You are on page 1of 21

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Varicella terdapat diseluruh dunia dan tidak ada perberdaan ras maupun
jenis. Varicella terutama mengernai anak –anak yang berusia 20 tahun terutama
pada usia 3-6 tahun dan hanya sekitar 2 % terjadi pada orang deewasa. Di
Amerika, vericella sering terjadi pada anak- anak di bawah usia 10 tahun dan 5
% kasus terjadi pada anak-anak di bawah 6 tahun sebanyak 81,4 %.
Insiden terjadinya herpes zoster meningkat sesuai dengan pertambahan
umur dan biasanyua jarang mengernai anak – anak. Di Amerika, herpes zoster
jarang terjadi pada anam-anak, Dimana lebih dari 66 % mengenai usia lebih
dari 50 tahun, kurang dari 10% mengenai usia dibawah 20 tahun 5% mengenai
usia kurang dari 15 tahun. Walaupun herpes zoster merupakan penyakit yang
sering di jumpai pada orang dewasa, namun herpes zoster dapat juga terjadi
pada bayi yang baru lahir apabila ibunya menderita herpes menderita herpes
zoster pada masa kehamilan. Dari hasil penelitian, di temukan sekitar 3%
herrpes zoster pada anak, biasanya di temukan pada anak-anak yang
imonokompromis dan menderita penyakit keganasan.
Pada tahun 1767, Heberden dapat membedakan dengan jelas antara
chickenpox dan smallpox, yang di yakini kata “chickenpox” berasal dari
bahasa inggris yaitu “gican” yang maksudnya penyakit gatal ataupun berasal
dari kata prancis yaitu “chiche-pois, yang menggambarkan ukuran dari vesikel.
Pada tahun 1888, Von Bokay menemukan hubungan antara vericella dan herpes
zoster, ia menemukan bahwa varicella di curugai berkembang dari anak-anak
yang terpapar dengan seorang yang menderita herpes zoster akut. Pada tahum
1943, Garland mengetauhui terjadinya herpes zoster akibat reaksi virus yang
laten. Pada tahun 1952, weller dan stoddard melakukan penelitian secara
invitro, mereka menemukan varicella dan herpes zoster disebabkan oleh virus
yang sama.

1

B. Rumusan masalah
1. Apa definisi dari varicella ?
2. Apa etiologi dari varicella ?
3. Bagaimana patofisiologi dari varicella ?
4. Apa saja tanda dan gejala dari penyakit varicella ?
5. Bagaimana WOC dari penyakit varicella ?
6. Apa saja manifestasi klinis dari varicella ?
7. Bagaimana pemeriksaan diagnostik varicella ?
8. Bagaimanakah penatalaksanaan pada varicella ?
9. Bagaimana pencegahan dari varicella ?
10. Apa saja komplikasi dari varicella ?
11. Bagaimana asuhan keperawatan pada varicella ?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui definisi dari varicella
2. Untuk mengetahui etiologi dari varicella
3. Untuk mengetahui patofisiologi dari varicella
4. Untuk mengetahui tanda dan gejala dari penyakit varicella
5. Untuk mengeetahui WOC dari penyakit varicella
6. Untuk mengetahui manifestasi klinis dari varicella
7. Untuk mengetahui pemeriksaan diagnostik varicella
8. Untuk mengetahui penatalaksanaan pada varicella
9. Untuk mengetahui pencegahan dari varicella
2

10. Untuk mengetahui komplikasi dari varicella 11. Manfaat Manfaat Bagi mahasiswa Agar mahsiswa mengetahui dan memahami cara asuhan keperawatan integumen dengan cepat dan tanggap dan meningkatkan potensi diri sehubungan dengan penanggulangannya. BAB II 3 . Untuk mengetahui asuhan keperawatan pada varicella D.

