You are on page 1of 18

LI.1 Memahami dan Menjelaskan Histologi Kulit Secara Textual dan Grafis.

1. EPIDERMIS
 Terletak di permukaan
 Merupakan epitel
 Berasal dari ektoderm
STRATUM GERMINATIVUM
 Selapis sel torak sampai kubis
 Terletak pd L. Basalis
 Mempunyai
tonjolan
sitoplasma yg pendek dan tipis
yg tertanam pd L. Basalis
 Sering terlihat mitosis
 Akan memperbaharui sel2
epidermis
STRATUM SPINOSUM
 Makin ke permukaan sel2 makin
gepeng
 Sel-sel mempunyai tonjolan2
sitoplasma
seperti
SPINA,
bertemu dg tonjolan2 sitoplasma
sel disebelahnya, membentuk
jembatan interseluler
 Dengan M.E jembatan ini
membentuk kontak dg desmosom
STRATUM GRANULOSUM
 Tdd 3-5 lapis sel gepeng, sb
panjang sejajar permukaan kulit
 Sitoplasma mengandung granula
keratohialin






STRATUM LUCIDUM
Merupakan lpsn jernih translusen
tdd 3-5 lapis sel gepeng yang
tersusun sangat rapat
 Batas2 sel tidak jelas
 Sitoplasma mengandung substansi
semifluid  keratohialin, yg
bersifat
eosinofil.
Diduga
dihasilkan
oleh
granula
keratohialin
STRATUM KORNEUM
 Tdd sel jernih , mati seperti sisik
yg semakin menggepeng dan
menyatu
 Inti sel tdk ada
 Sitoplasma diganti keratin
 Sel2 tersusun padat tanpa batas yg
tegas
 Lpsn
paling
luar
selalu
mengelupas

STRATUM
DISJUNCTUM

2. DERMIS
Terletak di bawah epidermis
Jaringan penyambung padat yg vaskular
Berasal dari mesoderm
Tebal rata2 0,5-3 mm atau lebih
Anyaman padat tersusun tak teratur
Tdd 2 lpsn :
o str. Papilare
o Str. Retikulare

1
MAINURTIKA
1102011151
A-11

gangguan kimiawi. Fungsi Proteksi Kulit melindungi bagian dalam tubuh manusia terhadap gangguan fisik maupun mekanik. karena kulit mempunyai faal yang vital bagi tubuh manusia. budaya. gangguan kuman. bangsa dan agama. jamur. genetik. seperti zat-zat kimia iritan (lisol. tebalnya lapisan kilit. estetik. atau kebencian. Kulit juga dapat menjadi indikator kesehatan. Gangguan fisik dan mekanik ditanggulangi dengan adanya bantalan lemak subkutis. di samping sarana komunikasi non verbal antara individu satu dengan lainnya. dan serabut penunjang yang berfungsi sebagai pelindung bagian luar tubuh. Gangguan 2 MAINURTIKA 1102011151 A-11 . dapat segera menyebabkan kematian. persahabatan. Kulit juga dapat menjadi sarana kontak seksual. tarikan. karbol. asam. hidup dan menjamin kelangsungan hidup. gangguan panas atau dingin. Kulit dapat dengan mudah dilihat dan diraba. atau basa kuat lainnya). kemiskinan. Faal Kulit Faal kulit sangat kompleks dan berkaitan satu dengan lainnya di dalam tubuh manusia. misalnya akibat luka bakar. Kulit menyokong penampilan dan kepribadian sesorang dan menjadi ciri berbagai tanda kehidupan yaitu ras.2 Memahami dan Menjelaskan Fisiologi Kulit Fungsi Dan Regenerasi Kulit.Muscle Spindle  Kedudukan dan gerakan (regangan) AKHIR SERAT MOTORIK  Selubung mielin / neurolemma menghilang  Peralihan saraf dan otot STRUKTUR RAMBUT LI. gangguan sinar radiasi tau sinar ultraviolet. misalnya tekanan. gesekan. bakteri atau virus. dan kebiasaan. Kerusakan lebih dari 30% luas kulit. kemakmuran. cinta.

disusul oleh kulit wajah dan punggung tangan. Sebum yang diproduksi kelenjar palit kulit melindungi kulit dengan cara meminyaki kulit dan menahan penguapan yang berlebihan sehingga kulit tidak menjadi kering. BadanRuffini yang terletak di dermis. larutan. Badan taktil Meissner yang terletak di papil dermis menerima rangsang rabaan.5. Produk kelenjar lemak dan keringat di permukaan kulit membentuk keasaman kulit pada pH 5 – 6. Gangguan kimiawi ditanggulangi dengan adanya lemak permukaan kulit yang berasal dari kelenjar palit kulit yang mempunyai pH 5. Fungsi Pengindra (Sensori) Kulit mengandung ujung-ujung saraf sensorik di dermis dan subkutis. kelenjar keringat mengeluarkan banyak keringat ke permukaan kulit dan dengan penguapan keringat tersebut terbuang pula kalori/panas tubuh. Pada keadaan suhu meningkat. amonia. Fungsi Pengaturan Suhu Tubuh (Termoregulasi) Kulit melakukan peran ini dengan cara mengeluarkan keringat dan mengerutkan otot dinding pembuluh darah kulit. Fungsi sawar kulit terutama berada di sel-sel epidermis dan kemampuan kulit sebagai sawar berbeda pada satu tempat kulit dengan tempat kulit lainnya bergantung pada kondisi epidermis di tempat tersebut. dan sedikit lemak.5. kelembaban udara. Mekanisme termoregulasi ini diatur oleh sistem saraf simpatis yang mengeluarkan zat perantara asetilkolin. saluran kelenjar atau saluran keluar rambut. atas pengaruh hormon androgen dari ibunya. urea.sinar UV diatasi oleh sel melanin yang menyerap sebagian sinar tersebut. hidrasi. akan menghasilkan sebum untuk melindungi kulitnya terhadap cairan amnion yang pada waktu lahir disebut vernix caseosa. Penyerapan dapat melalui celah antar sel. tetapi cairan yang mudah menguap lebih mungkin diserap kulit. Penguapan air dari dalam tubuh dapat pula terjadi secara difusi melaui sel-sel epidermis. Proses keratinisasi juga merupakan sawar mekanis karena sel-sel tanduk melepaskan diri secara teratur dan diganti oleh sel muda di bawahnya. Kulit kaya akan pembuluh darah kapiler sehingga cara ini cukup efektif. 3 MAINURTIKA 1102011151 A-11 . maupun benda padat. menerima rangasangan dingin dan rangsangan panas diperankan oleh badan Krausse. Kelenjar lemak pada fetus. Fungsi Ekskresi Kelenjar-kelenjar pada kulit mengeluarkan zat-zat yang tidak berguna atau sisa metabolisme dalam tubuh misalnya NaCl. Dinding pembuluh darah kulit pada bayi belum berfungsi secara sempurna sehingga mekanisme termoregulasi belum berjalan dengan baik. begitu pula zat yang larut dalam minyak. Saraf-saraf sensorik tersebut lebih banyak jumlahnya di daerah erotik. Sawar kulit berfungsi ganda yaitu mencegah keluar atau masuknya zat yang berada di luar ke dalam tubuh atau dari dalam ke luar tubuh. Skrotum adalah kulit dengan tinggi sawar paling rendah sehingga paling permeabel. metabolisme dan jenis vehikulum zata yang menempel di kulit.0 – 6. Kemampuan absorpsi kulit dipengaruhi oleh tebal tipisnya kulit. tetapi karena sel epidermis baik fungsi sawarnya. Kelenjar lemak. Vasokonstriksi pembuluh darah kapiler kulit menyebabkan kulit melindungi diri dari kehilangan panas pada waktu dingin. Sebaliknya telapak tangan dan telapak kaki adalah daerah kulit yang paling baik sawarnya sehingga hampir tidak dapat dilalui komponen apapun. Fungsi Absorpsi Kulit yang sehat tidak mudah menyerap air. maka kehilangan air melalui sel epidermis (transepidermal water loss) dapat dicegah agar tidak melebihi kebutuhan tubuh. Lemak permukaan kulit juga berperan dalam mengatasi banyak mikroba yang ingin masuk ke dalam kulit. Peremeabilitas kulit terhadap gas CO2 atau O2 mengungkapkan kemungkinan kulit mempunyai peran dalam fungsi respirasi. demikian pula badan Merkel-Renvieryang terletak di epidermis.

