You are on page 1of 46

PENANGANAN

DAN
PENGAMBILAN
SAMPEL

Mercy woda, S.Si

DARAH
URINE
TINJA
SPUTUM
SPERMA
SEKRET

TAHAP PEMERIKSAAN LABORATORIUM

• Persiapan
pasien
• Pengambilan
• Penampungan
• Penyimpanan
• pengiriman

PRAANALITK

ANALITIK




Kalibrasi
Kontrol
Reagensia
PM
Keselamatan Kerja

• Dokumentasi
• Pelaporan
• penilaian

PASKAANALITIK

PROSES LABORATORIUM
Postanalytical
Phase; 13,60%

Analytical
Phase; 25,10%

Preanalytical
Phase outside
Laboratory;
20,20%

Send; 3,70%

Preanalytical
Phase
Laboratory;
37,10%

URUTAN PELAKSANAAN Persiapan pasien Persiapan Pengambillan Spesimen Pengambilan spesimen Pengelolahan Spesimen Penyimpanan Spesimen Pengiriman Spesimen .

PERSIAPAN PASIEN FAKTOR BIOLOGIK DAN FISIOLOGIK DAPAT DIKENDALIKAN TIDAK DAPAT DIKENDALIKAN .

00. Pengambilan sampel sebaiknya pagi hari : pukul 07. Pengambilan spesimen pada keadaan basal : 1.1. . pasien puasa selam 8 – 12 jam (keadaan tertentu) 2.00 . Persiapan Pasien Secara Umum A.09.

Pemeriksaan yg perlu puasa GLUKOSA TRIGLISERIDA ASAM URAT TTG (Tes Toleransi Glukosa) INSULIN PUASA 10 – 12 PUASA 12 jam PUASA 10 – 12 JAM PUASA 10 – 12 JAM PUASA 8 JAM .

Memperhatikan efek postur Pasien disuruh duduk tenang ± 15 menit sebelum darah diambil . Persiapan Pasien Secara Umum B. harus diinformasikan ke petugas laboratorium C. Apabila memang pengobatan tdk bisa dihentikan. Untuk spesimen urin : tdk minum obat 48 – 72 jam 3.1. Menghindari aktifitas fisik/olah raga D. Menghindari obat – obatan sebelum spesimen di ambil : 1. Untuk spesimen darah : tdk minum obat 4 – 24 jam 2.

Trauma i. Diet b. Obatan-obatan c. Faktor pd pasien yg mempengaruhi : a. Ras. jenis kelamin k. Umur. Akohol e.2. Ketinggian g. Variasi circadian rythme j. Demam h. kehamilan . Merokok d. Aktivitas fisik f.

kering • Besar wadah sesuai dgn jenis spesimen • Untuk spesimen urin. PERALATAN • Bersih. WADAH • Terbuat dari gelas/plastik (untuk darah terbuat ari gelas) • Tdk bocor/merembes • Harus bertutup rapat (berulir) • Bersih. tinja wadah yg bermulut lebar. kering • Tidak mengandung bahan kimia dan deterjen • Terbuat dari bahan yg tdk mempengruhi zat2 yg ada pd spesimen • Mudah dicuci dari bekas spesimen 2.PENGAMBILAN 1. 3. sputum. PENGAWET • Antikoagulant (EDTA) • kesalahan dlm pemberian dpt mempengaruhi hasil px) .

GO. hematologi dan imunologi) • Beberapa jenis pemeriksaan diambil waktu ttnt ( demam tifoid. malaria) 5. filaria. WAKTU • Pagi hari (kimia klinik.PENGAMBILAN 4. LOKASI • Sesuai dgn jenis pemeriksaan yg diminta 6. VOLUME • Harus mencukupi kebutuhan yg diminta dan dpt mewakili obyek yg dipx • Volume dpt dilihat pd tabel berikut . widal .

Trombosit 2 ml . VOLUME Jumlah spesimen yg diambil Jenis Pemeriksaan Jumlah keterangan HEMATOLOGI .Retikulosit 2 ml .Darah lengkap 2 ml Dalam wadah .6.BBS/LED 2 ml tabung EDTA .

Albumin 2 ml . SGOT/SGPT.Kolesterol.Gula darah puasa/sesaat 2 ml . triglisserida 2.Urea.Alkali Phospat. Gamma GT 2 . Asam Urat 3 ml .Total Protein 2 ml Dalam spuit .3 ml . VOLUME Jumlah spesimen yg diambil Jenis pemeriksaan Jumlah keterangan KIMIA KLINIK . Creatini.6.Total /direk Bilirubin 2 ml .3ml .

