You are on page 1of 13

Perhitungan InitialOil In Place Sumur X Lapangan Y

Dengan Menerapkan Metode Kombinasi Log
RR Rahajeng S R, Afnan Mukhtar S, Khrisna Agung, Handika Agung, Ivan Satria, Fajar Dwi, Danik Eka,Marthin Patio
ResponsiPraktikumPenilaianFormasi, KelompokSinopec
TeknikPerminyakan, FakultasTeknologi Mineral
UPN Veteran Yogyakarta

Penelitian ini dilakukan untuk menentukan besarnya original in place Hidrokarbon pada
suatu zona lapisan formasiprospektif dengan menggukan metode volumetric. Metodelogi
yang dilakukan dalam penelitian ini ialah dengan menentukan lithologi serta petrophysics
lapisan formasi dari data log porositas, log litologi, dan log listrik. Nilai resistivitas air
formasi didapat dari analisa air formasi, sedangkan nilai saturasi air(Swi)dihitung dengan
menggunakan Indonesia equation.Kemudian parameter nilai tersebut digunakan untuk
menghitung nilai potensi cadangan secara volumetric dengan menggunakan persamaan IGIP.
Berdasarkan hasil analisa dan interpretasi datamaka diketahui bahwa lapisan formasi sumur
Xmemilikitotal potensi cadangan (OGIP) hidrokarbon sebesar90.794.436,19cuft.
Kata kunci : Petrofisik, Metode Volumetrik, IGIP,

A. Pendahuluan
Perhitungan potensi cadangan
dalam suatu sumur perlu dilakukan
untuk mengetahui jumlah total
hidrokarbon dalam sumur eksplorasi
benilai
prospektif
atau
tidak.
Metodeyang
digunakan
dalam
penghitungan
potensi
cadangan
diantaranya adalah metode volumetric,
metode material balance,
metode
decline curve, dan metode simulasi
reservoir. Pada perhitungan potensi
cadangan sumur eksplorasi, pada
umumnya
metode
volumetric
merupakan metode yang paling
pertama digunakan karena metode ini
tidak memerlukan data-data produksi
sumur. Parameter-parameter yang
diperlukan dalam perhitungan potensi
cadangan
metode
volumetric
diataranya ialah data lithology serta
petrofisk yang bisa didapat dari analisa
core atau analisa data log, resistivity
air yang bisa didapat dari analisa log,
cross plot, saturasi air yang dapat
dihitung
dengan
menggunakan
beberapa persamaan seperti persamaan
archie, simandux, Indonesia dll.Dalam
penelitian ini data lithologi dan

porositas formasi didapat dari analisa
data log densitas, log neutron, log
gamma ray dan log resistivity. Nilai
resistivitas air formasi didapat dari
analisa kimia air formasi, dan nilai
saturasi air dihitung dari persamaan
Indonesia.
Well logging merupakan kegiatan
perekaman data petrofisik batuan
formasi
yang
dibor
dengan
menggunakan
logging
tools.
Kombinasi Logging tolls yang
digunakan untuk interpretasi lithologi,
petrofisik, dan identifikasi jenis fluida
pengisi pori batuan minimalnya terdiri
dari tiga kombinasi yaitu porosity log,
electric log, dan lithology log.
Penelitian
ini
bertujuan
untuk
menghitung total jumlah potensi
cadangan hidrokarbon dengan analisa
data dari tiga kombinasi log tersebut.
Adapun macam-macam logging
tolls yang biasa digunakan dalam
evaluasi formasi diantaranya ialah:
1. Spontaneous potential Log (SP log)
Spontaneous potential log merupakan
rekaman beda potensial antara potensial
natural karena pergerakan elektroda dalam
lubang bor dengan elektroda yang
ditempatkan di permukaan. Tools Sp

