You are on page 1of 51

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

Sosialisasi KTSP

1

Misi Dit. PSMK
 Meningkatkan profesionalisme dan Good
Governance dari SMK sebagai pusat pembudayaan
kompetensi
 Meningkatkan kualitas proses pendidikan
 Pemberdayaan SMK untuk mengembangkan
keunggulan lokal untuk mencapai keunggulan
komparatif
 Pemberdayaan SMK untuk meningkatkan
hubungan dengan industri, PPPG, LPMP, dan
institusi lain yang relevan
 Meningkatkan perluasan dan pemerataan akses
pendidikan kejuruan yang bermutu.
Sosialisasi KTSP

2

DIREKTORAT PSMK
1.

2.

3.
4.
5.

SMK sebagai bagian integral dari sektor ekonomi
mempunyai peran untuk mendukung pertumbuhan
ekonomi nasional sehingga harus selalu ditingkatkan
dari segi kualitas dan kuantitasnya.
Kualitas SMK akan mempengaruhi kualitas dari tenaga
kerja Indonesia yang harus dikembangkan untuk
mencapai keunggulan ekonomi Indonesia yang
kompetitif.
SMK Memiliki peran yang signifikan dalam rangka
mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia.
SMK perlu terus didorong untuk mendukung
pertumbuhan industri di Indonesia
SMK perlu untuk selalu meningkatkan sumberdaya
manusia dan fasilitasnya sehingga sesuai dan selaras
dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Sosialisasi KTSP

3

PROFIL SISWA SMK

Kecerdasan Spiritual
Kecerdasan Sosial dan Emosional
Kecerdasan Intelektual

Kecerdasan Kinestetik

Sosialisasi KTSP

4

Kompetitif

ROAD MAP 2006-2010
et
g
r
Ta 07
06/ Siswa

s io
MA
Ra K : S
S M 7 : 63
=3
K=
M
k
lS
Kondisi
Jm 50 Se
6.1
=
05/06
wa
s
i
lS
Jm juta
Rasio siswa
2.4
=
SMK:SMA =
ru
Gu u
35 : 65
l
Jm rib
Jml SMK. =
110
6.000 Sek
-Jml siswa
=
2006
2.1 juta
Jml guru. =
94 ribu

*Pencitraan
*Pemb. Beasiswa
*Penambahan
Guru
*Perpusatakaan
*Rehabilitasi
Ruang
*Reenggineering
*USB & RKB

action

*Pencitraan
*Pemb. Beasiswa
*Penambahan
Guru
*Perpusatakaan
*Rehabilitasi
Ruang
Sosialisasi KTSP *Reenggineering

2005

5

*Pencitraan
*Pemb. Beasiswa
*Penambahan
Guru
*Perpusatakaan
*Rehabilitasi
Ruang
*Reenggineering
*USB & RKB

Rasio Siswa
SMK:SMA = 43 : 57
Jml SMK = 6.500 Sek
Jml Siswa = 3.5 jt
Jml Guru = 174 rb

2008
2007

action

Target 08/09

action

Target
07/08
Rasio Siswa
SMK : SMA
= 38 : 62
Jml SMK =
6.300 Sek
Jml Siswa =
2.9 juta
Jml Guru =
138 ribu

2009

action

*Pencitraan
*Pemb. Beasiswa
*Penambahan
Guru
*Perpusatakaan
*Rehabilitasi
Ruang
*Reenggineering
*USB & RKB

2010

Target
09/10
Rasio siswa
SMK:SMA

= 50

: 50
Jml SMK. =

6.600 Sek
-Jml siswa =

-4.3 juta
Jml guru. =

216 ribu

TONGGAK INDIKATOR PERLUASAN AKSES
Target 2006
* USB/UGB = 65
* RKB (1 Paket =
2 ruang) =
500
* Jml Siswa =
2.400.000
* Jml SMK = 6000
* Beasiswa = 0
* Rehab
Bangunan =
0
* Industri Partner
= 750
* Kota
Vokasi(Rasio
SMA : SMK =
50 : 50) = 4

