You are on page 1of 25

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Hukum waris di Indonesia, beraneka warna coraknya. Dimana tiaptiap golongan penduduk termasuk kepada hukumnya masing-masing, hal ini
dapat dilihat pada golongan masyarakat yang beragama Islam diberlakukan
hukum waris Islam, baik mengenai tata cara pembagian harta pusaka,
besarnya bagian antara anak laki-laki dengan anak perempuan, anak
angkat, lembaga peradilan yang berhak memeriksa dan memutuskan
sengketa warisan apabila terjadi perselisihan diantara para ahli waris, dan
lain sebagainya. Untuk golongan masyarakat non Muslim, mereka tunduk
kepada hukum adatnya masing-masing disana sisi dipengaruhi oleh unsurunsur agama dan kepercayaan. Begitu juga terhadap golongan eropa dan
yang dipersamakan dengan mereka, aturan tentang hukum waris ini
aspirasinya separuhnya diserahkan kepada hukum perdata eropa (kitab
undang-undang hukum perdata).
Dari penjelasan tersebut diatas, mengakibatkan terjadinya perbedaan
tentang arti & makna hukum waris itu sendiri bagi masing-masing golongan
penduduk.

Dimana

mempunyai

suatu

arti

belum

terdapat

suatu

keseragaman tentang pengertian dan makna hukum waris sebagai suatu
standar hokum (pedoman) serta pegangan yang berlaku untuk seluruh
wilayah Republik Indonesia.
B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas dapat ditarik sebuah rumusan masalah,
yaitu

bagaimana Hukum Waris Adat

pembagiannya?

1 | Hukum waris adat dalam Islam

dalam Islam

dan pembagian-

C. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dalam penulisan makalah ini, yaitu:
a. Untuk mengetahui pengertian hukum waris adat dan hukum waris Islam
b. Untuk mengetahui bagaimana hukum pembagian waris adat.
c. Untuk mengetahui corak pembagian waris.
d. Untuk menggambarkan proses penerusan harta dalam hukum waris
adat.
e. Untuk mengetahui sistem yang ada dalam hukum waris adat .
f.

Untuk mengetahui sistem hokum waris adat saudara tiri menurut hukum
adat..

2 | Hukum waris adat dalam Islam

Cara pengalihan adalah proses penerusan harta warisan dari pewaris kepada waris. Terjemahan R. harta bawaan dan harta dapetan. serta cara harta warisan itu dialihkan penguasaan dan pemilikannya dari pewaris kepada waris. Adapun yang dimaksud dengan harta warisan adalah harta kekayaan dari pewaris yang telah wafat. Let. 3 | Hukum waris adat dalam Islam . Ng Surbakti Presponoto. baik sebelum maupun sesudah wafat. Hukum Waris Adat Hukum waris adat adalah hukum yang memuat garis-garis ketentuan tentang sistem dan asas-asas hukum waris. Bandung). baik harta itu telah dibagi atau masih dalam keadaan tidak terbagi-bagi. Voricin Vahveve. Asas-Asas dan Susunan Hukum Adat. seperti yang dikemukakan oleh Ter Haar : “Hukum waris adat adalah aturan-aturan hukum yang mengatur cara bagaimana dari abad ke abad penerusan dan peralihan dari harta kekayaan yang berwujud dan tidak berwujud dari generasi pada generasi berikut” (Ter Haar. Termasuk di dalam harta warisan adalah harta pusaka. N. Waris adalah istilah untuk menunjukkan orang yang mendapatkan harta warisan atau orang yang berhak atas harta warisan. Hukum waris adat sebenarnya adalah hukum penerus harta kekayaan dari suatu generasi kepada keturunannya.BAB II PEMBAHASAN A. tentang harta warisan. harta perkawinan. pewaris dan ahli waris. Pewaris adalah orang yang meneruskan harta peninggalan atau orang yang mempunyai harta warisan. 1990.

2009). Jakarta). Dan dalam hukum adat. baik yang berwujud maupun yang tidak berwujud dari pewaris pada waktu masih hidup dan atau setelah meninggal dunia kepada ahli warisnya. Adanya ahli Waris. Dan menurut Wirjono Projodikoro (19911 : 58). hukum adat pada umumnya bersandar pada kaidah sosial normatif dalam cara berpikir yang konkret yang sudah menjadi tradisi masyarakat tertentu (Saebani. Hal. bahwa Hukum Waris Adat mengatur proses penerusan dan peralihan harta. Harta warisan dalam sistem Hukum Adat tidak merupakan kesatuan yang dapat dinilai harganya. 2. Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan. hukum waris adat yang mengatur penerusan dan pengoperan harta waris dari suatu generasi keturunannya.1993.Selain itu. Adanya Pewaris. Dari dua pendapat di atas juga terdapat suatu kesamaan bahwa. diantaranya adalah : 1. dan Penerusan dan Pengoperan harta waris. tetapi merupakan kesatuan yang tidak dapat terbagi atau dapat terbagi tetapi menurut jenis macamnya dan kepentingan para ahli waris. Fiqh Mawaris (Bandung. Adanya Harta Waris. Bab-Bab tentang Hukum Adat. Pradnya Paramita. Adapun sifat Hukum Waris Adat secara global dapat diperbandingkan dengan sifat atau prinsip hukum waris yang berlaku di Indonesia. dari suatu angkatan generasi manusia kepada keturunnya (Soepomo. pendapat Soepomo ditulis bahwa Hukum Adat Waris memuat peraturan-peraturan yang mengatur proses meneruskan serta mengoperkan barang-barang harta benda yang berwujud dan yang tidak berwujud (immateriele goederen). 4. 3. Pustaka Setia. 86). 4 | Hukum waris adat dalam Islam . yaitu : 1. pewarisan haruslah memenuhi empat unsur pokok. Beni Ahmad. Cv. sedangkan menurut sistem hukum barat dan hukum Islam harta warisan dihitung sebagai kesatuan yang dapat dinilai dengan uang.