yang mana tahanan ini tergantung pada porositas efektif. 3. Gamma Ray Gamma Ray Log adalah perekaman kurva yang menunjukkan besaran intensitas radioaktif yang ada dalam formasi. B. Fungi dari log density. permeabilitas. D  ma . 2. 4. 3. antara lain: 1. Density log Log density menunjukkan besarnya densitas dari batuan yang ditembus lubang bor.beroperasi berdasarkan arus listrik.f . yaitu Uranium-U. Korelasi batuan. Prinsip kerja dari gamma ray log adalah memasukkan alat sampai kedasar lubang bor kemudian alat ditarik ke atas secara perlahan-lahan dan detector menangkap radiasi sinar radioaktif alamiahyang dipancarkan batuan formasi. foton sinar gamma bertumbukan dengan elektron dari atom di dalam batuan. Neutron log adalah log porositas yang mengukur konsentrasi ion hydrogen dalam formasi. Menentukan porositas total 2. foton akan kehilangan tenaga karena proses tumbukan dan dihamburkan ke arah yang tidak sama dengan arah foton awal. Neutron-neutron ini akan bertabrakan dengan atom-atom dari material formasi. a. Porositas Porositas adalah perbandingan antara volume ruang pori batuan dengan volume bulk batuan. Neutron dibuat dari bahan kimia yang biasanya adalah campuran americium dan beryllium yang akan terus menerus memancarkan neutron. Membedakan lapisan shale dan non-shale pada sumur case hole atau open hole juga pada kondisi ada lumpur maupun tidak. Neutron log Neutron log bertujuan untuk menentukan porositas total batuan. Metode ini dapat digunakan untuk menentukan porositas. Evaluasi kandungan shale. 2. Fungsi dari log neutron antara lain: 1. Karena massa atom hydrogen hampir sama dengan neutron. Analisa Interpretasi Kualitatif dan Kuantitatif Interpretasi dari data loggingsecara kuantitatif dengan mengamati bentuk defleksi kurva menggunakan rumus perhitungan. dan banyaknya hidrokarbon dalam pori batuan. Parameter yang dihitung dalam analisis ini berupa kandungan serpih (Vsh). Mengidentifikasi mineral batuan 5. dan mengakibatkan neutron kehilangan sebagian energinya. kkehilangan energy terbesar akan terjadi apabila keduanya bertabrakan. saturasi hidrokarbon maupun kandungan shale dalam reservoar. Fungsi dari gamma ray log. Radioaktivitas GR berasal dari 3 (tiga) unsur radioaktif utama yang ada di dalam batuan. salinitas air fromasi. Resistivity log Resistivity log adalah suatu alat yang dapat mengukur tahanan batuan formasi beserta isinya. Sp log termasuk lithology log karena dapat digunakan untuk mengidentifikasi lapisan permeable dan non permeable (shale) yang ditandai adanya defleksi kurva yang menjauh dari shale base line untuk lapisan permeable. Mengukur porositas batuan 2. Penenetuan harga porositas pada reservoir menggunakan kombinasi log yaitu density log danneutron log. Mendeteksi adanya formasi gas setelah dikombinasikan dengan porosity tool.b ma . Porositas (Ǿ).oleh karena itu lumpur yang digunakan harus bersifat konduktif. Pada kejadian hamburan Compton. antara lain : 1. dan Saturasi air (Sw). ThoriumT dan Potassium-K. saturasi air. yang berguna untuk menentukan besarnya porositas.

dibaca dari dataheader log clay =densitas clay dibaca dari density log N = porositas neutron Nlog = porositas neutron log Nclay =porositas neutron log clay pada penarikan GRmax Vclay =Volume clay *   a  Rmf   Shr  1 .f DC  D .Dclay  ma .  .0425 NC  N .71 ρb = densitas bulk batuan. Saturasi air Saturasi adalah perbandingan volume pori yang terisi oleh air/air formasi dengan volume pori total.65 danbatugamping 2. Vclay  Nclay   Shr =Saturasi residual b. Vclay  Dclay  N  1.clay ma . daripembacaan kurva log ρf = densitas cairan lumpurpemboran. 1 Sxo   ǾD = porositas density Dclay = porositas density clay DC = porositas density log koreksi  = porositas rata-rata  c = porositas rata-rata koreksi Ρma = densitas matriks batuan.1Shr  9 hidrokarbon  Vclay   1 2    Vclay Rt  Rclay    *c    a  Rw  Dimana : Sxo =saturasi pada flushed zone Sw= saturasi air Shr =saturasi hidrokarbon residual Rxo=resistivitas formasi di flushed zone Rt= resistivitas sebenarnya Vclay=volume clay pada formasi Rclay = resistivitas clay Rw =resistivitas air Rmf =resistivitas filtrat lumpur a = faktor turtoisity *  *c   = porositas rata-rata = porositas rata-rata koreksi c. Volume Shale Volume shale merupakan kandungan shale pada formasi.0.02 Nlog  0.batupasir 2.Sxo 1 Sw  Dimana : Vclay   1 2      Vclay Rxo  Rclay   2NC  7DC 9 2NC  7DC *c   1 .

