You are on page 1of 16

PROPOSAL

TAK STIMULASI SENSORIS DAN PERSEPSI UMUM
PASIEN HDR DAN ISOLASI SOSIAL
DI BANGSAL SADEWA RSJ GRHASIA

Disusun Oleh:
1. Zaebatul Andryani (32-042-08-1-2012)
2. Merdila Ika Jayanti (32-022-08-1-2012)
3. Surahman Hadi Putra (32-021-08-1-2012)

PROGRAM PROFESI NERS
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
2013
BAB I

Pemimpin kelompok dapat mengkaji hambatan dalam kelompok. Struktur kelompok menjaga stabilitas dan membantu pengaturan pola perilaku dan interaksi. Jumlah anggota kelompok kecil menurut Stuart & Laraia (2001) adalah 7-10 orang. Tujuan dan Fungsi kelompok Tujuan kelompok adalah membantu anggotanya berhubungan dengan orang lain serta mengubah perilaku yang destrukif dan maladaftif. konflik interpersonal.2001). B. komunikasi. .TINJAUAN TEORITIS TAK A. untuk menemukan cara menyelesaikan masalah. Kekuatan kelompook ada pada kontribusi dari setiap anggota dan pemimpin dalam mencapai tujuannnya. 3. 4. Besar kelompok. menurut Lencester (1980) adalah 10-12 orang sedangkan menurut Rawlins. serta mengembangkan perilaku yang adaptif. proses pengambilan keputusan dan hubungan otoritas dalam kelompok. C. Komponen kelompok Menurut Stuart & Laraia (2001) kelompok terdiri dari delapan aspek yaitu sebagai berikut: 1. 2. Williams dan Beck adalah 5-10 orang. Pemimpin menggunakan umpan balik untuk memeberikan kesadaran pada anggota kelompok terhadap dinamika yang terjadi. Kelompok merupakan laboratorium tempat mencoba dan menemukan hubungan interpersonal yang baik. Lamanya sesi. Struktur kelompok. menjelaskan batasan. dan dihargai eksistensinya oleh anggota kelompok yang lain. Komunikasi. Jumlah anggota yang nyaman adalah kelompok kecil yang anggotanya berkisar antara 5-12 orang. Pengertian kelompok Kelompok adalah kumpulan individu yang memilki hubungan satu dengan yang lain. Waktu optimal satu sesi adalah 20-40 menit bagi fungsi kelompok yang rendah dan 60-120 menit bagi fungsi kelompok yang tinggi (Stuart & Laraia. Anggota kelompok merasa dimiliki. tingkat kompetensi dan seberapa jauh anggota kelompok mengerti serta melaksanakan kegiatan yang dilaksanakan. Kelompok berfungsi sebagai sebagai tempat berbagi pengalaman dan saling membantu satu sama lain. Salah satu tugas kelompok yang terpenting adalah mengobservasi dan menganalisa pola komunikasi dalam kelompok. 2001). Struktur dalam kelompok diatur dengan adanya pemimpin dan anggota. Arah komunikasi dipandu oleh pemimpin sedangkan keputusan diambil secara ber sama. diakui. saling bergantung dan mempunyai norma yang sama (Stuart &Laraia.