Varicella. Etiologi Varicella 4 . sedangkan di luar negeri terkenal dengan nama Chickenpox. B. 2008). Inveksi ini terutama menyerang anak-anak dan bersif mudah menular. Varicella adalah Penyakit Infeksi Menular yang disebabkan oleh virus Varicella Zoster. Di Indonesia penyakit ini dikenal dengan istilah cacar air. ditandai oleh adanya vesikel-vesikel. (Rampengan. Varicella atau cacar air merupakan penyakit yang sangat menular yang disebabkan oleh virus Varicella Zoster dengan gejala-gejala demam dan timbul bintik-bintik merah yang kemudian mengandung cairan. Definisi Varicella Varicella berasal dari bahasa latin. Varicella merupakan suatu inveksi yang di sebabkan oleh virus varicella zoster yang menyerang kulit dan mukosa dengan kelainan berbentuk vasikula yang tersebar.PEMBAHASAN A. ditandai oleh erupsi yang khas pada kulit. Varicella (Cacar Air) adalah penyakit infeksi yang umum yang biasanya terjadi pada anak-anak dan merupakan akibat dari infeksi primer Virus Varicella Zoster. Varicella adalah suatu penyakit infeksi virus akut dan menular. yang disebabkan oleh Varicella Zoster Virus (VZV) dan menyerang kulit serta mukosa.

terdiri dari protein dan DNA dengan rantai ganda. Pada masa ini. inveksi di hambat oleh imunitas non spesifik. sedangkan bila terjadi serangan kembali. yang akan muncul adalah Herpes Zoster. Kemudian akan dimakan oleh sel-sel system retikuloendotial. yaitu rantai pendek (S) dan rantai panjang (L) dan membentuk suatu garis dengan berat molekul 100 juta yang disusun dari 162 capsomir dan sangat infeksius. termasuk kelompok Herpes Virus dengan diameter kira-kira 150-200 nm.Varicella disebabkan oleh Varicella Zoster Virus (VZV). C. Pada kebanyakan individu. replikasi virus lebih menonjol atau lebih dominan di bandingkan imunitas tubuhnya sehingga dalam waktu dua minggu setelah inveksi. Patofisiologi Virus masuk kedalam tubuh melalui mukosa traktur respiratorius bagian atas orofaring yaitu virus berpindah dari satu orang keorang lain melalui precikan ludah yang berasal dari batuk atau bersing penderita yang di terbangkan melalui udara dan kontak langsung melalui kulit yang terinfeksi. Varicella Zoster Virus (VZV) dapat ditemukan dalan cairan vesikel dan dalam darah penderita Varicella sehingga mudah dibiakkan dalam media yang terdiri dari Fibroblast paru embrio manusia. Di sini terjadi replikasi virus lebih banyaka lagi ( pada periode inkubasi ). Inti virus disebut Capsid. Kontak pertama dengan penyakit ini akan menyebabkan Varicella. Varicella Zoster Virus (VZV) dapat menyebabkan Varicella dan Herpes Zoster. sehingga Varicella sering disebut sebagai infeksi primer virus ini. kemudian virus tersebut mengalami multiplikasi awal setempat dan virus yang menyebar kepembuluh darah dan saluran linfe ( viramia primer ). terjadi viremia yang 5 .

dan pada beberapa kasus nyeri tenggorok dan batuk. kepala. E. malaise. Hal ini menyebabkan panas dan malaise. 2.. nyeri punggung. Stadium Eupsi Ruam kulit muncul dimuka. malaise. Tanda dan Gejala 1. terutama di kulit dan membran mukosa. mengigil. badan dan ekstremitas.lebih hebat (viremia sekunder). dan kulit kepala. WOC Imunitas tubuh 6 Riwayat kontak dg px varicella . nyeri. serta virus menyebar keseluruh tubuh lewat aliran tubuh. anoreksia. D. penyebaran lesi varicella menjadi krusta 8-12 jam dan akan akan lepas dalam waktu 1-3 minggu tergantung kepada dalamnya kelainan kulit. Stadium prodromal Gejala timbul setelah 14-15 hari masa inkubasi dengan timbulnya ruam kulit disertai demam. Pada anak lebih besar-besar dan dewasa didahului oleh demam selam 2-3 hari sebelumnya.