ion Cu dan oksigen oleh sel melanosit di dalam melanosom dalam badan sel melanosit. juga di jaringan lemak pada lapisan dermis dan subkutis. Keratinisasi dimulai dari sel basal yang kuboid. Fungsi Ekspresi Emosi Hasil gabungan fungsi yang telah disebut di atas menyebabkan kulit mampu berfungsi sebagai alat untuk mentakan emosi yang terdapat dalam jiwa manusia. Proses keratinisasi sel dari sel basal sampai sel tanduk berlangsung selama 14-21 hari. Pada beberapa macam penyakit kulit proses ini terganggu. Namun produksi ini masih lebih rendah dari kebutuhan tubuh akan vitamin D sehingga diperlukan tambahan vitamin D dari luar melaui makanan. Sel ini berasal dari rigi saraf. protoplasmanya mengering menjadi keras. atau hitam yang diproduksi oleh melanosit. Proses ini berlangsung terus-menerus dan berguna untuk fungsi rehabilitasi kulit agar selalu dapat melaksanakan fungsinya secara baik. Bila pajanan bertambah. tirosin. Melanin dibuat dari sejenis protein. mulai dari 1:20 sampai 1:4. dan kering. Selain oleh pigmen. Karoten dapat dikonversi menjadi vitamin A yang diperlukan untuk pemeliharaan epitel dan sintesis fotoreseptor di mata. Ke arah dermis pigmen. Pigmentasi epidermis dipengaruhi oleh dua pigmen. Melanosit sendiri berada di antara sel-sel basal dan memiliki juluran ke sel-sel di atasnya. Semua fungsi kulit pada manusia berguna untuk mempertahankan kehidupannya sama seperti organ tubuh lain. dengan bantuan enzim tirosinase. Perubahan warna yang diakibatkan oleh karoten paling terlihat pada orang berkulit pucat. bermitosis ke atas berubah bentuk lebih poligonal yaitu sel spinosum. Perbandingan jumlah melanosit dan sel basal bervariasi. Badan 4 MAINURTIKA 1102011151 A-11 .  Melanin merupakan pigmen kuning-coklat. produksi melanin akan meningkat. Paling banyak terdapat di stratum korneum pada orang berkulit terang. yaitu karoten dan melanin  Karoten merupakan pigmen merah-jingga yang berakumulasi di epidermis.Fungsi Pembentukan Pigmen (Melanogenesis) Sel pembentuk pigmen kulit (melanosit) terletak di lapisan asal epidermis. kesedihan diutarakan pleh kelenjar air mata yang meneteskan air matanya. dan karoten. Kegembiraan dpat dinyatakan oleh otot kulit muka yang relaksasi dan tersenyum. dan menyebarkan bau khas. dan granula serta intinya hilang menjadi sel spinosum dan akhirnya sampai di permukaan kulit menjadi sel yang mati. disebar melalui melanofag. tanpa inti yang disebut sel tanduksel tanduk secara kontinu lepas dari permukaan kulit dan diganti oleh sel yang terletak di bawahnya. terangkat lebih ke atas menjadi lebih gepeng. Fungsi Keratinisasi Lapisan epidermis kulit orang dewasa mempunyai tiga jenis sel utama: keratinosit. jumlahnya 1:10 dari sel basal. ketegangan dengan otot kulit dan kelenjar keringat. Jumlah melanosit serta jumlah dan besarnya melanin yang terbentuk menentukan warna kulit. Pigmen disebarkan ke dalam lapisan atas sel epidermis melalui tangan-tangan yang mirip kaki cumi-cumi pada melanosit. Pembentukan warna pada kulit Warna pada kulit dipengaruhi oleh dua faktor. melanosit dan sel Langerhans. sehingga kulit akan terlihat bersisik. gepeng. Hb-oksidasi. sedangkan pada orang berkulit gelap sulit terlihat. warna kulit dibentuk pula oleh tebal tipisnya kulit. Kemudian sel tersebut terangkat ke atas lebih gepeng. ketakutan oleh kontraksi pembuluh darah kapiler kulit sehingga kulit menjadi pucat dan rasa erotik oleh kelenjar minyak dan pembuluh darah kulit yang melebar sehingga kulit tampak semakin merah. Hb-reduksi. yaitu pigmentasi epidermis dan sirkulasi kapiler yang ada di lapisan dermis. berminyak. Fungsi Produksi Vitamin D Ternyata kulit juga dapat membuat vitamin D dari bahan baku 7-dihidroksi kolesterol dengan bantuan sinar matahari. Pajanan sinar matahari mempengaruhi produksi melanin. dan bergranula menjadi sel granulosum. tebal.

Black dot ring worm Terutama disebabkan oleh Trikofiton Tonsurans. Contohnya jika saat suhu tubuh sedang tinggi. Ketika berikatan dengan oksigen. mentagrofites. Sebaliknya ketika suplai darah berkurang (misalnya pada gagal jantung) maka kulit akan berubah relatif pucat akibat penyempitan pembuluh kapiler. LI.3 Memahami dan Menjelaskan Infeksi Jamur Pada Kulit (Mikosis superficialis dan profunda): DEFINISI. lalu mengemasnya menjadi vesikel-vesikel melanosom. sedangkan pada orang berkulit gelap melanosom dapat dihantarkan hingga ke stratum granulosum. Jenis ini biasanya disebabkan spesies mikrosporon dan trikofiton. Trikofiton dan Epidermofiton. maka warna merah pada kulit akan semakin jelas. yang berbeda adalah aktivitas dan produksi pigmennya (melanosit). yaitu stratum korneum. maka pembuluh darah akan melebar untuk melepaskan panas dan pada saat yang sama akan menimbulkan citra merah pada kulit tersebut. Penyakit yang Ditimbulkan : 1. Ketika pembuluh-pembuluh tersebut mengalami dilatasi. rambut dan kuku. Dari 41 spesies dermafito yang sudah dikenal hanya 23 spesies yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia dan binatang yang terdiri dari 15 spesies Trikofiton. T. Hemoglobin yang fungsinya untuk mengangkut oksigen adalah bersifat pigmen. Dengan pemeriksaan sinar wood tampak flourisensi kekuning-kuningan pada rambut yang sakit melalui batas “Grey pacth” tersebut. Berdasarkan bentuk yangkhas Tinea Kapitis dibagi dalam 4 bentuk : 1. Jamur ini mengeluarkan enzim keratinase sehingga mampu mencerna keratin pada kuku. Etiologi Dermatofitosis disebabkan jamur golongan dermatofita yang terdiri dari tiga genus yaitu genus: Mikrosporon. rambut dan stratum korneum pada kulit. KLASIFIKASI DAN ETIOLOGI. Sirkulasi darah yang ada di dalam pembuluh kapiler pada dermis juga berperan dalam menentukan warna kulit. Pada orang kulit pucat transfer melanosom hanya sebatas stratum spinosum. serta mudah patah dan terlepas dari akarnya.) Tinea Kapitis Biasanya penyakit ini banyak menyerang anak-anak dan sering ditularkan melalui binatangbinatang peliharaan seperti kucing. Jumlah melanosit baik pada orang kulit hitam maupun kulit putih adalah sama. violaseum. 7 spesies Mikrosporon dan 1 spesies Epidermafiton. Melanosom ini akan dihantarkan melalui juluran melanosit dan mewarnai sel-sel keratin di atasnya sampai didegradasi oleh lisosom. 1. Mikosis superfisial dibagi dalam dua kelompok: a) Dermatofitosis dan b) Non Dermatofitosis : DERMATOFITOSIS Dermatofitosis ialah mikosis superfisialis yang disebabkan oleh jamur golongan dermatofita. anjing dan sebagainya. Warna rambut jadi abu-abu dan tidak mengkilat lagi. 2. infeksi jamur terjadi di dalam rambut (endotrik) atau luar rambut (ektotrik) yang menyebabkan rambut putus tepat 5 MAINURTIKA 1102011151 A-11 . sehingga menimbulkan alopesia setempat. hemoglobin akan berwarna merah terang sehingga memberikan pewarnaan merah pada pembuluh kapiler. Gray pacth ring worm Penyakit ini dimulai dengan papel merah kecil yang melebar ke sekitarnya dan membentuk bercak yang berwarna pucat dan bersisik. MIKOSIS SUPERFISIAL Mikosis superfisial ialah penyakit jamur yang mengenai lapisan permukaan kulit.Golgi melanosit membentuk melanin dari tyrosin dengan bantuan Cu dan oksigen.

