You are on page 1of 42

MODAL KEPERAWATAN KELUARGA PADA SUATU KASUS

Disusun untuk memenuhi tugas mata ajar Keperawatan Keluarga dan Komunitas I

Dosen pengampu
Ns. Muhammad Mu’in, M. Kep, Sp. Kep. Kom

Disusun oleh :
Kelompok 2
SUSI SETIYATI NINGSIH

22020115183002

DWI ISTIYANINGSIH

22020115183003

WIWIK SUMBOGO

22020115183006

YASER WORETMA

22020115183008

INDAH AYU S

22020115183010

FACHRUDIN AR

22020115183026

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
2016

DAFTAR ISI

BAB I

: PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
B. Tujuan
BAB II
A.
B.
C.
D.
E.
F.
G.

: TINJAUAN TEORI

Konsep dasar dan model keperawatan Callista Roy
Konsep utama teori Dorthy E. Johnson
Model Keperawatan King
Model Keperawatan Keluarga Menurut Roger
Model Keperawatan Menurut D. Orem
Model Keperawatan Menurut B. Neuman
Model Keperawatan Menurut Friedman........................................................

BAB III

: PENUTUP

A. Kesimpulan
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA

BAB I

PENDAHULUAN

A. LatarBelakang
Keperawatan sebagai profesi terdiri dari komponen disiplin dan praktik.
Sebagai disiplin keperawatan memiliki dan menghasilkan ilmu pengetahuan
yang memperkaya pengetahuan untuk memastikan ketepatan penerapannya
dalam praktik. Perkembangan pengetahuan pada ilmu keperawatan telah
mengikuti pola hirarki structural pengetahuan yang berkembang dari paradigm
tunggal menjadi beberapa model konseptual yang kemudian tiap model diuji
untuk mengetahui efektivitasnya dalam asuhan keperawatan. Pengembangan
konsep dan teori keperawatan dalam disiplin keperawatan diperlukan untuk
menghindarkan pendekatan yang tidak tepat dalam mengatasi masalah
keperawatan yang timbul dengan pendekatan ilmiah.
Dalam disiplin keperawatan klien sebagai target pelayanan bias sebagai
individu, keluarga, kelompok atau komunitas. Salah satu aspek yang penting
.Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat merupakan klien keperawatan
atau sipenerima asuhan keperawatan.Keluarga berperan dalam menentukan cara
asuhan yang diperlukan anggota keluarga yang sakit
Maka diperlukan suatu model keperawatan keluarga yang bias
diaplikasikan dalam pemberian asuhan keperawatan pada keluarga.

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Mampu memahami model-model keperawatan keluarga
2. Tujuan Khusus
a. Mengetahui model keperawatan keluarga menurut Friedman
b. Mengetahui model keperawatan keluarga menurut Orem
c. Mengetahui model keperawatan keluarga menurut Roy
d. Mengetahui model keperawatan keluarga menurut Neuman
e. Mengetahui model keperawatan keluarga menurut King
f. Mengetahui model keperawatan keluarga menurut Roger
g. Mengetahui model keperawatan keluarga menurut Johnson

Kesehatan merupakan konsep ketiga dimana konsep ini menjelaskan tentang kisaran sehat-sakit yang hanya dapat terputus ketika seseorang meninggal. Model konseptual keperawatan menguraikan situasi yang terjadi dalam suatu lingkungan atau stresor yang mengakibatkan seseorang individu berupa menciptakan perubahan yang adaptif dengan menggunakan sumber-sumber yang tersedia. MODEL KONSEPTUAL KEPERAWATAN KELUARGA Model keperawatan adalah jenis model konseptual yang menerapkan kerangka kerja konseptual terhadap pemahaman keperawatan dan bimbingan praktik keperawatan. Memfokuskan pada kesejahteraan keluarga dan bukan pada patologi 2. Model konseptual keperawatan telah memperjelas kespesifikan area fenomena ilmu keperawatan yang melibatkan empat konsep yaitu manusia sebagai pribadi yang utuh dan unik. kesejahteraan keluarga. 3. Konsep keempat adalah . 1978) Keluarga diartikan berbeda-beda dalam paradigma keperawatan whall & Fawcett yaitu : 1.BAB II TINJAUAN TEORI 1. dan fungsi optimal keluarga dalam keadaan sakit dan sejahtera yang berbeda-beda. PENGERTIAN MODEL DAN TEORI KEPERAWATAN KELUARGA Keperawatan keluarga memperhatikan berbagai prinsip dan hukum yang mengatur proses keluarga. Model konseptual keperawatan mencerminkan upaya menolong orang tersebut mempertahankan keseimbangan melalui pengembangan mekanisme koping yang positif untuk mengatasi stressor ini. Whall & fawcwtt (1991) Keperawatan keluarga memerhatikan proses yang dapat mempengaruhi perubahan positif pada status kesehatan keluarga (Donaldson & Crowley. Konsep kedua adalah lingkungan yang bukan hanya merupakan sumber awal masalah tetapi juga perupakan sumber pendukung bagi individu. Mempertimbangkan pengaruh lingkungan pada kesehatan keluarga dan dampak tindakan yang dilakukan oleh perawat demi kepentingan atau terkait dengan keluarga 2. Menggabungkan biopsikososial yang komprehensif atau perspektif kesehatan yang holistik.

Model konseptual memakai system dengan abstrak yang tinggi dari model konsep global dan dalil-dalil. masyarakat. a. Tetapi cara pandang dan fokus penekanan pada skema konseptual dari setiap ilmuwan dapat berbeda satu sama lain. b. seperti penenkanan pada sistem adaptif manusia. menempatkan pada kelas atau pola. Model konseptual adalah sala satu yang mencerminkan realita dengan menempatkan kata-kata yang merupakan konsep ke dalam model dengan cara yang sama dengan pembuat model pesawat mode pesawat memasang sayap. situasi atau kejadian. subsistem perilaku atau aspek komplementer. sistem atau skema yang menerangka tentang serangkaina ide global tentang keterlibatan individu. namun hubunganya dapat diobsevasi. 1979) c. dan kelompok lain termasuk lingkungan fisiknya. c. Antara model dan teori ada suatu kesamaan dalam pengertian. . Konseptualisasi keperawatan umumnya memandang manusia sebagai mahluk biopsikososial yang berinteraksi dengan keluarga. a. 1992 b. Model konseptual adalah suatu kerangka kerja konseptual. namun sebenarnya berbeda dalam beberapa hal diantaranya pada tingkat abstraknya. menjelaskan atau memperkirakan kejadian signifikan yang terjadi dalam keperawatan. terhadap suatu ilmu dan pengembangannya. Model konseptual tidak dapat diuji secara langsung karena konsepnya tidak terdefinisi secara operasional. oleh oleh karena itu teori keperawatan idealnya menggambarkan pola yang logis dan mudah di mengerti untuk observasi dalam praktek keperawatan (Fawcett & Downs.badan pesawat dan cockpit. e. kelompok. d. Teori adalah deskripsi atau penjelasan tentang fenomena dan hubungan antara fenomena-fenomea tersebut (steven. Konsep adalah suatu yang dihasilkan dengan abtraksi atau pemisahan karakteristik ide-ide. Teori berfokus pada satu atau lebih konsep dan pernyatan yang konkret dan spesifik.keperawatan sebagai komponen penting dalam perannya sebagai faktor penentu pulihnya atau meningkatnya keseimbangan kehidupan seseorang (klien). Fungsi Teori adalah untuk membedakan.

bertingkah laku untuk mencapai tujuan tertentu.  Model perkembangan kesadaran newman  Model lingkungan nightingale Perkembangan model dan teori keperawatan sangat mempengaruhi ilmu keperawatan dimulai dengan tulisan Florence nightingale dan berlanjut pada teori ahli keperawatan saat ini.Teori keperawatan dan model konseptual 1.  model konseptual perawtan diri dari Orem 3. yang dimaksud adalah bahwa ada hal yang bersifat absolut. Orientasi interaksional dan system.  model proses kehidupan dari Roger. Marta Rogers Dan Fredman A. memiliki holism intrinsik dan selalu berjuang untuk mempertahankan integritas agar senantiasa bisa berhubungan dengan orang lain. Betty Newman. jadi seorang individu akan memiliki rasa saling berbagi dengan sesama dalam kemampuannya memecahkan suatu persoalan atau untuk mencari solusi. Falsafah humanisme / kemanusiaan berarti bahwa manusia itu memiliki rasa ingin tahu dan menghargai. Orientasi perkembangan. KONSEP DASAR DAN MODEL KEPERAWATAN CALLISTA ROY Contoh dari falsafah keperawatan menurut Roy ( Mc Quiston. Orientasi system.  model konseptual system dari Neuman 2. Falsafah veritivity yaitu kebenaran. Dorothe Orem. 1995 ) : Roy memiliki delapan falsafah yang kemudian dibagi menjadi dua yaitu empat berdasarkan falsafah humanisme dan empat yang lainnya berdasarkan falsafah veritivity. Model yang secara khusus telah disesuaikan dengan praktek keperawatan keluarga mencakup model keperawatan yang disusun oleh Imogene King.  model adaptasi dari Roy  model system terbuka dari King 4. Empat falsafah tersebut adalah: . Orientasi system dan perkembangan. Suster Callista Roy.