Virus varicella zooster Invasi virus melalui saluran pernapasan / kontak langsung Mukosa napas Orofaring Virus bereplikasi Virus menyebar melalui Pembuluh darah Limfe (viremia primer) Pasien tidak mengetahui penyakitnya Virus bereplikasi ke organ-organ Virus mencapai kulit Kurang sumber informasi Varicella MK : Defisiensi pengetahuan Pelepasan mediator kimia (prostaglandin) Pelepasan mediator kimia (prostaglandin) Gangguan di hypothalamus Suhu tubuh MK : Hipertermi Reaksi inflamasi Kerusakan saraf perifer Replikasi di sel epidermal Kerusakan saraf perifer Replikasi di sel epidermal MK : Nyeri akut Vakuolisasi sel dan lisis Terjadi makula Timbul papula Vesikula Pasien malu dengan kondisinya MK : Gangguan citra tubuh 7 Cairan vesikula mengeruh menjadi pustula Pustula pecah Pustula mengering menjadi krusta .

papula kemudian berubah menjadi vesikel (gelembung kecil berisi cairan jernih) dan akhirnya cairan dalam gelembung tersebut menjadi keruh (pustula).benjolan kecil berisi cairan. Munculnya erupsi pada kulit diawali dengan bintik-bintik berwarna kemerahan (makula). Bila tidak terjadi infeksi. 3. Pemeriksaan ini sensitifitasnya sekitar 84%. b. dengan mengunaklan mikroskop cahaya akan di jumpai multinucleated giant cells. 2. Wright’s. toluidine blue ataupun papanicolaou’s. Terakhir menjadi benjolan . Pusing.Respon menggaruk Timbul gatal saat proses penyembuhan Lesi pada kulit Pasien mengeluh gatal MK : Kerusakan integritas kulit Kualitas dan kuantitas tidur MK : Gangguan pola tidur F. kemudian diwarnai dengan pewarnaan yaitu hematoxylin-eosin. G. 8 . Sebelum munculnya erupsi pada kulit. Demam dan kadang-kadang diiringi batuk. 1-2 hari kemudian muncul erupsi kulit yang kas. Preparatdiambil dari discping dasar vesikel yang masih baru. Giemsa’s. Dalam 24 jam timbul bintik-bintik yang berkembang menjadi lesi (mirip kulit yang terangkat karena terbakar). Pemeriksaan diagnostic Untuk pemeriksaan varicella dapat dilakukan beberapa test yaitu : 1. yang kemudian berubah menjadi papula (penonjolan kecil pada kulit). Manifestasi Klinis Diawali dengan gejala melemahnya kondisi tubuh. Tzanck smear a. lesu tidak nafsu makan dan sakit kepala. biasanya pustel akan mengering tanpa meninggalkan abses. penderita biasanya mengeluhkan adanya rasa tidal enak badan. 1.

