You are on page 1of 27

Pedoman Manajerial PPI

di Rumah Sakit
Agung Dwi Wahyu Widodo
Departemen Mikrobiologi Klinik
Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga
Surabaya

01/III/ 3744/08 tentang Pembentukan Komite dan Tim Pencegahan dan Pengendalian Pengendalian Infeksi .Surat Edaran Direktur Jenderal Bina Pelayanan M edik Nomor HK.03.

ORGANISASI PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI • BAB V.Isi Pedoman Manajerial • BAB I. DAN PELAPORAN . MONITORING. EVALUASI. KEBIJAKAN DAN DASAR HUKUM • BAB III . PELAYANAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI DI RUMAH SAKIT DAN FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN LAINNYA • BAB IV. PENDAHULUAN • BAB II .

Falsafah dan Tujuan • Pengendalian infeksi harus dilaksanakan oleh semua rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya • Untuk melindungi pasien. petugas kesehatan dan pengunjung • Dari kejadian infeksi dengan memperhatikan Cost Effectiveness .

Kriteria pendukung • 1. kebijakan penggunaan antimikroba yang rasional dan kesehatan karyawan. surveilans. kebijakan. • 2. kewaspadaan isolasi. Pelaksanaan program PPI dilakukan evaluasi dan tindak lanjut secara berkala. sasaran. uraian tugas Komite dan Tim PPI. program. . • 3. Terdapat cakupan kegiatan tertulis mengenai program PPI memuat pengaturan tentang pencegahan. Ada pedoman tentang PPI di rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya yang meliputi tujuan. pendidikan dan latihan. struktur organisasi.

Organisasi Komite dan Tim PPI .

Membentuk Komite dan Tim PPIRS dengan Surat Keputusan.Tugas Direktur pada PPI • 1. • 5. • 4. Mengadakan evaluasi kebijakan pemakaian antibiotika yang rasional dan disinfektan di rumah sakit berdasarkan saran dari Komite PPIRS. Mengesahkan Standar Prosedur Operasional (SPO) untuk PPIRS. Mengadakan evaluasi kebijakan pencegahan dan pengendalian berdasarkan saran dari Komite PPIRS. Bertanggung jawab terhadap tersedianya fasilitas sarana dan prasarana termasuk anggaran yang dibutuhkan. . Menentukan kebijakan pencegahan dan pengendalian infeksi. Dapat menutup suatu unit perawatan atau instalasi yang dianggap potensial menularkan penyakit untuk beberapa waktu sesuai kebutuhan berdasarkan saran dari Komite PPIRS. Bertanggung jawab dan memiliki komitmen yang tinggi terhadap penyelenggaraan upaya pencegahan dan pengendalian infeksi. • 8. • 7. • 3. • 2. • 6.

Kamar Jenazah/ Ambulance • Syarat anggota: Minat thd PPI dan mengikuti Diklat dasar PPI . Sanitasi dan Gizi – House Keeping. Farmasi RS – IPCN. Sekretaris dan Anggota Ketua: IPCO/ Infection prevention and control Officer Sekretaris: IPCN/ Infection prevention and control Nurse Anggota: – Dokter wakil tiap SMF – Dokter ahli Epidemiologi – Dokter Mikrobiologi/ PK – Laborat. K3. CSSD dan Laundry – IPS-RS.Komite PPI • • • • Minimal: Ketua.

evaluasi kebijakan Menerima laporan Tim PP dan Rekomendasi pada direktur .Tugas dan Tanggung jawab Komite • • • • • • • • • • • Membuat dan evaluasi kebijakan PPI Sosialisasi Kebijakan PPI Membuat SOP PPI menyusun dan evaluasi program PPI dan Diklat PPI Dg Tim PPI.investigasi KLB (ada Satgas) Rekomendasi pengembangan cara pencegahan INOS Konsultasi ttg PPI Usulan Alat dan bahan sesuai prinsip PPI Usulan Diklat dg materi PPI Pertemuan berkala.

Tugas dan Tanggung jawab Komite (lanjutan) • Koordinasi unit terkait • Rekomendasi pada Direktur ttg AB rasional berdasarkan temuan surveillans • Menyusun kebijakan K3 • Turut menyusun kebijakan Clinical governance dan patient safety • Evaluasi manajemen PPI sesuai dg kebijakan RS • Rekomendasi konstruksi dan renovasi bangunan. alat dan bahan kesehatan sesuai prinsip PPI • Rekomendasi penutupan Ruangan potensial infeksi • Monitoring Prosedur perawatan • Investigasi dan mengatasi KLB .

Tim PPI • Tim PPI terdiri atas: – Dokter PPI ( 1 Dokter tiap 5 IPCN) – IPCN (tgt jumlah TT RS) • Ket: • IPCN purna waktu (1 IPCN: 100-150 TT) • IPCN dibantu IPCLN (tiap unit. tu Ruangan risiko Infeksi) .

IPCO ( Infection prevention and control Officer) • Kriteria: Dokter minat PPI. mengikuti diklat dasar PPI dan kemampuan Leadership • Tugas IPCO: • Kontribusi DX dan Tx infeksi • Menyusun pedoman AB dan surveillans • Identifikasi Kuman patogen dan pola resistensi • Dg IPCN monitor Surveilens dan KLB • Membimbing diklat prosedur PPI • Monitor tenaga kesehatan merawat Px • Membantu petugas Kesehatan memahai PPI .