d. interdependensi dan konsep diri. adaptif. berikut beberapa definisi dari konsep mayor Callista Roy: a. 1. Kognator adalah subsistem dari mekanisme koping dengan respon melalui proses yang komplek dari persepsi informasi. Penampilan peran adalah penampilan fungsi peran dalam hubungannya di n. output dan umpan balik. input. c. Problem adaptasi adalah kejadian atau situasi yang tidak sesuai dengan d. Fisiologis adalah kebutuhan fisiologis termasuk kebutuhan dasar dan bagaimana proses adaptasi dilakukan. nilai dan arti kehidupan. Model efektor adaptif adalah kognator yaitu fisiological. Respon adaptif adalah respon yang meningkatkan integritas manusia dalam k. perubahan tingkah laku yang disebabkan oleh stimulus fokal. konsektual dan residual. Stimulus konsektual adalah seluruh stimulus yang memberikan kontribusi f. Stimulus fokal adalah stimulus yang mengharuskan manusia berespon e. dalam hubungannya di lingkungan sosial.a. b. sistem atau skema yang menerangkan tentang serangkain ide global tentang keterlibatan . Regulator adalah subsistem dari mekanisme koping dengan respon otomatik h. l. fungsi peran. Stimulus residual adalah seluruh faktor yang memberikan kontribusi g. Interdependensi adalah hubungan individu dengan orang lain sebagai support sistem. Derajat adaptasi adalah perubahan tetap sebagai hasil dari stimulus fokal. control. Roy mengemukakan mengenai konsep mayor. Sistem adalah kesatuan dari beberapa komponen atau elemen yang saling berhubungan sehingga membentuk suatu kesatuan yang meliputi adanya b. MODEL KONSEPTUAL CALLISTA ROY (ADAPTATION MODEL) Model konseptual merupakan suatu kerangka kerja konseptual. c. cemikal dan proses endokrin. tujuan eksistensi manusia gabungan dari beberapa tujuan peradaban manusia aktifitas dan kreatifitas untuk kebaikan umum. melalui neural. belajar. mengambil keputusan dan i. Konsep diri adalah seluruh keyakinan dan perasaan m. terhadap perubahan tingkah laku tetapi belum dapat di validasi. kebutuhan. j. mencapai tujuan manusia untuk mempertahankan kehidupan. proses.

empat cara adaptasinya yaitu fungsi fisiologis. Berikut definisi dari keempat elemen esensial menurut Roy : a. Sebagai sistem yang adaptif mausia digambarkan dalam istilah karakteristik. jadi model adaptasi keperawatan menggambarkan lebih khusus perkembangan ilmu keperawatan dan praktek keperawatan. kesehatan dan lingkungan. sebagai sistem yang adaptif manusia digambarkan secara holistic sebagai satu kesatuan yang memiliki input. kelompok. control. situasi atau kejadian terhadap suatu ilmu dan pengembangannya. Dalam model keperawatan konsep . b. dan menghubungkan proses yang berpengaruh terhadap kesehatan. konsep diri. Dalam model tersebut keperawatan terdiri dari tujuan perawat dan aktifitas perawat. Keperawatan menggunakan pendekatan pengetahuan untuk menyediakan pelayanan bagi orang-orang. mengklasifikasikan. peningkatan adaptasi dilakukan melalui empat cara yaitu fungsi fisiologis. c. Tujuan keperawatan adalah mempertinggi interaksi manusia dengan lingkungannya. fungsi peran dan interdependensi. output dan proses umpan balik. Keperawatan meningkatkan adaptasi individu untuk meningkatkan kesehatan. konsep diri. Keperawatan sebagai disiplin ilmu mengobservasi. Tujuan keperawatan diraih ketika stimulus fokal berada dalam wilayah dengan tingkatan adaptasi manusia. manusia. Manusia Menurut Roy manusia adalah sebuah sistem adaptif.individu. jadi manusia dilihat sebagai satu kesatuan yang saling berhubungan antar unit secara keseluruhan atau beberapa unit untuk beberapa tujuan. kondisi seperti ini dapat meningkatkan penyembuhan dan kesehatan. fungsi peran dan interdependensi. Kesehatan Kesehatan didefinisikan sebagai keadaan dan proses menjadi manusia secara utuh dan terintegrasi secara keseluruhan. Lebih khusus manusia didefinisikan sebagai sistem adaptif dengan aktivitas kognator dan regulator untuk mempertahankan adaptasi. Adaptasi membebaskan energi dari upaya koping yang tidak efektif dan memungkinkan individu untuk merespon stimulus yang lain. Roy dengan fokus adaptasinya pada manusia terdapat 4 elemen esensial yaitu keperawatan. Keperawatan Menurut Roy keperawatan di definisikan sebagai disiplin ilmu dan praktek.

dan kedua. . Adaptasi adalah komponen pusat dalam model keperawatan. 1984) Pengkajian tingkat pertama: tingkah laku klien pada tiap–tiap cara adaptif diobservasi dan diuraikan. (2) konsep diri. Proses adaptasi termasuk semua interaksi manusia dengan lingkungan ysng terdiri dari dua proses. 2. d. dalam hal ini manusia digambarkan sebagai suatu sistem yang adaptif. Asumsi dasar model adaptasi Roy adalah: a. Manusia menggunakan mekanisme pertahanan untuk mengatasi perubahanperubahan biopsikososial. proses yang pertama dimulai dengan perubahan dalam lingkungan internal dan eksternal dan proses yang kedua adalah mekanisme koping yang menghasilkan respon adaptif dan inefektif. menetapkan tujuan. intervensi dan evaluasi. diagnosa keperawatan.sehat dihubungkan dengan konsep adaptasi. TEORI CALISTA ROY Model konsep adaptasi pertama kali dikemukakan oleh Suster Callista Roy (1969). Pengkajian tingkat kedua : perawat mengidentifikasi faktor – faktor fokal. Konsep ini dikembangkan dari konsep individu dan proses adaptasi seperti diuraikan di bawah ini. kontekstual dan residual yang mempengaruhi tingah laku klien.(Roy. (3) fungsi peran dan (4) saling ketergantungan. Adalah“ Bagaimana individu mampu meningkatkan kesehatan dengan cara mempertahankan perilaku adaptif dan mengubah perilaku mal adaptif. Manusia adalah keseluruhan dari biopsikologi dan sosial yang terus-menerus berinteraksi dengan lingkungan. Lingkungan merupakan input bagi manusia sebagai suatu sistem yang adaptif.” Empat cara mengefektifkan adaptasi adalah (1) kebutuhan fisiologis. b. Lingkungan Lingkungan digambarkan sebagai suatu keadaan yang ada di dalam dan di luar manusia. menyusun prioritas. identifikasi masalah. Proses keperawatan terdiri dari: pengkajian tingkat pertama.

Kemampuan adaptasi manusia berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. d. System adalah Suatu kesatuan yang di hubungkan karena fungsinya sebagai kesatuan untuk beberapa tujuan dan adanya saling ketergantungan dari setiap bagian-bagiannya. dengan penjelasan sebagai berikut : 1) Input Roy mengidentifikasi bahwa input sebagai stimulus. 1991 ). Rangsangan ini muncul secara bersamaan dimana dapat menimbulkan respon negatif pada stimulus fokal seperti anemia. e. c) Stimulus residual yaitu ciri-ciri tambahan yang ada dan relevan dengan situasi yang ada tetapi sukar untuk diobservasi meliputi kepercayan. Misalnya . Sehat dan sakit merupakan adalah suatu hal yang tidak dapat dihindari dari kehidupan manusia. dimana dibagi dalam tiga tingkatan yaitu stimulus fokal. System terdiri dari proses input. jika seseorang dapat menyesuaikan diri dengan perubahan maka ia mempunyai kemampuan untuk menghadapi rangsangan baik positif maupun negatif. merupakan kesatuan informasi. kelompok. Setiap orang memahami bagaimana individu mempunyai batas kemampuan untuk beradaptasi. Dalam asuhan keperawatan. sifat individu berkembang sesuai pengalaman yang lalu. autput. sikap.c. kontrol dan umpan balik ( Roy. misalnya infeksi. Pada dasarnya manusia memberikan respon terhadap semua rangsangan baik positif maupun negatif. bahan-bahan atau energi dari lingkungan yang dapat menimbulkan respon. menurut Roy (1984) sebagai penerima asuhan keperawatan adalah individu. isolasi sosial. kontekstual dan stimulus residual. diukur dan secara subyektif dilaporkan. a) Stimulus fokal yaitu stimulus yang langsung berhadapan dengan seseorang. efeknya segera. keluarga. b) Stimulus kontekstual yaitu semua stimulus lain yang dialami seseorang baik internal maupun eksternal yang mempengaruhi situasi dan dapat diobservasi. masyarakat yang dipandang sebagai “Holistic adaptif system”dalam segala aspek yang merupakan satu kesatuan. hal ini memberi proses belajar untuk toleransi.