2. dimana pada umumnya tidak menentukan kapan waktu harta warisan itu akan dibagi atau kapan sebaiknya diadakan pembagian begitu pula siapa yang menjadi juru bagi tidak ada ketentuannya. nenek dan seterusnya keatas. dimana hak dan kedudukan juga bisa seperti anak sendiri (kandung). Dikenal adanya lembaga pengangkatan anak (adopsi). Hukum Waris Adat tidak mengenal adanya hak bagi ahli waris untuk sewaktu-waktu menuntut agar harta warisan segera dibagikan. 5 | Hukum waris adat dalam Islam . Hukum adat mengenal prinsip penggantian tempat (Plaats Vervulling). tetapi merupakan satu kesatuan yang pembagiannya ditangguhkan dan adakalanya tidak dibagi sebab harta tersebut tidak tetap merukan satu kesatuan yang tidak dapat dibagi untuk selamanya. Artinya seorang anak sebagai ahli waris dan ayahnya. maka warisan ini dilakukan secara keatas atau kesamping. 3. Menurut hukum adat tidaklah selalu harta peninggalan seseorang itu langsung dibagi diantara para ahli waris adalah sipewaris meninggal dunia. Dan bagaimana dari cucu ini adalah sama dengan yang akan diperoleh ayahnya sebagai bagian warisan yang diterimanya. maka warisan itu jatuh pada ayah. Kalau ini juga tidak ada yang mewarisi adalah saudara-saudara sipeninggal harta dan keturunan mereka yaitu keluarga sedarah menurut garis kesamping. Ada beberapa prinsip (azas umum) didalam hukum waris adat. Artinya yang menjadi ahli waris ialah pertama-tama anak laki atau perempuan dan keturunan mereka. Selanjutnya akan dibicarakan pembagian harta warisan menurut hukum adat. Kalau tidak ada anak atau keturunan secara menurun. dengan pengertian bahwa keluarga yang terdekat mengecualikan keluarga yang jauh. 4. 3. sebagaimana diatur dalam hukum waris barat dan hukum waris Islam. yaitu : 1. maka tempat dari anak itu digantikan oleh anak-anak dari yang meninggal dunia tadi (cucu dari si peninggal harta). Dalam Hukum Waris Adat tidak mengenal asas legitieme portie atau bagian mutlak. Jika pewarisan tidak dapat dilaksanakan secara menurun.2.

Hukum waris adat menurut Hazairin : “…hukum waris adat mempunyai corak tersendiri dari alam pikiran masyarakat yang tradisional dengan bentuk kekerabatan yang sistem keturunannya patrilineal. Orang lain yang masih hidup (janda atau duda dari pewaris). matrilineal. Adapun berbagai asas itu di antaranya seperti asas ketuhanan dan pengendalian diri. Perbandingan antara Hukum Islam. 1975. Berdasarkan ketentuan Hukum Adat pada prinsipnya asas hukum waris itu penting. adil dan bijaksana. parental atau bilateral” (Hazairin. menurut Muh. kepatutan dan keselarasan dikaitkan dengan waktu. Ketiga asas ini dapat diterapkan dimana dan kapan saja terhadap berbagai masalah yang ada di dalam masyarakat. empat puluh hari. yaitu Pancasila. pemuka masyarakat adat atau pemuka agama yang minta. tempat dan keadaan. Anggota kerabat tetangga. kesamaan dan kebersamaan hak. 3. kala (waktu) dan patra (keadaan). yaitu : 1. Pradnya Paramita.Menurut adat kebiasaan waktu pembagian setelah wafat pewaris dapat dilaksanakan setelah upacara sedekah atau selamatan yang disebut tujuh hari. Anggota keluarga tertua yang dipandang jujur. azas kepatutan dan azas keselarasan. pada waktu-waktu tersebut para anggota waris berkumpul. seratus hari. Kalau harta warisan akan dibagi. maka yang menjadi juru bagi dapat ditentukan antara lain. atau seribu hari setelah pewaris wafat. Bab-bab Tentang Hukum Adat. diharapkan semua masalah akan dapat diselesaikan dengan baik dan tuntas (Moch. 4. Di samping itu. 6 | Hukum waris adat dalam Islam . karena asas-asas yang ada selalu dijadikan pegangan dalam penyelesaian pewarisan. kerukunan dan kekeluargaan. musyawarah dan mufakat. ditunjuk dan dipilih oleh para ahli waris. atau Anak laki-laki tertua atau perempuan. asal saja dikaitkan dengan desa (tempat). Hukum Eropa dan Hukum Adat. Sebab. Dalam masyarakat terutama masyarakat pedesaan sistem keturunan dan kekerabatan adat masih tetap dipertahankan dengan kuat. Koesnoe. Koesnoe. di dalam Hukum Adat juga dikenal tiga azas pokok. Dengan menggunakan dan mengolah asas kerukunan. serta keadilan. Jika dicermati berbagai asas tersebut sangat sesuai dengan kelima sila yang termuat dalam dasar negara RI. yaitu asas kerukunan. 2. Jakarta).

Kekayaan berfungsi untuk memberi basis material bagi kesatuankesatuan rumah tangga yang akan dibentuk oleh keturunan. Hukum waris menurut hukum adat pada dasarnya merupakan sekumpulan hukum yang mengatur proses pengoperan dari satu generasi selanjutnya. Harta suami istri yang diperoleh sendiri sebelum perkawinan. dan d. Unsur-unsur hukum mawaris adat adalah sebagai berikut : 1. disebut harta keluarga (gezinsgoed). Karena harta kekayaan itu merupakan basis material dari pada kesatuan-kesatuan kekeluargaan. Harta suami istri yang diperoleh dari harta warisan dari orang tuanya(toessheding). pengoperan dan penerusan kedudukan harta material dan immaterial. Harta suami istri yang diperoleh bersama-sama semasa perkawinan. 7 | Hukum waris adat dalam Islam . maka dari sudut lain harta kekayaan itu merupakan alat untuk mempersatukan kehidupan keluarga. b.). Kekayaan yang biasa. Jadi pewarisan ini bukan merupakan pewarisan individual. Kaliurang. 1980. mengenai penerusan. b. Badan Kerjasama PTIS.Seminar Pembinaan KuRikulum Hukum Islam di Perguruan Tinggi. c. antara lain : a. Harta yang ketika menikah kepada pengantin (suami istri) Kekayaan dalam keluarga tersebut pada dasarnya memiliki beberapa fungsi : a. Harta benda materiil dan imateriil Tiap kesatuan keluarga mesti ada benda-benda material yang dimiliki oleh keluarga itu.hlm 1-20. c. dapat diperoleh dengan cara. Proses pengoperan atau hibah atau pewarisan atau warisan Maksud dari proses disini berarti bahwa pewarisan hukum adat bukan selalu aktual dengan adanya kematian. yang disebut dengan kekayaan. Kekayaan merupakan basis material dalam kehidupan keluarga yang dinamakan harta rumah tangga bagi kesatuan rumah tangga. penerusan itu dari generasi ke generasi berikutnya. 2. atau walaupun tak ada kematian proses pewarisan itu tetap ada.