2006

Sosialisasi KTSP

6

Target 2007
* USB/UGB = 150
* RKB (1 Paket = 2
ruang) = 4000
* Jml Siswa =
3.500.000
* Jml SMK = 6150
* Beasiswa =
2.000.000
* Rehab Bangunan
= 730
* Industri Partner =
1000
* Kota Vokasi(Rasio
SMA : SMK =
50 : 50) = 4

2007
action

*Pencitraan
*Pemb. Beasiswa
*Penambahan Guru
*Perpusatakaan
*Rehabilitasi Ruang
*Reenggineering
*USB & RKB

action

action
*Pencitraan
*Pemb.
Beasiswa
*Penambahan
Guru
*Perpusatakaan
*Rehabilitasi
Ruang
*Reenggineerin
g
*USB & RKB

*Pencitraan
*Pemb. Beasiswa
*Penambahan Guru
*Perpusatakaan
*Rehabilitasi Ruang
*Reenggineering
*USB & RKB

2008

008
2
t
e
g
r
a
T
00

B=2
* USB/UG
Paket = 2
* RKB (1
4.000
ruang) =
a=
* Jml Sisw .000
240.000
K = 6400
* J m l SM
a=
* Beasisw 00
2.500.0
=
angunan
* Rehab B
810
Partner =
* Industri
750
kasi(Rasio
* Kota Vo
K = 50
SMA : SM
: 50) = 4

2009

Target 2009
* USB/UGB = 185
* RKB (1 Paket = 2
ruang) = 4.500
* Jml Siswa =
4.000.000
Jml SMK = 6600
* Beasiswa =
2.500.000
* Rehab Bangunan
= 860
* Industri Partner =
1.250
* sKota
Vokasi(Rasio
SMA : SMK =
50 : 50) = 0

ACTION PLAN 2007-2009

Sosialisasi KTSP

7

RENCANA KEGIATAN 2007-2009

Sosialisasi KTSP

8

RENCANA KEGIATAN 2007-2009

Sosialisasi KTSP

9

RENCANA KEGIATAN 2007-2009

Sosialisasi KTSP

10

STRATEGIC PLAN TARGET 2006-2010

Sosialisasi KTSP

11

STRATEGIC PLAN TARGET 2006-2010

Sosialisasi KTSP

12

STRATEGIC PLAN TARGET 2006-2010

Sosialisasi KTSP

13

STRATEGIC PLAN TARGET 2006-2010

Sosialisasi KTSP

14

1. Mempersiapkan peserta didik
terutama untuk bekerja dalam bidang
tertentu
2. Didasarkan kebutuhan dunia kerja
“Demand-Market-Driven”
3. Penguasaan kompetensi yang
dibutuhkan oleh dunia kerja

Sosialisasi KTSP

4. Kesuksesan siswa pada “HandsOn” atau performa dunia kerja
5. Hubungan erat dengan Dunia Kerja
merupakan Kunci Sukses
Pendidikan Kejuruan
6. Responsif dan antisipatif terhadap
kemajuan Teknologi

Sosialisasi KTSP

7. Learning By Doing dan Hands On
Experience
8. Membutuhkan fasilitas Mutakhir
untuk praktik
9. Memerlukan biaya investasi dan
operasional yang lebih besar dari
pendidikan umum
Sosialisasi KTSP

PRINSIP-PRINSIP
PENGEMBANGAN KTSP SMK
1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan,
serta kepentingan peserta didik dan lingkungannya
2. Beragam dan terpadu
3. Tanggap terhadap perkembangan ilmu
pengetahuan, teknologi, dan seni
4. Relevan dengan kebutuhan kehidupan
5. Menyeluruh dan berkesinambungan
6. Belajar sepanjang hayat
7. Seimbang antara kepentingan nasional dan
kepentingan daerah

Sosialisasi KTSP

Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan,
serta kepentingan peserta didik dan lingkungannya
Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta
didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan
kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat,
berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang
demokratis serta bertanggung jawab.
Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan
kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi,
perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta
tuntutan lingkungan. Memiliki posisi sentral berarti kegiatan
pembelajaran berpusat pada peserta didik.