Perilaku output dari regulator subsistem dapat menjadi stimulus umpan balik untuk kognator subsistem. Banyak proses fisiologis yang dapat dinilai sebagai perilaku regulator subsistem. reinforcement (penguatan) dan insight (pengertian yang mendalam). mencatat dan mengingat. diukur atau secara subyektif dapat dilaporkan baik berasal dari dalam maupun dari luar . Mekanisme kontrol ini dibagi atas regulator dan kognator yang merupakan subsistem. neural atau endokrin. a) Subsistem regulator Subsistem regulator mempunyai komponen-komponen : input-proses dan output. Transmiter regulator sistem adalah kimia. Kognator kontrol proses berhubungan dengan fungsi otak dalam memproses informasi. 2) Kontrol Proses kontrol seseorang menurut Roy adalah bentuk mekanisme koping yang di gunakan. Input stimulus berupa internal atau eksternal. Persepsi atau proses informasi berhubungan dengan proses internal dalam memilih atensi. Perilaku ini merupakan umpan balik untuk sistem. 3) Output Output dari suatu sistem adalah perilaku yang dapt di amati. Refleks otonom adalah respon neural dan brain sistem dan spinal cord yang diteruskan sebagai perilaku output dari regulator sistem. Penyelesaian masalah dan pengambilan keputusan adalah proses internal yang berhubungan dengan penilaian atau analisa.  Subsistem kognator Stimulus untuk subsistem kognator dapat eksternal maupun internal.pengalaman nyeri pada pinggang ada yang toleransi tetapi ada yang tidak. Belajar berkorelasi dengan proses imitasi. mempergunakan penilaian dan kasih sayang. Roy mengkategorikan output sistem sebagai respon yang adaptif atau respon yang tidak mal-adaptif. penilaian dan emosi. Respon yang adaptif dapat meningkatkan . Emosi adalah proses pertahanan untuk mencari keringanan.

factor yang mempengaruhi respon adaptif meliputi: genetic. reproduksi dan keunggulan. Pada tahap ini. Model adaptasi Roy memberikan petunjuk untuk perawat dalam mengembangkan proses keperawatan. obatobatan. tujuan. Jika ditemukan ketidakefektifan respon (maladaptif). perawat melaksanakan pengkajian tahap kedua. intervensi. Sedangkan respon yang mal adaptif perilaku yang tidak mendukung tujuan ini. Roy memperkenalkan konsep ilmu Keperawatan yang unik yaitu mekanisme kontrol yang disebut Regulator dan Kognator dan mekanisme tersebut merupakan bagian sub sistem adaptasi. perkembangan. ketergantungan. Roy telah menggunakan bentuk mekanisme koping untuk menjelaskan proses kontrol seseorang sebagai adaptif sistem. Elemen dalam proses keperawatan menurut Roy meliputi pengkajian tahap pertama dan kedua. langkah-langkah tersebut sama dengan proses keperawatan secara umum. Menurut Martinez. Oleh karena itu pengkajian pertama diartikan sebagai pengkajian perilaku. Mekanisme yang lain yang dapat dipelajari seperti penggunaan antiseptik untuk membersihkan luka. pola .integritas seseorang yang secara keseluruhan dapat terlihat bila seseorang tersebut mampu melaksanakan tujuan yang berkenaan dengan kelangsungan hidup. 1) Pengkajian Roy merekomendasikan pengkajian dibagi menjadi dua bagian. konsep diri. fungsi peran dan ketergantungan. dan evaluasi. Setelah pengkajian pertama. tahap perkembangan. Beberapa mekanisme koping diwariskan atau diturunkan secara genetik (misal sel darah putih) sebagai sistem pertahanan terhadap bakteri yang menyerang tubuh.yaitu pengkajian klien terhadap masing-masing mode adaptasi secara sistematik dan holistic. merokok. yaitu pengkajian tahap I dan pengkajian tahap II. perawat menganalisa pola perubahan perilaku klien tentang ketidakefektifan respon atau respon adaptif yang memerlukan dukungan perawat. jenis kelamin. alcohol. diagnosa. konsep diri. perawat mengumpulkan data tentang stimulus fokal. Pengkajian pertama meliputi pengumpulan data tentang perilaku klien sebagai suatu system adaptif berhubungan dengan masing-masing mode adaptasi: fisiologis. fungsi peran. kontekstual dan residual yang berdampak terhadap klien.

kontextual dan residual stimuli dan juga memperluas kemampuan koping seseorang pada zona adaptasi sehinga total stimuli berkurang dan kemampuan adaptasi meningkat. Tujuan jangka pendek mengidentifikasi harapan perilaku klien setelah manipulasi stimulus fokal. diagnosa yang sesuai adalah “kegagalan peran berhubungan dengan keterbatasan fisik (myocardial) untuk bekerja di cuaca yang panas” 3) Intervensi keperawatan Intervensi keperawatan adalah suatu perencanaan dengan tujuan merubah atau memanipulasi stimulus fokal. Pelaksanaannya juga ditujukan kepada kemampuan klien dalam koping secara luas. yaitu berhubungan Misalnya jika seorang petani mengalami nyeri dada. Pada kasus ini. dalam mengaplikasikan diagnosa ini. c) Menyimpulkan perilaku dari satu atau lebih adaptif mode berhubungan dengan stimulus yang sama. mekanisme koping dan gaya. Dengan menggunakan metode diagnosa ini maka diagnosanya adalah “nyeri dada disebabkan oleh kekurangan oksigen pada otot jantung berhubungan dengan cuaca lingkungan yang panas”. dan residual. strea fisik dan emosi. b) Menggunakan diagnosa dengan pernyataan/mengobservasi dari perilaku yang tampak dan berpengaruh tehadap stimulusnya. dengan menggunakan koping yang konstruktif. pertumbuhan. Smith adalah “hypoxia”. dimana ia bekerja di luar pada cuaca yang panas. diagnosa pada kasus Tn. Tujuan jangka panjang harus dapat menggambarkan penyelesaian masalah adaptif dan ketersediaan energi untuk memenuhi kebutuhan tersebut (mempertahankan. reproduksi). supaya stimulus secara keseluruhan dapat terjadi pada klien. sehinga total stimuli berkurang dan kemampuan adaptasi meningkat. 5) Evaluasi . budaya. 4) Implementasi Implementasi keperawatan direncanakan dengan tujuan merubah atau memanipulasi fokal.interaksi social. kontekstual. kontekstual dan residual. Tujuan intervensi keperawatan adalah pencapaian kondisi yang optimal.dan lingkungan fisik 2) Perumusan diagnosa keperawatan Roy mendefinisikan 3 metode untuk menyusun diagnosa keperawatan : a) Menggunakan tipologi diagnosa yang dikembangkan oleh Roy dan berhubungan dengan 4 mode adaptif .

Kelebihan dari teori dan model konseptualnya adalah terletak pada teori praktek dan model adaptasi yang dikemukakan oleh Roy perawat bisa mengkaji respon perilaku pasien terhadap stimulus yaitu mode fungsi fisiologis. 3. tentang halhal yang menyebabkan stress pada individu. Keeksistensiannya tentu memiliki sifat kuat atau memiliki kelebihan dalam penerapan konsepnya dibanding dengan konsep lainnya. KELEBIHAN DAN KELEMAHAN TEORI CALLISTA ROY Roy mampu mengembangkan dan menggabungkan beberapa teori sehingga dapat mengembangkan model perpaduannya. B. JOHNSON Dorthy E. Dengan penerapan dari teory adaptasi Roy perawat sebagai pemberi asuhan keperawatan dapat mengetahui dan lebih memahami individu. Sehingga seorang perawat yang tidak mempunyai perilaku caring ini akan menjadi sterssor bagi para pasiennya. mode fungsi peran dan mode interdependensi. konsep diri. konektual dan residual. proses mekanisme koping dan effektor sebagai upaya individu untuk mengatasi stress. KONSEP UTAMA TEORI DORTHY E. Yang hingga kini masih menjadi pegangan bagi para perawat. sehingga diagnosis yang dilakukan oleh perawat bisa lebih lengkap dan akurat. yaitu terjadinya adaptasi pada individu. Manusia adalah makhluk yang utuh dan . Johnson meyakini bahwa asuhan keperawatan dilakukan untuk membantu individu memfasilitasi tingkah laku yang efektif dan efisien untuk mencegah timbulnya penyakit.Penilaian terakhir dari proses keperawatan berdasarkan tujuan keperawatan yang ditetapkan. Model adaptasi Roy ini hanya berfokus pada proses adaptasi pasien dan bagaimana pemecahan masalah pasien dengan menggunakan proses keperawatan dan tidak menjelaskan bagaimana sikap dan perilaku cara merawat (caring) pada pasien. Penetapan keberhasilan suatu asuhan keperawatan didasarkan pada perubahan perilaku dari kriteria hasil yang ditetapkan. Sedangkan kelemahan dari model adaptasi Roy ini adalah terletak pada sasarannya. selain itu perawat juga bisa mengkaji stressor yang dihadapi oleh pasien yaitu stimulus fokal.

Sistem perilaku mencakup pola. manusia berusaha menjaga keseimbangan dalam bagian-bagian ini melalui pengaturan dan adapatasi terhadap kekuatan yang mengenai mereka. Johnson menerima pernyataan chin yakni tedapat “organisasi. Teori keperawatan Dorothy E Johnson diukur dengan ‘’behavioral sistem theory’’. yaitu agar tingkah lakunya sesuai dengan tuntutan dan harapan masyarakat. Biasanya sikap dapat digambarkan dan dijelaskan. Johnson menerima definisi perilaku seperti diyatakan oleh para ahli perilaku dan biologi: output dari struktur dan proses-proses intra-organismik yang keduanya dikoordinasi dan di artikulasi dan bersifat responsif terhadap perubahan-perubahan dalam sensori stimulation. 1. Dengan memakai definisi sistem oleh rapoport tahun 1968. emosi dan sosial terjadap lingkunagn internal dan eksternal dengan harapan dapat memelihara kesehatannya. Seseorang diakatan sehat jika mampu berespon adaptif baik fisik. interpedensi dan integrasi bagian dan elemen-elemen”. peristiwa dan situasi dengan lingkunganya. Cara-cara bersikap ini membentuk unit fungsi teroraganisasi dan terintegrasi yang menentukan dan membatasi interaksi antara seseorang dengan lingkunganya dan menciptakan hubungan seseorang dengan obyek. mampu beradaptasi terhadap perubahan fungsi tubuhnya. Menurut Johnson ada 4 tujuan asuhan keperawatan kepada individu. SYSTEM PERILAKU (BEHAVIORAL SYSTEM). perulangan dan cara-cara bersikap dengan maksud tertentu.terdiri dari 2 sistem yaitu sistem biologi dan tingkah laku tertentu. Johnson menyatakan . bermanfaat bagi dirinya dan orang lain atau produktif serta mampu mengatasi masalah kesehatan yang lainnya. Johnson memfokuskan pada perilaku yang dipengaruhi oleh kehadiran aktual dan tak langsung makhluk sosial lain yang telah ditunjukkan mempunyai signifikansi adaptif utama. ” A system is a whole that functions as a whole by virtue of the interpedence of it’s part. mental. Lingkungan termasuk masyarakat adalah sistem eksternal yang berpengaruh terhadap perilaku seseorang.” (system merupakan keseluruhan yang berfungsi berdasarkan atas ketergantungan antar bagian-bagiannya). interaksi. Disamping itu. Manusia sebagai system perilaku berusaha untuk mencapai stabilitas dan keseimbangan dengan .

