You are on page 1of 24

LAPORAN KASUS

SPINAL STROKE
INFARK
Oleh: Karlina Megawati, S.Ked
Pembimbing: dr. Azis abdullah, Sp. S
FKUWK-RSUD BANGIL

DEFINISI

Spinal stroke adalah gangguan pada suplai
darah ke sumsum tulang belakang. Sumsum
tulang belakang bergantung pada pasokan
darah untuk berfungsi dengan baik. Sebuah
gangguan dalam suplai darah menyebabkan
kerusakan jaringan dan dapat memblokir
impuls saraf perjalanan sepanjang sumsum
tulang belakang.

Tidak ada kaitan ras dan jenis kelamin tertentu terhadap angka kejadian spinal stroke infark. ini diharapkan karena biasanya komplikasi langsung maupun tidak langsung penyakit vaskular aterosklerotik. . 1 Spinal stroke infark biasanya terjadi pada orang dewasa.EPIDEMIOLOGI   Telah diperkirakan bahwa spinal stroke infark menyumbang sekitar 1 persen dari semua stroke. usia rata-rata adalah 64 tahun yang terkena spinal stroke infark.

Gumpalan biasanya membentuk di mana arteri menyempit karena penumpukan deposit lemak (kolesterol) di dinding bagian dalam arteri.PATOFISIOLOGI  Spinal stroke infarks disebabkan oleh gumpalan darah memblokir salah satu arteri yang memasok sumsum tulang belakang. Penyempitan ini disebut aterosklerosis. Gumpalan darah dapat terbentuk di arteri ini atau terbentuk dalam pembuluh darah di tempat lain di tubuh dan perjalanan ke sumsum tulang belakang. .

.

 Masalah dengan usus dan kandung kemih.GAMBARAN KLINIS Gejala utama spinal stroke infark:  Kelemahan otot di kaki. nyeri. Kehilangan kontrol atas buang air besar atau buang air kecil). dan  Ketidakmampuan untuk memberitahu suhu air atau benda.  Gangguan fungsi pencernaan dan kandung kemih.  Perubahan sensasi (perasaan yang tidak biasa) di bagian bawah tubuh. . Gangguan sensorik yang dapat terjadi  Mati rasa.  Sensasi terbakar atau kesemutan  Kepekaan meningkat untuk rangsangan sentuh dan suhu.

dan kematian. Hal ini karena sifat jarang dari gangguan dan sering keterlambatan dalam diagnosis. . Clopidogrel dan kombinasi Aspirin bermanfaat dalam mengurangi risiko infark miokard. stroke berulang. Hal ini didasarkan atas rekomendasi konsensus untuk perawatan akut stroke iskemik. Tidak ada studi yang meneliti khasiat langsung dari terapi obat spinal stroke infark.PENATALAKSANAAN  Terapi obat standar untuk spinal stroke infark adalah aspirin.

dan fisioterapi. Langkah-langkah standar untuk pengelolaan komplikasi akut paraplegia. diarahkan pada pencegahan tromboflebitis perifer dan emboli paru dosis rendah heparin subkutan. .

dan ulkus dekubitus . trombosis dan emboli paru. pneumonia.KOMPLIKASI  Imobilitas yang berasal dari paresis dan kelumpuhan memiliki sejumlah konsekuensi medis yang lebih umum dan serius yaitu seperti vena stasis.

pasien mengalami perbaikan secara bertahap setelah kejadian. 41% dari pasien yang menggunakan kursi roda di rumah sakit dapat berjalan dan 33% dari pasien dengan kateter menjadi bebas kateter. .PROGNOSIS   Angka kematian jangka pendek adalah 2025% selama bulan pertama setelah timbulnya gejala Sebuah studi 2012 dari 115 pasien dengan spinal stroke infark.

 Karena tingkat kerusakan lebih sedikit daripada sebagian besar traumatic cord injuries yang lain. dan potensi untuk pemulihan lebih besar karena iskemia dapat bersifat reversibel. pasien-pasien ini mungkin memiliki fungsi yang lebih baik dibandingkan pasien dengan traumatic cord injuries yang lain. .