Sosialisasi KTSP

Beragam dan terpadu
Kurikulum dikembangkan dengan
memperhatikan keragaman karakteristik peserta
didik, kondisi daerah, jenjang dan jenis
pendidikan, serta menghargai dan tidak
diskriminatif terhadap perbedaan agama, suku,
budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan
jender. Kurikulum meliputi substansi komponen
muatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan
pengembangan diri secara terpadu, serta
disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan
yang bermakna dan tepat antarsubstansi.

Sosialisasi KTSP

Tanggap terhadap perkembangan ilmu
pengetahuan, teknologi dan seni
Kurikulum dikembangkan atas dasar
kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi
dan seni yang berkembang secara dinamis.
Oleh karena itu, semangat dan isi kurikulum
memberikan pengalaman belajar peserta didik
untuk mengikuti dan memanfaatkan
perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi,
dan seni.

Sosialisasi KTSP

Relevan dengan kebutuhan kehidupan
Pengembangan kurikulum dilakukan dengan
melibatkan pemangku kepentingan
( stakeholders ) untuk menjamin relevansi
pendidikan dengan kebutuhan kehidupan,
termasuk di dalamnya kehidupan
kemasyarakatan, dunia usaha dan dunia
kerja. Oleh karena itu, pengembangan
keterampilan pribadi, keterampilan
berpikir, keterampilan sosial,
keterampilan akademik, dan keterampilan
vokasional merupakan keniscayaan

Sosialisasi KTSP

Menyeluruh dan berkesinambungan
Substansi kurikulum mencakup
keseluruhan dimensi kompetensi, bidang
kajian keilmuan dan mata pelajaran yang
direncanakan dan disajikan secara
berkesinambungan antarsemua jenjang
pendidikan.

Sosialisasi KTSP

Belajar sepanjang hayat
Kurikulum diarahkan kepada proses
pengembangan, pembudayaan, dan
pemberdayaan peserta didik yang berlangsung
sepanjang hayat. Kurikulum mencerminkan
keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan
formal, nonformal, dan informal dengan
memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan
yang selalu berkembang serta arah
pengembangan manusia seutuhnya.

Sosialisasi KTSP

A. Tujuan Pendidikan Tingkat Satuan
Pendidikan SMK
B. Struktur dan Muatan KTSP SMK
C. Kalender Pendidikan

Sosialisasi KTSP

Tujuan pendidikan menengah kejuruan
adalah meningkatkan kecerdasan,
pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia,
serta keterampilan untuk hidup mandiri dan
mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai
dengan kejuruannya.

Sosialisasi KTSP

Struktur kurikulum merupakan pola dan susunan mata
pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik
dalam kegiatan pembelajaran. Kedalaman muatan
kurikulum pada setiap mata pelajaran pada setiap
satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi yang
harus dikuasai peserta didik sesuai dengan beban
belajar yang tercantum dalam struktur kurikulum.
Kompetensi yang dimaksud terdiri atas standar
kompetensi dan kompetensi dasar yang
dikembangkan berdasarkan standar kompetensi
lulusan. Muatan lokal dan kegiatan pengembangan
diri merupakan bagian integral dari struktur kurikulum
pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.
Sosialisasi KTSP

Struktur kurikulum pendidikan kejuruan
dalam hal ini Sekolah Menengah Kejuruan
(SMK) dan Madrasah Aliyah Kejuruan
(MAK) diarahkan untuk mencapai tujuan
Pendidikan Kejuruan. Kurikulum SMK/MAK
berisi mata pelajaran wajib, mata pelajaran
Kejuruan, Muatan Lokal, dan
Pengembangan Diri.