3. Direct fluorescent assay ( DFA ) a. Pemeriksaan dengan metode ini sangat sensitif b. dan CSF c.c. d. Pemberian antivirus sebaiknya dalam jangka waktu kurang dari 48-72 jam setelah erupsi dikulit muncul. Dapat di berikan antipiretik dan analgetik. Pemeriksaan ini dapat menemukan antigen virus varicella zoster simpleks virus. Preparat dari scraining dasar vesicell tetapi apa bila sudah berbentuk b. Obat antivirus 1. dapat di berikan salep antibiotik Untuk mencegah terjadinya infeksi sekunder. krusta pemeriksaan dengan DFA kurang sensitif Hasil pemeriksaan cepat Membutuhkan mikroskop fluorescence . Biopsi kulit Hasil pemeriksaan histopalogis : tampak vesikel intraepidermal dengan degenerasi sel epidermal dan acantholysis. Test ini dapat menemukan antigen virus varicella zoster. Polymerase chain reaction ( PCR ) a. 4. biasanya tidak di perlukan pengobatan yang spesifik dan pengobatan yang di berikan bersifat simtomatis yaitu : 1. Lesi masih berbentuk vesikel. Pemberin antivirus dapat mengurangi lama sakit. Penatalaksanaan Varicella pada anak imunokompeten. Sensitifitasnya berkisar 97-100% d. dapat diberikan bedak agar tidak mudah pecah. e. c. 3. 2. Kuku jari tangan harus di potong untuk mencegah terjadinya infeksi sekunder akibat garukan. Test ini dapat menemukan nucleic acid dari virus varicella zoster 4. Pada bagian atas dijumpai adanya lymphpocytic infiltrate G. keparahan dan waktu penyembuhan akan lebih singkat. 3. tetapi tidak boleh golongan salisilat ( aspirin ) untuk menghindari terjadinya sindroma Reye. Golongan anti virus yang dapat di berikan yaitu asiklovir dan famasiklovir. 2. Vesikel yang sudah pecah atau sudah terbentuk krusta. Dengan metode ini dapat digunakan berbagai jenis preparat seperti scraping dasar vesikel dan apa bila sudah berbentuk krusta dapat juga di gunakan sebagai preparat. 2. 9 . Test ini tidak dapat membedakan antara virus varicella zoster dengan herpes simpleks virus.

Imunisasi pasif a. Vaksinasinya menggunakan vaksin varicella virus (Oka strain) dan kekebalan yang di dapat dapat bertahan hingga 10 tahun. b. H. Anak ( 212 tahun) : Asiklovir 4 x 20 mg / kg BB/ hari/oral. Pemberian secara IM tidak di berikan IV f. Pemberiannya dalam waktu 3 hari ( < 96 jam )setelah terpajan VZV. Daya proteksi melawan varicella berkisar antara 71-100% 10 . dengan tujuan mencegah ataupun mengurangi gejala varicella. 3) Bayi yang baru lahir. Digunakan di Amerika sejak tahun 1995 c. Perlindungan yang di dapat bersifat sementara 2. Tindakan pencegahan yang dapat di berikan : 1. Dosis : 125 u/10 kg BB Dosis minimum : 125 U dan dosis maximal : 625 U. dimana ibunya menderita varicella dalam kurun waktu 5 hari sebelum / 48 jam setelah melahirkan. Pencegahan Pada anak imunokompeten yang telah menderita varicella tidak diperlukan tindakan pencegahan. 2) Usia pubertas > 15 tahun yang belum pernah menderita varicella atau herpes zoster dan tidak mempunyai antibodi terhadap VZV. e. pada anak-anak imunokompeten terbukti mencegah varicella sedangkan pada anak imunokompromais pemberian VZIG dapat meringankan gejala varicella. Dosis anti virus ( oral ) untuk pengobatan varicella dan herpes zoster : Neonatus : Asiklovir 500 mg / m2 IV setiap 8 jam selama 10 hari. 4) Bayi prematur dan bayi usia < 14 hari yang ibunya belum pernah menderita varicella atau herpes zoster.4. tetapi tindsakan pencegahan di tujukan pada kelompok yang berisiko tinggi untuk menderita varicella yang fatal seperti neonatus. pubertas. 5) Anak-anak yang menderta leukimia atau lymphoma yang belum perah menderita varicella d. c. VZIG dapat diberikan pada yaitu : 1) Anak-anak yang berusia < 15 tahun yang belum pernah menderita varicella atau herpes zoster. atau orang dewasa. Menggunakan PZIG ( Varicella zoster immunoglobulin ) b. Imunisasi aktif a.