2) Psoriasis vulgaris. bertambah hebat bila disertai dengan keluarnya keringat. sehingga pada kulit kepala tampak bisul-bisul kecil yang berkelompok dan kadang-kadang ditutupi sisik-sisik tebal. M. Penyebab utamanya adalah : T. 2. Penyakit ini sering menyerupai : 1) Pitiriasis rosea. Penyakit ini sering menyerang orang-orang dewasa yang banyak bekerja di tempat basah seperti tukang cuci.violaseum. karena disertai dengan radang yang hebat yang bersifat lokal.) Tinea Kruris Penyakit ini memberikan keluhan perasaan gatal yang menahun. Kelainan yang timbul dapat bersifat akut atau menahun. M. anggota gerak atas. yang berwarna kelabu sehingga tarnpak sebagai gambaran ” back dot”. T.) Tinea Korporis Penyakit ini banyak diderita oleh orang-orang yang kurang mengerti kebersihan dan banyak bekerja ditempat panas. Rambut di daerah ini putus-putus dan mudah dicabut. 6 MAINURTIKA 1102011151 A-11 . Kelainan yang akut memberikan gambaran yang berupa makula yang eritematous dengan erosi dan kadang-kadang terjadi ekskoriasis. M. gipsum. Mikrosporon gipseum. pekerja-pekerja di sawah atau orang-orang yang setiap hari harus memakai sepatu yang tertutup seperti anggota tentara. sedangkan pada bagian tengah lesi relatif lebih tenang. violasum dan T. arsiner.pada permukaan kulit kepala. Trikofiton rubrum dan T.metagrofites. atau sinsiner. yakni daerah lipat paha sebelah dalam. Bentuk yang klasik dimulai dengan lesi-lesi yang bulat atau lonjong dengan tepi yang aktif. 4.) Tinea Pedis Tinea pedis disebut juga Athlete’s foot = “Ring worm of the foot”.tonsurans dan T. Rambut di atas skutula putus-putus dan mudah lepas dan tidak mengkilat lagi. Bentuk ini terutama disebabkan oleh Mikosporon kanis. adanya papel-papel dan vesikel. dan 4) Lues stadium II bentuk makulo-papular. 3.rubrum. Rambut sekitar lesi juga jadi tidak bercahaya lagi disebabkan kemungkinan sudah terkena infeksi penyebab utama adalah Trikofiton tonsusurans dan T. Dengan perkembangan ke arah luar maka bercak-bercak bisa melebar dan akhirnya dapat memberi gambaran yang polisiklis. perot bagian bawah dan bahkan dapat sampai ke aksila Penyebab utama adalah Epidermofiton flokkosum. Kelainan-kelainan ini dapat teIjadi bersama-sama dengan Tinea kruris. Gambaran yang khas adalah lokalisasi kelainan.Tinea favosa Kelainan di kepala dimulai dengan bintik-bintik kecil di bawah kulit yang berwarna merah kekuningan dan berkembang menjadi krusta yang berbentuk cawan (skutula). Bila kerion ini pecah akan meninggalkan suatu daerah yang botak permanen oleh karena terjadi sikatrik. Biasanya bentuk ini terdapat pada orang dewasa dan lebih sering pada wanita. Bila tinea korporis ini menahun tanda-tanda aktif jadi menghilang selanjutnya hanya meningggalkan daerah-daerah yang hiperpigmentasi saja. 3. maka penyakit ini harus dibedakan dengan penyakit-penyakit bukan oleh jamur seperti: Psoriasis vulgaris dan Dermatitis seboroika.mentografites. Pada bagian tepi tampak aktif dengan tanda-tanda eritema.audolini.kanis. Penyebab utamanya adalah Trikofiton schoenleini. T. punggung dan anggota gerak bawah. Ujung rambut tampak sebagai titik-titik hitam diatas permukaan ulit. 3) Morbus hansen tipe tuberkuloid. serta memberi bau busuk seperti bau tikus “moussy odor”. Kerion Bentuk ini adalah yang serius. T. daerah perineum dan sekitar anus. Kadang-kadang dapat meluas sampai ke gluteus. Pinggir kelainan kulit tampak tegas dan aktif. Violaseum. dada. Oleh karena Tinea kapitis ini sering menyerupai penyakit-penyakit kulit yang menyerang daerah kepala. yang banyak berkeringat serta kelembaban kulit yang lebih tinggi. T.violaseum. 4. Predileksi biasanya terdapat dimuka. Apabila kelainan menjadi menahun maka efloresensi yang nampak hanya makula yang hiperpigmentasi disertai skuamasi dan likenifikasi.gipseum . Bila menyembuh akan meninggalkan jaringan parut dan alopesia yang permanen.

rubrum.mentagrofites. Semua bentuk yang terdapat pada Tinea pedis. Tampak ada vesikel dan bula yang terletak agak dalam di bawah kulit. T. Kadang-kadang penderita baru datang berobat setelah seluruh kukunya sudah terkena penyakit. Hal ini terjadi disebabkan kelembaban di celah-ceIah jari tersebut membuat jamurjamur hidup lebih subur. tidak gatal. karena penyakit ini tidak memberikan keluhan subjektif. kemudian meluas ke punggung kaki atau telapak kaki. dan tidak sakit.metagrofites 6. Bila menahun dapat terjadi fisura yang nyeri bila kena sentuh. papel dan skuama yang mula-mula kecil selanjutnya meluas ke arab luar dan memberi gambaran polisiklik. Ada 3 bentuk Tinea pedis yaitu sebagai berikut : 1.rubrum. tepi kaki dan punggung kaki. Bentuk hiperkeratosis Disini lebih jelas tampak ialah terjadi penebalan kulit disertai sisik terutama ditelapak kaki.) Tinea Imbrikata Penyakit ini adalah bentuk yang khas dari Tinea korporis yang disebabkan oleh Trikofiton consentricum. Ada 2 bentuk yaitu superfisialis dan kerion :  Superfisialis : kelainan-kelainan berupa gejala eritem. dengan bagian tepi yang aktif. Permukaan kuku tampak suram tidak mengkilat lagi. 2. skuamasi serta erosi. Onikomikosis ini merupakan penyakit jamur yang kronik sekali. Penyebab utamanya ialah : T . Dibawah kuku tampak adanya detritus yang banyak mengandung elemen jamur. Bila hiperkeratosisnya hebat dapat terjadi fisurafisura yang dalam pada bagian lateral telapak kaki. Bila vesikel-vesikel ini memecah akan meninggalkan skuama melingkar yang disebut Collorette. Iktiosis yang sudah menahun 7. dapat terjadi pada Tinea manus. Subinguinal proksimal bila dimulai dari pangkal kuku. Bila terjadi infeksi akan memperhebat dan memperberat keadaan sehingga dapat terjadi erisipelas.) Tinea Unguium Penyakit ini dapat dibedakan dalam 3 bentuk tergantung jamur penyebab dan permulaan dari dekstruksi kuku. 3. Gambaran klinik berupa makula yang eritematous dengan skuama yang melingkar. Apabila diraba terasa jelas skuamanya menghadap ke dalam. Penyakit ini sering menyerang seluruh permukaan tubuh sehingga menyerupai : 1. 7 MAINURTIKA 1102011151 A-11 . diserta perasaan gatal yang hebat. jambang dan kumis. yaitu dermatofitosis yang menyerang tangan. Eritrodemia 2.Keluhan subjektif bervariasi mulai dari tanpa keluhan sampai rasa gatal yang hebat dan nyeri bila ada infeksi sekunder. Bila terjadi infeksi dapat menimbulkan selulitis atau erisipelas disertai gejala-gejala umum. T . dan Epidermofiton flokosum.) Tinea Barbae Penderita Tinea barbae ini biasanya mengeluh rasa gatal di daerah jenggot. Pada umumnya pada bagian tengah dari lesi tidak menunjukkan daerah yang lebih tenang. di celah-celah jari terutama jari IV dan jari V. Subinguinal distal bila di mulai dari tepi ujung dan Leukonikia trikofita bila di mulai dari bawah kuku. tetapi seluruh makula ditutupi oleh skuama yang melingkar. Biasanya gambaran seperti ini menyerupai tinea korporis. Bentuk intertriginosa Keluhan yang tampak berupa maserasi. Penyebab utama adalah : T. Pempigus foliaseus 3. disertai rambut-rambut di daerah itu menjadi putus. 5. rapuh dan disertai oleh subungual hiperkeratosis. penderita minta pertolongan dokter setelah menderita penyakit ini setelah beberapa lama. Bentuk vesikuler subakut Kelainan-kelainan yang timbul di mulai pada daerah sekitar antar jari.