Sosialisasi KTSP

Komponen

Durasi Waktu
(Jam)

A. Mata Pelajaran
1.Pendidikan Agama

192

2.Pendidikan Kewarganegaraan

192

3.Bahasa Indonesia

192

4.Bahasa Inggris

Sosialisasi KTSP

440 a)

Komponen

Durasi Waktu
(Jam)

A. Mata Pelajaran
5. Matematika
5. 1 Matematika Kelompok Seni, Pariwisata,
dan Teknologi Kerumahtanggaan
5. 2 Matematika Kelompok Sosial,
Administrasi Perkantoran dan Akuntansi
5. 3 Matematika Kelompok Teknologi,
Kesehatan, dan Pertanian

Sosialisasi KTSP

330 a)
403 a)
516 a)

Komponen

Durasi Waktu
(Jam)

A. Mata Pelajaran
6. Ilmu Pengetahuan Alam
6. 1 IPA
6. 2 Fisika
6. 2. 1 Fisika Kelompok Pertanian
6. 2. 2 Fisika Kelompok Teknologi

Sosialisasi KTSP

192 a)
192 a)
276 a)

Komponen

Durasi Waktu
(Jam)

A. Mata Pelajaran
6. Ilmu Pengetahuan Alam
6. 3 Kimia
6. 3. 1 Kimia Kelompok Pertanian
6. 3. 2 Kimia Kelompok Teknologi
dan Kesehatan

Sosialisasi KTSP

192 a)
192 a)

Komponen

Durasi Waktu
(Jam)

A. Mata Pelajaran
6. Ilmu Pengetahuan Alam
6. 4 Biologi
6. 4. 1 Biologi Kelompok Pertanian
6. 4. 2 Biologi Kelompok Kesehatan

Sosialisasi KTSP

192 a)
192 a)

Komponen

Durasi Waktu
(Jam)

A. Mata Pelajaran
7.Ilmu Pengetahuan Sosial

128 a)

8. Seni Budaya

128 a)

9. Pendidikan Jasmani Olah Raga dan
Kesehatan

Sosialisasi KTSP

192

Komponen

Durasi Waktu
(Jam)

A. Mata Pelajaran
10. Kejuruan
10.1 Keterampilan Komputer dan
Pengelolaan Informasi

202

10.2 Kewirausahaan

192

10.3 Dasar Kompetensi Kejuruan b)

140

10.3 Kompetensi Kejuruan b)
Sosialisasi KTSP

1044 c)

Komponen
B. Muatan Lokal
C. Pengembangan Diri d)

Sosialisasi KTSP

Durasi Waktu
(Jam)

192
(192)

Keterangan notasi
a)

Durasi waktu adalah jumlah jam minimal yang
digunakan oleh setiap program keahlian. Program
keahlian yang memerlukan waktu lebih jam
tambahannya diintegrasikan ke dalam mata pelajaran
yang sama, di luar jumlah jam yang dicantumkan.

b)

Terdiri dari berbagai mata pelajaran yang ditentukan
sesuai dengan kebutuhan setiap program keahlian.

c)

Jumlah jam Kompetensi Kejuruan pada dasarnya
sesuai dengan kebutuhan standard kompetensi kerja
yang berlaku di dunia kerja tetapi tidak boleh kurang
dari 1044 jam.

d)

Ekuivalen 2 jam pembelajaran.

Sosialisasi KTSP

 Di dalam penyusunan kurikulum SMK/MAK mata pelajaran
dibagi ke dalam tiga kelompok, yaitu kelompok normatif,
adaptif, dan produktif.
 Kelompok normatif adalah mata pelajaran yang
dialokasikan secara tetap yang meliputi Pendidikan Agama,
Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia,
Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan, dan Seni
Budaya.
 Kelompok adaptif terdiri atas mata pelajaran Bahasa
Inggris, Matematika, IPA, IPS, Keterampilan Komputer dan
Pengelolaan Informasi, dan Kewirausahaan.
 Kelompok produktif terdiri atas sejumlah mata pelajaran
yang dikelompokkan dalam Dasar Kompetensi Kejuruan
dan Kompetensi Kejuruan. Kelompok adaptif dan produktif
adalah mata pelajaran yang alokasi waktunya disesuaikan
dengan kebutuhan program keahlian, dan dapat
diselenggarakan dalam blok waktu atau alternatif lain.