Berdasarkan sub sistem tersebut diatas. merupakan tingkat pencapaian prestasi melalui kterampilan yang kreatif. dimana individu dipandang sebagai sitem perilaku yang selalu ingin mencapai keseimbangan dan stabilitas. dan kelangsungan hidup. merupakan bagian yang membentuk sistem perilaku dalam mendapatkan bantuan. digunakan dalam pemenuhan kebutuhan saling mencintai f. e. didalamnya terdapat komponen sub system yang membentuk system tersebut. Agresif. baik di lingkungan internal maupun eksternal. merupakan bentuk pemenuhan kebutuhan tambahan dalam mempertahankan lingkungan yang kondusif dengan penyesuaian dalam kehidupan social. merupakan bentuk mekanisme pertahanan diri atau perlindungan dan berbagai ancaman yang ada di lingkungan. Afiliasi. berhubungan dengan bagaimana. d. Ketergantungan. yaitu berhubungan dengan bagaimana.pengaturan dan adaptasi yang berhasil pada beberapa tingkatan untuk efisiensi dan efektifitas suatu fungsi. Ingestif. diantaranya komponen sub system yang membentuk system perilaku menurut Johnson adalah : a. b. kedamaian. c. keamanan serta kepercayaan. Eliminasi. dan dicintai. dan banyaknya makan dan minum sebagai suatu subsistem tingkah laku. cara. g. eksternal yang berpengaruh terhadap perilaku seseorang. sehingga Johnson memiliki pandangan bahwa keperawatan dalam mengatasi permasalahan tersebut harus dapat berfungsi sebagai pengatur agar . Sistem biasanya cukup fleksibel untuk mengakomodasi pengaruh yang diakibatkan. keamanan. dan banyaknya zat yang tidak di butuhkan oleh tubuh dikeluarkan secara bilogis sebagai suatu subsistem tingkah laku. Sebagai suatu system . juga memiliki keinginan dalam mengatur dan Lingkungan menyesuaikan termasuk dari masyarakat pengaruh adalah yang sistem ditimbulkanya. kapan. maka akan terbentuk sebuah system perilaku individu. Achievement. 2. Seksual. cara. MODEL KONSEP DAN TEORI KEPERAWATAN JOHNSON Model konsep dan teori keperawatan menurut Johnson adalah dengan pendekatan system perilaku. kapan.

disorder dan control. e. Status kesehatan yang ingin dicapai adalah mereka yang mampu berperilaku untuk memelihara keseimbangan atau stabilitas dengan lingkungan.dapat menyeimbangkan system perilaku tersebut. Aktivitas perawatan tadak bergantung pada wewenang medis tetapi bersifat pelengkap (komplementer) bagi medis/ pengobatan. mempertahankan. Penyebab kesulitan klien adalah stress psikis dan fisik. Fokus intervesi yaitu : mekanisme pengaturan dan kewajiban hidup f. Perawatan (nursing) Perawatan. adalah tindakan eksternal untuk memberikan organisasi perilaku pasien ketika pasien dalam kondisi stres dengan memakai mekanisasi pengaturan yang berkesan atau dengan penyediaan sumberdaya. Peran perawat mengatur dan mengawasi stabilitas perilaku dan keseimbangan d. Klien merupakan mahhluk yang mempunyai perilaku yang terdiri 8 subsistem c. mencegah. klien dalam menghadapi stress fungsi dan fisik g. Seni dan ilmu. Dibawah ini dijelaskan kerangka kerja model konseptual menurut Dorothy Johnson “ Model Perilaku. Pola intervensi memberikan kemudahan. pengulangan dan cara bersikap dengan maksud tertentu yang menghubungkan dirinya dengan lingkungannya. Tujuan perawatan yaitu tercapainya keseimbangan perilaku dan stabil dinamis. Orang (person) Johnson memandang manusia sebagai system perilaku dengan pola. ASUMSI-ASUMSI a. b. yaitu : a. Konsekuensi tindakan keperawatan 3. Klien dalam hal ini adalaha manusia yang mendapat bantuan perawatan dengan keadaan terancam atau potensial oleh kesakitan atau ketidak seimbangan penyesuaian dengan lingkungan. memberikan eksternal baik sebelum dan selama gangguan keseimbangan system dan karenanya membutuhkan pengetahuan tentang order. seperti yang dipandang Johnson. Pola-pola respon spesifik manusia membentuk keseluruhan yang terorganisasi dan . b.

pengeluaran energi yang luar biasa. saling ketergantungan subsistem -subsistem dari system perilaku. System perilaku berusaha menjaga equilibrium dalam respon terhadap factor lilngkungan dengan mengatur dan adaptasi terhadap kekuatan yang menyertainya. Manusia berusaha mencapai keseimbangan dalam system ini yang akan mengarah ke perilaku fungsional. Gaya lingkungan yang kuat secara berlebihan mengganggu keseimbangan system perilaku dan mengancam stabilitas seseorang jumlah energi yang tidak tentu dibutuhkan supaya system membangun kembali eqilibrium dalam menghadapi tekanan-tekanan berikutnya. Lingkungan Dalam teori Johnson . dan dapat dimanipulasi oleh perawat untuk mencapai kesehatan yang menjadi tujuan pasien. Ketika lingkungan stabil. lingkungan terdiri dari seluruh factor yang bukan bagian system perilaku individu tetapi hal itu mempengaruhi system. Keseimbangan yang kurang baik dalam persyaratan structural atau fungsional cenderung mengarah ke memburuknya kesehatan. Kesehatan(health) Johnson memandang kesehatan sebagai suatu kondisi yang sulit dipahami(elusive) dan dinamis. yang dipengaruhi oleh factor-faktor biologis. d. Kesehatan direfleksikan oleh organisasi. individu dapat melanjutkan dengan perilaku-perilaku yang baik. yang menyisakan sedikit energi untuk membantu proses-proses biologis dan penyembuhan. Person adalah system dari bagian-bagian interpedent yang membutuhkan beberapa aturan dan pengaturan untuk menjaga keseimbangan. Ketika system membutuhkan sejumlah energi minimum untuk pemeliharaan .terintegrasi. interaksi. Individu menghubungkan dirinya untuk berinteraksi dengan lingkungan-nya. c. suplai energi yang lebih besar yang tersedia mempengaruhi proses biologi dan penyembuhan. . psikologis dan social. Kesehatan menjadi suatu nilai yang diinginkan oleh para pekerja kesehatan dan memfokuskan pada person bukanya penyakit.

Perencanaan Perencanaan intervensi keperawatan juga dikaitkan langsung dengan model konseptual keperawatan. Intervensi dengan menyesuaikan pada pola intervensi dari model konseptualyang digunakan. Bagaimana klien beradaptasi dan bereaksi Apa yang dipandang klien sebagai kebutuhan Bagaimana klien mencapai tujuan yang telah ditetapkan Jawaban dari pertanyaan pertanyaan tadi akan membantu perawat menilai keefektifan dari proses perawat secara keseluruhan dan model keperawatan C.4. c. Model keperawatan menunjukkan apa yang harus dilakukan oleh perawat yang langsung mempengaruhi intervensi keperawatan yang direncanakan. 1) 2) 3) menunjukkan pada perawat bagaimana menerapkan rencana itu. b. Evaluasi Evaluasi merupakan fungsi perawatan yang berlanjut. d. klien dipandang memiliki 14 kebutuhan dasar. Misalnya teori Henderson. MODEL KEPERAWATAN KING Kita memahami model konsep dan teori keperawatan dengan menggunakan pendekatan sistem terbuka dalam hubungan interaksi yang . tetapi tidak e. masalah klien baik yang aktual maupun potensial ditulis sebagai suatu diagnosa keperawatan yang disesuaikan dengan model keperawatan yang digunakan. Pengkajian Pengkajian data spesifik mengenai kebutuhan kesehatan klien yang langsung berhubungan dengan unit kedua model keperawatan yaitu klien. HUBUNGAN ANTARA MODEL KONSEPTUAL KEPERAWATAN DAN PROSES KEPERAWATAN Model Konseptual Keperawatan adalah suatu abstraksi yang dioperasikan dengan menggunakan proses keperawatan yang mencakup: a. maka data yang dikumpulkan juga tentang 14 kebutuhan dasar tersebut. Implementasi Melaksanakan rencana intervensi berdasarkan pengetahuan ilmiah yang bukan merupakan bagian dari model keperawatan. Diagnosa Dalam tahap ini.