VOLUME Jumlah spesimen yg diambil Jenis Pemeriksaan Jumlah Keterangan SEROLOGI • Widal 2 ml • HBsAg 2 ml • Anti HBs 2 ml Dalam spuit .6.

Gambar darah dlm spuit .

. TEKNIK • Plebotomy : Cara/prosedur pengambilan darah.PENGAMBILAN 7.

kapas alkoho l .Darah Vena Lokasi : .wadah sampel (Tabung EDTA 2 cc) .torniquet/pembendung .plester . vena femoralis Alat : .spuit 3 cc .Bayi : vena cubiti daerah siku : vena jugularis eksterna.Orang dewasa . 5 cc .

.

Lepaskan torniquet. Dengan jarum menghadap ke atas vena ditusuk pelan-pelan. Kemudian menarik toraknya pelan-pelan sampai didapatkan jumlah yg diinginkan 7. plester bagian ini selama 15 ± menit. Jangan menarik jarum sebelum torniquet dibuka . Pasien diminta mengepalkan tangan 3. Sepotong kapas steril ditempatkan pada tempat penusukan lalu jarumnya dikeluarkan pelan-pelan 9. pilih lengan yg bnyk melakukan aktivitas 2. pasien diminta membuka kepalan tanganya 8. Tempat yg ditusuk disenfeksi alkohol 70% dgn kapas steril. biarkan kering (untk mencegah hemolisis & rasa terbakar) 5.Teknik pengambian 1. Tekan bagian tersebut ± 2 menit. setelah darah berhenti. Pasang torniquet ± 10 menit diatas lipat siku 4. bila jarum masuk ke vena. akan terlihat darah masuk ke semprit 6. Posisi lengan harus lurus.

2. jgn sampai spesimen dikocok sampai berbusa (akibat hemolisis) . Pada saat memindahkan darah ke tabung lain.Kesalahan dlm pengambilan darah vena 1. Kulit yg ditusuk masih basah oleh alkohol 3. Mengenakan torniquet terlalu lama dan terlalu keras akan terjadi hemokonsentrasi/perubahan komposisi darah.

VIDEO .

blood lancet steril .Cuping telinga pada bayi Alat : . malaria (dibuat preparat darah) Lokasi : .kapas alkoho . jumlah sel.Ujung jari tengah tangan atau jari manis tengah bagian tepi . golongan darah.DARAH KAPILER Untuk pemeriksaan : Hemoglobin.Daerah tumit 1/3 bagian tepi telapak kaki .

.

Peganglah bagian tersebut spy tdk bergerak dan tekan sedikit spy rasa nyeri berkurang Bersihkan bagian yg ditusuk dgn alkohol 70% dan biarkan smp kering .Teknik pengambilan 1. 2.

Tusuk dengan cepat memakai lanset steril .Teknik pengambilan 3.

Teknik pengambilan 4. . Darah yg keluar pertama dihapus dgn tissue / buang 3 tetesan pertama.

Tetesan darah berikutnya boleh dipakai untuk pemeriksaan .Teknik pengambilan 5.

2. Tusukan yg kurang dalam shg darah diperas2 3. Tetesan darah pertama dipakai untuk pemeriksaan 5. Kulit yg ditusuk masih dibasahi alkohol 4. Lokasi pengambilan darah yg memperlihatkan gangguan peredran darah. Terjadi bekuan pada tetesan darah krn terlalu lambat berkerja .Kesalahan dlm pengambilan darah kapiler 1.

PEMERIKSAAN KIMIA KLINIK FUNGSI HATI ALKALI PHOSPHAT SGOT SGPT GAMMA GT TOTAL BILIRUBIN DIREK BILIRUBIN INDIREK BILIRUBIN TOTAL PROTEIN ALBUMIN FUNGSI GINJAL UREA CREATININ BUN ASAM URAT PROFIT LIPID CHOLESTEROL TRIGLISERIDA HDL LDL METABOLISME GLUKOSA SESAAT GLUKOSA PUASA GLUKOSA 2 JAM PP .

di beri identitas lengkap dan dibawah ke labor untuk pemeriksaan. kemudian dipisahkan 2 ml dimasukkan ke dalam tabung EDTA dan dicampur baik2 dan sisanya dibiarkan dalam spuit.Contoh kasus 1 Jika ada pemeriksaan darah lengkap + kimia darah. . berapa jumlah sampel yg diambil? • Jawab : – Jumlah sampel yg diambil 6 ml.