Sosialisasi KTSP

Komponen

Durasi Waktu
(Jam)

A. Mata Pelajaran
1. Normatif
1.1. Pendidikan Agama

192

1.2. Pendidikan Kewarganegaraan

192

1.3. Bahasa Indonesia

192

1.4. Pendidikan Jasmani Olah Raga
dan Kesehatan

192

1.5. Seni Budaya

128

Sosialisasi KTSP

Komponen

Durasi Waktu
(Jam)

2. Adaptif
2.1. Bahasa Inggris

440

2.2. Matematika

516

2.3. Ilmu Pengetahuan Alam

192

2.4. Fisika

276

2.5. Kimia

192

2.6. Ilmu Pengetahuan Sosial

128

2.7. K K P I

202

2.8. Kewirausahaan

192

Sosialisasi KTSP

Komponen

Durasi Waktu
(Jam)

3. Produktif
3.1. Dasar Kompetensi Kejuruan

140

3.2. Kompetensi Kejuruan

1044

B. Muatan Lokal
C. Pengembangan Diri
JUMLAH

Sosialisasi KTSP

192
(192)
4410


Materi pembelajaran Dasar Kompetensi Kejuruan dan
Kompetensi Kejuruan disesuaikan dengan kebutuhan
program keahlian untuk memenuhi standar
kompetensi kerja di dunia kerja.
Evaluasi pembelajaran dilakukan setiap akhir
penyelesaian satu standar kompetensi atau beberapa
penyelesaian kompetensi dasar dari setiap mata
pelajaran.
Pendidikan SMK/MAK diselenggarakan dalam bentuk
pendidikan sistem ganda.
Alokasi waktu satu jam pelajaran tatap muka adalah
45 menit.

Sosialisasi KTSP

Beban belajar SMK/MAK meliputi kegiatan
pembelajaran tatap muka, praktik di sekolah dan
kegiatan kerja praktik di dunia usaha/industri
ekuivalen dengan 36 jam pelajaran per minggu.
Minggu efektif penyelenggaraan pendidikan
SMK/MAK adalah 38 minggu dalam satu tahun
pelajaran.
Lama penyelenggaraan pendidikan SMK/MAK tiga
tahun, maksimum empat tahun sesuai dengan
tuntutan program keahlian.

Sosialisasi KTSP

Pengaturan Beban Belajar

SMK kategori standar menggunakan pengaturan
beban belajar dalam sistem paket dan dapat
menggunakan pengaturan beban belajar dalam
sistem kredit semester (SKS).

Jam pembelajaran setiap mata pelajaran pada sistem
paket dialokasikan sebagaimana pada struktur
kurikulum.

Satuan pendidikan dapat 4 jam pelajaran per minggu
secara keseluruhan.

Penambahan 4 jam pelajaran dapat dilakukan
terhadap satu atau lebih mata pelajaran yang ada,
atau menambah mata pelajaran baru.

Sosialisasi KTSP

Pengaturan Beban Belajar

Pemanfaatan jam pembelajaran tambahan
mempertimbangkan kebutuhan peserta didik dalam
mencapai kompetensi.

Alokasi waktu untuk penugasan terstruktur dan
kegiatan mandiri tidak terstruktur dalam sistem paket
0% - 60% dari waktu kegiatan tatap muka.

Dua jam pembelajaran praktik di sekolah atau empat
jam pembelajaran praktik di luar sekolah setara
dengan satu jam pembelajaran tatap muka yang
tercantum pada struktur kurikulum.