Kekohesifan merupakan kekuatan anggota kelompok bekerjasama dlam mencapai tujuan. yaitu maintenance roles. 8. Norma kelompok. task role dan individual role.pengharapan terhadap perilaku kelompok pada masa yang akan datang berdasarkan pengalaman masa lalu dan saat ini.5. Kekuatan kelompok merupakan kemampuan anggota kelompok dalam mempengaruhi berjalannya kegiatan kelompok. D. Untuk menetapkan kekuatan anggota kelompok yang bervariasi diperlukan kajian siapa yang paling banyak mendengar dan siapa yang membuat keputusan dlam kelompok. Hasil diskusi kelompok dapat berupa kesepakatan persepsi atau penyelesaian masalah. Peran kelompok. Pemimpin perlu mengobservasi peran yang terjadi dalam kelompok. 6. Pengertian TAK Terapi aktivitas kelompok (TAK) adalah terapi yang menggunakan aktivitas mempersepsikan berbagai stimulus yang terkait dengan pengalaman untuk didiskusikan dalam kelompok. Hal ini mempengaruhi anggota kelompok untuk tetap betah dalam kelompok. Ada tiga peran dan fungsi kelompok yang ditampilkan anggota lah selfckelompok dalam kerja kelompok. . 7. Pemimpin kelompok perlu melakukan upaya agar kekohesifan kelompok dapat terwujud seperti mendorong anggota kelompok bicara satu sama lain. Maintenance role yaitu peran serta aktif dalam proses kelompok dan fungsi kelompok. Norma adalah standar perilaku yang ada dalam kelompok. pemahamn tentang norma kelompok berguna untuk mengetahui pengaruhnya terhadap komunikasi dan interaksi dalam kelompok. Task role yaitu fokus pada penyelesaian tugas dan individual role adalah self-centered dan distraksi pada kelompok.

. waktu. Aktivitas yang digunakan adalah musik. Kemampuan perepi klien dievaluasi dan ditingkatkan pada tiap sesi. Stimulus yang disediakan diantaranya adalah membaca artikel/majalah/buku/puisi. Dengan proeses ini. dan semua kondisi nyata. waktu yang lalu. 1. 3. Aktivitas dapat berupa orientasi orang. 4.berupa ekspresi perasaan secar nonverbal (biasanya ekspresi wajah maupunjerakan tubuh).menonton acara TV. halusinasi dan pandangangan negatif tehadap orang lain. kebencian. terapi aktiviatas kelompok stimulasi realita dan terapi aktivitas kelompok sosialisasi. Jika hobi klien diketahui sebelumnya. Biasanya klien yang tidak mau mengungkapakan komunikasi verbal akan terstimulasi emosi dan perasaannya serta menampilkan respon. Kemudian diobservasi reaksi sensori klien terhadap stimulus yan disediakan. kelompok dan massa. 2. Aktivitas berupa stimulus dan persepsi. stimulus dari pengalaman masa lalu yang menghasilkan proses persepsi klien yang maladaptif atau destruktif misalnya kemarahan. dan rencana ke depan. Demikian pula dengan orientasi waktu saat ini. orang lain yang ada disekeliling klien atau yang dekat dengan klien dan lingkungan yang mempunyai hubungan dengan klien. benda yang ada disekitar. Terapi aktiviats kelompok realita Klien diorientasikan pada kenyataan yang ada disekitar klien. Jenis Terapi aktivitas kelompok Terapi aktifitas kelompok dibagi menjadi empat yaitu terapi aktivitas kelompok stimulasi persepsi. Aktivitas dapat berupa latihan sosialisai dalam kelompok.diharapkan responklien terhadap stimulus dalam kehidupan menjadi adaptif. Terapi aktivitas kelompok stimulasi sensori Aktivitas digunakan sebagai stimulus pada sensori klien. dapat dipakai sebagai stimulus misalnya stimulus klien dapat digunakan sebaai stimulus. Sosialisasi dapat pula dilakukan secara bertahap dari interpersonal. Terapi aktivitas kelompok sosialisasi Klien dibantu untuk melakukan sosialisasi dengan individu yang ada disekitar klien. yaitu diri sendiri. tempat. seni. Terapi aktivitas kelompok stimulasi persepsi Klien dilatih memperepikan timulus yang disediakan atau timulus yang pernah dialami.menyanyi dan menari.E. putus hubungangan. terapi aktivitas kelompok stimulasi sensori.