b. 3. Vaksin varicella : varivax i. Komplikasi Pada anak imunokompeten. 2. I. Pemberian secara subkutan g. Komplikasi yang dapat dijumpai pada varicella yaitu : 1. Sering dijumpai infeksi pada kulit dan timbul pada anak-anak yang berkisar antara 5-10%. yang dapat menimbulkan keadaan fatal. Infeksi sekunder pada kulit yang di sebabkan oleh bakteri a. Neurologik a. terjadi pada 3-5 % anak-anak dan timbul 10-21 hari setelah pemberian pada lokasi penyuntikan. Efek samping : kadang-kadang dapat timbul demam ataupun reaksi lokal seperti ruam makulopapular atau vesikel. selalu terjadi 2-3 minggu setelah timbulnya varicella. f. Lesi pada kulit tersebut menjadi tempat masuk organisme yang virulen dan apabila infeksi meluas dapat menimbulkan impetigo. Acute postinfeksius cerebellar ataxia 1) Ataxia sering muncul tiba-tiba. dan erysepelas. Organisme infeksius yang sering menjadi penyebab adalah streptocococcus grup A dan staphylococcus aureus. furunkel. cellulitis. h. Keadaan ini dapat menetap selama 2 bulan. Vaksin efektif jika diberikan pada umur > 1 tahun dan di rekomendasikan di berikan pada usia 12-18 bulan. Scar Timbul scar yang berhubungan dengan infeksi staphylococcus atau streptococcus yang berasal dari garukan. Anak yang berusia < 13 tahun yang tidak menderita varicella di rekomendasikan di berikan dosis tunggal dan anak lebih tua di berikan dalam 2 dosis dengan jarak 4-8 minggu. Pneumonia Dapat timbul pada anak-anak yang lebih tua dan pada orang dewasa. 2) Manifestasinya berupa tidak dapat mempertahankan posisi berdiri hingga tidak mampu untuk berdiri dan tidak adanya koordinasi dan dysarthria. Tidak boleh di berikan pada wanita hamil oleh karena dapat mneyebabkan terjadinya kongenital varicella. Pada orang dewasa insiden varicella 4. pneumonia sekitar 1:400 kasus.d. e. biasanya dijumpai varicella yang rinngan sehingga jarang dijumpai komplikasi. 3) Insiden berkisar 1:4000 kasus varicella 11 .

b. Varicella zoster virus menetap pada ganglion sensoris 6. timbul beberapa bulan hingga tahun setelah terjadinya infeksi primer. Herpes zoster a. Reye syndrome a. drawsiness dan confusion adalah gejala yang sering dijumpai. kasus reye syndrom mulai jarang di temukan. 12 . Komplikasi yang lambat dari varicella yaitu timbulnya herpes zoster.000 penderita. 2) Beberapa anak mengalami seizure dan perkembangan encephalitis yang cepat dapat menimbulkan koma yang dalam. tetapi setelah di gunakan acetaminophen (antipiretik) secara luas. 5.b. Encephalitis 1) Gejala ini sering timbul selama terjadinya akut varicella yaitu beberapa hari setelah timbulnya ruam. 3) Merupakan komplikasi yang serius dimana angka kematian berkisar 520% 4) Insiden berkisar 1.7/100. Lethargy. Ditandai dengan fatty liver dengan encephalophaty b. Keadaan ini berhubungan dengan penggunaan aspirin.