Ada dua bentuk yang sering dijumpai :  Bentuk makuler :Berupa bercak-bercak yang agak lebar. Penyakit jamur kulit ini adalah penyakit yang kronik dan asimtomatik ditandai oleh bercak putih sampai coklat yang bersisik. berbatas tegas sampai difus dan ukuran lesi dapat milier. sering timbul disekitar rambut Mallasezia furfur. Ada dua macam :  Piedra putih Disebabkan oleh jamur jenis Trikosporon beigelii erupakan yang terdapat pada rambut. merupakan organisme saprofit pada kulit normal. Hal ini disebabkan jenis jamur ini tidak dapat mengeluarkan zat yang dapat mencerna keratin kulit dan tetap hanya menyerang lapisan kulit yang paling luar. Kerion : bentuk ini membentuk lesi-lesi yang eritematous dengan ditutupi krusta atau abses kecil dengan permukaan membasah oleh karena erosi. Tidak terlihat askus pada massa jamur. Kelainan ini umumnya menyerang badan dan kadangkadang terlihat di ketiak. Piedra putih terutama terdapat didaerah subtropis.peradangan kulit dan efek primer pytorosporum terhadap melanosit. dapat juga menyebabkan kelainan pada rambut kumis dan rambut janggut. Jamur penyebab piedra putih mempunyai hifa yang tidak berwarna. leher. Organisme ini merupakan “lipid dependent yeast”. Bagaimana perubahan dari saprofit menjadi patogen belum diketahui. 2.) Piedra Merupakan infeksi jamur pada rambut sepanjang corong rambut yang memberikan benjolanbenjolan di luar permukaan rambut tersebut. ras. Benjolan pada piedra putih terlihat lebih memanjang pada rambut dan anyaman hifa tidak padat. Biasanya penyakit ini dapat timbul karena adanya kontak langsung dari orang yang sudah terkena infeksi. Bentuk lesi tidak teratur. Pada piedra putih. Penyebab utama : Berbagai spesies jamur yang zoofilik misalnya T. Bisa pula tanpa keluhan gatal sama sekali. dengan sguama halus diatasnya dan tepi tidak meninggi.) Tinea Versikolor Tinea versikolor/Pityriasis versikolor adalah infeksi ringan yang sering terjadi disebabkan oleh Malasezia furfur. (di Indonesia belum ditemukan). Pertumbuhannya pada kulit (stratum korneum) berupa kelompok sel-sel bulat. biasanya tidak menyebabkan tandatanda patologik selain sisik halus sampai kasar.  Piedra hitam Merupakan jamur penyebab piedra hitam (infeksi pada rambut berupa benjolan yang melekat erat pada rambut. Benjolan mudah dilepas dari rambut. Timbul bercak putih atau kecoklatan yang kadang-kadang gatal bila. jarang mengenai rambut kepala. Timbulnya penyakit ini juga dipengaruhi oleh faktor hormonal. tetapi penderita mengeluh karena malu oleh adanya bercak tersebut. Piedra putih ditemukan pada rambut ketiak dan pubis. termasuk moniliaceae. numuler sampai plakat. Selain pada rambut kepala. matahari. Yang masuk ke dalam golongan ini adalah : 1. Jamur berbentuk hifa berukuran 24 mikron. berdinding tebal dan memiliki hifa yang berbatang pendek dan bengkok.berkeringat. Di atas lesi terdapat sisik halus.verrucosum NON DERMATOFITOSIS Infeksi non-dermatofitosis pada kulit biasanya terjadi pada kulit yang paling luar. bertunas. tetapi pada orang yang berkulit pucat maka lesi bisa berwarna kecoklatan ataupun kemerahan.  Bentuk folikuler :Seperti tetesan air. artokondria dan blastokonidia.lentikuler. Pada orang kulit berwarna. Penyakit ini umumnya 8 MAINURTIKA 1102011151 A-11 . sela paha. tungkai atas. berwarna hitam) yang disebabkan oleh jamur Piedraia hortae. muka dan kulit kepala. lesi yang terjadi tampak sebagai bercak hipopigmentasi. kelainan rambut tampak sebagai benjolan yang berwarna putih kekuningan. daerah dingin.

sp. terutama Indonesia. Mucor. susunan saraf sentral. 2. 4. traktusurogenital. susunan kardiovaskular. menyerang jaringan kutan. histoplasmosis). Tinea nigra palmaris banyak ditemukan di Amerika Selatan dan Tengah. Pada sediaan langsung dari koloni yang padat ini terlihat hifa hitam berseptum. Jamur ini termasuk Dematiaceae yang membentuk koloni berwarna coklat hitam. terdiri atas pembengkakan setempat yang indolen dan membentuk sinus. mengeluarkan cairan srousanguinos.) Misetoma Misetoma ialah sindrom klinis yang disebabkan oleh infeksi jamur. Bila meluas sampai ke dalam. Diagnosis piedra hitam ialah dengan memriksa benjolan pada rambut. Penyakit ini jarang ditemukan di Indonesia. Pada biakan tumbuh koloni berwarna hitam dan padat. Dalam koloni yang padat tersebut juga dibentuk askus yang berisi askospora. Penyebab biasanya jamur kontaminasi yaitu Aspergillus. Jamur dapat masuk ke dalam liang telinga melalui alat-alat yang dipakai untuk mengorek-ngorek telinga yang terkontaminasi atau melalui udara atau air. Konidia dibentuk pada ujung hifa khusus yang disebut konidiofor. termasuk jamur Dematiaceae. fasia dan tulang. Mikosis sistemik terdiri atas beberapa penyakit yang disebabkan oleh jamur dengan gejala klinis tertentu di bawah kulit misalnya traktus intestinalis. Piedraia hortae. sedangkan Mucor tidak. Jamur yang berhasil masuk bisa tetap berada di tempat (misetoma) atau menyebabkan penyakit sistemik (misalnya. otot. Infeksi misetoma terjadi melalui trauma.terdapat di daerah tropik. Aspergillus dan Penicillium membentuk spora aseksual yang tersusun seperti rantai yang disebut konidia (aleuriospora). 3.) Tinea Nigra Palmaris Tinea nigra ialah infeksi jamur superfisialis yang biasanya menyerang kulit telapak kaki dan tangan dengan memberikan warna hitam sampai coklat pada kulit yang terserang dan kadang-kadang tampak bersisik. dan kadang kulit.jamur Candida terdiri atas sel-sel ragi yang kadangkadang bertunas (blastospora) dan hifa semu (yaitu hifa yang terbentuk dari rantai blastopora) yang memanjang dan menyempit pada sekatnya. Spora aseksual yang dibentuk oleh Mucor dan Rhizopus. Tempat yang terinfeksi menjadi merah dan ditutupi skuama halus. Jamur penyebab otomikosis merupakan jamur kontaminan yang terdapat di udara bebas. berskuama. Infeksi terjadi karena rambut kontak dengan spora jamur penyebab dan jamur akan tumbuh membentuk koloni di sepanjang batang rambut. Semua jamur ini membentuk koloni filamen pada biakan. MIKOSIS SISTEMIK (MIKOSIS PROFUNDA) Mikosis sistemik/profunda ialah penyakit jamur yang mengenai alat dalam. atau menyebar dari permukaan kulit atau alat dalam lain. Candida dan Penicillium. Pada liang telinga akan tampak berwarna merah. maka daerah ini menjadi merah. ditutupi oleh skuama. Sediaan langsung koloni ini menunjukkan hifa berseptum dan berwarna coklat/hitam. misalnya tusukan duri yang terkontaminasi jamur (biasanya pada tanah) pada kulit atau jaringan subkutan. subkutan. Penyebabnya adalah Cladosporium wemecki atau Cladosporium mansoni jamur ini banyak menyerang anak-anak dengan higiene kurang baik dan orang-orang yang banyak berkeringat. Rhizopus membentuk rizoid (akar semu). Jamur ini membentuk koloni :seperti ragi” pada biakan. Penderita akan mengeluh merasa gatal atau sakit di dalam liang telinga. sampai ke membrana timpani. dan kelainan ini ke bagian luar akan dapat meluas sampai muara liang telinga dan daun telinga sebelah dalam. 9 MAINURTIKA 1102011151 A-11 . Ditinjau dari penyakit jamur subkutan yang dijumpai di Indonesia : 1. tulang. ialah sporangiospora yang letaknya di dalam gelembung sporangium. Rhizopus. traktus respiratorius. melalui luka. Bila ada infeksi sekunder dapat terjadi otitis ekstema. Penyakit ini dapat terjadi karena jamur langsung masuk ke alat dalam (misalnya paru). Penderita akan mengalami gangguan pendengaran.) Otomikosis Otomikosis adalah infeksi jamur pada liang telinga bagian luar. Jamur ini tergolong kelas ascomycetes dan membentuk spora seksual.