kekurangan dan kelebihan sesuai dengan tujuan 3. Memotivasi klien untuk terlibat aktif dalam kegiatan terapi aktivitas kelompok. Memimpin jalannya terapi aktifitas kelompok 3. 5. Mampu memfasilitasi klien yang kurang aktif. Menyampaikan info fasilitator kepada leader 2. Terapis Dalam TAK Dalam melakukan TAK maka dibutuhkan beberapa orang petugas yakni leader. fasilitator dan observer.Leader 1. Mencatat perilaku verbal / non verbal klien selama berlangsung kegiatan dan dilaporkan kepada leader. 8. Mengatasi masalah yang mungkin timbul antar klien dalam kelompok. Mengamati lamanya proses kegiatan sebagai acuan untuk mengevaluasi 2. Bersama leader menjadi contoh bentuk kerjasama yang baik c. Mengkaji seberapa jauh anggota kelompok mengerti serta melaksanakan kegiatan yang dilaksanakan. Mengingatkan leader tentang lama waktu pelaksanaan kegiatan 4. Menjelaskan maksud dan tujuan terapi aktivitas kelompok 4. 6. Adapu tugas dan tanggung jawab masing-masing petugas yakni: a. Mengamati jalannya kegiatan. 7. 3. Membuka dan menutup jalannya terapi aktivitas kelompok 2. co leader. Memberikan reinforcement positif kepada klien b. . Mampu menjadi role model bagi klien. Memotivasi klien untuk mengikuti terapi aktifitas kelompok dari awal sampai akhir. Observer 1. Menjelaskan prosedur dan tata tertib dalam terapi aktifitas kelompok. 5. 2. Mengingatkan leader bila permainan menyimpang 3.Fasilitator 1.F. Co Leader 1. 4. Memberikan reinforcement positif kepada klien d. Memotivasi anggota untuk mengungkapkan pikiran dan perasaannya.

dia gagal melihat positifnya.BAB II HARGA DIRI RENDAH A. menolak kemampuan diri sendiri Pengurangan diri/mengejek diri sendiri. Ekspresi rasa malu atau rasa bersalah 4. 5. 2008). Kesulitan dalam membuat keputusan Data Subjektif 1. Klien menilai dirinya negatif. berfikiran negatif 2. Mengkritik diri sendiri atau orang lain. Tanda dan gejala Tanda dan gejala dari pengidap HDR adalah sebagai berikut: 1. keluhan sakit fisik Pandangan hidup yang terpolarisasi. perasaan tidak mampu. Dapat dikatakan bahwa orang dengan konsep diri rendah pada waktu mengalami pengalaman positif. tidak mampu menghargai. 2009). perasaan cemas dan takut Menjauh dari umpan balik positif. Pengertian Harga diri rendah adalah kondisi ketika individu yang sebelumnya memiliki harga diri yang positif. kehilangan atau suatu perubahan (Capernito. sikap pesimis pada kehidupan. menyesuaikan arti dengan gambaran dirinya yang rendah. Harga diri rendah adalah suatu pikiran. Harga diri tidak terbentuk dari lahir tatapi dipelajari sebagai suatu pengalaman unik seseorang dalam dirinya sendiri dengan orang terdekat dan dengan realitas dunia (Stuart and Gail. mengungkapkan kegagalan pribadi Data Objektif 1. Produktifitas menurun . keyakinan dan kepercayaan yang merupakan pengetahuan individu tentang dirinya dan mempengaruhi hubungannya dengan orang lain. 2. rasa bersalah Sikap negatif pada diri sendiri. tidak berguna) 3. 2006). Mengungkapkan hal negatif dari dirinya sendiri (tidak mampu. Mengevaluasi diri sebagai orang yang tidak mampu emngatasi berbagai situasi atau kejadian 5. B. memiliki perasaan yang negaif mengenai diri sendiri dalam merespon suatu kejadian. HDR juga merupakan tanda negatif dari skizofrenia. 4. lebih lanjut menyulitkan klien dalam beriteraksi dengan orsng lain dan lingkungan (Videbeck. 2004). Harga diri rendah juga dapat diartikan dimana ketika seseorang menolak dirinya sebagai sesuatu yang berharga dan tidak dapat bertanggung jawab terhadap kehidupannya sendiri (Nurjanah. 3.

