.ac. 1. 15. Paranhos HFO. pengukuruan dan prediksi prilaku. 124. 17(6): 502-7. Ghalaut P. 2011. Denture stomatitis. 2005. 9. (12): 61–5. Gerodontology. Davenport JC. Pagnano VO. 94(1): 25. Effect of different cleansers on the surface of removable partial denture. 1996. University of Hacettepe. 8. RF de Souza. 18. Scuiba JJ. 28: 28–36. Margo A. dental status and perceived dental treatment needs of an elderly population in Istanbul. 2011. 51. Ozkan Y. h. 1995. 22(5): 392-97. Hazmia Arsil. 5. Davi LR.emedicine. Suryatenggara F. 2006. Sikap. McCracken’s removable partial prosthodontics. Lovato da Silva CH. Tomlin HR. 7. Titi S. Anne S. Cagna DR. Edisi 3. 2005. Kanli A. Kazasoglu E. Mosby. Basker RM. . 21(3): 247-52. Jakarta: EGC. Perawatan prostodontik bagi pasien tak bergigi. Felipuci DNB. 2005. denture cleanliness and hygiene habits in an elderly population. p. Access on September. Jakarta. Bezzon OL. 81-4. General health. p. Phoenix RD. Sopiyudin DM. Arikan A. Denture hygiene in geriatric persons. Jakarta: PT Arkans. 2003. Clinical removable partial prostodonics. Silva RF. Stewart’s. p. Faculty of Medicine. Kulak Y.com/2009/05/. Notoatmodjo S. h. 17(2) : 172-6. Brown DT. Haryanto AG. DAFTAR PUSTAKA 13. 2. 33-40. 16. 218-22. Alih Bahasa.bascommetro. 1-3.Com/derm/topic642. Available from: http:// www. 4. 20. 14. Available from: http://sur yanto. Removable Prosthodontics.tiruannya dan kepada dokter gigi untuk memberikan instruksi cara dan menjaga kebersihan gigi tiruan lepasan yang benar. 11th ed.unai r. The oral hygiene and denture status among residential home residents. Emotional effects of tooth loss. Suryato. Besar sampel dalam penelitian kedokteran dan kesehatan.html . Oral candidosis. 12.