Infeksi terjadi karena jamur masuk ke dalam jaringan subkutis melalui luka pada kulit oleh duri atau kayu lapuk. Nocardia brasiliensis dan Streptomyces somaliensis. Mukormikosis Penyakit jamur ini terdiri atas berbagai infeksi yang disebabkan oleh bermacam-macam jamur pula yang taksonominya dan peranannya masih didiskusikan. Pengobatan misetoma biasanya harus disertai reseksi radikal. 2. perut.Terdapat dua bentuk misetoma :  Misetoma aktinomikotik (bacterial mycetoma) yang disebabkan oleh jamur golongan schizomycophyta. Fikomikosis. kekuning-kuningan. Leptosphaeria sinegalinsis. diantaranya adalah Madurella mycetomatis. Masing-masing spesies mempunyai jenis sporulasi yang berbeda. 3. Fonseceae pedrosoi. Sporotrikosis disebabkan oleh Sporotrichum schenckii atau Sporothrix schenckii. Kromomikosis disebabkan oleh beberapa spesies jamur yang tergolong Dematiaceae.) Kromomikosis Kromomikosis merupakan infeksi lokal yang menahun pada kulit dan jaringan subkutis orang sehat dan imunokompeten. Rhizopus.) Sporotrikosis Sporotrikosis adalah infeksi kronis yang disebabkan oleh Sporotrichium schenckii dan ditandai dengan pembesaran kelenjar getah bening. tetapi pengobatan memerlukan waktu lama (9 bulan. kayu dan tumbuhtumbuhan yang sudah busuk. Sporotrichum schenckii adalah jamur dimorfik bergantung suhu (thermally dimorphic). bahkan amputasi kadang-kadang perlu dipertimbangkan. yang sering terjadi pada kaki atau tungkai bawah. Kelainan ini disebabkan oleh beberapa spesies jamur berwarna gelap coklat kehitaman (dematiaceae). maka pada orang sehat jarang ditemukan Fikomikosis subkutan. Madurella grisea. Pengobatan yang biasanya dengan pemberian larutan kaliumIodida jenuh oral. Infeksi dapat juga melalui inhalasi spora. Kelainan timbul di jaringan subkutan antara lain: di dada. Obat-obat misalnya kombinasi kotrimoksazoldengan streptomisin dapat bermanfaat. Scedosporium apiospermum . Biakan jamur pada suhu kamar membentuk koloni filamen putih dengan hifa halus dan spora yang tersusun menyerupai bunga pada ujung konidiofora. tergantung pada spesies jamur penyebabnya. Mortierella. Fonseceae compacta. bila penyakit yang dihadapi adalah misetomaaktinomikotik. Jamur penyebab kromomikosis terdapat di tanah. yaitu Actinomycetes. Obat-obat baru antifungal misalnya itrakonazol dapat dipertimbangkan untuk misetoma maduromikotik. Nodus itu konsistennya keras kadang dapat terjadi infeksi sekunder. Dalam hal yang rekalsitran pengobatan dengan amfoterisin B atauitrakonazol dapat diberikan. Jamur penyebab yang penting adalah Actinomadura pelletieri. dengan kelainan khas berbentuk kutil (verrucous) yang secara lambat tumbuh terus. S. Diagnosis ditegakkan berdasarkan pemeriksaan 10 MAINURTIKA 1102011151 A-11 . Dialam bebas. Cladosporium carrionii dan Rhinocladiella aquaspersa. Zygomycetes meliputi banyak genera yaitu : Mucor.  Misetoma maduramikotik (fungal mycetoma atau eumycetoma) disebabkan oleh jamur golongan eumycophyta. Hifa jamur membentuk gumpalan yang disebut butir-butir jamur yang merupakan koloni jamur di dalam jaringan.) Zigomikosis. atau lengan ke atas sebagai nodus subkutan yang perlahan-lahan membesar setelah sekian waktu. 4. Diantaranya adalah Phialophora verrucosa. Nocardia dan Streptomyces. berwarna gelap coklat sampai coklat kehitaman dan membentuk koloni filamen.1 tahun) dan bila kelainan belum meluas benar.schenckii sering terdapat di tanah dan tumbuh-tumbuhan yang sudah lapuk. Penderita pada umumnya tidak demam dan tidak disertai pembesaran kelenjar getah bening regional. Penyakit ini disebabkan oleh jamur yang pada dasarnya oportunistik. Butir-butir jamur dapat berwarna putih. tengguli hitam atau berwarna lain. dan Cunning-hamella. Jamur ini tergolong Dematiaceae. Kulit dan jaringan subkutis diatas nodus bening sering melunak dan pecah membentuk ulkus yang indolen. Pada suhu 37°C biakan membentuk koloni ragi dengan blastospora yang bulat dan lonjong. Absidia.

Jamur ini hidup ditanah yang mengandung kotoran burung merpati.infeksi ini lebih sering terjadi pada laki – laki dari pada perempuan . Jika infeksi dibiarkan maka akan menimbulkan penyakit yang lebih parah lagi menyebar ke seluruh organ dalam dan dapat menimbulkan kematian. Penyakit ini disebabkan oleh jamur Nocardia asteroides. Koloni Nocardia bersfat aerob. Blastomikosis 1. 3. Bahan pemeriksaan berasal dari sputum. Histoplasmosis. Pemeriksaan langsung dari bahan yang berasal dari jaringan maka akan tampak spora yang berbentu bulat / oval (yeast). diikuti dengan pembesaran kelenjar limfe regional.manusia jarang terkena Nocardia sp.) Nokardiosis Nokardiosis adalah penyakit jamur yang disebabkan oleh Nocardia sp.Di Indonesia telah dilaporkaan penderita nokardiosis paru diantaranya disebabkan oleh N.jamur dapat ke alat alat lain terutama ke otak dan ginjal. darah. urin dan bahan biopsi. Jamur agak khas hifa lebar 6-50 µm seperti pita. 2. LCS. Bahan pemeriksaan berasal dari sputum. Brasiliensis bersifat tahan asam sebagian. darah.histopatologik dan biakan. Urin.Penyakit terjadi karena inhalasi jamur(terhirup). Kemudian dosis diturunkan 1-2 tetes dandipertahankan terus menerus sampai tumor menghilang. Bahan pemeriksaan ditanam pada media Saboraud agar akan tumbuh koloni:  Koloni Yeast jika diinkubasi pada suhu 37˚ C 11 MAINURTIKA 1102011151 A-11 . kecuali pada individu yang irnnunokomporis. Brasiliensis.di tanah sebagai saprofit. Kelainan primer terjadi pada paru – paru menyebar melalui darah dapat menginfeksi ginjal dan otak. penderita mual dan muntah. Sebagai terapi fikomikosis subkutan dapat diberikan larutan jenuh kalium Iodida. infeksi terjadi melalui inhalasi. Infeksi Sistemik Primer : Ada beberapa infeksi yang disebabkan oleh jamur yaitu : Nocardiosis. kotoran burung merpati. Nokardiosis ialah penyakit kosmopolit . Infeksi terjadi jika spora masuk melalui inhalasi pada paru-paru dan menimbulkan peradarangan setempat. Dengan foto Rontgen tampak gambaran menyerupai tuberculosis paru. Kriptokokosis. Pemeriksaan langsung dilakukan dengan menggunakan KHO tinta cina untuk melihat adanya kapsul pada spora yang berbentuk oval. kelainan primer terdapat dalam paru dan menyerupai penyakit paru lain. Nocardia spesies terdapat dialam bebas. LCS. jamur berkembang biak dalam alveoli dan dapat menimbulkan penyakit pada paru-paru jika faktor predisposisi mendukung. Itrakonazol berhasil mengatasifikomikosis subkutan dengan baik. Dengan penyebaran hematogen. konsistensi mucoid (berlendir). menyebabkan penyakit Meningitis. tetapi jika telah masuk ke otak dan timbul gejala yang menonjol barulah dilakukan pemeriksaan terhadap kriptokokosis. Infeksi terjadi jika spora masuk melalui inhalasi ke paru –paru.) Histoplasmosis Histoplasmosis merupakan infeksi yang disebabkan oleh jamur Histoplasma capsulatum yang bersifat dimorfik dan menyebabkan penyakit histoplasmosis.bersifat gram positif Nocardia asteroides. Sering kali gejala infeksi paru tidak diperhatikan karena ringan. Infeksi terjadi dengan inhalasi jamur. N.) Kriptokokosis Kriptokokosis merupakan infeksi yang disebabkan oleh jamur Cryptococcus neoformans. Prognosis bentuk klinis ini umumnya baik Ditinjau dari penggolongan Infeknya : Ditinjau dari penggolongan Infeknya Ada dua macam infeksi yaitu : Infeksi sistemik primer dan infeksi oportunis. dan coenocytic. A. Koksidioidomikosis.Mulai dari 10-15 tetes 3 kali sehari dan perlahan-lahan dinaikkan sampai timbul gejalaintoksikasi. tidak bersepta. Biakan pada media Sabaroud agar tampak koloni berwarna krem.terdapat dua bentuk nokardiosis yaitu nokardiosis sistemik dan nokardiosis misetoma. Nocardia berukuran diameter < I mikron.