Data .5. Metodologi Tahapan penelitian ini diawali dengan studi pustaka dari beberapa referensi yang mendukung penilitian ini secara keilmuan sehingga dalam analisis dan pembahasannya dapat ditunjang latar belakang dan dasar teori yang kuat. Metode pyramidal Metode ini digunakan apabila harga perbandingan anatarkontur kurang dari o.  h An  An  1  An x An  1 3  Vb = 2. datadata yang menunjang dalam perhitungan cadangan ini adalah porositas dan saturasi hidrokarbon.5.5 menggunakan metode pyramidal Dimana : An = Luas area yang dilingkupi kontur n (acre) An+1 = Luas area yang dilingkupi kontur n+1 (acre) 1. Ketentuan : An  1 An ≥ Bila 0. Perhitungan Volume Bulk Perhitungan volume reservoar dilakukan dengan menggunakan persamaan trapezoidal atau piramidal. Cuft  = porositas Vb= volume bulk batuan acre-ft Sw = saturasi air initial 43560 = faktor konversi dari acre-ft ke cuft C.ft) An = Luas daerah yang dikelilingi kontur ke-n (acre) An+1=Luas daerah yang dikelilingioleh kontur ke n+1 (acre) h =Interval kontur / tebal lapisan(feet) e. Pengumpulan data dilakukan secara sistematis dengan memperhatikan aspek-aspek parameter yang diperlukan dalam penelitian ini. Dimana : Vb = Bulk Volume (acre. Penentuan Cadangan Hidrokarbon dengan metode volumetrik Pada metode ini perhitungan didasarkan pada persamaan volume. Metode Trapezoidal Metode ini digunakan apabila harga perbandingan anatarkontur sama dengan atau lebih dari 0. Persamaan yang digunakan dalam metode ini adalah IGIP(Initial Gas in place).VclayGR  h  An  An  1  2 GRlog .5 menggunakan metode trapezoidal An  1 An Bila < 0. Setelah studi pustaka tahapan selanjutnya ialah pengumpulan data.  43560    Vb  1  Sw IOIP=  Dimana : IOIP= Initial Gas in place.GRmin GRmax .GRmin Vb= Dimana: GRlog = nilaiGR pada data log Grmax= nilai GR maksimum GRmin= nilai GR minimum d. yang dipengaruhi rasio luas antara kontur satu dengan kontur yang berada diatasnya.