menurut kaidah hukum yang berlaku. tidak dilakukan pembagian atau pada dasarnya harta peninggalan tak dibagi-bagi. Berdasarkan ketentuan mengenai fungsi dari pada harta kekayaan. maka pada dasarnya dalam proses pewarisan. Harta peninggalan yang tidak dapat dibagi yaitu. Karena harta kekayaan itu adalah pemersatu kehidupan keluarga. Satu generasi kegenerasi selanjutnya Pada dasarnya yang menjadi ahli waris dalam hukum adat adalah angkatan (generasi). dan waris matrilineal. b. Hibah dibagi menjadi dua yaitu hibah biasa (pembagian barang milik seseorang yang langsung diikuti dengan pnyerahan seketika barang). 4. peninggalan yang dibagibagikan pada ahli warisnya yaitu kepada anak-anaknya. maka hartanya menjadi harta pusaka yang dimiliki oleh komplek-famili yang dipimpin oleh kepala-famili. 3. juga barangbarang itu kepada yang mendapat barang masing-masing dan 8 | Hukum waris adat dalam Islam . yaitu dimiliki oleh keluarga didalam arti kerabat (famili)). dan hanya ada seorang anak saja yang berhak mewarisi. Tata cara penyelenggaraan pembagian warisan. yaitu : a. Harta peninggalan yang dapat dibagi yaitu. mayorat (sistem pewarisan dimana anak tertua yang menjadi ahli waris) dan kolektif (suatu sistem kewarisan yang dimana harta pusaka yang dimiliki bersama. waris patrilineal. Waris Waris berdasarkan sistem tata tertib sanak yang terbagi dalam tiga sistem yaitu waris parental. Hibah Yaitu perbuatan hukum yang dimana seseorang tertentu memberikan sutau barang(kekayaan) tertentu kepada seseorang yang diingkan. jika orang itu meninggal. yaitu : a. maka dalam hukum waris di kenal dua harta macam peninggalan. b. Harta peninggalan yang tidak dapat dibagi di golongkan menjadi dua yaitu.d. dan hibah wasiat (pembagian barang milik seseorang yang tidak selalu diikuti penyerahan seketika itu. Tata cara penyelenggaraannya pembagian warisan menurut hukum adat meliputi tiga cara.

Lampung. Sistem Individual Berdasarkan prinsip sistem ini. secara garis besar dapat dikatakan bahwa sistem (pembagiannya) hukum waris adat terdiri dari tiga sistem.abru akan diserahkan apabila si pemberi sudah meninggal dunia). yaitu pater (bahasa Latin) yang berarti "ayah". Patilineal berasal dari dua kata. 9 | Hukum waris adat dalam Islam . Pada umumnya sistem ini dijalankan di masyarakat di Jawa dan masyarakat tanah Batak (Soekanto. Teluk Yos Sudarso) atau perempuan tertua (Semendo/Sumatera Selatan). Menurut ketentuan Hukum Adat yang berkembang di dalam masyarakat. Abdul Ghofur. (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Sistem Kolektif Menurut sistem ini ahli waris menerima penerusan dan pengalian harta warisan sebagai satu kesatuan yang tidak terbagi dan tiap ahli waris hanya mempunyai hak untuk menggunakan atau mendapat hasil dari 2. Ambon dan Minahasa. Sistem Mayorat Menurut sistem ini harta warisan dialihkan sebagai satu kesatuan yang tidak terbagi dengan hak penguasaan yang dilimpahkan kepada anak tertentu saja. dan linea (bahasa Latin) yang berarti "garis". saja. anak laki-laki termuda (Batak) atau perempuan termuda atau anak laki-laki 3. Jadi. maka setiap ahli waris mendapatkan atau memiliki harta warisan menurut bagiannya masing-masing. "patrilineal" berarti mengikuti "garis keturunan yang ditarik dari pihak ayah". pluralisme terjadi pada umumnya disebabkan oleh adanya pengaruh dari susunan/kekerabatan yang dianut di Indonesia. Untuk bidang hukum waris adat. harta tersebut. hal. Adapun susunan tersebut antara lain : 1. Filsafat Hukum Kewarisan Islam (Yogyakarta: UII Press. 2005). Hukum Adat Indonesia. 2012). Dengan kata lain hibah wasiat berlaku setelah si pemberi meninggal. Soerjono. 78) : 1. hal 260). Contohnya seperti Minangkabau. yaitu (Anshori. misalnya anak laki-laki tertua (Bali. Pertalian keturunan menurut garis laki-laki (Patrilineal) Patrilineal adalah suatu adat masyarakat yang mngatur alur keturunan yang berasal dari pihak ayah.

selanjutnya ia tidak merupakan ahli waris orang tuanya yang meninggal dunia. laki-laki dianggap anggota keluarga sebagai orang tua (ibu). suami-isteri. 5.wikipedia. yaitupater yang berarti "ayah" dan archein (bahasa Yunani) yang berarti "memerintah". Hukum Waris Ri dalam Perspektif Islam Adat dan BW. Anak-anak memakai nama keluarga (marga) ayah. Dalam masyarakat tertib Patrilineal seperti halnya dalam masyarakat Batak Karo. Silsilah keluarga didasarkan pada anak laki-laki. yaitu : 1. maka pemeliharaan anakanak menjadi tanggung jawab ayahnya. Anak perempuan tidak dapat melanjutkan silsilah (keturunan keluarga). dan dalam masyarakat Batak pada umumnya” (Eman Suparman. 2005). Dalam adat. 43). 3. 4. (Bandung: Refika Aditama. hlm. Anak laki-laki kelak merupakan ahli waris dari ayahnya baik dalam adat maupun harta benda. contohnya pada masyarakat Batak dan Bali. wanita tidak dapat mewakili orang tua (ayahnya) sebab ia masuk anggota keluarga suaminya. Dalam adat. Dalam rumah-tangga. Anak laki-laki merupakan ahli waris pada masyarakat patrilineal. "patriari" berarti "kekuasaan berada di tangan ayah atau pihak lakilaki" (http://id. khususnya. Yang menjadi ahli waris hanya anak laki-laki sebab anak perempuan yang telah kawin dengan cara "kawin jujur" yang kemudian masuk menjadi anggota keluarga pihak suami. isteri bukan kepala keluarga.Sementara itu patriarkat berasal dari dua kata yang lain. Di dalam sistem ini kedudukan dan pengaruh pihak laki-laki dalam hukum waris sangat menonjol. dipengaruhi oleh beberapa faktor. Jadi. Apabila terjadi perceraian. Istri digolongkan ke dalam keluarga (marga) suaminya. 2. Pada umumnya masyarakat Bali menganut susunan kekeluargaan patrilinial. Di dalam pelaksanaan penentuan ahli waris dengan menggunakan kelompok keutamaan maka harus diperhatikan prinsip garis keturunan yang dianut oleh suatu masyarakat tertentu. sehingga dalam hukum adat di Bali terdapat persyaratan-persyaratan sebagai ahli waris menurut I Gde Pudja adalah : 10 | Hukum waris adat dalam Islam .org/wiki/PatRilineal).