mukosa mulut.) Aspergilosis 12 MAINURTIKA 1102011151 A-11 .) Kandidiasis Merupakan infeksi yang disebabkan oleh jamur Candida . Infeksi Oportunis : Ada beberapa infeksi yang disebabkan oleh jamur yaitu : Kandidiasis. Dan pada koloni mold jika dilakukan pemeriksaan mikroskopik maka tampak hifa. Aspergilosis 1. Candida yang paling patogen adalah Candida albicans dan paling sering ditemukan . tanah. Ditemukan blastospora. Hifa jamur ini membentuk artrospora dan mengalami fragmentasi. Kandidiasis kutis. Pemeriksaan langsung dengan pulasan gram dan KOH 10 %.dan lesi/ traumatik Jamur ini berbentuk dimorfik yaitu berbentuk hifa / speudohifa ditemukan pada penyakit atau bentuk patogen dan berbentuk ragi / yeast merupakan bentuk istirahat sebagai saprofit. mudah dibawa oleh angin dan terhirup ke dalam paru. C. sputum.immitis. Terdapat beberapa bentuk gambaran klinik yaitu: 1. Diaper (kandidiasis popok) dan Granuloma candida 2. Kandida berada pada jaringan yang mati dan melakukan invasi kebawah permukaan kulit atau mukosa yang luka. terjadinya invasi ke jaringan bawah kulit dipengaruhi oleh faktor virulensi. candida mampu membentuk pseudohifa dan enzim proteinase aspartat untuk menembus sel jaringan inang. vagina dialam ditemukan pada air. Di tanah dan dalam biakan dalam suhu kamar C. Artrospora ringan. Tunas ini berhubungan dengan sel induk pada dasar yang lebar. jamur dimorfik yang terdapat di alam bebas.immitis membentuk koloni filamen. pada pulasan gram bersifat gram positip. stomatis. Pengobatan dilakukan dengan pemberian amfoterisin-B secara intravena. terdiri dari :  Pada mulut : thrush. tertelan. Genus ini hidup sebagai saprofit dan merupakan flora normal kulit dan selaput mukosa. Pada media Sabaroud agar koloni tampak krem konsistensi smooth Bau seperti ragi. sekresi enzim memudahkan invasi jaringan dan kemampuan mengatasi imunitas inang. C. Faktor virulensi berperan dalam terjadinya adhesi candida pada endotel dan epitel. Secara mikroskopik tampak spora yang berbentuk oval. 5. Pada suhu 37°C. Jamur ini adalah jenis jamur dimorfik dan terdapat bebas di alam. saluran pencernaan.) Blastomikosis Penyebabnya ialah Blastomyces dermatitidis. Jika dilakukan pemeriksaan mikroskopik maka pada koloni yeast tampak spora yang berbentuk oval. chelitis. terdiri dari : Kandidiasis intertriginosa. sekret mata. pseudohifa. Biakan pada suhu kamar membentuk koloni filamen dengan mikrokonidia berbentuk lonjong sampai bulat. klamidospora. 4.immitis membentuk koloni yang terdiri atas sferul yang berisi endospora. B. glosistis. Dalam biakan pada suhu 37°C dan jaringan manusia. Paronikia.) Koksidiomikosis Koksidiomikosis merupakan penyakit pernapasan yang cara infeksinya dengan inhalasi spora C. perleche  Vaginitis  Bronkhus dan paru –paru  Saluran pencernaan  Kandidiasis mukokutan kronik diseases Bahan pemeriksaan berasal dari swab vagina. Infeksi terjadi melalui kontak. Biasanya hanya dibentuk satu tunas. Immitis adalah jamur dimorfik. 2. LCS.hifa dan makrokonidia. Kandidiasis mukokotan. kolonisasi pada kulit serta terjadinya penurunan daya tahan tubuh. Koloni Mold jika diinkubasi pada suhu ruang. jamur tumbuh sebagai sel ragi (8 – 15 mikron) berdinding tebal dan berkembang biak dengan membentuk tunas.

biopsi jaringan dll. Aspergilosis paru. berserabut dengan beberapa warna sebagai salah satu ciri identifikasi. bercabang dengan atau tanpa spora. canis.schoeleini dan T. dermatofita dibagi menjadi: microsporum. M. Epidermophyton Jenis Epidermophyton terdiri dari dua jenis. Epidermophyton floccosum dan Epidermophyton stockdaleae. floccosum adalah satu penyebab tersering dermatofitosis pada individu tidak sehat. binatang atau manusia. M. dermatofita lain adalah: E. Cara infeksi tergantung lokasi yang diinfeksi ada beberapa bentuk yaitu : Aspergilosis kulit. tonsurans. T. niger. and Trichophyton violaceum. Aspergilus termasuk jamur kontaminan.3 Memahami dan Menjelaskan Epidemiologi.rubrum. T. Trichophyton raubitschekii. rambut dan kuku. sterigmata. tinea pedis) dan kuku (onychomycosis).2 Memahami dan Menjelaskan Etiologi. flavus. Aspergilosis sinus. Trichophyton kanei. Microsporum canis. Microsporum versicolor. tricopyton. gypseum. Aspergilus fumigatus koloni berwarna hijau. Aspergilus niger koloni berwarna hitam dan Aspergilus flavus koloni berwarna putih atau kuning. Pemeriksaan langsung dari bahan pemeriksaan ditemukan hifa bersekat. Paling sering menyerang anak berusia 6-10 tahun dan juga pada usia dewasa. A. Spesies yang sering dianggap penyebab penyakit adalah : A. LO. Yang paling terbanyak ditemukan di Indonesia adalah T. sekret hidung. hidup pada tubuh manusia (antropofilik) atau pada hewan (zoofilik). Fumigatus. 13 MAINURTIKA 1102011151 A-11 . Microsporum Kelompok dermatofita yang bersifat keratofilik. Bahan pemeriksaan berasal dari sputum. A. floccosum satu-satunya jenis yang menyebabkan infeksi pada manusia. Frekuensi infeksi pada spesies tertentu antara lain:  Sekitar 58% dermatofita yang terisolasi adalah trichophyton rubrum  27% Trichophyton mentagrophytes  7% Trichophyton verrucosum  3% Trichophyton tonsurans  Kecil dari 1 % yang terisolasi: Epidermophyton floccosum. kerokan kulit. DERMATOFITOSIS adalah setiap infeksi fungal superfisial yang disebabkan oleh dermatofit dan mengenai stratum korneum kulit.floccosum. ditemukan bangunan aspergilus vesikel. LI. tinea cruris. T. Berdasarkan sifat makro dan mikro. dan epidermophyton. Microsporum audouinii. Tricophyton Trichophyton adalah suatu dermatofita yang hidup di tanah. Aspergilosis sistemik.cocentricum. sehingga sporanya sering diisolasi dari udara. sedangkan E. Microsporum nanum. Disebut juga epidermomycosis dan epidermophytosis LO. Menginfeksi kulit (tinea corporis. Microsporum equinum. kerokan kuku. nanah. stockdaleae dikenal sebagai non-patogenik. Jamur ini terdapat dialam bebas. Trichophyton equinum.4 Memahami dan Menjelaskan Dermatofitosis. LO. termasuk onikomikosis dan berbagai macam bentuk tinea.Aspergilosis merupakan infeksi yang disebabkan oleh jamur Aspergillus. Onset usia terjadi pada anak kecil yang baru belajar berjalan (toddlers) dan anak usia sekolah.mentagrophytes. E. Pada media Sabaroud agar dapat tumbuh cepat pada suhu ruang membentuk koloni mold yang granuler. E.1 Memahami dan Menjelaskan Definisi.