jarak dan waktu. dan waktu. System Personal (individu). Tumbuh kembang dapat didefinisikan sebagai proses diseluruh kehidupan seseorang dimana dia bergerak dari potensial untuk mencapai aktualisasi diri. Karakteristik diri adalah individu yang dinamis. personal atau subjektif. situasional. Persepsi berbeda dari satu orang dan orang lain dan hal ini tergantung dengan pengalaman masa lalu. f. dan dapat diprediksiakan walaupun individu itu berfariasi. c. peretumbuhan dan perkembangan. Definisi secara operasioanal. molekul dan perilaku manusia. pengalam yang berarti dan memuaskan. Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuh kembang meliputi perubahan sel. system terbuka dan orientasi pada tujuan. transaksional. d. b. Karakteristik persepsi adalah universal atau dialami oleh semua.konstan dengan lingkungan sehingga King mengemukakan dalam model konsep interaksi. selekltif untuk semua orang. individual. subjektif atau personal. diri. Diri adalah individu atau bila seseorang berkata “AKU”. Ruang Ruang adalah universal sebab semua orang punya konsep ruang. Perubah ini biasnya terjadi dengan cara yang tertib. sistem interpersonal dan sistem sosial yang saling berhubungan satu dengan yang lain. king menggunakan konsep kerjanya yang meliputi adanya sistem personal. Persepsi Persepsi adalah gambaran seseorang tentang objek. latar belakang. citra tubuh. Untuk system personal konsep yang relevan adalah persepsi. Citra Tubuh King mendefinisikan citra diri yaitu bagaimana orang merasakan tubuhnya dan reaksi . dan tergantung dengan hubunganya dengan situasi. e. a. ruang meliputi ruang yang ada untuk semua arah. Waktu . pengetauhan dan status emosi. 1. dan sumbangan fungsi genetic. Dalam mencapai hubungan interaksi. Diri Diri adalah bagian dalam diri seseorang yang berisi benda-benda dan orang lain. orang dan kejadiankejadian.reaksi lain untuk penampilanya. didefinisikan sebagai area fisik yang disebut territory dan perilaku oran yang menempatinya. atau berdasarkan pada persepsi individu terhadap situasi.

situasional. karena setiap individu mempunyai realitas personal berdasarkan persepsi mereka. peran dan stress. televisi atau tulisan kata. Konsep yang relefan dengan system interpersonal adalah interkasi. Komunikasi King mendefinisikan komunikasi sebagai proses diman informasi yang diberikan dari satu orang keorang lain baik langsung maupun tidak langsung. Komunikasi dapat dilakukan secara lisan maupun tertulis dalam menyampaikan ide .non verbal. Transaksi Ciri-ciri transaksi adalah unik. bergerak maju dalam waktu. ekspresi wajah. Sistem Interpersonal King mengemukakan system interpersonal terbentuk oleh interkasi antra manusia. Aspek lain dari perilaku adalah jarak. penampilan fisik dan gerakan tubuh. komunikasi. personal. c.King mendefisikan waktu sebagai lama antra satu kejadian dengan kejadian yang lain merupakan pengalaman unik setiap orang dan hubungan antara satu kejadian dengan kejadian yang lain. d.Aspek perilaku nonverbal yang sangat penting adalah sentuhan. a. Peran Peran melibatkan sesuatu yang timbal balik dimana seseorang pada suatu saat sebagai pemberi dan disat yang lain sebagai penerima ada 3 elemen utama peran yaitu. Interaksi antar dua orang disebut DYAD. Dimensi temporal -spatial. dan dinamis. tiga orang disebut TRIAD. tidak dapat diubah. peran berisi set perilaku yang di harapkan pada orang yang menduduki posisi di social system. set prosedur atau aturan yang ditentukan oleh hak dan kewajiban yang berhubungan dengan prosedur . dan empat orang disebut GROUP. mereka mempunyai pengalaman atau rangkaian . transaksional. b. Interaksi Interaksi didefinisak sebagai tingkah laku yang dapat diobserfasi oleh dua orang atau lebih didalam hubungan timbal balik. transaksi. 2. perceptual.rangkaian kejadian dalam waktu. ciri-ciri komunikasi adalah verbal. misalnya melalui telpon. postur.ide satu orang keorang lain.

persepsi. e. persepsi. Organisasi Organisasi bercirikan struktur posisi yang berurutan dan aktifitas yang berhubungan dengan pengaturan formal dan informal seseorang dan kelompok untuk mencapai tujuan personal atau organisasi. ada diemnsi yang temporal-spatial yang dipengaruhi oleh pengalaman lalu. b. a. individual. Kekuasaan . perkembangan dan perbuatan yang melibatkan pertukaran energi dan informsi antara seseorang dengan lingkungannya untuk mengatur stressor. nilainilai dari pemegang mempengaruhi definisi. Sistem social dapat mengantarkan organisasi kesehatan dengan memahami konsep organisasi. c. Stress adalah suatu yang dinamis sehubungan dengan system terbuka yang terus-menerus terjadi pertukaran dengan lingkunagn. validasi dan penerimaan posisi di dalam organisasi berhubungan dengan wewenang. dan hubungan antara 2 orang atau lebih berinteraksi untuk tujuan pada situasi khusus. interaksi. status. dan kesehatan. 3. kekuasaaan. dan subjektif. Sistem Social Merupakan system dinamis yang akan menjaga keselamatan lingkungan. proses transaksi yang timbal balik dimana latar belakang. personal. bahwa wewenang itu aktif. intensitasnya berfariasi. Ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi perilaku masyarakat.atau organisasi. Stress Definisi stress menurut King adalah suatu keadaan yang dinamis dimanapun manusia berinteraksi dengan lingkungannya untuk memelihara keseimbangan pertumbuhan. dan pengambilan keputusan. Otoritas King mendefinisikan otoritas atau wewenang.

MODEL KEPERAWATAN KELUARGA MENURUT ROGER Dalamteori Roger.King mendefinisikan status sebagai posisi seseorang didalam kelompok atau kelompok dalam hubungannya dengan kelompok lain di dalam organisasi dan mengenali bahwa status berhubungan dengan hak-hak istimewa. dan kesejahteraan. d. Manusia adalah satu kesatuan 2. personal. Individu dicirikan oleh kapasitas abstraksi dan citra. situasional. dibatasi oleh sumber-sumber dalam suatu situasi. E. atau bukan sumbangan personal. dan berorientasi pada tujuan. dinamis dan orientasi pada tujuan. orang. Perilaku pada individu merupakan suatu bentuk kesatuan yang inovatif 5. dapat diubah. Individu dan lingkungan terus mengalami perubahan materi dan energy 3. Mempercayai bahwa proses hidup manusia tidak dapat diulang dan tidak dapat diprediksi sepanjang ruang dan waktu 4. sensasi dan emosi.Kekuasaan adalah universal. ada 5 dasar asumsi dasar tentang manusia yaitu : 1. Pembuatan Keputusan Pembuatan atau pengambilan keputusan bercirikan untuk mengatur setiap kehidupan dan pekerjaan. Status Status bercirikan situasional. OREM Model konsep Dorothea Orem terfokus pada selfcare dan kebutuhan perawatan diri klienuntuk mempertahankan kehidupan. situasional. Roger menegaskan bahwa model konseptualnya dapat diterapkan pada keluarga sama seperti pada individu. Tujuan dari keperawatan adalah untuk meningkatkan interaksi simfonis antara manusia dan lingkungannya. individual. posisi ketergantungan. focus dari keperawatan adalah pada proses kehidupan umat manusia. Ada 3 prinsip dalam keperawatan diri sendiri yaitu: . bahasa dan berfikir. tugas-tugas. universal. proses yang terus menerus. subjektif. dan kewajiban. D. MODEL KEPERAWATAN MENURUT D. perkembangan. esensial dalam organisasi. Berdasarkan kerangka konsep yang dikembangkan Roger. kesehatan. e.

2. c. status kesehatan. kesehatan dan kesejahteraan. sampai pasien dapat melegitimasi rencana keperawatan. Dalam teori Orem (1991) ada 5 area aktifitas keperawatan yaitu: 1. eliminasi. polakehidupan. Konsep lain yang berhubungan denganteori self care adalah self care requisite.memberikan dan melindungi pasien secara langsung dalam bentuk keperawatan. lingkungan serta ketersediaan sumber. Kebutuhan self care therapeutik (Therapeutic self care demand) adalah merupakantotalitas dari tindakan self care yang diinisiatifdan dibentuk untuk memenuhi kebutuhan self caredengan menggunakan metode yang valid yangberhubungan dengan tindakan yang akan dilakukan. Bertanggung jawab atas permintaan pasien. Jika self care dibentuk denganefektif maka hal tersebut akan membantu membentuk integritas struktur dan fungsi manusiadan erat kaitannya dengan perkembangan manusia. kelompok. 1. 3. Self care agency merupakan suatu kemampuan individu dalam melakukan perawatan diri sendiri. Menentukan kapan dan bagaimana pasien dapat dibantu melalui keperawatan. 2. sistem perawatan kesehatan (diagnostik. Perawatan mandiri yang harus dilakukan sesuai dengan tumbuh kembang manusia. aktivitas dan istirahat. air.1. nutrisi. yang dapat dipengaruhi oleh usia. Orem mengidentifikasikan tiga katagori self carerequisite : . keluarga. orientasi sosialbudaya. 4. 3. Masuk kedalam dan memelihara hubungan antara perawat dengan pasien dengan individu . Mengkoordinasi dan mengintegrasi keperawatan dengan kehidupan seharihari pasien atau perawatan kesehatan lain jika dibutuhkan serta pelayanan sosial dan edukasi yang dibutuhkan atau yang akan diterima. keinginan dan kebutuhan untuk kontak dan dibantu perawat. penatalaksanaan. Perawatan mandiri yang harus dilakukan karena adanya masalah kesehatan atau penyakit. Perawatan diri yang bersifat holistik. 5. a. Menjelaskan. status perkembangan. b. modalitas). seperti kebutuhanoksigen. Teori Self Care Self care adalah performance atau praktek kegiatan individu untuk berinisiatif dan membentuk perilaku mereka dalam memelihara kehidupan. jenis kelamin. sistem keluarga.