umur. 4. Riwayat Penyakit Dahulu. Data Objektif : 13 . pendidikan. 3. jenis kelamin. Klien mengonsumsi obat dari warung berupa obat flu karena klien menyangka dirinya akan terkena flu. Keluhan Utama Klien datang ke pusat kesehatan dengan keluhan badanya terasa demam seperti akan flu dan terdapat ruam yang berisi air d sekitar tubuhnya. Aktivitas / Istirahat Tanda : penurunan kekuatan tahanan 2. Sebelumnya klien belum pernah periksa kesehatan ke pusat kesehatan.BAB III ASUHAN KEPERAWATAN A. 4. no register dan tanggal MRS. Pengkajian 1. 2. Riwayat Penyakit Sekarang. B. pekerjaan. Pengkajian fokus 1. 5. Makan/cairan Tanda : anorexia. Klien mengatakan tidak pernah mengalami penyakit kulit sebelumnya. Sebelumnya keluarga atau tetangga dari klien pernah mengalami penyakit cacar air dan klien sering berkunjung ke tetangganya saat cacarnya sudah mulai kering. diagnosa medis. Saaat ini klien merasa badanya terasa panas seperti akan flu dan terdapat ruam merah pada bagian tubuhnya dan tersa nyeri apabila di pegang. agama. Identitas klien Meliputi : Nama. Infeksi ini terutama banyak terserang pada anak-anak dan bersifat mudah menular. mual/muntah 3. Riwayat Penyakit Keluarga. tidak nafsu makan dan sakit kepala. Data subjektif Pasien merasa lemas. tidak enak badan.

C. c. Diagnosa Keperawatan 1.5 0C Intervensi Rasional a. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan lesi pada kulit 4. Peningkatan suhu tubuh yang berkelanjutan varicella pada akan pasien memberikan komplikasi pada kondisi penyakit yang lebih ensefalitis parah (seperti pascavaricella dan pneumonia paskavaricella) efek sekunder dari peningkatan tingkat metabolisme umum dan dehidrasi akibat dari hipertermia. d. juga akan meningkatkan pengeluaran panas tubuh melalui sistem perkemihan. Hipertermi berhubungan dengan reaksi inflamasi Tujuan : setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 1x24 jam suhu tubuh menurun Kriteria hasil : suhu tubuh normal 36. d. b. b. Defisiensi pengetahuan berhubungan dengan kurangnya sumber informasi D. Metabolik : peningkatan suhu tubuh. Nyeri akut berhubungan dengan kerusakan saraf perifer 3. Selain sebagai pemenuhan hidrasi tubuh. pucat dan adanya bintik-bintik kemerahan pada kulit yang berisi cairan jernih. Gangguan citra tubuh berhubungan denagn timbulnya papula 5. Integumen : kulit hangat. e. Monitor suhu tubuh pasien a. Psikologis : menarik diri. GI : anoreksia. Hipertermi berhubungan dengan reaksi inflamasi 2. Gangguan pola tidur berhubungan dengan timbul gatal pada saat penyembuhan 6. Beri kompres di aksila b. Pertahankan asupan cairan minimal 2500 ml sehari.5-37. Memberikan respons dingin pada pembuluh darah besar c. maka panas tubuh juga dapat keluar melalui 14 .a. Penyuluhan / pembelajaran : tentang perawatan luka varicela. Intervensi dan Rasional 1.

urin. e. 2. Kolaborasi pemberian antipiretik . Istirahat akan menurunkan kebutuhan 02 jaringan perifer dan 15 . e. Pasien tidak gelisah. Menjadi parameter dasar untuk PQRST mengetahui sejauh mana intervensi yang diperlukan dan sebagai evaluasi keberhahilan dari intervensi b.skala   nyeri 0-1 ( 0-4 ). Pendekatan nyeri dengan menggunakan relaksasi dan lainnya telah nonfarmakologi menunjukkan keefektifan dalam c. Dapat mengidentifikasi aktivitas yang meningkatkan atau menurunkan nyeri. manajemen keperawatan. b. Kaji nyeri dengan Rasional pendekatan a. Antipiretik di perlukan untuk menurunkan panas tubuh dan memberikan perasaan nyaman pada pasien. Istirahat klien akan asuhan 02 ke jaringan yang mengalami iskemia. c. Kriteria Hasil :  Secara subjektif melaporkan nyeri berkurang atau dapat diadaptasi. Posisi fisiologis meningkatkan d. Lakukan manajemen nyeri keperawatan  Atur posisi fisiologis. mengurangi nyeri. Intervensi a. d. Nyeri akut berhubungan dengan kerusakan saraf perifer Tujuan : setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 1x24 jam nyeri berkurang /hilang atau teradaptasi. Jelaskan dan bantu pasien dengan tindakan pereda nyeri nonfarmakologi dan non-invasif.