lipase dan musinolitik yang juga membantu dalam pembuatan nutrisi fungi.) Tinea Pedis 14 MAINURTIKA 1102011151 A-11 . Fungal mannans yang ada di dinding sel dermatofita juga dapat menurunkan poliferasi sel keratinosit. d. 1. Trauma dan maserasi merupakan faktor penting dalam memudahkan penetrasi fungi terutama pada kasus tinea pedis. Selain 6 bentuk tinea di atas masih dikenal istilah yang mempunyai arti khusus. Tinea imbrikata: dermatofitosis dengan susunan skuama yang kosentris dan disebabkan oleh tricophyton concentricum. 1. Tinea kruris. Tinea korporis. LO. b.) Development a host response/ respon host. Tinea unguium. Klasifikasi yang paling sering dipakai oleh para spesialis kulit adalah berdasarkan lokasi: a. Antigen dermatofit di proses oleh sel langerhans epidermis dan di presentasikan di nodus limpa lokal menuju ke limfosit T. dermatofitosis pada dagu dan jengggot. Tinea kapitis. spingosine yang di hasilkan oleh keratinosit. c. bokong.6 Memahami dan Menjelaskan Manifestasi Klinis. tinea pada kulit dan rambut kepala b. Tinea favosa atau favus: dermatofitosis yang terutama disebabkan oleh tricophyton schoenleini: secara klinis antara lain berbentuk skutula dan berbau seperti tikus (mousy odor). Tinea incognito: dermatofitosis dengan bentuk klinis tidak khas oleh karena telah diobati dengan steroid topical kuat. 2. c. Fungi selalu mempunyai hambatan dalam proses infeksinya. pertama muncul berupa eritema dan scale / skuama yang menandakan terjadinya peningkatan pergantian keratinosite (keratinocyte turnover). f. tinea yang meliputi bagian wajah g.) Penetration setelah fase adherence. Proses inflamasi yang terjadi sangat tergantung dari sistem imun host dan juga oleh jenis organisme. Kemudian limfosit T mengalami poliferasi dan bermigrasi ke lokasi untuk membunuh jamur dan pada waktu ini lesi menjadi mendadak inflamasi. dermatofitosis pada kaki dan tangan. Antibodi tidak terlihat pada infeksi dermatofita. kompetisi dengan flora normal kulit. spora akan tumbuh dan memasuki stratum korneum dengan kecepatan yang lebih cepat dari waktu deskuamasi epidermis. LO. tetapi hanya menggunakan jalur reaksi hipersensitivitas tipe IV. Infeksi yang sangat ringan sering hanya menimbulkan inflamasi yang ringan juga.) Adherence/ pengikatan. Mulainya di produksi asam lemak pada anak anak post-pubertas mungkin menerangkan menurunnya kejadian tinea kapitis secara drastis. d. Tinea facialis. 3. yaitu: a. Tinea barbe. Pertahanan terbaru pada lapisan epidermis yang lebih dapat tercapai diantaranya berkompetisi dengan besi dan juga penghambatan pertumbuhan jamur oleh progesteron. dermatofitosis pada bagian lain yang tidak termasuk 5 bentuk tinea diatas. dan kadang-kadang sampai perut bagian bawah.5 Memahami dan Menjelaskan Patofisiologi. Oleh sebab ini barier epidermal menjadi permeable terhadap transferin dan migrasi sel. Asam lemak yg di produksi oleh glandula sebasea bersifat fungistatik (menghambat pertumbuhan jamur). e. Tinea sirsinata. Penetrasi juga di dukung dengan keluarnya ensim proteinase. tahan terhadap berbagai temperature dan kelembaban. arkuata yang merupakan penamaan deskriptif dari morfologinya. Beberapa fungi dapat menghasilkan faktor kemotaktik dengan berat melekul rendah seperti yang dihasilkan bakteri. Tinea pedis et manum.4 Memahami dan Menjelaskan Klasifikasi.LO. sekitar anus. fungi harus resisten terhadap sinar UV. dermatofita pada daerah genitokrural. tinea pada kuku kaki dan tangan.

3 Pemeriksaan mikologik untuk membantu menegakan diagnosa terdiri atas pemeriksaan langsung sediaan basah dan biakan. sehingga memberikan kelainan-kelainan yang polimorfik. scherende flechte. dengan bagian tepi yang aktif serta berbatas tegas sedang bagian tengah tampak tenang. sehingga pada kasus-kasus demikian diperlukan interpretasi bijaksana terhadap hasil-hasil pemeriksaan laboraturium. Infeksi sekunder dengan spesies candida atau bakteri lain sering menyertai tinea pedis. interdigitale adalah spesies yang sering menyebabkan tinea unguium. Pemeriksaan sediaan langsung dengan KOH dan pembiakan dapat menolong. tetapi kadang-kadang hanya berupa makula yang berpigmentasi saja (Tinea korporis) dan bila ada infeksi sekunder menyerupai gejala-gejala pioderma (impetigenisasi). dan imunologik tidak diperlukan. daerah perineum. 5. Kadang-kadang bentuknya menyerupai dermatitis (ekzema marginatum). Dermatofita jenis unguium digolongkan menjadi dua bagian utama: (1).7 Memahami dan Menjelaskan Diagnosis dan Diagnosis Banding. Pemeriksaan lain misalnya pemeriksaan histopatologik. membedakannya dengan tinea pedis murni kadang-kadang sangat sulit. Gejala objektif ini selalu disertai dengan perasaan gatal.) Tinea kapitis Tinea kapitis adalah kelainan pada kulit dan rambut kepala yang disebabkan oleh spesies dermatofita.) Tinea korporis (tinea sirsinata. ringworm of the groin) Tinea kruris adalah dermatofitosis pada lipat paha. Kelainan ini dapat ditandai dengan lesi bersisik. dan sekitar anus. 15 MAINURTIKA 1102011151 A-11 . 2. Adanya vesikel-vesikel steril pada jari-jari kaki dan tangan (pomfoliks) dapat merupakan reaksi id. Invasif. dhobie itch. bila kulit yang gatal ini digaruk maka papula-papula atau vesikel-vesikel akan pecah sehingga menimbulkan daerah yang erosit dan bila mengering jadi krusta dan skuama.) Tinea unguium (dermatophytic onycomicosis. 3. tinea glabrosa.Infeksinya anthropophilic dermatophytes biasanya disebabkan oleh adanya elemen hifa dari jamur yang mampu menginfeksi kulit. Kelainan ini dapat bersifat akut ataupun menahun.) Tinea kruris (eczema marginatum. percobaan binatang. LO. kemerahan. bahkan dapat merupakan penyakit yang berlangsung seumur hidup. Superficial whiteonycomycosis yang menempel atau membuat lubang pada permukaan kuku. Penyakit lain yang harus mendapat perhatian adalah kandidiosis. bagian tepi lebih aktif dari pada bagian tengah. yang biasanya batasnya tidak jelas. yaitu akibat setempat hasil reaksi antigen dengan zat anti pada tempat tersebut. ringworm of the nail) Trichophyton rubrum dan T. Skala desquamasi kulit bisa terinfeksi di lingkungan selama berbulanbulan atau tahun. Tinea unguium yang disebabkan oleh bermacam-macam dermatofita memberikan gambaran akhir yang sama. kurap. 4. DIAGNOSIS BANDING Tinea pedis et manum harus dibedakan dengan dermatitis. alopesia dan kadang-kadang terjadi gambaran klinis yang lebih berat. (2). herpes sircine trichophytique) Merupakan dermatofitosis pada kulit tubuh yang tidak berambut (glabrous skin). yang disebut kerion. DIAGNOSIS Umumnya dermatofitosis pada kulit memberikan morfologi yang khas yaitu bercak-bercak yang berbatas tegas disertai efloresensi-efloresensi yang lain. subungual dermatofita yang lateral dari proximal atau pun distal.