d. Teori Self Care Deficit Merupakan hal utama dari teori general keperawatan menurut Orem. Perubahan kesehatan (Health Deviation) berhubungan dengan akibat terjadinyaperubahan struktur normal dan kerusakanintegritas individu untuk melakukan self careakibat suatu penyakit atau injury. Dalam teori ini keperawatan diberikan jika seorang dewasa (atau pada kasus ketergantungan) tidak mampu atau terbatas dalam melakukan self care secara efektif. Pendidikan. 2. peningkatan  kesehatan. Sistem bantuan secara penuh (Wholly Compensatory system) Merupakan suatu tindakan keperawatan dengan memberikan bantuan secara penuh pada pasien dikarenakan ketidakmampuan pasien dalam memenuhi . perubahanstruktur tubuh dan kehilangan rambut. Orem mengidentifikasi lima metode yang dapat digunakan dalam membantu self care: a. Dalam pandangan teori sistem ini Orem memberikan identifikasi dalam sistem pelayanan keperawatan diantaranya : a. pekerjaan baru. b. Developmental. Memberikan petunjuk dan pengarahan. aktifitas dan istirahat. sosialisi daninteraksi sosial. Tindakan untuk atau lakukan untuk oranglain. privasi. kesejahteraan dan potensi diri. pencegahan resiko. makanan daneliminasi. Teory Nursing System Merupakan teori yang menguraikan secara jelas bagaimana kebutuhan perawatan diri pasien terpenuhi oleh perawat atau pasien sendiri yang didasari pada Orem yang mengemukakan tentang pemenuhan kebutuhan diri sendiri kebutuhan pasien dan kemampuan pasien dalam melakukan perawatan mandiri. Memberikan dukungan fisik dan psychologis. Memberikan dan memelihara lingkunganyang mendukung pengembangan personal. lebih khusus dari universaldihubungkan dengan kondisi yangmeningkatkan  proses pengembangan sikluskehidupan seperti.Perawat dapat membantu individu dengan menggunakan beberapa atau semua metode tersebut dalam memenuhi self care. Universal meliputi: udara. e. 3. c. Keperawatan diberikan jika kemampuan merawat berkurang atau tidak dapat terpenuhi atau adanya ketergantungan. air.

yang selalu mencari keseimbangan dari harmoni dan merupakan satu kesatuan dari variabel-variabel: fisiologis. Contohnya. Kesehatan .sosiokultural. Konsep Mayor Teori Neuman ada 4 yang terkait dengan keperawatan keluarga yaitu . 1.perkembangan dan spritual. 3. c. Konsep yang dikemukakan oleh Betty Newman adalah konsep “Healt care system” yaitu model konsep yang menggambarkan aktifitas keperawatan yang ditujukan kepada penekanan penurunan stress dengan memperkuat garis pertahanan diri secara fleksibel atau normal maupun resistan dengan sasaran pelayana adalah komunitas. MODEL KEPERAWATAN MENURUT B. pemberian bantuan pada pasien koma (penurunan kesadaran akibat penyakit). b. Sistem Suportif dan Edukatif Merupakan sistem bantuan yang diberikan pada pasien yang membutuhkan dukungan pendidikan dengan harapan pasien mampu memerlukan perawatan secara mandiri. pengontrolan.tindakan perawatan secara mandiri yang memerlukan bantuan dalam pergerakan. Neuman menggunakan pendekatan manusia utuh dengan memasukkan konsep holistik. dan ambulasi serta adanya manipulasi gerakan. NEUMAN Sistem model Neuman yaitu suatu model keperawatan yang mempertimbangkan manusia secara utuh. Dalam hal ini. F. psikologis. Komponen utama dari model ini adalah adanya stress dan reaksi terhadap stress. Manusia Merupakan suatu sistem terbuka. Sistem bantuan sebagian (Partially Compensatory System ) Suatu situasi dimana antara perawat dan klien melakukan perawatan atau tindakan lain danperawat atau pasien mempunyai peran yang besar untuk mengukur kemampuan melakukan selfcare. pendekatan sistem terbuka. dan konsep stresor. 2. Lingkungan Yaitu meliputi semua faktor internal dan eksternal atau pengaruh-pengaruh dari sekitar klien atau sistem klien.

keluarga besar. keluarga usila.Sehat Suatu kondisi terbebasnya dari gangguan pemenuhan kebutuhan. single family .1972). tersier.1982. TEORI KEPERAWATAN KEPERAWATAN KELUARGA (FRIEDMAN) Menurut Friedman keluarga adalah dua atau lebih individu bergabung karena ikatan tertentu untuk berbagi pengalaman dan pendekatan emosional dan mengidentifikasi diri mereka sebagai bagian dari keluarga dan Friedman membentuk tipe keluarga yaitu keluarga inti. Sehat merupakan keseimbangan yang dinamis sebagai dampak dari keberhasilan menghindari atau mengatasi stressor. Pencegahan tersier berfokus pada proses adaptasi kembali. sekunder dan tertier. Pencegahan primer berfokus pada peningkatan pertahanan tubuh melalui identifikasi factor-faktor resiko yang potensial dan actual terjadi akibat stresor. 2. 1. Tugas perawat yaitu mengkaji.Torres. keluarga. 4.1995) G.1994. 3. mengatur dan mengevaluasi sistem klien.Marriner-Tomey. Prinsip dari pencegahan tersier adalah untuk memberikan penguatan pertahanan tubuh terhadap stresor melalui pendidikan kesehatan dan untuk membantu dalam mencegah terjadinya masalah yang sama (Neuman. keluarga “Dyad” . Tindakan perawatan terdiri dari pencegahan primer.chin dan Jacob. dan kelompok dalam mencapai dan mempertahankan tingkat kesehatan semaksimal mungkin (Neuman dan Young. Pencegahan sekunder berfokus pada penguatan pertahanan dan sumber internal melalui penetapan prioritas dan rencana pengobatan pada gejalagejala yang tampak. Fokus perawatan yaitu berdasarkan respon klien terhadap stressor. serta masih banyak pengelompokan . Kepeawatan Intervensi keperawatan bertujuan untuk menurunkan stressor melalui pencegahan primer.1986. sekunder. keluarga berantai.  Tujuan keperawatan adalah membantu individu.

sumber masalah.yang telah ditentukan oleh friedman guna mempermudah dalam pemberian asuhan keperawatan keluarga. yakni tingkat individu dan . 1. klien. Dalam kesempatan ini akan diuraikan konsep model keperawatan keluarga menurut friedman (1998) dan beberapa konsep model keperawatan yang dapat digunakan dalam pelaksanaan asuhan keperawatan pada keluarga. Sebagai disiplin. MODEL KEPERAWATAN KELUARGA FRIEDMAN Friedman mengemukakan bahwa proses keperawatan keluarga relatife berbeda dengan proses keperwatan individu. Model –model keperawatan ini diuraikan berdasarkan empat konsep utama yaitu manusia. peran ners. fokus intervensi. kelopok atau komunitas. kesehatan dan keperawatan. dan cara intervensi. Pengembangan konsep dan teori keperawatan dalam disiplin keperawatan diperlukan untuk menghindarkan pendekatan yang tidak tepat dalam mengatasi masalah keperawatan yang timbul dengan pendekatan ilmiah. keluarga. dimana perawat mengkonseptualisasikan keluarga sebagai unit pelayanan berbagai fokusnya. lingkungan. Perkembangan pengetahuan pada ilmu keperawatan telah mengikuti pola hirarki structural pengetahuan yang berkembang dari paradigma tunggal menjadi beberapa model konseptual yang kemudian tiap model diuji untuk mengetahui efektifitasnya dalam asuhan keperawatan. Keperawatan sebagi profesi terdiri dari komponen disiplin dan praktik. Dalam praktiknya perawat dirumah akan bekerja sekaligus untuk keluarga dan anggota keluarga secara individu.dan intervensi kepetrawatan yang menjadi fokus pengembangan model konseptual dan teori keperawatan. Paradigma keperawatan terdiri dari empat konsep sentral yaitu manusia. keperawatan memiliki dan menghasilkan ilmu pengetahuan yang memperkaya “body of knowledge” keperawatan untuk memastikan ketepatan penerapannya dalam praktik. klien sebagaii target pelayanan bisa sebagai individu. kesehatan. masyarakat/ lingkungan. hal ini mengandung arti bahwa perawat keluarga akan menggunakan proses keperawatan pada dua tingkat. Dalam disiplin keperawatan.

Model-model keperawatan lainnya diuraikan berdasarkan empat konsep utama yaitu : manusia. f.keluarga. e. Informasi identifikasi tentang anggota keluarga sangat diperlukan untuk mengetahui hubungan masing-masing anggota keluarga dan sebagi upaya untuk lebih mengenal masing-masing anggota keluarga. Alamat dan Nomor telepon 3. klien. masyarakat . fokus intervensi. perencanaan. Friedman dalam bukunya mengatakan bahwa komposisi tidak hanya terdiri dari penghuni rumah. peran ners. b. diagnose. interfensi dan evaluasi menjadi lebih luas. A. sehingga pengkajian. tetapi juaga keluarga besar lainnya atau keluarga fiktif yang menjadi bagian dari keluarga tersebut tetapi tidak tinggal dalam rumah tangga yang sama. Pada komposisi keluarga. . 2. sumber masalah. dan cara intervensi. c. d. Nama keluarga 2. Mengidentifikasi data Tahap dan riwayat perkembangan Data lingkungan Struktur keluarga Fungsi keluarga Koping keluarga Identifikasi Data Keluarga. Data yang diperlukan meliputi : 1. kesehatan dan keperawatan serta tujuan elemen utama yaitu tujuan akhir keperawatan. pencatatan dimulai dari anggota keluarga yang sudah dewasa kemudian diikuti anak sesuai dengan urutan usia dari yang tertua. atau lingkungan. Komposisi Keluarga Komposisi keluarga menyatakan anggota keluarga yang diidentifikasi sebagai bagian dari keluarga mereka. MODEL PENGKAJIAN KELUARGA DARI FRIEDMAN Model Pengkajian Keluarga Menurut Friedman terdiri dari enam kategori yaitu : a.