c. Resistivity Log :  Berdasarkan ILD dan MSFL log defleksi log dari ILD memiliki nilai lebih besar dibanding dengan MSFL sehingga dapat diindikasikan bahwa terdapat minyak pada lapisan tersebut. log density. Pembahasan Kualitatif Berdasarkan Chart log yang kami amati : Lithlogi :  Kurrva SP log mengindikasikan adanya lapisan porous permeabel yang dapat dilihat dari defleksi kurva SP log. ditunjukan dengan nilai neutron yang kecil. log sonic dan caliper log dari sumur X. Data-data yang diperoleh antara lain: a.  Density log menunjukkan densitas yang kecil dan menandakan terdapatnya batuan sandstone. Neutron log. Data penampang geologi dan seismik bawah permukaan lapangan y D. Pembahasan Kuantitatif Data log yang dianalisa dalam penelitian ini ialah data gamma ray log.yang dikumpulkan meliputi data primer dari hasil well logging pada sumur x. Identifikasi awal penentuan zona yang berisi hidrokarbon dilakukan dengan menandai kedalaman yang mengalami cross over section pada density dan neutron log. Pengolahan data tersebut meliputi tahapan penentuan zona prospektif pada chart log dari interval kedalaman (MD) 5800 feet - . Nilai tersebut menunjukkan bahwa kehilangan energi dari neutron cukup besar akibat bertabrakan dengan atom Hidrogen. sehingga yang ditangkap oleh receiver kecil. ditunjukkan dengan defleksi gamma ray log ke kiri ( yang menunjukkan Vclay yang kecil)  Kurva Caliper Log mengindikasikan pada lapisan tersebut bagian dari didnding lubang bor mengalami caving (sloughing). dan Sonic log. 2. Selanjutnya perhitungan porosity didapatkan dari hasil analisa neutron dan density log. yang ditunjukkan defleksi kurva ke kiri. Deep Induction log. Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis dan diinterpretasi sebagai panduan dalam pembahasan penelitian. Spherical Focused log. Pengolahan dan Analisis data. Porositas :  Neutron Log mengindikasikan porositas besar. Gamma ray log digunakan untuk Analisa litologi formasi shale dan non shale. Data log yang terdiri dari data log gamma ray. Density log. Data Analisa air Formasi b. selain cross over section. log resistivity. zona produktif diidentifikasi pula dengan resistivity log. Berikut ini langkah analisa yang dilakukan dalam penelitian : 1. log neutron. Pembahasan 1.  Kurva Gamma Ray mengindikasikan pada kedalaman 5800ft – 5850 ft didominasi dengan batuan sandstone.

Universitas Veteran Yogyakarta. Laboratorium Penilaian Formasi. Rmf@Tf.249258971 2. Dedy. Modul Kuliah Penilaian Formasi. Modul Kuliah Teknik Reservoir. E. Sumur “X” adalah reservoar Penghasil hidrokarbon (minyak) yang tersusun oleh batupasir. nilai saturasi air sebesar 89. saturasi water dan volume bulk. 2012. Besarnya kandungan IOIP (Initial Oil In Place) pada Sumur “X” Lapangan “Y” sebesar 5767090. Sumantri. Dedy. Yosaphat. VD Cahyoko Aji. Kemudian perhitungan porositas density-neutron. Teknik Perminyakan. Interval kedalaman zona-zona yang prospektif dapat dilihat pada lampiran tabel 1. kandungan serpih dan saturasi air. 3.5850 feet. Kesimpulan 1. Berdasarkan analisa petrofisika. Buku Panduan Penilaian Formasi Cetakan Kedua (revisi).8936. Dengan persamaan Neutron-density porosity dan persamaan Indonesia diperoleh nilai ratarata saturasi air sebesar 0. DaftarPustaka Kristanto. Penentuan sifat fisik yang dilakukan berupa nilai porositas. Dari data hasil perhitungan tersebut kemudian digunakan menghitung potensi total cadangan secara volumetrik. Universitas Veteran Yogyakarta. Rw. AnalisaPetrofisika Analisa petrofisik dilakukan menggunakan persamaan rumus dalam mencari nilainilaisifat fisik batuan yang nantinya akan berguna dalam perhitungan cadangan hidrokarbon. 2. Pengolahannya didukung oleh data yang memudahkan penentuan nilai petrofisik dengan metode volumetric secara manual menggunakan Microsoft Excel.75 bbl. Kristanto. F. Teknik Perminyakan. Dari hasil analisis dan perhitungan diperoleh perkiraan cadangan hidrokarbon pada sumur “X” lapangan “Y” sebesar 5767090.75 bbl. . Perhitungan Cadangan Hidrokarbon dengan Metode Volumetrik Hasil penelitian diketahui bahwa sumur “X” lapangan “Y” merupakan sumur reservoir minyak.3629 dan porositas rata-rata sebesar 0. Universitas Veteran Yogyakarta. Teknik Perminyakan.

LAMPIRA N .