Sosialisasi KTSP

Pendidikan Kecakapan Hidup

KTSP SMK dapat memasukkan pendidikan kecakapan hidup
yaitu pendidikan yang memberikan kecakapan personal,
kecakapan sosial, kecakapan intelektual dan kecakapan
vokasional untuk bekerja atau usaha mandiri (penjelasan Pasal
26 ayat (3) UU Nomor 20 Tahun 2003).

Pendidikan kecakapan hidup dapat merupakan bagian integral
dari pendidikan semua mata pelajaran dan/atau berupa
paket/modul yang direncanakan secara khusus.

Pendidikan kecakapan hidup dapat diperoleh peserta didik dari
satuan pendidikan yang bersangkutan melalui kegiatan kurikuler,
kegiatan ekstrakurikuler, kegiatan organisasi siswa dan atau dari
satuan pendidikan formal lain dan/atau nonformal, seperti
kegiatan kepemudaan, pemberdayaan perempuan, kursus, dan
lain-lain.

Sosialisasi KTSP

Pendidikan Berbasis
Keunggulan Lokal dan Global

Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global adalah
pendidikan yang memanfaatkan keunggulan lokal dan kebutuhan
daya saing global dalam aspek ekonomi, budaya, bahasa,
teknologi informasi dan komunikasi, ekologi, dll, yang bermanfaat
bagi pengembangan kompetensi peserta didik.

KTSP SMK dapat memasukkan pendidikan berbasis keunggulan
lokal dan global.

Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global dapat
merupakan bagian dari semua mata pelajaran dan atau dapat
menjadi mata pelajaran muatan lokal.

Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global dapat diperoleh
dari satuan pendidikan yang bersangkutan atau dari satuan
pendidikan formal lain dan/atau nonformal.

Sosialisasi KTSP

Kalender Pendidikan

Pengaturan waktu kegiatan pembelajaran selama satu tahun,
mencakup permulaan tahun, minggu efektif, waktu efektif dan
hari libur.

Permulaan tahun pelajaran, waktu dimulai kegiatan
pembelajaran pada awal tahun.

Minggu efektif, jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk
setiap tahun.

Waktu pembelajaran efektif, jumlah jam pembelajaran setiap
minggu, meliputi jumlah jam seluruh mata pelajaran termasuk
muatan lokal, ditambah kegiatan pengembangan diri.

Waktu libur, waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan
kegiatan pembelajaran terjadwal.

Sosialisasi KTSP

PENYUSUNAN KTSP
Mekanisme Penyusunan
KTSP SMK dikembangkan sekolah dan komite
sekolah di bawah koordinasi dan supervisi dinas
pendidikan provinsi.

Tim Penyusun
 guru
 konselor
 kepala sekolah, ketua merangkap anggota
 komite sekolah (du/di, asosiasi, dunia kerja, dan
anggota institusi pasangan lainnya)
 nara sumber
 dinas pendidikan provinsi, sebagai koordinator dan
supervisor.

Sosialisasi KTSP

KURIKULUMsebagai
sebagaiProduk,
Produk,
KURIKULUM
KURIKULUMsebagai
sebagaiProgram
Program
KURIKULUM
KURIKULUMsebagai
sebagaiHasil
HasilBelajar
Belajaryang
yangdiingingakan
diingingakan
KURIKULUM
KURIKULUMsebagai
sebagaiPengalaman
PengalamanBelajar
Belajar
KURIKULUM
TEACHING
ANALISIS
LEARNING
KONTEKS
ACTIVITIES

Analis
Analis
SWOT
SWOT
Visi,Misi,
Visi,Misi,
Tujuan
Tujuan

IdentifikasiSI
SIdan
danSKL
SKL
Identifikasi

TIM KERJA

Draft
REVISI

Review Validasi
PENYUSUNAN
Sosialisasi KTSP

50

Dokumen

KTSP

Sosialisasi KTSP