4.. Tipe Bentuk Keluarga Tipe keluarga didasari oleh anggota keluarga yang berada dalam satu rumah. Tipe keluarga dapat dilihat dari komposisi dan genogram dalam keluarga. sehingga dapat menciptakan hipotesis tentatif tentang apa yang sedang terjadi dalam keluarga. Diagram ini menggambarkan hubungan vertikal ( lintas generasi ) dan horisontal ( dalam generasi yang sama )dan dapat membantu kita berfikir secara sistematis tentang suatu peristiwa dalam keluarga dilihat dari hubungan keluarga dengan pola penyakit. Genogram keluarga memuat informasi tentang tiga generasi ( keluarga inti dan keluarga asal masing-masing / orang tua keluarga inti ). Latar Belakang Budaya Keluarga . Berikut format komposisi keluarga menurut Friedman : No Nama Jenis Keluarga Hubungan Tempat/Tanggal Kelami Lahir Pekerjaa Pendidikan n n 1 2 3 4 Bapak Ibu Anak tertua ………….Genogram merupakan sebuah diagram yang menggambarkan konstelasi keluarga atau pohon keluarga dan merupakan pengkajian informatif untuk mengetahui keluarga dan riwayat serta sumber-sumber keluarga. Strategi lain untuk mengetahui keluarga adalah genogram keluarga atau pohon keluarga.bila terdapat orang lain yang menjadi bagian dari keluarga tersebut dimasukan dalam bagian akhir dari komposisi keluarga. Genogram juga dapat menentukan tipe dari keluarga. 5.

Pengkajian terhadap kultur / kebudayaan keluarga meliputi : a. Identifikasi Religius Pengkajian meliputi perbedaan keyakinan dalam keluarga. Dengan mengidentifikasi kelas sosial keluarga. Negara asala dan berapa lama keluarga tinggal di suatu wilayah. Bahkan fungsi dan struktur keluarga dapat lebih dipahami dengan melihat . perawat dapat mengantisipasi sumber-sumber dalam keluarga dan sejumlah stresornya secara baik. g. Identitas suku bangsa Jaringan sosial keluarga ( kelopok etnis yang sama ) Tempat tinggal keluarga ( bagian dari sebuah lingkungan yang secara etnis d. Perbedaan budaya menjadikan akar miskinnya komunikasi antar individu dalam keluarga. seberapa aktif keluarga dalam melakukan ibadah keagamaan. karakteristik struktural dan fungsional. 7. Perbedaan kelas sosial dipengaruhi oleh gaya hidup keluarga. 6. asosiasi dengan lingkungan eksternal rumah. Pendidikan dan Pendapatan ) Kelas sosial keluarga merupakan pembentuk utama dari gaya hidup keluarga. f. porsi tersebut semata-mata ada dalam komunitas etnis ) Penggunaan jasa-jasa perawatan kesehatan keluarga dan praktisi. kepercayaan dan nilai-nilai agama yang menjadi fokus dalam kehidupan keluarga. e.Latar belakang kultur keluarga merupakan hal yang penting untuk memahami perilaku sistem nilai dan fungsi keluarga. sosial. karena budaya mempengaruhi dan membatasi tindakan-tindakan individual maupun keluarga. kepercayaan tradisional yang berhubungan dengan kesehatan. Dalam konseling keluarga kbudayaan merupakan hal yang sangat penting. Status Kelas Sosial ( Berdasarkan Pekerjaan. b. Bagaimana keluarga terlibat dalam praktik pelayanan kesehatan tradisional atau memiliki j. c. h. budaya. rekreasi dan pendidikan Bahasa yang digunakan sehari-hari Kebiasaan diit dan berpakaian Dekorasi rumah tangga ( tanda-tanda pengaruh budaya ) Porsi komunitas yang lazim bagi keluarga-komplek teritorial keluarga ( Apakah i. bersifat homogen ) Kegiatan-kegiatan keagamaan.

c. bersepeda bersama keluarga dll ) .Bentuk rekreasi tidak harus mengunjungi tempat wisata. berkebun bersama keluarga . dana tambahan ataupun bantuan yang diterima oleh keluarga. 8. mendengarkan radio. serta bagaimana keluarga menyesuaikan diri terhadap perubahan tersebut. kelas pekerja dan kelas bawah. bagaimana keluaraga mengaturnya secara finansial. Mobilitas Kelas Sosial Menggambarkan perubahan yang terjadi sehingga mengakibatkan terjadinya perubahan kelas sosial.latar belakang kelas sosial keluarga. kelas menegah atas. Selain itu juga perawat perlu mengetahui sejauhmana pendapatan tersebut memadai serta sumber-sumber apa yang dimiliki oleh keluarga terutama yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan seperti asuransi kesehatan dan lain-lain. Friedman membagi kelas sosial menjadi enam bagian yaitu kelas atas-atas. Perlu juga diketahui siapa yang menjadi pencari nafkah dalam keluarga. tetapi bagaimana keluarga memanfaatkan waktu luang untuk melakukan kegiatan bersama ( nonton TV. pekerjaan dan pendidikan keluarga. Hal-hal yang perlu dikaji dalam status sosial ekonomi dan mobilitas keluarga adalah : a. Status kelas Sosial Status kelas sosial keluarga ditentukan berdasarkan tingkat pendapatan keluarga dan sumber pendapatan keluarga. b. kelas atas bawah. kelas menengah bawah. Aktifitas rekreasi keluarga Kegiatan-kegiatan rekreasi keluarga yang dilakukan pada waktu luang. Status Ekonomi Status ekonomi ditentukan oleh jumlah penghasilan yang diperoleh keluarga. Menggali perasaan anggota keluarga tentang aktifitas rekreasi pada waktu luang.

Karakteristik rumah Karakteristik rumah diidentifikasi dengan : a. Riwayat keluarga Inti. seperti apa keluarga asalnya. Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga Yang perlu dikaji pada tahap perkembangan adalah : 1. riwayat kesehatan masing-masing anggota keluarga. Tipe tempat tinggal ( rumah sendiri. kehilangan) 4. apartemen. Gambaran kondisi rumah (baik interior maupun eksterior rumah). Tugas perkembangan keluarga yang belum terpenuhi Menjelaskan tentang tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi oleh keluarga serta kendala mengapa tugas perkembangan tersebut belum terpenuhi. sewa kamar). Lingkungan Keluarga Melliputi seluruh alam kehidupan keluarga mulai dari pertimbangan bidang-bidang yang paling kecil seperti aspek dalam rumah sampai komunitas yang lebih luas dimana keluarga tersebut berada. yang meliputi riwayat penyakit keturunan. kematian. b. Riwayat keluarga sebelumnya Menjelaskan mengenai riwayat asal kedua orang tua ( riwayat kesehatan.B. Tahap perkembangan keluarga saat ini 2. perhatian terhadap pencegahan penyakit ( imunisasi ). 3. . Riwayat keluarga mulai lahir hingga saat ini. sumber pelayanan kesehatan yang bisa digunakan serta riwayat perkembangan dan kejadian-kejadian atau pengalaman penting yang berhubungan dengan kesehatan ( perceraian. Pengkajian lingkungan meliputi : 1. hubungan masa silam dengan kedua orang tua ) C.

Karakteristik fisik dari lingkungan. 2. ruang keluarga ). Mobilitas geografis keluarga Mobilitas keluarga ditentukan oleh : kebiasaan keluarga berpindah tempat. tipe kamar/pemanfaatan ruangan ( ruang tamu. agraris ). sub kota. keamanan ). industri. Pelayanan kesehatan yang ada di sekitar lingkungan serta fasilitas-fasilitas umum lainnya seperti pasar. 4. kebersihan dan sanitasi rumah. lingkungan umum ( fisik. macam perabot rumah tangga dan penataannya. sumber air minum yang digunakan. budaya yang mempengaruhi kesehatan. jenis lantai. perubahan demografis yang sedang berlangsung. sosial. kota ). pengaturan privaci dan kepuasan keluarga terhadap pengaturan rumah. Tersediannya transportasi umum yang dapat digunakan oleh keluarga dalam mengakses fasilitas yang ada. keadaan ventilasi dan penerangan ( sinar matahari ). kamar tidur. meliputi kelas sosial rata-rata komunitas. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat . keadaan dapur ( kebersihan. Karakteristik demografis dari lingkungan dan komunitas. hunian dan industri. Insiden kejahatan disekitar lingkungan. tipe tempat tinggal ( hunian.Interior rumah meliputi : jumlah ruangan. sanitasi. keamanan lingkungan rumah. identifikasi teritorial keluarga. jenis septic tank. Bagimana fasilitas-fasilitas mudah diakses atau dijangkau oleh keluarga e. Lingkungan luar rumah meliputi keamanan ( bahaya-bahaya yang mengancam ) dan pembuangan sampah. Menjelaskan tentang : a. ekonomi ). aturan / kesepakatan. apotik dan lain-lain d. jarak sumber air minum dengan septic tank. yang meliputi : tipe lingkungan/komunitas ( desa. riwayat mobilitas geografis keluarga tersebut ( transportasi yang digunakan keluarga. b. c. kebiasaan anggota keluarga pergi dari rumah : bekerja. f. Karakteristik Lingkungan dan Komunitas Tempat Tinggal yang Lebih Luas. sekolah ). kontruksi bangunan. 3. berapa lama keluarga tinggal di daerah tersebut. Perlu dikaji pula perasaan subyektif keluarga terhadap rumah. kebiasaan . jumlah jendela.