Dalam sistem hukum adat waris patrilineal. Ahli waris harus mempunyai hubungan darah. 11 | Hukum waris adat dalam Islam . Bila tidak ada anak dan tidak ada anak angkat. yang memakai marga itu berlaku keturunan patrilineal maka orang tua merupakan pewaris bagi anak-anaknya yang laki-laki dan hanya anak laki-laki yang merupakan ahli waris dari orang tuanya.1. Bila tidak ada anak barulah jatuh kepada anak yang bukan sedarah yang karena hukum ia berhak menjadi ahli waris misalnya anak angkat 4. karena di dalam hukum adat perkawinan suku bersistem patrilineal. 42. pewaris adalah seorang yang meninggal dunia dengan meninggalkan sejumlah harta kekayaan. sehingga fungsi anak angkat itu sebagai penerus generasi atau keturunan. baik harta itu diperoleh selama dalam perkawinan maupun harta pusaka. Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Hindu dan Budha Departeman Agama INDONESIA. sehingga anak perempuan tersebut dapat menjadi sebagai ahli waris dari harta warisan orang tuanya. hukum Hindu membuka kemungkinan adanya penggantian melalui penggantian atas kelompok ahli waris dengan hak keutamaan kepada kelompok dengan hak penggantian lainnya yang memenuhi syarat menurut Hukum Hindu (I Gde Pudja Pedoman Penghayatan Dan Pengamalan Pancasila dan Ajaran Hindu Dharma. (selanjutnya disingkat I Gde Pudja I) hlm.). Apabila suatu keluarga hanya mempunyai anak perempuan tanpa ada anak laki-laki maka anak perempuan itu dapat diangkat statusnya sebagai anak laki-laki (sentana rajeg) dengan cara perkawinan ambil laki. yaitu misalnya anak pewaris sendiri 2. Anak angkat berdasarkan hukum waris adat di Bali dilakukan bilamana suatu keluarga tidak mempunyai keturunan. Anak itu harus laki-laki 3. agar mantap sebagai penerus keturunan dan tidak ada keragu-raguan maka pengangkatan anak ini haruslah diadakan upacara “pemerasan” dan diumumkan di hadapan masyarakat Upacara penggangkatan anak ini dimaksudkan untuk melepaskan anak itu dari ikatan atau hubungan dengan orang tua kandungnya dan sekaligus memasukkan anak itu ke dalam keluarga yang mengangkatnya. Cetakan Keempat.

Pola pembagian harta warisan masyarakat parental adalah : a. yaitu yang merupakan ahli waris adalah anak laki-laki maupun anak perempuan. seluruh Sulawesi. Dengan sistem tersebut. Hal tersebut mungkin didasarkan pada pertimbangan bahwa di antara ketiga sistem kekeluargaan itu perbedaannya sangat prinsipil karena seolah-olah sistem patrilineal merupakan kebalikan dari sistem matrilinial.Sifat masyarakat patrilinial adalah masyarakat yang anggota- anggotanya menarik garis keturunan melalui garis bapak. nenek beserta saudara-saudaranya. Sifat kekeluargaan masyarakat adat ini disebut juga dengan masyarakat Unilaterial. baik untuk harta pusaka tinggi (harta yang turun-temurun dari beberapa generasi). 12 | Hukum waris adat dalam Islam . Semendo (Sumatera Selatan) 3. baik laki-laki maupun perempuan. Sistem Parental ini berbeda dengan dua sistem kekeluargaan sebelumnya yaitu sistem patrilineal dan sistem matrilinial. anak laki-laki dan anak perempuan mempunyai hak untuk diperlakukan sama. Pada masyarakat unilaterial diperlakukan kawin jujur.laki. Kemudian kedua system tersebut dirangkum oleh satu sistem yang mengambil unsur dari kedua sistem tersebut. Yang berhak mewarisi hanyalah anak laki.laki c. maupun harta pusaka rendah (harta yang turun dari satu generasi). Riau. yakni saudara laki-laki dan saudara perempuan. Pertalian keturuman menurut garis perempuan (matrilineal) Sistem kekeluargaan di Minangkabau adalah sistem yang menarik garis keturunan dari pihak ibu yang dihitung menurut garis ibu. Sumatera Timur. Aceh. sehingga dalam proses pengalihan sejumlah harta kekayaan dari pewaris kepada ahli waris. dan Lombok.laki b. Contoh lainnya : Kerinci (Jambi). Madura. maka semua anak-anak hanya dapat menjadi ahli waris dari ibunya sendiri. sistem ini memiliki ciri khas tersendiri. jika tidak memiliki anak laki. Sumatera Selatan. Ternate. Kakek. Pertalian keturunan menurut garis Ibu dan bapak (parental/bilateral) Sistem ini dianut di daerah Jawa. jika kakek tidak ada Contoh lainnya : Ambon 2. Mereka mempunyai hak yang sama atas harta peninggalan orangtuanya. seluruh Kalimantan. Saudara laki.

Kelompok asal dari pada pewaris.3 seterusnya ke atas dari pihak laki-laki dan perempuan. baik laki-laki maupun perempuan seterusnya sampai anak cucunya serta paman dan bibi seterusnya sampai anak cucunya. buyut pewaris. Dari segi hubungan antara pewaris dengan ahli waris a.1 Keturunan pewaris. Menurut Hazairin ada tujuh kelompok keutamaan ahli waris parental atau bilateralada kelompok ahli pertama. Jawa Barat dan Daerah Khusus Ibukota Jakarta. termasuk Jawa Timur. kakek dan nenek pewaris. canggah pewaris dan seterusnya ke bawah b. Jawa Tengah.2 sampai galih asem. kelompok ahli waris kedua. kelompok ahli waris ketiga dan seterusnya sampai kelompok ahli waris ketujuh 13 | Hukum waris adat dalam Islam . sebenarnya dapat dilihat dari beberapa segi : 1. cucu pewaris. buyut laki-laki dan buyut perempuan pewaris. yaitu orang tua dari pewaris. Dan sistem pembagian harta warisan dalam masyarakat ini adalah individual artinya bahwa harta peninggalan dapat dibagi-bagikan dari pemiliknya atau pewaris kepada para ahli warisnya.Bahkan proses pemberian harta kepada ahli waris khususnya kepada anak. seperti saudara-saudara pewaris.laki b. Dari segi jenis kelamin a. Sifat sistem hukum kewarisan adat parental atau bilateral yang pada umumnya di pulau Jawa. Kelompok ketiga adalah hubungan kesamping dari pewaris. Kelompok hubungan kekerabatan karena adanya hubungan darah ini ada tiga yaitu kelompok : b. dan dimiliki secara pribadi. baik kepada anak laki-laki maupun anak perempuan umumnya telah dimulai sebelum orang tua atau pewaris masih hidup. seperti anak pewaris. Kelompok perempuan 2. seperti ayah dan ibu dari pewaris. dan b. Kelompok laki. Kelompok ahli waris karena terjadinya ikatan perkawinan suami dan istri b. dan siwo atau uwa laki-laki dan perempuan sampai anak cucunya. Dalam sistem hukum warisan parental atau bilateral juga menganut keutamaan sebagai mana sistem hukum warisan matrilinial.