IDENTITAS PASIEN              Identitas Pasien Nama : Ny. R No Medrec : 00-24-11-76 Jenis Kelamin : Perempuan Tempat/Tanggal lahir : Pasuruan/04 Agustus 1989 Umur : 25 tahun Status: Menikah Agama : Islam Alamat : Parasan 01/05 Grati Pasuruan Jawa Timur Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga Pendidikan : SD Tanggal masuk : 20 Oktober 2014 Tanggal pemeriksaan : 21 Oktober 2014 .

nyeri kepala (-). Awalnya terasa seperti geringgingan.ANAMNESA     Keluhan Utama: Lemah pada kedua tangan dan kaki RPS: Pasien merasa lemah pada kedua tangan dan kedua kaki. . Muntah-muntah (+) sejak 3 hari sebelumnya. perut terasa nyeri pada sekitar ulu hati. Mual (+). Lemah awal mula terasa pada kedua kaki lalu menjalar ke atas pada kedua tangan. lalu sulit jalan dan sempat jatuh. Keluhan dirasa sejak 4 hari yang lalu setelah mencuci.

RPK : Di keluarga tidak ada yang memiliki keluhan seperti ini. DM -. RPO : Tidak ada alergi obat. . Belum pernah mengalami seperti ini.   RPD : HT -.

kering. murmur (-).PEMERIKSAAN FISIK            Status Interna Keadaan Umum : Baik Kesadaran : Compos mentis Tekanan darah : 110/70 mmHg Nadi : 82 x/menit RR : 18 x/menit Suhu : 36. edema (-). soefl. vesikuler/vesikuler. gallop (-) Pulmo : Simetris. merah. Whezing (-) Abdomen : Flat.9o C Kepala/Leher : a/i/c/d : -/-/-/Pembesaran KGB (-). bising usus + Ekstremitas : Akral hangat. Rhonki (-). Capillary refil time 1 detik . peningkatan JVP (-) trakea teraba di tengah (-) Thoraks : Cor : S1 S2 tunggal.

XII : Tidak ada kelainan Fungsi Sensorik: Hipoestesi setinggi dermatom C-5 Kekuatan Motorik : 4 4 4 4 Tonus : N N N N . VII : Tidak ada kelainan N. DBN N. 3 mm. VI : Reflek cahaya +/+. III. IV.   Status Neurologis Kesadaran : Compos mentis GCS : E4V5M6           Kaku kuduk : (-) Nervus Cranialis N. pupil isokor.

  Refleks Fisiologis : BPR +3/+3 TPR +3/+3 KPR +3/+3 APR +3/+3 Refleks Patologis : Hofman Tromer Babinski Chaddok - .

FOTO CERVICAL AP/LATERAL .

LAB           Glukosa Darah Acak 107 mg/dl Faal Hati SGOT 14 SGPT 17 Profil Lemak Cholesterol 118 Trigliserida 61 HDL Kholesterol 32 LDL kholesterol 75 .

8 iCalsium 1.042 .         Faal Ginjal BUN 7.9 Elektrolit Natrium 145.0 Serum Kreatinin 0.7 Chlorida 103.2 Kalium 3.7 Uric Acid 1.

33 66.112 1.15% EOS .08 21.9% MONO .5 g/dL RDW 12.66 fL .2 % MCV 83.17% RBC 5.18% BASO .                Darah Lengkap  WBC 9.681 7.3 % PLT 302 10e3/uL MPV 6.7 g/dL HCT 43.6% LYM 2.31 10e3/uL NEU 6.79 10e6/uL HGB 14.3 fL MCH 25.4 pg MCHC 30.303 3.

DIAGNOSA     Diagnosa Klinis : Akut Tetraparese UMN Akut Vomiting Diagnosa Topis : Cervical Diagnosa Etiologi : Myelopati cervical ec. suspect Spinal Vascular Attack (Spinal Stroke Infark) .

perubahan sensasi (perasaan yang tidak biasa) di bagian bawah tubuh yang merupakan gejala klinis dari spinal stroke infark. . didapatkan rasa kesemutan. Pada anamnesa ditemukan kelemahan otot pada keempat ekstremitas yang dimulai pada kaki lalu tangan. Pada pasien tidak ditemukan gangguan fungsi pencernaan dan gangguan fungsi kandung kemih. Hal ini mungkin bisa disebabkan karena lesi minimal dan tidak mengenai serabut saraf otonom.PEMBAHASAN  Spinal stroke infark memiliki onset akut. Ditemukan hipoestesi setinggi dermatom C5 Tidak didapatkan riwayat trauma.

MRI digunakan untuk melihat adanya penyumbatan pada area sumsum tulang belakang yang terkena. . Untuk penegakkan diagnosa yang lebih pasti pada kasus ini diperlukan pemeriksaan lebih lanjut yaitu MRI.