Sistem pendukung keluarga Siapa yang menolong keluarga pada saat keluarga membutuhkan bantuan. bagaimana pentingnya keluarga terhadap putusan tersebut. sistem komunikasi yang digunakan.Menjelaskan tentang waktu yang digunakan keluarga untuk berkumpul serta perkumpulan keluarga yang ada dan sejauh mana keluarga melakukan interak dengan masyarakat. Perlu juga dikaji bagaimana keluarga memandang kelompok masyarakatnya. Yang termasuk pada sistem pendukung keluarga adalah Informal ( jumlah anggota keluarga yang sehat. Sistem kekuatan yang digunakan dalam mengambil keputusan. yang berperan mengambil keputusan. bagaimana keluarga memecahkan masalah. dukungan konseling aktifitas-aktifitas keluarga. efektif tidaknya ( keberhasilan ) komunikasi dalam keluarga. 2. Pola dan komunikasi keluarga Menjelaskan cara berkomunikasi antar anggota keluarga. Struktur Keluarga Struktur keluarga yang dapat dikaji menurut Friedman adalah : 1. hubungan keluarga dan komunitas. 5. fasilitas yang dimiliki keluarga untuk menunjang kesehatan ) dan formal yaitu hubungan keluarga dengan pihak yang membantu yang berasal dari lembaga perawatan kesehatan atau lembaga lain yang terkait ( ada tidaknya fasilitas pendukung pada masyarakat terutama yang berhubungan dengan kesehatan ) D. Struktur Peran . Struktur kekuatan keluarga Kemampuan keluarga mmengendalikan dan mempengaruhi orang lain/anggota keluarga untuk merubah perilaku. 3.

3) Bagaimana keluarga melakukan setiap peran secara kompeten 4) Bagaimana fleksibilitas peran saat dibutuhkan b. apakah terjadi konflik peran dalam keluarga.Mengkaji struktur peran dalam keluarga meliputi : a. ada tidaknya peran disfungsional serta bagaimana dampaknya terhap anggota keluarga c. Struktur peran formal 1) Posisi dan peran formal yang telah terpenuhi dan gambaran keluarga dalam melaksanakan peran tersebut. Struktur peran informal 1) Peran-peran informal dan peran-peran yang tidak jelas yang ada dalamkeluarga. 2) Bagaimana peran tersebut dapat diterima dan konsisten dengan harapan keluarga. 2) Siapa yang secara spesifik bertindak sebagai model peran bagi pasangan dan sebagai orang tua d. memberikan perasaan dan nilai-nilai tentang perkembangan. . serta siapa yang memainkan peran tersebut dan berapa kali peran tersebut sering dilakukan secara konsisten 2) Identifikasi tujuan dari melakukan peran indormal. peran-peran dan teknik komunikasi. 2) Pengaruh budaya terhadap struktur peran 3) Pengaruh tahap perkembangan keluarga terhadap struktur peran. Analisa Model Peran 1) Siapa yang menjadi model yang dapat mempengaruhi anggota keluarga dalam kehidupan awalnya. Variabel-variabel yang mempengaruhi struktur peran 1) Pengaruh-pengaruh kelas sosial : bagaimana latar belakang kelas sosial mempengaruhi struktur peran formal dan informal dalam keluarga.

Pengaruh kelas sosial. latar belakang budaya dan tahap perkembangan keluarga terhadap nilai keluarga g. Saling memperhatikan dan keakraban dalam keluarga . Fungsi Afektif Pengkajian fungsi afektif menurut Friedman meliputi : a. Bagaimana nilai keluarga mempengaruhi status kesehatan keluarga. E. Fungsi Keluarga Fungsi keluarga yang perlu dikaji menurut Friedman meliputi : 1. Identifikasi konflik nilai yang menonjol dalam keluarga f.4) 2. Kesesuaian nilai keluarga dengan masyarakat sekitarnya c. e. Nilai-Nilai Keluarga Hal-hal yang perlu dikaji pada struktur nilai keluarga menurut Friedman adalah : a. Kesesuaian antara nilai keluarga dan nilai subsistem keluarga d. Identifikasi sejauhman keluarga menganggap penting nilai-nilai keluarga serta kesadaran dalam menganut sistem nilai. serta bagaimana orang tua mampu menggambarkan kebutuhan dari anggota keluarganya. Pola kebutuhan keluarga 1) Sejauh mana keluarga mengetahui kebutuhan anggota keluarganya. Pemakaian nilai-nilai yang dominan dalam keluarga b. 2) Sejauhmana keluarga mengahargai kebutuhan atau keinginan masing-masing anggota keluarga b. Bagaimana masalah kesehatan mempengaruhi struktur peran.

Tingkat pengetahuan keluarga tentang gejala atau perubahan penting yang 4) berhubungan ddengan masalah kesehatan yang dihadapi. Sejauh mana keluarga mengenal masalah kesehatan pada keluarganya. e. membesarkan anak Sejauhmana lingkungan rumah cocok dengan perkembangan anak. c. memberi dan menerima cinta serta otonomi dan ketergantungan dalam b. 3. Kemampuan keluarga melakukan perawatan terhadap anggota keluarga yang sakit. Praktik dalam membesarkan anak meliputi : kontrol perilaku sesuai dengan usia. Kemampuan keluarga dalam mengambil keputusan. g. nilai-nilai dan perilaku terhadap pelayanan kesehatan Tingkat pengetahuan keluarga tentang sehat sakit. d. Fungsi Perawatan Kesehatan Pengkajian fungsi perawatan kesehatan meliputi : a. f.1) Sejauhmana keluarga memberi perhatian pada anggota keluarga satu sama lain serta bagaimana mereka saling mendukung 2) Sejauhmana keluarga mempunyai perasaan akrab dan intim satu sama lain. Sumber-sumber informasi kesehatan yang didapat b. c. Keterpisahan dan Keterikatan dalam keluarga Sejauhmana keluarga menanggapi isu-isu tentang perpisahan dan keterikatakan serta sejauhmana keluarga memelihara keutuhan rumah tangga sehingga terbina keterikatan dalam keluarga 2. Kemampuan keluarga memodifikasi dan memelihara lingkungan Kemampuan keluarga menggunakan fasilitas kesehatan . Fungsi sosialisasi Pengkajian fungsi sosialisasi meliputi : a. keluarga Penerima tanggung jawab dalam membesarkan anak Bagaimana anak dihargai dalam keluarga Keyakinan budaya yang mempengaruhi pola membesarkan anak Faktor-faktor yang mempengaruhi pola pengasuhan anak Identifikasi apakah keluarga beresiko tinggimendapat masalah dalam h. d. 1) 2) 3) Keyakinan. serta bentuk kasih sayang yang ditunjukkan keluarga.

Stressor-stressor jangka panjang dan jangka pendek yang dialami oleh keluarga. Identifikasi bentuk yang digunakan secara ekstensif : kekerasan. ancaman. . mengkambinghitamkan. mitos keluarga yang merusak. Koping Keluarga Pengkajian koping keluarga meliputi : 1. 3. serta strategi koping internal 4. 2. serta lamanya dan kekuatan strssor yang dialami oleh keluarga. triangling dan otoritarisme. Sejauhmana keluarga bereaksi terhadap stressor. pseudomutualitas. strategi koping apa yang digunakan untuk menghadapi tipe-tipe masalah. Tindakan obyektif dan realistis keluarga terhadap stressor yang dihadapi. Strategi adaptasi disfungsional yang digunakan oleh keluarga. dan eksternal yang digunakan oleh keluarga. mengabaikan anak.F. perlakukan kejam terhadap anak.

Kesimpulan Keluarga merupakan salah satu aspek yang penting dalam keperawatan. Saran Dalam pemberian asuhan keperawatan.Kita dapat memilih yang sesuai dengan karakteristik klien. hendaknya kita memilih model yang ada dengan menyesuaikan karakteristik klien.Dengan mengetahui model-model keperawatan keluarga. perawat dapat mengaplikasikan dalam pemberian asuhan keperawatan.BAB III PENUTUP A. . B.

Jakarta: Salemba Medika Potter. Sulawesi Selatan: Pustaka As Salam Hidayat. Buku Ajar Keperawatan Komunitas: Teori dan Praktek Edisi 3. Wahit Iqbal.Aziz Alimul. dkk. Patricia A. Ilmu Keperawatan Komunitas Pengantar dan Teori: Jilid 1. Pengantar Ilmu Keperawatan Komunitas. 2005. Jakarta : EGC Harnilawati.2011.Jakarta: Salemba Medika Mubarak.Pengantar Konsep Dasar Keperawatan edisi 2. Buku Ajar Fundamental Keperawatan :Konsep. . dan praktik Edisi 4.2010. Jakarta: EGC Firedman Marilyn M. Buku Ajar Keperawatan Keluarga : Riset Teori & Praktik Ed 5.2006. Jakarta : EGC . Proses.2009.DAFTAR PUSTAKA Anderson.2013. A.