artinya laki-laki mendapat dua bagian. Namun dalam perkembangannya hukum warisan adat parental khususnya di Jawa kelompok laki-laki dengan kelompok perempuan bervariasi ada dua berbanding satu. maksudnya bagian warisan laki-laki sama dengan bagian perolehan perempuan. tampaknya hukum warisan parental itu tidak terlepas dari sistem kekerbatan yang berlaku. Sehingga kedudukan ahli waris lakilaki dan perempuan sama sebagai ahli waris. Sehingga kelompok-kelompok ini mempunyai akibat hukum. Ahli warisnya adalah : 14 | Hukum waris adat dalam Islam . sehingga perolehan harta warisannya tidak ada perbedaan.Dimaksud kelompok keutamaan disini. yang paling berhak atas harta warisan dari pewaris. Dengan adanya perubahan perolehan harta warisan antara laki-laki dengan perempuan. bahwa kelompok pertama menutup kelompok kedua. karena hukum warisan Islam perolehan harta warisan antara laki-laki dengan perempuan dua berbanding satu. sedangkan perempuan mendapat satu bagian.anggotanya menarik garis keturunan melalui garis ibu dan garis bapak. Sifat masyarakat parental adalah masyarakat yang anggota. Adanya variasi itu karena terpengaruh ajaran agama Islam. Atas dasar kesamaan hak antara laki-laki dengan perempuan. yaitu satu berbanding satu. ialah suatu garis hukum yang menentukan di antara kelompok keluarga pewaris. karena kelompok ahli waris itu menghitungkan hubungan kekerabatan malalui jalur laki-laki dan jalur perempuan. (lihat Al-Qur‘an Surat AnNisa‘ ayat 11 dan 12). meskipun dalam praktek belum seluruhnya mayarakat merecepsi hukum warisan Islam. ini membuktikan bahwa hukum warisan adat parental khususnya di Jawa telah mendapat resepsi dari hukum Islam. harta warisan dibagi menjadi dua. Jika salah satu meninggal. artinya kelompok pertama diutamakan dari kelompok kedua dan kelompok kedua diutamakan dari kelompok ketiga dan seterusnya. yaitu harta benda asal ditambah setengah harta benda perkawinan. Berdasarkan uraian tersebut di atas. Pola pembagian harta waris : 1. artinya laki-laki mendapat bagian dua bagian dan perempuan mendapat satu bagian. dan kelompok kedua menutup kelompok ketiga seterusnya sampai kelompok ketujuh.

maka harta benda bersama jatuh pada yang masih hidup. B.anaknya (laki. Universitas Islam Bandung. Selain itu hukum Islam juga memiliki prinsip yang sangat bersahaja.a. Falsafah Hukum Islam. Jika keduanya meninggal tanpa anak. Filsafat Hukum Islam. Sejarah dan Perkembangan Hukum Islam. Bandung. dan diturunkan (diterapkan) secara berangsur-angsur (Jaih Mubarok. Dan hukum kewarisan Islam secara mendasar memang merupakan ekspresi langsung dari teks suci yang berasal dari Al-Quran dan Ash-Sunnah. dengan karakteristiknya yang sempurna. 46-51. dinamis dan sistematis. Jakarta. LPPM. Artinya hukum kewarisan dalam Islam merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap muslim. ia dianggap sebagai hukum yang berlaku secara mutlak (Juhaya S. hal. dengan konsep kemaslahatan.laki atau perempuan) dengan bagian sama rata. 2.). menentukan siapa-siapa yang berhak menjadi ahli waris 15 | Hukum waris adat dalam Islam . Hukum kewarisan Islam dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI) dirumuskan dalam Pasal 171 huruf a : Hukum kewarisan adalah hukum yang mengatur tentang pemindahan hak pemilikan harta peninggalan (tirkah) pewaris. pluralis.laki). Semua anak. Jakarta: 2000. Bila ada anak. 7-11. tidak menyulitkan. 1997. 1995.). hal. 107. harta benda bersama jatuh pada famili kedua belah pihak. hal. Istilah waris dalam Islam disebut juga dengan fara’id yaitu bentuk jamak dari faridah yang secara harfiyah berarti bagian yang telah ditentukan.). Bila tidak beranak. Pengertian ini erat kaitannya dengan fardu yang berarti kewajiban yang harus dilaksanakan (Faturrahman Djamil. bila yang tertua tidak ada.Praja. maka harta asal jatuh pada famili yang tertua dari yang meninggal (orang tua). Rosda Karya. menegakkan keadilan. logos Wacana Ilmu. b. harta asal jatuh pada ahliwaris kedua dari kedua orangtua tersebut (saudara laki. Hukum kewarisan Islam adalah hukum yang mengatur segala sesuatu yang berkenaan dengan peralihan hak atau kewajiban atas harta kekayaan seseorang setelah ia meninggal dunia kepada ahli warisnya. c. universal. Hukum Waris Islam Hukum Islam adalah hukum yang sangat demokratis. menyedikitkan beban.