Menarik diri secara realitas E. Prilaku destriktif Penyalahgunaan zat Menarik diri dari lingkungan sosial Ekspresi wajah malu dan penuh rasa bersalah Menunjukan wajah depresi (sukar tidur dan sukar makan) Tampak mudah tersinggung dan marah C. Ada 3 jenis transisi peran yakni : a. Ideal diri yang tidak realistis D. Menarik diri secara sosial 3. 3. Penyebab 1. Transisi peran perkembangan b. 4. 7. frustasi. Harapan orang tua yang tidak realistis c. Akibat Adanya HDR pada seseorang dapat berakibat : 1. Selalu pesimis dan merasa tidak bisa 2. Penolakan orang tua b. Ketergantungan pada orang lain f. 5. Selain hal diatas ketegangan pasien yang merupakan faktor presipitasi terjadinya HDR dimana peran yang diharapkan individu dipersepskan sebagai frustasi. lingkungan yang penuh permasalahan. Transisi peran seha sakit 2.2. 6. Transisi peran situasi (kelahiran. ketegangan serta kecemasan. Faktor presipitasi Pencetus harga diri rendah berupa trauma seperti peganiayaan seksual atau psikologis dan menyaksikan kejadian yang mengancam kehidupan. Kurang tanggung jawab personal e. Psikopatologi Berduka kompleks Traumatik Tumbuh kembang Harga diri rendah Aktualisasi diri Konsep diri positif Harga diri rendah Isolasi Sosial Respon adaptif Masalah penyebab Core problem depersonalisasi Keracunan identitas Cmasalah akibat Respon . Faktor Predisposisi Faktor predisposisi HDR antara lain : a. kematian) c. Kegagalan yang berulang d.

Aktivitas TAK stimulasi persepsi umum dapat dilakukan juga pada psien dengan harga diri rendah. Klien mampu berespon terhadap gambar yang dilihat 2. pendengaran dan lain-lain. Klian yang mempunyai indikasi TAK stimulasi sensori adalah klien dengan isolasi sosial. dan tujuan khususnya antara lain : 1. 25 Januari 2013 Waktu : 09. SESI II Menggambar Leader : Merdilla Ika Jayanti . harga diri rendah yang disertai dengan kurang komunikasi verbal. video.selesai Tempat: Ruang Makan Bangsal Sadewa 2. Waktu pelaksanaan Hari/ Tanggal : Senin. Aktivitas dan indikasi Aktivitas stimulasi sensori dapat berupa stimulus terhadap pengelihatan. nyanyian dan tarian.00 . Klien dapat mempersepsikan stimulus yang dipaparkan kepadanya dengan tepat B. Pengorganisasian 1. menarik diri. Sedangkan TAK stimulasi persepsi adalah terapi yang menggunakan aktivitas sebagai stimulus dan terkait dengan pengalaman dan atau kehidupan untuk didiskusikan dalam kelompok. A. Hasil diskusi diskusi kelompok dapat berupa kesepakatan persepsi atau alternatif pemecahan masalah. SESI I: Membaca Koran Leader : Merdilla Ika Jayanti Co-leader : Zaebatul Andriani Fasilitator : Observer : Surahman Hadi Putra b. seperti gambar. menonton TV dan melihat gambar C. Tujuan Tujuan umum dari kegiatan ini adalah klian nantinya dapat berespon terhadap stimulus panca indra yang diberikan. Tim Terapis a. Kegiatannya dapat berupa membaca koram/majalah/artikel. Klien mampu mengekspreskan perasaan melalui gambar 3.BAB III RENCANA KEGIATAN Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) : stimulasi sensori adalah upaya untuk menstimulasi semua panca indra (sensoris) agar memberi respon yang adekuat.