i. f. Tingkatkan pengetahuan tentang 16 ke suplai darah dan area nyeri dan menurunkan sensasi nyeri. Distraksi ( pengalihan perhatian) dapat menurunkan internal dengan stimulus mekanisme peningkatan produksi endorfin dan endorfin dan enkefalin yang dapat memblok reseptor nyeri untuk tidak korteks dikirimkan serebri ke sehingga menurunkan persepsi nyeri. Manajemen lingkungan lingkungan tenang dan : batasi pengunjung. Lingkungan tenang menurunkan akan stimulus eksternal dan penunjang nyeri pembatasan akan membantu meningkatkan kondisi 02ruangan yang akan berkurang apabila banyak pengunjung yang ada diruangan. Lakukan manajemen sentuhan nyeri berupa sentuhan dukungan psikologis dapat menurunkan ringan membantu nyeri. Menajemen sentuhan pada saat h. Ajarkan teknik relaksasi relaksasi pernapasan dalam. pada jaringan yang mengalami peradangan. Meningkatkan 02sehingga nyeri g. dapat Masase meningkatkan aliran darah dan dengan otomatis membantu oksigen i. Pengetahuan yang akan .akan meningkatkan suplai darah pada e. h. asupan akan menurunkan sekunder dari iskemia jaringan. g. f. e. Ajarkan teknik distraksi pada saat nyeri.

Menjadi kulit klien b. Pertahankan data dasar untuk memberikan informasi intervensi jaringan perawatan luka b. Mengetahui keadaan integritas nekrotik dan kondisi sekitar luka. j. Gangguan citra diri akan menyertai (menghindari kontak mata. Kaji kerusakan yang terjadi pada a. 17 setiap penyakit/ keadaan yang . c. Mencegah aktivitasi kuman yang pemberian antibiotik bisa masuk 4.  Mampu menyatakan penerimaan diri terhadap situasi. Menghindari gangguan integritas d.sebab-sebab nyeri dan dirasakan membantu menghubungkan berupa lama nyeri mengurangi nyerinya dan dapat akan berlangsung. Kaji adanya gangguan citra diri a. membantu kepatuhan mengembangkan pasien pasien terhadap rencana terapeutik. Kolaborasi dengan dokter untuk kulit d. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan lesi pada kulit Tujuan : setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3x24 jam integritas kulit membaik Kriteria hasil : tidak terjadi kerusakan integritas kulit Intervensi Rasional a. 3. nyeri sehingga nyeri akan berkurang. Intervensi Rasional a. Gangguan citra tubuh berhubungan denagn timbulnya papula tujuan : setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3x24 Jam citra diri pasien meningkat kriteria Hasil :  Mampu menyatakan atau mengkomunikasikan dengan orang terdekat tentang situasi dan perubahan yang sedang terjadi. Berikan perawatan kulit kulit. Kolaborasi dengan dokter :  Pemberian analgetik. Analgetik memblok lintasan j. c.