3947 0.117 20.386 1.35 (mV) -13.252 ρb 2.71858 0.290 ɸNc 0.55621 0.0262 6 0.8902 0.22 2.906 2.267 0.60 83.61 83.0229 0.20372 0.91362 0.120 0.046 0.290 0.67 83.71617 Depth Tf Rmf Rmfc (ft) (°F) 1 5800 169.1727 NO ESP Ri/Rm@Tf K -43.3947 ɸNlog 0.2858 0.038 0.0071 2 1.0582 2.269 .117 10.84 11.274 ɸ 0.09 1.0586 0.133 2.0953 0.2537 0.472 2.69 Rweq Rw ASP (Ώm) 0.26 Tabel Analisa Log Radioaktif MD 5800 5810 5820 5830 5840 5850 GRmax 150 150 150 150 150 150 GRmin 11.93 -13.3947 0.117 4.Tabel Analisa Log Listrik (Ώm) Rm@T f (Ώm) (mV) 2.117 4.52 2 5810 169.65 83.77784 6.59 -10.133 0.40 1.63556 -43.59 -16.33 1.065 0.70207 0.63711 0.75534 0.84 11.65 3 5820 169.63 83.260 0.276 0.280 0.3918 0.177 Tabel Analisa Log Listrik ( lanjutan) Dept h (ft) 5800 5810 5820 5830 5840 5850 ESSP (mV) -48 -46 -46 -46 -46 -46 KC 83.240 Tabel Analisa Log Radioaktif (lanjutan) MD 5800 5810 5820 ɸN 0.0584 0.60001 0.63505 0.84 11.20 (Ώm) 3.84 GRRead 40 20 25 15 15 30 Vclay 0.693 6.280 0.56 1.3947 0.533 2.2038 0.133 0.965 2.435 1.26969 0.0711 Vclay Rxo Rt 0.011 2.858 3.287 ɸDclay 0.2181 7 0.3947 0.21502 0.63505 -43.0588 0.0229 0.287 0.133 ɸDcorr 0.1314 ɸNclay 0.564 2.3947 0.66779 (Ώm) 1.40 1.63659 -43.320 0.18092 0.0591 0.26 -13.79 4 5830 169.8467 4 3.06 6 5850 170.37953 0.93 5 5840 170.62916 0.84 11.040 0.26009 0.117 4.127 0.9548 9 1.84 11.59 -20.24 1.133 ɸD 0.117 4.427 14.279 0.70213 0.751 7.1202 7 0.63608 -43.63454 -43.

269 0.9267 -13.250 12.089 -0.19444 4 Ødclay 0.16666 7 2.008834 1.133 0.022872 0.092 0.17691 9 Ønlog 0.2018 Rmf@tf 1.13333 3 0.71858 0.28703 7 0.250 12.010402 1.5 55.194 0.5933 -10.229 0.133 0.19717 .181 Tabel Analisis Log Tambahan Depth Δtma Δtf Δtlog (ft) 5800 5810 5820 5830 5840 5850 μsec/ft 55.32162 2 0.26653 8 0.5 55.27433 7 0.28703 7 0.195 Bit Size (inchi) 12.260 0.229 0.000 90.13333 3 0.26546 9 0.5 μsec/ft 250 250 250 250 250 250 μsec/ft 73.13333 3 2.263 0.13333 3 0.9276 170.287 0.0647 170.13333 3 ØDC 0.143 12.161 Tabel Analisis Kombinasi Log Depth 5800 5810 5820 5830 5840 5850 Tf 169.13333 3 0.571 (inchi) -0.28703 7 0.018 0.25225 4 0.300 0.702073 0.26 Vclay SP 0.06481 5 0.131442 Tabel Analisis Kombinasi Log (lanjutan) Dept h 5800 5810 5820 5830 5840 5850 Ρb 2.571 12.197 0.26851 9 0.26042 2 0.53333 3 2.28 0.5163 169.269 0.28398 7 0.26 0.13333 3 2.095252 0.03763 9 0.04620 2 0.290 0.133 2.777843 Vclay GR 0.667 100.249 2.27916 2 0.33333 3 ØD 0.292 0.22 2.331 0.203822 0.5933 -16.5 55.071 12.011188 1.5830 5840 5850 0.290 0.322 0.3918 0.265 0.5 55.5 55.13333 3 0.8902 0.7905 169.250 12.12 0.250 12.000 93.007271 Rw 1.127 0.702129 0.2858 0.333 106.28 0.177 0.071 12.331 0.661 0.022872 0.009618 1.250 12.284 0.000 100.269 0.250 Caliper Tmc (inchi) 13.556211 0.059062 0.133 0.32 0.13333 3 2.089 0.286 12.249 ØNC 0.177 0.6534 169.26 -13.24 Tabel Analisis Kombinasi Log (lanjutan) ØN 0.5933 -20.629156 0.264 0.333 ɸ 0.008052 1.2537 0.167 2.35 Grlog 75 76 78 86 82 79 ASP -13.054 -0.