Klien dapat menyebutkan kembali isi bacaan 2. Tujuan 1. Korsi . Buku catatan dan pulpen 3. Alat 1. Terapis dan klien duduk bersama dalam lingkaran 2. Setting tempat duduk Keterangan : Leader : Co-Leader : Observer : Fasilitator : Pasien SESI I MEMBACA KORAN A. Seting 1. Klien dapat memberikan tanggapan terhadap pendapat klien lain B. Koran 2.Co-leader : Zaebatul Andriani Fasilitator : Observer : Surahman Hadi Putra 3. Klien dapat memberikan pendapat terhadap isi bacan 3. Spidol dan penghapus 5. White board 4. Ruang nyaman dan tenang C.

d. Tanyakan pendapat klien lain mengenai pendapat pasien sebelumnya e. Evaluasi/validasi 1) Menanyakan perasaan kilen saat ini 2) Menanyakan masalah yang dirasakan c.D. Tindak lanjut Menganjurkan klien untuk melatih kemampuan membaca dan mendiskusikan pada orang lain c. Diskusi dan tanya jawab E. Tanyakan pendapat seorang klien mengenai isi bacaan d. Beri kesimpulan tentang bacaan 4. Persiapan a. Kontrk yang akan datang Waktu (menit) . Bacalah isi koran selama 10 menit c. Langkah kegiatan Kegiatan 1. Tahap Kerja a. Tahap Terminasi a. Dinamika kelompok 2. Salam terapeutik Salam dari terapis kepada klien b. Membuat kontrak dengan pasien tentang TAK b. Kontrak 1) Menjelaskan tujuan kegiatan membaca koran 2) Menjelaskan aturan bermain sbb: . Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan 2. Tentukan bacaan yang akan di baca b. Evaluasi 1) Terapis menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK 2) Terapis memberikan pujian atas keberhasilan kelompok b. Ulangi c. Metode 1. e sampai semua klien mendapat kesempatan f. Orientasi a.Jika ada klien yang meninggalkan kelompok harus minta izin dulu kepada - terapis Lama kegiatan menit Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai 3.

1) Menyepakati kegiatan TAK yang akan datang 2) Menyepakati waktu dan tempat Total waktu .

klien mampu memberikan pendapat yang benar tentang bacaan dan memberi tanggapan terhadap pendapat klien lain serta mengikuti sampai selisai. anjurkan pasien untuk membaca. Evaluasi Evaluasi dilakukan saat TAK berlangsung. Untuk tiap klien.F. Aspek yang dievaluasi adalah kemampuan klien sesuai dengan tujuan TAK Nama Klien No 1 2 3 Aspek yang dinilai Memberi pendapat tentang bacaan Memberi tanggapan terhadap pendapat klien lain Mengikuti kegiatan sampai selesai Petunjuk : 1. Dibawah judul nama klien. semua aspek dinilai dengan memberi tanda centang jika kien mampu dan tanda kross/ silang jika klien tidak mampu. Contoh catatam : klien mengikuti TAK stimulasi persepsi (baca). . G. tulis nama klien yang mengikuti TAK 2. Dokumentasi Dokumentasikan kemampuan yang dinilai klien saat TAK pada catatan proses keperawatan tiap pasien. khususnya pada tahap kerja.

