You are on page 1of 42

HISTOLOGI

TANIA AGUSTINI MAHARANI
1310211 124

Telinga

Telinga Luar
• Daun telinga
– = Aurikula / Pinna
– Tlg rawan elastis, kec lobus aurikularis
– Ditutupi o/ kulit tipis
– Tulang rawan  btk tdk teratur
– Kulit  rambut halus (vellus), kel sebasea
& kel keringat

• Meatus Akustikus Eksterna (MAE)
– Saluran dr daun telinga ke membr
timpani
– 2/5 bgn luar  tlg rawan elastis
– 3/5 bgn dlm  tlg temporal
– Bgn luar ditutupi o/ kulit, terdpt rambut,
kel sebasea, kel keringat

Telinga dalam
1. Labirin tulang
2. Labirin membranosa
3. labirinperilimfatik

Telinga
(Labirin
Tulang)

• Labirin Koklearis




Disusun o/ duktus koklearis membranosa
Ujung basal  sekum vestibularis
Ujung atas  sekum kupularis
Bgn atap  membr Reisner
Lantai dasar  membr basilaris & lamina spiralis
ossea

Pada utrikulus dan sakulus dipelajari makula utrikuli dan
makula sakuli yang terdiri dari sel penyongkong, sel rambut
dan penebalan jaringan perilimfatik

Dalam ampula duktus semisirkular terdapat krista
ampularis yang merupakan penonjolan jaringan
perilimfatik, dengan sel rambut dan sel penyokong
pada puncaknya

Fisiologi Telinga

Fungsi Telinga
• Pendengaran = persepsi energi suara
oleh saraf
• Keseimbangan

Bagaimana pendengaran
terjadi?
• Tiga bagian telinga yang berperan:
– Telinga luar
– Telinga tengah
– Telinga dalam

Telinga Luar
• Terdiri dari:
– Daun telinga
– Liang telinga
– Membran timpani

Berfungsi untuk menangkap gelombang suara
dan disalurkan melalui liang telinga menuju
membran timpani.

FUNGSI TELINGA LUAR
Terdiri dari :
1. Pinna (daun telinga) : berperan untuk
mengumpulkan
gel.suara
dan
menyalurkannya ke saluran telinga luar,
selain itu dari bentuknya juga dapat secara
parsial
menghambat
gel.suara
yang
mendekati
telinga
dari
belakang,
mengubah
warna
suara
sehingga
membantu orang membedakan apakah
suara berasal tepat dari depan atau dari
belakang.
2. Meatus
auditorius
eksternus
(saluran
telinga) : terdapat rambut halus dan
kelenjar
keringat
yang
menghasilkan

Membran Timpani
• Membran timpani berbentuk bundar dn cekung
dan membatasi telinga luar dengan telinga
tengah

• Bergetar secara keluar dan kedalam terantung
dari bergantinya regio antara tekanan tinggi dan
rendah pada gelombang suara.

Telinga tengah
• Berbentuk kubus yang terdiri dari
– 3 tulang kecil (maleus, inkus, stapes)
– Tuba eustachius

Mentransfer dan mengamplifikasi gerakan vibrasi
dari membran timpani menuju bagian telinga
dalam.

Tuba Eustachius
• Tuba yang menghubungkan antara telinga tengah
dan nasofaring yang secara normal salalu tertutup.

• Berfungsi untuk menyamakan tekanan telinga
tengah dengan tekanan atmosfir diluar sehingga
tekanan membran timpani pada kedua sisi selalu
sama.

Telinga Dalam
• Terdiri dari:
– Cochlea
– Canalis semisirkularis

Mengubah getaran suara menjadi potensial
aksi yang akan di transmisi ke otak untuk
persepsi suara

• Cochlea
Mengubah gelombang suara menjadi
impluls saraf.
• Aparatus vestibularis:
sensasi keseimbangan

PENDENGARAN
• Adalah persepsi energy suara oleh syaraf.
Terdiri atas 2 aspek: identifikasi suara dan
lokalisasinya.
• Gelombang suara adalah getaran udara yang
merambat dan terdiri dari daerah-daerah
bertekanan tinggi akibat kompresi (pemadatan)
molekul udara bergantian dengan daerahdaerah bertekanan rendah akibat peregangan
molekul udara.
• Selain melalui udara, gelombang suara juga
dapat
merambat
melalui
air,
namun
perambatan kurang efisien dan dibutuhkan
tekanan
lebih
kuat
karena
inersia
(kelembaman) cairan yang lebih besar.

Lokasi
1. Gelombang mana yang lebih dekat
2. Suara menjadi lebih intens ditelinga
yamg jauh karena kepala berfungsi
sebagai penghalang suara
3. Koreteks:
melalui perbedaan dalam waktu
pola lepas muatan neuron

MEMBRANA TYMPANI

OSIKEL

membrane timpani 15 – 20 kali

Tulang pendengaran dan
gerakannya

1 baris
2
Gaya
Memperkuat
selmekanis
rambut
atau
suara
dalam
luar
menegaskan gerakan membran basilaris

FISIOLOGI PENDENGARAN
• fenestra
ovale

menggerakkan
perilimfe pada skala vestibuli  melalui
membran reissner mendorong endolimfe
menimbulkan gerak relatif membran
basilaris dan membran tektoria 
defleksi stereosilia sel rambut  kanal
ion terbuka  terjadi pertukaran ion 
depolarisasi sel rambut  pelepasan
neurotransmiter  potensial aksi saraf
auditorius  nukleus auditorius 
korteks pendengaran di lobus temporalis

1. Nada / frekwensi tinggi
resonansinya terjadi di dekat basis
koklea dan nada / frekwensi rendah
merangsang apeks koklea.

2. kekuatan
Sewaktu gelombang yang datang kebih
besar maka getaran yang masuk dan
menyebabkan bergetar gendang telinga
lebih besar
3. Timbre
nada2 tambahan dr frekuensi banyak
daerah membran basilaris yang
terangsang tp tidak intensif  warna suara

HUBUNGAN SENTRAL
• Nerves auditorius pars koklearis
menstranmisikan sensasi pada otak.
• Tempat sensasi tersebut
diinterpretasikan di dalam pars
auditorius lobus temporalis.
• Setiap telinga memiliki hubungan
dengan kedua lobus temporalis, dan
terutama dengan sisi yang berlawanan.