Hasbi Ash Shiddieqy. Bulan Bintang. Hukum Waris Islam merupakan ketentuan Al Qur’an dan Hadist. yang sesuai dengan bangsa Indonesia yang berfalsafah Pancasila dan sesuai pula dengan aspirasi yang benarbenar hidup di masyarakat. 3. makruh). hal. Pelanggaran atas hak orang lain atau kelalaian dalam melaksanakan kewajiban akan menjadikan adanya persoalan atau permasalahan baru. sunat. Penggunaan hukum Waris Islam tergantung pada keimanan merupakan faktor utama. 16 | Hukum waris adat dalam Islam . hal. Seperti halnya hukum kewarisan yang lain. haram. Kita sebagai negara yang telah lama merdeka dan berdaulat sudah tentu mendambakan adanya hukum waris sendiri yang berlaku secara nasional (seperti halnya hukum perkawinan dengan UU Nomor 1 Tahun 1974). Sebab masalah yang belum atau ditunjukkan oleh Al-Qur’an atau sunnah itu diserahkan kepada pemerintah. yang sesuai dengan kemaslahatan masyarakat dan perkembangan kemajuannya (M.dan berapa bagiannya masing-masing. Hukum waris yang berlaku bagi warga Negara Indonesia (WNI) saat ini ada tiga macam yaitu : 1. Jakarta:1998. dan ahlul hilli wal’aqdi (orang-orang yang punya keahlian menganalisa dan memecahkan masalah) untuk melakukan pengkajian atau ijtihad guna menetapkan hukumnya. hanya sebagian kecil saja yang telah ditunjukkan oleh Al-Qur’an atau sunnah dengan keterangan yang jelas dan pasti.). 23. Hukum Waris Barat tertuang di dalam KUH Perdata 2. Setiap masalah yang dihadapi oleh manusia ada hukumnya (wajib. Jakarta: 1975. Namun. Intisari Hukum Waris menurut Burgelijke Wetboek. Falsafah Hukum Islam. yaitu mewujudkan kemaslahatan umum dan memberikan kemanfaatan. Hal ini adalah akibat warisan hukum yang dibuat oleh pemerintah kolonial Belanda untuk Hindia Belanda dahulu. ulama atau cendekiawan Muslim. Hal itu jelas tidak sejalan dengan tujuan Hukum Islam. Ghalia. dalam hukum kewarisan Islam juga terdapat pengaturan tentang hak-hak dan kewajiban-kewajiban yang harus ditaati dan diikuti oleh setiap muslim. disamping ada pula hikmahnya atau motif hukumnya. Hukum Waris Adat beraneka tergantung di lingkungan mana masalah waris itu terbuka (Suraini Ahlan Syarif. mubah. 380-404). dan kerusakan bagi umat manusia.

e. f. Jakarta: 1999/2000. h. Departemen Agama RI. syarat dan rukun waris yang telah dimasukkan dalam pasal-pasal yang ada dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI) sama sekali tidak menyimpang dari ajaran Islam. Kompilasi Hukum Islam di Indonesia. hal. Untuk lebih jelasnya dalam Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1991 tentang Kompilasi Hukum Islam (KHI) dalam buku II (Hukum Kewarisan) yang terdiri dari 6 Bab dan 43 pasal (pasal 171-214) yang pada intinya isi dari KHI adalah berasal dari kita-kitab fiqih para ulama terkemuka yang dasar-dasar hukumnya diambil dari kitab-kitab fiqih mawaris. c. d. pembagian waris sampai penghalang mewarisi tidak akan pernah selesai. besarmya bagian warisan. adapun segala tindakan yang tidak sesuai atau bertentangan dengan peraturan yang ada akan dianggap sebagai bentuk dari perbuatan melanggar hukum. tempat dan keadaan sosial kultural Indonesia. b. Kompilasi Hukum Islam (KHI) merupakan wujud nyata pembaharuan hukum Islam di Indonesia yang disesuaikan dengan perubahan waktu. Namun permasalahan tentang kewarisan. Perempuan Wanita yang menerima pusaka adalah sebagai berikut : a.Setiap tindakan warga negara Republik Indonesia yang beragama Islam harus mematuhi aturan-aturan yang terdapat dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI). karena masalah-masalah baru akan terus bermunculan seiring dengan perkembangan zaman yang semakin kompleks. Anak perempuan Cucu perempuan Ibu Nenek (ibu dari ibu) Nenek (ibu dari bapak) Saudara perempuan se-ibu dan se-bapak Saudara perempuan se-bapak Saudara perempuan se-ibu 17 | Hukum waris adat dalam Islam . Ahli waris dalam Hukum Islam telah ditetapkan atau ditentukan yakni terdiri dari : 1. g.134. Meskipun demikian segala hal yang berkaitan dengan hukum kewarisan Islam seperti kriteria sebagai ahli waris. tempat dan keadaan (Ditbinbapera Ditjen Binbaga Islam Departemen Agama RI. Di dalam fiqih terdapat kaidah yang mengatakan bahwa hukum Islam dapat berubah karena perubahan waktu.).

Anak laki-laki Cucu laki-laki dari anak laki-laki Bapak Datuk Saudara laki-laki se-ibu dan se-bapak Saudara laki-laki se-ibu Saudara laki-laki se-bapak Anak laki-laki saudara laki-laki se-ibu dan se-bapak Anak laki-laki dari saudara laki-laki se-bapak Mamak se-ibu dan se-bapak (saudara bapak laki-laki se-ibu dan se- k. yaitu : a. d. c. e. akan tetapi hanya berdasarkan hubungan kasih sayang. Yang menjadi ashabah dengan sendirinya (Ashabah Binafsi) Contoh : Semua daftar laki-laki dikurangi saudara laki-laki se Ibu dan suami b.i. h. yakni : a. Yang menjadi ashabah bersama orang lain (Ashabah Ma’alhair) 18 | Hukum waris adat dalam Islam . Laki-laki Laki-laki yang mendapat harta pusaka terdiri dari 15 (lima belas) orang. Yang menjadi ashabah dengan sebab orang lain (Ashabah Bi’lghair) Contoh : Anak perempuan disebabkan karena adanya anak lakilaki dan anak perempuan. j. b. c. o. l. j. g. ataupun disebut anak kerabat yang tidak termasuk zawil furud dan juga tidak termasuk didalamnya golongan ashabah. Ashabah Ashabah menurut ilmu bahasa artinya penolong pelindung. Ashabah terdiri dari tiga bagian. i. f. 4. n. bapak) Mamak se-bapak (saudara bapak laki-laki se-bapak) Anak laki-laki dari mamak (se-ibu dan se-bapak) Anak laki-laki dari mamak (se-bapak) Suami Laki-laki yang memerdekakan sahaja (tidak berlaku lagi) 3. Istri Perempuan yang memerdekakan (tidak berlaku lagi) 2. Zul arham Yaitu kaum keluarga yang lain yang tidak memperoleh pembagian pusaka. m.