.Contoh kasus 2 Jika ada pemeriksaan darah lengkap berapa jumlah sampel yg diambil? Jawab : – Jumlah sampel yg diambil 2ml dimasukkan ke dalam tabung EDTA dan dicampur baik2. di beri identitas lengkap dan dibawah ke labor untuk pemeriksaan.

berapa jumlah sampel yg diambil? • Jawab : – Jumlah sampel yg diambil 5 ml dibiarkan dalam spuit. . di beri identitas lengkap dan dibawah ke labor untuk pemeriksaan.Contoh kasus 3 Jika ada pemeriksaan kimia darah lengkap.

Sesuai dengan jenis pemeriksaanya Spesimen urin : sebaiknya spesimen urin porsi tengah . kering dan bermulut lebar – Identitas jelas Volume : .URIN • Wadah : – Bersih.

jenis pemeriksaan dan ruang tempat dirawat. botol sampel harus ditutup.  Persiapan pasien.Cara memperoleh sampel urin 1.  Setelah mendapat sampel. pasien disuruh kencing sedikit dan dibuang kemudian urin selanjutnya ditampung (± 5 – 10 ml) sebagai sampel dan sisanya urin dibuang. . memberikan penjelasan kepada pasien  Pasien disuruh kemih spontan.  Sampel urin dikirim secepat mungkin ( kurang dari 1 jam) . nama. urin yg diambil sebagai sampel adalah midstreem (urin pertengahan). Pada orang dewasa . tulis pada lebel botol sampel tersebut.

tampung urin dlm wadah atau kantung plasitik steril o Untuk bayi dipasang kantung penampung urin pada alat genital. .  Penderita sebelumnya diberi minum untuk memudahkan buang air kecil.  Pengambilan : o Anak duduk dipangkuan perawat o Pengaruhi anak untuk mengeluarkan urin.Cara memperoleh sampel urin 2. Pada Bayi dan Anak – Anak .

.Cara memperoleh sampel urin 3. Pada urin Kateter  Lakukan disinfeksi dengan alkohol 70% selang kateter yg terbuat dari karet (jangan bagian yg terbuat dari plastik)  Aspirasi urin dengan mengunakan semprit sebanyak ± 5 – 10 ml  Masukan dalam wadah bersih dan ditutup rapat.  Kirim segerah ke labortorium. jgn lupa beri identitas jelas.

Pemeriksaan tinja sebaiknya yg berasal dari defekasi spontan. kering dan bermulut lebar – Identitas jelas .TINJA • Wadah : – Bersih. . jika pemeriksaan sangat diperlukan dapat pula sampel tinja diambil dari rektu dengan jari berjarung tangan.

Sputup pagi hari .SPUTUM • Wadah : – Bersih.Sputum Sesaat . kering dan bermulut lebar – steril 3 jenis pemeriksaan sputum : . .Sputum sesaat.

pada malam hari diminta minum teh panis atau diberi obat gliseril guayakolat 200 mg . dan dijelaskan perbedaan sputum dan air ludah • Bila pasien susah mengeluarkan sputum .Cara memperoleh sampel sputum • Pasien diberi penjelasan mengenai tindakan dilakukan.

3 kali kemudian keluarkan napas bersamaan dengan batuk yg kuat dan berulang kali sampai sputum keluar. Sputum dikeluarkan langsung ditampung di dalam wadah. d. Pasien diminta menarik napas dalam. Pasien berdiri tegak atau duduk tegak c. purulen dgn volume cukup (3-5 ml) f. pasien diminta untuk berkuur dengan air. Tutup wadah dan segera kirim ke laboratorium. Diberi identitas jelas. 2.Cara memperoleh sampel sputum a. Amati sputum. bila memakai gigi palsu sebaiknya dilepas b. Sebelum pengambilan spesimen. sputum yg yg berkualitas baik akan tampak kental. g. dengan cara mendekatkan wadah ke mulut e. .

.SECRET VAGINA • Pengambilan bahan pemeriksaan pada vagina dilakukan oleh dokter atau bidan yg sudah terlatih • Pengambilan secret dilakukan pada fomix pasterior.

2.MALARIA 1. Pengaduk. 3. Kapas alkohol 70%. 1 2 3 4. Lancet. Kaca Slide 4 .

Kode sesuai dgn formulir survai  Tiupkan darah dalam kapiler tube pada kaca benda ( + 20 ul) .  Siapkan kaca benda yang bersih.Bersihkan ujung jari tengah dengan kapas alkohol. dan diberi label : Nomor . Tusuk ujung jari dengan lancet.

 Lebarkan darah di kaca benda hingga merata dan berbentuk oval  Dibawah ke labor untuk pemeriksaan. .