You are on page 1of 2

W

WEELLDDIINNGG AARRTTIICCLLEE

P
PR
RO
OS
SE
ED
DU
UR
RP
PE
EN
NG
GE
EL
LA
AS
SA
AN
N (( W
WP
PS
S ))

MAILING LIST
MIGAS INDONESIA©

Oleh :
Moderator Bidang Keahlian Welding ( Pengelasan )
Farid Moch. Zamil (Farid Las)
( PT. Meco Inoxprima – Surabaya )
1.

PENDAHULUAN.
Prosedur Pengelasan (WPS) adalah suatu perencanaan untuk pelaksanaan pengelasan
yang meliputi cara pembuatan konstruksi pengelasan yang sesuai dengan rencana dan
spesifikasinya dengan menentukan semua hal yang diperlukan dalam pelaksanaan
tersebut. Karena itu mereka yang menentukan prosedure pengelasan harus
mempunyai pengetahuan dalam hal pengetahuan bahan dan teknologi pengelasan itu
sendiri serta dapat menggunakan pengetahuan tersebut untuk effesiensi dari suatu
aktivitas produksi.
Didalam pembuatan prosedure pengelasan (WPS) code atau Standard yang lazim
dipakai dinegara kita adalah American Standard ( ASME, AWS dan API ). Selain
American Standard design dan fabrikasi yang sering kita jumpai adalah British
Standard ( BS ), Germany Standard ( DIN ), Japanese Standard ( JIS ) dan ISO.
Akan tetapi hingga saat ini standard yang paling sering dijadikan acuan untuk
pembuatan prosedure pengelasan ASME Code Sect IX (Boiler, Pressure Vessel, Heat
Exchanger, Storage Tank), API Std 1104 ( Pipeline ) dan AWS (Structure & Plat Form).

2. APAKAH PROSEDUR PENGELASAN ( WPS ) ITU ?
Prosedure Pengelasan (WPS) adalah Prosedur yang digunakan sebagai acuan untuk
melaksanakan Proses pengelasan yang meliputi rancangan rinci dari teknik pengelasan
yang sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan. Dalam hal ini prosedure pengelasan
merupakan langkah-langkah pelaksanaan pengelasan untuk mendapatkan mutu
pengelasan yang memenuhi syarat.
Dalam prosedur Pengelasan (WPS) harus ditampilkan
mempengaruhi kualitas hasil pengelasan. Variabel-variabel
menjadi 3 (Tiga) kelompok :

variabel-variabel yang
itu dapat digolongkan

1. ESSENTIAL VARIABEL.
Suatu variabel yang bila diubah akan berpengaruh pada mechanical properties
hasil pengelasan.
2. SUPPLEMENT ESSENTIAL VARIABEL.
Suatu variabel yang bila diubah akan berpengaruh pada Nilai Impact hasil
pengelasan.
3. NON ESSENTIAL VARIABEL.
Suatu variabel bila diubah tidak akan
mechanical properties hasil pengelasan.

1

mempengaruhi

nilai

impact

dan

LANGKAH-LANGKAH PEMBUATAN PROSEDURE PENGELASAN ( WPS ). Hal-hal yang dianjurkan adalah mencatat semua variabel essential. Sifat-sifat metallurgy dari material tersebut khususnya weldabilitynya. b. FAKTOR UTAMA YANG DIPERHITUNGKAN DALAM PENYUSUNAN PROSEDURE PENGELASAN (WPS). a. 4. Tahun 2001 . g. Welding Inspector Fabrication Piping untuk Chandra Asri Petrochemical Plant di NISCONI Tahun 1994 Welding Engineer Fabrication Pressure Vessel & Heat Exchanger untuk Train G & H (Bontang) Tahun 1995 & 1996. Membandingkan hasil PQR dengan parameter yang ada di WPS untuk menjamin bahwa range dan parameter yang tercantum pada WPS tercover pada PQR. BAGAIMANA MENGKUALIFIKASI PROSEDURE PENGELASAN (WPS) ? Langkah – langkah dalam melakukan kualifiaksi prosedure pengelasan yaitu : a. Lingkungan verja (enviroment work) pada equipment tersebut. a. Mengevaluasi hasil Destructive Test dengan Standard / code yang digunakan. Meco Inoxprima. d. h. Saat ini juga sebagai Project Coordinator Fab. Apakah jenis material induknya (Base Metal) ? Jenis proses welding yang digunakan ? Jenis kawat las yang dipakai ? Kondisi pemakaian alat yang akan di las ? Disamping 4 ( empat ) persyaratan diatas ada persyaratan lain seperti : a. e. Non essential maupun Supplementary essential. Memotong test coupon untuk dijadikan specimen test DT (Destructive Test). PAL. Kemampuan welter. 2 . Sebagai Welding Inspector pada EAST JAVA Gas Pipeline Project tahun 1992-1993 di Nippon Steel Corp. d. Compability antara kawat las dan material induk (Base Metal). Riwayat pekerjaan : Welding Supervisor di SAMACO tahun 1991. Post Heat.Sekarang sebagai QA/QC Coordinator di PT. Melakukan pengelasan pada test coupon dengan parameter-parameter sesuai yang tercantum dalam draft Prosedure pengelasan (WPS). Tahun 1997-2001 sebagai WE & QE di PT Meco Inoxprima. PANGKAH PROJECT – AMAREDA HESS + PT. b.W WEELLDDIINNGG AARRTTIICCLLEE MAILING LIST MIGAS INDONESIA© 3. Melakukan pengelasan pada test coupon sesuai dengan parameter-parameter pengelasan yang telah tertulis dalam draft prosedure tersebut (WPS). c. Design sambungan dan beban. d. e. c. c. e. d. Menyusun draft / prelimenary prosedure pengelasan (WPS). Pembuatan PLEM untuk PERTAMINA UP IV di PT Barata Indonesia. Safety. b. f. Interpass Temperatura Dan PWHT). 5. Mechanical properties yang diinginkan. Pipe Spool Superduplex DEV. Jika hasil test DT dinyatakan accepted harus di record pada Prosedure Kualifikasi Pengelasan (PQR). Proses pemanasan (Preheat. b. Mencatat dan mensertifikasi hasil uji tersebut pada lembar Prosedur Kualifikasi Record (PQR). Membuat test specimen dan melakukan uji specimen dengan Destructive Test. Membuat Test Coupon. Latar Belakang penulis : S-1 Teknik Mesin ITATS lulus tahun 1991. c.