Zaman kerajaan meninggalkan warisan-warisan budaya yang hingga saat ini masih terasa. Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terutama Islam. b. Tujuanya adalah dipergunakan untuk Masjid dan kemaslahatan kaum Muslimin. yaitu : a. d. Belanda berada di Indonesia sekitar 3. f. Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam juga tidak bisa 19 | Hukum waris adat dalam Islam . Hukum Islam dan Hukum Adat di Indonesia Sistem hukum Indonesia merupakan perpaduan dari hukum agama. C. hukum adat. 1/2 1/4 1/8 2/3 1/3 1/6 (seperdua) (seperempat) (seperdelapan) (dua pertiga) (sepertiga) (seperenam) Demikianlah ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan dalam Hukum Islam menyangkut masalah ahli waris dan bagian-bagian yang diperoleh terhadap harta peninggalan pewaris yang kelak akan dibagi-bagi sesama ahli waris dengan sistem kewarisan Islam yang dianut yaitu sistem kewarisan Individual/Bilateral. Kemudian secara singkat atau diuraikan mengenai ketentuan bagian-bagian yang diperoleh ahli waris atas harta peninggalan si pewaris berdasarkan Hukum Islam. Bukti peninggalan atau fakta sejarah mengatakan bahwa Indonesia terdiri dari kerajaan-kerajaan Hindu dan Budha. Salah satunya adalah peraturan-peraturan adat yang hidup dan bertahan hingga saat ini masih terasa dan bertahan hingga kini. maka sisa itu diberikan ke Baitalmal. Bangsa Indonesia sebelumnya juga merupakan bangsa yang telah memiliki budaya atau adat yang sangat kaya.5 abad lamanya maka tidak heran apabila banyak peradaban mereka yang diwariskan termasuk sistem hukum. Baitu Al-Maal Jika di dalam pembagian pusaka terdapat sisa. dan hukum negara eropa terutama Belanda sebagai bangsa yang pernah menjajah Indonesia. Selain itu. c. e. Salah satunya adalah peraturan adat yang hidup dan nilai-nilai hukum adat merupakan salah satu sumber hukum di Indonesia.5.

dan 2 perempuan). Manurung tadi. mereka dikaruniai 5 orang anak (3 laki-laki. Bakri. Karena beragama Islam. D. Maka dikumpulkan 5 anaknya tersebut untuk membicarakan pembagiannya. Ayah mereka menyerahkan semuanya kepada mereka tentang cara pembagiannya. Pengantar Hukum Indonesia. Siregar pada tahun 1959 dengan proses secara Islam. Maka sebelum terjadi percekcokan diantara mereka. maka mereka yang 2 orang memutuskan untuk tidak mengambil bagian mereka dan memberikan kepada saudara mereka yang kekurangan. Siregar meninggal dunia. apakah dengan hukum adat atau hukum Islam. mereka sepakat pembagian dilakukan menurut hukum waris Islam dimana anak laki-laki mendapat 2 bagian dibanding anak perempuan. ibu mereka kartini br. Walaupun memang mereka sudah tahu hak masingmasing dari ahli waris (Wawancara dengan bapak L. Namun diantara anak-anak L. dimana tetap bagian anak laki-laki dua kali bagian anak perempuan). Dari kasus diatas dapat dianalisa bahwa mereka melakukan pembagian warisan menurut hukum Islam dimana bahagian laki-laki lebih besar dari 20 | Hukum waris adat dalam Islam . Sedangkan status sebagi negara dengan slogan Bhineka Tunggal Ika juga membuat sistem hukum Indonesia tidak bisa tidak untuk menyerap berbagai hukum adat yang sudah sejak lama ada di masyarakat Indonesia (M. Manurung yang menyelesaikan kasus pembagian waris secara hukum waris Islam dengan cara kekeluargaan. sistem hukum Indonesia sekarang juga erat kaitannya dengan hukum agama meskipun tidak menyerap seutuhnya dari hukum agama tersebut. Manurung) berinisiatif membagi harta warisan berupa rumah dan tanah. Pada tahun 2002. Penerbit : Elektrik Pertama dan Terbesar di Indonesia). Contoh Kasus Dalam Hukum Waris Contoh kasus I L. Oleh karena itu.melepaskan diri begitu saja dari unsur agama. Sistem Hukum Indonesia Pada Era Reformasi. Manurung menikah dengan Kartini br. ada 2 orang yang sudah berhasil dan sukses. ayah mereka (L.

Sitorus yang menyelesaikan pembagian harta warisan secara musyawarah dengan pembagian secara merata kepada ahli waris). Pemberian yang dilakukan ahli waris kepada ahli waris lainnya itu sah-sah saja selama yang dia berikan itu adalah memang mutlak hak yang memberi tadi. mereka dikaruniai 9 anak (5 anak laki-laki dan 4 perempuan). Ayah mereka A. Namun. BAB III PENUTUP 21 | Hukum waris adat dalam Islam . Tidak berhak mereka untuk berbicara apapun. M. dari pernikahan tersebut. setelah itu ditentukan hari pembagian.bagian perempuan. rumah. Semua berkumpul. Ibunya setuju. Namun tetap jalur musyawarah yang mereka utamakan. maka mereka bermusyawarah untuk membagikan harta warisan mereka. Namun karena anak-anak yang 9 orang ini takut nantinya harta mereka dikuasai ibunya. Dalam hal pembagian warisan ini semua menantu dari anak mereka yang sudah menikah turut hadir untuk menyaksikan pembagian itu.M. Almarhum meninggalkan harta warisan berupa tanah.M. Contoh kasus II A. karena mereka semua menjunjung tinggi kebersamaan agar tidak tercipta keserakahan diantara mereka. walaupun dalam hal itu mereka hanya mendengar saja. dan juga benda bergerak lainnya. Sitorus telah meninggal tahun 2005. Sitorus menikah dengan Misna tahun 1952. baru sisanya itu lah yang menjadi boedel warisan. maka mereka semua memutuskan bahwa semua harta itu dibagi secara rata (Wawancara dengan Bapak A. jangan lupa untuk mengeluarkan bagian ayah terlebih dahulu.