65 gr/cc h.17650 9 6.90584 5 -1. ρf = 0.04164 14.5331 9 1 1 0.45548 2 2.96464 3 1.92988 0.45548 0.47155 2 0. Rmf@Ts = 2.01096 4 -0.03954 6.24095 7.29235 2.18 ohm-m j.3947 n. = 1.91274 0. Depth BHT = 6010.75132 4 0.32999 0.17171 0.18141 1.2 ohm-m m.24095 0.85 gr/cc i.26 o.17172 8 2.Kedalaman = 5800 ft .26943 2.410 gr/cc g. Interval pengukuran = 10 ft c.30873 0.97762 0. ρma = 2.4 ºF e.34 ft k.3 2.53309 0.81933 1 1.33490 0.27635 2. a(sandstone) =1 Rclay l.25 in f. ESP = -43.69312 3 -1.29448 0. ØNclay = 0.42672 3 -0.99969 1 3. Ts = 90 ºF d.43478 1 -0.Dept h 5800 5810 5820 5830 5840 5850 Ø* Rxo Sxo Shr Ø*c Rt Sw 0.86481 7 1.38553 1. Ketebalan lapisan yang dianalisa = 5800 ft – 5850 ft b.92988 3 2. SBL = 0. BHT = 172. Bit Size = 12.99969 0.18579 4 1 Data a.85768 7 1.117 Perhitungan .5635 1 9 8 -0. ρclay = 2.

m     43.34   90   Rm @ Tf  Rm@Ts  - Ts Tf  90    169.84  0.11.287 2.65  0.65 .85 .11.90   5810   169.2537 ohm .2.377 mv Rmf Rw      10 -    SSP     -70.b ma  f -  2.-  BHT .7 Tf F  460     77 F  460       1.Ts  Tf  Ts    Depth Analisa   depth BHT   172.010402264   0.65  Rm@Tf  2.GRmin GRmax .0591 150 .010402264 Ωm - SSP = -43.113  0.GRmin  20 .377  10     -70.84 D  ma . 65 F  460      77 F  460     VclayGR  GRlog .4 .65 F  6010.7  169.18   = 1.

00425  0.133  0.267  2NC  7DC 9 -  2 x 0.90584   Shr  1 .287 .0591x0.280  0.3947)  0.0591 1.279  0.410  0.2  1.0591   1 2    2.133 2.171715    0.290  (0.02 x0.65  0.65  2.267  7 x0.279 Dclay  ma  clay ma  f -  2.00425  1.DC  D .2537  0. 0.85 N  1.010402   .0.02 N log  0.290 NC  N  (VclayxNclay )  0.Sxo -   *  0.276357 9 1 Sxo    Vclay   1 2    Vclay Rxo  Rclay   -   a  Rmf   1   0.0276357   1  1. Vclay  Dclay  -  0.

0.864813   .308 *c    axRw   1     1- 0.893629079 Vb = A x Kedalaman = 800 ft2 x 36 ft = 28800 ft3 IOIP = 7758 x ϕ x Vb x (1 – Sw) = 7758 x 0.8936) = 5767090.0591 1.1Shr  9 -  2 x0.2537  Φ = 0.171715176  9 1 Sw   Vclay   1 2      Vclay Rt  Rclay   - 0.2.0276357   1  0.249259 Sw = 0.279  1 .75 bbl  0.= 1.1.171715176 *c  2NC  7DC  1 .90584    0.171715176= -1.2  1.249259 x 28800 (1 .0591   2   0.0.0.266  7 x0.1x .