Tinea pedis Griseofulvin 500mg/hrTerbinafine 250 mg/hr selama 2-4 mgg Itraconazole sampai sembuh (4-6100 mg/hr selama 15 hr atau 200mg/hr selama 1 mgg. Pengobatan dermatofitosis sering tergantung pada klinis. seringFluconazole 150-300 mg/mggu selama 4 mgg. minggu) Fluconazole 150-300 mg/hr selama 4 mgg. Pilihan terapi oral untuk infeksi jamur pada kulit Pada pengobatan kerion stadium dini diberikan kortikosteroid sistemik sebagai antiinflamasi. yang dipilih untuk dermatofitosis adalah: Infeksi Rekomendasi Alternatif Tinea unguium Terbinafine 250 mg/hr 6Itraconazole 200 mg/hr /3-5 bulan atau 400 mg/hr (Onychomycosis) minggu untuk kuku jariseminggu per bulan selama 3-4 bulan berturut-turut. 16 MAINURTIKA 1102011151 A-11 . bersamaaan dengan pemberian grisiofulvine yang diberikan berlanjut 2 minggu setelah lesi hilang. Kelainan ini biasanya basah dan berkrusta. dikombinasikan dengan imidazol. walaupun pengobatan topikal pada kulit kepala dan kuku sering tidak efektif dan biasanya membutuhkan terapi sistemik untuk sembuh. Efek samping lain berupa gangguan traktus digestifus yaitu: nausea. Tinea cruris Griseofulvin 500 mg/hrTerbinafine 250 mg/hr selama 2-4 mgg Itraconazole sampai sembuh (4-6100 mg/hr selama 15 hr atau 200 mg/hr selama 1 mgg.rubrum termasuk tapak kaki dan dorsum kaki biasanya juga membutuhkan terapi sistemik. Efloresensi yang sama yaitu eritema dan skuama.5-250 mg sehari tergantung berat badan. minggu) Fluconazole 150-300 mg/mgg selama 4 mgg. Infeksi dermatofitosis yang kronik atau luas. Chronic and/or Terbinafine 250 mg/hr Itraconazole 200 mg/hr selama 4-6 mgg. pada seluruh lesi merupakan tanda-tanda khas dari penyakit ini. Sebagai contoh lesi tunggal pada kulit dapat diterapi secara adekuat dengan antijamur topikal. minggu). Idealnya. tinea dengan implamasi akut dan tipe "moccasin" atau tipe kering jenis t. Terbinafine juga diberikan sebagai pengganti griseofulvine selama 2-3 minggu dosis 62. yang merupakan keluhan utama ialah sefalgia yang didapati pada 15% penderita. yakni prednisone 3x5 mg atau prednisolone 3x4 mg sehari selama dua minggu.Kandidosis pada daerah lipat paha mempunyai konfigurasi hen and chicken.8 Memahami dan Menjelaskan Tatalaksana. Pengobatan oral.d sembuh (12-18 bulan) Tinea capitis Tinea corporis Griseofulvin 500mg/dayTerbinafine 250 mg/hr/4 mgg (≥ 10mg/kgBB/hari)Itraconazole 100 mg/hr/4mgg sampai sembuh (6-8Fluconazole 100 mg/hr/4 mgg minggu) Griseofulvin 500 mg/hrTerbinafine 250 mg/hr selama 2-4 minggu Itraconazole sampai sembuh (4-6100 mg/hr selama 15 hr atau 200mg/hr selama 1 mgg.d sembuh (6-12 bln) kuku jari kaki Griseofulvin 500-1000 mg/hr s. dan diare. Griseofulvin widespread selama 4-6 minggu 500-1000 mg/hr sampai sembuh (3-6 bulan). Obat tersebut bersifat fotosensitif dan dapat mengganggu fungsi hepar. Pemeriksaan dengan lampu wood dapat menolong dengan adanya floresensi merah (coral red). konfirmasi diagnosis mikologi hendaknya diperoleh sebelum terapi sistemik antijamur dimulai. Eritrasma merupakan penyakit yang tersering berlokasi di sela paha. LO. Efek samping griseofulvine jarang dijumpai. non-responsive tinea. 12 minggu untukFluconazole 150-300 mg/ mgg s. tangan. vomitus.

nyeri lambung. 1. yang tersering gangguan gastrointestinal diantaranya nausea.9 Memahami dan Menjelaskan Komplikasi.Hindari kotak dengan penderita/hewan peliharaan. . terutama terhadap lembab.  Efek samping pemakaian obat steroid topical dapat mengakibatkan eksaserbasi penyakit. LO. LO.Efek samping terbinafine ditemukan kira-kira 10% penderita.Jaga imun tubuh dengan konsumsi makanan bergizi dan hidup sehat. 2.Jaga kebersihan diri.Menjaga kaki agar tetap kering.Menjaga kebersihan kaki dan tangan dengan sering mencucinya.10 Memahami dan Menjelaskan Pencegahan. panaskan preparat di atas api sebentar. vomitus.  Bisa terjadi infeksi sekunder oleh bakteri atau candida.5 Memahami dan Menjelaskan Pemeriksaan Dermatologi. 2. Bersihkan kulit yang akan dikerok dengan alkohol 70%. Pemeriksaan Jamur dengan KOH . Kerok dari tengah ke tepi. umumnya ringan. dan tidak lembab. Rasa pengecapan hilang sebagian atau keseluruhan setelah beberapa minggu minum obat dan hanya bersifat sementara. 6. Teteskan larutan KOH 20% dan tinta Parker Blue-Black pada kaca objek mengenai kerokan kulit.) - Tinea cruris : Menjaga berat badan ideal. Pada kasus resisten terhadap griseofulvin dapat diberikan ketokonazol sebagai terapi sistemik 200 mg per hari selam 10 hari sampai 2 minggu pada pagi hari setelah makan. dengan perbesaran 10x Pemeriksaan dengan lacthopenol cotton blue Pemeriksaan kultur menggunakan 3 biakan: 17 MAINURTIKA 1102011151 A-11 . Hindari memakai pakaian yang terlalu ketat. persentasinya kecil. arahnay miring < 45 derajat menghadap ke atas. konstipasi. Bila penatalaksanaan dilakukan dengan rutin dan tepat maka dermatofitosisnya dapat sembuh total. diarea. . Mengeringkan badan setelah mandi.) Tinea capitis : . Periksa preparat di bawah mikroskop dengan kondensor rendah.  Hiperpigmentasi karena infeksi jamur kronik.3%-7% kasus. dan tinta parker 1. LI. 3. 3. Sefalgia ringan dilaporrkan pula 3. 4.) Tinea manus : . Kerok kulit dengan scapel.11 Memahami dan Menjelaskan Prognosis. Memakai bedak anti jamur untuk mengurangi resiko berulang. Ketokonazol kontraindikasi untuk kelainan hepar. . Tampung kerokan kulit pada kaca objek. 5. Efek samping lain berupa ganguan pengecapan. Tutup dengan cover glass.  Allopeciapermanen&kerion (tinea capitis)  Onychomycosis (tinea pedis) LO.

) Bersih dari adat.) Kebersihan pergaulan dari terlibat pergaulan yang makruh atapun haram.sains?” Jawabannya. yaitu : 1. Media dtm Tes fermentasi dan utilasi : Untuk menentukan spesies candida. maka Allah akan menganggap kita bertuhankan nafsu. pakaian.) Kebersihan akal dari ideologi Kita mungkin bertanya. Wajib bersih juga dari hadas besar dan hadas kecil. 6.bersih dari najis aini dan najis hukmi. yaitu kebersihan aqidah dari syirik atau kekufuran. LI. Jasi salahnya dimana? Salahnya yaitu jika itu semua tidak dikaitkan dengan Allah atau mengesampingkan Allah. Yaitu kebersihan makanan. Kebersihan menurut Islam paling tidak ada 8 peringkat. 8. sastera. tempat tinggal. Agar soboroud 2. dsb 5. sejarah. minuman.1.) Kebersihan I’tiqad atau Akidah.) Perkara yang lahiriah juga mesti terbebas atau bersih dari hal-hal yang makruh terlebih lagi yang haram. Tidak salah. Kita mesti bersih dari nafsu yang jahat. “apa salahnya saya belajar matematika.ekonomi. kotoran mata. rumah. 2. sebab nafsu itu kalau kita ikuti. “Tidakkah engkau melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhan 4. bergaul bebas tanpa ada batasan syariat dsb.) Bersih dari hawa Nafsu yang jahat.) Bersih di sudut ibadah. Tuhan berfirman. kamar mandi. kotoran telinga. Kebersihan dalam aspek ini adalah yang paling utama.) Bersih dari sifat Mazmumah ( sifat jahat dalam hati ) Mazmumah ada 2 jenis yaitu mazmumah atau sifat tercela terhadap Allah dan mazmumah terhadap sesama manusia 3. 18 MAINURTIKA 1102011151 A-11 . dari hal-hal yang menjijikan seperti kotoran hidung. 7.6 Memahami dan Menjelaskan cara menjaga kesehatan kulit sesuai tuntutan ajaran islam. misalnya bersih dari 3 jenis najis.