Diskusi E. Ruang nyaman dan tenang C. Klien dapat mengekspresikan perasaan melalui gambar 2. Evaluasi/validasi Menanyakan perasaan kilen saat ini c. Persiapan a. Terapis dan klien duduk bersama dalam lingkaran 2. Mengingatkan kontrak dengan klien yang telah mengikuti sesi 1 b. Metode 1. Seting 1. Pensil 2B 3. Langkah kegiatan Kegiatan 1. White board 6. Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan 2. Orientasi a. Dinamika kelompok 2. Tujuan 1. Buku catatan dan pulpen 5. Korsi D. Kontrak 1) Menjelaskan tujuan kegiatan yaitu menggambar dan menceritakannya kepada orang lain 2) Menjelaskan aturan bermain sbb: .Jika ada klien yang meninggalkan kelompok harus minta izin dulu kepada - terapis Lama kegiatan menit Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai Waktu (menit) . HVS 2. Klien dapat memberi makna gambar B. Alat mewarnai 4.SESI II MENGGAMBAR A. Spidol dan penghapus 7. Alat 1. Salam terapeutik Salam dari terapis kepada klien b.

Setelah semua klien selesai menggambar. Tahap Kerja a. Untuk TAK menggambar kemampuan klien yang diharapkan adalah mampu mengikuti kegiatan. Tahap Terminasi a. Sementara klien mulai menggambar. khususnya pada tahap kerja.3. Terapis menjelaskan dilakukan yaitu kegiatan yang menggambar akan dan menceritakannya kepada orang lain b. Evaluasi 1) Terapis menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK 2) Terapis memberikan pujian atas keberhasilan kelompok b. Terapis membagikan kertas dan pensil c. terapis meminta masing-masing klien untuk memperlihatkan dan menceritakan gambar apa dan apa makna gambar tersebut menurut klien f. menggamabar. jangan mencela klien e. Kegiatan e dilakukan sampai semua klien mendapat giliran 4. menyebutkan apa yang digambar dan menceritakan apa yang digambar. Menutup kegiatan TAK Total waktu F. Terpis meminta klien untuk menggambarkan apa saja sesuai keinginan pasien saat ini d. Nama Klien No 1 2 3 Aspek yang dinilai Mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir Menggambar sampai selesai Menyebutkan gambar apa . terapis keliling dan memberi penguatan kepada klien untuk terus menggambar. Tindak lanjut Terapis menganjurkan klien untuk mengekspreikan perasaan melalui gambar c. Evaluasi Evaluasi dilakukan saat TAK berlangsung. Aspek yang dievaluasi adalah kemampuan klien sesuai dengan tujuan TAK.

Anjurkan klien mengunhkapkan perasaan melalui gambar. Contoh catatam : klien mengikuti TAK stimulasi sensori (menggambar). Dibawah judul nama klien. Klien mampu menggambar. Dokumentasi Dokumentasikan kemampuan yang dinilai klien saat TAK pada catatan proses keperawatan tiap pasien. . tulis nama klien yang mengikuti TAK 2. Klien mengikuti sampai selesai. Untuk tiap klien. G.4 Menceritakan makna gambar Petunjuk : 1.. menyebutkan nama gambar dan menceritakan nama gambar. semua aspek dinilai dengan memberi tanda centang jika kien mampu dan tanda kross/ silang jika klien tidak mampu.

Ed.B03021 Keliat. Standar Asuhan Keperawatan Pemerintah Provinsi DIY Capernito. (2006). (2009). (2004).J. (2008). Irwan Y dan Saputra. Buku Ajar Keperawatan Jiwa. S.id/pdf/2d3.library. Keperawatan Jiwa Terapi Aktivitas Kelompok. Manajemen. Proses Kperawatan dan Hubungan Terapeutik Perawat Klien.DAFTAR PUSTAKA Bidang Perawatan RS grasia. Bab II Tinjauan Teori Isolasi sosial. Mocomedia : Yogyakarta Universitan Pembangunan nasional Veteran.upnuj. Ed 9. Jakarta : EGC .Keperawatan/20. Diagnosis Keperawatan : Aplikasi pada Praktek Klinis. L. Diakses tanggal 7 februari 2013 Videbeck. 2005. Jakarta : EGC dari http://www. Jakarta : EGC Nurjanah. Budi Ana. L.