IPCN dan IPCLN • • • • • Kriteria IPCN Perawat min D3 Sertifikasi PPI Komitmen PPI Pengalaman Karu atau setara • Leadership • Purna Waktu • • • • Kriteria IPCLN Perawat min D3 Komitmen PPI Leadership .

Diklat PPI Investigasi KLB Monitoring prosedur perawatan Px Dg Komite.Tugas dan Tanggung jawab IPCN • • • • • • • • • Visite Ruangan Tiap Hari Monitoring pelaksanaan PPI Melaksanakan Surveillans Dg Komite.Prosedur Isolasi Audit PPI penunjang Monitoring Kesling .

Px dan keluarga ttg PPI • Koordinator dalam PPI di Ruangan .Tugas dan Tanggung jawab IPCN (lanjutan) • • • • • • Monitor AB rasional Desain dan Monev Surveilans Laporan Surveilans ke komite PPI Motivasi dan Teguran pelaksanaan PPI Saran desain Ruangan sesuai PPI Meningkatkan Kesadaran Px dan pengunjung ttg PPI • Penyuluhan petugas.

Tugas dan Tanggung jawab IPCLN • Mengisi Form surveillans harian di unit perawatan • Motivasi dan teguran pelaksanaan PPI di unit perawatan • Kontak IPCN bila curiga INOS • Koordinasi IPCN bila INOS potensial KLB • Monitoring kepatuhan standar Isolasi .

• Telepon dan Faksimili. printer dan internet.Sarana dan Fasilitas Pelayanan Penunjang (Supporting System) Sarana Kesekretariatan • Ruangan Sekretariat dan tenaga sekretaris yang full time. • Komputer. • Alat tulis kantor .

– Insentif / Tunjangan / Reward untuk Komite PPIRS. – Untuk pelaksanaan program. monitoring. – Pengadaan fasilitas pelayanan penunjang. b.Dukungan Manajemen • Dukungan yang diberikan oleh manajemen berupa : a. . evaluasi. laporan dan rapat rutin. Anggaran atau dana untuk kegiatan : – Pendidikan dan Pelatihan (Diklat). Penerbitan Surat Keputusan untuk Komite dan Tim PPIRS.

Kebijakan Manajemen • • • • • • • • Standard precaution Pengembangan SDM Penggunaan AB Pelaksanaan surveilans dan KLB Pemeliharaan sarana Kesehatan karyawan Penempatan pasien Upaya pencegahan ILO.IADP. VAP . ISK.

.Kebijakan Teknis • • • • • • • • • • • • Ada SPO tentang kewaspadaan isolasi (isolation precaution ) : Ada SPO kebersihan tangan Ada SPO penggunaan alat pelindung diri (APD) Ada SPO penggunaan peralatan perawatan pasien Ada SPO pengendalian lingkungan Ada SPO pemrosesan peralatan pasien dan penatalaksanaan linen Ada SPO Kesehatan karyawan / Perlindungan petugas kesehatan Ada SPO penempatan pasien AdaSPO hygiene respirasi / Etika batuk Ada SPO praktek menyuntik yang aman Ada SPO praktek untuk lumbal punksi Upaya-upaya pencegahan infeksi dan rekomendasinya.

loka karya dan sejenisnya. . • Bimbingan teknis secara berkesinambungan.Pengembangan dan Pendidikan Tim PPI • Wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan dasar dan lanjut • Memiliki sertifikat pelatihan PPI. • M engembangkan diri mengikuti seminar.

• Semua karyawan baru. • Rumah sakit secara berkala melakukan sosialisasi /simulasi PPI. PPDS harus mendapatkan orientasi PPI. • Semua staf rumah sakit yang berhubungan dengan pelayanan pasien harus mengikuti pelatihan PPI. mahasiswa.Pengembangan dan Pendidikan Staf Rumah Sakit • Semua staf rumah sakit harus mengetahui prinsip-prinsip pencegahan dan pengendalian infeksi. .

MONITORING KEGIATAN Monitoring • Monitoring dilakukan oleh IPCN dan IPCLN . • Ada formulir bantu surveilans. . • Dilakukan setiap hari dalam hal pengumpulan data untuk surveilans • Mempergunakan check list atau input data tindakan dalam komputer.

• Laporan – Membuat laporan tertulis kepada Direktur setiap bulan. – Membuat Laporan rutin : harian. 1 tahun. 6 bulan. . mingguan. bulanan. 3 bulan. maupun insidentil atau KLB. – Evaluasi oleh Komite PPI minimal setiap 3 bulan.EVALUASI DAN PELAPORAN • Evaluasi – Dilakukan oleh Tim PPIRS dengan frekuensi minimal setiap bulan.

Kesimpulan • Angka Infeksi RS tinggi • Program PPI menentukan mutu pelayanan RS • Perlu dibentuk Komite dan Tim PPI di RS • Komite dan Tim PPI dibentuk dan bertanggung jawab kepada direktur .