ucapan merendahkan diri tampak nyata bagi pasien. bantu klien klien untuk menetralkan kecemasan yang cemas mengembangkan yang tidak perlu terjadi kemampuan untuk menilai diri dan mengenali masalahnya. Nilai rasa dengarkan dan di pahami. Agar pentingnya tidur pasien mengerti tentang pentingnya tidur d. Membantu orang lain 5. Lingkungan nyaman yang nyaman dan tenang dapat membuat pasien untuk cepat tidur c. d. Ciptakan lingkungan yang b. 18 . 10-12 jam pada anak. Intervensi Rasional a. Memberikan kesempatan pada ketakutan klien. e. Membantu memperbaiki citra diri penerimaan diri dan sosialisasi. Observasi TTV a. b. Dukung upaya klien untuk d. meningkatkan meningkatkan penerimaan diri dan sosialisasi. Berikan HE tentang c. keprihatinan dan c. kesan sendiri) orang lain terhadap dirinya berpengaruh terhadap konsep diri. Klien membutuhkan penglaman di pengungkapan perasaan c. Agar pada malam hari pasien bisa malam hari tidur dengan nyenyak. Mendorong sosialisai dengan e. Hindari tidur saat siang atau d. Berikan kesempatan b. Gangguan pola tidur berhubungan dengan timbul gatal pada saat penyembuhan Tujuan : setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 1x24 jam kebutuhan tidur pasien terpenuhi Kriteria hasil : pasien dapt tidur 7-8 jam per hari pada orang dewasa. Untuk mengetahui keadaan umum pasien b.

Kaji tindakan. Defisiensi pengetahuan berhubungan dengan kurangnya sumber informasi Tujuan: setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 1x24 jam pasien mampu melaksananakan apa yang telah di informasikan Kriteria evaluasi: Pasien terlihat mengalami penurunan potensi menularkan penyakit yang ditunjukkan oleh kegagalan kontak pasien Intervensi a. b. 19 . Identifikasi orang lain yang beresiko. Kontrol infeksi d. sahabat yang terpajan terapi ini obat perlu untuk mencegah penyebaran infeksi. Agar pasien mengetahui tenyang penyakit yang di deritanya.6. contoh c. d. Untuk mengetahui sebera paham pasien tentang penyakitnya b. Orang anggotan program rumah. penyakit menular. penyakit yang di deritanya c. Kaji tingkat Rasional pengetahuan a. Dapat membantu menurunkan rasa sementara. Berikan kepada health education pasien terhadap pasien terhadap penyakitnya. contoh kebersihan terisolasi pasien dengan membuang dari dan kontrak langsung stigma sosial sehubungan dengan kulit.

BAB IV PENUTUP A. Varicella. Varicella adalah Penyakit Infeksi Menular yang disebabkan oleh virus Varicella Zoster. Pemberian imunisasi pasif maupun aktif pada anak-anak. Varicella atau cacar air merupakan penyakit yang sangat menular yang disebabkan oleh virus Varicella Zoster dengan gejala-gejala demam dan timbul bintik-bintik merah yang kemudian mengandung cairan. 2012. KESIMPULAN Varicella berasal dari bahasa latin. Amin Huda. Penanganan yang tepat dari kedua penyakit diatas dapat mencegah timbulnya komplikasi yang berat pada anak – anak. ditandai oleh erupsi yang khas pada kulit. 20 . DAFTAR PUSTAKA Nurarif. Jogjakarta : Medi Action. Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnosa Medis & NANDA NIC-NOC. Wilkiams. 2015. Lippincott. Jakarta : EGC. SARAN Kita sebagai perawat sebaiknya memahami dan dapat mengaplikasikan segala sesuatu yang terdapat dimakalah ini agar terciptanya perawat yang professional dalam menerapkan asuhan keperawatan secara komprehensif. Kapita Selekta Penyakit dengan Implikasi Keperawatan. sedangkan di luar negeri terkenal dengan nama Chickenpox.dapat mencegah dan mengurangi gejala penyakit yang timbul. Di Indonesia penyakit ini dikenal dengan istilah cacar air. Varicella sering dijumpai pada anak – anak sedangkan herpes zoster lebih sering di jumpai pada usia yang lebih tua. B.

immunize.scribd.pdf http://www.ac.com/doc/182536412/VARICELLA-patofisiologi 21 .http://repository.org/vis/in_var.id/bitstream/123456789/3425/1/08E00895.usu.pdf https://www.