dan hukum waris adat. Namun demikian berbicara mengenai hukum waris. Kesimpulan Pengertian hukum waris belum terdapat keseragaman sebagai suatu pedoman atau standar hukum. adanya pewaris. artinya laki-laki mendapat bagian dua bagian dan perempuan mendapat satu bagian. akan tetapi disesuaikan dengan perkembangan zaman. Jadi. hal tersebut dapat dilihat dalam Al-Qur‘an Surat An-Nisa‘ ayat 11 dan 12. Maksudnya yaitu bagian warisan laki-laki sama dengan bagian perempuan. dimana tiap-tiap golongan penduduk memberi arti dan definisi sendiri-sendiri. yaitu satu banding satu. Ahli waris saudara tiri menurut adat Anak tiri yang di Jawa dikenal sebagai anak gawan adalah Anak yang dibawa masuk ke dalam perkawinan yang baru oleh suami atau isteri. karena hukum warisan Islam perolehan harta warisan antara laki-laki dengan perempuan dua berbanding satu. kedua hukum waris tersebut sepakat bahwa didalamnya terdapat tiga unsur penting yakni. keluarga-keluarga indonesia cenderung untuk tidak lagi mempertahankan sistem kekerabatan patritineal atau matrilineal dengan sistem pewarisan kolektif atau mayorat. adanya harta peninggalan atau harta kekayaan pewaris yang disebut warisan. Jadi pada hakekatnya anak tiri adalah anak 22 | Hukum waris adat dalam Islam . perolehan harta warisannya tidak ada perbedaan. kesadaran. Disamping itu terkait juga dengan hubungan dan didominasi oleh perasaan. seperti terlihat pada sistem hukum waris Islam.A. artinya laki-laki mendapat dua bagian. Di beberapa daerah. walaupun disana sini masih nampak adanya pengaruh kedudukan anak tertua lelaki sebagai pengganti kedudukan ayah. dan adanya ahli waris. sistem pewarisan telah mengarah kepada susunan kekeluargaan parental dan sistem pewarisan individual. sedangkan perempuan mendapat satu bagian. Adanya variasi itu karena terpengaruh ajaran agama Islam. kepercayaan dan agama (berkaitan erat dengan pandangan hidup seseorang). tidak lagi mempertahankan hukum adat yang lama. Atas dasar kesamaan hak antara laki-laki dengan perempuan. Namun dalam perkembangannya hukum warisan adat parental khususnya di Jawa kelompok laki-laki dengan kelompok perempuan bervariasi ada dua berbanding satu.

Praja. Hazairin. Sejarah dan Perkembangan Hukum Islam. Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Hindu dan Budha Departeman Agama INDONESIA. hal. Jakarta: 1999/2000. logos Wacana Ilmu. 400K/Sip/1975. Bandung. I Gde Pudja Pedoman Penghayatan Dan Pengamalan Pancasila dan Ajaran Hindu Dharma. Bab-bab Tentang Hukum Adat. 2005). 1975. 46-51. Jakarta: 2000. Filsafat Hukum Islam. DAFTAR PUSTAKA Sumber Buku Anshori. 107. (selanjutnya disingkat I Gde Pudja I) hlm. hal. Citra Aditnya Bakti. 78. tanggal 18 – 111976. hlm. hal. 1995. Menurut Hukum Waris Adat Anak tiri hanya mewaris dari orang tua kandungnya saja anak tiri tidak mewaris dari orang tua tirinya. Pradnya Paramita. Jakarta. 7-11. Jaih Mubarok. yang menyatakan : Barang gono gini harus jatuh pada anak kandung. Bandung. Juhaya S. 2005). No. Cetakan Keempat. Abdul Ghofur. Ditbinbapera Ditjen Binbaga Islam Departemen Agama RI. (Bandung: Refika Aditama. 23 | Hukum waris adat dalam Islam . 42. PT. oleh karena itu hibah tanpa sepengetahuan yang berkepentingan patut dibatalkan. Putusan Mahkamah Agung Republik IndonesiaI. Eman Suparman. 1993 . Kompilasi Hukum Islam di Indonesia. 43. Hukum Waris Ri dalam Perspektif Islam Adat dan BW. Universitas Islam Bandung. bukan kepada anak gawan. Hilman Hadikusuma . hal. Jakarta. Falsafah Hukum Islam.134. karena orang tuanya kawin lagi. Namun dalam kehidupan sehari-harinya ia dapat ikut menikmati kesejahteraan rumah tangga bersama bapak tirinya atau ibu tirinya bersama-sama dengan saudara-saudara tirinya. Faturrahman Djamil. akan tetapi dibawa masuk ke dalam perkawinan yang baru. LPPM.dari suami atau isteri dengan isteri atau suaminya yang terdahulu. Hukum Waris Adat . Departemen Agama RI. Rosda Karya. hal. 1997. Filsafat Hukum Kewarisan Islam (Yogyakarta: UII Press.

1980. M.hlm 1-20. Asas-Asas dan Susunan Hukum Adat. pukul 12:31 WIB 24 | Hukum waris adat dalam Islam . 380-404. Koesnoe. Beni Ahmad.kompasiana. Ng Surbakti Presponoto. Fiqh Mawaris (Bandung. Kitab Undang – Undang Hukum Perdata . Kaliurang. Badan Kerjasama PTIS. Intisari Hukum Waris menurut Burgelijke Wetboek. Hukum Eropa dan Hukum Adat. Moch. Soepomo. M. Modul Hukum Waris. Hukum Adat Indonesia. Tjitrosedibio .com/2011/03/contoh-kasus-dan-pengertianhukum-waris. Jakarta. hal. Perbandingan antara Hukum Islam. 1990.com/index. Pengantar Hukum Indonesia.1993. Ghalia.com/tag/hukum-waris-adat/ 4. Saebani. Jakarta: 1975. jakarta. Penerbit : Elektrik Pertama dan Terbesar di Indonesia. Kitab Suci Al-Qur‘an Surat An-Nisa‘ ayat 11 dan 12. Soerjono. Sistem Hukum waris.blogdetik. Pradnya Paramita. 1980 . 86. hal 260. Falsafah Hukum Islam. Voricin Vahveve. hal.php/2011/05/09/tinggalkan-hukum-warisadat-guna-hukum-waris-islam/ 5. Terjemahan R. Bulan Bintang. Pustaka Setia. Suraini Ahlan Syarif. Cv. http://jawaposting. Heru Kuswanto. Fakultas Hukum Universitas Narotama Surabaya R.blogspot.2009). http://www. Seminar Pembinaan KuRikulum Hukum Islam di Perguruan Tinggi. Jakarta:1998. Bakri.wordpress. http://kayosakti. Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara. Subekti & R.blogspot. (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.Hasbi Ash Shiddieqy. Let.com/2011/02/pengertian-dan-istilah-hukum-warisadat.Jurnal Syaiful Azam. http://dokumen2001. Sistem Hukum Indonesia Pada Era Reformasi. Sumber Internet 1. Pluralisme Hukum Waris Indonesia . Bandung.com/posts/type/opinion/ 25-12-2014. Pradnya Paramita . 23. http://justice94. 2012). Bab-Bab tentang Hukum Adat. Ter Haar.html 2. Hal. N. Soekanto.html 3.

ac.com/artikel/sistem-hukum-waris-adat / 25 | Hukum waris adat dalam Islam .pdf hal.6. http://websiteayu.library.10 WIB 7.upnvj. http://www. 25-12-2014. 12. 17.id/pdf/5FHS1HUKUM/207711066/BAB%20II.